Categories
Megapolitan Polhukam

Ribuan Personel Polri dan TNI Siap Amankan Aksi May Day 2023 di Jakarta

Koran Jurnal, Jakarta – Partai Buruh klaim bakal ada calon presiden (capres) Pemilu 2024 mengikuti aksi demo peringatan hari Buruh Internasional atau May Day 2023 di Jakarta. Aksi tersebut akan berlangsung pada Senin (1/5/2023) dimulai pukul 09.30 hingga 12.30 WIB.

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan, selain personel Polri, pihak TNI juga menyiapkan ribuan personel untuk standby on call untuk mengamankan jalannya aksi May Day 2023.

“Yang lain pun seperti Panglima Daerah Militer Jayakarta menyiapkan 4.200 yang standby on call dan kami juga kekuatan yang sisa kami standby-kan juga di komando maupun di tempat-tempat tertentu yang dekat dengan pusat kegiatan,” ujarnya kepada pewarta, Sabtu (30/4/2023).

Karyoto menuturkan akan ada dua titik lokasi May Day. Diantaranya aksi di depan gedung DPR RI dan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

“Ada dua titik di Patung Kuda dan di gedung DPR, itu yang pemusatan agak besar dan juga ada di Jakarta Utara dan Jakarta Timur,” tuturnya.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama asosiasi buruh akan melakukan aksi pada Hari Buruh atau May Day 1 Mei 2023. Aksi akan dilakukan di depan Istana Negara dan Mahkamah Konstitusi.

“Peserta aksi di Jakarta akan di pusatkan di Istana Negara Jakarta dan kantor atau gedung Mahkamah Konstitusi. Perayaan May Day akan diikuti tercatat yang terorganisir Partai Buruh hampir 50 ribu orang, target kami adalah 100 ribu orang aksi di Istana Negara,” ujar Presiden KSPI Said Iqbal, dalam konferensi pers, Kamis (27/4) lalu.

Categories
Hukum Polhukam

Diduga Buang Limbah ke Sungai Malili, PT CLM Versi Zainal Abidin Bisa Dijerat Pidana

Koran Jurnal, Jakarta – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Malili menggelar aksi demo di depan kantor DPRD Kabupaten Luwu Timur memprotes pencemaran Sungai Malili yang diduga dilakukan PT CLM yang kini dikuasai oleh Zainal Abidin Siregar pada Jum’at, 28 April 2023.

Koordinator massa, Malik mengatakan aksi tersebut dilakukan karena kondisi air Sungai Malili saat ini menjadi keruh dan tak lagi jernih seperti dulu.

“Airnya keruh tidak bersih dan tidak bisa lagi digunakan untuk mencuci dan minum,” kata Malik di Jakarta, Sabtu (29/4/2023).

Sebagaimana diketahui kisruh kepemilikan saham PT CLM turut menyeret nama Wamenkumham yang kini telah dilaporkan oleh IPW ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menurutnya pemerintah harus memanggil seluruh perusahaan tambang untuk menjelaskan kemana limbah meraka dibuang dan kalau bisa disosialisaikan ke masyarakat. “Aksi ini juga hanya sebagai pemantik dan rencananya akan ada aksi lanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Koordinasi Nasional Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (Bakornas LKBHMI) PB HMI, sebelumnya telah melaporkan PT CLM ke Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum KLHK).

Wakil Direktur Eksekutif Bakornas LKBHMI PB HMI, Ibrahim Asnawi menyebut jika laporan tersebut terkait dengan dugaan permasalahan izin serta pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup akibat kegiatan tambang nikel PT CLM yang beroperasi di Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kita memiliki kewajiban untuk menjaga dan melesatarikan lingkungan kita. Setiap orang berhak untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat, itu merupakan hak asasi yang dijamin dalam Pasal 28 H Ayat (1) UUD NRI Tahun 1945. Kita harap Gakkum KLHK menindaklanjuti pelaporan ini,” kata Ibrahim.

Bakornas LKBHMI PB HMI pun mendesak Gakkum KLHK untuk melakukan penegakan hukum secara serius dan komprehenship untuk menindak tegas dugaan adanya perusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas penambangan nikel PT CLM.

Menurutnya, PT CLM dibawah penguasaan Zainal Abidin Siregar bisa dijerat pidana maupun sanksi administrasi seperti diatur dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) maupun pada Undang-undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Kehutanan.

Terpisah, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta masyarakat yang merasa kurang mendapat pelayanan dari Polres Luwu Timur, melaporkan ke pihaknya dan Itwasda Polda Sulawesi Selatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menanggapi terkait dengan adanya dugaan Polres Luwu Timur yang tak memproses laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran Sungai Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan oleh perusahaan tambang.

“Silahkan korban yang merasa kurang mendapatkan pelayanan baik dari Polres Luwu agar melaporkan kepada Itwasda Polda Sulsel selaku pengawas internal Polri dan kepada Kompolnas selaku pengawas fungsional Polri,” kata Poengky.

Menurutnya, Kompolnas akan menindaklanjuti setelah pihaknya mendapatkan aduan tersebut dan melakukan klarifikasi terhadap Polda Sulsel.

“Kalau kami sudah mendapatkan pengaduannya, akan segera kami tindaklanjuti dengan klarifikasi ke Polda Sulsel,” ujarnya.

Senada, Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto menilai, jika pihak pelapor telah membawa bukti cukup namun tidak diproses, Bambang meminta pelapor untuk mengadu ke BidPropam Polda Sulsel hingga Kompolnas.

“Kalau dari pelapor sudah membawa bukti-bukti yang kuat, dan Polres tidak segera menindak lanjuti, laporkan saja ke Wasidik atau BidPropam Polda, tembusannya bisa ke Kapolri dan Kompolnas,” kata Bambang.(*)

Categories
Opini Polhukam

Mahasiswa Diminta Kedepankan Dialog Tanpa Unjuk Rasa Dalam Menyikapi Penyesuaian Harga BBM Supaya Lebih Elegan

Koran Jurnal, Jakarta – Pakar Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mengatakan mahasiswa dapat mengedepankan dialog dan adu ide maupun gagasan dalam menyikapi penyesuaian harga BBM yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan Komunikolog UPH Emrus Sihombing di Jakarta.

“Demol-ah dengan dewasa dan dialog, bertukar pikiran dan gagasan. Misal bikin surat permohonan dialog, kirim ke presiden. Buat satu pertemuan dan diliput media. Sehingga masyarakat bisa menilai gagasan mana yang bagus. Jadi, jangan demonstrasi mengganggu orang lain dan bisa saja ada penumpang gelap,” kata Emrus Sihombing, Senin (12/9/2022).

“Sejauh ini demokrasi di Indonesia belum dewasa, lantaran cenderung mengedepankan emosional. Seharusnya, mahasiswa sebagai bagian dari kelompok akademik menyampaikan aspirasi secara lebih elegan,” tambah Emrus.

Jika kebijakan pemerintah terkait penyesuaian harga BBM di respon terus dengan unjuk rasa atau demonstrasi dikhawatirkan dapat disusupi oleh penumpang gelap atau kelompok kepentingan yang memanfaatkan unjuk rasa tersebut, ucap dosen komunikasi UPH.

“Masyarakat terutama mahasiswa diimbau mewaspadai hal tersebut. Oleh sebab itu disarankan mahasiswa dapat mengedepankan dialog dengan adu ide dan gagasan agar sebagai kaum intelektual muda dapat tetap menjunjung tinggi demokrasi dengan tidak merugikan orang lain disekitarnya,” tutup Emrus.(**)

Categories
Polhukam

KSPSI Komitmen Gelar Aksi Sejuta Buruh dengan Damai

Koran Jurnal, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Ini demi kepentingan seluruh pihak.

“Kami mendukung situasi yang kondusif dan terjaga,” ujar Ketua Umum DPP KSPSI Jumhur Hidayat, Rabu (3/8/2022).

Dengan kamtibmas yang kondusif, keuntungan bakal didapat. Termasuk oleh para buruh itu sendiri.

“Kita bisa melaksanakan tanggung jawab pekerjaan kita dengan baik, dan banyak hal lainnya,” kata dia.

Pihaknya berkomitmen memelihara kamtibmas, termasuk saat aksi penyampaian pendapat. Juga kala Aksi Sejuta Buruh pada 10 Agustus 2022 mendatang.

Aksi turun ke jalan itu, menuntut dicabutnya omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan.

“Kami mendukung aksi dilaksanakan dengan tertib,” ucap Jumhur.

KSPSI mendukung seluruh pihak yang berkomitmen untuk menjaga kamtibmas, termasuk saat Aksi Sejuta Buruh. Tak terkecuali yang dilakukan kepolisian dan elemen lainnya.

“Kita dukung kepolisian caranya dengan melaksanakan aksi sesuai ketentuan, dengan damai dan tertib,” tandasnya.(*)

Categories
Polhukam

Demi Keselamatan Bersama, KPBI Ajak Buruh Tak Unjuk Rasa

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah, mengajak para buruh turut menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan Covid-19. Pemberlakuan prokes oleh para pekerja, diharapkan senantiasa berlangsung, dalam aktivitas apa pun.

“Termasuk jika hendak turun ke jalan berunjuk rasa, menyikapi UU Cipta Kerja. Mari semua kita terapkan prokes,” ujar Ilhamsyah, Minggu (27/06/2021).

Hal ini, kata dia demi keselamatan bersama. Mengingat kasus Covid-19 di Tanah Air saat ini masih terus meningkat.

“Ini demi kesehatan dan keselamatan kita, serta keluarga kita semua,” ucap Ilhamsyah.

Bila memungkinkan, kata dia, aksi turun ke jalan dan berkerumun tak dilakukan. Sehingga selain tetap sehat, pada akhirnya para buruh turut berperan dalam menekan lonjakan penularan kasus positif virus corona.

“Kami juga mengimbau rekan buruh agar menerapkan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas,” papar Ilhamsyah.

Ia juga mengajak para buruh untuk menyukseskan program vaksinasi pemerintah. Karena dengan cara itu, herd immunity atau kekebalan komunal bisa tercapai, dan akhirnya wabah virus corona bisa teratasi.

“Mari kita mengikuti vaksinasi, agar pandemi ini bisa segera berakhir. Kita dukung segala upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19,” tandas Ilhamsyah.(*)

Categories
Polhukam

Demi Kesehatan Bersama, FSPMI Imbau Buruh Tak Demo

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz, mengajak para buruh berpartisipasi dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan Covid-19. Penerapan prokes diharapkan senantiasa berlangsung, dalam setiap aktivitas apa pun.

“Termasuk juga saat aksi turun ke jalan berunjuk rasa, menyikapi UU Cipta Kerja misalnya. Mari semua kita terapkan prokes,” ujar Riden, Selasa (22/06/2021).

Upaya ini dilakukan demi keselamatan bersama. Mengingat kasus Covid-19 di Indonesia hingga kini masih terus meningkat.

“Langkah tersebut demi kesehatan dan juga keselamatan kita, serta keluarga kita bersama,” tutur Riden.

Jika memungkinkan, kata dia, aksi turun ke jalan dan berkerumun tak perlu dilakukan di kondisi sekarang. Sehingga di samping kesehatan terjaga, para buruh turut serta dalam menekan lonjakan kasus positif Covid.

“Saya pun mengimbau kawan-kawan buruh untuk menerapkan 5 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilitas,” jelas Riden.

Dirinya pun mengajak para buruh untuk menyukseskan program vaksinasi pemerintah. Sebab dengan begitu, herd immunity atau kekebalan kelompok bisa tercapai, sehingga akhirnya krisis di berbagai sektor akibat pandemi bisa diselesaikan.

“Ayo kita ikut vaksinasi Covid. Ini agar pandemi bisa segera berakhir. Mari kita dukung segala upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi,” pungkas Riden.(*)

Categories
Hukum Keamanan Polhukam

Polri Amankan Ribuan Peserta Aksi Demo UU Ciptaker, Polisi: 240 Diproses Pidana dan 87 Ditahan

Koran Jurnal, Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengamankan sebanyak 5.918 orang dari seluruh Polda jajaran saat aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10). Ribuan pendemo terpaksa ditangkap lantaran diduga membuat kericuhan.

“Dalam aksi berujung anarkis, Polri menangkap 5.918 orang,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keteranganya, Sabtu (10/10/2020).

Diantara ribuan orang yang ditangkap itu, sebanyak 240 orang dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan atau dengan kata lain dilakukan proses pidana.

“Sementara 153 orang masih dalam proses pemeriksaan, 87 orang sudah dilakukan penahanan,” terang Argo.

Ia menekankan, penegakan hukum terhadap pendemo yang melakukan tindak anarkis sebagai upaya Polri menjaga wibawa negara sekaligus memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Negara tidak boleh kalah oleh premanisme dan intoleran,” tegasnya.

Argo juga mengungkapkan, dari total seluruh pendemo yang telah diamankan, 145 orang diantaranya reaktif Covid-19 setelah dilakukan rapid test.

Untuk itu, Polri menghimbau agar eleman masyarakat yang menolak UU Cipta Kerja agar menempuh jalur hukum melalui gugatan Judicial Riview ke Mahkamah Konstitusi (MK) ketimbang melakukan aksi turun ke yang beresiko tertular Covid-19.(hum/red)

Categories
Hukum Polhukam

Relawan Jokowi Telusuri Pendana Aksi Demontrasi Rusuh Mahasiswa dan Pelajar

Koran Jurnal, Jakarta – Penanggung jawab Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Haidar Alwi mengaku telah membentuk tim investigasi rahasia untuk menyelidiki orang yang mendanai aksi demonstrasi mahasiswa dan pelajar menjelang pelantikan Presiden pada 20 Oktober 2019.

Haidar juga mengaku akan mengerahkan organ-organ relawan di bawah bendera ARJ untuk turun ke jalan pada 20 Oktober mendukung pelantikan Jokowi.

“Kita turun ke jalan tanggal 20 Oktober untuk bela negara. Bukan bela Jokowi. Dan kebetulan pak Jokowi adalah tokoh yang berani dan mampu menyelamatkan Indonesia. Maka kita harus mendukung Pak Jokowi sampai pelantikan dan seterusnya,” ujar Haidar, saat rapat koordinasi ARJ, di Hotel Acacia, Jakarta, Minggu (06/10/2019).

Haidar menegaskan, tim investigasi akan mengusut orang yang gerakan mahasiswa dan pelajar. Sebab sudah jelas, ada gerakan radikalisme dan intoleran yang bermain di belakang aksi tersebut.

Haidar mengatakan, hasil investigasi sementara menunjukkan ada perbedaan yang mencolok antara gerakan 1998 dan 2019.

Aksi reformasi 98, kata Haidar, dimulai dari proses panjang. Ada gerakan 1982, 1983, dan terus ada gerakan-gerakan dan ujungnya reformasi 1998. Kemudian, lanjut Haidar, aksi 98 ada tokoh-tokohnya yang jelas. Ada pak Amien Rais, Megawati, Gus Dur dan lainnya.

“Berbeda dengan aksi 2019. Pertama, aksi ini enggak ada tokohnya yang jelas. Kedua aksinya instan. Tiba-tiba muncul mahasiswa itu. Menurut saya, ini gerakan radikalisme,” ungkap Haidar.

Oleh sebab itu, Haidar menegaskan bahwa aksi ARJ20 Oktober bukan untuk Jokowi, tapi untuk menyelamatkan bangsa Indonesia. Artinya, tegas Haidar, Jokowi sekarang sedang menyelamatkan Indonesia.

“Itu intinya. Kita menyelamatkan Indonesia di bawah panglima perang yang namanya Pak Jokowi. Sebab hanya pak Jokowi yang berani, berani membubarkan HTI,” pungkasnya.

Dalam kesempatan sama, Koordinator ARJ Aidil Fitri menegaskan, seluruh relawan Jokowi yang tergabung ARJ mendukung penuh pencarian dalang dan pendana aksi demonstrasi mahasiswa dan pelajar yang berujung rusuh.

“Itu bagus, harus dicari dalang kerusuhan kemarin itu yang ngomporin adik-adik Mahasiswa dan Pelajar,” lugas Aidil.(red)