Categories
Polhukam

Pria Ini Nekad Gelar Aksi Demo Sendiri, Minta Perhatian ke Jokowi

Koran Jurnal, Jakarta – Seorang pria nekad melakukan aksi unjuk rasa seorang diri di depan Istana Presiden, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Dia meminta perhatian kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas persoalan hukum yang dialaminya di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

“Saya datang ke depan Istana Presiden di Jakarta untuk mencari keadilan,” ucap pria yang mengalungkan banner bertuliskan “Saya Memohon Bantuan Hukum, Saya sudah melapor ke penegak hukum dari Polres Mentawai dan Kapolda Sumatera Barat & Mabes Polri/Propam”, Kamis (11/11/2021).

Pria yang belakangan diketahui bernama Simamora Matra (SM) itu mengatakan dirinya kecewa karena beberapa laporan kasusnya tak kunjung diproses oleh pihak kepolisian.

“Karena kasus saya ini sudah satu tahun tidak ada penyelesaian di Polres Mentawai, di Polda dan di Mabes Polri,” ujarnya.

SM menduga ada oknum-oknum tertentu menghalang-halangi proses hukum terkait kasus yang dilaporkannya.

“Ada oknum-oknum yang berkuasa di pulau Mentawai ini, sepertinya ada yang mau merampas aset-aset saya,” katanya.

Ia berharap aksi nekadnya dapat didengar oleh Presiden Jokowi.

“Saya mencari keadilan di Jakarta dan saya akan meminta bantuan kepada bapak Presiden pak Jokowi,” imbuhnya.

Dari keterangan yang didapat, SM mengaku memiliki aset lahan lebih kurang 9 ribu meter persegi yang terletak di Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatra Barat. Kata dia, diatas lahan itu sedang dibangun sebuah resort pariwisata yakni bungalow atau tempat penginapan wisata, namun proses pembangunan itu terhenti lantaran mendapat intimidasi dari oknum-oknum penguasa daerah setempat.

“Tujuan saya baik untuk memajukan pariwisata dan ekonomi di daerah. Karena pak Presiden telah memajukan negara ini bagus, dan saya akan memajukan pariwisata di Indonesia,” ungkapnya.

Setelah aksi demo, SM berencana mengirimkan surat ke Presiden Jokowi, Jaksa Agung RI, Kapolri, dan institusi terkait lainnya.(*)

Categories
Polhukam TNI

Pushidros TNI AL Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2021

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) memperingati hari Pahlawan Tahun 2021 di lapangan apel Markas Komando (Mako) Pushidrosal. Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol Timur Jakarta Utara. Rabu (10//11).

Wakil Komandan (Wadan) Pushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto, S.T., M.M., mewakili Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P., menjadi Inspektur Upacara (Irup) Pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021.

Amanat tertulis Menteri Sosial RI Tri Rismaharini yang dibacakan oleh Inspektur Upacara mengingatkan kembali tentang penjajahan yang panjang dan menyakitkan. Dalam kurun waktu 350 tahun negeri kita dijajah berkali-kali oleh pemberontak lokal. Ratusan tahun kita terpecah-pecah karena politik devide et impera atau politik adu domba. Para pendiri bangsa ini menyadari dengan membangun identitas bahwa kita semua bersaudara, sebangsa dan setanah air. Inilah pelajaran yang sangat berharga. Kita masih tetap utuh karena membina kesatuan.

Pertempuran 10 november 1945 di Surabaya yang diperingati sebagai hari Pahlawan ini harus di contoh, dengan tekad, gigih berjuang dan pantang menyerah tanpa mengenal perbedaan apapun, serta tidak pernah perduli akan keterbatasan atau halangan. Para pahlawan kita dengan gagah berani memilih melawan bombardir dari kapal perang dan pesawat tempur serta tank dan senjata canggih lainnya walau terkadang hanya dengan bambu runcing dan keyakinan yang tinggi untuk mempertahankan kemerdekaan, yang berbalut semboyan merdeka atau mati.

Semangat tekad dan keyakinan pahlawan harusnya dapat menginspirasi dan menggerakkan kita semua untuk mengemban misi bersejarah “mengalahkan” musuh bersama yang sesungguhnya, yaitu kemiskinan dan kebodohan dalam arti yang luas. Hal ini sejalan dengan tema Hari Pahlawan 2021 “ Pahlawanku Inspirasiku”.

Upacara Hari Pahlawan kali ini berlangsung dengan tertib dan khidmat, dihadiri oleh para pejabat Utama Pushidrosal, 2 kompi Perwira terdiri 1 Kompi Perwira Menengah dan 1 Kompi Perwira Pertama, 2 Kompi Bintara 1 Kompi Tamtama dan 1 kompi PNS Pushidrosal. bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Letkol Laut (P) Janjan Rechar, S.T yang sehari-hari berdinas di Satuan Survei Pushidrosal dan sebagai Perwira Upacara adalah Mayor Laut (E) Benny Rushadi, S.Kom., yang sehari-hari berdinas di Disinfolahta Pushidrosal.

Dalam upacara tersebut dibacakan teks Pancasila oleh Inspektur Upacara yang dikuti oleh peserta upacara, pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Lettu Laut (P) Kurnia Malik, A.Md dan pembacaan pesan-pesan para pahlawan oleh Lettu Laut (KH/W) Nadia Zahrina.(disp/red)

Categories
Polhukam

Jelang Putusan MK Soal UU Cipta Kerja, ALTAR Dukung Polri Pelihara Kamtibmas

Koran Jurnal, Jakarta – Aliansi Buruh Tangerang Raya (ALTAR) menyatakan dukungan terhadap Polri dalam menjalankan tugasnya. Yaitu menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Karena, hal ini dianggap merupakan tanggung jawab yang harus dikawal bersama-sama, bukan hanya satu pihak saja.

“Kami mendukung Polri dalam menjalankan tugasnya menjaga kamtibmas khususnya menjelang putusan MK terhadap UU Cipta Kerja dan pengesahan UMP-UMK 2022, ALTAR juga dukung Polri jaga kamtibmas,” ujar Koordinator Altar Supriyanto, Jum’at (5/11/2021).

Menurut pria yang juga Ketua Garda Metal PT SMI Cikupa tersebut, kamtibmas yang terjaga semasa pandemi Covid-19 seperti saat ini, begitu penting. Terlebih menjelang pengumuman upah pekerja tahunan oleh pemerintah.

Sedangkan Koordinator ALTAR Hadi Murdianto, menambahkan kamtibmas yang terjaga secara bersama-sama wajib dihadirkan di masyarakat. Karena salah satu risiko tak terjaganya kamtibmas, penularan Covid bisa meluas hingga mengalami lonjakan kembali kasusnya.

Risiko kesehatan yang terganggu hingga kematian pun mengancam. Apabila sudah demikian, seluruh pihak termasuk buruh yang dirumahkan dan di-PHK, bisa jadi korban tak peduli latar belakangnya.

“Jika kita protes menyuarakan aspirasi dengan turun ke jalan, menyikapi UMP-UMK, tentunya bisa berdampak pada peningkatan kasus Covid,” jelasnya.

“Mari kita jaga juga kamtibmas demi kepentingan kita bersama, kesehatan kita semua,” sambung Hadi.

Atas itu semua, ia kembali mereka pentingnya menjaga kamtibmas jelang pengumuman putusan MK perihal UU Cipta Kerja, serta jelang penetapan UMP-UMK 2022 dan momen yang dianggap penting oleh seluruh elemen buruh. Ini demi kebaikan bersama.(*)

Categories
Polhukam

Buruh Bekasi Melawan Siap Tak Lakukan Sweeping Saat Unjuk Rasa

Koran Jurnal, Bekasi – Buruh Bekasi Melawan (BBM) menyatakan siap menjaga kamtibmas. Sebab, kata mereka hal ini bukan hanya tugas kepolisian, tapi merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami Buruh Bekasi Melawan siap menjaga situasi kamtibmas,” ujar Koordinator BBM, Sarino, Kamis (4/11/2021).

“Sebab ini kebutuhan kita semua, termasuk serikat pekerja,” imbuhnya.

Hal ini ditegaskan kala menerima kunjungan perwakilan Baintelkam Polri. Kepolisian berkunjung dalam rangka silaturahmi dan sinergi.

Di samping turut memelihara kamtibmas, BBM menurutnya takkan melakukan aksi-aksi yang menyalahi aturan.

“BBM takkan melakukan pelanggaran hukum saat aksi, seperti melakukan sweeping,” kata dia.

Ia memastikan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan aksi demonstrasi pendapat secara damai. Hal tersebut juga demi keamanan serta kenyamanan bersama.

“Kami akan melakukan aksi damai, setiap kali turun ke jalan,” tandasnya.

Di samping silaturahmi, perwakilan Baintelkam juga turut menyerahkan bantuan beberapa paket sembako.(*)

Categories
Polhukam Polisi

Tutup Sespimti Polri Dikreg ke-30, Kapolri: Jadilah Pemimpin yang Layani Warga dan Anggota

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61 dan Sespimma Polri Angkatan ke-66, di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).

Dalam sambutannya, Sigit menekankan kepada seluruh perwira lulusan tersebut untuk bisa menjadi pemimpin yang mengayomi dan melayani bagi warga dan anggotanya.

“Jadilah pemimpin yang melayani. Pemimpin yang bisa melayani dan menempatkan anggota dan masyarakat sebagai prioritas. Jangan hanya memerintah tapi tidak tahu kesulitan. Ini menjadi masalah,” kata Sigit dalam sambutannya.

Menjadi seorang pemimpin, kata Sigit, harus memiliki sifat dan sikap yang kuat, menguasai lapangan, bergerak cepat, responsif, peka terhadap perubahan dan berani keluar dari zona nyaman.

Tak hanya itu, mantan Kapolda Banten ini menegaskan, seorang pemimpin harus mau turun ke bawah untuk mendengarkan secara langsung aspirasi dari masyarakat dan anggotanya. Pemimpin yang kuat akan mampu menciptakan rasa saling menghormati antara pimpinan dan jajarannya.

Sigit menekankan, dalam menjalankan tugas, pemimpin tidak boleh mudah terpancing emosinya. Hal itu, sambung Sigit, dapat berpengaruh pada tindakan yang tidak diinginkan oleh masyarakat.

“Turun langsung ke lapangan agar tahu apa yang dirasakan masyarakat dan anak buah. Jaga emosi, jangan terpancing. Emosi mudah meledak akan akibatkan perbuatan yang tidak terukur. Apalagi diberikan kewenangan oleh undang undang maka tindakan tidak tersebut akan berpotensi menjadi masalah,” ujar eks Kabareskrim Polri ini.

Menurut Sigit, pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi semua pihak. Sebagaimana, semangat dari lahirnya konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

Sigit menyatakan, konsep Presisi akan bisa dirasakan oleh masyarakat dan internal kepolisian, apabila benar-benar diimplementasikan dengan baik. Dengan melaksanakan gagasan itu, maka Polri akan menjadi institusi yang semakin diharapkan oleh masyarakat Indonesia.

“Itu yang saya tuangkan dalam konsep Presisi. Bagaimana kita menghadirkan pemolisian yang prediktif, responsibilitas dan mampu melaksanakan semua secara transparan dan memenuhi rasa keadilan. Ini menjadi harapan masyarakat dan tugas rekan-rekan untuk mampu mewujudkan semua ini dari level pemimpin sampai dengan pelaksana,” kata Sigit.

Dalam perjalanannya, konsep Presisi telah melahirkan tingkat kepercayaan masyarakat yang meningkat berdasarkan survei di pertengahan tahun. Namun, Sigit mengakui, belakangan ini tren positif kepercayaan itu mengalami penurunan karena adanya beberapa perbuatan oknum.

Namun, Sigit percaya bahwa, institusi Polri jauh lebih banyak diisi oleh orang-orang yang baik dan memiliki semangat perubahan untuk mewujudkan semangat dari Presisi.

“Kemudian survei di awal Oktober kita turun, karena adanya penyimpangan anggota yang viral dengan cepat dengan didukung perkembangan teknologi informasi dalam dunia media. Ketika banyak anggota yg viral, maka itu menjadi koreksi bagi kita masyarakat. Maka dari itu, perbuatan yang dilakukan oleh personel bila bersifat positif maka dampaknya secara organisasi akan positif. Begitupun sebaliknya. Jadi persepsi itu muncul menjadi generalisasi. Masih sangat banyak polisi yang baik dibanding oknum sehingga manfaatkan perkembangan teknologi untuk memunculkan terobosan kreatif dan positif yang ada,” ujar Sigit.

Terkait kepemimpinan, Sigit pun mengutip peribahasa, ‘Ikan Busuk Mulai dari Kepala’. Atau dengan kata lain, segala permasalahan internal di kepolisian, dapat terjadi karena pimpinannya bermasalah atau tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya.

“Ada pepatah, ikan busuk mulai dari kepala, kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga. Pimpinan harus jadi teladan, sehingga bawahannya akan meneladani. Karena kita tidak mungkin diikuti kalau kita tidak memulai yang baik, kita tidak mungkin menegur kalau tidak jadi teladan, harus mulai dari pemimpin atau diri sendiri. Ini yang saya harapkan rekan-rekan mampu memahami. Hal yang dijalankan penuh keikhlasan akan menjadi buah keikhlasan. Tolong ini diimplementasikan bukan hanya teori dan pepatah,” papar Sigit.

Sebagai Kapolri, Sigit memastikan, dirinya beserta pejabat utama Mabes Polri memiliki komitmen untuk memberikan reward bagi personel yang menjalankan tugasnya dengan baik dan bekerja keras untuk melayani serta mengayomi masyarakat.

“Saya dan seluruh pejabat utama memiliki komitmen kepada anggota yang sudah bekerja keras di lapangan, kerja bagus, capek, meninggalkan anak-istri. Akan selalu komitmen berikan reward, kalau saya lupa tolong diingatkan,” ucap Sigit.

Namun sebaliknya, Sigit menegaskan, sanksi tegas akan diberikan kepada seluruh personel yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, atau melanggar aturan yang ada.

Bahkan, Sigit tak ragu untuk menindak tegas pimpinannya apabila tidak mampu menjadi tauladan bagi jajarannya, apabila kedepannya masih melanggar aturan. Menurut Sigit, semua itu dilakukan untuk kebaikan Korps Bhayangkara kedepannya.

“Namun terhadap anggota yang melakukan kesalahan dan berdampak kepada organisasi maka jangan ragu melakukan tindakan. Kalau tak mampu membersihkan ekor maka kepalanya akan saya potong. Ini semua untuk kebaikan organisasi yang susah payah berjuang. Menjadi teladan, pelayan dan pahami setiap masalah dan suara masyarakat agar kita bisa ambil kebijakan yang sesuai,” tutur Sigit.

Sementara itu, Sigit juga meminta kepada seluruh personel Polri untuk siap menghadapi segala bentuk tantangan baik dari dalam ataupun luar negeri. Kepolisian harus mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Adapun tantangan yang harus dipersiapkan antara lain, kejahatan terorisme, kemajuan teknologi informasi di Revolusi 4.0, Pandemi Covid-19, pinjaman online ilegal, bencana alam, dan Pemilu kedepannya.(rls)

Categories
Polhukam Polisi

ICPW Sesalkan Sikap Kapolres Nunukan

Koran Jurnal, Jakarta – Beredar viral sebuah video pendek memperlihatkan Kapolres Nunukan, Kombes Pol AS melakukan kekerasan kepada anak buahnya, Brigadir SL. Dia terlihat memukul dan menendang seorang anggota polisi.

Ketua Presidium Indonesian Civilian Police Watch (ICPW), Bambang Suranto menyesalkan sikap Kapolres Nunukan yang bersikap tidak selayaknya sebagai seorang perwira menengah.

“Apalagi, peristiwa ini terjadi pada peringatan ke-69 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari, tidak pantaslah,” kata Bamsur panggilan akrabnya.

Sebelumnya, sebuah video viral memperlihatkan anggota Polres Nunukan, Brigpol SL, dipukul dan ditendang oleh atasannya, Kapolres Nunukan AKBP SA.
Pemukulan tersebut terjadi pada 21 Oktober 2021 di Aula Markas Polres Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Brigadir Polisi itu langsung jatuh tersungkur di lantai. Kapolres pun terlihat masih menendang sekali lagi. Pelaku kemudian ditenangkan oleh istrinya. Sedangkan korban masih duduk di lantai sambil menahan sakit.

Hal itu, kata Bamsur, sikap kekerasan terhadap anggotanya, dimata publik berpotensi mencederai institusi Polri.

“Apalagi Polri sendiri mengusung prediktif, responsibilitas, dan transparansi atau biasa disebut presisi,” ujar Bamsur.

Jika ini dibiarkan, sambungnya, akan merongrong Polri yang Presisi. “Sehingga semangat Presisinya jadi tidak bermakna,” katanya.

Karena itu, Ketua ICPW mengapresiasi sikap Kapolda Kaltara yang langsung menonaktifkan AKBP SA dari jabatannya.

Pencopotan itu tertuang surat perintah (sprint) bernomor 953 yang ditanda tangani Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Bambang Kristiyono, Senin (25/10/21).

Diketahui, pelaku akan diperiksa oleh Propam Mabes Polri untuk kasus tersebut.

Sikap tegas Polri, kata Bamsur patut diapresiasi bersama. Namun, tidak kalah pentingnya UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia pasal 13. “Selama ini hanya menonjolkan penegakkan hukumnya, tapi pengayoman dan pelayanan ke masyarakat tidak menonjol,” tandas Bamsur.

Ketua ICPW mengusulkan, ke depan agar dilakukan pemeriksaan psikologi terhadap anggota Polri secara berkala. “Bukan hanya, untuk mengantisipasi penyalahgunaan senjata tetapi juga, penyalahgunaan jabatan,” pungkasnya.(rls)

Categories
Pendidikan Polhukam

Pangkostrad Berikan Pembekalan Calon Wisudawan Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon

Koran Jurnal, Cirebon – Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M. selaku Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Swadaya Sunan Gunung Jati memberikan pembekalan kepada calon Wisudawan saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) dengan agenda Wisuda Ke-60 Sarjana dan Magister Tahun Akademik 2020-2021 di Hall Ciremai Swiss-Belhotel, Kota Cirebon, Jawa Barat. Selasa (26/10/2021).

Di hadapan para Wisudawan dan Wisudawati, Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M. menyampaikan paparan dan pemikirannya tentang kepemimpinan dalam dunia yang selalu berubah.

Menurut Pangkostrad, salah satu faktor yang mempengaruhi kepemimpinan adalah dampak era digitalisasi yang membuat rendahnya ketersediaan lapangan pekerjaan karena sumber daya manusia (SDM) telah digantikan oleh teknologi digital, munculnya pelanggaran hak cipta, munculnya informasi digital yang tidak sesuai dengan kenyataan (hoax), munculnya budaya malas gerak karena pengaruh penggunaan teknologi digital dan adanya penipuan digital yang mengatasnamakan orang lain.

Oleh karena itu, di tengah dampak tersebut dibutuhkan pemimpin yang jujur, transparan dan memiliki integritas sehingga bisa membangun organisasinya secara sehat sehingga organisasi efektif dan lebih maju. Pemimpin juga harus beradaptasi dengan lingkungan karena jika tidak beradaptasi dengan lingkungan akan ketinggalan. Selain itu, di tengah era digital dibutuhkan sikap pemimpin yang mampu memahami/intuisi, adaptif dan pandai dalam banyak hal, visioner dan imajinatif, inovatif, mengikuti perkembangan informasi, memiliki rasa kemanusiaan, kreatif dan berfikir tentang konseptual.

Turut hadir Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati Bapak Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Bapak H. Dadang Sukandar Kasidin, Tenaga Ahli YPSGJ Prof.Dr. Suherli, M.Pd, Sekertaris Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Ibu Hj. Djuariah, SH, MH, Bendahara Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Hj Dharliana, SE, SH, MM, MH., Wadansesko TNI Mayjen TNI Hendy Geniardi, S.E., M.M., Danrem 063/SGJ Cirebon Kolonel (Inf) Elkines Villando Dewangga K, S.A.P. dan sejumlah pejabat undangan.(pen/red)

Categories
Polhukam Polisi

ICPW Apresiasi TR Kapolri Tindak Tegas Jajarannya yang Keliru

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan surat telegram rahasia yang isinya pencegahan terhadap aksi kekerasan oleh anak buahnya. Indonesia Civilian Police Watch (ICPW) mengapresiasi Surat Telegram Rahasia (TR) bernomor ST/2162/X/HUK.2.8./2021 itu.

Menurut Ketua Presidium ICPW Bambang Suranto, TR tersebut merupakan wujud sikap tanggap dan ksatria Kapolri yang mengakui adanya kekeliruan yang dilakukan jajarannya.

“Ini kepemimpinan yang menjadi teladan bagi kita semua. Bahwa ketika ada masalah, cepat diselesaikan dan mengakui kesalahan,” kata Bambang, Selasa (19/10/2021).

“Tidak ngeles, berapologi, membela diri, apalagi sampai menyalahkan orang lain,” tuturnya.

Menurut Bambang, apa yang dilakukan Jenderal Sigit patut dicontoh anggota dan pimpinan kepolisian lainnya, baik di tingkat terbawah hingga atas. Bahkan juga harus ditiru oleh pimpinan institusi lainnya.

“Ini bisa dijadikan role model. Kepemimpinan organisasi yang efektif, sigap. Ketika ada kesalahan cepat ditindak, tidak sibuk membela diri. Beri sanksi, bangun sistem pencegahan, lalu lakukan evaluasi,” lugasnya.

Selain itu, kata Bambang, 11 poin dalam TR Kapolri juga membuktikan bahwa program Presisi yang digagas Jenderal Sigit bukanlah isapan jempol belaka. Program tersebut merupakan terobosan yang nyata dirasakan perubahannya oleh masyarakat.

“Jadi bukan jargon semata, tapi upaya atau niat baik Kapolri dalam melakukan pembenahan terhadap organisasi dan person-person di Polri,” jelasnya.

Lebih lanjut, ICPW berharap agar aksi kekerasan oknum Polri terhadap masyarakat ini menjadi yang pertama dan terakhir, terutama pasca terbitnya TR Kapolri. Sehingga, pada akhirnya Polri bisa semakin Presisi, benar-benar dipercaya serta dicintai masyarakat.

“Masyarakat dan kita semua saya kira cinta Polri. Karena itu kritik-kritik konstruktif disampaikan. Orang kalau perhatian terhadap sesuatu kan artinya peduli, sayang. Semoga Polri di bawah Jenderal Sigit bisa semakin baik kinerja dan citranya di mata masyarakat,” tandasnya.(*)

Categories
Polhukam TNI

KSAL Berikan Brevet Kehormatan Hidro-Oseanografi kepada Tujuh Pejabat Negara RI

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memberikan brevet kehormatan hidro-oseanografi kepada tujuh Pejabat negara bertempat di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, (19/10/2021).

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati 100 tahun Hari Hidrografi Dunia tahun 2021.

Pemberian Brevet kehormatan ini didasarkan atas kerjasama yang erat dan harmonis antara Pushidrosal dengan kementerian dan lembaga pemerintah dalam mendukung tugas pokok Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi militer dan lembaga Hidrografi nasional.

Ketujuh Pejabat negara tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, M. P. A., Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi, S.I.P., LL.M, Menteri Pertahanan, Letnan Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Menteri Kelautan dan Perikanan, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M., IPU, Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Dr. Ir. H. Suharso Monoarfa, serta Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya, Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P, Para Panglima Kotama TNI AL wilayah Jakarta, para pejabat Utama Mabes TNI AL, serta perwakilan pejabat dari Lembaga/Kementerian terkait.

Penyematan Brevet kehormatan hidro-oseanografi merupakan bentuk penghargaan kepada para pejabat negara atas dukungan, peran, serta kontribusi dalam turut memajukan dan mengembangkan Pushidrosal serta telah memberikan jasa, dan berkontribusi besar dalam mewujudkan kerjasama di bidang hidro-oseanografi secara nasional dan Internasional.

Selain itu, dengan penyematan brevet kehormatan secara resmi menetapkan pejabat negara tersebut sebagai warga kehormatan komunitas hidrografi. Hal ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam peningkatan motivasi dan semangat profesionalisme bidang hidrografi bagi seluruh personel Pushidrosal sebagai Kotama Pembinaan dan Operasi pada lingkup TNI AL dan pengembangan hidrografi pada tingkat nasional.(disp/red)

Categories
Polhukam

Polri Salurkan Bantuan Sembako, Panglima Garda Metal Bogor: Terima Kasih, Sangat Bermanfaat

Koran Jurnal, Bogor – Polri terus menyalurkan bantuan kepada para buruh. Bantuan berupa paket sembako itu, kali ini diberikan kepada buruh dari Garda Metal FSPMI Bogor.

Panglima Koordinator Daerah Garda Metal FSPMI Bogor Ananto Prasetya mengucapkan terima kasih atas donasi Kepolisian.

“Kami atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari Mabes Polri,” ujar Ananto, Rabu (13/10/2021).

Bantuan tersebut dinilai Ananto sangat membantu pihaknya. “Insya Allah ini sangat bermanfaat buat saya dan keluarga,” ucapnya.

Atas itu, Ananto pun mendoakan agar Kepolisian dilancarkan dalam menjalankan tugasnya. Serta senantiasa mengayomi masyarakat, khususnya kaum buruh.

“Semoga Polri dan teman-teman Mabes Polri selalu diberi kelancaran dalam bertugas dan tetap istiqomah dalam menjalankan tugas negara, selalu dekat dengan rakyat dan kaum buruh. Dan kami tentunya akan selalu mendukung dan menjaga harkamtibmas terutama dalam kegiatan kami dilapangan. Salam hormat kami untuk komandan di Mabes Polri,” tutur Ananto.

Sementara, perwakilan Baintelkam Polri Ipda Beny dan Aipda Heri Budiana menuturkan, bantuan disalurkan sekaligus dalam rangka menjalin silaturahmi dengan para anggota serikat pekerja.

“Kami berharap agar hubungan emosional antara Polri dan serikat buruh tetap terjalin dengan harmonis,” tandasnya.

Kepolisian juga berharap agar para buruh dapat membantu Polri dalam menjaga kamtibmas, yang mana memang menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami harapkan setiap kegiatan yang dilakukan oleh serikat buruh tetap menjaga dan memelihara situasi kamtibmas, khususnya menjelang putusan judicial review UU No.11 Tahun 2020 dan penetapan UMP dan UMK 2022,” tandas dia.