Categories
Ragam TNI

Jalin Kekompakan dan Persaudaraan, Samudera 11 Gelar Reuni Akbar

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka menjalin kekompakan dan persaudaraan, Alumni Dikcapareg TNI AL Angkatan XXXII Tahun 2002 (Samudera 11/SAS) menggelar acara Reuni Akbar pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 4-5 Juni 2022 kemarin bertempat di Desa Wisata Tembi Jl Parangtritis Tembi KM 8 Mriyan Timbulharjo, Kec Sewon, Kab Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelaksanaan reuni Dikcapareg TNI AL Angkatan XXXII ini telah mendapat izin dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.,M.M. melalui telegram. Sementara itu, dipilihnya lokasi Jogja adalah untuk memfasilitasi personel yang sebagaian besar berdinas di Jakarta dan Surabaya. Selama ini silaturahmi di antara letting telah terjalin melalui aplikasi Whatsapp grup “Samudera 11” sebagai sarana saling memberi informasi baik hal-hal kedinasan maupun keluarga.

Reuni Akbar “Samudera 11” yang diikuti lebih dari 100 orang alumni dan keluarga ini merupakan reuni yang baru pertama kalinya dilaksanakan setelah 20 tahun yang lalu dilantik menjadi seorang perwira TNI Angkatan Laut. Dari 198 orang Dikcapareg TNI AL Angkatan XXXII Tahun 2002

Penuh kebahagiaan dan keceriaan serta kekompakan itulah yang tergambar dari perjumpaan letting ini. Sementara itu, acara reuni diiisi dengan kegiatan pemberian tali asih kepada keluarga yang sudah meninggal dunia sebanyak 13 orang, pembahasan dana sosial kepada keluarga SAS yang mengalami musibah meninggal dunia/sakit dll, wisata hutan pinus dan outbond.

Dikcapareg TNI AL Angkatan XXXII Tahun 2002 menggunakan sebutan “Samudera 11” untuk menandai lulusan ke-11 Pendidikan Calon Perwira Reguler TNI AL yang langsung menyandang pangkat Letnan Dua begitu lulus pendidikan. Alumni ini menggunakan kata SAS sebagai panggilan kepada lsesama satu letting. SAS sendiri memiliki makna Samudera Adalah Saudara.

Rata-rata masa bakti alumni “Samudera 11” di TNI AL tinggal sebentar lagi, bahkan beberapa sudah ada yang purna tugas, namun semangat pengabdian kepada Angkatan Laut, bangsa dan negara tetap menggelora dan tak pernah surut dimanapun ditugaskan.(disp)

Categories
Ekonomi Ragam

Kementan Imbau Peternak Ikuti Langkah Pencegahan PMK

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan memberikan himbauan kepada masyarakat, khususnya para peternak untuk melakukan langkah pencegahan sebagai antisipasi penyebarluasan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal tersebut  disampaikan oleh Direktur Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddin dalam Siaran Pers tertulisnya pada hari Senin (30/05).

Nuryani mengatakan, beberapa langkah yang dihimbau olehnya kepada para peternak diantaranya untuk tidak memasukkan ternak baru, terutama dari daerah wabah dan membatasi lalu lintas orang yang keluar masuk lokasi kandang.

“Bagi peternak yang hewannya sudah ada yang terinfeksi agar memastikan ternaknya tidak kemana mana. Tetap tinggal dikandang agar tidak menulari ke peternakan lain. Petugas akan memberikan obat hewan seperti vitamin untuk memulihkan kondisi tubuh ternak,” ujar Nuryani.

Ia menambahkan, penyemprotan kandang, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kerja dengan disinfektan perlu dilakukan secara rutin. Kemudian peternak diimbau tidak menjual ternaknya yang sakit karena tingkat kematian pada hewan dewasa relatif rendah (1–5%), walau pada ternak berusia muda bisa lebih tinggi.

Lebih lanjut Ia juga menyarankan agar para peternak melakukan upaya untuk meningkatkan imunitas ternak dengan memperbaiki mutu pakan dan memberikan terapi supportif, obat hewan seperti vitamin dan mineral.

“Perlu diingat bahwa PMK bukan zoonosis, namun sangat mudah menular ke sesama hewan berkuku genap seperti sapi, kerbau, domba, kambing dan babi serta hewan berkuku belah lainnya,” ungkap Nuryani. Partikel virus ditemukan pada udara yang dihembuskan hewan terinfeksi, air liur, susu, urine, tinja, semen, cairan dari vesikel, hingga cairan yang dikeluarkan saat ternak keguguran.

“Virus PMK dapat masuk ke tubuh hewan peka melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi terutama melalui aerosol, dan dengan benda-benda terkontaminasi seperti pakaian, sepatu dan kendaraan. Hal seperti ini peternak mesti tahu,” paparnya.

Nuryani juga mengimbau agar para peternak segera melaporkan kepada petugas peternakan setempat jika ada ternak yang menunjukkan gejala klinis mengarah pada PMK. Seperti muncul lepuh atau vesikel dan/atau erosi kulit di bagian hidung, lidah, bibir, di dalam rongga mulut baik di gusi maupun pipi bagian dalam, di sela kuku dan di ambing.

Ia pun menjelaskan, tanda klinis lain yang sering ditemukan yakni demam sekitar 40°C, depresi, hipersalivasi atau keluarnya air liur secara berlebihan, penurunan nafsu makan dan berat badan serta produksi susu.

“Peran dari para peternak untuk turut serta membantu mencegah penyebaran PMK dengan mengikuti petunjuk dan saran dari para petugas kita di lapangan akan sangat membantu keberhasilan penanganan PMK ini. Setelah vaksin datang, dalam waktu dekat kita akan lakukan vaksinasi,” pungkas Nuryani.(hum)

Categories
Ragam TNI

Komandan Pushidrosal Apresiasi Kinerja Personel Berprestasi

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat memberikan apresiasi kepada personel Pushidrosal yang berprestasi.

Apresiasi tersebut diberikan berupa penghargaan kepada personel berprestasi dalam bidang teknologi Informasi (IT), dalam upacara bendera hari Senin di Lapangan Apel Mako Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol Timur Jakarta Utara, Senin (30/5/2022).

Pemberian piagam penghargaan tersebut dilaksanakan setelah upacara penaikan bendera, dan piagam penghargaan tersebut diberikan kepada Kolonel Laut (T) Gunawan Winahyu, S.T., M.Tr.Hanla dan Letda Laut (E/W) Ressya Sukma, S.Kom atas prestasinya berhasil membuat program aplikasi E-Penjadwalan Pushidrosal untuk dipakai dalam mengatur jadwal kegiatan di Pushidrosal.

Dalam sambutannya Danpushidrosal mengatakan, pemberian penghargaan tersebut merupakan suatu apresiasi bagi prajurit yang mempunyai prestasi dalam berinovasi di kedinasan, memudahkan cara kerja dalam hal kedinasan.

Hadir pada apel khusus tersebut antara lain Wakil Komandan (Wadan) Pushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto, S.T., M.M beserta pejabat Utama Pushidrosal serta seluruh personel, baik militer maupun PNS di jajaran Pushidrosal.(disp)

Categories
Ragam TNI

KSAL Lestarikan Kebudayaan Lokal melalui Pagelaran Seni Budaya

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono sepertinya layak menyandang sebutan salah satu tokoh inspiratif kearifan lokal. Pemimpin tertinggi TNI AL ini terus melestarikan kesenian daerah yang merupakan warisan leluhur.

Pagelaran wayang kulit yang digelar dalam rangka peringatan Hari Pendidikan TNI AL, Sabtu (28/5/2022) malam menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya menjaga budaya lokal bangsa Indonesia yang sarat dengan nilai-nilai. Berbagai budaya lokal berperan besar dalam membentuk dan mengembangkan jati diri bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengungkapkan TNI AL berupaya terus turut melestarikan budaya-budaya bangsa dengan melekatkan pada momen-momen bersejarah TNI AL yang tentunya dapat dijadikan tuntunan bagi prajurit dalam berkehidupan sehari-hari maupun di kedinasan.

“TNI AL akan terus melestarikan budaya – budaya Indonesia seperti wayang kulit dengan mengadakan pertunjukan wayang di acara – acara besar TNI AL seperti peringatan HUT satuan jajaran TNI AL,” ujar KSAL pada acara Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati Hari Pendidikan TNI AL ke-76 didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono yang berlangsung di Gedung Serbaguna, Kodiklatal, Surabaya.

KSAL menjelaskan, TNI AL banyak menggunakan nama-nama tokoh wayang untuk Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI AL, contohnya KRI Dewaruci, KRI Bimasuci dan lainnya.

“Tidak itu saja, senjata-senjata di pewayangan pun digunakan Alutsista TNI AL misalnya KRI Alugoro, KRI Cakra dan banyak lagi. Hal ini memang sengaja dilakukan agar generasi muda tidak lupa tradisi wayang sebagai warisan leluhur Bangsa Indonesia,” tambahnya.

Dan tidak hanya wayang kulit, TNI AL juga turut melestarikan semua budaya-budaya setiap daerah di Indonesia.

Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Pendadaran Siswo Sukolimo” oleh Dalang Ki Cahyo Kuntadi, M. Sn., menceritakan tentang kisah para Pandawa dan Kurawa yang mendapat pendidikan tentang ilmu perang dari Guru Durna. Namun Politik Sengkuni mencoba memperalat Kurawa untuk membunuh Pandawa. Dan dengan kemahiran Guru Durna, yang didukung komitmen tinggi dari para Pandawa, akhirnya perguruan Sukolimo menjadi unggul dan tangguh.

Menurut KSAL, cerita ini mengandung makna sangat dalam yang selaras dengan kebijakan pemimpin TNI AL dalam mendukung pendidikan dilingkungan TNI AL untuk mencetak prajurit-prajurit matra laut yang unggul, tangguh dan profesional.

“Para siswa yang dididik di Kodiklatal, AAL maupun pengembangan di Seskoal diharapkan dapat belajar dengan baik untuk meneruskan roda organisasi Angkatan Laut ke depan yang lebih besar menuju TNI AL yang besar, kuat, jaya dilaut. Jalesveva Jayamahe dan ini sesuai dengan cerita lakon wayang malam ini,” imbuh KSAL.

Para undangan yang hadir dalam pagelaran wayang kulit ini menggunakan pakaian khas tradisional jawa Beskap dan blangkon. Dalam kesempatan itu pula, KSAL Laksamana Yudo Margono menyerahkan wayang kulit secara simbolis kepada Dalang Ki Cahyo Kuntadi, M. Sn.,.

Turut hadir dalam acara pagelaran wayang, Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono, Panglima Koarmada RI, Komandan Kodiklatal, Pangkotama wilayah Surabaya, pejabat utama Mabesal, dan para Ibu-Ibu Jalasenastri serta para siswa Kodiklatal yang menyaksikan secara virtual dari luar Gedung Serbaguna.(disp)

Categories
Daerah Ragam TNI

Kodam Pattimura Pecahkan Rekor Dunia Muri Makan Papeda Terpanjang dan Terbanyak di JMP Ambon

Koran Jurnal, Ambon – Sempat tertunda beberapa waktu lalu, Kodam XVI/Pattimura pecahkan rekor muri makan papeda terbanyak dan terpanjang di atas ikon kota Ambon, Jembatan Merah Putih, Minggu (22/5/2022).

Pemecahan rekor Muri ini juga dimeriahkan artis Ibukota dan flypass serta pembentukkan Angka 23 oleh kapal nelayan di laut teluk ambon, kegiatan ini dipusatkan di atas JMP. Acara ini pun menyedot antusias ribuan masyarakat kota Ambon. Tak ayal sebanyak total 35.000 bungkus papeda beserta ikan kuah kuning dan sepanjang 123 meter papeda disiapkan untuk masyarakat yang hadir di JMP dan seluruh Kodim-Kodim jajaran Kodam XVI/Pattimura yang serempak dilaksanakan secara live.

Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Richard Tampubolon pun mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi- tingginya kepada masyarakat Maluku dan Maluku Utara, serta seluruh pihak yang terlibat sehingga acara terselenggara dengan lancar.

“Kenapa kami memilih Papeda, karena kami mengangkat makanan lokal masyarakat Timur serta mengangkat kearifan lokal, Papeda mempunyai unsur perekat, analogi ini diharapkan Kodam XVI/ Pattimura selalu menjadi  perekat bangsa, sesuai yang selama ini kami kobarkan lewat Mutiara Pattimura,” tutur Pangdam di sela-sela acara.

Panjang papeda 123 meter dan 35.000 papeda bungkus pun juga tak kalah sarat akan makna, yaitu 1 melambangkan Kodam XVI/Pattimura sebagai Prajurit Pelindung dan Perekat Bangsa sebagai pemersatu bangsa, sedangkan 23 merupakan usia pengabdian Kodam XVI/Pattimura saat ulang tahun ini genap 23 tahun.

Tak hanya untuk masyarakat Maluku dan Maluku Utara, perayaan HUT ke-23 Kodam XVI/Pattimura juga didedikasikan, khususnya untuk Alm. Kasdam Patimura Brigjen TNI Stepanus Mahury.

“Kegiatan ini juga hasil pemikiran beliau beserta kami semua, maka acara ini kami dedikasikan kepada Alm. Brigjen TNI Stepanus Mahury atas segala gagasan positifnya, tentunya beliau akan bangga dan seluruh kontribusi positifnya akan kami lanjutkan demi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Maluku dan Maluku Utara,” kata Pangdam.

Perayaan HUT Kodam sekaligus pemecahan rekor MURI ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat, diantaranya Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail, Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif, Danlantamal IX/Ambon, Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina, Irdam XVI/Pattimura, Brigjen TNI Muhamad Muchidin, Kapoksahli Pangdam XVI/Pattimura, Brigjen TNI Adam Suwarno Pangeran, Danrem 151/Binaiya, Brigjen TNI Maulana Ridwan, Danrem 152/Baabullah, Brigjen TNI Novi Rubadi Sugito, serta Secara Virtual dgn Gubernur Maluku Utara dan Forkopimda serta segenap lapisan masyarakat dari Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara.(pen)

Categories
Ekonomi Kesehatan Ragam

Mentan SYL Koordinasi Pengendalian dan Pencegahan Wabah PMK di Lampung

Koran Jurnal, Lampung – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menggelar koordinasi pengendalian dan pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Desa Mulyajaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Kegiatan ini dihadiri jajaran Pemda Lampung serta para peternak yang tengah melakukan proses penyembuhan.

Menurut Mentan, kegiatan tersebut merupakan respon cepat pemerintah atas adanya laporan penyebaran wabah PMK di desa tersebut. Kata Mentan, pemerintah langsung bergerak cepat dengan memberikan bantuan obat, antibiotik, dan vitamin.

“Alhamdulliah banyak hewan ternak yang sudah sembuh, sudah lincah kembali, sudah bisa makan dan hidungnya tidak meler lagi. Tapi saya mengingatkan agar tetap menerapkan Prototap-prototap yang berlaku. Catatannya 14 hari harus mendapat pengawasan,” ujar Mentan, Minggu (22/5/2022).

Mentan mengatakan, saat ini jumlah hewan ternak yang suspek positif PMK mulai menurun. Bahkan diantaranya sudah kembali pulih seperti biasa. Kata dia, wabah PMK bisa dikendalikan dengan kolaborasi dan kebersamaan semua pihak.

“Alhamdulillah respon cepat dan kebersamaan dari pak kadis, pak bupati, pak gubernur serta para peternak terus kita jaga. Saya kira apa yang kita saksikan hari ini adalah sesuatu yang memberi harapan besar, karena PMK hadir tapi ternyata bisa disembuhkan. Bahkan kesembuhannya sangat maksimal melalui intervensi negara dan kerjasama yang intens antara kementan dan pemerintah daerah,” katanya.

Dengan kegiatan pencegahan penularan dan pengendalian ini, Mentan mengaku optimis seluruh hewan ternak dapat kembali sehat dan penyebaran penyakit dihindari. Diapun berharap masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan karena pemerintah terus bergerak mengendalikan penyakit ini.

“Walaupun semua sudah turun tangan tidak berarti mengurangi kewaspadaan kita. Kita semua harus saling menjaga. Kita a tidak boleh percaya diri yang berlebihan tetapi karantina harus siaga 1. Yang paling penting tidak boleh panik,” katanya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulang Bawang, Nazaruddin mengatakan bahwa penanganan wabah PMK sudah dilakukan secara maksimal sesuai arahan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian.

“Kami sangat berterimakasih dengan tindakan cepat kementan dan pengawasan masyarakat. Saya berharap PMK jangan sampai ke tempat lain karena itu mobilisasi harus dibatasi dan diperhatikan kebersihan kandangnya. ke depan kami berharap vaksinasi bisa di berikan,” katanya.

Salah satu peternak setempat, Ismail menyampaikan terimakasih atas respon cepat pemerintah dalam mengendalikan penyakit PMK. Menurutnya, hewan ternak yang ada saat ini dalam kondisi sehat dan siap dipotong untuk kebutuhan Idul Adha mendatang.

“Awalnya gak mau makan terus mulut berbusa dan lidah luka, saya langsung lapor ke Dinas dan langsung di respon cepat. Alhamdulillah ternak saya sembuh dan siap dipotong untuk idul Adha,” ujarnya.(hum)

Categories
Daerah Ragam TNI

Hadiri Halal Bihalal Suku Batak Provinsi Maluku, Mayjen Richard Tampubolon: Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung

Koran Jurnal, Ambon – Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Richard Tampubolon menghadiri acara halal bi halal Pengurus Pusat Pardomuan Batak Provinsi Maluku, yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Sabtu (21/05/2022).

Acara yang mengusung tema “Melalui Semangat Falsafah Adat Dalihan Na Tolu, Sucikan Hati dalam Indahnya Kebersamaan dan Keragaman Silaturahmi Antar Warga Batak dan Keluarga di Perantauan” dihadiri oleh sekitar 500 orang suku Batak dari berbagai marga dan paguyuban. Acara ini tidak terbatas pada orang yang bersuku Batak saja, namun juga turut mengundang masyarakat muslim dan komponen masyarakat lainnya sebagai wujud keberagaman.

Pangdam berkesempatan menyampaikan sambutan sekaligus bercengkerama menyapa para tamu yang hadir, Pangdam mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara ini.

“Kita masyarakat Batak yang juga masyarakat Maluku haruslah selalu adaptif, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Apapun tradisi dan kebiasaan disini harus kita junjung,” kata Pangdam.

Lebih lanjut, Pangdam juga mengucapkan terima kasih atas dukungannya terhadap Kodam XVI/Pattimura, utamanya dalam rangkaian HUT Kodam XVI/Pattimura.

“Persoalan suku, agama dan ras di Maluku harus sudah selesai. Jangan ada tembok penghalang diantara kita, harus ingat Bhineka Tunggal Ika sebagai pondasi bangsa, untuk merangkai, mengikat Indonesia. Meski berbeda- beda, kita tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia” tegas Pangdam diikuti tepuk tangan para tamu.

Pardomuan tersebut juga dimeriahkan dengan tari-tarian adat Batak seperti Tari Tor-Tor, juga Hadrat dari Negeri Laha dan kehadiran Trio Ambisi, musisi dari Medan.

Beberapa pejabat yang turut serta hadir diantaranya, Danlantamal IX/Ambon, Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina, Kajati, Ketua MUI Ambon, dan Kabintaljarahdam.(pen)

 

Categories
Ragam Transportasi

Peran Penting Syahbandar guna Memastikan Keselamatan Pelayaran selama Musim Mudik setelah Pandemi

Koran Jurnal, Jakarta – Sebagaimana kita ketahui, Pemerintah telah mencabut larangan mudik selama musim liburan Idul Fitri pada awal Mei 2022.

Berdasarkan survei Badan Litbang Kementerian Perhubungan, diprediksi orang bepergian menggunakan transportasi laut sebesar 1,4 juta penumpang atau naik sebanyak 234 persen dari tahun 2021. Untuk mengantisipasi lonjakan peningkatan penumpang tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyiapkan armada kapal laut sebanyak 1.186 unit dengan kapasitas 2,46 juta orang penumpang.

Prediksi peningkatan penumpang kapal laut di tengah pelonggaran mudik ini mendapat tanggapan dari Pengamat Maritim yang juga Pendiri Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI)  Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, M.Mar.

“Saya berharap soal keamanan dan keselamatan kapal untuk penumpang agar sungguh-sungguh menjadi prioritas serta harus dipastikan kapal laik laut. Jangan sampai suasana gembira dalam rangka menyambut hari Raya Idul Fitri berubah menjadi duka,” kata Capt. Hakeng kepada media, Jum’at (29/4/2022).

Dia meminta kepada Kementerian Perhubungan dan seluruh pemilik kapal (operator) untuk memastikan bahwa seluruh kapal dalam keadaan laik laut.”Pastikan seluruh kapal dalam kondisi baik dan laksanakan uji kelaiklautan kapal pada kesempatan pertama,” tegasnya.

Lebih lanjut Capt. Hakeng juga mencermati beredarnya video pernyataan dari salah satu petinggi di Kementerian Perhubungan terkait penambahan jumlah penumpang atau muatan yang diberi kelonggaran untuk dapat dimuat di kapal sebesar 30 hingga 75 persen ketika terjadi lonjakan. Begitu juga terkait tentang penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Syahbandar yang akan melibatkan pihak kepolisian.

Menurut Capt. Hakeng penambahan jumlah muatan ke kapal harus sangat diperhitungkan serta harus sesuai aturan. Mengingat kapasitas muatan berlebih atau over draft akan sangat berpengaruh terhadap keselamatan  pelayaran di perairan. “Patut diingat mengenai syarat serta terpenuhinya persyaratan keselamatan dan keamanan yang menyangkut angkutan di perairan, pelabuhan dan lingkungan maritim. Saya mengingatkan kita semua jangan permisif terhadap prilaku tidak safety, membiarkan penambahan kapasitas 30 sd 75 persen dari maksimal daya tampung jelas tindakan yang sangat berbahaya bagi keselamatan kapal dan penumpangnya,” tegasnya.

Sedangkan mengenai penerbitan SPB  (Port Clearance) menurut Capt. Hakeng sepenuhnya merupakan proses pengawasan yang dilaksanakan oleh Syahbandar kepada kapal yang akan berlayar  untuk memastikan bahwa kapal, awak kapal, beserta muatan telah memenuhi syarat administratif persyaratan keselamatan dan keamanan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim.

Karena itu, dia terkejut dengan adanya permintaan untuk melibatkan pihak kepolisian guna penerbitan SPB . Padahal Syahbandar merupakan pejabat pemerintah di pelabuhan yang ditunjuk oleh Menteri. Syahbandar  memiliki kewenangan tertinggi untuk melaksanakan serta menjalankan pengawasan terhadap dipenuhinya ketentuan terutama menyangkut penjaminan keselamatan dan keamanan pelayaran.

Menurut Capt. Hakeng, bahwa Penerbitan SPB Tidak Ada Kewajiban Harus Melapor ke Polri.  Dalam penerbitan SPB, tidak ada kaitannya dengan Nota Kesepahaman antara Kemenhub RI dengan Polri No HK 202/13/DJPL/2020, no NK/21/2020 tentang Pelaksanaan Penegakan Hukum di Bidang Pelayaran.

Dalam proses penerbitan SPB, Syahbandar agar tetap berpedoman kepada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor  PM.82 tahun 2014 tentang Tata Cara Penerbitan SPB, yakni Adanya Master Sailing; Dokumen kapal, dokumen crew, muatan dan penumpang; Adanya Crew List; dan melampirkan Pelunasan Pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Jika semua perihal tersebut diatas telah terpenuhi, maka Surat Persetujuan Berlayar (SPB), dapat diproses lebih lanjut untuk diterbitkan.”

Jadi soal pernyataan SPB harus ada approval bersama dengan pihak kepolisian dirasakan tidak tepat. “Statement soal SPB harus dapat rekomendasi dari kepolisian, mohon maaf tidak menggambarkan pengetahuan tentang apa yang membuat SPB bisa diterbitkan dan apa yang membuat tidak bisa diterbitkan,” kata Capt. Hakeng.

Ada hal-hal yang terpenting berkaitan dengan syahbandar yakni menyangkut jaminan keselamatan dan keamanan pelayaran. “Karena itu syahbandar boleh tidak menerbitkan SPB,  bila menyangkut daftar muat kapal yang terlalu berlebihan (over draft). Kemudian ada dokumen kapalnya tidak layak laut, sehingga dianggap tidak menjamin keamanan dan keselamatan di perairan. Bahkan Syahbandar juga memiliki otoritas, yakni bisa tidak akan menerbitkan SPB, jika cuaca tidak menjamin untuk keamanan  keselamatan kapal,” jelas Capt. Hakeng.

Menurut Capt. Hakeng lagi ada pendapat yang menarik disampaikan oleh Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan INSA, Capt. Zaenal A. Hasibuan dalam tulisannya yang berjudul  “Pelemahan Posisi Syahbandar” yang dimuat di media emaritim.com pada 10 Agustus 2008 yang dengan situasi yang berkembang terakhir mendapatkan pembenarannya.

Disebutkan dalam tulisan tersebut “Kegagalan pemerintah dalam pemenuhan SDM yang mumpuni untuk posisi syahbandar, pada akhirnya mengaburkan makna syahbandar sampai pada titik nadir keilmuan. Dan seperti yang kita lihat belakangan ini, saat terjadi kecelakaan kapal maka bukannya syahbandar, tapi polisi dan KNKT yang masuk. Bahkan untuk menerbitkan SPB pun syahbandar harus meminta approval pihak kepolisian.”

Dan masih mengutip pendapat Zaenal Hasibuan, “Didalam Undang Undang No. 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran pada Bab XI bagian ketujuh menyebutkan bahwa penanganan kecelakaan kapal adalah di tangan Syahbandar, sebagai pelaksana pemeriksaan pendahuluan. Kemudian dilanjutkan dengan peran Mahkamah Pelayaran RI sebagai pelaksana pemeriksaan lanjutan dan pengambil keputusan terhadap kasus kecelakaan kapal (Bab XIII bagian ketiga).”

Karena kekhususan jabatan dan tugas syahbandar tidak boleh diserahkan kepada yang tidak memahami dan tidak memiliki dasar pendidikan yang kuat. Sebagai akibatnya, para syahbandar yang semestinya bertindak sebagai pelaksana pemeriksa pendahuluan (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) malah melemparkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Praktik seperti ini akhirnya menjadi seperti praktek lazim di Indonesia, bahkan adanya syahbandar yang dijadikan tersangka atas kecelakaan yang terjadi atas kecelakaan kapal.

“Saya berharap posisi syahbandar bisa dikembalikan ke fungsi sebenarnya sesuai dalam UU 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran,” harapnya.

“Kapal yang berlayar tanpa SPB tetapi membawa muatan kurang dari yang disyaratkan oleh notasi plimsoll mark, memiliki resiko tenggelam lebih kecil ketimbang kapal yang berlayar over the mark, walaupun SPB-nya ditandatangani oleh puluhan petugas,” jelas Capt. Hakeng.

Terjadinya kecelakaan, kapal atau alat transportasi lainnya,  bukan disebabkan minimnya petugas yang “pasang badan” terhadap anomali kegiatan tersebut. Kecelakaan terjadi karena dilampauinya batas kewajaran dari kegiatan alat transportasi yang melewati ambang batas safety yang diizinkan oleh regulasi, sambung dia.

Dari sudut pandang sebagai pengamat maritim, dia menyebutkan “Kalaupun dikatakan yang mempertanggungjawabkan ada beberapa pihak, maka pihak-pihak ini bukanlah menanggung renteng responsibility atau memberikan added value untuk keselamatan kapal. Tapi yang ditanggung renteng adalah ketidaktahuan bersama akan aturan yang ada.”

“Membiarkan kapal berlayar melebihi batas maksimum kemampuan kapal dari sisi teknis dan keselamatan adalah committed to breach the applicable rule,  sebaiknya pengguna jasa melipat gandakan doa jika menggunakan alat transportasi penyeberangan di Indonesia,” jelasnya.

Disebutkan Capt Marcellus Hakeng lagi, untuk keselamatan dan keamanan pelayaran, hak diskresi hanya dimiliki oleh Nakhoda (Master Overriding Authority).

“Siapapun setiap orang yang menghalang-halangi keleluasaan Nakhoda untuk menjalankan kewajibannya sesuai peraturan perundang-undangan, akan berdampak pidana 2 tahun dan denda paling banyak Rp. 300 jt. Terlepas dari itu semua saya berdoa demi keselamatan transportasi dalam masa mudik 2022 ini dapat terwujud dengan aman, tertib dan lancar,” ujarnya. (*)

Categories
Energi SDA Ragam

Keterlibatan Perempuan Dalam Energi Masih Kurang Perhatian dari Pemerintah

Koran Jurnal, Jakarta – Keterlibatan perempuan dalam perencanaan dan pemenuhan energi di Indonesia masih dianggap minim. Itulah salah satu yang mengemuka dalam acara webinar nasional srikandi energi bersuara yang dilaksanakan Dewan Energi Mahasiswa Jember bertema Kenaikan Energi untuk Siapa? pada Selasa 26 April 2022.

Annisa Nuril Deanty, Ketua Dewan Energi Mahasiswa Jember menyampaikan pernyataan dalam makalah Perempuan Kedaulatan Energi  bahwa perempuan memiliki kepentingan terhadap ketersediaan energi, untuk kegiatan domestik maupun publik.

“Ketersediaan energi dibutuhkan di ranah domestik untuk keperluan penyediaan pangan keluarga, air bersih, penerangan, pengoperasian peralatan elektronik rumah tangga dan industri rumah tangga,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan sedangkan ketersediaan energi di ranah publik terutama dibutuhkan untuk penerangan jalan umum yang berdampak pada keamanan perempuan.

“Dalam penyelenggaraan dan perencanaan energi peran perempuan dan keterlibatannya masih minim, hal ini dikarenakan pemerintah masih belom responsif gender dalam menentukan kebijakannya,” katanya.

“Oleh karena itu kami mendorong perempuan untuk memahami hak-haknya termasuk hak perempuan dalam memanfaatkan energi. Hak perempuan untuk mendapatkan energi menjadi prioritas, karena hubungan erat antara perempuan dengan energi, perempuan sebagai pengguna utama energi mengalami banyak kendala di lapangan terkait dengan energi. Kendala tersebut mulai dari minimnya sosialisasi cara penggunaan energi dari segi keamanan, akses, distribusi, pemeliharaan dan kesulitan teknis lainnya,” sambungnya.

Dalam webinar itu pula Dewan Energi Mahasiswa merekomendasikan beberapa poin kepada pemerintah.

Pertama, Pemerintah menerapkan Pengarusutamaan Gender dalam Kebijakan, Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi Pengembangan Energi di indonesia

Kedua, Pemerintah perlu meningkatkan akses informasi dan pengetahuan tentang

Energi bagi perempuan, agar perempuan mengetahui dampak dan manfaat        energi,serta dapat berpartisipasi dalam perencanaan dan pengambilan keputusan dalam pengembangan Energi

Ketiga, Pemerintah harus mengembangkan layanan energi yang inklusif untuk menjamin adanya pemerataan pasokan listrik bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia

Keempat, Pemerintah harus dapat menjamin keterlibatan perempuan dalam setiap proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan penggunaan layanan energi yang inklusif.

Acara webinar nasional ini juga menghadirkan pembicara srikandi energi di Indonesia antara lain, Fajriyah Usman Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Yuli Rachwati Sekretaris BPH Migas, dan Dr Dina Nurul Fitria  Ketua Lembaga Kajian Manajemen Energi STIE IPWI Jakarta. (*)

Categories
Ragam TNI

Letda Pnb Dhamar Abi Ambodo: Pilot Merasuk di Jiwa Saya

Koran Jurnal, Jakarta – “Tidak ada kesuksesan yang bisa dicapai seperti membalikkan telapak tangan. Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras, keuletan, kegigihan, dan kedisiplinan. Hal itu juga harus dibarengi dengan sikap pantang menyerah dan tidak cepat putus asa. Semua cita-cita dan ambisi hanya bisa direngkuh apabila kita mau terus belajar berbagai hal, di mana pun dan kepada siapa pun.” ― Chairul Tanjung.

Kalimat motivasi di atas, seolah-olah seirama dengan perjalanan sosok pemuda kelahiran Kabupaten Ponorogo (1997) dalam meraih mimpinya. Dia adalah Letda Pnb Dhamar Abi Ambodo, S. Tr (Han) yang baru saja dilantik Kepala Staf Angkatan Udara sebagai Penerbang muda TNI AU pada momen yang sangat bersejarah dalam hidupnya, Upacara Wing Day Sekolah Penerbang Angkatan Ke-99 TNI AU di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, Yogyakarta (22/4/2022).

Terlahir sebagai anak dari seorang prajurit TNI AU, Serma Suranto. Tidak mengherankan, Dhamar kecil memiliki keinginan menjadi seorang Pilot. Keinginannya tersebut juga selaras dengan profesi bapaknya, sebagai teknisi pesawat terbang (ground crew) di Skadron Pendidikan 102 (Skadik 102) Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta. Skadik 102 merupakan satuan pendidikan TNI AU yang menyelenggarakan pendidikan sekolah penerbang bagi perwira TNI AU/TNI. Tempat ini pulalah yang akhirnya mewujudkan cita-cita masa kecilnya, menjadi seorang Pilot.

“Ketika saya kecil, setiap orang yg bertanya kepada saya apa cita citamu, yang terlintas di pikiran saya waktu itu adalah “pilot”. Sejak saat itu, saya suka dengan kata-kata pilot dan pilot seolah-olah sangat merasuk di jiwa saya,” tutur Dhamar mengisahkan masa kecilnya.

Cita-citanya menjadi Pilot, ternyata sempat sirna setelah duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, yaitu di SMPN 1 Berbah, Yogyakarta. Hal ini berawal dari hobinya yang suka bermain bola voli dan bergabung di Ganevo Volley Ball Club. Pencapaian terbaiknya di klub ini adalah mewakili Provinsi D.I Yogyakarta pada Kejuaran Nasional Bola Voli Junior. Saat itu, Dhamar dan Klubnya berhasil meraih juara ke-2. Atas prestasi tersebut pula, Dhamar diterima di salah satu SMA khusus atlet, SMAN 1 Sewon.

Untuk menunjang karir olah raganya tersebut, Dhamar disarankan oleh pelatih, agar melanjutkan studinya ke perguruan tinggi.

“Seiring berjalanya waktu saya semakin ingin menekuni olah raga ini dan terbesit keinginan untuk menjadi atlet saja dan mengubur dalam-dalam cita cita kecil saya menjadi Pilot,” kenangnya mengisahkan.

Di bangku SMA, Dhamar mendapatkan jurusan IPA. Pada masa akhir sekolah, tepatnya setelah melaksanakan Ujian Nasional (UN), SMAN 1 Sewon melakukan kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta. Kunjungan dibagi dua, jurusan IPA mengunjungi Akademi Angkatan Udara (AAU), sementara IPS mengunjungi Universitas Gajah Mada (UGM). Dhamarpun merasa kecewa kenapa dirinya tidak mengunjungi UGM.

“Saat itu saya berfikir kenapa saya malah berkunjung ke AAU bukan ke UGM,” tutur Dhamar.

Rasa kecewanya mulai terobati dan terlupakan, saat diri dan teman-temannya disambut hangat oleh Taruna-Taruni AAU. Para siswa SMAN 1 Sewon pun larut mendengarkan cerita Taruna AAU tentang kehidupan Taruna sehari-hari.

“Saya dan teman-teman SMA mendapat penjelasan dari Kakak – kakak Taruna AAU, mereka menceritakan kegiatan sehari-hari, mulai dari bangun hingga istirahat malam. Hati kecil saya berkata, wah enak sekali kakak Taruna ini, dengan pakaian yang keren, kegiatan yang sangat seru, kemudian setelah lulus menjadi sarjana dan biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh negara,” ulas Dhamar mengisahkan.

Sejak kunjungan tersebut, Dhamar kembali berkeinginan, meraih mimpi sewaktu lecil yang sudah dilupakan. Hal ini disampaikannya kepada kedua orang tuanya

“Yah, mah.. saya pengen mendaftar Karbol” kata Dhamar kepada kedua orang tuanya saat itu (Karbol adalah sebutan bagi Taruna AAU).

“Kamu mimpi apa dek, kok tiba-tiba berubah seperti itu,” sahut orang tua Dhamar kaget, mendengar keinginan anaknya mau masuk Taruna AAU.

Dengan semangat tinggi, Dhamar mulai melangkah untuk menggapai keinginan masa kecilnya dulu, menjadi pilot pesawat terbang. Dhamar pun mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sebaik-baiknya. Meskipun demikian, terbesit juga kekuatiran dalam dirinya, apakah dia bisa lulus dan diterima menjadi Taruna AAU, karena proses seleksi begitu ketat dan diikuti oleh ribuan calon dari seluruh Indonesia. Kekuatiran Dhamar ternyata terbukti, dirinya dinyatakan tidak lulus seleksi.

“Tahun 2015 saya memberanikan diri untuk mendaftar Karbol, dan ternyata benar saya tidak dapat bersaing dengan rekan-rekan yang lain. Pada saat itu saya sangat kecewa, karena saya menjadi pengangguran, tidak kuliah dan juga tidak mempunyai pekerjaan,” ungkap Dhamar.

Melihat anaknya merasa kecewa karena gagal masuk Karbol, orang tuanya menyarankan, agar Dhamar kuliah saja, sambil menunggu pendaftaran Karbol selanjutnya. Namun, Dhamar berpemikiran lain, dirinya akan tetap fokus mempersiapkan diri, untuk pendaftaran Karbol tahun berikutnya.

“Saya menolak tawaran tersebut. Menurut saya, apabila saya kuliah, maka keinginan dan tekad saya untuk menjadi Karbol akan menurun,” ujarnya.

Satu tahun menjelang pendaftaran penerimaan Karbol, diisi dengan berbagai aktifitas untuk menunjang keberhasilan saat mengikuti seleksi nantinya. pada masa itu, Dhamar mempersiapkan dirinya dengan penuh semangat, kerja keras, keuletan, kegigihan, dan kedisiplinan, serra pantang menyerah. Dhamar akhirnya diterima sebagai Taruna AAU pada tahun 2016. Empat tahun dilaluinya menjadi Taruna AAU, dengan dinamika kehidupan pendidikan militer yang sarat kedisiplinan dan hirarkis senior-junior.

Pada tahun keempat di AAU, saatnya Dhamar memasuki babak baru dan paling menentukan, apakah dirinya mampu mewujudkan keinginan masa kecil dulu, menjadi Pilot, yaitu pada saat mengikuti seleksi siswa Sekolah Penerbang (Sekbang).

“Beberapa dari kami terpanggil mengikuti tes masuk sekbang. Rasanya saya tidak menyangka nama saya terpanggil mengikuti seleksi. Kemudian saya mengikuti beberapa tes, mulai dari psikologi, kesehatan dan sampai di tahap akhir. Kembali saya tidak menyangka ketika pengumuman korp ternyata saya masuk Sekbang,” katanya

Dhamar pun menjalani pendidikan Sekbang selama 18 bulan dengan penuh semangat dan mencurahkan seluruh potensi diri dalam menunjang pendidikan yang sudah diidam-idamkan semejak kecil dahulunya. “Do the best and Never give up,” terangnya menyampaikan motto yang selalu mengiringi perjuangan hidupnya.

Selama Sekbang, hal unik dan yang tidak akan pernah terlupakan selama hidupnya adalah, pertemuan dirinya dengan sang ayah, Serma Suranto di Skadik 102. Sang anak merupakan siswa Sekbang berpangkat perwira, sementara sang ayah merupakan anggota teknisi pesawat yang bertugas menyiapkan pesawat untuk para siswa Sekbang, termasuk untuk sang anaknya.

“Setiap saya melaksanakan penerbangan ayah selalu menyiapkan pesawat dan saya tidak menyangka, menjalani Sekbang yang di dalamnya ada ayah saya sebagai ground crew pesawat KT-1B,” ujarnya.

Setelah melaksanakan latihan terbang, Dhamar selalu mencium kedua tangan sang ayah sebagai wujud bakti anak kepada orang tuanya. “Saya tidak menyangka, saya bisa melampaui ayah saya. Saya sangat hormat, respect dan mengagumi beliau, sehingga saya bisa seperti saat ini. Beliau orang tua yang berhasil dalam mendidik anak dan saya sangat bangga memiliki orang tua luar biasa seperti beliau,” ungkapnya.

Setelah dilantik menjadi penerbang muda TNI AU, selanjutnya Dhamar akan memulai kariernya di Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Perwira muda dengan tinggi badan 177 cm ini akan menjalani pendidikan transisi menggunakan pesawat angkut VIP dan VVIP. Tidak lupa Dhamar memohon doa restu kepada kedua orang tuanya. Baginya, doa kedua orang tua merupakan modal dasar mengarungi kehidupan, termasuk menghadapi tantangan tugas ke depan sebagai perwira penerbang TNI AU.

“Pilot seolah-olah sangat merasuk di jiwa saya, dan saat ini impian tersebut telah terwujud berkat doa kedua orang tua,” pungkasnya.(disp)