Categories
International Nasional Polhukam Ragam

Presiden Duterte Puji Kebijakan Menkumham Yasonna Laoly dalam Perlindungan Warga Filipina

Koran Jurnal, Manila – Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yasonna H. Laoly, menerima penghargaan Kaanib Ng Bayan Award atau Ally of Nation dari Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte. Penghargaan diberikan di malam Penghargaan Presiden untuk Individu dan Organisasi Filipina di Luar Negeri atau Presidential Awards for Filipino Individuals and Organizations Overseas (PAFIOO) 2021, yang digelar di Hotel Marriot Manila, Filipina, Rabu (29/6/2022).

Pemerintah Filipina memberikan anugerah tersebut kepada Yasonna karena dinilai berjasa melalui kebijakan di bidang keimigrasian pada masa pandemi Covid-19. Sebagaimana tertulis di layar saat penghargaan diberikan, Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte memberikan penghargaan itu atas dedikasi dan upaya Yasonna dalalm menjamin keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan orang Filipina yang tinggal di Indonesia, melalui kebijakan politik dan pendampingan kepada warga Filipina di Indonesia.

Mewakili Yasonna dalam menerima penghargaan simbolik berupa piagam dan medali adalah Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Republik Filipina, Agus Widjojo. Adapun mewakili Presiden Duterte untuk memberikan penghargaan tersebut adalah Ketua Komisi untuk Orang Filipina di Luar Negeri (Commission on Filipinos Overseas/CFO), Justice Fransisco P. Acosta.

Dalam pidatonya, Fransisco P. Acosta mengatakan, gelaran PAFIOO kali ini memecahkan rekor penerima penghargaan terbanyak sejak pertama kali digelar di tahun 1991, yakni 56 individu dan organisasi. Para penerima tersebut dipilih dari 117 nominasi dari 31 negara.

“Atas dedikasi dan upaya Menteri Yasonna H. Laoly dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga Filipina yang tinggal di Indonesia melalui kehendak politik, keahlian, dan bantuannya,” ujarnya.

PAFIOO pertama kali digelar tahun 1991. Pada waktu itu, Presiden Corazon Aquino memberi penghargaan kepada 36 individu dan organisasi Filipina di luar negeri.

Ada empat kategori dalam PAFIOO, yakni: Kaanib ng Bayan, penghargaan yang diterima Yasonna, yakni penghargaan bagi individu atau organisasi dari luar negeri yang dinilai berkontribusi secara signifikan terhadap progres dan perkembangan Filipina, atau membantu komunitas warga Filipina di luar negeri. Kemudian penghargaan Lingkad Sa Kapwa Pilipino, Banaag, dan Pamanan ng Pilipino.

Dalam kesempatan terpisah, Yasonna mengapresiasi penghargaan dari pemerintah Filipina. Dia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan mengambil kebijakan yang mengutamakan keselamatan manusia, khususnya pada masa pandemi Covid-19.

“Saya mengapresiasi untuk komunitas masyarakat Filipina di Indonesia yang telah mengusulkan saya sebagai salah satu penerima penghargaan tersebut. Dari lubuk hati paling dalam, saya dengan tulus menghargai apa yang telah kalian lakukan. Sekarang, saya telah menjadi saudara kalian,” ujar Yasonna.(hum)

Categories
Featured Ragam TNI

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman Dikukuhkan Sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting

Koran Jurnal, Yogyakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. adalah salah satu tokoh bangsa yang memiliki kepedulian tinggi pada berbagai permasalahan rakyat. Berbagai program dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat sudah dilaksanakan sebagai perwujudan dari Tujuh perintah harian Kasad yang salah satunya adalah TNI AD harus hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat apapun bentuknya dan senantiasa menjadi solusi.

Bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional tahun 2022 yang bertemakan “Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting” BKKBN mengukuhkan Kasad Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. menjadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada apel siaga program Bapak Asuh Anak Stunting yang diselenggarakan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Rabu (29/6/2022).

Dalam menyelesaikan stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat malnutrisi, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial dibutuhkan strategi extraordinary. Untuk itu negara hadir di tengah rakyat melalui TNI Angkatan Darat.

Kepala BKKBN mengatakan bahwa stunting adalah ancaman nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia dan angka kasus stunting di Indonesia saat ini sebanyak 24,4% masih di atas ambang batas yang ditetapkan oleh WHO, yakni prevelansi stunting kurang dari 20%. Dan target yang ditetapkan Pemerintah adalah 14%.

Sejalan dengan hal tersebut dalam rangka mengatasi stunting sebagai Duta BAAS Kasad memerintahkan kepada seluruh jajarannya untuk segera mengambil langkah konkrit dan signifikan mencapai target di bawah 10%.

“Saya perintahkan kepada seluruh jajaran Angkatan Darat untuk segera melakukan kegiatan-kegiatan yang konkrit dan signifikan sehingga mencapai prosentase 14% kalau perlu 10% seperti di Kodim Sleman,” perintah Kasad.

Pada kesempatan tersebut Kasad mengajak komponen bangsa lainnya untuk bersama melawan stunting.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat mari kita bahu membahu gotong royong untuk menuntaskan masalah ini karena TNI Angkatan Darat pun tidak mungkin akan sanggup dengan sendirinya, pasti harus bekerja sama dengan elemen-elemen yang berkompeten masalah ini,” ungkap Kasad.

Selain itu Kasad juga memerintahkan jajarannya untuk membantu pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19 dengan cara menanam tanaman-tanaman produktif yang hasilnya setelah dikurangi biaya operasional diberikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. Program lainnya adalah pembuatan ribuan MCK yang populer dilaksanakan di Jawa Tengah.

“Semoga apa yang kita lakukan tentunya mendapatkan ridho dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa demi pengabdian kepada Negara dan bangsa,” harap Kasad.

Dalam acara pengukuhan Duta Bapak Asuh Anak Stunting tersebut turut hadir secara daring Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, kemudian hadir secara luring Deputi III Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), para Pejabat Utama AD, Pangdam IV/Diponegoro, Forkopimda DIY dan Forkopimda Sleman.(disp)

Categories
Energi SDA Megapolitan Ragam

Hari Pelaut Sedunia 2022: Momentum yang Tepat Bagi Lahirnya UU Pelaut

Koran Jurnal, Jakarta – Peringatan Hari Pelaut Sedunia atau ‘Day of the Seafarer’ yang tepat jatuh tanggal 25 Juni 2022 dapat dijadikan sebagai momentum kebangkitan dunia kepelautan di Indonesia. Terutama setelah dua tahun para pelaut harus berjuang agar tetap survive dari cengkeraman pandemi Covid 19.

Pandemi jelas tidak menyurutkan semangat para pelaut guna menjadi ujung tombak dalam memastikan distribusi logistik dapat menjangkau seluruh pelosok kepulauan Indonesia bahkan seluruh dunia.

“Indonesia  sebagai salah satu anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) kategori C, dan juga sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah pelaut terbesar di dunia. Maka sudah seharusnya kita sebagai bangsa menghargai dan menghormati jasa para pelaut khususnya para pelaut Indonesia,” kata Pengamat Maritim dan Pendiri Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, yang disampaikan ketika menjadi pembicara dalam kegiataan yang dilaksanakan Komunitas Pelaut Senior Indonesia di Jakarta, Sabtu (25/6/2022).

Dalam mendukung perekonomian Indonesia khususnya, lanjut Capt. Hakeng, tak dapat dipungkiri pelaut adalah pekerja kunci (key workers) yang memiliki peran penting sebagai tulang punggung perekonomian Bangsa Indonesia. Tanpa Adanya Kapal dan Pelaut, maka sulit bagi Bangsa Indonesia berdaulat secara utuh. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia terdiri dari 17.499 pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote. Total wilayah Indonesia sekitar 7,81 juta kilometer persegi (km2), dengan 5.80 km2 adalah lautan atau 67 persen wilayah Indonesia adalah perairan. Hal tersebut membuktikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia merupakan lautan, yang memiliki potensi akan kekayaan hasil lautnya.

Secara keseluruhan, Indonesia memiliki Potensi sebesar 1700 Triliun Rupiah hanya dari sumberdaya maritimnya saja jika bisa dikelola secara maksimal. Namun patut disayangkan, bahkan sampai tahun 2020 (sebelum covid) pun, kita hanya mampu mengelola 10%nya saja dimana itupun Sebagian besar masih dalam bentuk barang mentah.

“Karena itu tidak mengherankan bila banyak kapal penangkap ikan asing yang membuat kacau wilayah maritim Indonesia, mencoba mengambil ikan tanpa izin. Bahkan ada juga penjaga pantai dan kapal militer dari negara lain terutama yang menjadi sorotan adalah negara China yang ikut masuk ke perairan ZEE Indonesia,” jelas Capt. Hakeng.

Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sepanjang tahun 2021, KKP telah menangkap 140 kapal, terdiri dari 92 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 48 kapal ikan asing yang mencuri ikan. Kapal ikan asing yang ditangkap terdiri dari 17 kapal berbendera Malaysia, 6 kapal berbendera Filipina dan 25 kapal berbendera Vietnam.

Dari gambaran tersebut kehadiran kapal asing jelas dapat mengganggu stabilitas dan kedaulatan negara. Karena itu pihak pemerintah Indonesia harus mampu menjaga wilayah maritimnya. Misalnya dengan memaksimalkan peran dan kehadiran para pelaut dan nelayan Indonesia,

“Dengan melibatkan para pelaut dan nelayan Indonesia maka secara tidak langsung mereka akan menjadi penjaga kedaulatan negara Indonesia di area operasional kapal-kapalnya. Di sini sebetulnya esensi Pasal 30 ayat 2 UUD 1945 hasil amandemen kedua, yaitu sistem hankamrata yang dapat diterapkan pula di dunia Maritim,” ulas Capt. Hakeng.

Pelaut memainkan peranan vital dalam dunia pelayaran sejak dahulu, saat kini hingga masa depan. Mengutip data dari Kementerian Perhubungan per tanggal 8 Februari 2021, saat ini terdapat hampir 1,2 juta pelaut Indonesia. Jika gaji para pelaut Indonesia di luar negeri berkisar antara 10.5 juta maka Indonesia memiliki potensi devisa sebesar 151 Triliun rupiah hanya dari para Pelaut saja.

“Perang Rusia – Ukraina yang masih terjadi sampai saat ini membuka mata dunia tentang betapa pentingnya melakukan pencampuran kru atau awak kapal (mix crew). Sebab banyak anak buah kapal (ABK) berkebangsaan Rusia dan Ukraina yang diturunkan dari kapal-kapal berbendera Eropa, sehingga mengakibatkan terjadinya kekurangan tenaga kerja pelaut dan operasional kapal menjadi terganggu. Kondisi tersebut mengakibatkan saat ini pelaut-pelaut indonesia dicari untuk dapat mengisi posisi-posisi yang ditinggalkan. Tentunya hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Para Pelaut Indonesia jika dapat dimanfaatkan,” tutur Capt. Hakeng

“Melihat peran strategis pelaut seperti yang telah dijabarkan,  maka di momen Hari Pelaut Dunia tahun 2022, Saya memandang sudah saatnya Pemerintah dapat meningkatkan perlindungan bagi Profesi Pelaut Indonesia dimanapun mereka bekerja. Sebab hingga saat ini, profesi pelaut  masih membutuhkan instrumen peraturan pendukung lain guna melindungi profesi yang dijalankan. Memang kehadiran UU. N0. 18 tahun 2017, dan diikuti PP No. 22 tahun 2022 terkait ‘Pekerja Migran’ dapat dilihat sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah terkait problematik yang dialami oleh Pelaut sebagai Pekerja Migran saat berada di luar negeri yang patut mendapat apresiasi. Tapi jika kita melihat bahwa sebelumnya sudah ada : UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, UU No. 17 tahun 2008 tentang pelayaran, UU No. 15 tahun 2016 tentang Pengesahan Marine Labour Convention, PP No. 7 tahun 2000 tentang kepelautan dan PM KKP No. 42 tahun 2016 tentang perjanjian kerja laut bagi awak kapal perikanan. Maka sebetulnya yang lebih dibutuhkan oleh Pelaut Indonesia adalah sebuah undang-undang yang mampu merajut semua peraturan tersebut, karenanya saya mendorong Pemerintah guna merangkumnya menjadi satu undang-undang saja yaitu UU Pelaut,” pungkas Capt. Hakeng yang juga menjabat Sekretaris Jenderal di Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Maritim Indonesia (FORKAMI).(*)

Categories
Kesehatan Ragam

Pemerintah Percepat Vaksinasi Darurat Pada Ternak

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka pencegahan dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pemerintah telah menyiapkan logistik untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi darurat pada hewan ternak. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah dalam keterangan tertulisnya hari ini, Sabtu (25/06/2022).

Nasrullah menyebutkan, per tanggal 23 Juni 2022, Pemerintah telah mendistribusikan Vaksin PMK sebanyak 620.700 dosis ke seluruh Provinsi tertular PMK (19 Provinsi) dan ke UPT Perbibitan. Sembilan belas (19) provinsi tersebut, yaitu Aceh, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Bengkulu, DKI Jakarta.

Ia katakan, strategi vaksinasi yang dilakukan menggunakan strategi “Ring vaccination” atau Vaksinasi Cincin yang dilakukan dengan menentukan area vaksinasi pada radius 1 km, 3 km dan 10 km di luar titik wabah. Hal ini menurutnya bertujuan untuk mencegah melakukan vaksinasi pada hewan yang sudah terinfeksi tetapi masih dalam masa inkubasi.

“Vaksinasi PMK pada tahap awal ditargetkan pada populasi di sumber-sumber bibit, populasi ternak perah dan hewan sehat rentan PMK yang terancam di wilayah wabah”, kata Nasrullah. “Strategi ini diambil dengan tujuan melindungi hewan rentan dengan nilai ekonomi tinggi dan masa hidup produksi lebih lama seperti ternak bibit dan perah, serta untuk membatasi penyebaran dari hewan-hewan yang sering dilalulintaskan,” ungkapnya menambahkan.

Sebagai informasi, vaksinasi perdana telah dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2022 yang dimulai di Jawa Timur. Vaksinasi berikutnya dilakukan di Jawa Tengah pada tanggal 18 Juni 2022 dimulai dari Kabupaten Sukoharjo, dan tanggal 20 Juni 2022 dilakukan vaksinasi di Jawa Barat yang dimulai di Kabupaten Sumedang.

Selanjutnya, mulai tanggal 24 Juni 2022 vaksinasi juga sudah mulai serentak dilaksanakan di 10 (sepuluh) Unit Pelaksana Teknis (UPT) perbibitan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), KUD Sapi Perah, sapi perah dan sapi potong di peternak rakyat.

Lebih lanjut Ia jelaskan, tindakan vaksinasi merupakan salah satu cara untuk segera mengendalikan situasi wabah PMK saat ini, yaitu untuk melakukan pengebalan hewan/ternak terhadap virus PMK. Hal ini menurutnya, seperti halnya vaksinasi pada penyakit Covid-19, vaksinasi PMK yang dilakukan juga ditargetkan secara cepat dan massal untuk mencapai kekebalan kelompok pada 100% populasi hewan rentan yang sehat.

“Pelaksanaan vaksinasi ini memerlukan perencanaan yang baik, sehingga masing-masing Posko PMK di daerah wabah harus dapat memastikan data target populasi melalui pendataan hewan rentan,” kata Nasrullah menambahkan. Hal ini karena populasi hewan sehat di lapangan sangat dinamis, sehingga data kasus dan lokasinya harus terus dipantau dan dilaporkan untuk memperbarui lokasi dan populasi sasaran vaksinasi.

“Saat ini masing-masing Posko PMK di daerah sedang mendata populasi ternak yang akan divaksin untuk dilaporkan ke Pusat,” ungkap Nasrullah.

“Data dan informasi ini sangat kami perlukan karena ternak yang divaksin adalah ternak yang sehat, sedangkan ternak yang sakit difokuskan untuk pengobatan, serta ternak yang sudah sembuh tidak direkomendasikan untuk divaksin karena sudah terbentuk antibodi sendiri dalam tubuh ternak tersebut,” tandasnya.

Nasrullah menegaskan, untuk mencapai keberhasilan vaksinasi PMK membutuhkan partisipasi aktif dari para peternak mempersiapkan data dan informasi ternak yang akan divaksin ke Posko PMK setempat.

“Kami harapkan peternak dapat memberikan informasi ternak-ternak yang sehat dan apakah peternakannya sudah pernah tertular atau belum, hal ini penting untuk memastikan hanya ternak yang sehat yang akan divaksin, agar kekebalan melalui vaksinasi terbentuk sempurna,” ucap Nasrullah.

“Dalam pengendalian PMK, vaksinasi saja tidak akan cukup untuk dapat menghentikan penyebaran penyakit, sehingga diperlukan juga adanya tindakan teknis lain yaitu terdapat empat (4) kunci pengendalian PMK: imunitas terhadap PMK melalui vaksinasi, implementasi sanitasi dan biosekuriti, pengendalian lalu lintas, karantina atau stamping out,” pungkasnya.(hum)

Categories
Ragam TNI

Bung Karno Bapak Sistem Senjata Armada Terpadu TNI Angkatan Laut 

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno atau Bung Karno adalah tokoh dibalik konsep sistem kesenjataan Angkatan Laut yang digunakan TNI Angkatan Laut hingga saat ini, yaitu Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari kapal perang, pesawat udara, marinir, dan pangkalan.

Sejarah ini diungkap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono pada kegiatan Sarasehan Pembinaan Mental Ideologi dan Shipnaming KRI Bung Karno-396 bertempat di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (20/6/2022).

KSAL menjelaskan beberapa momentum penting mendasari hal tersebut  dalam sejarah terbentuknya TNI Angkatan Laut, mulai dari ditetapkannya Bung Karno sebagai nahkoda, disemati brevet kapal selam, membangun dan meresmikan pusat penerbangan Angkatan Laut, kemudian memberikan panji panji korps komando kepada Marinir yang saat itu disebut KKO serta Pangkalan.

“Kita juga generasi penerus baru paham kalau ternyata penggagas konsep SSAT TNI AL adalah Bung Karno”, ujar KSAL seraya menunjukkan beberapa dokumentasi sang Proklamator yang dipasang berjejer disepanjang pintu masuk Gedung Balai Samudera yang menjadi bukti sejarah tersebut.

Konsep ini menurut KSAL tidak dimiliki oleh negara lain. Hanya TNI AL yang memiliki kemampuan Sistem Senjata Armada Terpadu yang lengkap dan ini digagas oleh Bung Karno dan dari ke empat kekuatan itulah secara bersama-sama menjadi kekuatan TNI AL didalam operasi Gabungan TNI dalam mendukung tugas pokok penegakan kedaulatan dan hukum di laut. Itulah kemudian yang mendasari sehingga KRI yang saat ini sedang dibangun diberi nama Bung Karno.(disp)

Categories
Ekonomi Ragam

450 Ekor Sapi BULS Sidrap Mendarat di Jakarta Penuhi Stok Qurban

Koran Jurnal, Jakarta – Sebanyak 450 ekor sapi yang terjamin bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Minggu sore (19/6). Sapi ini merupakan milik PT Berdikari United Livestock (BULS) Sidrap, Sulawesi Selatan yang diberangkatkan melalui Pare-Pare untuk memenuhi kebutuhan hewan menjelang Idul Adha wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya.

“Alhamdulillah pada sore hari ini kita telah menerima sekitar 450 ekor sapi dari Sidrap ke Pare-pare. Ini luar biasa kolaborasi antara kementerian dan lembaga, dan juga BUMN,” tutur Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Praseyto Adi, Minggu (19/6/2022).

“Kalau kita lihat di sini mulai dari BUMN, Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perhubungan, dan juga pemerintah daerah Sulawesi Selatan dan Jakarta,” sambungnya.

Arief mengatakan sapi tersebut diperuntukkan untuk wilayah yang ada di Jabodetabek dan Bandung Raya. Pemerintah pastikan sapi ini sebagai alternatif yang satu sapi hidup dan kedua dalam bentuk frozen meat baik daging sapi maupun daging kerbau.

“Pemerintah akan terus memasukkan sapi dari luar pulau Jawa atau zona hijau untuk memenuhi kebutuhan daeah-daerah konsumen seperti yang ada di Jabodetabek dan Bandung Raya,” sebutnya.

“Jadi ini akan terus menerus dilakukan, sebelumnya ada 260 ekor, 2300 ekor, hari ini dari Pare-Pare 450, dan besok ada 530 ekor dari Bima. Jadi terus menerus kita masukkan sapi karena pada saat ini berapa lokasi ada yang belum bebas PMK,” pinta Arief.

Di samping itu, Arief mengatakan Bapanas bersama dengan Kementan telah memastikan setiap stok yang masuk ke Jabodetabek dan sekitarnya sehat dan aman dikonsumsi. Khususnya terbebas dari PMK.

Selain itu, Arief juga memastikan harga sapi menjelang Idul Adha tidak mengalami lonjakan karena pemerintah telah menyediakan beragam pilihan. Yakni mulai frozen meat (sapi dan kerbau) dan juga sapi hidup dari Australia.

“Kalau kita lihat kemarin jelang lebaran ada beberap pengamat menyampaikan harga sapi akan jadi Rp 200 ribu ternyata tidak. Jadi harga sapi di Jabodetabek dan Bandung Raya itu kalau kita lihat kemarin masih di bawah 160 ribu,” terangnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kemenhub, Andre Multiana mengatakan Kemenhub telah menyediakan 6 kapal tol laut yang digunakan untuk mengangkut ternak. Hal ini guna memastikan kelancaran mobilisasi sapi yang memenuhi kebutuhan qurban.

“Kita hari mengantar sapi 450 dari Pare-pare guna menjaga ketahanan pangan di wilayah Jawa. Karena menjelang Idul Adha tentu kebutuhan sapi terutama terus meningkat dan dikhawatirkan harga pun meningkat,” tuturnya.

“Kemenhub akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk mengangkut semua kebutuhan sapi yang diperlua dari seluruh Indonesia ke daerah yang diperlukan,” pinta Andre.(hum)

Categories
Infrastruktur Ragam Transportasi

Pengamat Maritim: Sarankan Dibuat ‘ALKI Rest Area’ Guna Mengoptimalkan Manfaat ALKI sebagai Sumber Devisa Negara

Koran Jurnal, Jakarta – Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dimana terdiri dari 17.499 pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari  Miangas hingga Rote. Total wilayah Indonesia sekitar 7,81 juta kilometer persegi (km2), dengan 2/3 wilayahnya adalah lautan.

Dengan kondisi geografis Indonesia seperti itu, maka wajar apabila Indonesia mengklaim sebagai negara maritim dan bercita-cita kembali menjadi Poros Maritim Dunia. Apalagi di Indonesia telah ditetapkan tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang menjadi rute utama perjalanan kapal-kapal yang hendak melintasi Indonesia tanpa perlu singgah, demikian keterangan yang diberikan Pengamat Maritim dan Pendiri Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa di Jakarta, Senin (13/6/2022).

Capt. Hakeng mengutip isi dalam Undang Undang No. 6/1996 tentang Perairan Indonesia di Pasal 1 ayat 8 menyebutkan, “Alur Laut Kepulauan adalah alur laut yang dilalui oleh kapal atau pesawat udara asing di atas alur tersebut, untuk melaksanakan pelayaran dan penerbangan dengan cara normal semata-mata untuk transit atau langsung, secara tidak terhalang melintas melalui atau di atas perairan kepulauan dan laut teritorial yang berdampingan antara satu bagian laut lepas atau Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.”

Kemudian terkait ALKI sambung Capt. Hakeng  juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2002. Dimana disana diatur bahwa ALKI I melintasi Laut Cina Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Sunda, Samudra Hindia. ALKI II melintasi Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, Selat Lombok. ALKI III melintasi Samudra Pasifik, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai, Laut Sawu, dan Samudra Hindia.

“Dengan adanya ALKI tersebut tidak salah apabila Indonesia bercita-cita menjadi Poros Maritim Dunia. Jalur laut di nusantara ini bisa dikatakan padat dan sangat ramai. Oleh karenanya menjadi tugas Pemerintah untuk menjamin keamanan pelayaran dan penerbangan di kawasan ALKI yang telah ditetapkan tersebut,” jelasnya.

Keberadaan ALKI juga menjadikan Indonesia sebagai negara yang strategis. “Kestrategisan ini harusnya mempunyai selling point tinggi dalam hal ekonomi. Sebab, Indonesia berada di jalur perdagangan Internasional. Tapi apakah memang demikian situasinya saat ini?” ujar dia.

Disebutkan Capt. Hakeng kembali, keunggulan lain terkait keberadaan ALKI untuk Indonesia adalah akan dilewati banyak kapal-kapal niaga. Data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terdapat 40% potensi barang perdagangan dunia senilai USD 15 triliun per tahun yang melewati perairan Indonesia.

“Seharusnya dengan posisi Indonesia yang seperti ini akan banyak kapal laut dari negara lain yang singgah. Akan tetapi permasalahannya, pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia belum menjadi pilihan utama kapal-kapal niaga asing yang melalui wilayah Indonesia. Kebanyakan kapal dagang asing tersebut memilih untuk sandar di pelabuhan Singapura. Oleh karena itu, pemerintah harus terus menelurkan ide kreatifnya guna meningkatkan daya saing dan kualitas pelayanan berbagai pelabuhan di tanah air sehingga dapat menjadi pilihan bagi Kapal-Kapal asing tersebut untuk singgah.

Untuk menjadi informasi, Selat Malaka saja ada lebih dari 120.000 kapal per tahun yang lewat di sana. Kemudian ada lebih 56.000 kapal per tahun yang melalui Selat Sunda. Dan untuk Selat Lombok  dilalui lebih dari 36.000 kapal per tahun. Oleh karena itu, sebenarnya ALKI memiliki potensi besar guna menambah pundi devisa negara, Capt. Hakeng mendorong Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk dapat membaca kebutuhan pasar ini bukan hanya berdasarkan kemauan dan pemikirannya sendiri.

“Dalam pemikiran saya, sudah saatnya untuk dapat menarik pendapatan negara dari aktifitas yang terjadi di ALKI yang selama ini hanya di utilisasi sebagai ‘Jalan Tol’ oleh Kapal-Kapal Asing yang hanya lewat dan melintas. Pemerintah Pusat dapat mencoba mengembangkan konsep yang saya sebut sebagai ‘ALKI Rest Area’. Dimana di situ nanti, kapal-kapal yang sebelumnya hanya melintasi ALKI, diperbolehkan untuk berhenti sejenak dan melakukan kegiatan-kegiatan seperti pengisian air tawar, pergantian crew kapal, belanja kebutuhan untuk logistik di kapal, dan pengisian bahan bakar di area-area terbatas yang sudah ditentukan wilayahnya. Dengan cara tersebut diharapkan kapal-kapal dagang asing tidak hanya melintasi perairan kita saja, tapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi negara Indonesia. Kita bisa membuat beberapa titik ALKI Rest Area seperti di Natuna, Batam, Merak, Tarakan, lombok, Bitung, Kupang, Wayame dan Saumlaki,” ungkap Capt. Hakeng yang juga menjabat Sekretaris Jenderal di Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Maritim Indonesia (FORKAMI).

Lebih lanjut Capt. Hakeng mengungkapkan ALKI Rest Area ini tentunya bisa berupa pelabuhan ataupun bisa dengan sistem Ship to Ship transfer. Jadi dilokasi tersebut pun akan tumbuh sektor usaha atau ekonomi baru. Selain itu, di area tersebut juga dapat dibangun pangkalan Angkatan Laut ataupun kantor perwakilan Penegak Hukum lainnya sehingga secara langsung dapat pula menjaga kedaulatan dengan melakukan pengawasan langsung wilayah NKRI yang dijadikan ALKI.

“Pembangunan pelabuhan atau rest area di wilayah ALKI akan mengokohkan kedaulatan, keamanan, dan ketahanan maritim kita kedepannya selain tentunya juga dapat menggerakkan perekonomian daerah dan Negara. Tapi tetap, aturan pendukungnya penting untuk bisa dibuat dan diperkuat terlebih dahulu sehingga ketika diputuskan akan dibuat ALKI Rest Area, tidak melanggar Hak Lintas Damai bagi Kapal-Kapal sebagaimana diatur dalam UU No. 6 tahun 1996 tentang Perairan Indonesia,” pungkas Capt. Hakeng. (*)

Categories
Ragam TNI

Gerak Cepat TNI AL Kerahkan KRI Makassar-590 Kirim Bantuan Korban Gempa Mamuju

Koran Jurnal, Jakarta – Gerak cepat (Gercep) TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Armada (Koarmada) II Surabaya, mengerahkan salah satu kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) KRI Makassar-590 untuk mengirimkan bantuan berupa paket sembako dan kebutuhan lainnya kepada para korban bencana alam gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,8 di Mamuju Sulawesi Barat, Sabtu, (11/6/2022).

Keberangkatan KRI Makassar-590 dari Dermaga Madura Koarmada II Ujung Surabaya tersebut sebagai bentuk rasa peduli TNI AL kepada masyarakat Mamuju atas terjadinya bencana alam. Bantuan yang diberikan berupa beras, mie instan, gula, air mineral, selimut dan alat-alat kebersihan berupa sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, sikat gigi dan pempers untuk balita.

Kaskoarmada II Laksma TNI Rachmad Jayadi yang hadir mewakili Pangkoarmada II Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto saat melepas keberangkatan KRI mengatakan akan mempercepat proses penanganan dan distribusi bahan bantuan bagi korban bencana alam di Mamuju, KRI Makassar-590 bertolak Sabtu malam dengan membawa kontak bahan bantuan yang telah dipersiapkan, perjalanan ke Kabupaten Mamuju diperkirakan selama dua hari. Setelah tiba di Mamuju selanjutnya bahan bantuan akan diserahkan langsung ke masyarakat Kabupaten Mamuju. Selain itu TNI AL melalui Dinas Kesehatan Koarmada II juga menurunkan Personel Tim Medis serta obat-obatan yang dibutuhkan bagi masyarakat Mamuju.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono diberbagai kesempatan terlah memerintahkan prajuritnya untuk berperan aktif secara profesional, bergerak cepat dalam mendukung kegiatan atau membantu saat ada kejadian bencana alam seperti di Kabupaten Mamuju sebagai salah satu tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sehingga keberadaan prajurit akan bermanfaat bagi masyarakat sekelilingnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa telah terjadi bencana Gempa Bumi dengan skala 5,8 magnitudo mengguncang Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, pada hari Rabu (08/06/2022) sekitar Pukul 13.32 Wita. Lokasi gempa terletak pada koordinat 2,74 LS dan 118,54 BT, atau tepatnya berlokasi di 43 kilometer arah barat daya kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 kilometer. Gempa bumi ini tidak menimbulkan efek tsunami, tetapi berdampak pada rusaknya bangunan rumah warga dan korban luka-luka.(disp)

Categories
Megapolitan Ragam TNI Transportasi

Komandan Korps Marinir Terima Kunjungan Menteri Perhubungan

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto menerima kunjungan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dr.(HC). Ir. Budi Karya Sumadi bertempat di Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar) Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun No. 40, Jakarta Pusat, Jum’at (10/6/2022).

Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dr.(HC). Ir. Budi Karya Sumadi di sambut upacara jajar kehormatan oleh Satuan Siaga Mako Korps Marinir dan di awali dengan laporan Komandan Detasemen Markas Korps Marinir Kolonel Marinir Bob Osianto Siregar.

Dalam pertemuan tersebut Menteri Perhubungan Dr.(HC). Ir. Budi Karya Sumadi menyampaikan ucapan terima kasih atas diterimanya kunjungan kerja ke Jajaran Korps Marinir TNI AL, ia juga menjelaskan tentang tugas pokok dan fungsi Kementerian Perhubungan di Bidang Militer agar terciptanya sinergitas yang baik.

Wakil Komandan Korps Marinir (Wadankormar) Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP , mendampingi Komandan Korps Marinir dalam pertemuan di akhiri dengan foto bersama dan salam Komando dari Menteri Perhubungan bersama Komandan Korps Marinir dan Wakil Komandan Korps Marinir menandakan akhir dari kunjungan bapak Menteri Perhubungan.(pen)

Categories
Ragam TNI

Tiga Jurnalis dan Satu Media Televisi Boyong Tropi KSAU Award 2022

Koran Jurnal, Jakarta – Tiga jurnalis dari media cetak/online dan satu media televisi terpilih sebagai peraih tropi KSAU Award 2022, yang diselenggarakan Dispenau, di gedung Puri Ardhya Garini Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (9/7/2022).

Dewan juri yang diketuai Dr. Dadang Rakhmat Hidayat, M.Si, menyebutkan ketiga jurnalis dan satu media televisi menjadi juara pertama pada empat kategori yang di lombakan.

Pada kategori isu strategis, juara diraih Rangga Baswara Sawiyya dari Airspace-review.com, dengan judul artikel “Menyongsong Kehadiran Elang-Elang Penempur Baru Penjaga Langit Pertiwi”.

Kategori isu Humanis, juara diraih Kurnia Yunita Rahayu dari harian Kompas, dengan judul artikel “Evolusi Enam Dekade Duta Bangsa di Angkasa”. Kategori berita media televisi, juara diraih Stasiun TVRI.

Sementara pada kategori foto jurnalistik, juara diraih Muhammad Taufan Rengganis dari media Tempo, dengan judul foto “Helikopter TNI AU, mengibarkan bendera Merah Putih Raksasa pada HUT ke-76 Kemerdekaan RI”. Selain itu juga dilombakan kategori foto untuk masyarakat umum, yang dimenangkan oleh Akhmat Haridi dari Wonosobo, Jawa Tengah, judul foto “JAT TNI AU Melintas di Atas Keraton Yogyakarta”.

Selain tropi, para juara juga mendapatkan sertifikat penghargaan dan hadiah uang dengan total hadiah ratusan juta rupiah.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., C.S.F.A., saat penyerahan tropi mengatakan, KSAU Award merupakan apresiasi TNI AU kepada para jurnalis nasional yang telah ikut membantu membangun citra positif TNI AU di tengah masyarakat.

“KSAU Award sebagai ajang penghargaan dan apresiasi TNI AU kepada jurnalis nasional yang telah berkiprah dan berpartisipasi aktif dalam membangun citra positif TNI AU di masyarakat nasional dan komunitas global,” ujar KSAU.

Disampaikannya, karya para jurnalis menjadi sumbangsih berharga, sekaligus wujud peran serta awak media dalam menjaga kedaulatan Indonesia.

“TNI AU membutuhkan kontribusi aktif dan peran serta dari seluruh elemen bangsa, salah satunya melalui peran media nasional yang ikut membangun citra TNI AU. Media juga partner strategis yang berperan memberikan masukan guna mendorong mewujudkan TNI AU yang disegani di kawasan”, ujar KSAU.

KSAU Award 2022, merupakan ajang keempat, diikuti 111 jurnalis nasional dari Sabang sampai Merauke, dengan karya peserta lomba sebanyak 265 produk jurnalistik.

Pada kesempatan yang sama, KSAU juga memberikan penghargaan kepada kru film Kadet 1947. Penghargaan berupa piagam diberikan kepada produser, sutradara, artis, pencipta lagu serta penyanyi soundtrack film Kadet 1947, atas ide, kreatifitas dan dedikasinya ikut membantu membangun citra positif TNI AU melalui film.

Turut hadir pada acara tersebut Wakil Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Madya TNI A. Gustaf Brugman, M.Si (Han), Pangkoopsudnas, Marsekal Madya TNI Andyawan Matono Putro, S.I.P, Dankodiklatau Marsekal Madya TNI Nanang Santoso, Irjenau, Korsahli Kasau, para Asisten Kasau, Wakapuspen TNI, Karopenmas Humas Polri, Kadispenad, Sesdipenal, Dirut/CEO Media, para Pemred Media serta pejabat utama TNI AU lainnya.(disp)