Categories
Daerah TNI

Apresiasi Satgas Pamtas Berhasil Gagalkan Narkoba, Pangdam XII/Tpr Bersepeda 310 Kilometer

Koran Jurnal, Kalbar – Beri apresiasi atas keberhasilan Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas dalam mencegah masuknya Narkotika di perbatasan, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad melaksanakan kunjungan kerja ke Pos Koki Sajingan Besar.

Berbeda dari kunjungan-kunjungan sebelumnya, lawatan kali ini dilakukan Pangdam selaku Pangkoopsdam XII/Tpr dengan bersepeda bersama para pejabat utama Kodam XII/Tpr dan Tanjungpura Cycling Club atau TCC dari Pontianak – Aruk dalam even bertajuk Tour De Aruk G310K.

Sebelumnya Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas bersama Satgas Intel Kodam XII/Tpr berhasil dua kali mengamankan Narkotika golongan I jenis sabu. Pertama, sabu seberat 42,928 Kg berhasil diamankan Satgas Pamtas saat melaksanakan patroli di Jalur Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) wilayah Dusun Aruk, Desa Sebunga, Kec. Sajingan Besar, Sambas pada hari Minggu (07/03/2021).

Kedua, paket sabu seberat 10,765 Kg, berhasil diamankan juga saat melaksanakan ambush di JIPP wilayah Dusun Aruk, Desa Sebunga pada hari Rabu (9/3/2021) selang tiga hari dari temuan pertama.

Atas keberhasilan tersebut serta dalam rangka memberikan semangat kepada prajurit, Pangdam XII/Tpr datang langsung melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan dengan bersepeda.

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengungkapkan, keberhasilan tersebut diraih para prajurit tidak dengan mudah. Untuk melaksanakan ambush perlu perencanaan, persiapan serta pelaksanaannya juga memerlukan pengorbanan.

Menurut Pangdam juga, didalam melaksanakan ambush atau pengendapan memang diperlukan suatu ketabahan, disiplin tempur yang tinggi, keuletan bagaimana menunggu orang yang diduga membawa sabu, dengan begitu banyaknya di titik-titik jalan tikus perbatasan.

“Agar kita sama-sama merasakan sakitnya bagaimana prajurit melaksanakan ambush, makanya saya datang kesini dengan bersepeda, kedatangan saya kesini kita kemas dengan olahraga,” kata Pangdam saat memberikan pengarahan kepada Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas.

Pada kesempatan sebelumnya, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menyampaikan, keberhasilan ini merupakan keberhasilan bersama Satgas Pamtas, Satgas Teritorial dan Satgas Intelijen. Keberhasilan ini menjadi tolok ukur pelaksanaaan operasi dan sekaligus suatu penyemangat baru bagi personel.

“Keberhasilan ini menjadi suatu pengalaman yang baik dan dasar untuk tugas berikutnya. Kedepan kita harus lebih waspada dan awas lagi, serta kerja keras lagi untuk melaksanakan Pembinaan Teritorial agar masyarakat menjadi lebih terbuka dan mau melaporkan apabila ada indikasi upaya penyelundupan Narkoba,” harap Pangdam.

Dalam kesempatan tersebut Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad serta Kasdam XII/Tpr memberikan piagam penghargaan kepada 15 personel Satgas Pamtas dan 7 personel Satgas Intelijen Kodam XII/Tpr.(pen/red)

Categories
Daerah Kesehatan

Dinilai Mampu Kendalikan Covid-19, Doni Monardo Apresiasi Komponen Pemprov Kaltara

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo memberikan apresiasi kepada seluruh komponen dan jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) atas upaya penanganan Covid-19 di wilayahnya.

Adapun apresiasi tersebut disampaikan Doni, mengingat kasus Covid-19 di wilayah Kaltara dinilai dapat dikendalikan dengan baik.

“Kita memberikan apresiasi atas upaya dari seluruh komponen masyarakat di Kalimantan Utara. Telah membuktikan bahwa kasus dapat dikendalikan,” kata Doni dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara di Kantor Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (09/11/2020).

Menurut analisa dari hasil akumulasi data perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air, Provinsi Kaltara menjadi salah satu wilayah yang memiliki angka kasus aktif Covid-19 rendah bahkan di atas rata-rata kasus skala nasional.

“Jadi ini menjadi salah satu yang terkecil dalam skala Nasional,” jelas Doni.

Berdasarkan data akumulasi per Senin (9/11/2020), kasus Covid-19 di Kaltara memiliki penambahan sebanyak 4 kasus dan totalnya menjadi 897. Sedangkan untuk pasien sembuh mengalami peningkatan menjadi 786 setelah ada penambahan sebanyak 3 orang. Kemudian untuk kasus meninggal hingga sejauh ini ada sebanyak 10 orang dan tidak ada laporan penambahan untuk hari ini.

Tentunya Doni mengingatkan agar capaian tersebut harus dijaga dan ditingkatkan lagi, sehingga kasus COVID-19 dapat lebih dikendalikan dengan baik.

Di sisi lain, Doni juga mengingatkan agar prestasi dari pengendalian dan penanganan COVID-19 lantas tidak membuat jajaran Pemerintah Provinsi Kaltara menjadi cepat puas dan menurunkan performa serta kewaspadaan, namun justru sebaliknya. Sebab, mempertahankan angka kasus jauh lebih sulit dan hal itu menjadi tantangan yang harus diantisipasi dengan baik.

“Jangan anggap ini sudah selesai. Jangan sampai kendor. Kita harus konsisten,” jelas Doni.

Dalam hal ini, Doni menyimpulkan bahwa kunci dari suksesnya pengendalian COVID-19 di Provinsi Kaltara adalah kekompakan antara pemerintahannya dengan seluruh komponen dan masyarakat.

*Waspada Kepulangan WNI ke Tanah Air*

Selanjutnya, Doni juga mengimbau agar jajaran Pemerintah Provinsi Kaltara dapat mempersiapkan diri untuk menyambut kepulangan Warga Negara Indonesia (WNI), baik bagi yang repatriasi maupun para jamaah ibadah umroh.

Doni mengingatkan bahwa WNI yang terdampak COVID-19 di luar negeri dan hendak pulang ke Tanah Air tidak sedikit.

Menurut data yang dikantongi Doni, ada lebih dari 350 ribu orang yang tersebar di beberapa negara di dunia.

Oleh sebab itu perlu adanya antisipasi yang lebih baik lagi untuk menyambut kepulangannya dalam keadaan sehat dan tidak terpapar COVID-19.

“Selalu waspada. Kira-kira demikian,” pungkas Doni.

Dalam kesempatan tersebut, Satgas Penanganan COVID-19 juga memberikan dukungan bantuan bagi Pemprov Kaltara untuk penanganan COVID-19 yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua Satgas Nasional Doni Monardo kepada Pjs. Gubernur Kaltara Teguh Setyabudi.

Adapun bantuan tersebut meliputi masker KN95 sebanyak 20.000, masker medis sebanyak 20.000, masker kain 100.000, APD premium 10.000, face shield sebanyak 5.000, shoe cover sebanyak 2.000, gloves sebanyak 500, googles sebanyak 250, disinfektan sprayer 5, hand sanitizer sebanyak 20 jerigen, hand spray sebanyak 1000 dan ventilator 2 unit.(hum/red)

Categories
TNI

Pangkoarmada I Beri Apresiasi Tinggi kepada Prajurit Koarmada I yang Berdedikasi

Koran Jurnal, Jakarta – Diakhir masa jabatannya, Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., memimpin Apel Khusus dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Prajurit Koarmada I di Dermaga Sunda, Pondok Dayung, Jakarta Utara, Rabu (29/07/2020).

Dalam sambutannya, Pangkoarmada I menyampaikan bahwa tidak terasa bagi saya sudah 2 bulan bertugas di Mako Koarmada I yang merupakan markas para kesatria perkasa di tengah samudera, prajurit matra laut sejati yang handal, pemberani dan tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan tugas.

“Saya bangga, Koarmada I telah mampu menujukkan kinerja dengan baik dan memberikan citra positif bagi TNI Angkatan Laut dan bangsa Indonesia baik di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

Citra positif tersebut diperoleh dari prestasi yang membanggakan dalam setiap tugas yang diemban, baik di bidang latihan maupun operasi yang dapat terlaksana dengan baik. Prestasi demi prestasi dapat tercapai berkat adanya profesionalisme, rasa tanggung jawab yang tinggi, kerja sama yang solid dan keikhlasan serta loyalitas yang tinggi mulai dari Staf, Unsur KRI/KAL dan Pangkalan.

Wujud prestasi yang saat ini diapresiasi dunia internasional adalah keberhasilan Tim F1QR dalam menjaga stabilitas keamanan laut di seluruh wilayah kerja Koarmada I dalam menggagalkan segala bentuk tindak pidana di laut seperti menggagalkan penyelundupan narkoba, selain itu juga keberhasilan melaksanakan Geladi Tugas Tempur (L-3) yang melibatkan unsur KRI, Marinir, Pesawat Udara yang pelaksanaannya berjalan dengan aman dan lancar.

Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan penyerahan piala kepada unsur KRI yang berhasil meraih juara pada Latihan Geladi Tugas Tempur Tingkat III (L-3) Koarmada I TA. 2020 yakni KRI Imam Bonjol-383 Peserta Terbaik Uji Fungsi Meriam Caliber 20 mm, KRI Bung Tomo-357 Peserta Terbaik Uji Fungsi Meriam Caliber 30 mm, KRI Sutanto-377 Peserta Terbaik Uji Fungsi Meriam Caliber 57 mm, KRI R.E. Martadinata-331 Peserta Terbaik uji Fungsi Meriam Caliber 76 mm, dan KRI Teluk Cirebon-543 Peserta Performa KRI Terbaik.(disp/red)

Categories
Militer Nasional TNI

Doni Monardo Apresiasi Sumbangsih KSAL Yudo Margono dalam Penanganan Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC19) Doni Monardo bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (09/06/2020). Laksamana Yudo merupakan sosok yang berperan dalam penanganan rehabilitasi WNI di Natuna.

Doni mengapresiasi atas peran besar Yudo Margono dalam penanganan Coronavirus disease 2019 atau COVID-19. Yudo yang menggantikan Laksamana TNI Siwi Sukma Aji memimpin penanganan para WNI di hangar Lapangan Udara Raden Sadjad, Natuna. Ia pun sukses dalam mengobservasi 188 anak buah kapal (ABK) Kapal Pesiar World Dream di Kepulauan Seribu.

Doni menyampaikan, selamat atas penugasan Yudo Margono sebagai KSAL.

Pada kesempatan itu, Laksamana Yudo berpamitan dengan Doni karena tugas-tugas baru sebagai komandan tertinggi di Angkatan Laut (AL). Ia pun menyampaikan dukungan terhadap penanganan yang dilakukan oleh Gugus Tugas Nasional.

“Terima kasih atas dukungan dari BNPB sejak kami dulu di Wuhan, Sebaru dan sebagainya. Saya dan kami semua bersemangat dan bekerja dengan penuh keikhlasan. Tanpa dukungan Bapak, kami tidak sanggup,” ujar Yudo di Markas Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Selasa (09/06/2020).

Sementara itu, KSAL Yudo Margono juga menyampaikan dukungan terhadap para sukarelawan yang telah bekerja di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Mereka sangat berani dan berdedikasi tinggi untuk penanganan pasien COVID-19. Ini melatarbelakangi keinginan Yudo untuk merekrut mereka sebagai personel AL.

“Beliau akan merekrut sebagai personel AL untuk berdinas di rumah sakit-rumah sakit AL dengan memenuhi prasyarat dan kualifikasi yang dimiliki para relawan,” ujar Laksamana Pertama Eko Suyatno yang juga hadir pada pertemuan itu.

Ia menambahkan bahwa lulusan SMA atau sederajat dan sarjana yang memiliki kualifikasi dan prasyarat personel AL akan direkrut sesuai dengan bidang masing-masing. Rumah Sakit AL membutuhkan prajurit berkualifikasi kesehatan atau para medis.(pus/red)

Categories
Militer Nasional TNI

KSAD Apresiasi Prestasi Kontingen Petembak AARM dan Peterjun Skydiving TNI AD

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan apresiasi atas prestasi Kontingen Petembak Asean Armies Riffle Meet (AARM) ke-28 dan Peterjun Skydiving TNI AD. Hal tersebut disampaikan saat menerima laporan kembali kedua kontingen TNI AD tersebut di Gedung Serbaguna Mabesad, Jakarta, Senin (03/12/2018).

Dalam acara laporan kembali tersebut, KSAD mengucapkan selamat kepada seluruh kontingen. KSAD menyampaikan ucapan terimakasih dan rasa bangga serta apresiasi atas keberhasilan dan prestasi kedua kontingen tersebut. Menurutnya prestasi tersebut tidak hanya mengharumkan nama Angkatan Darat semata, namun juga dan bangsa Indonesia di forum Internasional.

Sebagaimana diketahui bersama, pada bulan Nopember ini, TNI AD mengikutsertakan kontingen petembak di Lomba Tembak AARM ke-28 Tahun 2018 di Malaysia dan peterjun di 1st Asiania Indoor Skydiving Championship (AISC) di yang digelar di Jihua Park, Chongqing, China.

Dalam dua even bergengsi tersebut, Kontingen TNI AD mencetak prestasi yang membanggakan, yaitu juara umum AARM yang ke-13 kali sekaligus memecahkan rekor perolehan medali sepanjang sejarah keikutsertaannya di lomba tembak antar Angkatan Darat negara-negara ASEAN.

“Sedangkan dalam Asiania Indoor Skydiving, yang digelar pertama kalinya dan diikuti 19 peserta dari Asia dan Eropa ini, TNI AD berhasil menjadi juara-3,” terang Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Candra Wijaya sesaat sebelum laporan ke KSAD dimulai.

Sebagai bentuk apresiasi Kasad juga memberikan hadiah dan penghargaan kepada para prajurit yang berprestasi tersebut.

Secara keseluruhan dalam Lomba Tembak AARM ke-28 tersebut, kontingen TNI AD membawa pulang 9 trofi, 32 medali emas, 14 perak dan 10 perunggu. Prestasi ini memecahkan rekor perolehan medali tahun sebelumnya yang dicapai di Singapura, yaitu 9 trofi, 31 medali emas, 10 perak dan 10 perunggu.

Ini menjadikan Indonesia, sebagai peraih juara umum terbanyak diatas negara-negara ASEAN lainnya. Bahkan, dalam ajang tersebut, kita berhasil mencatatkan rekor baru, merebut medali emas, perak dan perunggu sebanyak 3 kali, jelas Kadispenad .

“Itu semua diperoleh dari tim putri pada dua cabang menembak Pistol Match-1 Individual dan Trophy Individual, serta tim putra pada Senapan Match-2 Individual,” imbuh Candra.

Lebih lanjut Candra menyampaikan bahwa, peraih prestasi yang menonjol lainnya adalah Sertu (K) Pratiwi Kartika S yang berhasil merebut 6 emas dan 2 trofi (individual dan tim) bersama dengan rekannya Serka (K) Eva Triana dan Sertu (K) Carlelis. Sedangkan untuk putra, yaitu Pratu Ali Firdaus dengan 5 emas dan 2 trofi, serta Sertu Woli Hamsah dengan 7 emas (2 diantaranya sebagai overall champion baik individual maupun tim).

Sementara itu, Tim Indoor Skydiving TNI AD, yang diwakili peterjun Kopassus dari Persatuan Terjun Payung Angkatan Darat (PTPAD) Mabes TNI, berhasil menjadi juara ke-3 dari 19 negara Asia dan Eropa yang berlaga.(red/Disp)

Categories
Ekonomi

FAO Kembali Apresiasi Kementan Atas Penghargaan Ketahanan Pangan

Koran Jurnal, Jakarta – Representatif Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) untuk Indonesia dan Timor Leste, Stephen Rudgard, mengapresiasi penghargaan yang diraih Kementerian Pertanian pada ajang Indonesian Awards 2018 sebagai Penjaga Ketahanan Pangan Nasional.

“Saya mengucapkan selamat atas capaian Kementerian Pertanian yang mendapat pengharagaan Indonesian Award 2018 sebagai penjaga ketahanan pangan Nasional, itu adalah pengakuan penting atas capaian anda sebagai Menteri Pertanian,” terang Rudgard dalam surat resminya kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (20/11/2018).

Rudgard mengakui dan bangga atas berbagai upaya serta keberhasilan yang dicapai Kementerian Pertanian dalam mempromosikan ketahanan pangan nasional, ia juga berkomitmen akan selalu berupaya mendukung tugas dan fungsi Kementerian Pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Saya pastikan FAO akan selalu membantu tugas Kementerian Pertanian dalam mencapai ketahanan pangan di Indonesia,” terang Rudgard.

FAO merupakan salah satu agen khusus PBB yang berfokus pada isu pangan, agrikultur, perikanan, kehutanan dan peningkatan produksi. FAO sangat fokus terhadap bagaimana upaya eliminasi kelaparan pangan, menekan angka kemiskinan desa, menyediakan system pangan yang efisien dan meningkatkan ketahanan pangan terhadap bencana alam.

Sebelumnya, Rugrads telah menyampaikan apresiasi secara langsung atas kemajuan dan keberhasilan sektor pertanian selama kepemimpinan Menteri Amran, capaian yang sangat signifikan terlihat dari pengentasan kemiskinan di pedesaan. Ia juga menyampaikan kekagumannya atas perkembangan pertanian yang sangat signifikan dalam hal peningkatan produksi.

“Indonesia juga berhasil tingkatkan volume ekspor berbagai komoditas pertanian strategis,” pungkasnya.(ton/Hum)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi Apresiasi Kerja Cepat Tim Pencarian Korban Lion Air JT-610

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali mendatangi posko terpadu evakuasi Lion Air JT-610 yang berada di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jum’at (02/11/2018).

Tiba di lokasi pada pukul 16.00 WIB, Kepala Negara langsung mengadakan rapat koordinasi bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP, sebelumnya bernama Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, dan sejumlah unsur terkait lainnya. Rapat dilangsungkan di sebuah tenda yang berada di posko terpadu.

Presiden mendengarkan langsung paparan dari Menteri Perhubungan, Panglima TNI, Kepala BNPP, Ketua KNKT, dan lainnya mengenai perkembangan dari proses pencarian badan pesawat dan para korban Lion Air JT-610 hingga hari kelima pencarian ini. Pemaparan tersebut meliputi area pencarian, metode pencarian, hingga peralatan yang digunakan.

“Baru saja tadi saya menerima laporan secara detail dari Menteri Perhubungan, Kepala Basarnas, KNKT, BPPT, dan seluruh jajaran TNI dan Polri,” ujar Presiden.

Dalam pernyataannya, Kepala Negara menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi bagi 859 orang di tim gabungan yang bekerja keras melakukan pencarian terhadap badan kapal, para korban, dan satu kotak hitam yang telah ditemukan. Secara khusus, Presiden memberikan apresiasi bagi para penemu kotak hitam, yakni Sertu Marinir Hendra Saputra, Kopda Marinir Noor Ali, dan satu lainnya dari BPPT.

“Atas kecepatan penemuan _black box_ kemarin, saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam proses pencarian ini, tim gabungan terus bekerja keras dengan dibantu peralatan modern yang mampu mendeteksi benda-benda di dasar laut. Presiden berharap agar proses pencarian ini dapat segera menemukan hasil yang diinginkan.

“Saya hanya titip agar menggunakan seluruh kemampuan dan teknologi yang ada dan bekerja cepat untuk mencari yang belum diketemukan,” tuturnya.

Lebih jauh, Presiden meminta KNKT untuk segera mendalami penyebab dari kecelakaan pesawat dengan nomor penerbangan JT-610 tersebut sehingga pemerintah dapat segera memutuskan langkah-langkah yang harus diambil.

“Yang jelas menurut saya keselamatan penumpang harus diprioritaskan dan kita harap tidak ada lagi kecelakaan semacam ini di masa yang akan datang,” imbuh Presiden.

Mengutip siaran pers Humas BNPP, hingga Jumat ini, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi sebanyak 67 kantong jenazah. Khusus hari ini, tim gabungan berhasil mengevakuasi 2 kantong jenazah yang langsung dibawa ke area posko terpadu.(red/DBPers)

Categories
Nasional Ragam

Hari Pangan Sedunia 2018, FAO Apresiasi Kementan Jadikan Lahan Rawa Masa Depan Pertanian Indonesia

Koran Jurnal, Barito Kuala – Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 di Kalimantan Selatan dinilai menjadi terobosan baru dalam membangun kantong penyangga pangan nasional dari lahan rawa. Pemanfaatan lahan rawa tentu menjadi solusi guna memastikan ketersediaan pangan dan masa depan pertanian Indonesia.

FAO Representative di Indonesia, Stephen Rudgard mengatakan pencapaian tersebut sejalan dengan tema yang diangkat pada HPS kali ini, “Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”. Optimalisasi lahan rawa menjadi upaya yang cukup besar untuk menghadapi tantangan pertambahan jumlah penduduk ditambah dengan meningkatknya urbanisasi dan perubahan permintaan konsumen.

“Kami melihat kepemimpinan pemerintah dalam hal ini, dan kami sangat senang bahwa Kementerian Pertanian mempromosikan penerapan praktik-praktik pertanian yang baik terkait penerapan model FAO untuk intensifikasi produksi pangan yang berkelanjutan, termasuk mengurangi penggunaan pestisida melalui pengendalian hama terpadu,” ujar Stephen pada pembukaan puncak Peringatan HPS di Desa Jejangkit, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis (18/10/2018).

Dia pun menekankan peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan lahan rawa ini sangat penting untuk memberikan makan populasi yang terus berkembang. Namun lebih penting lagi untuk memiliki pendekatan pertanian yang berkelanjutan dalam berbagai intervensi pertanian.

Pada kesempatan ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan rawa menjadi bagian penting masa depan pertanian Indonesia. Saat musim kemarau bulan Juli-September, lahan rawa menjadi penyumbang produksi nasional.

Untuk itu, lahan rawa dimanfaatkan untuk berbagai tanaman pertanian, misalnya padi, jagung, kedelai, hortikultura sayuran, jeruk, peternakan kambing dan itik, bahkan untuk budidaya perikanan seperti ikan mas, nila, lele dan lainnya. Pengelolaanya dengan integrated farming yakni mina-padi, ternak itik, sayuran dan lainnya.

“Hari ini kita buktikan melihat bersama ada terobosan baru untuk pangan Indonesia. Kami bangun di lahan rawa ini ada inovasi baru yang menjadikan rawa sebagai penyangga pangan nasional. Ini pesan terpenting dari pelaksanaan HPS tahun ini,” ujarnya.

Amran menyebutkan potensi lahan rawa di Indonesia sangat luas yakni mencapai 34,1 juta hektare. Lahan rawa ini tersebar di 18 provinsi dan 300 kabupaten. Dari total luas tersebut, potensi untuk pengembangan pertanian seluas 21,82 juta hektare atau 64 persen.

“Apabila digarap 10 juta hektar saja yang tersebar di Sumsel, Kalsel, Jambi dan Kalbar, ditanam minimal dua kali setahun, dengan produktivitas 6 ton per hektar, akan menghasilkan padi 120 juta ton setara 60 juta ton beras. Beras surplus bahkan bisa memasok kebutuhan dunia,” terang Amran.

Karena itu, Amran menjelaskan pemanfaatan lahan rawa harus dengan prinsip sustainable agriculture. Program dirancang skala luas dengan mengkorporasikan koperasi petani, regenerasi petani dengan mewirausahakan 4 juta jiwa.

“Kemudian harus dikerjakan dengan full mekanisasi dan pola mina padi sehingga dapat menghemat Rp 15 juta per hektar, dari biaya cetak sawah Rp 19 juta menjadi Rp 4 juta per hektar. Pemerintah kabupaten mendukung biaya bahan bakar,” jelasnya.

Terbukti, lahan rawa di Kalimantan Selatan ditanam jagung dengan pola zig-zag dan pemupukan menghasilkan 20 ton/hektar, bawang merah 10 ton/hektar dan semangka 7 kg/buah dengan pola tumpangsari pepaya.

“Produktivitas dulu 2 ton per hektare umur 6 bulan, sekarang menjadi 6 ton per hektare. Bahkan bisa ditanam padi 3 kali setahun produktivitas 8,3 ton per hektare, hasilnya 250 juta ton setara Rp 1.134T. Produksi ini mampu memasok pangan dunia,” ungkap Amran.

Pembukaan puncak Peringatan HPS ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, Gubernur Kalimantan Selatan, Syahbirin Noor, para Bupati, perwakilan FAO, para Pelaku Usaha, Asosiasi, HKTI, KTNA dan pegiat pertanian.(ton)