Categories
Kesehatan Megapolitan Polhukam Ragam

Hadiri ToT GMDM, Arman Depari Apresiasi Kehadiran Peserta dari Berbagai Daerah

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengapresiasi kehadiran para peserta dari berbagai daerah dalam mengikuti kegiatan Training of Trainers (ToT) yang selenggarakan Badan Koordinasi Nasional Garda Mencegah Dan Mengobati (DPP IPWL Bakornas GMDM) di Ruang Diklat DPP Bakornas GMDM, Pondok Kopi, Jakarta Timur, Sabtu (03/02/2018) pagi.

Kegiatan ToT bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Sosial, lembaga lain seperti LKBH GMDM, dan Ronny Patinasarany Foundation ini dalam rangka mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Indonesia Bersinar).

“Saya apresiasi buat teman-teman di DPD dan DPP (GMDM) yang hadir hari ini (ToT) dari luar daerah dan sudah ikut membesarkan GMDM,” ucap Arman dihadapan ratusan peserta yang datang dari berbagai daerah untuk ikut dalam ToT ini.

Menurut Arman, acara ini adalah merupakan wujud menginplementasikan visi dan misi GMDM dalam komitmen pemberantasan penyalahgunaan Narkoba di Indonesia.

“Saat ini yang kita perlukan adalah relawan untuk mengkaryabaktikan kegiatan kita ini,” ujarnya. Kita ingin, lanjutnya, dalam waktu dekat seluruh Indonedia (relawan-relawan) bisa kita kumpulkan. “Ini untuk kedepannya dalam acara Rakornas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Arman mengatakan, dalam menggelar acara seperti ini yang tujuannya untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba, tidak perlu menunggu kehadiran pejabat tinggi.

“Kita jangan menggantungkan dengan pihak lain. Artinya acara besar apapun yang akan kita selenggarakan jangan selalu berharap harus pejabat tinggi yang hadir. Jadi jangan terlalu berharap pejabat tinggi hadir, siapa pun yang hadir, lurah sekalipun tetap kita  semangat untuk berkarya demi bangsa Indonesia,” tukasnya.

Sementara itu, hal serupa juga disampaikan Ketua Umum DPP IPWL Bakornas GMDM Jefri Tambayong, yang mengatakan acara ToT GMDM merupakan sebagai wujud komitmen bangsa Indonesia dalam memberantas penyalahgunaan narkoba.

“Ini merupakan komitmen tegas dari Presiden RI, apalagi BNN telah melakukan kerjasama dengan TNI Angkatan Laut dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba,” kata Jefri Tambayong.

“Ini baru pemanasan, kita tidak boleh kalah dengan bandar narkoba. Karena kelak ini untuk menyelamatkan anak-anak bangsa,” ujarnya.

Jefri mengaku, pihaknya dalam menyelenggarakan acara ini, tidak terlalu berharap mendapatkan dukungan dari pihak-pihak lain. Kegiatan ini tujuannya hanya untuk menyelematkan anak-anak bangsa dari kejahatan narkotika.

“Tidak perlu kita mendapatkan penghargaan atau tidak, yang penting kita tujuan dapat menyelamatkan anak-anak bangsa,” tandasnya.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah, agar peserta mendapat pengetahuan secara dalam tentang dampak Penyalahgunaan Narkoba, HIV/AIDS serta aspek Hukumnya dan diharapkan kemudian para peserta untuk mampu memberikan informasi yang jelas dan benar mengenai bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan penularan HIV/AIDS kepada lingkungannya serta menjadi penyuluh di lingkungan masing-masing. Dari pantauan rekan wartawan di lokasi, acara akan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB. (tonmp)

Categories
Hukum Kriminalitas Nasional Polisi TNI

Pangarmabar Bersama Kepala BNN Merilis Perkembangan Pengungkapan 1,037 Ton Shabu Tangkapan TNI AL

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sejalan dengan arahan dan perintah Presiden RI agar aparat penegak hukum dapat meningkatkan komitmen untuk menidak tegas para pengedar Narkoba di wilayah Indonesia khususnya melalui jalur laut, maka TNI Angkatan Laut bersama Badan Narkotika Nasional, Bea Cukai dan Polri bersinergi dalam keberhasilannya menggagalkan penyelundupan 1,037 Ton Narkoba jenis sabu yang dibawa kapal MV Sunrise Glory di perairan Selat Phillip.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNN RI Komjen Pol Drs. Budi Waseso dalam kesempatan konferensi persnya di Kantor BNN RI Jakarta Pusat, Selasa (20/02/2018).

Pada kesempatan tersebut, Aspam KSAL Laksda TNI Suprianto Irawan menyampaikan, keberhasilan ini merupakan kerjasama yang baik antara TNI AL, BNN, Bea Cukai dan Polri. Selanjutnya Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., dalam konferensi persnya di depan puluhan awak media menyampaikan kronologis penangkapan MV Sunrise Glory dengan muatan 1,037 Ton Narkoba oleh salah satu unsur Koarmabar KRI Sigurot-864 yang sedang melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Singapore 18 BKO Guskamlabar di perairan Selat Phillip pada hari Rabu 7 Februari 2018.

Pangarmabar mengatakan bahwa keberadaan MV Sunrise Glory sebenarnya sudah terpantau sejak Desember 2017. Selanjutnya Pangarmabar segera memerintahkan unsur-unsur KRI jajaran Koarmabar untuk melaksanakan patroli penyekatan dan penangkapan terhadap kapal tersebut melalui operasi yang di gelar di seluruh perairan Indonesia bagian barat dengan bekerjasama melalui informasi yang di dapat dari BNN.

Tepatnya Rabu 7 Februari 2018, KRI Sigurot-864 yang sedang melaksanakan patroli, mendeteksi adanya kapal ikan berbendera Singapore melakukan manuver mencurigakan, dikarenakan pergerakan kapal tersebut keluar dari jalur Traffic Separation Scheme (TSS) dan memasuki perairan Indonesia. Selain itu, atas dasar deteksi awal oleh KRI bahwa siluet kapal merupakan jenis kapal ikan Taiwan namun berbendera Singapore. Atas dasar kecurigaan tersebut, Komandan KRI Sigurot-864 melaksanakan pemeriksaan dan penggeladahan.

Pemeriksaan awal diketahui bahwa seluruh dokumen yang ada dikapal diindikasikan palsu karena hanya terdapat foto copy dokumen atau bukan dokumen asli. Selain itu, diduga kapal tersebut adalah “Phantom Ship” dikarenakan memiliki 2 bendera yaitu Singapore dan Indonesia. Dari hasil informasi yang didapat sebelumnya, bahwa diduga MV Sunrise Glory memiliki nama lain yaitu Sun De Man 66 yang pernah menjadi target operasi (TO) dikarenakan dugaan pernah membawa Narkoba. Atas dasar dugaan pelanggaran tersebut, maka kapal beserta ABK dikawal menuju Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Tepatnya Jumat 9 Februari, TNI AL melalui WFQR Lantamal IV/Lanal Batam dan Guskamlabar bekerjasama dengan BNN Pusat dan Bea Cukai melaksanakan pengecekan terhadap muatan kapal. Saat proses pemeriksaan, tim behasil menemukan barang bukti Narkoba jenis Sabu-sabu sebanyak 41 karung dengan perkiraan berat lebih dari 1 Ton. Barang-barang tersebut disembunyikan diantara tumpukan karung beras dalam palka bahan makanan. Selanjutnya tim melaksanakan pengembangan lebih lanjut dan mendapatkan barang bukti sabu-sabu total sebanyak 1,037 Ton.

Pangarmabar menyampaikan bahwa pencapaian dalam menggagalkan penyelundupan Narkoba sebanyak 1,037 Ton ini dapat menyelamatkan kurang lebih 5 Juta generasi muda Indonesia dari gerbang kehancuran. Selain itu, kesuksesan tersebut merupakan bukti nyata sinergitas TNI AL, BNN, Bea Cukai dan Polri dalam memerangi Narkoba sebagai musuh bersama, sehingga kedepannya TNI AL bersama instansi terkait akan tetap berkomitmen menjalin sinergitas dalam memerangi Narkoba.

Dalam konferensi pers tersebut juga turut hadir Aspam Kasal Laksda TNI Suprianto Irawan, Kadispamal Laksma TNI Angkasa Dipua, Kadispenal Laksma TNI Gig ZM Sipasulta, Dir Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bapak Wijayanta serta Dirjen Prekusor dan Psikotropika BNN Brigjen Pol Anjan Pramuka.(tonmp/Disp)

Categories
Nasional

BNN dan Telkom Resmi Luncurkan Mobil Sosialisasi Pencegahan Bahaya Narkotika

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) dan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk bersama-sama secara resmi meluncurkan Mobil Sosialisasi Pencegahan tentang bahaya penyalahgunaan Narkotika, di kantor pusat BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (27/12/2017).

Kepala BNN Komjen Pol. Budi Waseso mengatakan, fasilitas atau sarana pendukung yang diluncurkan hari ini bersama Telkom adalah sebagai salah satu upaya membangun jejaring kekuatan BNN dengan membangun secara bertahap BNN kewilayahan.

“Ini jangkauan, kita harus menjangkau edukasi ke wilayah-wilayah khususnya di Kabupaten,” kata Buwas sapaan akrab Kepala BNN.

Selain membangun jejaring kewilayahan dengan dukungan sarana tersebut, BNN juga membangun call center atau media center untuk mendukung sosialisasi pencegahan di setiap wilayah.

“Kita membangun call center untuk media center dari media sosial. Hari ini kita resmikan dan mobil pencegahan ini semuanya konek dengan media center yang ada di BNN. Sehingga kita dapat merespon cepat informasi-informasi dari masyarakat seputar permasalahan Narkotika. Ini kita bisa lakukan diseluruh wilayah BNNK Kabupaten,” ujarnya.

Sementara Direktur Pelayanan Bisnis Telkom, Dian Rachmawan mengatakan, peluncuran mobil pencegahan adalah bentuk mendukung penuh BNN terutama pada akses pencegahan terhadap bahaya penyalahgunaan Narkotika.

“Barusan tadi, kita bersama BNN meresmikan sosial media center. Intinya adalah kami mengharap semua pembicaraan (share, comment) dan diskusi serta kolaborasi yang ada semua menggunakan sistem,” kata Dian.

“Yang menggunakan internet pasti akan kita respon lagi. Jadi kami memberikan diseminasi BNN, kemudian masyarakat memberikan sharing informasi dan lain-lainnya dan bisa mencari foto atau video dan lain-lain. Dan kita tahu jadinya ada suatu aspek pencegahan yang nanti semakin kuat semakin hari semakin kuat dan orang semakin paham mengenai narkotika dan lain-lain terutama generasi muda,” jelasnya.

Dari informasi yang disampaikan, saat ini mobil pencegahan ada di 22 Kabupaten, dan akan bertambah sesuai kebutuhan di Indonesia.

Pewarta : Anton

Categories
Megapolitan Ragam

Peringati Sumpah Pemuda, Bakornas GMDM Bersama BNN dan Nawa Cita Indonesia Ajak Pemuda Kobarkan Semangat Nasionalisme

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Dalam rangka memperingati hari lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, BAKORNAS GMDM (Badan Koordinasi Nasional Garda Mencegah Dan Mengobati) bersama BNN (Badan Narkotika Nasional), NAWA CITA Indonesia dan PIONER  (Pemuda Indonesia Bersinar) menggelar kegiatan Peringatan Sumpah Pemuda 2017 di ‎kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu pagi (29/10/2017).

Dengan mengusung tema “SAYA 
PEMUDA INDONESIA – SAYA PANCASILA – SAYA BENCI NARKOBA – NKRI HARGA MATI”, kegiatan yang diadakan oleh Panitia gabungan saat hari bebas kendaraan bermotor (Car Free Day) ini adalah sebagai wujud kepedulian bersama, sekaligus sebagai upaya untuk mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa khususnya generasi muda Indonesia dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda.

Dari siaran pers yang dibagikan di lokasi, Panitia gabungan ingin menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menyikapi tentang semakin merosotnya rasa persatuan dan kesatuan, persaudaraan, toleransi beragama dan terlebih dari itu adalah adanya agenda dan gerakan-gerakan yang memecah belah masyarakat dengan tujuan menghancurkan bangsa ini demi kepentingan kelompok atau golongan.

“Kami, atas nama generasi muda Indonesia yang terdiri dari lintas suku, agama, profesi yaitu perwakilan-perwakilan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, komunitas-komunitas bersama elemen masyarakat lainnya yang bergabung dan memiliki kepedulian atas hal ini, menyatakan dengan semangat nasionalisme dan 
jiwa patriotis senantiasa membela tanah air dari segala ancaman perpecahan,‎” cetus segenap elemen masyarakat yang bergabung dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pesan positif kepada masyarakat bahwasanya persatuan dan kesatuan sangat penting.

“Karena dengan persatuan bangsa ini dapat merdeka. Dan dengan Persatuan dan Kesatuan lah bangsa ini tetap dapat mempertahankan kemerdekaannya dari berbagai ancaman yang muncul antara lain; kejahatan narkoba yang saat ini menjadi bahaya laten ditengah masyarakat yang begitu mencengkeram dan menghancurkan generasi muda yang adalah penerus bangsa ini,” kata Jefri Tambayong, Ketua Bakornas GMDM dari siaran persnya.

“Bahkan sejak usia dini mereka telah dijadikan sasaran oleh mafia narkoba untuk dijadikan 
pemakai pemula, belum lagi korban yang meninggal akibat overdosis yang jumlahnya sangat memprihatinkan. Selain itu bangsa ini juga harus menghadapi kejahatan luar biasa yang 
lain seperti korupsi, terorisme, perpecahan antar umat, intoleransi, pelanggaran HAM dan 
penghianatan terhadap Idelogi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika serta ancaman lainnya yang 
dapat menghancurkan dan membuat negeri ini terpuruk,” kata Jefri menambahkan.

Selain itu, melalui kegiatan ini, lanjut Jefri, diharapkan juga dapat mendorong peran serta masyarakat untuk dapat bergerak bersama dalam kepedulian dan turut memiliki rasa tanggung jawab atas upaya bersama menyelamatkan bingkai NKRI‎.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari dalam sambutannya mengatakan, peringatan hari Sumpah Pemuda untuk mengingatkan kembali perjuangan bangsa Indonesia khususnya pemuda Indonesia.

“Hari ini kita untuk menyatakan tekad kita kembali yang Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia,” ucapnya.

Selanjutnya, Dia mengatakan, peran pemuda sekarang sangat dibutuhkan untuk membangun bangsa. “Kita melihat saat ini, peran pemuda sangat dibutuhkan untuk bangsa kita. Dengan kita mengenang perjuangan para pemuda, kita harus terus bersemangat membangun bangsa ini,” ujarnya.

“Kita sudah bersama sama menyatakan sumpah kita selama delapan puluh sembilan tahun yang lalu. Dan negara ini butuh peran dari pemuda,” tambahnya.

Arman menginginkan, pernyataan Sumpah Pemuda hendaknya bukan hanya diucapkan saja tetapi juga dihayati dan dicintai.

“Bukan hanya untuk diucapkan tetapi untuk dicintai,” katanya.

“Mari kita tekadkan pemuda bangsa yang bebas narkoba,” tukasnya.

Dalam kesempatan terakhir, Ketua Bakornas GMDM menyampaikan apresiasi yang sebesar-besar kepada semua Instansi dan masyarakat atas partisipasinya sehingga dapat berjalan dengan baik.

“Saya Pemuda Indonesia, Saya Pancasila, Saya Benci Narkoba, NKRI Harga Mati,” seru Jefri dihadapan ratusan warga masyarakat.



Hadir dalam kegiatan ini dari beberapa elemen dan instansi antara lain, Pemuda Pancasila (PP), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Resimen Mahasiswa (Menwa), dan unsur masyarakat lainnya.

Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan akrobat dari pemuda-pemudi, pembacaan teks Sumpah Pemuda, tarian, Group penabuh drum anak-anak usia belasan tahun, dan pengibaran bendera merah putih sepanjang kurang lebih 100 meter.

Pewarta : Anton