Categories
Daerah Pendidikan TNI

TNI Rangkul Telkom Agar Anak Sekolah Dapat Internet Gratis di Papua

Koran Jurnal, Jayapura – Telkom Indonesia berkolaborasi bersama Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs Pos Skouw menghadirkan program bantuan internet gratis bagi anak-anak sekolah yang berada di sekitar Kampung Skouw, Distrik Muara Tami, Papua.

Kolaborasi ini ditandai dengan diresmikannya Wifi Corner Indihome (zona internet cepat) oleh Bapak Rizal Malaranggeng, Komisaris PT. Telkom Indonesia di Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 131/Brs Kampung Skouw.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs Letkol Inf Muhammad Erfani, S.H., M.Tr.(Han), dalam keterangan tertulisnya di Skouw, Jayapura, Sabtu (24/04/2021).

“Program ini sebagai upaya TNI dan Telkom dalam membantu proses belajar bagi anak-anak sekolah di perbatasan, agar bisa mengikuti pendidikan secara online di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Dansatgas.

Dankima Satgas Kapten Inf Zainal Arifin mengatakan, kegiatan pengadaan fasilitas internet gratis ini selain membantu anak-anak dalam proses belajar mengajar secara online, mereka juga mendapatkan pengetahuan tambahan cara mengoperasionalkan komputer yang selama ini belum pernah dilaksanakan di sekolah.

“Anggota Satgas Pamtas Yonif 131/Brs mengajak anak-anak siswa sekolah  agar semangat dalam belajar, sehingga diharapkan tidak tertinggal dari anak-anak daerah lain,” ujarnya.

Mayoritas pengguna fasilitas internet gratis ini adalah siswa SMP dan SMA. Internet gratis bisa diakses disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa menyesuaikan jam daring dari sekolah masing-masing.

“Kami sangat berterima kasih dan sangat terbantu dengan adanya Wifi gratis dari bapak TNI dan Telkom. Dengan akses gratis ini kami tidak kesulitan lagi untuk mengikuti pelajaran online dari sekolah,” kata Berti salah seorang pelajar salah satu SMA 6 Muara Tami.(pen/red)

Categories
Daerah Polhukam

KKB Bakar 2 Pemancar Milik Telkom di Puncak Papua

Koran Jurnal, Papua – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi kejahatannya di Kabupaten Puncak – Papua dengan membakar fasilitas umum yaitu 2 tower Base Transceiver Station (BTS) milik Telkom yang mengakibatkan jaringan di Ilaga mati total.

Dua tower BTS milik Telkom yang dibakar yaitu BTS 4 yang terletak diperbukitan Pingeli di Distrik Omukia dan BTS 5 yang terletak di wilayah Muara yang terletak di Distrik Mabuggi Kabupaten Puncak.

Kapolres Puncak AKBP Dicky Hermansyah Saragih saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, kejadian tersebut benar dari laporan masyarakat dan hasil peninjauan di lapangan.

“Ya benar, ada pembakaran dua BTS milik Telkom, yakni BTS 4 dan BTS 5. Dari laporan warga kami langsung meninjau kelapangan,” katanya saat dikonfirmasi, Senin siang (11/01/2021).

Untuk diketahui, salah satu BTS yang dibakar baru beroperasi pada Desember 2020 lalu. Pembangunan BTS tersebut untuk mempermudah akses komunikasi masyarakat di Ilaga Puncak Papua dan dimanfaatkan oleh hampir seluruh masyarakat kabupaten Puncak.

Kapolres menyebut, kejadian pembakaran baru diketahui pada Sabtu (9/1) setelah pihak Palapa Ring Timur melakukan pengecekan menggunakan Helikopter karena kedua BTS tidak memancarkan sinyal.

“Dari hasil pengecekan yang dilakukan kedua BTS ditemukan dalam keadaan terbakar sehingga pembangkit daya ke tower tidak terkoneksi dan link radio ke Telkom maupun Telkomsel terputus,” ujarnya.

“Ini adalah Fasilitas umum, akibat pembakaran dua BTS tersebut, jaringan 4G Telkom Ilaga terputus serta link palapa ring Sugapa-Ilaga-Mulia Terputus dan mati total,” tambahnya.

Disinggung soal pelaku pembakaran, Kapolres mengatakan bahwa pelaku merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). “Pelaku kejahatan ini dari kelompok KKB, tapi belum di ketahui dari kelompok siapa dan tujuannya apa? Jadi masih kita dalami,” pungkasnya.(rls/red)

Categories
Bisnis Kesehatan Megapolitan

Telkom Group Bantu Robot Desinfeksi dan Sterilisasi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Gugus Tugas Nasional atau GTPPC19 mendapatkan bantuan dari Telkom Group robot desinfeksi dan sterilisasi ruang isolasi pasien COVID-19. Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo menerima bantuan tersebut di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Kamis (28/05/2020).

Ketua GTPPC19 Doni Monardo menyampaikan, “Mudah-mudahan inovasi ini tidak hanya berhenti pada Autonomous UVC Mobile Robot, tapi mampu melahirkan lebih banyak inovasi akan banyak yang dibutuhkan masyarakat.

“Inovasi lainnya yang buat oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional di bawah Kementerian Riset dan Teknologi telah meneliti sejumlah vaksin, termasuk juga laboratorium Rapid Test, ventilator dan sejumlah teknologi juga akan dimanfaatkan untuk penanganan Covid,” ujar Doni di KSP, Jakarta, Kamis (28/05/2020).

Doni menambahkan bahwa kreativitas anak bangsa yang sudah memproduksi teknologi komponen lokal lebih dari 70% dan tentunya ini merupakan suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Terkait robot ini, Doni berkata, “Penting suatu tim untuk mempersiapkan hal teknis dan melakukan sterilisasi terhadap wilayah yang kemungkinan besar terpapar sehingga teknologi yang dihasilkan juga dapat bisa segera kita manfaatkan di lapangan.”

Doni yang juga Kepala BNPB menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas robot karya anak bangsa yang saat ini dibutuhkan dalam penanganan COVID-19. Bantuan ini akan diprioritaskan untuk wilayah Jawa Timur.

Senada dengan Ketua GTPPC19, Kepala KSP Moeldoko juga menyampaikan terima kasih atas upaya para tim yang telah menciptakan instrumen ini.

“Autonomous UVC Mobile Robot merupakan sebuah inovasi yang perlu kita diapresiasi, atas semangat dan sikap pantang menyerah dari seluruh komponen bangsa,” ujar Moeldoko.

Lebih lanjut, ia berharap instrumen untuk terus dievaluasi sehingga dapat dikembangkan dengan lebih efektif. Robot tersebut sudah diujicobakan di RS Darurat Wisma Atlet di Jakarta, RS Hasan Sadikin dan RS Pindad di Bandung.

“Kita bisa membangun yang lebih besar lagi ke depannya dan mampu membantu tenaga medis kita yang telah berkorban tanpa kenal lelah dalam merawat pasien Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Telkom Edi Witjara menyampakan bahwa hari ini menjadi momentum bersama sebagai bagian dari komponen bangsa menghadirkan inovasi yang tentunya tidak mudah terlebih di tengah pandemi Covid-19.

“Kami tidak menyerah. Kami ingin mendukung dengan inovasi yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan Telkom,” katanya.

Ia juga berharap dengan adanya inovasi robot khusus penanganan COVID-19 dapat mewakili beragam inovasi yang ada di Indonesia serta menyemangati anak-anak bangsa untuk tidak menyerah dan terus melakukan inovasi dalam mengatasi pandemi ini.

Ruang penanganan pasien COVID-19 memiliki risiko tinggi bagi para tenaga medis. Risiko itu salah satunya terinfeksi miroorganisme berbahaya, seperti virus. Mengantisipasi terinfeksi di ruang perawatan, disinfeksi dan sterilisasi ruangan isolasi dapat dilakukan dengan aman melalui pengoperasian robot yang mampu diproduksi dalam waktu 2 minggu tersebut.

Robot inovasi dari Telkom University dan LIPI ini mampu untuk mengurangi kontaminasi mikroorganisme, termasuk virus SARS-CoV-2, baik yang menempel pada benda atau peralatan, lantai ataupun udara.

Robot ini dilengkapi peralatan ultraviolet (UV) yang mampu beroperasi selama 5 jam. Ketika organisme biologi terpapar sinar UV dalam kisaran 200 nm dan 300 nm, sinar tersebut akan diserap oleh DNA, RNA dan protein. Penyerapan tersebut akan menyebakan pecahnya dinding sel protein dan tentunya kematian organisme tersebut.

Dari hasil uji lab, UVC yang melekat pada robot ini mampu mengurangi jumlah bakteri di dalam koloni. Waktu uji dilaksanakan selama 10-15 menit.

Dari para peneliti mikroba disampaikan, apabila waktu pancar ditambah hingga 20 menit, jumlah bakteri yang akan mati akan lebih banyak lagi. Semakin lama UVC dipancarkan maka semakin banyak bakteri akan mati. Bakteri memiliki sifat yang sama seperti virus sehingga dapat dikatakan, dapat mewakili virus.(pus/red)

Categories
Ekonomi Nasional

Sinergi BUMN, Pertamina dan Telkom Terapkan Teknologi Digital di SPBU Seluruh Indonesia

Koranjurnal.co.id, Jakarta – PT Pertamina (Persero) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., bersinergi membangun sistem digital secara bertahap pada 5.518 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di seluruh Indonesia.

Sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dituangkan dalam nota Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani oleh Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas’ud Khamid dan Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Dian Rachmawan, bertempat di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jum’at (31/08/2018).

Hadir menyaksikan penandatanganan, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Kepala BPH Migas M. Fanshrullah Asa, Direktur Utama Pertamina NIcke Widyawati, dan Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga.

Menteri Rini mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah yang baik demi meningkatkan transparansi dan keakuratan data pasokan dan konsumsi BBM di setiap SPBU. Tak hanya itu, berkat data yang realtime, kepastian stok pun akan bisa dikelola lebih baik dan efisien. Digitalisasi ini juga akan memudahkan Pemerintah memantau dan mengawal penyaluran BBM khusus penugasan. Sebab, proses distribusi dapat terekam dengan akurat di dalam sistem.

“Tujuan utama Digitalisasi SPBU ini untuk meningkatkan pelayanan Pertamina kepada konsumen. Penghitungan pendapatan dari penjualan BBM di setiap SPBU juga lebih cepat dan akurat. Digitalisasi SPBU juga dapat menjamin bahwa tak ada kecurangan dalam penyaluran BBM,” kata Rini dalam sambutannya.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid mengungkapkan, digitalisasi SPBU merupakan upaya Perseroan untuk hadir melayani pelanggan di seluruh Indonesia secara maksimal. Pertamina juga mendukung program Pemerintah dalam Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) atau cashless society melalui pembayaran digital.

“Pertamina, melalui lebih dari 5.000 SPBU yang tersebar di seluruh Indonesia, memahami tuntutan dan gaya hidup pelanggan saat ini yang serba digital, cepat dan tepat. Melalui sistem digital, diharapkan pengawasan stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dapat lebih efektif,” jelas Mas’ud Khamid.

Digitalisasi SPBU ini meliputi penyediaan infrastruktur digital SPBU, Data Center dan Connectivity di 5.518 SPBU atau 75.000 nozzle di seluruh Indonesia, hingga pemeliharaan (maintenance) selama jangka waktu perjanjian.

Melalui Digitalisasi SPBU, Pertamina dan Telkom juga sepakat mengembangkan platform penyaluran BBM untuk memantau stok BBM di Tangki Penyimpanan SPBU, jumlah BBM yang dikeluarkan melalui nozzle dan revenue penjualan BBM.

Sesuai kesepakatan, proses implementasi digitalisasi SPBU akan diupayakan maksimal untuk dapat diselesaikan pada Desember 2018 atau selambat-lambatnya dalam Triwulan pertama tahun 2019.

Bentuk kerjasama dapat terwujud berkat satu kerjasama sinergi BUMN antara PT Pertamina (Persero) dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, serta didukung dari Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan BPH Migas.

Sinergi Pertamina dan Telkom diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam mengawasi distribusi BBM bersubsidi secara realtime.

Digitalisasi SPBU merupakan salah satu wujud BUMN Hadir untuk Negeri, dimana Telkom dan Pertamina sebagai BUMN berkomitmen mendukung proses pengawasan dan verifikasi distribusi BBM bersubsidi. Hal tersebut sesuai amanat UU No. 22 tahun 2001 yaitu untuk menyediakan energi secara merata dengan harga terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.(red/Per)

Categories
Nasional

BNN dan Telkom Resmi Luncurkan Mobil Sosialisasi Pencegahan Bahaya Narkotika

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) dan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk bersama-sama secara resmi meluncurkan Mobil Sosialisasi Pencegahan tentang bahaya penyalahgunaan Narkotika, di kantor pusat BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (27/12/2017).

Kepala BNN Komjen Pol. Budi Waseso mengatakan, fasilitas atau sarana pendukung yang diluncurkan hari ini bersama Telkom adalah sebagai salah satu upaya membangun jejaring kekuatan BNN dengan membangun secara bertahap BNN kewilayahan.

“Ini jangkauan, kita harus menjangkau edukasi ke wilayah-wilayah khususnya di Kabupaten,” kata Buwas sapaan akrab Kepala BNN.

Selain membangun jejaring kewilayahan dengan dukungan sarana tersebut, BNN juga membangun call center atau media center untuk mendukung sosialisasi pencegahan di setiap wilayah.

“Kita membangun call center untuk media center dari media sosial. Hari ini kita resmikan dan mobil pencegahan ini semuanya konek dengan media center yang ada di BNN. Sehingga kita dapat merespon cepat informasi-informasi dari masyarakat seputar permasalahan Narkotika. Ini kita bisa lakukan diseluruh wilayah BNNK Kabupaten,” ujarnya.

Sementara Direktur Pelayanan Bisnis Telkom, Dian Rachmawan mengatakan, peluncuran mobil pencegahan adalah bentuk mendukung penuh BNN terutama pada akses pencegahan terhadap bahaya penyalahgunaan Narkotika.

“Barusan tadi, kita bersama BNN meresmikan sosial media center. Intinya adalah kami mengharap semua pembicaraan (share, comment) dan diskusi serta kolaborasi yang ada semua menggunakan sistem,” kata Dian.

“Yang menggunakan internet pasti akan kita respon lagi. Jadi kami memberikan diseminasi BNN, kemudian masyarakat memberikan sharing informasi dan lain-lainnya dan bisa mencari foto atau video dan lain-lain. Dan kita tahu jadinya ada suatu aspek pencegahan yang nanti semakin kuat semakin hari semakin kuat dan orang semakin paham mengenai narkotika dan lain-lain terutama generasi muda,” jelasnya.

Dari informasi yang disampaikan, saat ini mobil pencegahan ada di 22 Kabupaten, dan akan bertambah sesuai kebutuhan di Indonesia.

Pewarta : Anton