Categories
Polhukam TNI

Guskamla Koarmada I Terima Sosialisasi Unclos 1982 dari Dinas Hukum TNI-AL

Koran Jurnal, Batam – Dalam rangka memberikan peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang Hukum Laut Internasional (Unclos 1982), Dinas Hukum TNI Angkatan Laut melaksanakan Sosialisasi Unclos 1982 wilayah Koarmada I yang dipusatkan di Mako Guskamla Koarmada I Batam Kepulauan Riau, Jum’at (04/09/2020).

Kegiatan diawali sambutan Komandan Guskamla Koarmada I Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan, S.T.,M.M., dan dibuka langsung oleh Asops Kasal Laksamana Muda TNI Didik Setiyono, S.E., M.M.

Danguskamla Koarmada I menyampaikan bahwa seluruh Unsur maupun Pangkalan yang sedang melaksanakan operasi harus faham terhadap lingkungan strategis wilayah Koarmada I. Untuk itu, perlu dibekali dengan pemahaman terhadap UNCLOS 1982 dan memberikan penekanan terhadap KRI yang merupakan representasi negara di laut dimana segala tindakannya dapat menimbulkan dampak yang sangat luas, sehingga wajib hukumnya seluruh KRI faham dan menguasai tentang Hukum Laut Internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Asops Kasal berpesan agar seluruh unsur yang sedang melaksanakan operasi senantiasa berkordinasi dengan Pangkalan, Perwira Intelijen dan senantiasa menguptodate data tentang lingkungan strategis laut terkini.

Sosialisasi Unclos 1982 diikuti peserta dari Guskamla Koarmada I, Lanal Batam, KRI BKO Guskamla Koarmada I, Helly He- 4109, Pesud P-8202, serta diikuti secara video conference oleh Guspurla Koarmada I, Jajaran Lantamal, Lanal dan KRI di wilayah Koarmada I.

Kegiatan Sosialisasi Unclos 1982 di Mako Guskamla Koarmada I ini disampaikan langsung oleh Kadiskum Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Kresno Buntoro, S.H., LL.M., Ph.D.(disp/red)

Categories
Polhukam TNI

Kemenko Kemaritiman Percepat Penertiban Area Lego Jangkar di Perairan Kepri

Koran Jurnal, Batam – Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI terus mengejar percepatan upaya untuk merevitalisasi area lego jangkar di perairan Provinsi Kepri bersama kementerian dan instansi lainnya.

Guskamla Koarmada I sebagai pelaksanaan Operasi Keamanan Laut Koarmada I, telah mengkampanyekan pemberlakuan penertiban dan pengawasan secara intens perkembangannya dari perencanaan.

Danguskamla Koarmada I Laksma TNI Yayan Sofiyan, S.T., sejak awal kegiatan telah diperintahkan oleh Pangkoarmada I Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., untuk mengikuti secara intens perkembangan kegiatan tersebut dengan mengikuti rapat baik secara langsung maupun daring, serta mendampingi Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI Jenderal Purn Luhut Binsar Panjaitan saat melakukan peninjauan lapangan di Batam, Selasa (28/07/2020).

Pada kesempatan tersebut, Direktorat Informasi Bea dan Cukai menyampaikan paparan terkait BLE (Batam Logistic Ekosistem) yang merupakan sebuah system terpadu one gate system terdiri dari sejumlah portal layanan bagi penggunaan laut untuk memudahkan dan menyederhanakan proses perijinan.

Sementara itu, Danguskamla I menyampaikan agar dalam system BLE tersebut juga dapat mengakomodasi aspek “Security dan Prosperity” sehingga aparat penegak hukum di lapangan mendapatkan akses informasi perijinan yang “clear/unclear” bagi kapal-kapal yang melakukan aktivitas sehingga hal tersebut akan mempermudah identifikasi penindakan kapal-kapal yang belum clear dalam hal perijinannya untuk dilaksanakan penindakan oleh penegak hukum di laut.

“Sejak terbitnya Permenhub RI tentang area lego jangkar di Prov Kepri, Guskamla Koarmada I telah menggelar operasi dan mengidentifikasi sejumlah kapal yang beraktifitas di area lego resmi serta menangkap 5 buah kapal oleh KRI Alamang yang dikomandani Letkol Laut (P) Moechamad Fuad Hasan, S.E., MDDS., dan KRI Silea 858 yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Marlin Silian Sibarani, S.E., yang berada dibawah kendali operasi Guskamla Koarmada I,” ujar Danguskamla Koarmada I.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberadaan kapal-kapal yang ditangkap tersebut patut diduga “BLACK SHIPS” karena telah lego dalam waktu lama, tidak menghidupkan AIS, tidak ada ijin lego jangkar, dokumen dan ABK tidak ada, serta tidak melapor ke VTS Batam.

“Guskamla Koarmada I akan terus mengintensifkan Ops Kamla disejumlah area di wilayah kerja Koarmada I dan bersinergi dengan Lanal, Lantamal maupun instansi terkait lainnya,” demikian disampaikan Danguskamla Koarmada I.(disp/red)

Categories
Militer TNI

TNI Angkatan Laut Kirim Kapal Perang dalam Patkor Indindo-35/20

Koran Jurnal, Jakarta – Untuk kesekian kalinya, TNI Angkatan Laut melaksanakan fungsi diplomasi dan kerjasama militer, kerjasama bilateral tahunan antara TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut India melalui Patroli Terkoordinasi India-Indonesia (Patkor Indindo-35/20) dibawah kendali Guskamla Koarmada I, dengan mengirimkan KRI Teuku Umar-385. Hal tersebut merupakan implementasi kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E, M.M., dalam menciptakan situasi kondusif di kawasan utamanya wilayah perbatasan laut dengan negara tetangga, melalui diplomasi Angkatan Laut.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 15 dan 16 Juni 2020, KRI Teuku Umar-385 bersama satu kapal Angkatan Laut India INS Kulish P-63 melaksanakan kegiatan Rendezvous (RV) dan passing exercise sekaligus patroli laut pengamanan di wilayah masing-masing. KRI Teuku Umar-385 yang di Komandani Letkol Laut (P) Nyoman Gede Pradnyana AAL 48/2002 berada dibawah BKO Guskamla Koarmada I melaksanakan beberapa serial latihan dengan INS Kulish P-63, antara lain Comcheck, SURFEX-991 (latihan prosedur identifikasi kontak/hailing), MISCEX-830 (latihan manuver taktis), Photoex, Flaghoist Drill (latihan komunikasi dengan kibaran bendera dan morse), MISCEX-805 (latihan prosedur pembekalan di laut), dan Steam Fast (peran parade/penghormatan antar kapal).

Komandan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I Laksmana Pertama TNI Yayan Sofiyan, S.T., menegaskan agar senantiasa menampilkan performa terbaiknya dalam setiap event, dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Sementara itu, Pangkoarmada I Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan Patkor Indindo-35/20 dilaksanakan sebagai salah satu komitmen Indonesia, khususnya TNI AL dalam meningkatkan hubungan bilateral kedua negara antara Indonesia dan India, serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan sesuai dengan peran TNI AL dalam bidang diplomasi militer dan kerjasama internasional.(disp/red)

Categories
Daerah TNI

Guskamla I Terus Tingkatan Opskamla Guna Ciptakan Iklim Keamanan Laut Kondusif

Koran Jurnal, Batam – Guskamla Koarmada I terus berupaya meningkatkan Operasi Keamanan Laut disejumlah wilayah rawan terjadinya gangguan keamanan laut, baik aktivitas illegal yang dilakukan oleh kapal-kapal, pelaku tindakan gangguan keamanan laut terhadap kapal-kapal yang melintas, maupun pemanfaatan ruang laut untuk kegiatan-kegiatan illegal. Sinergitas senantiasa dilaksanakan baik dengan Lantamal/Lanal maupun instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan operasi melalui koordinasi. Hal tersebut sesuai direktif yang disampaikan Pangkoarmada I Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M.

Konsentrasi terhadap upaya menciptakan iklim keamanan laut yang terkendali dan kondusif sesuai dengan tugas pokok yang diemban sehingga seluruh jajaran Guskamla Koarmada I beserta unsur-unsur BKO, konsentrasi sepanjang waktu terhadap gelar operasi yang sedang dilaksanakan yang merupakan implementasi dari Kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., yang dilaksanakan Guskamla Koarmada I. Demikian disampaikan Danguskamla I Laksma TNI Yayan Sofiyan, S.T, sesuai pers rilis, Minggu (14/06/2020).

Upaya tersebut telah membuahkan hasil dengan berhasil diamankannya pelaku gangguan keamanan di laut yang biasa melakukan aksi pencurian di kawasan Tanjung Balai Karimun, pengusiran terhadap 84 kapal asing yang lego jangkar secara illegal di Tanjung Berakit, dan penangkapan sejumlah kapal asing yang lego jangkar illegal di wilayah teritorial Indonesia, serta kegiatan illegal lainnya.

Dalam seminggu terakhir, Guskamla Koarmada I telah mengamankan TB. NELLY 53/TK. NELLY 76 hasil tangkapan KRI Imam Bonjol-383 yang dikomandani Letkol Laut (P) Robiyanto, S.H., M.Tr.Hanla., sedangkan KRI Kujang-642 yang dikomandani Mayor Laut (P) Pungki. K, M.Tr.Opsla., berhasil menangkap LCT. CAHAYA MAULIDA, TB. SSE ALEXANDRIA, MT. SUN LIVE dan MV. LUNA II.

Keseluruhan tangkapan tersebut dikawal ke Lantamal IV Tanjungpinang untuk diproses lanjut yang sebagian besar melakukan pelanggaran terkait UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Hasil pengembangan oleh Pangkalan apabila ditemukan cukup bukti akan diproses lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada kesempatan tersebut, Danguskamla Koarmada I membenarkan dan mengapresiasi tindakan KRI Kujang-642 yang melaksanakan upaya pengejaran terhadap MT. Tenggiri yang melarikan diri ke wilayah teritorial Singapura saat akan dilaksanakan pemeriksaan oleh KRI Kujang-642. Kapal tersebut melakukan perlawanan dengan bermanuver membahayakan sehingga KRI Kujang-642 bertindak refresif berupaya menguasai MT. Tenggiri dengan menaikan Tim VBSS, namun sehubungan telah memasuki wilayah teritorial Singapura, maka Komandan KRI Kujang-642 menarik Tim untuk kembali.

Menanggapi kejadian tersebut, Danguskamla Koarmada I menyampaikan apresiasi atas keberanian Tim VBSS KRI Kujang-642 yang berupaya menaiki MT. Tenggiri yang terus bergerak melarikan diri ke wilayah teritorial negara lain serta tindakan yang dilaksanakan oleh Komandan KRI Kujang-642 sudah sesuai prosedur. Kenapa harus melarikan diri jika memang tidak ada hal-hal yang patut ditakuti karena sudah melakukan kegiatan illegal di wilayah teritorial Indonesia karena sebenarnya keberadaan Guskamla Koarmada I dan aparat penegak hukum lainnya bekerja siang malam ditengah laut meninggalkan keluarganya justru untuk mengamankan kepentingan nasional dan melindungi aktivitas yang dapat mendukung perekonomian maritim yang dicanangkan Pemerintah.(disp/red)

Categories
Daerah Kriminalitas TNI

Tim Gabungan WFQR Koarmabar Berhasil Tangkap Speed Boat Muat Barang Ilegal dari Singapura

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Tim Gabungan WFQR Western Fleet Quick Response Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang terdiri dari Koarmabar, Guskamla, Lantamal I, Lantamal IV dan Lanal Dumai akhirnya berhasil menangkap dua buah Speed Boat bermuatan minuman keras dan rokok di perairan Sungai Siak Kecil, Kabupaten Siak, Selasa (07/11/2017).

Keberhasilan penangkapan dua buah speed boat tersebut bermula dari  informasi awal adanya aktifitas speed boat yang sedang memuat barang ilegal di Jurong Port Singapura.

Selanjutnya Tim WFQR gabungan berkoordinasi dengan Intelijen Armabar, Guskamla, Lantamal I dan Lantamal IV dengan membuat analisa dan rencana penyekatan di beberapa titik yang dimungkinkan akan dilalui kedua speed boat.

Penyekatanpun dilakukan Tim Lanal Dumai dengan menggunakan 3 unit kapal patroli keamanan laut terdiri dari Patkamla Jemur, Patkamla Buser dan Patkamla Selat Panjang yang melaksanakan penyekatan di alur perairan sungai Siak Besar, sungai Siak Kecil dan di perairan Tembilahan.

Sementara Unsur Guskamlabar yaitu KRI Wiratno melaksanakan penyekatan di Muara sungai Tembilahan, Tim Lantamal IV KAL Marapas melaksanakan pencegatan di Selat Riau serta tim Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam menggunakan Combat Boat melaksanakan penyekatan di perairan Pulau Nipah.
‎
Dari hasil analisa intelijen selanjutnya seluruh unsur  patroli keamanan laut stand by di wilayah perairan yang diduga akan dilintasi oleh kedua Speed Boat yang diduga membawa barang-barang Ilegal dari Jurong Port Singapura masuk kewilayah Indonesia.

Tim gabungan dibagi menjadi dua yaitu tim darat dan tim laut. Kemudian Tim darat mendapatkan informasi menjelang tengah malam bahwa diwilayah perairan sungai siak kecil ada pergerakan kapal yang mencurigakan. Selanjutnya 2 unsur  patroli cepat Patkamla Buser  dan Patkamla Medan melakukan pengejaran terhadap sasaran.

Kedua speed boat yang berlayar menyadari adanya kapal patroli Lanal Dumai yang mengejar, kedua speed boat berlayar beriringan menambah kecepatan tinggi kemudian masuk ke arah hulu sungai Siak Kecil, sedangkan speed boat yang kedua menggunakan 1 mesin untuk mengurangi suara agar tidak terdeteksi aparat.

Pengejaran sempat terkendala dengan keterbatasan penerangan ditengah pekatnya malam, speed boat kedua menambah kecepatan dan berpencar panik saat patroli Lanal Dumai berusaha menghentikan dengan memberikan tembakan peringatan keudara namun lagi-lagi tidak digubris bahkan pelaku nekat menghilang dibalik lebatnya pohon Nipah yang berada disepanjang sungai siak. Petugas pun terus melakukan pencarian dan berhasil mengamankan speed boat beserta muatan yang sudah dikandaskan.

Selanjutnya guna proses pemeriksaan lebih lanjut, barang bukti berupa speed boat beserta muatannya dibawa menuju Pos TNI Angkatan Laut Bengkalis dengan pengawalan Patkamla Medan. Keberhasilan Koarmabar dalam melaksanakan penangkapan terhadap kedua Speed Boat bermuatan barang ilegal tersebut berkat kerjasama operasi serta kerja keras dari seluruh personel yang terlibat dalam Tim gabungan WFQR Koarmabar.

Pewarta : Anton
‎