Categories
Daerah Militer Polisi TNI

Tinjau Pengamanan Natal di Kupang, Panglima TNI Minta Prajurit Tetap Humanis

Koran Jurnal, Kupang – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur guna meninjau pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Minggu (22/12/2019).

Kegiatan diawali Panglima TNI dan Kapolri dengan melaksanakan Rapat Koordinasi di Mapolda NTT yang diikuti oleh segenap Pejabat TNI Polri diwilayah NTT.

Pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, harus dapat belajar dan merujuk pada pengamanan Tahun 2018, bahwa masing-masing instansi telah mengetahui titik-titik kritis sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.

Lebih lanjut dalam peringatan Natal dan Tahun Baru tentunya akan melibatkan pergerakan masyarakat dan kendaraan dalam jumlah cukup besar. Karenanya, dibutuhkan pelayanan publik di setiap wilayah dan tentunya jaminan keamanan yang prima. Dengan demikian, sudah seharusnya semua pihak mewaspadai dan mempersiapkan segala sesuatu sesuai bidang tugas masing-masing.

Dalam pengamanan event besar tersebut, yang patut diperhatikan juga adalah bukan sekadar mengamankan masyarakat, tetapi juga mengamankan petugas-petugas yang ditempatkan di lapangan.

Kegiatan dilanjutkan Panglima TNI dan rombongan meninjau langsung pengamanan di Gereja GMIT Jemaat Koinonia, Kuanino Kupang.

“Saya dan Kapolri meninjau langsung situasi keamanan di Kupang untuk meyakinkan rencana pengamanan natal dan tahun baru telah siap, sehingga TNI Polri mampu menghadirkan rasa aman dalam pelaksanaan Peringatan Natal dan Tahun Baru,” tegas Panglima TNI.

Setelah itu, Panglima TNI dan Kapolri langsung bergerak menuju Gereja Katholik Katederal Kristus Raja, Kupang dan berdialog langsung dengan para Prajurit TNI dan Anggota Polri yang bersiaga.

“Para Prajurit agar pedomani SOP (Standar Operasional Prosedur) dan terus layani masyarakat dengan humanis,” terang Panglima TNI.

Categories
Militer Polhukam

Kepala BNPB dan Panglima TNI Lakukan Anev serta Tinjau Karhutla di Riau

Koran Jurnal, Pekanbaru – Kepala BNPB Doni Monardo mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam rangka melakukan analisis dan evaluasi (anev) serta peninjauan langsung karhutla di Provinsi Riau, Sabtu (14/09/2019). Karhutla Riau semakin memburuk hingga menyebabkan dampak luas kepada masyarakat.

Peninjauan dilakukan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Panglima TNI setelah bertolak menuju Riau dari Lapagan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur pada pukul 13.00 WIB dengan pesawat Indonesia Air Force TNI B737. Setelah mendarat, rombongan Kepala BNPB dan Panglima TNI beserta rombongan langsung menuju Kantor Gubernur Riau untuk melakukan Rapat Koordinasi (rakor) Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Provinsi Riau bersama Gubernur Riau, Kapolda Riau, Kepala BPBD, hingga walikota dan bupati se-Provinsi Riau.

Dalam analisis dan evaluasi yang disampaikan melalui rakor tersebut, Gubernur Riau sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutla Provinsi Riau memaparkan bahwa jumlah hotspot dari Januari hingga September 2019 telah terdeteksi sebanyak lebih dari 2.000 titik. Dalam mengatasi karhutla tersebut, Pemerintah Provinsi Riau telah mengerahkan 5.499 pasukan dari unsur TNI/Polri, Manggala Agni, Pemadam Kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD hingga relawan dari masyarakat.

Selain itu, pihaknya telah mengerahkan 1 pesawat jenis Cassa 212 untuk hujan buatan, 1 helikopter pantau, 6 helikopter bantuan BNPB dan TNI serta 2 bantuan helikopter dari korporasi sebagai upaya pemadaman karhutla melalui udara.

Upaya mengatasi dampak buruk, Pemerintah Provinsi Riau juga menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah. Untuk mengurangi dampak negatif akibat asap, pembagian masker penutup mulut dan hidung juga dilakukan. Selain itu, pos-pos darurat kesehatan telah didirikan, baik mulai dari rumah sakit, puskesmas hingga pos kesehatan masyarakat lain di wilayah tertentu. Gubernur Syamsuar juga meminta agar korporasi juga turut membantu dengan menyediakan lebih banyak pos kesehatan dan memberi pelayanan yang terbaik

Di hadapan Panglima TNI dan Kepala BNPB, Gubernur dengan masa bakti 2018-2023 itu mengharap agar bantuan personel darat dapat ditambah mengingat cakupan karhutla di Riau meluas. Selain itu beliau juga mengajak agar kekuatan tidak hanya dari pemerintah saja, melainkan dari korporasi juga masyarakat.

Syamsuar dengan tegas menyatakan akan mengambil langkah tindak lanjut secara nyata terhadap pihak yang terbukti melanggar dan membakar hutan untuk kepentingan korporasi dengan mencabut izin perusahaannya. Seluruh bupati dan walikota yang hadir diminta untuk mendukung keputusan itu dan dapat dilaksanakan dengan baik.

“Kepada bupati dan walikota, Saya mengharap bahwa semua perusahaan harus ada izin dari bupati, dan apabila ada yg melanggar saya minta agar dibekukan,” tegas Syamsuar.

Sementara itu, Kepala BNPB kembali menegaskan bahwa asap (karhutla) adalah pembunuh yang tidak bisa diketahui secara langsung. Membiarkan asap adalah membiarkan kerusakan generasi yang akan datang. Oleh sebab itu, Doni menekankan agar seluruh unsur, baik masyarakat hingga pemerintah daerah agar bersinergi melakukan penanggulangan melalui upaya pencegahan. Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu juga mengingatkan bahwa jika tidak bisa menyepelekan hal itu maka manusia itu menjadi pembunuh potensial.

“Boleh jadi nanti kalau anda sekalian bisa, (menanggulangi karhutla) maka semuanya bisa jadi pahlawan kemanusiaan. Jika tidak bisa, kita adalah pembunuh potensial,” tegas Doni.

Dalam kesempatan yang sama, Doni Monardo juga kembali menegaskan bahwa 99% karhutla disebabkan oleh ulah manusia. Dari beberapa kali kunjungan di Riau, Doni mendapatkan laporan bahwa 80% karhutla itu berubah menjadi perkebunan, seperti yang terjadi di Kabupaten Pelalawan.

“Kita ketahui bahwa 80% karhutla di Pelalawan berubah menjadi kebun. Saya catat, saya ingat itu, ungkapan Pak Bupati Pelalawan,” ungkap Doni.

Dalam hal itu, Doni juga meminta agar pemerintah daerah tidak hanya bermain kata-kata saja namun juga harus ada tindakan yang nyata. Hal itu dikatakan mengingat sebelumnya Doni mendengar slogan “Riau Tanpa Asap,” akan tetapi hal itu berbanding terbalik dengan kenyataannya.

“Saya tidak ingin hanya slogan-slogan. Dulu saya senang dengan pernyataan Riau Tanpa Asap. Tapi apa, hari ini Riau penuh asap,” ujar Doni.

Mendukung upaya dan pernyataan Kepala BNPB yang sebelumnya disampaikan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan kembali bahwa permasalahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat saja. Adapun unsur TNI dalam hal ini berfungsi untuk membantu kementerian/lembaga mengatasi karhutla dengan personel dan peralatan tempur yang disesuaikan. Oleh karena itu, Panglima TNI mengajak seluruh unsur masyarakat, korporasi dan pemerintah daerah serta media agar bersama-sama memecahkan masalah yang sudah menjadi langganan setiap tahun.

Sejauh ini TNI sudah membantu upaya pemadaman karhutla yang melanda di beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan dengan menerjunkan pasukan langsung ke titik api. Selain itu, TNI juga telah berupaya menyemaikan natrium klorida (NaCl) untuk hujan buatan dan melakukan pemadaman melalui udara dengan water-bombing.

Panglima juga mendukung upaya pencegahan sebagai langkah mitigasi terbaik seperti melakukan penanaman pohon produktif dan mengubah pemahaman serta perilaku manusia agar lebih mementingkan kelestarian lingkungan demi generasi penerus bangsa. Tentunya hal itu dibutuhkan partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak.

“TNI tugasnya membantu. Jangan sampai nanti TNI yang justru seakan memiliki permasalahan ini. Ini permasalahan kita semua. Kita yang harus menyelesaikan masalah,” tutup Panglima TNI.

Usai melakukan analisis dan evaluasi serta rakor karhutla tersebut, Panglima TNI dan Kepala BNPB akan melanjutkan kunjungan kerja di Riau dengan melakukan pantauan udara langsung menggunakan helikopter pada esok hari, Minggu (15/9).(hum/red)

Categories
Militer Polhukam TNI

Panglima TNI Resmikan Satuan Koopssus Tentara Nasional Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, bertindak selaku Inspektur Upacara pada peresmian satuan Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia (Koopssus TNI), bertempat di lapangan Satpamwal Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (30/07/2019). Bertindak sebagai Komandan Upacara yaitu Kolonel Mar Nanang Saefulloh, yang sehari-hari menjabat Komandan Denjaka.

Panglima TNI dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan Koopssus TNI didasari pada beberapa aturan hukum terkait tugas pokok TNI, termasuk diantaranya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 yang juga mengatur pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme.

“Secara tegas Undang-Undang tersebut mengatur bahwa tugas TNI dalam mengatasi aksi terorisme merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi TNI yaitu penangkal, penindak dan sebagai pemulih,” terangnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dinamika ancaman asimetris yang terus berkembang, khususnya terorisme global, menuntut kesiapan TNI untuk dapat mengatasinya dengan dilandasi ketentuan dan aturan hukum yang kuat.

“Pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme sudah menjadi amanat Undang-Undang, terutama bila dipandang bahwa ancaman tersebut sebagai tindakan yang mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah, ataupun keselamatan segenap bangsa Indonesia,” tegasnya.

Panglima TNI juga menerangkan bahwa Koopssus TNI melengkapi jajaran satuan elit yang telah dimiliki TNI. Sebagai satuan elit, personel Koopssus TNI yang berasal dari pasukan khusus ketiga matra merupakan prajurit-prajurit pilihan.

“Mereka memiliki kualifikasi untuk melakukan berbagai jenis operasi khusus, baik di dalam maupun di luar negeri, yang menuntut kecepatan dan keberhasilan yang tinggi. Satuan ini juga merupakan implementasi dari 11 Program Prioritas yang saya canangkan saat dilantik sebagai Panglima TNI, yaitu pembentukan Pasukan Khusus Tri Matra,” ungkapnya.

“11 Program Prioritas merupakan program TNI untuk menghadapi spektrum ancaman yang semakin kompleks. TNI harus menjadi organisasi yang adaptif dihadapkan pada perkembangan teknologi, serta perkembangan taktik dan teknik peperangan yang tidak lagi linier dan konvensional, namun juga asimetrik dan non konvensional,” ujarnya.

Panglima TNI menegaskan bahwa dengan dibentuknya Koopssus TNI ini, bukan berarti menihilkan peran pasukan khusus matra masing-masing. Namun justru mensinergikan pelaksanaan tugas TNI secara gabungan, sebagaimana doktrin tri matra terpadu “Tri Dharma Eka Karma”.

“Jadilah satuan berkemampuan Tri Matra yang handal dan profesional.
Segera laksanakan orientasi tugas dan kesiapsiagaan pasukan, karena
setiap saat ancaman dapat terjadi dan membutuhkan pengerahan pasukan Koopssus TNI,” tutupnya.

Komandan Koopssus TNI dijabat oleh Brigjen TNI Rochadi yang sebelumnya menjabat Dir A Bais TNI.  Peresmian Koopssus TNI dimeriahkan Demontrasi Free Fall dengan membawa Bendera Lambang-Lambang Angkatan
yaitu Bendera TNI AD (Kartika Eka Paksi), Bendera TNI AL (Jalesveva Jayamahe), Bendera TNI AU (Swa Bhuwana Paksa), Bendera Koopssus TNI (Tricakti Adhikari), Bendera TNI (Tri Dharma Eka Karma) dan Bendera Merah Putih.

Di hadapan awak media, Panglima TNI mengatakan bahwa peresmian
Koopssus TNI dibentuk dalam satu wadah yaitu Badan Pelaksanaan Pusat (Balakpus) yang secara struktural komando langsung di bawah Panglima TNI, sehingga pasukan khusus dari tiga matra yaitu matra darat, matra laut dan matra udara stand by di Mabes TNI dan sewaktu-waktu bisa digunakan oleh Panglima TNI atas perintah Presiden RI.

“Balakpus lebih mudah lebih simpel dibanding Komando Utama (Kotama), sehingga paling tepat adalah kita menggunakan Balakpus yang langsung di bawah Panglima TNI. Sedangkan tugas dari Koopssus TNI adalah mengatasi aksi terorisme, baik dalam maupun luar negeri yang mengancam
ideologi kedaulatan, keutuhan dan keselamatan segenap bangsa Indonesia,” ujarnya.

Kemudian kalau ada pertanyaan bahwa bagaimana dengan pasukan khusus di tiga matra, Panglima TNI menerangkan bahwa secara materiil sama adalah pasukan khusus, namun ditingkatkan lagi di tataran Mabes TNI karena ancamannya juga berbeda.

“Ada ancaman dari darat, laut maupun udara, sehingga diperlukan interoperability kesamaan dan TNI menyiapkan doktrin kemudian sarana dan prasarana untuk menggerakkan pasukan khusus tersebut. Itu yang paling penting yang harus saya sampaikan kepada rekan-rekan sekalian,” jelasnya.

Upacara peresmian Koopssus TNI dihadiri diantaranya Ketua DPR RI H. Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPD RI Letjen TNI Mar (Purn) Nono Sampono, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, dan Kabaharkam Polri (mewakili Kapolri) Komjen Pol Drs. Condro Kirono, serta sejumlah Pejabat Teras TNI.(Pusp/red)

Categories
Militer Polhukam TNI

Prajurit TNI Harus Profesional dalam Pelaksanaan Tugas

Koran Jurnal, Jakarta – Sebagai alat pertahanan negara, TNI membutuhkan prajurit-prajurit yang profesional. Profesionalisme hanya akan bisa dicapai bila setiap prajurit terdidik dan terlatih dengan baik, untuk melaksanakan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya, dimana tantangan di masa depan akan semakin kompleks.

Demikian amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP yang dibacakan Kepala Staf Koopsau I Marsma TNI Andi Heri Wahyudi selaku Inspektur Upacara Bendera yang diikuti seluruh pejabat dan anggota Makoopsau I, di lapangan Makoopsau I, Jakarta, Rabu (17/07/2019).

Lebih lanjut Panglima TNI mengingatkan bahwa TNI tidak lagi bersikap tertutup, sehingga kepada setiap komandan satuan bertanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan anggotanya.

“Oleh karena itu, setiap Dansat harus terlebih dahulu memiliki kemampuan yang tinggi dan wawasan yang luas agar dapat mengarahkan dengan baik dan waspadai upaya memecah belah, radikalisasi maupun dampak negatif lainnya dari perkembangan lingkungan yang ada,” tambah Panglima TNI.

Selain itu, Panglima TNI juga menghimbau agar nilai-nilai luhur yang menjadi sendi-sendi pengabdian setiap prajurit TNI tidak boleh berubah, Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI harus mengalir dalam setiap hembusan nafas prajurit dimana berada dan bertugas serta memelihara dan meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Di akhir amanatnya Panglima TNI mengajak untuk berdoa bagi keselamatan 12 prajurit dan Helikopter MI-17 yang hilang kontak di Pegunungan Bintang, Papua, yang masih dalam proses pencarian.(pen/red)

Categories
Militer Pendidikan Polisi TNI

Panglima TNI: Taruna Akmil dan Akpol Merupakan Investasi Bangsa

Koran Jurnal, Jakarta – Negara telah menanam investasi jangka panjang sumber daya manusia dengan cara menjadikan atau mendidik Taruna Akademi TNI (Akmil) dan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Itu adalah investasi bangsa Indonesia sebagai sumber daya manusia yang luar biasa.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat memberikan pembekalan kepada 781 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri, terdiri dari 259 Akademi Militer (244 putra, 15 putri), 117 Akademi Angkatan Laut (103 putra, 14 putri), 99 Akademi Angkatan Udara (90 putra, 9 putri) dan 306 Akademi Kepolisian (256 putra, 50 putri), bertempat di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jum’at (12/07/2019).

“Investasi sumber daya manusia jangka panjang yang ditanam oleh negara dan bangsa saat ini, harus benar-benar kita manfaatkan dan yang bersangkutan para Taruna-Taruni yang nanti akan menjadi Perwira harus benar-benar memiliki kemampuan yang unggul agar tidak tertinggal oleh negara-negara lain,” tegas Panglima TNI.

Lebih lanjut dikatakan bahwa peperangan bukan hanya domainnya TNI saja, peperangan itu adalah domainnya TNI-Polri dan seluruh warga negara dalam wadah Bela Negara. “Para instruktur membimbing kalian, tujuannya adalah untuk siap menghadapi tantangan masa depan,” ucapnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa TNI dan Polri lahir dari satu rahim yaitu Ibu Pertiwi yang saat itu juga sedang tertatih-tatih untuk bisa merebut kemerdekaan. “Saat itu TNI dan Polri pernah hidup dalam satu wadah yaitu Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI),” ungkapnya.

Menurutnya, pada tahun 1998 TNI dan Polri dipisahkan dan harus memisahkan fungsi Polri terlebih dahulu dengan kelahiran Undang-Undang No. 2 tahun 2002 dan Undang-Undang TNI No. 34 tahun 2004. “Apakah pisah secara total, jawabannya tidak bahwa TNI dan Polri memiliki tugas menjaga stabilitas politik dan keamanan Negara,” ujarnya.

Panglima TNI berpesan kepada Capaja Akademi TNI dan Akpol, diantaranya: Pertama, keterbukaan wawasan, penguasaan dan penggunaan teknologi adalah kunci di masa depan. “Kalau kita tidak paham betul revolusi 4.0, maka sia-sialah kita menjadi Perwira Remaja dengan pangkat Letda atau Ipda. Kita hanya terbengong-bengong, kita akan ditinggalkan oleh negara-negara lain yang lebih besar yang paham betul dengan revolusi 4.0.,” jelasnya.

Kedua, kita harus cepat beradaptasi dan memahami perubahan perkembangan zaman karena perubahan semakin cepat, ancaman perubahan juga semakin cepat, tugas-tugas baru akan muncul lebih cepat dalam merespon ancaman sejalan dengan apa yang sedang dibangun yaitu cyber.  Ketiga, kita harus selalu bersinergi sebagai komponen-komponen bangsa.

Diakhir pembekalannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengucapkan selamat bertugas kepada para perwira muda. Untuk itu, tunjukan dharma bhaktimu, kejarlah ilmu dan jangan ketinggalan. “Saat ini kita masuk di revolusi industri 4.0 dan tidak lama lagi kita masuk di revolusi 5.0. Selamat bertugas, selamat berjuang di medan tempur yang sebenarnya,” tandasnya.(Pusp/red)

Categories
Opini Pendidikan TNI

Panglima TNI Sebut MOS dan ACA National Championship Membentuk Mentalitas Bangsa Yang Kuat

Koran Jurnal, Solo – Microsoft Office Specialist dan Adobe Certified Associate National Championship serta bidang pendidikan lainnya akan dapat membentuk mentalitas bangsa yang kuat, tidak inferior di depan bangsa lain dan memiliki kemampuan, keunggulan serta kualifikasi yang tidak kalah dibandingkan bangsa lain di dunia. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada penutupan Microsoft Office Specialist + Adobe Certified Associate National Championship tahun 2019 di SMA Pradita Dirgantara, Solo, Jawa Tengah, Kamis (04/07/2019).

Panglima TNI menghargai prakarsa panitia kompetisi ini karena kompetisi ini sarat dengan teknologi yang mengambil tema “Dream to Reality: The Significance of Dream and What They Can Represent”.

Menurutnya, tema ini telah mewakili kesadaran betapa perkembangan teknologi mendatang hanya dibatasi oleh mimpi, mimpi yang dapat terwujud menjadi kenyataan. “Penguasaan teknologi sejak dini adalah prasarat mutlak kemajuan bangsa di masa mendatang,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI juga mengingatkan bahwa di masa mendatang, teknologi tersebut tentu akan semakin maju. “Dengan artificial intelligence/kecerdasan buatan, kecepatan perubahan akan semakin mencengangkan. Itulah dunia yang akan dihadapi dan akan menjadi tempat kompetisi generasi muda bangsa,” ujarnya.

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan, bahwa kunci di masa depan adalah penguasaan teknologi dan siapa yang menguasai teknologi dialah yang unggul. Generasi milenial adalah generasi yang lekat dengan teknologi. Namun demikian harus diarahkan pada penguasaan teknologi yang tepat guna, terutama yang berkaitan dengan disrupsi-disrupsi di masa depan.

“Kunci kedua adalah adaptasi. Saat ini semua orang tergagap-gagap menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat. Untuk itu, diperlukan juga kecepatan beradaptasi dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi yang ada,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa SMA Pradipta Nusantara yang berhasil memenangkan 4 kategori yang telah berhasil mewakili Indonesia dalam ajang MOS + ACA World Championship yang diselenggarakan di New York, Amerika Serikat.

Untuk yang belum memperoleh kesuksesan, Panglima TNI mengingatkan, bahwa hal itu bukan berarti kegagalan, melainkan hanya faktor yang tertunda dalam memperoleh kesuksesan.

“Oleh karena itu, jangan pernah menyerah, wujudkan mimpi-mimpi besar demi bangsa dan bahkan dunia,” tegasnya.(Pusp/red)

Categories
Militer TNI

Panglima TNI Resmikan Monumen Pesawat MiG-17

Koran Jurnal, Jawa Tengah – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. meresmikan Monumen Pesawat MiG-17 Fresco yang berada di Kompleks Alun-Alun Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (06/04/2019).

Mengawali sambutannya, Panglima TNI mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bupati dan seluruh masyarakat Kabupaten Banyumas, serta berbagai pihak atas dukungan yang diberikan dalam pembangunan Monumen Pesawat MiG-17 Fresco, sehingga pembangunan ini dapat berjalan lancar dan diselesaikan dengan baik.

“Ini adalah bukti bahwa kita sebagai bangsa yang besar, senantiasa menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa sekarang ini Alun-Alun Banyumas telah memiliki sebuah pesawat legendaris milik TNI AU yaitu MiG-17 Fresco. “Pesawat asal Rusia ini, pernah digunakan TNI AU pada tahun 1960-1969,” ungkapnya.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa Pesawat MiG-17 Fresco ini sangat berjasa bagi Republik Indonesia, khususnya saat pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda.  “Saat itu, Pesawat MiG 17 inilah yang diantaranya membuat Belanda memperhitungkan kekuatan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), yang berada pada urutan keempat dunia waktu itu,” jelasnya.

“Semoga dengan kehadiran Pesawat MiG-17 Fresco ini dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat akan TNI, khususnya TNI AU dan menumbuhkan kecintaan kepada tanah air serta semangat kejuangan kita semua,” ujarnya.

Diakhir sambutannya, Panglima TNI mengharapkan semoga pesawat ini menjadi inspirasi bagi generasi muda bangsa, untuk menjadi penjelajah dan pelindung angkasa nusantara.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Wakapolri, Komjen Pol. Drs. Ari Dono Sukmanto S.H., Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum., Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., dan Bupati Banyumas Ir. H. Achmad Husein.(Pusp/red)

Categories
Jurnal Foto

Panglima TNI Terima Kunjungan Ketua Umum PGI

Categories
Militer Nasional TNI

Mutasi Jabatan dan Promosi 68 Perwira Tinggi TNI

Radar Militer, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memutasi 68 perwira di lingkungan Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1393/XII/2018, 20 Desember 2018 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia, ditetapkan mutasi terdiri dari 39 perwira jajaran TNI AD, 13 perwira jajaran TNI AL dan 16 perwira jajaran TNI AU.

Dari 68 perwira yang dimutasi, terdapat 19 kolonel, sisanya 49 jenderal.

“Mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier perwira tinggi, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis,” ujar Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman dalam keterangan tertulis, Jum’at (21/12/2018).

“Oleh karena itu, TNI melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan personel di tingkat perwira tinggi TNI,” tuturnya.

Berikut daftar mutasi dan promosi 68 perwira TNI seperti dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan Mabes TNI, Jumat.

39 Perwira TNI Angkatan Darat:

1. Mayjen TNI Dody Usodo Hargo S., S.I.P., M.M. dari Wadanjen Akademi TNI menjadi Staf Khusus Kasad,

2. Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang, S.I.P., M.M., M.Tr.(Han) dari Kapuspen TNI menjadi Wadanjen Akademi TNI,

3. Brigjen TNI Sisriadi dari Sesditjen Kuathan Kemhan menjadi Kapuspen TNI,

4. Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin, S.H., S.I.P., M.H. dari Pa Sahli Tk. III Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI menjadi Staf Khusus Panglima TNI,

5. Brigjen TNI Darwin Haroen, S.I.P. dari Kapusjarah TNI menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI,

6. Kolonel Kav Prantara Santosa, S.Sos., M.Si. dari Danpusdikter Pusterad menjadi Kapusjarah TNI,

7. Brigjen TNI Drs. Janner Sirait, S.Sos. dari Pa Sahli Tk. II Ekku Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun),

8. Kolonel Inf Usman Sulandri dari Pamen Denma Mabesad menjadi Pa Sahli Tk. II Ekku Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI,

9. Brigjen TNI Benny Octaviar, M.D.A. dari Kapusjianstra TNI menjadi Pa Sahli Tk. II Intekmil Sahli Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI,

10. Brigjen TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) dari Pa Sahli Tk. II Intekmil Sahli Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI menjadi Kapusjianstra TNI.

11. Mayjen TNI Dominicus Agus Riyanto dari Irjenad menjadi Asrena Kasad,

12. Mayjen TNI Suko Pranoto dari Pangdam XVI/Ptm menjadi Irjenad,

13. Mayjen TNI Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H. dari Pangdivif-2 Kostrad menjadi Pangdam XVI/Ptm,

14. Brigjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr.(Han) dari Dirdok Kodiklatad menjadi Pangdivif-2 Kostrad

15. Brigjen TNI Mirza Agus, S.I.P. dari Danrem 032/WBR (Padang) Kodam I/BB menjadi Dirdok Kodiklatad,

16. Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.I.P. dari Danpuslatpur Kodiklatad menjadi Danrem 032/WBR (Padang) Kodam I/BB,

17. Brigjen TNI Eko Erwanto dari Kadislaikad menjadi Staf Khusus Kasad,

18. Brigjen TNI P. Gunung Sarasmoro dari Pati Ahli Kasad Bid. Ilpengtek dan LH menjadi Kadislaikad,

19. Brigjen TNI Rukman Ahmad, S.I.P. dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Ahli Kasad Bid. Ilpengtek dan LH,

20. Brigjen TNI Djashar Djamil, S.E. dari Kadisjarahad menjadi Staf Khusus Kasad,

21. Kolonel Inf Eddy Syahputra Siahaan, S.I.P., M.M. dari Paban Sahli Bid. Kesejahteraan, Koperasi, dan Yayasan Sahli Kasad menjadi Kadisjarahad.

22. Brigjen TNI Sigid Witjaksono, S.I.P., M.Si. dari Dirpalad menjadi Staf Khusus Kasad,

23. Kolonel Cpl Subagyo, S.E., M.M. dari Sekretaris Dislitbangad menjadi Dirpalad,

24. Brigjen TNI Erry Herman, S.E., M.P.A. dari Dirajenad menjadi Staf Khusus Kasad,

25. Kolonel Caj F.F. Fransis Wewengkang dari Wadirajenad menjadi Dirajenad,

26. Brigjen TNI Rubiono Prawiro dari Pati Ahli Kasad Bid. Sosial dan Budaya menjadi Staf Khusus Kasad,

27. Kolonel Czi Amalsyah Tarmizi, S.I.P. dari Paban Sahli Bid. Bahsenpar Pok Sahli Bid. Sosbud Sahli Kasad menjadi Pati Ahli Kasad Bid. Sosial dan Budaya,

28. Brigjen TNI Jeffry Apoly Rahawarin dari Asdep Koordinasi Intelijen Pertahanan Kemenko Polhukam menjadi Asdep Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan Kemenko Polhukam,

29. Brigjen TNI Martono dari Kapusdiklat Jemenhan Badiklat Kemhan menjadi Dosen Tetap Unhan,

30. Kolonel Kav Suharto Lebang, S.I.P., M.M. dari Widyaiswara Madya Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan menjadi Kapusdiklat Jemenhan Badiklat Kemhan,

31. Kolonel Inf Aminullah dari Kabag Dukops Binda Sulawesi Tenggara BIN menjadi Kabinda Sulawesi Tenggara BIN.

32. Brigjen TNI Daru Cahyono, S.E. dari Kabinda Lampung BIN menjadi Agen Madya pada Direktorat Rendalgiat Ops Deputi II BIN,

33. Kolonel Czi Drs. Ignasius Wahyu Hadi Prasetyo dari Kasubdit Analisis dan Evaluasi pada Direktorat Rendalgiat Ops Deputi VIII BIN menjadi Kabinda Lampung BIN,

34. Brigjen TNI Teddy Surachmat, S.E. dari Direktur Amerika dan Eropa Deputi I BIN menjadi Agen Madya pada Direktorat Amerop Deputi I BIN,

35. Brigjen TNI Sun Suripto, S.I.P., M.Si. dari Direktur Afrika dan Timur Tengah Deputi I BIN menjadi Agen Madya pada Direktorat Kerjasama Internasional Deputi I BIN,

36. Brigjen TNI Agoes Joesni, S.H. dari Kabinda Jawa Tengah BIN menjadi Agen Madya pada Direktorat Sulawesi dan Nusa Tenggara Deputi II BIN,

37. Kolonel Inf Sondhi Siswanto, S.H. dari Kabagdukops pada Binda Jawa Tengah BIN menjadi Kabinda Jawa Tengah BIN,

38. Brigjen TNI Mundasir, S.I.P., M.M. dari Bandep Ur. Lingkungan Strategi Regional pada Deputi Bid. Pengkajian dan Penginderaan Setjen Wantannas menjadi Bandep Ur. Pertahanan Keamanan pada Deputi Bid. Pengembangan Setjen Wantannas,

39. Brigjen TNI Drs. Sindu Tikno S., M.Si.(Han) dari Diropsdik Debid. Dik. Pimp. Tk. Nasional Lemhannas menjadi Dirprogbangdik Debid. Dik. Pimp. Tk. Nasional Lemhannas.

13 Perwira TNI Angkatan Laut:

1. Laksma TNI drg. R.A. Nora Lelyana, M.H.Kes., F.I.C.D. dari Kadiskesal menjadi Staf Khusus Kasal,

2. Laksma TNI dr. I. Dewa Gede Nalendra D.I., Sp.B. dari Karumkital dr. RML Diskesal menjadi Kadiskesal,

3. Kolonel Laut (K) dr. Ahmad Samsulhadi dari Kalakesla Diskesal menjadi Karumkital dr. RML Diskesal,

4. Laksma TNI Ngatminto, S.E. dari Pati Sahli Kasal Bid. Soskumdang menjadi Staf Khusus Kasal,

5. Kolonel Laut (E) Sugiarto, S.E. dari Kasubdis Progla Dispotmar Mabesal menjadi Pati Sahli Kasal Bid. Soskumdang,

6. Laksma TNI Sunaryo, CFrA dari Irbin Itjenal menjadi Ir Pengadaan Itjen Kemhan,

7. Laksma TNI Bernhard Setyabudi Heruyono dari Dirum Kodiklatal menjadi Irbin Itjenal,

8. Kolonel Laut (P) Taat Siswo Sunarto, S.E., M.Si. dari Sahli C Ops Pangkoarmada II menjadi Dirum Kodiklatal,

9. Laksda TNI R. Achmad Rivai, S.E., M.M. dari Pangkolinlamil menjadi TA Pengkaji Bid. Sismennas Lemhannas,

10. Laksma TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M. dari Kas Koarmada I menjadi Pangkolinlamil,

11. Laksma TNI T.S.N.B. Hutabarat, M.M.S. dari Wadan Seskoal menjadi Kas Koarmada I,

12. Laksma TNI Tatit E. Witjaksono, S.E., M.Tr.(Han) dari Kapuskersin TNI menjadi Wadan Seskoal

13. Kolonel Laut (P) Didik Kurniawan, S.T., M.Si. dari Paban Utama B-6 Dit B Bais TNI menjadi Kapuskersin TNI.

16 Perwira TNI Angkatan Udara:

1. Marsdya TNI Muhammad Syaugi, S.Sos. dari Ka BNPP menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun)

2. Marsma TNI N. Ponang Djawoto dari Dirmat Ditjen Kuathan Kemhan menjadi Sesditjen Kuathan Kemhan,

3. Marsma TNI A. Gustaf Brugman, M.Si.(Han) dari Danpuslat Kodiklat TNI menjadi Kadisminpersau,

4. Marsma TNI Djamaluddin, M.Si.(Han) dari Kadisminpersau menjadi Danpuslat Kodiklat TNI,

5. Marsma TNI Gatot Purwanto, M.Si.(Han) dari Dirum Kodiklat TNI menjadi Pamen Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun),

6. Kolonel Pnb Tyas Nur Adi dari Danlanud Slm menjadi Dirum Kodiklat TNI,

7. Marsma TNI Gunadi Haryadji dari Pati Sahli Kasau Bid. Sumdanas menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun),

8. Marsma TNI Yudi Bustami, S.Sos. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Sahli Kasau Bid. Sumdanas,

9. Marsma TNI Sugeng Sutrisno dari Pati Sahli Kasau Bid. Strahan menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun),

10. Kolonel Kes dr. Elisa Samson M., Sp.M. dari Kadep Mata RSPAU dr. S. Hardjolukito menjadi Pati Sahli Kasau Bid. Strahan,

11. Marsma TNI dr. Krismono Irwanto, MH.Kes. dari Kalakespra Saryanto menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun),

12. Kolonel Kes dr. Ferdik Sukma Wahyudin, Sp.S., M.Kes. dari Dokter Pribadi Presiden RI menjadi Kalakespra Saryanto,

13. Marsma TNI Drs. Andy M. Taufik, M.D.S. dari Sekretaris Deputi pada Deputi Bid. Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur Kemenko Polhukam menjadi Asdep Koordinasi Intelijen Pertahanan Kemenko Polhukam,

14. Kolonel Lek Anthon Marpaung dari Agen Madya pada Direktorat Sumatera dan Kalimantan Deputi II BIN menjadi Kabinda Riau BIN,

15. Marsma TNI Uganda Irwanto dari Bandep Ur. Pertahanan Keamanan pada Deputi Bid. Pengembangan Setjen Wantannas menjadi Bandep Ur. Lingkungan Strategi Regional pada Deputi Bid. Pengkajian dan Penginderaan Setjen Wantannas,

16. Marsma TNI Toto Boedihardjo, S.H. dari Dirprogbangdik Debid. Dik. Pimp. Tk. Nasional Lemhannas menjadi Diropsdik Debid. Dik. Pimp. Tk. Nasional Lemhannas.(red/Pusp)

Categories
Nasional Polhukam

TNI dan BSSN Jalin Kerjasama Penguatan Keamanan Siber

Koran Jurnal, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaksanakan kerja sama tentang Penguatan Keamanan Siber dan Persandian di lingkungan TNI, yang berlaku dalam kurun waktu selama lima tahun.

Nota Kesepahaman kerja sama tersebut, ditanda tangani langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto., S.I.P. dan Kepala BSSN Djoko Setiadi, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (08/11/2018).

Nota kesepahaman antara TNI dan BSSN diantaranya meliputi penguatan sumber daya dalam bidang keamanan Siber dan persandian serta peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutannya mengatakan bahwa memasuki era revolusi industri 4.0, mau tidak mau TNI harus mengikuti perkembangan yang sedang terjadi dan harus menggunakan alat untuk mendapatkan kecepatan informasi dengan memiliki perangkat Siber yang dilengkapi dengan jaringan, konten dan aplikasi.

“Siber harus memiliki tiga syarat yaitu jaringan, konten dan aplikasi. Apabila hanya ada satu dari tiga syarat tersebut, maka belum bisa dibilang Siber,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BSSN Djoko Setiadi mengatakan bahwa BSSN sangat mengapresiasi dan mendukung upaya TNI dalam membangun keamanan Siber. Menurutnya, dengan pembentukan Satuan Siber TNI (Satsiber TNI) sebagai bagian dari institusi TNI diharapkan mampu untuk menjamin terwujudnya pertahanan Siber TNI dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Kepala BSSN mengatakan bahwa BSSN sebagai institusi pemerintah yang memiliki tugas dan kewenangan dalam keamanan Siber dan Persandian siap memberikan dukungan pengamanan teknologi di ruang Siber.

“Kerja sama yang dilakukan antara Badan Siber dan Sandi Negara dengan TNI ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dalam menciptakan keamanan Siber,” katanya.(ton/Pusp)