


Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dr.Ir. Penny K. Lukito, M.CP., menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara BPOM dan TNI, bertempat di Ruang Hening Gedung Sudirman Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jum’at (28/09/2018).
Nota Kesepahaman yang disepakati antara lain kerja sama dalam rangka Optimalisasi Sumber Daya dan sinergitas pengawasan obat dan makanan meliputi, Penguatan pengawasan obat dan makanan, Peningkatan kompetensi bagi petugas dari TNI dan BPOM terkait dengan pengawasan obat dan makanan, Pertukaran data dan atau informasi terkait pengawasan obat dan makanan, Pemanfaatan sarana dan prasarana, Upaya kerjasama strategis di bidang obat dan makanan.
Panglima TNI mengatakan bahwaTNI sudah memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas dalam memproduksi obat-obatan maupun bahan makanan untuk memenuhi peningkatan pelayanan kesehatan kepada prajurit dan keluarganya, Sementara BPOM sesuai tugas dan fungsinya adalah badan pengawasan obat dan makanan.
“Di tiga matra TNI yaitu di Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara masing-masing memiliki lembaga farmasi yang kemampuanmemproduksi obat-obatan untuk kebutuhan obat dalam peningkatan pelayanan kesehatan kepada prajurit dan keluarganya,” jelasnya
Selanjutnya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa saat ini belanja obat-obatan untuk kepentingan kesehatan biayanya cukup tinggi, dengan TNI mampu memproduksi obat sendiri maka TNI akan dapat mengurangi anggaran untuk belanja obat-obatan dan makanan.
“Untuk itu, dengan kerja sama inikami ingin dari BPOM melaksanakan supervisi dalam rangka pembuatan obat dan pemberian sertifikasi obat serta pemberian izin edar obat yang sudah kita produksi,” harap Panglima TNI.
Panglima TNI menuturkan bahwa TNI pernah mampu memproduksi lebih dari 125 jenis obat, namun sekarang direduce (dikurangi). Sementara permintaan dukungan bekal obat-obatan di daerah–daerah operasi untuk kebutuhan kesehatan masih tinggi.
Pada kesempatan tersebut,Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menginstruksikan kepada Kepala Staf Angkatan untuk segera melaksanakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman sehingga dapat memenuhi bekal kesehatan setelah mendapat release dari BPOM.
“Mudah-mudahan apa yang kita inginkan ini semuanya bertujuan untuk peningkatan atau mempertahankan derajat kesehatan prajurit TNI sehingga prajurit TNI selalu sehat dan dapat melaksanakan tugas pokok dengan baik dalam menjaga NKRI,” ujarnya.(red/Pusp)
Koranjurnal.co.id, Jakarta – Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) meraih Juara Umum pada Kejuaraan Nasional Karate Piala Panglima TNI ke-VI tahun 2018 dengan perolehan medali 12 Emas, 11 Perak dan 4 Perunggu, yang berlangsung selama tiga hari (21-23 September 2018) di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.
Dengan capaian tersebut, menempatkan Mabesad sebagai peringkat pertama sekaligus mempertahankan posisinya sebagai Juara Umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI ke-VI tahun 2018 dan berhak kembali mempertahankan Piala Bergilir Panglima TNI yang dilaksanakan setiap tahun. Disamping itu, Mabesad juga menjuarai kategori Best Of The Best putra dan putri khusus TNI, yang diraih oleh Sertu Maruli B. Butar Butar (putra) dan Serda Kowad Mona Ramozana (putri).
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya yang dibacakan Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., pada upacara penutupan Kejurnas Karate Piala Panglima TNI ke-VI Tahun 2018, Minggu (23/9/2018) mengatakan bahwa Kejurnas Karate Piala Panglima TNI menjadi tempat pembelajaran, baik dalam hal teknis penyelenggaraan, kejuaraan maupun pembinaan karateka personel TNI di satuan dan para karateka di perguruan dan provinsi masing-masing.
Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, salah satu tujuan dari Kejurnas Karate Piala Panglima TNI adalah mensinergikan seluruh unsur terkait, untuk mendapatkan atlet terbaik dari seluruh Indonesia. “Mereka selanjutnya akan menjadi duta-duta bangsa Indonesia, yang akan mengibarkan Sang Saka Merah Putih di kejuaraan kancah dunia,” katanya.
Panglima TNI mengatakan bahwa melalui Kejurnas Karate Piala Panglima TNI ke-VI tahun 2018 diharapkan dapat memberikan pengaruh dan semangat yang positif kepada para atlet kategori senior TNI, para atlet umum seluruh kategori serta seluruh official dan pelatih. “Arah dan keberlangsungan pembinaan karate diharapkan dapat lebih difokuskan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar, diantaranya yaitu Olimpiade 2020 di Tokyo,” ucapnya.
“Seluruh satuan TNI, perguruan serta Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) agar senantiasa mensinergikan pembinaan generasi muda atlet karate kita, sehingga akan lahir atlet-atlet yang mampu mengangkat harkat dan derajat bangsa Indonesia di dunia internasional,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Panglima TNI menyampaikan ucapan selamat kepada para atlet, official dan seluruh kontingen yang telah berhasil meraih prestasi terbaik. “Jadikan pencapaian tersebut sebagai pijakan untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapai, membenahi strategi, melaksanakan evaluasi dan pembinaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
“Saya percaya pengalaman ini akan menjadi cambuk dan pemicu semangat untuk berprestasi lebih baik lagi di kompetisi selanjutnya. Tidak ada kata menyerah apalagi berputus asa bagi karateka-karateka Indonesia,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Sementara itu, untuk Juara Umum II pada kategori TNI ditempati oleh Direktorat Zeni Angkatan Darat (Ditziad) dengan perolehan medali 2 Emas dan 3 Perunggu, sedangkan Juara Umum III diraih oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dengan perolehan medali 1 Emas, 3 Perak dan 4 Perunggu.
Untuk kategori umum, Juara I diraih Kontingen DKI Jakarta dengan perolehan medali 11 Emas, 6 Perak dan 5 Perunggu. Juara II diraih Institut Karate-Do Nasional (INKANAS) dengan perolehan medali 5 Emas, 3 Perak dan 7 Perunggu, sedangkan Juara III diraih Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) dengan perolehan medali 4 Emas, 5 Perak dan 7 Perunggu.(red/Pusp)
Koranjurnal.co.id, Jakarta – Netralitas TNI-Polri dalam menghadapi Pemilu tahun 2019 adalah salah satu kunci yang akan menentukan keberhasilan Pemilu, khususnya di bidang pengamanan. TNI-Polri harus mampu menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun dan mewujudkan sinergitas TNI-Polri agar dalam pelaksanaan tugas pengamanan dapat dicapai kesuksesan, sehingga keamanan dan keutuhan NKRI dapat terjaga.
Demikian pembekalan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. diwakili Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman dengan materi “Sinergi TNI-Polri Dalam Pengamanan Pemilu 2019”di hadapan 364 peserta Rapat Koordinasi Nasional Pengamanan Pemilu Tahun 2019 Dalam Rangka Mewujudkan Keamanan Dalam Negeri, di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jalan Tirtayasa Raya No. 6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/09/2018).
Menurut Panglima TNI, upaya untuk mensukseskan pelaksanaan perbantuan TNI kepada Polri dalam pengamanan Pemilu tidak bisa dicapai secara instan, dibutuhkan proses untuk mencapai keberhasilan, diperlukan sosialisasi masing-masing pihak tentang aturan yang berlaku, mekanisme perbantuan, prosedur pengamanan dan penyamaan persepsi tentang tujuan perbantuan untuk mencapai keterampilan yang tinggi dan kemampuan interoperability.
Panglima TNI menegaskan bahwa selama pelaksanaan Pemilu 2019, TNI-Polri harus tetap mewujudkan terpeliharanya Kamtibmas, mencegah terjadinya anarkisme, kerusuhan sosial baik vertikal maupun horisontal dan mencegah terjadinya kerawanan lanjutan yang berpotensi mengancam eksistensi negara.
“Mari bersama-sama kita bangun etos kerja sesuai bidang keahlian kita masing-masing, sehingga TNI-Polri akan makin profesional dan dengan dilandasi jiwa ksatria serta loyalitas tegak lurus, kita Dharma Baktikan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kerawanan-kerawanan Pemilu 2019 antara lain pada tahap masa tenang, yaitu penyebaran isu hoax, money politik, intimidasi dan perusakan logistik Pemilu pada tahap pemungutan suara.
“Dengan pengalaman Pilkada serentak 2018, TNI-Polri sudah mempersiapkan diri, apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan, itu semua sudah disimulasikan,” ungkapnya.
Disisi lain Panglima TNI mengatakan bahwa untuk mengantisipasi pengamanan Pemilu 2019, TNI akan mengerahkan personel sampai dengan dua pertiga dari kekuatan Polri yang terlibat operasi dan kekuatan itu akan digelar di wilayah-wilayah yang memang dianggap rawan termasuk berbagai macam Alutsista dari ketiga matra.
“Jumlah personel yang disiagakan tentunya akan kita sesuaikan dan kita akan menunggu apa yang diperlukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujarnya.
“Dalam pelaksanaan pentahapan Pemilu 2019, TNI selalu berkoordinasi dengan Polri tentang rencana pengamanan sesuai dengan pentahapan dimulai dari tahap pendaftaran dan penetapan calon,masa kampanye, distribusi logistik, masa tenang pemungutan dan penghitungan suara serta pengamanan objek vital termasuk pengamanan pejabat penyelenggara Pemilu sampai dengan pelantikan anggota DPR, DPRD, serta Presiden dan Wakil Presiden,” jelasnya.
Panglima TNI juga mengatakan bahwa saat ini TNI-Polri sudah melakukan latihan-latihan parsial bersama tentang prosedur pengamanan bersama di setiap wilayah dengan melakukan koordinasi antara Polda dan Kodam.
“Diharapkan pada saat pelaksanaan pengamanan sudah terjadi sinkronisasi dan saling kesepahaman sehingga tidak akan terjadi benturan antara sesama aparat di lapangan,” tegasnya.(red/Pusp)
Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian. Ph.D., melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau lokasi dan korban gempa bumi yang terjadi beberapa waktu di wilayah Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dengan menggunakan Pesawat Boeing 737 VIP TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian beserta rombongan tiba di Bandara Internasional Lombok, Kamis (23/08/2018).
Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri disambut oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmad Juri, S.H., M.Hum, Danrem 162/Wira Bhakti selaku Komandan Penanganan Darurat Bencana (PDB) Gempa Lombok Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Ludi Muharjo, Danlanud Rembiga NTB Kolonel Pnb Dodi Fernando, S.E., MSoc.Sc. serta Sekda NTB Ir. H. Rosiady Husaenie Suyati, M.Sc., Ph.D.,
Turut serta dalam kunjungan tersebut, diantaranya Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Aslog Panglima TNI Laksda TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M., Aslog Kapolri Irjen Pol Asep Suhendar, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS,Pati Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E., Komandan Korps Brimob Irjen Pol Rudi Sufahriadi dan Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo.(tonmp/Pusp)
Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyerahkan bea siswa dalam bentuk tabungan 1 juta rupiah perbulan hingga lulus SMA kepada Johannes Adekalla (Joni) siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Silawan, Atambua, yang memanjat tiang bendera saat Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 tahun 2018 di Belu Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan bea siswa dilaksanakan di ruang tamu Panglima TNI Subden Mabes TNI Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (20/08/2018).
Panglima TNI pada kesempatan tersebut berpesan agar Joni mempunyai semangat yang tinggi dan tekat baja serta rendah hati untuk mewujudkan cita-citanya menjadi tentara.
“Kalau kesehatan bagus, jasmani bagus, akademik bagus dan psikologi bagus bisa masuk Akademi Militer, menjadi Letnan Dua,” ungkapnya.
“Untuk itu, saya minta orang tua turut mengawasi dan juga saya perintahkan kepada Dandim 1605 Belu untuk memonitor, membimbing fisik dan kesehatan Joni agar cita-citanya terwujud,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Turut hadir dalam penyerahan bea siswa tersebut, Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo, Waaspers Panglima TNI Brigjen TNI Gunung Iskandar, Wakapuspen TNI Laksma TNI Tunggul Suropati, S.E., M.Tr. (Han), Brigjen TNI Santos Gunawan Matondang dan kedua orang tua Joni Victorino Fahik Marschal serta Ibu Lorenca Gama.(red/Pusp)
Koranjurnal.co.id, Papua – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Bhayangkara ke-72 tahun 2018 kepada seluruh jajaran anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dimanapun berada.
“Selamat Ulang Tahun ke-72 para anggota sekalian, semoga Polri semakin profesional, modern dan terpercaya,” kata Panglima TNI didampingi Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D. saat mengunjungi Markas Polda Papua Jayapura, Jalan Sam Ratulangi No. 8, Bayangkara, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Minggu (01/07/2018).
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu-ibu Bhayangkari yang telah mendukung para Bhayangkara Polri dalam melaksanakan tugasnya demi menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai bersama.
Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri saat ini sudah semakin baik, hal ini terbukti dari hasil survei persepsi publik terhadap Kepolisian terus meningkat.
“Sekali lagi, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya selama ini,” ucapnya.
Selanjutnya, Panglima TNI berpesan dan menekankan kembali agar soliditas dan sinergitas TNI Polri terus tetap dijaga. Menurutnya, TNI-Polri adalah institusi yang besar di negeri ini dan apabila TNI-Polri bersinergi, maka dapat dipastikan NKRI tetap utuh.
“Oleh sebab itu, soliditas TNI-Polri adalah harga mati dan menjaga NKRI adalah harga mati,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut,Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyerahkan potongan tumpeng kepada anggota Polda Papua termuda.
Turut serta dalam kunjungan tersebut diantaranya, Plt. Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Sudarmo, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A., Kabais TNI Marsda TNI Kisenda Wiranatakusumah, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Asops Kapolri Irjen Pol Drs. Deden Juhara, Kapolda Papua Irjen PolBoy Rafli Amar dan Komandan Korps Brimob Irjen Pol Rudi Sufahriadi.(red/Pusp)