Categories
Militer Pendidikan

Panglima TNI: TNI dan Polri Miliki  Pendidikan Chandradimuka Peletak Dasar Integrasi

Koran Jurnal, Magelang – TNI dan Polri  memiliki pendidikan Chandradimuka yang telah ditempuh selama tiga bulan sesungguhnya merupakan waktu yang sangat singkat untuk membentuk sebuah budaya sinergi dan kerjasama pada dua organisasi yang sangat besar di negeri ini. Dua organisasi yang senantiasa menjadi tumpuan rakyat Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang mengemuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memimpin Upacara Wisuda 776 Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, bertempat di lapangan Sapta Marga Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (01/11/2018).
 
Menurut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, 3 (tiga) bulan tersebut adalah waktu yang sangat berharga bagi Taruna–Taruni TNI dan Polri hidup dan berlatih bersama, berbagi suka dan duka, mengenal satu sama lain dan bahkan mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing tanpa sekat.
 
“Selama kurun waktu tersebut,diharapkan tumbuh ikatan sosial, psikologisdan jiwa korsa yang erat. Sampai saat ini pun saya masih merasakan eratnya persaudaraan, jiwa korsa dan ikatan batin dengan seluruh rekan Perwira TNI dan Polri yang bersama-sama menjalani beratnya latihan serta suka duka pendidikan,” kata Panglima TNI.
 
Selanjutnya, Panglima TNI mengatakan bahwa pendidikan selama 3 (tiga) bulan sesungguhnya adalah peletak dasar integrasi yang sangat dibutuhkan kelak di kemudian hari. Dikatakan demikian karena dalam beberapa waktu terakhir, bangsa Indonesiadilanda beberapa bencana. 
“Bencana yang merenggut nyawa, harta  dan benda sertarakyat menjadi saksi bahwa sinergi seluruh komponen bangsa sangat dibutuhkan dalam meringankan beban penderitaan korban. Sinergi tersebut sangat dibutuhkan dalam masa tanggap darurat sampai pada rehabilitasi dan rekonstruksi,” ungkapnya.
 
Ditambahkan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bahwa kerja sama seluruh kementerian, lembaga dan seluruh komponen bangsa sejatinya tidak hanya dalam penanggulangan bencana. Seluruh proses pembangunan nasional guna pencapaian tujuan sebuah bangsa dan negara tidak dapat berjalan maksimal bila ada ketimpangan didalamnya. Layaknya perahu dayung, tidak akan dapat mengarungi lautan dengan segala gelombang, arus dan tiupan angin bila pendayung diatasnya tidak bekerja sama,” ujarnya.
 
“Untuk itulah TNI dan Polri akan senantiasa menjadi pemersatu serta mendorong seluruh komponen bangsa yang ada dalam berkolaborasi dan bekerjasama membangun negeri tercinta,” jelasnya.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan kepada seluruh Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian bahwa menjadi prajurit TNI dan anggota Polri adalah pilihan hidup yang mulia. Pilihan terhormat untuk mengabdikan diri pada bangsa dan negara, melalui profesi yang menuntut pengorbanan tinggi.
“Untuk itu, diperlukankomitmen pribadi yang kuat untuk menyelesaiakan pendidikan ini sampai tuntasdan selanjutnya nanti menjalankan tugas sebagai Perwira dengan terhormat sampai purna tugas,” pungkasnya.
 
Adapun 776 Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian yang dilantik, terdiri dari Akademi Militer 295 orang (277 Taruna dan 18 Taruni), Akademi Angkatan Laut 109 orang (99 Taruna dan 10 Taruni), Akademi Angkatan Udara 115 orang (105 Taruna dan 10 Taruni) serta Akademi Kepolisian 257 orang (227 Taruna dan 30 Taruni).(ton/Pusp) 
 
Categories
TNI

Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Dubes Kanada Untuk Indonesia

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima  Kunjungan Kehormatan (Courtesy Call) Duta Besar Kanada Untuk Indonesia H.E. Mr. Peter Mac Arthur bertempat di ruang tamu Panglima TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (15/10/2018).
Kunjungan kehormatan Dubes Kanada  dalam rangka memperdalam hubungan yang sudah terbina antar kedua Angkatan Bersenjata serta lebih meningkatkan jalinan kerjasama pertahanan dan militer kedua negara yang selama ini sudah terjalin dengan baik.
Panglima TNI didampingi Kapuspen TNI Mayjen TNI Santos G. Matondang M.Tr (Han), Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono, S.E., M.Tr (Han) dan Waasintel Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) R. Widad P Ajie, M.B.A., Grad. Dip. S.S.
                                                                          
Turut hadir mendampingi Dubes Kanada, Asathan Kanada di Jakarta Major Enric Bouffard.(red/Pusp)
Categories
Nasional TNI

TNI dan BPOM Jalin Kerja Sama Sinergitas Pengawasan Obat-Obatan  

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.  bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dr.Ir. Penny K. Lukito, M.CP.,  menandatangani Nota  Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara BPOM dan TNI,  bertempat di Ruang Hening Gedung Sudirman Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jum’at (28/09/2018).

Nota Kesepahaman yang disepakati antara lain kerja sama dalam rangka Optimalisasi Sumber Daya dan sinergitas pengawasan obat dan makanan meliputi, Penguatan pengawasan obat dan makanan, Peningkatan kompetensi bagi petugas dari TNI dan BPOM terkait dengan pengawasan obat dan makanan, Pertukaran data dan atau informasi terkait pengawasan obat dan makanan, Pemanfaatan sarana dan prasarana, Upaya kerjasama strategis di bidang obat dan makanan.

Panglima TNI mengatakan bahwaTNI  sudah memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas dalam memproduksi obat-obatan maupun bahan makanan untuk memenuhi peningkatan pelayanan kesehatan kepada prajurit dan keluarganya, Sementara BPOM sesuai tugas dan fungsinya adalah badan  pengawasan obat dan makanan.

“Di tiga matra TNI yaitu di Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara masing-masing memiliki lembaga farmasi yang kemampuanmemproduksi obat-obatan untuk kebutuhan obat dalam peningkatan pelayanan kesehatan kepada prajurit dan keluarganya,” jelasnya

Selanjutnya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa saat ini belanja obat-obatan untuk kepentingan kesehatan biayanya cukup tinggi, dengan TNI mampu memproduksi obat sendiri  maka TNI akan dapat mengurangi anggaran untuk belanja obat-obatan dan makanan.

“Untuk itu, dengan kerja sama inikami ingin dari BPOM melaksanakan supervisi dalam rangka pembuatan obat dan pemberian  sertifikasi obat serta pemberian izin edar obat yang sudah kita produksi,” harap Panglima TNI.

Panglima TNI menuturkan bahwa TNI pernah mampu memproduksi lebih dari 125 jenis obat, namun sekarang direduce  (dikurangi). Sementara permintaan dukungan bekal obat-obatan di daerah–daerah operasi untuk kebutuhan kesehatan masih tinggi.

Pada kesempatan tersebut,Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menginstruksikan kepada Kepala Staf Angkatan untuk segera  melaksanakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman sehingga dapat memenuhi bekal kesehatan setelah mendapat  release dari BPOM.

“Mudah-mudahan apa yang kita inginkan ini semuanya bertujuan untuk peningkatan atau mempertahankan derajat kesehatan prajurit TNI sehingga prajurit TNI selalu sehat dan dapat melaksanakan tugas pokok dengan baik dalam menjaga NKRI,” ujarnya.(red/Pusp)

Categories
TNI

Mabesad Juara Umum Kejurnas Karate Piala Panglima TNI ke-VI Tahun 2018

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) meraih Juara Umum pada Kejuaraan Nasional Karate Piala Panglima TNI ke-VI tahun 2018 dengan perolehan medali 12 Emas, 11 Perak dan 4 Perunggu, yang berlangsung selama tiga hari (21-23 September 2018) di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Dengan capaian tersebut, menempatkan Mabesad sebagai peringkat pertama sekaligus mempertahankan posisinya sebagai Juara Umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI ke-VI tahun 2018 dan berhak kembali mempertahankan Piala Bergilir Panglima TNI yang dilaksanakan setiap tahun. Disamping itu, Mabesad juga menjuarai kategori Best Of The Best putra dan putri khusus TNI, yang diraih oleh Sertu Maruli B. Butar Butar (putra) dan Serda Kowad Mona Ramozana (putri).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya yang dibacakan Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., pada upacara penutupan Kejurnas Karate Piala Panglima TNI ke-VI Tahun 2018, Minggu (23/9/2018) mengatakan bahwa Kejurnas Karate Piala Panglima TNI menjadi tempat pembelajaran, baik dalam hal teknis penyelenggaraan, kejuaraan maupun pembinaan karateka personel TNI di satuan dan para karateka di perguruan dan provinsi masing-masing.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, salah satu tujuan dari Kejurnas Karate Piala Panglima TNI adalah mensinergikan seluruh unsur terkait, untuk mendapatkan atlet terbaik dari seluruh Indonesia. “Mereka selanjutnya akan menjadi duta-duta bangsa Indonesia, yang akan mengibarkan Sang Saka Merah Putih di kejuaraan kancah dunia,” katanya.

Panglima TNI mengatakan bahwa melalui Kejurnas Karate Piala Panglima TNI ke-VI tahun 2018 diharapkan dapat memberikan pengaruh dan semangat yang positif kepada para atlet kategori senior TNI, para atlet umum seluruh kategori serta seluruh official dan pelatih. “Arah dan keberlangsungan pembinaan karate diharapkan dapat lebih difokuskan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar, diantaranya yaitu Olimpiade 2020 di Tokyo,” ucapnya.

“Seluruh satuan TNI, perguruan serta Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) agar senantiasa mensinergikan pembinaan generasi muda atlet karate kita, sehingga akan lahir atlet-atlet yang mampu mengangkat harkat dan derajat bangsa Indonesia di dunia internasional,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Panglima TNI menyampaikan ucapan selamat kepada para atlet, official dan seluruh kontingen yang telah berhasil meraih prestasi terbaik. “Jadikan pencapaian tersebut sebagai pijakan untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapai, membenahi strategi, melaksanakan evaluasi dan pembinaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

“Saya percaya pengalaman ini akan menjadi cambuk dan pemicu semangat untuk berprestasi lebih baik lagi di kompetisi selanjutnya. Tidak ada kata menyerah apalagi berputus asa bagi karateka-karateka Indonesia,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Sementara itu, untuk Juara Umum II pada kategori TNI ditempati oleh Direktorat Zeni Angkatan Darat (Ditziad) dengan perolehan medali 2 Emas dan 3 Perunggu, sedangkan Juara Umum III diraih oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dengan perolehan medali 1 Emas, 3 Perak dan 4 Perunggu.

Untuk kategori umum, Juara I diraih Kontingen DKI Jakarta dengan perolehan medali 11 Emas, 6 Perak dan 5 Perunggu. Juara II diraih Institut Karate-Do Nasional (INKANAS) dengan perolehan medali 5 Emas, 3 Perak dan 7 Perunggu, sedangkan Juara III diraih Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) dengan perolehan medali 4 Emas, 5 Perak dan 7 Perunggu.(red/Pusp)

Categories
Polhukam TNI

Panglima TNI: Netralitas TNI-Polri di Bidang Pengamanan Kunci Keberhasilan Pemilu 2019

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Netralitas TNI-Polri dalam menghadapi Pemilu tahun 2019 adalah salah satu kunci yang  akan menentukan keberhasilan Pemilu, khususnya di bidang pengamanan. TNI-Polri harus mampu menunjukkan  komitmen yang kuat dalam membangun dan mewujudkan sinergitas TNI-Polri agar dalam pelaksanaan tugas pengamanan dapat dicapai kesuksesan, sehingga keamanan dan keutuhan NKRI dapat terjaga.

Demikian pembekalan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. diwakili Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman dengan materi “Sinergi TNI-Polri Dalam Pengamanan Pemilu 2019”di hadapan 364 peserta Rapat Koordinasi Nasional Pengamanan Pemilu Tahun 2019 Dalam Rangka Mewujudkan Keamanan Dalam Negeri, di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jalan Tirtayasa Raya No. 6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/09/2018).

Menurut Panglima TNI, upaya untuk  mensukseskan pelaksanaan perbantuan TNI kepada Polri dalam pengamanan  Pemilu tidak bisa dicapai secara instan, dibutuhkan proses untuk mencapai keberhasilan, diperlukan sosialisasi masing-masing pihak tentang aturan yang berlaku, mekanisme perbantuan, prosedur pengamanan dan penyamaan persepsi tentang tujuan perbantuan untuk mencapai keterampilan yang tinggi dan kemampuan interoperability.

Panglima TNI menegaskan bahwa selama pelaksanaan Pemilu 2019,  TNI-Polri harus tetap mewujudkan terpeliharanya Kamtibmas, mencegah terjadinya anarkisme, kerusuhan sosial baik vertikal maupun horisontal dan mencegah terjadinya kerawanan lanjutan yang berpotensi mengancam eksistensi  negara.

“Mari bersama-sama kita bangun etos kerja sesuai bidang keahlian kita masing-masing, sehingga TNI-Polri akan makin profesional dan dengan dilandasi jiwa ksatria serta loyalitas tegak lurus, kita Dharma Baktikan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kerawanan-kerawanan Pemilu 2019 antara lain pada tahap masa tenang, yaitu penyebaran isu hoax, money politik,  intimidasi dan perusakan logistik Pemilu pada tahap pemungutan suara.

“Dengan pengalaman Pilkada serentak 2018, TNI-Polri sudah mempersiapkan diri, apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan,  itu semua sudah disimulasikan,” ungkapnya.

Disisi lain Panglima TNI mengatakan bahwa untuk mengantisipasi pengamanan Pemilu 2019, TNI akan mengerahkan personel sampai dengan dua pertiga dari kekuatan Polri yang terlibat operasi dan  kekuatan itu akan digelar di wilayah-wilayah yang memang dianggap rawan termasuk berbagai macam Alutsista dari ketiga matra.

“Jumlah personel yang disiagakan tentunya akan kita sesuaikan dan kita akan menunggu apa yang diperlukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujarnya.

“Dalam pelaksanaan pentahapan Pemilu 2019, TNI selalu berkoordinasi dengan Polri tentang rencana  pengamanan sesuai dengan pentahapan dimulai dari tahap pendaftaran dan penetapan calon,masa kampanye, distribusi logistik, masa tenang pemungutan dan penghitungan suara serta pengamanan objek vital termasuk  pengamanan pejabat penyelenggara Pemilu sampai dengan pelantikan anggota DPR, DPRD, serta Presiden dan Wakil Presiden,” jelasnya.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa  saat ini TNI-Polri sudah melakukan latihan-latihan parsial bersama tentang prosedur pengamanan bersama di setiap wilayah dengan melakukan koordinasi antara Polda dan Kodam.

“Diharapkan pada saat pelaksanaan pengamanan sudah terjadi sinkronisasi dan saling kesepahaman sehingga tidak akan terjadi benturan antara sesama aparat di lapangan,” tegasnya.(red/Pusp)

Categories
Militer Nasional TNI

Panglima TNI dan Kapolri Kunjungan Kerja ke Lombok NTB

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan  Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian. Ph.D., melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau lokasi dan korban gempa bumi yang terjadi beberapa waktu di wilayah Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan menggunakan Pesawat Boeing 737 VIP TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian beserta rombongan tiba di Bandara Internasional Lombok, Kamis (23/08/2018).

Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri disambut oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmad Juri, S.H., M.Hum, Danrem 162/Wira Bhakti selaku Komandan Penanganan Darurat Bencana (PDB) Gempa Lombok Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Ludi Muharjo, Danlanud Rembiga  NTB Kolonel Pnb Dodi Fernando, S.E., MSoc.Sc. serta Sekda NTB Ir. H. Rosiady Husaenie Suyati, M.Sc., Ph.D.,

Turut serta dalam kunjungan tersebut, diantaranya Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Aslog Panglima TNI Laksda TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M., Aslog Kapolri Irjen Pol Asep Suhendar, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS,Pati Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E., Komandan Korps Brimob Irjen Pol Rudi Sufahriadi dan Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo.(tonmp/Pusp)

Categories
Nasional Ragam TNI

Panglima TNI Serahkan Bea Siswa kepada Joni Pemanjat Tiang Bendera

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyerahkan bea siswa dalam bentuk tabungan 1 juta rupiah perbulan hingga lulus SMA kepada Johannes Adekalla (Joni) siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Silawan, Atambua, yang memanjat tiang bendera saat Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 tahun 2018 di Belu Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan bea siswa dilaksanakan di ruang tamu Panglima TNI Subden Mabes TNI Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (20/08/2018).

Panglima TNI pada kesempatan tersebut berpesan agar Joni mempunyai semangat yang tinggi dan tekat baja serta rendah hati untuk mewujudkan cita-citanya menjadi tentara.

“Kalau kesehatan bagus, jasmani bagus, akademik bagus dan psikologi bagus bisa masuk Akademi Militer, menjadi Letnan Dua,” ungkapnya.

“Untuk itu, saya minta orang tua turut mengawasi dan juga saya perintahkan kepada Dandim 1605 Belu untuk memonitor, membimbing fisik dan kesehatan Joni agar cita-citanya terwujud,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Turut hadir dalam penyerahan bea siswa tersebut, Waaster Panglima TNI  Brigjen TNI (Mar) Purnomo, Waaspers Panglima TNI Brigjen TNI Gunung Iskandar, Wakapuspen TNI Laksma TNI Tunggul Suropati, S.E., M.Tr. (Han), Brigjen TNI Santos Gunawan Matondang dan kedua orang tua  Joni Victorino Fahik Marschal serta Ibu Lorenca Gama.(red/Pusp)

Categories
Nasional TNI

Panglima TNI Ucapkan Selamat Ulang Tahun Bhayangkara ke-72 

Koranjurnal.co.id, Papua – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Bhayangkara ke-72 tahun 2018 kepada seluruh jajaran anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dimanapun berada.

“Selamat Ulang Tahun ke-72 para anggota sekalian, semoga Polri semakin profesional, modern dan terpercaya,” kata Panglima TNI didampingi Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D. saat mengunjungi Markas Polda Papua Jayapura, Jalan Sam Ratulangi No. 8, Bayangkara, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Minggu (01/07/2018).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu-ibu Bhayangkari yang telah mendukung para Bhayangkara Polri dalam  melaksanakan tugasnya demi menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai bersama.

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto  mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri saat ini sudah semakin baik, hal ini terbukti dari hasil survei persepsi publik terhadap Kepolisian terus meningkat.

“Sekali lagi, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya selama ini,” ucapnya.

Selanjutnya, Panglima TNI berpesan dan menekankan kembali agar soliditas dan sinergitas TNI Polri terus tetap dijaga.  Menurutnya, TNI-Polri adalah institusi yang besar di negeri ini dan apabila TNI-Polri bersinergi, maka dapat dipastikan NKRI tetap utuh.

“Oleh sebab itu, soliditas TNI-Polri adalah harga mati dan menjaga NKRI adalah harga mati,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut,Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyerahkan potongan tumpeng kepada anggota Polda Papua termuda.

Turut serta dalam kunjungan tersebut diantaranya, Plt. Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Sudarmo, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A., Kabais TNI Marsda TNI Kisenda Wiranatakusumah, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Asops Kapolri Irjen Pol Drs. Deden Juhara, Kapolda Papua Irjen PolBoy Rafli Amar dan Komandan Korps Brimob Irjen Pol Rudi Sufahriadi.(red/Pusp)

Categories
Nasional Polhukam TNI

Panglima TNI Terima Audiensi PT. Pelindo II di Mabes TNI

0Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Aslog Panglima TNI Mayjen TNI Bambang Nariyono, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A. dan Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah menerima audiensi PT. Pelindo II yang dipimpin oleh Dr. Ir. Surat Indrijarso, M.Sc, selaku Penasehat PT. Pelindo II yang sehari-hari menjabat Deputi Bidang PMK Sekretariat Kabinet RI didampingi Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT. Pelabuhan Indonesia II Bapak Saptono R. Irianto dan rombongan, bertempat di Mabes TNI,  Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/04/2018).
 
Mengawali audiensinya, Dr. Ir. Surat Indrijarsomewakili seluruh jajaran PT. Pelindo II mengucapkan terima kasih  dengan berkenannya Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menerima kunjungannya dan sekaligus menjelaskan program-program yang diharapkan dapat meningkatkan sinergitas dengan PT. Pelindo dalam rangka pengembangan infrastruktur, meningkatkan pelayanan dan penataan termasuk efisiensi terkait jeda waktu penggudangan.
“Keberadaan PT. Pelindo II sudah banyak bersinergi dengan unsur-unsur TNI,” ucapnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Dr. Ir. Surat Indrijarso menyampaikan bahwa PT. Pelindo II berkeinginan melaksanakan  study bersama terkait optimalisasi pelabuhan-pelabuhan, khususnya di Tanjung Priok yang dikelola PT. Pelindo II.
 
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyambut baik berbagai program yang akan dilakukan oleh PT. Pelindo II, khususnya dalam  mengoptimalisasikan pelabuhan di Tanjung Priok. Menurutnya, tidak hanya pelabuhan di Tanjung Priok, tetapi juga pelabuhan-pelabuhan lain yang dikelola oleh PT. Pelindo II.  
“Mari kita duduk bersama untuk memberikan solusi terbaik agar bisa  saling memberikan manfaat, baik bagi PT. Pelindo II maupun TNI,” katanya.
 
Terkait study bersama, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto  mengatakan pada dasarnya TNI selalu mendukung program-program pemerintah khususnya peningkatan pertumbuhan ekonomi termasuk dengan PT Pelindo II. 
“Tentunya sebelum dilaksanakan study, sebaiknya dibahas terlebih dahulu hal-hal teknis,” ucapnya.(red/Pusp) 
Categories
Nasional Polhukam Polisi TNI

Panglima TNI: Soliditas TNI dan Polri Bukan Hanya Seremonial Belaka

Koranjurnal.co.id, Balikpapan – Soliditas TNI dan Polri bukan hanya pada tataran atas tetapi sampai pada tataran paling bawah dan bukan hanya seremonial belaka. Untuk itu, seluruh Prajurit TNI dan Polri harus memegang teguh kebanggaan, memiliki  disiplin, dedikasi dan kinerja yang tinggi, professional serta loyalitas yang  terbaik kepada negara dan bangsa.
 
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kasad Jenderal TNI Mulyono, pada saat memberikan  pengarahan kepada 4.750 personel TNI dan Polri se-wilayah Kalimantan Timur, bertempat di Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (28/03/2018) kemarin. 
 
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjantomengatakan bahwa kehadiran pejabat, prajurit TNI dan Polri termasuk para Babinsa dan Babinkamtibmas pada kegiatan hari ini menunjukkan begitu eratnya soliditas TNI dan Polri.  
“Saya bangga kepada seluruh prajurit TNI dan Polri, saya melihat dari depan empat warna pelangi ada di sini (TNI AD, AL, AU dan Polri) dan ini menunjukkan bahwa soliditas TNI dan Polri sangat baik,”  ungkapnya.
 
“Saya yakin seluruh Prajurit TNI dan Polri bangga dapat ditempatkan di wilayah ini,  yang tentunya menjadi pengalaman tersendiri dengan situasi geografi,  demografi dan kondisi sosial yang ada di Kalimantan Timur,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
 
Dihadapan 4.750 personel TNI dan Polri, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa  kemajuan pesat yang tak terduga di berbagai bidang khususnya bidang digital, computing power, dan analisa data selalu memiliki paradoks yang membuka peluang ancaman. “Beberapa diantaranya yang paling signifikan adalah ancaman siber, biologi dan kesenjangan,” ucapnya.
 
Disisi lain pengarahannya, Panglima TNI kembali menegaskan bahwa menjelang Pilkada serentak tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019, Prajurit TNI dan Polri harus  tetap solid dan netral serta  mempunyai tugas pengamanan demi suksesnya pesta demokrasi. “Tugas TNI mendukung Polri dalam hal mengamankan pelaksanaan kegiatan pesta demokrasi 2018 dan 2019, termasuk membantu pengiriman logistik Pemilukada dan Pemilu ke daerah-daerah yang sulit dan terpencil,” tuturnya.
 
Diakhir pengarahannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan penekanan dan harapan untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas  Prajurit TNI dan Polri, sebagai berikut:  Pertama, jaga kepercayaan rakyat kepada TNI dan Polri, jangan sampai  dinodai dan rusak atau dihancurkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.  Kedua, tingkatkan kemampuan deteksi dini maupun cegah dini dari ancamanIdeologi, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya, Pertahanan dan Keamanan  (Ipoleksosbudhankam) yang dapat mengancam persatuan, kesatuan dan keutuhan bangsa dan negara, khususnya dalam penyelenggaraan Pemilukada 2018 dan tahapan Pemilu 2019. Ketiga, TNI dan Polri sebagai aparat negara harus berdiri tegak di atas semua golongan dan mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga ke-Bhinneka–an dan senantiasa melaksanakan tugas dengan tulus ikhlas serta tidak mengenal menyerah.  Keempat, unsur pimpinan agar selalu dekat dan menyatu dengan anak buahnya,  sehingga mengetahui segala kesulitan yang dialami bawahannya dan segera dapat mengambil langkah solusinya.  Kelima, tetap jaga dan pelihara soliditas dan solidaritas TNI dan Polri hingga terjalin antar individu sebagai modal dasar melaksanakan peran fungsi dan tugas masing-masing, serta menjadi teladan bagi stakeholders maupun komponen masyarakat lainnya.
 
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam pengarahannya mengatakan bahwa ketika TNI dan Polri bersatu, maka negara ini sudah aman.  
“Agenda-agenda tingkat nasional maupun internasional seperti pengamanan pesta demokrasi Pemilukada tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019 serta pelaksanaan Asian Games ke-18 di Indonesia, semuanya akan berjalan aman,” ujarnya.
 
Lebih lanjut Kapolri menyampaikan bahwa netralitas TNI dan Polri pada pesta demokrasi, dengan tidak ikut memilih dalam Pemilukada dan Pemilu merupakan kehendak rakyat. “Soliditas TNI dan Polri hendaknya tidak hanya pada tataran atas tetapi betul-betul solid sampai ke tingkat paling bawah,” katanya. 
 
Dihadapan awak media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa tujuan kunjungannya bersama Kapolri ke Kalimantan Timur adalah untuk menyamakan pola pikir, pola sikap dan pola tindak demi menjamin netralitas pada pesta demokrasi Pilkada tahun 2018 dan tahapan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019.
 
“Apa yang sudah ditunjukkan oleh seluruh  Prajurit TNI dan Polri pada hari ini, Saya yakin tujuan netralitas itu bisa tercapai dan pengamanan Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019 berjalan aman, sukses dan lancar,” kata Panglima TNI.
 
Dalam kunjungan kerjanya ke Kalimantan Timur, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian didampingi Ibu Tri Suswati Tito Karnavian.(red/Pusp)