Categories
Nasional Polhukam

HUT TNI ke 79, Kapolri Listyo Sigit: Kami Bersinergi di Laut dan Bumi Nusantara

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menghadiri secara langsung peringatan HUT TNI ke-79 yang diselenggarakan di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (5/10/2024).

Dalam memperingati HUT TNI, Jenderal Sigit memastikan sinergitas TNI dan Polri akan selalu terjalin di manapun bertugas.

“Waktu terus berjalan kami selalu berdampingan, beriringan. Saling mendukung, saling melengkapi. Kami adalah saudara yang lahir dari Rahim Ibu Pertiwi,” ujar Jenderal Sigit dikutip dari akun Instagram resminya, Sabtu (5/10/2024).

Jenderal Sigit menekankan, TNI dan Polri akan selalu berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan, TNI dan Polri akan selalu siap siaga menjaga kedaulatan NKRI.

Komitmen itu akan selalu dipegang teguh di dalam menjalankan tugas-tugas di atas langit Nusantara hingga saat menjaga kedaulatan NKRI di perbatasan laut. Jenderal Sigit memastikan, TNI dan Polri adalah garda terkuat untuk Majunya Nusantara.

“Saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-79 Tentara Nasional Indonesia.. TNI modern bersama rakyat, siap mengawal suksesi kepemimpinan nasional untuk Indonesia Maju. TNI Prima. Salam Presisi!!” ungkap Jenderal Sigit.(**)

Categories
TNI

Sinergitas TNI AL dan Pemprov Jawa Timur untuk Masyarakat Pesisir

Koran Jurnal, Jawa Timur – TNI Angkatan Laut (TNI AL) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melaksanakan karya bhakti TNI AL dan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) khususnya bagi masyarakat pesisir di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan TNI AL ini selain sebagai sarana untuk berkoordinasi juga menjalin sinergitas yang telah dibangun sejak tahun 2015 sampai dengan saat ini, sehingga dapat terwujud kemanunggalan antara TNI AL dengan rakyat dalam meningkatkan serta memperbaiki tempat tinggal bagi masyarakat khususnya masyarakat pesisir di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Pada pertengahan bulan September 2022 sampai dengan pertengahan bulan Desember 2022 lalu sebanyak 225 rumah disediakan bagi masyarakat di beberapa daerah yakni 53 rumah di Kabupaten Sumenep, 47 rumah di Kabupaten Bangkalan, 15 rumah di Kabupaten Gresik, 30 rumah di Kabupaten Lamongan, 30 rumah di Kabupaten Probolinggo dan 50 rumah di Kabupaten Situbondo. Penyelesaian karya bhakti tersebut ditandai dengan penutupan dan penyerahan kepada masyarakat oleh Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya Laksamana Pertama TNI Supardi bersama dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bertempat di Desa Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (25/01/2023) kemarin.

Danlantamal V Surabaya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh instansi terkait atas dukungan dan kemudahan dalam pelaksanaan kegiatan karya bhakti TNI AL renovasi Rutilahu masyarakat pesisir, sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar aman tidak ada hambatan dan terlaksana dengan baik sesuai yang diharapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Hal ini merupakan merupakan tindak lanjut dari perintah Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali agar setiap satuan TNI AL mendukung penuh pembangunan dan program-program pemerintah sehingga terwujud kemanunggalan antara TNI dengan rakyat,” ujarnya.

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali diberbagai kesempatan menekankan agar di mana pun prajurit TNI AL berada dan bertugas selalu mengabdi dengan tulus ikhlas sebagai jalan menuju kejayaan Angkatan Laut “Jalesveva Jayamahe” serta selalu menjaga soliditas TNI dan memperkokoh sinergitas dengan Kementerian dan Lembaga dalam melaksanakan tugasnya yang bermanfaat bagi pembangunan Nasional.(disp)

Categories
TNI

Danpushidrosal Ajak Tingkatkan Sinergitas Antar Kelembagaan Maritim di Momen HUT Ke-43 BPPT

Koran Jurnal, Jakarta – Tepatnya 21 Agustus 2021, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) genap berusia 43 tahun sejak didirikan pada tahun 1978 oleh mendiang Prof. B. J. Habibie selaku founding father dari BPPT.

Dalam rangka memperingati HUT ke-43, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), menyelenggarakan Acara Webinar dengan Tema “Peran Teknologi Pemetaan Laut Dalam untuk Program Batimetri Nasional, Utilitas Bawah Laut dan Ekstensi Landas Kontinen Indonesia”.

Webinar ini menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P., Ir. Hengki Angkasawan (Direktur Kenavigasian Kemenhub RI), Ir. Anang Achmad Latif, M.Sc. (Direktur BAKTI-Kominfo), Ir. Yosef Dwi Sigit Purnomo, M.Si (Kepala Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai BIG), serta Ir. Muhammad Irfan, M.Eng (Perekayasa Madya-BPPT).

Sementara sebagai Keynote Speaker adalah Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc, IPU dan Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc. (Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut-KKP).

Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P sebagai salah satu narasumber dalam webinar menyampaikan materi paparan tentang peran, tugas dan fungsi Pushidrosal sebagai lembaga hidrografi nasional dalam memberikan dukungan untuk keselamatan pelayaran dan kepentingan maritim nasional.

Pada kesempatan tersebut, Danpushidrosal berharap agar kedepan seluruh stakeholder yang berkepentingan di bidang kemaritiman nasional untuk dapat meningkatkan sinergitas dalam rangka mencapai kemandirian teknologi survei pemetaan laut di Indonesia. Sinergitas tersebut sangat diperlukan dalam rangka turut mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia menuju Indonesia Emas – 2045.(disp/red)

Categories
TNI

TNI dan Polri Kembali Bangun Rumah Warga Pasca Aksi Teror

Koran Jurnal, Sulteng – TNI dan Polri dalam hal ini Kodam XIII/MDK bekerjasama dengan Polda Sulawesi Tengah dan Korem 132 Tadulako kembali membangun rumah warga yang dibakar pasca aksi teror pada Jum’at 27 November 2020 lalu di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.

Langkah ini diambil TNI dan Polri guna mengembalikan semangat masyarakat Kabupaten Sigi dan memberikan rasa empati kepada warga yang terdampak atas peristiwa tersebut.

Proses pengerjaan pembangunan beberapa unit rumah ini difasiltasi oleh TNI dan Polda Sulteng dibantu beberapa masyarakat yang turut prihatin atas peristiwa yang terjadi baru-baru ini.

Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf mengatakan, Sinergi TNI-Polri saat ini ditunjukan dengan memfasilitasi semua kegiatan ini guna memgembalikan suasana yang kondusif di masyarakat.

Selain itu, Danrem 132 Tadulako menyampaikan bahwa TNI dan Polri juga memberikan pendampingan trauma healing  yaitu pemulihan trauma pasca kejadian pada korban yang terdampak, sehingga diharapkan warga dapat menjalani aktifitas normal seperti sediakala.

“Hingga saat ini pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Tinombala masih terus mengejar pelaku teror pada Jumat 27 November lalu,” ujarnya.

Terlihat saat ini TNI-Polri di Sulteng aktif menggelar komunikasi sosial dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Lintas Agama dan Forum Kerukunan umat beragama di wilayah tersebut, guna mencegah isu-isu yang menyesatkan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan ingin memecah belah persatuan dan kesatuan.(Pusp/red)

Categories
Ekonomi Pendidikan

Sinergitas Kementan dan Perguruan Tinggi Dorong Inovasi Pertanian

Koran Jurnal, Surakarta – Peran serta dan sinergitas antar lembaga menjadi salah satu faktor keberhasilan program Kementerian Pertanian (Kementan). Terutama peran perguruan tinggi sebagai wadah keilmuan perlu diaplikasikan dalam bentuk pengabdian masyarakat.

Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Kementan salah satu unit kerja yang mulai menggandeng peran serta perguruan tinggi. Bertempat di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dilakukan kontrak kerjasama dengan Fakultas Pertanian UNS, Selasa (24/11/2020).

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Pertanian Samanhudi mengungkapkan rasa sukacitanya bisa bekerjasama dengan BBPOPT sebagai instansi pemerintah yang bergerak dalam pertanian khususnya perlindungan tanaman dan peramalan, “ Mari kita lakukan ini dengan baik dan berkesinambungan,“ ujar Samanhudi.

Gayung pun bersambut. Menanggapi hal tersebut Kepala BBPOPT Enie Tauruslina Amarullah, menerimanya dengan sangat antusias. Ia berharap kerjasama ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh kedua belah pihak.

“Kerjasama ini sendiri dilatarbelakangi oleh visi misi dan semangat kami untuk memajukan pertanian di Indonesia, semoga dengan kerjasama ini akan tercipta sinergi yang baik antara instansi pemerintah dan institusi pendidikan, khususnya dalam mengembangkan pertanian modern yang sedang kami kelola,“ terang Enie.

Enie menambahkan mengapa UNS dijadikan sebagai mitra kerjasama?.

“Sebab UNS merupakan salah satu Universitas yang masuk 10 besar universitas terbaik tingkat nasional, dan termasuk yang juga konsen dalam pengembangan pertanian, untuk kedepan semoga kerjasama ini bisa lebih ditingkatkan,“ imbuhnya.

Point dari kerjasama ini adalah Program praktek kerja mahasiswa, yang merupakan bagian dari kegiatan kurikuler untuk menambah kompetensi/capaian pembelajaran mahasiswa dalam unsur keterampilan khusus. Juga Kerjasama penelitian di bidang-bidang yang terkait dengan kepentingan bersama.

Selain itu ada nya pertukaran produk-produk penelitian ilmiah dan pertukaran informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkait dengan kepentingan bersama. Disamping itu kerjasama ini juga mengadakan sponsorship terhadap seminar-seminar kerjasama, lokakarya, dan pertemuan- pertemuan ilmiah lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Mustagfirin selaku kepala bidang Program dan Evaluasi BBPOPT menyampaikan selayang pandang tentang visi misi Balai Besar Peramalan OPT.

“Saya menaruh harapan besar dengan adanya Kerjasama ini akan mampu mendukung kinerja balai, serta menciptakan inovasi-inovasi baru di bidang pertanian,“ ujar Mustagfirin.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan mengatakan dengan ada nya kerjasama ini diharapkan mampu meningkatkan kuaitas pertanian yang memang tidak bisa tanpa bantuan perguruan tinggi.

“Dengan melibatkan perguruan tinggi, tentu akan lebih memaksimalkan berbagai tujuan yang ingin dicapai dalam upaya meningkatkan produksi pertanian,“ ujar Suwandi.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan bahwa peningkatan kualitas pertanian tidak bisa dilaksanakan tanpa bantuan dari berbagai pihak.(hum/red)

Categories
Militer TNI

Sinergitas TNI Menjaga Kedaulatan Negara

Koran Jurnal, Belawan – Komando dan Pengendalian Operasi Benteng Samudera 20, Pamtas Indonesia-Thailand dan Malaca Strait Sea Patrol oleh Danguskamla Koarmada I dari Kapal Markas yang sandar di Belawan dimanfaatkan untuk menjalin sinergitas antara Guskamla Koarmada I dengan Kosekhanudnas III Medan, Selasa (14/07/2020).

Danguskamla I Koarmada I Laksma TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.M., bersama Asops Danguskamla Koarmada I Kolonel Laut (P) Fajar Hernawan, Paban Analev Sintel Guskamla Koarmada I Letkol Laut (T) Darwin Simbolon, S.E., M.Tr.Hanla., Komandan KRI Imam Bonjol-383 Letkol Laut (P) Roebiyanto, M.Tr.Hanla., Komandan KRI Sigurot-864 Mayor Laut (P) Dienul, Komandan KAL Viper-I-1-63 Mayor Laut (P) Warjo dan Komandan KAL Tarihu-I-1-64 Mayor Laut (P) Zul Sufri melihat secara langsung pengendalian udara di wilayah kerja Kosekhanudnas III Medan.

Diskusi konstruktif antar Danguskamla Koarmada I dan Pangkosekhanudnas III Medan serta para Perwira berlangsung dalam rangka sinergitas dalam menjaga kedaulatan udara dan laut terjalin dalam suasana akrab. Kebersamaan antar satuan TNI antar Matra senantiasa terus dibangun dalam kerangka mendukung tugas pokok yang diemban sehingga komunikasi antar staf dapat terjalin dengan baik. Demikian disampaikan Danguskamla Koarmada I mengakhiri kunjungannya.(disp/red)

Categories
Ekonomi

Kementan: Sinergitas Lintas Sektoral Perkuat Ketersedian Pangan di Era New Normal

Koran Jurnal, Jakarta – Pandemi COVID-19 telah merubah tatanan masyarakat dunia. Guna mencegah penularan wabah virus corona yang meluas, masyarakat diimbau bahkan diwajibkan untuk tinggal di rumah dan perubahan tersebut ternyata berdampak luas di banyak sektor, khususnya pangan sehingga perlu adanya strategi agar penyediaan pangan kokoh.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pandemi Covid-19 sudah ada bersama dengan kehidupan sehingga masyarakat harus segera beradaptasi dengan segala hal baru. Salah satunya mengenai strategi penyediaan bahan pangan yang harus disinergikan dengan protokol kesehatan saat ini.

“Covid-19 dengan berbagai dampak yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan bahkan telah merubah paradigma. Oleh karna itu, kebijakan- kebijakan baru harus kita tata untuk menjawab tantangan di era new normal,”kata Mentan saat memberikan materi pada acara Webinar “ Strategi Ketahanan Pangan do Era New Normal Pandemi Covid-19” bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin dan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, pada Selasa (09/06/2020) kemarin.

Dalam webinar itu, Mentan memaparkan terkait strategi Kementerian Pertanian (Kementan) menghadapi ketersedian pangan di masa pandemi dan era New Normal hingga agenda dalam jangka panjang yang menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tukar petani. Lebih khusus saat ini, Kementan fokus meningkatkan produktivitas pangan pokok, memperlancar distribusi pangan, mempermudah akses transportasi, menjaga stabilisasi harga, mengembangkan buffer stock dan intervensi pasar melalui operasi pasar.

“Pandemi ini mampu mengganggu produksi pertanian yang juga membatasi pergerakan orang sehingga saat ini ada isolasi mandiri, pembatasan wilayah, distribusi yang bersoal sehingga harus segera kita tangani bersama,” tegasnya.

“Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan saat ini, perlu adanya strategi yang saling membangun dari sisi pelaksana, pembiayaan dan pengawasan sehingga kebijakan yang dijalankan lebih efektif dan efesien,” pinta Syahrul.

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin mendorong Kementerian Pertanian untuk terus melakukan pengembangan program ketahanan pangan di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) ini. Meskipun kondisi saat ini bisa dibilang sulit karena Kementan sendiri mengalami pemotongan anggaran yang cukup besar , namun pengembangan inovasi harus dilakukan dengan mengandalkan efisiensi anggaran yang terbatas.

Menurutnya saat ini, refocusing kegiatan dan Realokasi anggaran menjadi penting dalam rangka menghadapi musim tanam dan antisipasi krisis pangan. Namun anggaran Kementan mengalami efisiensi, sehingga perlu dirumuskan kebijakan yang tepat

“Sebenarnya sangat disayangkan anggaran Kementan di masa pandemi ini mengalami pemotongan karena harusnya anggaran ditambah mengingat sektor pangan ini sangat penting,” kata Sudin.

Sudin mengatakan tantangan yang sedang dihadapi Indonesia adalah bagaimana memenuhi kebutuhan pangan masyarakat guna menjamin ketahanan pangan dan disisi lain juga berperan terhadap pemulihan ekonomi. Menurutnya, dalam situasi ini pertumbuhan ekonomi rendah dan mengalami penurunan maka sektor pertanian harus didorong menjadi penggerak ekonomi nasional. Artinya, pertumbuhan pertanian harus lebih dipacu.

“Pendapatan petani dan masyarakat pedesaan harus ditingkatkan agar daya beli rakyat terjaga,” terangnya.

Selain itu, Sudin menuturkan bahwa peningkatan cadangan pangan nasional untuk antisipasi kelangkaan pangan dan mendukung program bantuan pangan pokok dari pemerintah namun pemerintah juga harus menjamin produksi petani dapat diserap pasar sehingga petani memiliki rasa aman dalam memproduksi pangan.

“Jaminan sarana produksi & pemasaran hasil agar kegiatan usaha tani dan pemasaran berjalan lancar sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dan petani tidak mengalami kerugian,”tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arief Satria mendukung kebijakan pemerintah yang kini sedang diimplementasikan Kementan dibawah komando Syahrul Yasin Limpo, diantaranya terkait penyediaan pangan melalui terobosan yang cukup beragam seperti pemanfaatan pekarangan, membangun ketahanan pangan mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga skala negara.

“Saya mendukung kebijakan mewujudkan kemandirian pangan yang saat ini sedang dilaksanakan melalui gerakan produksi skala rumah tangga, regenerasi petani melalui petani millenial, serta inovasi pertanian 4.0,” katanya.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan beberapa langkah yang bisa diambil oleh pemerintah dalam memberi perlindungan untuk petani yakni kebijakan logistik agromaritim dan rantai pasok pangan dengan melibatkan BUMN pangan, koperasi dan swasta nasional, sistem logistik baru ini perlu inovasi berbasis teknologi 4.0, khususnya block chain.

“Memperluas akses petani, peternak dan nelayan pada jaring pemasaran daring, stimulus ekonomi khusus untuk pertanian dan pedesaan, serta perlu skema perlindungan dan jaring pengaman sosial,” terangnya.

Ia juga menerangkan bahwa dalam 10 tahun kedepan, buruh tani di Indonesia akan sangat berkurang, karna anak-anak petani sudah menjadi kaum intelektual yang pasti sudah tidak mau menjadi butuh tani.

“ Kita perlu mempersiapkan teknologi saat ini sehingga dalam 10 tahun kedepan saat butuh tani sudah berkurang kita bisa tetap produksi pangan,” tutupnya.(hum/red)

Categories
IPTEK Megapolitan

Sinergitas Antar Lembaga Pemerintah Manfaatkan Teknologi Modifikasi Cuaca, Salah Satu Solusi Banjir Jabodetabek

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka menanggulangi bencana banjir di wilayah Jabodetabek dan kota penyangga sekitarnya yang terjadi karena faktor tingginya intensitas hujan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) melakukan upaya reduksi dan redistribusi curah hujan menggunakan metode Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Kepala BPPT Hammam Riza menyatakan bahwa pihaknya siap untuk menjalankan operasi TMC sebagai solusi berbasis teknologi dari masalah banjir yang dipicu oleh faktor cuaca. Operasi TMC tersebut sedianya dilaksanakan mulai hari ini Jum’at (3/1).

“Aplikasi TMC dapat dimanfaatkan dengan tujuan mengurangi intensitas curah hujan di wilayah Jabodetabek. Dengan demikian risiko terjadinya banjir yang berpotensi meluas dapat diredam,” jelas Hammam saat meluncurkan Operasi TMC untuk Menanggulangi Banjir Jabodetabek di Kantor BPPT, Jakarta, Jum’at (03/01/2020).

Secara teknis penerapan TMC dilakukan untuk menurunkan hujan ke wilayah yang aman dan jauh dari permukiman penduduk atau sebelum awan memasuki kawasan padat penduduk seperti di wilayah Selat Sunda atau Laut Jawa.

Hujan diturunkan menggunakan Natrium Klorida (NaCl) yang diangkut dan ditebarkan ke bibit awan menggunakan pesawat Casa 212-200 dan CN-295 milik TNI AU dari Skuadron Udara 2 Halim Perdanakusuma dan Skuadron Udara 4 Abdurrachman Saleh di Malang.

Pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan bencana banjir di Jabodetabek dan sekitarnya tentunya harus memperhatikan pertumbuhan awan. Hal itu menjadi faktor penting yang harus terus dipantau secara berkesinambungan.

Oleh sebab itu, guna membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, BPPT bekerjasama dengan BMKG untuk analisa data cuaca dari radar Stasiun Meteorologi Cengkareng.

Manfaat TMC untuk Penanggulangan Bencana

Selain mereduksi dan meredistribusi curah hujan untuk menanggulangi masalah banjir, TMC juga dimanfaatkan untuk operasi penanggulangan bencana lainnya seperti pemadaman kebakaran hutan dan lahan, pembasahan lahan gambut, pengisian waduk atau embung, hingga meningkatkan elevasi sungai untuk irigasi sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian.

Pada puncak musim kemarau tahun 2019, BNPB bersama BPPT dan BMKG juga telah menggunakan operasi TMC untuk memadamkan karhutla di sejumlah titik di Sumatera dan Kalimantan. Upaya tersebut telah membuahkan hasil seperti yang dilakukan di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengapresiasi upaya BNPB bersama BPPT, BMKG, K/L lain serta dari unsur TNI dan Polri dalam kegigihan upaya menanggulangi bersama. Menurut Bambang, sudah saatnya Indonesia mulai menerapkan teknologi untuk mengurangi dampak bencana alam.

“Saya memberikan apresiasi BNPB dan K/L lain yang selalu berupaya untuk menanggulangi bencana. TMC dilakukan untuk mengurangi risiko bencana agar tidak lebih buruk lagi. Bencana harus kita hadapi dan kita harus bisa menggunakan teknologi untuk mengurangi risiko bencana,” ungkap Bambang.

Dalam kesempatan yang sama Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa kapasitas manusia hanya dapat mengurangi potensi bencana dengan merawat alam. Bagaimanapun manusia tidak bisa menahan kekuatan alam itu sendiri.

“Tidak ada manusia yang mampu menahan kekuatan alam, tapi kita masih bisa mengurangi apa yang dapat menjadi potensi bencana. Kita bisa mengurangi 20 persen dan itu sudah membantu menyelamatkan masyarakat,” kata Doni.

Bagi alumni Akademi Militer 1985 itu operasi TMC menjadi suatu keharusan sebagai upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana sebagai penyelamatan, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama.

Mantan Komandan Jenderal Paspampres itu juga menegaskan bahwa apabila alam diganggu maka alam akan mengganggu kita, oleh karena itu Doni mengajak semua unsur masyarakat agar dapat menjaga alam, karena dengan kita alam maka alam jaga kita.

Siklus Cuaca Berubah

Menutup seluruh arahan dari K/L, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan beberapa pelajaran yang harus diperhatikan sebagai bagian dari mitigasi bencana yang dipicu oleh faktor cuaca.

Menurut data BMKG siklus pergerakan cuaca sudah banyak berubah. Siklus cuaca ekstrem memendek, yang sebelumnya datang 10 tahunan menjadi 5 tahunan bahkan 2 tahunan sekali terjadi karena perubahan kondisi alam.

Oleh karena itu, mendukung arahan Kepala BNPB, “Srikandi Penanggulangan Bencana” itu juga menghimbau agar masyarakat bisa beradaptasi dan bisa mengurangi risiko dengan menjaga alam.

Selain itu, Dwikorita juga mengingatkan agar masyarakat dapat menggunakan informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebagai peringatan dini sehingga segala bentuk ancaman dan risiko bencana dapat dikurangi.

“Percayalah prakiraan cuaca dari BMKG meski akurasinya terbatas. Semoga apa yang kita upayakan dapat membantu masyarakat, tutup Dwikorita.(hum/red)