Categories
Bisnis Ekonomi Energi SDA

Ini Penjelasan Pertamina Soal Kabar Penarikan Gas Elpiji Biru 12 Kg

Koran Jurnal, Jakarta – PT Pertamina berencana melakukan penarikan secara bertahap tabung gas elpiji warna biru ukuran 12 kg pada November 2020. Kabar ini diketahui setelah adanya informasi yang beredar luas di masyarakat.

Merespons kabar tersebut, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman, menjelaskan, sebenarnya informasi itu bukan penarikan melainkan penggantian produk atau tabung. Sekedar informasi, untuk jenis produk LPG 12 kg, Pertamina memiliki 2 merek dagang, yakni Elpiji (tabung biru) dan Bright Gas (tabung pink).

“Jadi bukan penarikan produk, namun penggantian tabung yang dilakukan (Elpiji tabung biru ke Bright Gas tabung pink). Apabila masyarakat pengguna tabung biru sudah habis gasnya. Maka, ketika nanti masyarakat beli isi ulang gas 12 kg, tabungnya akan diberikan tabung baru Bright Gas, apabila stock di agen tersedia,” terang Fajriyah kepada wartawan, Jum’at (16/10/2020) kemarin.

Fajriyah menuturkan, kedepan akan difokuskan distribusinya untuk Bright Gas, karena sebenarnya 2 produk ini sama saja isi dan harganya.

“Harganya juga berlaku sama, dan bahkan Bright Gas ini dilengkapi dengan valve double spindle, sehingga lebih aman mencegah kebocoran,” kata Fajriyah.

Dia menambahkan, kebijakan penggantian tabung tersebut dilakukan secara bertahap, tapi bukan berarti tabung biru langsung otomatis tidak berlaku lagi.

“Penggantian tabung tersebut tanpa ada tambahan biaya dan harga isi ulangnya tetap sama dengan Elpiji tabung biru. Ini merupakan salah satu upaya pertamina dalam meningkatkan pelayanan untuk masyarakat, terutama terkait kebutuhan gas rumah tangga mengingat produk bright gas memang lebih baik dari LPG tabung biru,” pungkasnya.(red)

Categories
Bisnis Ekonomi

PT Mustika Ratu Tbk Gelar RUPS 2019 dan Public Expose 2020

Koran Jurnal, Jakarta – PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) menggelar acara laporan tahunan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2019 dan Public Expose 2020 di Kudus Hall, Hotel Sultan, Jakarta, Jum’at (28/08/2020).

Rapat Umum Pemegang Saham tahun 2019 dihadiri oleh Dewan Komisaris PT Mustika Ratu Tbk dan Ketua Dewan Penasehat PT Mustika Ratu Tbk. Sementara itu, Dewan Direksi dihadiri oleh Presiden Direktur, Bingar Egidius Situmorang, Direktur (Jodi Andrea Suryokusumo dan Kusuma Ida Anjani).

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham diputuskan beberapa hal seperti menyetujui dan menerima hasil laporan kinerja direksi.

PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) berhasil mencatatkan laba bersih per Desember 2019 sebesar Rp 132 Juta, tumbuh sebesar 106 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mencatatkan kerugian sebesar Rp 2.26 miliar. Laba tersebut diperoleh dari penjualan bersih sebesar Rp 305.2 miliar. Jumlah tersebut tumbuh 1,55 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Upaya yang telah dilakukan Perseroan sepanjang tahun 2019 untuk meningkatkan laba adalah memperluas pasar export ke berbagai manca negara, mengembangkan produk untuk konsumen milenial, melakukan banyak inovasi dari segi kemasan hingga jenis produknya.(rls/red)

Categories
Bisnis Ekonomi

Ketua Dekopinwil DKI Jakarta: Komunitas Kemitraan Koperasi dan Kekuatan Pasar Sangat Penting Saat Hadapi Pandemi Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi DKI Jakarta terpilih, Ir. Soeryo mengatakan akan membangun kemitraan dan mengembangkan pasar lebih dahulu agar koperasi memiliki daya saing ekonomi yang kuat di tingkat wilayah maupun global.

Hal itu disampaikan Soeryo kepada wartawan usai dirinya terpilih menjadi ketua Dekopinwil DKI Jakarta untuk periode 2020-2025 dalam acara musyawarah wilayah (Dekopin) DKI Jakarta, di Gedung Graha Dirgantara, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (19/08/2020).

Menurut Soeryo, upaya membangun kemitraan dan mengembangkan pasar sangat penting untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan dari para pemodal.

“Kita kembangkan kemitraan sesama anggota dulu setelah itu kita akan mengembangkan pasar. Jadi utamanya adalah banyak koperasi-koperasi ini punya kemampuan dan potensi bagus tetapi punya kelemahan di pasar. Jadi pasarnya kita kembangkan dulu, setelah pasarnya kuat justru modal akan datang,” ujarnya.

“Jadi kita tidak bicara permodalan dulu, tapi kekuatan pasar lebih utama,” tambah Soeryo.

Untuk mewujudkan kemitraan dan pasar yang kuat, Soeryo mengaku telah memiliki program memperbanyak kemitraan di setiap wilayah di DKI Jakarta.

“Salah satu program yang akan kita kembangkan adalah menumbuhkan koperasi-koperasi di RT RW di Jakarta, sehingga bisa menjadi kekuatan ekonomi bagi warganya di sekitar RW tersebut,” tukasnya.

Selain itu, Soeryo menuturkan bahwa selama masa pandemi covid-19 memberikan dampak yang sangat terasa bagi ekonomi warga masyarakat. Perlu menjalin kemitraan dan kebersamaan untuk menghadapi situasi saat ini.

“Kita akan contoh selama masa covid-19 ini yaitu kebersamaan dapur bersama ibu-ibu yang perlu kita contoh, gimana mereka bisa menghidupi keluarganya dengan membuat makanan untuk tetangganya dan lainnya sehingga menghasilkan pendapatan bagi dia (ibu-ibu) sendiri,” papar Soeryo.

Soeryo juga mengungkapkan dalam menghadapi masa pandemi covid-19, Ia akan mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kemitraan koperasi.

“Minimal (mungkin) satu tahun lagi kita harus berjuang hidup dengan new normal yang ada ini. Maka kita dari koperasi akan mengambil banyak langkah-langkah strategis yaitu antara lain menumbuhkan komunitas sesama koperasi yang bisa saling mengembangkan bisnis internal,” jelas Soeryo.

“Terbukti bahwa komunitas bisnis seperti itu akhir-akhir ini menjadi sebuah potensi yang luar biasa. Nah yang ini akan kita gali dan kembangkan. Jadi saya akan fokus terhadap bisnis koperasi ini,” lugasnya.

Dari pantauan pewarta, acara Rapat Musyawarah Wilayah Dekopin DKI Jakarta dihadiri sekitar ratusan anggota dan pengurus.

Rapat tersebut berlangsung tertib dan mewakili aspirasi masing-masing anggota. Serta menghasilkan keputusan bersama untuk mewujudkan kemitraan koperasi dan pasar yang kuat menuju masyarakat sejahtera. Selamat atas terpilihnya Ketua Dekopinwil DKI Jakarta periode 2020-2025.(red)

Categories
Bisnis Ekonomi

Kemensos Apresiasi Rider Sumbang 75 Ribu Masker Anti Bakteria

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Sosial Juliari Batubara memberikan apresiasi kepada perusahaan Rider Group atas kepedulian dan perhatiannya menyumbangkan masker wajah sebanyak 75 ribu bagi masyarakat agar tehindari dari paparan virus corona.

Hal itu disampaikannya pada saat konferensi pers dan penyerahan bantuan secara simbolis antara CEO Rider Group Hanan Supangkat Kepada Mensos Juliari Batubara di Gedung Kementerian Sosial, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat pada Kamis (30/07/2020) pukul 13.15 WIB.

“Kami juga tahu bahwa saat ini tidak mudah bagi dunia usaha untuk bertahan. Rider Group tidak hanya memperhatikan diri sendiri ditengah suasana yang sulit, tapi juga memperhatikan masyarakat. Ini satu kegiatan yang sangat mulia,” ujar Juliari.

Juliari mengatakan, bantuan yang diterima Kementerian Sosial terus berdatangan dari pihak swasta. Kali ini Rider, masker tersebut akan dibagikan kepada semua petugas dilapangan dan masyarakat yang nantinya akan disisipkan melalui paket-paket bantuan sosial Kemensos.

“(dibagikan) Di Jakarta, untuk petugas lapangan Kemensos sekitar 10 ribu nanti sisanya kita titipkan ke keluarga-keluarga yang menerima bantuan sembako, nanti kita juga bisa berikan sekalian. Satu kotak kita kasih empat, tiga, ya kalo masker saya kira semua pakai,” ungkapnya.

Diketahui, Rider merupakan merek dagang dari PT Mulia Knitting Factory yang sudah berdiri di Indonesia sejak tahun 1955 dan didirikan oleh Pan Cin Kong. Perusahaan itu saat ini dilanjutkan oleh generasi keempat mereka.

Pada kesempatan yang sama, CEO Rider Group Hanan Supangkat mengatakan pihaknya sangat paham dan peduli atas dampak yang dihasilkan dari Pandemi Covid-19, karenanya Rider menyesuaikan diri memproduksi masker yang dibutuhkan masyarakat luas.

“Rider dikenal dengan produk pakaian dalam khususnya pria. Sejak Maret kami menyesuaikan produksi, membuat masker, dimana saat itu sangat dibutuhkan masyarakat dan harganya tinggi,” terang Hanan.

Bantuan masker itu sendiri, kata Hanan tidak berhenti sampai di Kemensos, tetapi akan terus dilakukan Rider Group sebagai bagian dari tanggungjawab moral dan sosial perusahaan kepada masyarakat luas.(red)

Categories
Bisnis Ekonomi

Hindari Tiga Kebiasaan Ini Agar Ban Mobil Lebih Awet

Koran Jurnal, Jakarta – Kembalinya aktivitas perekonomian di kota-kota besar di Indonesia telah berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan volume kendaraan, termasuk kendaraan komersial yang dalam beberapa waktu kemarin jumlahnya terbatas karena aktivitas ekonomi yang menurun. Di samping kembali ramainya lalu lintas kendaraan komersial seperti truk, kontainer, dan bus, di jalan, persoalan tingginya risiko kecelakaan yang mengintai jenis kendaraan ini juga belum dapat terselesaikan dengan baik di lapangan.

Berdasarkan data dari APTRINDO (Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia), 60-70% kecelakaan truk disebabkan oleh human error, antara lain manajemen waktu berkendara yang kurang baik, perilaku pengemudi, dan keterampilan pengemudi. Selain itu faktor lainnya adalah kondisi kendaraan termasuk kondisi ban, serta faktor eksternal seperti kondisi geometrik jalan yang kurang memadai.

Produsen ban asal Korea Selatan,  PT. Hankook Tire Sales Indonesia  mengajak pengemudi truk di Indonesia untuk fokus melakukan tindakan preventif kecelakaan mulai dari diri sendiri dengan menghentikan kebiasaan buruk dalam berkendara. Kebiasaan buruk ini dapat memicu kerusakan kondisi ban dan berdampak pada keselamatan pengendara itu sendiri, kerusakan barang yang diangkut, dan keselamatan pengguna jalan lainnya. Berangkat dari kasus-kasus pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan yang menimpa truk, President Hankook Tire Sales Indonesia Yoonsoo Shin melihat ada tiga perilaku buruk dalam berkendara yang perlu menjadi perhatian.

Pertama, pengendara truk sering berkendara melewati batas kecepatan dan muatan berat beban yang telah ditentukan. Sebagian pengemudi kendaraan komersial memilih untuk berkendara dengan kecepatan tinggi yang menyebabkan tidak stabilnya laju kendaraan, sehingga mengurangi efisiensi bahan bakar truk. Truk yang membawa muatan yang besar dengan kecepatan tinggi juga berpotensi mengurangi keseimbangan kendaraan yang memicu terjadinya truk terbalik.

“Masalah manajemen waktu berkendara ini tergolong klasik, sering disepelekan namun bisa berdampak fatal. Apabila truk ingin menambah kecepatan dalam batasan yang ada, usahakan untuk menekan pedal dengan halus di gigi rendah dan kemudian beralih ke gigi tinggi saat ingin menambah kecepatan. Akselerasi yang cepat dan kuat membuat mesin bekerja lebih keras, sehingga dapat mengkonsumsi bahan bakar berlebih” tambah Shin, sesuai siaran persnya, Selasa (21/07/2020).

Selain itu, kecepatan yang tinggi akan mempengaruhi performa ban karena akan semakin menghasilkan banyaknya gesekan dengan aspal dan panas yang sangat tinggi. Paparan panas yang terlalu lama inilah yang akan menghaluskan karet dan melemahkan ban, apalagi bila melebihi batas yang telah ditentukan.

Untuk menunjang kenyamanan pengemudi kendaraan komersial dalam berkendara secara aman dan nyaman, Hankook Tire telah menyediakan layanan untuk mengetahui kapasitas ban, mulai dari indeks tingkatan beban yang menjadi patokan berat maksimum yang dapat ditopang oleh satu (1) unit ban pada kendaraan, dan kecepatan simbol yang menunjukkan kecepatan maksimum bagi berat tertentu yang ditunjuk oleh perusahaan manufaktur dapat didukung oleh ban. Informasi ini dapat diakses melalui situs resmi Hankook Tire Indonesia. Pengetahuan ini akan sangat bermanfaat sebagai bekal para fleet customers untuk menentukan ban yang tepat sesuai kebutuhan usaha mereka.

“Setiap ban pasti memiliki peringkat kecepatan dan berat maksimum yang tertera tepat di dinding samping ban. Usahakan untuk tidak melebihi kecepatan atau berkendara di dekat batas yang telah ditetapkan dan tidak membawa muatan melebihi batas yang ada,” jelas Shin. Persoalan truk yang mengalami kondisi Over Load dan Over Dimension (ODOL) juga menjadi salah satu penyebab terbesar seringnya kecelakaan truk di Indonesia.

Kedua, pengendara truk sering menggunakan persneling netral saat melaju di jalan menurun atau landai. Alih-alih bermaksud untuk melakukan efisiensi bahan bakar, hal ini malah memicu terjadinya proses pengereman yang terlalu kuat (braking skid) atau rem panik, sehingga ban terkunci dan berhenti berputar, yang berpotensi mengakibatkan terjadinya kecelakaan beruntun.

Untuk mengantisipasi daya cengkram ban terhadap proses pengereman, selain didukung oleh perilaku pengemudi yang tertib, Hankook Tire juga telah meluncurkan berbagai produk ban TBR (truck and bus) yang memberikan daya cengkram tinggi dan berkualitas agar tidak terjadi slip ban. Beberapa produk unggulannya antara lain AH30 yang didesain serbaguna untuk semua posisi ban dan berbagai jenis operasional perusahaan angkutan, AM81 dengan performa traksi & daya cengkram yang luar biasa untuk jalan raya & non-jalan raya seperti cargo atau truk jungkit, dan berbagai produk TBR lainnya untuk beragam kebutuhan operasional fleet.

Ketiga, kebiasaan berkendara tanpa memperhatikan lubang dan bahaya jalan lainnya. Pengemudi truk yang ceroboh berkendara di atas lubang, dan kerusakan jalan lainnya dapat merusak ban, sistem kemudi, sistem suspensi, dan lainnya.  Oleh karena itu, cara terbaik untuk menghindari bahaya jalan adalah tetap waspada terhadap lingkungan dengan mengganti jalur atau memperlambat laju kendaraan untuk menghindari kerusakan.

Kebiasaan berkendara yang baik pada akhirnya akan berdampak baik pula pada kondisi ban, sebagai satu-satunya elemen yang bersinggungan langsung dengan jalan. “Kondisi ban jangan sampai terlupakan, khususnya dalam menjaga tekanan angin. Apabila tekanan ban terlalu tinggi dapat membuat daya cengkram ban terhadap permukaan jalan menjadi berkurang. Sedangkan tekanan ban yang terlalu rendah dapat membuat ban cepat panas dan cepat rusak, serta menyebabkan konsumsi bahan bakar jadi boros. Maka dari itu, merupakan hal yang penting untuk memilih ban berkualitas dan melakukan perawatan secara berkala,” tambah Shin.

Untuk mengatasi permasalahan kebiasaan mengemudi tersebut, Hankook Tire menyediakan program pelatihan pengemudi untuk dapat memaksimalkan pemakaian ban. Adapun materi yang dapat dipelajari dalam program ini antara lain dasar-dasar pengetahuan ban, perawatan ban, pre-check sebelum mengemudi, dan lain-lain. Para pengusaha angkutan truk dan bus yang menjadi pelanggan Hankook Tire dapat mengikutsertakan pengemudi yang bekerja di perusahaannya pada program ini, langsung di workshop atau garasi pelanggan fleet.

Terakhir, untuk membantu pelanggan mendapatkan produk ban yang menunjang keterampilan mengemudi yang handal, Hankook Tire berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengalaman berkendara yang aman dan nyaman bagi pelanggan kendaraan komersialnya melalui layanan pre-sales dan after-sale yang telah tersedia di seluruh jaringan resmi distributornya di Indonesia.(rls/red)

Categories
Bisnis Ekonomi Energi SDA

BPH Migas: Digitalisasi SPBU Jauh dari Target

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M.Fanshurullah Asa mengatakan, progres digitalisasi SPBU oleh PT Pertamina (persero) masih sangat jauh dari target. Sampai dengan 30 Juni 2020, status digitalisasi SPBU dengan capaian status Berita Acara Serah Terima (BAST) sebesar 44,80 persen atau sebanyak 2.247 SPBU dari target 5.518 SPBU.

“Dari capain tersebut, sebanyak 4.819 SPBU atau 87,33 persen telah terpasang ATG (Automatic Tank Gauge). 3.060 SPBU atau 55,45 persen telah terpasang EDC LinkAja, 1.268 SPBU atau 22,98 persen telah tercatat nomor polisi melalui EDC,” kata Fanshurullah dalam konferensi Pers, Rabu (08/07/2020).

Selain itu, sebanyak 1.577 atau 28,58 persen telah terdigitalisasi dan memproduksi data yang dapat diakses melalui dashboard yang dikembangkan oleh PT Pertamina. Di antaranya berupa data volume penjualan per transaksi, sata nilai transaksi penjualan, data transaksi per SPBU.

Namun demikian, data-data tersebut belum memenuhi kriteria yang diharapkan BPH Migas, sehingga belum dapat dijadikan sebagai perangkat pengawasan yang komprehensif dalam penyaluran JBT dan JBKP.

Sebelumnya, PT Pertamina bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia membangun program digitalisasi untuk 5.518 SPBU yang tersebar di seluruh wilayah NKRI, yang dimulai pada 31 Agustus 2018 dengan target penyelesaian di akhir Desember 2018.

Namun dalam perjalanannya, Fanshurullah membeberkan bahwa proyek ini mengalami perubahan target sebanyak empat kali. Target pertama pada 31 Desember 2018, kemudian berubah menjadi 28 Juni 2019, mundur lagi ke 31 Desember 2019, dan terakhir per 30 Juni 2020 yang juga masih belum tercapai.

“Terlepas dari kendala yang ada, BPH Migas tetap meminta PT. Pertamina (Persero) untuk segera menyelesaikan dan meningkatkan akselerasi penyelesaian program digitalisasi SPBU dalam waktu yang tidak terlalu lama. Hal ini dilakukan untuk kepentingan rakyat Indonesia, agar pendistribusian JBT dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan tepat volume,” pungkasnya.(rls/mdk/red)

Categories
Bisnis Ekonomi

Bangkitkan UMKM Indonesia, Universitas Pasundan Gelar Pelatihan Buat Pengusaha Kecil 

Koran Jurnal, Bandung – Keberlangsungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Pasalnya, sebagian besar UMKM di hampir seluruh Indonesia terdampak oleh pandemi Covid-19.

Untuk membangkitkan kembali UMKM masyarakat kecil, Universitas Pasundan (Unpas) menggelar seminar dan pelatihan buat pelaku UMKM di wilayah Bandung Raya, Jawa Barat (Jabar). Tidak hanya pelatihan, para pelaku UMKM juga diberikan suntikan dana untuk menjalankan usaha mereka pasca pandemi nanti.

Henni Gusfa selaku penyelenggara mengatakan, dalam pelatihan ini pihaknya menargetkan 60 pengusaha kecil dari wilayaj Bandung Raya untuk mengikuti pelatihan. Namun dalam pelaksanaannya, para peserta hadir dari berbagai wilayah bahkan pengelola koperasi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Ryad, Arab Saudi ikut dalam pelatihan tersebut.

“Target kita sebenarnya untuk area Bandung itu 60 orang karena mau difokuskan, tapi ternyata setelah kita share target itu melampui. Peserta yang ikut itu sampai pada angka 80, nah angka ini tidak dilihat dari kwantiti tapi dilihat dari respek pengusaha UMKM. Ternyata tidak hanya Bandung saja, ada dari Aceh, Padang, Sumatera Selatan dan paling jauh itu dari Arab Saudi, bapak Aziz dari Riyad ini sebenarnya pengelola koperasi untuk purna TKI,” katanya dalam webinar dengan tema ‘Pelatihan UMKM Bidang Produk Pangan’ pada Senin (29/06/2020).

“Biasanya ini bagian dari program program perusahaan. Perusahaan nanti akan menyeleksi per UMKM, tapi biasa UMKM ini ada dibawah koordinasi pengawasan koperasi atau dibawah pengawasan yayasan-yayasan yang memfokuskan dirinya pada UMKM,” tambahnya.

Dikatakan akademisi Universitas Mercu Buana ini, pengembangan produk pangan saat ini menjadi kebutuhan dunia. Dimana, sistem pengembangan produk pangan sudah menggunakan teknologi, baik pengemasan hingga sistem penjualannya.

“Jadi memang kebutuhan-kebutuhan hari ini untuk pengembangan, atau disertifikasi prodak pangan itu tidak hanya ada di kita, tetapi sudah jadi wacana dunia sehingga pengetahuan tentang teknologi pangan, pengetahuan tentang bagaimana pengemasannya sangat ditunggu oleh pengusaha kecil,” ucapnya.

Olehnya itu, lanjut pakar ilmu komunikasi ini, untuk menggerakan dan menghidupkan UMKM rakyat kecil perlu adanya langkah pendampingan baik lewat online dan offline. Selain itu, dirinya mengakui pihaknya akan melakukan pelatihan secara langsung bersama para pelaku UMKM di Wilayah Kota Bandung pada, Selasa (30/06/2020).

“Kita membuat mekanisme dari pelatihan ini, pertama online dan dimikskan dengan offline. Besok kita akan bertemu dengan para peserta, khusus untuk Bandung area untuk melanjutkan bagaimana sebenarnya penguatan-penguatan pengetahuan yang mereka dapat, dan sekalugus juga braindstorming dengan kendala-kendala yang rill mereka dapatkan di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut Henni Gusfa, pelatihan kepada pelaku UMKM ini juga akan dilakukan di beberapa daerah di Indinesia Timur seperti, di Nusa Tenggara Timur (NTT), Ambon dan dilanjutkan ke tahap internasional.

“Ini next projek yang kita akan bergerak untuk level nasional dan level internasional. InshaAllah kita akan ke NTT dulu, baru nanti kita ke Ambon dan selanjutnya bergerak untuk melanjutkan ke level Internasional,” ucapnya.

Diketahui, pelatihan yang digelar oleh Unpas dan Len Industri ini menghadirkan pemateri dari akademisi dan penggerak-penggerak UMKM nasional, yakni Prof. H Eddy Jusuf selaku Direktur Universitas Pasudan, Dr. Asep Dedy Sutrisno selaku
Ketua LPM Universitas Pasundan, Ina St. Nurminabari, Sumartini dan Eki Baihaqi akademisi Unpas.(red)

Categories
Bisnis Ekonomi Energi SDA

BPH Migas Resmikan BBM Satu Harga Perdana Tahun 2020 di Pulau Maya Kalimantan Barat

Koran Jurnal, Kalimantan Barat – Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa didampingi Bupati Kayong Utara Citra Duani dan Sales Area Manager (SAM) Ritel Kalbar PT.Pertamina (Persero) Weddy Surya Windrawan meresmikan Program BBM 1 Harga SPBU Kompak 66.788.004 Desa Tanjung Satai, Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat (17/06/2020). Peresmian ini merupakan peresmian BBM 1 Harga perdana ditahun 2020 dan menjadi peresmian ke 171 sejak tahun 2017. Peresmian SPBU Kompak yang menjual BBM satu harga itu, menggunakan tempat penyimpanan BBM sebuah kapal ponton/floating pump dengan kapasitas 400 KL dan menjadi SPBU BBM 1 Harga yang pertama dengan sistem ponton yang dapat melayani kapal-kapal nelayan sekaligus juga untuk transportasi darat diwilayah 3T. Untuk mengirim BBM ke SPBU Kompak ini tidaklah mudah karena BBM dipasok dari Supply Point Terminal BBM Pontianak yang berjarak ± 375 km atau 12 jam perjalanan darat atau 5 jam dengan menggunakan transportasi laut dalam sekali pengiriman.

Dengan diresmikan BBM 1 Harga ini, sebanyak 2.000 nelayan di Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalbar kini merasakan dampak positif bagi perekonomian mereka.”Peresmian BBM satu harga ini, karena pemerintah ingin mewujudkan keadilan ketersediaan, keadilan distribusi, dan keadilan harga di bidang energi dan ini tidak hanya jargon, tapi telah dibuktikan dengan diresmikannya program BBM satu harga di Pulau Maya mulai hari ini,” kata Kepala BPH-Migas, M Fanshurullah Asa saat meresmikan BBM satu harga di Kecamatan Pulau Maya.

Ifan panggilan untuk M. Fanshurullah Asa menjelaskan, dengan diresmikannya BBM satu harga tersebut, maka nelayan dan kapal motor milik nelayan yang sebelumnya membeli BBM ke tingkat pengecer dengan harga tinggi, kini mereka sudah bisa membeli BBM dengan harga sama dengan yang dijual di kota-kota, yakni premium Rp6.450/liter, dan solar Rp5.150/liter.

“Untuk di Kabupaten Kayong Utara sendiri akan dibangun kembali dalam waktu dekat BBM satu harga di Kepulauan Karimata, sehingga kami berharap agar pemerintah dan Pertamina mempermudah pengurusan izinnya dan kami juga meminta kepada Bupati diwilayah 3 T yang dibangun program BBM 1 Harga agar mendukungnya dengan mempermudah perijinan, apabila ada Bupati yang tidak memberikan kemudahan perijinan agar dilakukan perubahan lokasi, mengingat masih banyak diwilayah 3 T yang belum memiliki SPBU” tambah Ifan.

Dirinya juga berharap agar penyaluran BBM satu harga ini diawasi ketat oleh semua pihak terkait, baik TNI/Polri dan pemerintah setempat, agar penyalurannya tepat sasaran.”BBM subsidi jangan sampai dijual ke pihak industri, karena ini hak masyarakat kecil seperti nelayan. Kami berharap dengan membeli BBM satu harga ini, maka keuntungan para nelayan lebih besar lagi, sehingga mereka balik ke rumah dengan hati yang lebih bahagia lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kayong Utara Citra Duani mengapresiasi dengan diresmikannya BBM satu harga di Pulau Maya, sehingga bisa membantu masyarakat dalam mendapatkan BBM dengan harga murah atau sama harganya dengan BBM yang dijual di kota-kota seluruh Indonesia.

“Kami berharap dengan diresmikannya BBM satu harga ini, maka masyarakat bisa merasakan BBM dengan harga terjangkau, tidak ada lagi penyalur ilegal, kalau masih ada, silakan laporkan kepada pihak terkait,” ujarnya

Sales Area Manager (SAM) Ritel Kalbar PT.Pertamina (Persero) Weddy Surya Windrawan mengungkapkan bahwa PT. Pertamina akan berkomitmen untuk mensuplai BBM 1 Harga di wilayah 3T termasuk di Pulau Maya ini. Dirinya berharap agar Pmerintah Daerah dan masyarakat ikut serta mengawasi penyaluran BBM 1 Harga agar tepat sasaran kepada yang berhak menerimanya sesuai ketentuan. “Pertamina akan senantiasa menghadirkan BBM yang berkualitas dan tentunya dengan safety yang terjamin untuk masyarakat” jelasnya.

Pada kurun Tahun 2017-2019, BPH Migas telah berhasil mengawal dan melakukan supervisi terhadap pembangunan penyalur BBM 1 Harga dengan capaian sebanyak 170 Lembaga Penyalur BBM 1 Harga dengan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) sebanyak 160 penyalur dan 10 penyalur PT AKR Corporindo Tbk.

Untuk Tahun 2020-2024, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi bahwa Program BBM 1 Harga akan dilanjutkan dengan target sampai dengan akhir Tahun 2024 adalah terbangunnya 330 lembaga penyalur BBM 1 Harga. Untuk Tahun 2020 akan dilakukan pembangunan 83 lembaga penyalur BBM 1 Harga yang tersebar di 20 Provinsi, 70 Kabupaten, 83 Kecamatan dengan sebaran 13 Penyalur di Sumatera, 13 di Kalimantan, 21 di NTB dan NTT, 7 di Sulawesi, dan 29 Penyalur di Maluku dan Papua dengan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) untuk melakukan pembangunan penyalur BBM 1 Harga tersebut.

M. Fanshurullah Asa juga optimis target 83 lokasi penyalur BBM 1 Harga dapat terwujud hingga akhir tahun 2020 walaupun saat ini sedang terjadi pandemi covid-19. “BPH Migas setiap minggu mengadakan rapat monitoring dan koordinasi secara daring/online dengan PT. Pertamina dan Pemerintah Daerah untuk memonitor progres pembangunan penyalur BBM 1 harga di 83 lokasi 3T dan Alhamdulillah walaupun dalam masa pandemi covid-19, kita telah berhasil meresmikan SPBU Program BBM 1 Harga yang pertama ditahun 2020 di Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk pencegahan covid-19,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Bisnis Ekonomi

Pemerintah Diminta Bantu UMKM Agar Kembali Pulih di Masa New Normal

Koran Jurnal, Jakarta – Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta pemerintah membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pelaku bisnis yang mendapatkan dampak wabah virus corona atau covid-19. Yakni dengan meringankan pajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menyambut dibukanya kembali sektor ekonomi di masa tatanan kehidupan baru atau New Normal.

Hal itu dikatakan Sandiaga, mengingat sektor bisnis ini telah mendapatkan hantaman pandemi Covid-19, untuk itu peringanan pajak sangat diperlukan agar UMKM kembali pulih.

“Pemerintah harus menunjukkan keberpihakannya. Berikan kelonggaran bagi UMKM untuk mereka bisa pulih kembali,” kata Sandiaga dalam keterangannya, Rabu (17/06/2020).

Sandiaga mengatakan, Indonesia harus menghindari gelombang PHK yang lebih jauh lagi. Pengusaha nasional ini ingin agar jangan sampai ada masyarakat kehilangan pekerjaannya, tidak mendapat penghasilan sementara beban biaya hidup semakin meningkat.

Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini mengaku melihat bahwa UMKM mengalami kesulitan dalam berbisnis. Dia lantas meminta pemerintah memberikan bantuan modal usaha kepada masyarakat untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak, khususnya UMKM.

“Dalam masa pemulihan ekonomi yang dibutuhkan masyarakat adalah dana tunai, bagaimana masyarakat mendapatkan bantuan likuiditas untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan membuka kembali usaha yang sempat tutup,” katanya.

Sandi berpendapat, pembukaan kembali sektor ekonomi saat penerapan normal baru merupakan hal penting. Mantan calon wakil presiden ini mengatakan, sekitar 5 juta orang saat ini sudah kehilangan pekerjaan yang mayoritas berasal dari sektor UMKM.

Ia mengatakan, UMKM telah menciptakan 97 persen lapangan pekerjaan dan 60 persen sumber ekonomi. Menurutnya, salah satu solusi yang harus dilakukan pemerintah adalah bekerja sama dengan perbankan untuk menyediakan permodalan kepada pelaku UMKM.

Sebagai salah satu pengusaha, Sandi juga menuturkan, sulit bagi mereka mendapatkan modal dari perbankan karena banyaknya persyaratan administrasi tanpa jaminan pemerintah. Sedangkan, sambung dia, kesulitan akses pada permodalan harus segera mendapatkan solusi.

Meski demikian, dia tetap mendorong pemerintah untuk mengumpulkan pajak dari perusahaan-perusahaan besar di tengah pandemi Covid-19. Dia mengatakan, pasalnya mereka telah lama menikmati keuntungan dari pasar di Indonesia.

“Ini kita harus berikan satu dukungan kepada pemerintah untuk bisa mengumpulkan pajak kepada perusahaan-perusahaan besar karena rata-rata mereka ini yang menikmati pasar populasi Indonesia yang besar,” katanya, seperti dilansir Republika.(red)

Categories
Bisnis Kesehatan Megapolitan

Telkom Group Bantu Robot Desinfeksi dan Sterilisasi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Gugus Tugas Nasional atau GTPPC19 mendapatkan bantuan dari Telkom Group robot desinfeksi dan sterilisasi ruang isolasi pasien COVID-19. Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo menerima bantuan tersebut di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Kamis (28/05/2020).

Ketua GTPPC19 Doni Monardo menyampaikan, “Mudah-mudahan inovasi ini tidak hanya berhenti pada Autonomous UVC Mobile Robot, tapi mampu melahirkan lebih banyak inovasi akan banyak yang dibutuhkan masyarakat.

“Inovasi lainnya yang buat oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional di bawah Kementerian Riset dan Teknologi telah meneliti sejumlah vaksin, termasuk juga laboratorium Rapid Test, ventilator dan sejumlah teknologi juga akan dimanfaatkan untuk penanganan Covid,” ujar Doni di KSP, Jakarta, Kamis (28/05/2020).

Doni menambahkan bahwa kreativitas anak bangsa yang sudah memproduksi teknologi komponen lokal lebih dari 70% dan tentunya ini merupakan suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Terkait robot ini, Doni berkata, “Penting suatu tim untuk mempersiapkan hal teknis dan melakukan sterilisasi terhadap wilayah yang kemungkinan besar terpapar sehingga teknologi yang dihasilkan juga dapat bisa segera kita manfaatkan di lapangan.”

Doni yang juga Kepala BNPB menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas robot karya anak bangsa yang saat ini dibutuhkan dalam penanganan COVID-19. Bantuan ini akan diprioritaskan untuk wilayah Jawa Timur.

Senada dengan Ketua GTPPC19, Kepala KSP Moeldoko juga menyampaikan terima kasih atas upaya para tim yang telah menciptakan instrumen ini.

“Autonomous UVC Mobile Robot merupakan sebuah inovasi yang perlu kita diapresiasi, atas semangat dan sikap pantang menyerah dari seluruh komponen bangsa,” ujar Moeldoko.

Lebih lanjut, ia berharap instrumen untuk terus dievaluasi sehingga dapat dikembangkan dengan lebih efektif. Robot tersebut sudah diujicobakan di RS Darurat Wisma Atlet di Jakarta, RS Hasan Sadikin dan RS Pindad di Bandung.

“Kita bisa membangun yang lebih besar lagi ke depannya dan mampu membantu tenaga medis kita yang telah berkorban tanpa kenal lelah dalam merawat pasien Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Telkom Edi Witjara menyampakan bahwa hari ini menjadi momentum bersama sebagai bagian dari komponen bangsa menghadirkan inovasi yang tentunya tidak mudah terlebih di tengah pandemi Covid-19.

“Kami tidak menyerah. Kami ingin mendukung dengan inovasi yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan Telkom,” katanya.

Ia juga berharap dengan adanya inovasi robot khusus penanganan COVID-19 dapat mewakili beragam inovasi yang ada di Indonesia serta menyemangati anak-anak bangsa untuk tidak menyerah dan terus melakukan inovasi dalam mengatasi pandemi ini.

Ruang penanganan pasien COVID-19 memiliki risiko tinggi bagi para tenaga medis. Risiko itu salah satunya terinfeksi miroorganisme berbahaya, seperti virus. Mengantisipasi terinfeksi di ruang perawatan, disinfeksi dan sterilisasi ruangan isolasi dapat dilakukan dengan aman melalui pengoperasian robot yang mampu diproduksi dalam waktu 2 minggu tersebut.

Robot inovasi dari Telkom University dan LIPI ini mampu untuk mengurangi kontaminasi mikroorganisme, termasuk virus SARS-CoV-2, baik yang menempel pada benda atau peralatan, lantai ataupun udara.

Robot ini dilengkapi peralatan ultraviolet (UV) yang mampu beroperasi selama 5 jam. Ketika organisme biologi terpapar sinar UV dalam kisaran 200 nm dan 300 nm, sinar tersebut akan diserap oleh DNA, RNA dan protein. Penyerapan tersebut akan menyebakan pecahnya dinding sel protein dan tentunya kematian organisme tersebut.

Dari hasil uji lab, UVC yang melekat pada robot ini mampu mengurangi jumlah bakteri di dalam koloni. Waktu uji dilaksanakan selama 10-15 menit.

Dari para peneliti mikroba disampaikan, apabila waktu pancar ditambah hingga 20 menit, jumlah bakteri yang akan mati akan lebih banyak lagi. Semakin lama UVC dipancarkan maka semakin banyak bakteri akan mati. Bakteri memiliki sifat yang sama seperti virus sehingga dapat dikatakan, dapat mewakili virus.(pus/red)