Categories
Ekonomi

Siaga Covid-19, Karantina Pertanian Amankan Produk Pertanian Ilegal

Koran Jurnal, Jakarta – Meski saat ini Indonesia dilanda wabah virus corona (Covid-19), namun Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus melalukan peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas pertanian dan produk turunannya.

Dari data pengawasan dan penindakan (wasdak) di bidang Kepatuhan Perkarantinaan tercatat selama triwulan I tahun 2020 sebanyak 2.657 kali penindakan penahanan, penolakan hingga pemusnahan. Terjadi peningkatan sebesar 28% dari periode yang sama di tahun 2019, yang hanya berjumlah 1.920 kali.

“Tindakan ini merupakan hasil pengawasan unit pelaksana teknis karantina pertanian diseluruh Indonesia bersama dengan aparat keamanan baik Polri, TNI dan instansi kepabeanan,” kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian di Jakarta, Minggu (12/04/2020).

Menurutnya, dalam melakukan kewasdakan pihaknya meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait. Ada saja pihak-pihak yang memanfaatkan situasi serba terbatas ini, jelasnya.

Beragam Modus

Agus Sunanto, plt Kepala Pusaf Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan Barantan pada saat yang sama membeberkan beberapa modus penyelundupan yang berhasil digagalkan pihaknya.

Beragam modus, seperti penahanan 1.000 unggas terdiri dari 509 ayam, 506 burung asal Thailand yang diselundupkan menggunakan kapal KM Brahma. Ditemukan oleh Tim Patroli laut BC Kanwil DJBC Aceh, di perairan Aceh Tamiang (14/3). Kemudian diserahkan untuk di proses lebih lanjut oleh Karantina Pertanian Belawan (16/3).

Ada juga dari Karantina Tanjung Pinang yang mendapati 1 ekor bearded dragon beberapa ekor kura-kura sulcata dan pardalis yang dikemas sebagai makanan ringan dengan rencana tujuan Jakarta (9/4).

Dan yang baru saja terjadi di Surabaya berupa 223 burung endemis asal Sulawesi seperti manyar, reo-reo, perling, nuri kecil dan kolibri dari pelabuhan Makassar. Berhasil digagalkan oleh petugas Karantina Pertanian Surabaya bermodus disembunyikan di kabin truk di KM Daema Rucitra (9/4)

Semua kasus yang dapat membahayakan kelestarian sumber daya alam hayati ini akan diproses sesuai dengan UU 21/2019 tentang KHIT, pasal 35. Selanjutnya apabila terbukti melanggar, sanksi hukuman maksimal 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 2 milyar.

“Kami himbau masyarakat, untuk bersama kami turut menjaga. Mustahil kita bisa swasembada pangan bahkan ekspor jika hewan dan tumbuhan kita tidak sehat dan aman,” tukas Jamil.(hum/red)

Categories
Ekonomi Megapolitan

Permudah Distribusi Pangan, Mentan Syahrul Launching Pasar Mitra Tani Bekasi

Koran Jurnal, Bekasi – Kementerian Pertanian terus mengupayakan kemudahan distribusi pangan melalui Pasar Mitra Tani/TTIC di saat merebaknya pandemi Covid-19 hingga jelang puasa dan Idul Fitri.

“Ini sesuai petunjuk dari bapak Presiden agar semaksimal mungkin menyediakan pangan untuk masyarakat. Oleh karena itu , melalui Badan Ketahanan Pangan, kita kembangkan pasar mitra tani ini,” ujar Mentan SYL saat me-launching Pasar Mitra Tani/TTIC di Toko Daging Nusantara, Bekasi, Sabtu (11/04/2020).

Selain memperluas pasar mitra tani, langkah strategis distribusi pangan yang dilakukan Kementan adalah mendekatkan produsen pangan ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan pasokan.

“Negara hadir membantu kebutuhan pangan, Mendekatkan komoditas pangan ke pasar, dengan bgitu ketersediaan cukup,” kata Mentan SYL.

Mentan SYL juga mengungkapkan bahwa ketersediaan pasokan membutuhkan kerjasama dengan semua pihak sehingga harga-harga berjalan normal dan masyarakat tenang menghadapi situasi covid ini.

“Kami dengan kementerian lain melakukan pengecekan di lapangan bersama teman-teman dari satgas pangan,” ungkap Mentan SYL.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengatakan, Pasar Mitra Tani akan terus diperluas agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan tenang.

“Salah satu tugas kita memperlancar distribusi pangan masyarakat, oleh karena itu, kita menjalin kerja sama dengan PT Suri Nusantara Jaya,”

Ditambahkan Agung, dalam kondisi pandemi sekarang ini masyarakat tetap bisa mendapat pangan yang murah.

“Dan yg lebih bagus lagi, karena masyarakat bisa memesan secara online sehingga tidak perlu keluar rumah untuk mendapat bahan pangan,” kata Agung.

Pemilik Toko Daging Nusantara, Diana Dewi mengungkapkan kesiapannya dalam bekerja sama dengan Kementan.

“Kami siap bermitra dengan Kementan, kami mengharapkan bisa membantu masyarakat mendapat harga yang terjangkau untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” ujara Diana.

Diana juga mengungkapkan, di Toko Daging Nusantara, antusiasme masyarakat, sudah tiga kali lipat dari hari biasa.

Salah seorang pengunjung, Ibu Yuni menyambut dengan antusias keberadaan Pasar Mitra Tani di Bekasi ini.

“Saya senang karena di sini harganya murah dan barangnya berkualitas,” katanya.

“Dalam kondisi sekarang, dengan kerja sama dengan Gojek atau aplikasi lain pasti sangat membantu memudahkan kami karena mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap di rumah,” tambah Yuni.

Pasar Mitra Tani Bekasi berada di Toko Daging Nusantara milik PT. Suri Nusantara Jaya, Kranggan Bekasi ini melayani penjualan komoditas pangan strategis antara lain beras, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, gula dan minyak goreng.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Jamur Susu Harimau NTT Laris di Pasar Global

Koran Jurnal, Ende – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Ende kembali mengapresiasi pelaku usaha di sub sektor hortikultura berupa jamur susu harimau yang telah berhasil meningkatkan volume ekspornya di pasar ekspor.

Jamur Susu Harimau, dengan nama latin Lignosus rhinocerus ini banyak dibudidayakan petani jamur di kabupaten Flores dan juga di kabupaten Lembata. Biasanya diekspor dalam bentuk kering dan digunakan di negara tujuan ekspor sebagai bahan baku obat herbal dan kosmetik.

“Produk lokal yang sudah memiliki pasar ekspor seperti ini yang harus kita dorong. Kedepan harusnya sudah bisa diekspor dalam bentuk ekstrak, pasta atau bahkan dalam bentuk jadi. Sehingga bisa memberi nilai tambah,” kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementan di Jakarta, Jum’at (10/04/2020).

Ia menegaskan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) menaruh perhatian khusus untuk hilirisasi industri produk pertanian. Selain deregulasi aturan untuk mendorong iklim investasj yang dilakukan pemerintah, penyaluran pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus digencarkan.

“Saatnya kita melangkah lebih cepat, silahkan manfaatkan fasilitas ini. Harapannya dengan adanya hilirasi produk makin tinggi nilainya dan makin laris di pasar dunia,” tegas Jamil.

Lebih lanjut Jamil menegaskan bahwa guna memastikan potensi lokal dapat terus masuk pasar global, jajaran tetap memberikan layanan publik terbatas.

“Mematuhi protokol keselamatan kerja dan meningkatkan biosekuriti di ruang-ruang pelayanan,” tandasnya.

Tren Meningkat

Kepala Karantina Pertanian Ende, Yulius Umbu Hunggar menjelaskan permohonan sertifikasi karantina untuk ekspor jamur susu harimau di Karantina Pertanian Ende tercatat meningkat. Sebanyak 2,1 ton dengan nilai ekonomis Rp 1,98 miliar tercatat untuk permohonan ekspor di triwulan pertama tahun 2020. Hal ini meningkat sebanyak 12% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Bisa jadi karena permintaan terhadap bahan baku obat herbal meningkat di dunia akibat pandemi Covid-19. Cina paling besar meminta komoditas ekspor ini,” jelasnya.

Yulius juga menjelaskan saat ini ekspor di NTT belum dapat dikirim secara langsung, melainkan melalui Denpasar atau Surabaya. Kendala transportasi menjadi salah satunya dan saat ini pihaknya bersama instansi terkait mendorong dibukanya akses ekspor langsung dari Ende.

“Dukungan pemerintah daerah yang baik, serta kerja sama petani dan juga pelaku usaha yang sinergis akan dapat meningkatkan volume dan pasar ekspor yang terus berkelanjutan. Semoga dalam waktu dekat dapat kita realisasikan bersama ekspor langsung dari Ende,” terangnya.

Perlu diketahui, menurut Vicky Fernando Walelang, petani jamur asal Lembata saat datang mengajukan permohonan periksa karantina bahwa produktivitas jamur ini semakin baik di musim hujan.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Bupati Pendeglang: Panen Raya Padi, Stok Beras Cukup Hingga Oktober 2020

Koran Jurnal, Pandeglang – Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten terkenal dengan sektor pertaniannya yang begitu maju. Tak ayal, daerah ini menjadi penyuplai bahan pangan pokok di antaranya beras dan jagung untuk memenuhi kebutuhan Ibukota dan industri pangan dan pakan setiap tahunnya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyatakan mengawali tahun 2020 ini, sektor pertanian Pandeglang berhasil memasuki masa panen raya untuk padi dan jagung yang dipastikan hasilnya surplus sehingga terus menjadi daerah penyangga pangan Ibukota. Panen raya padi dan jagung berlangsung dari Maret hingga Mei 2020, sehingga di tengah pandemi covid-19 tak menghalangi petani beraktivitas panen.

“Untuk beras aman, Insha Allah hasilnya bagus, stok malah surplus sampai dengan bulan Oktober 94.735 ton. Bahkan kota Tangerang minta distribusi dari Pandeglang untuk bulan Mei 2020 sejumlah 342 ton,” kata Irna di Kantornya, Kamis (09/04/2020).

Irna menjabarkan panen padi pada bulan Maret-Mei 2020 diperkirakan seluas 48.934 hektar dengan produksi sebanyak 157.405 ton gabah kering panen. Panen ini merupakan hasil dari musim tanam Oktober-Maret 2019-2020 seluas 68.104 hektar, terdiri padi sawah seluas 57.762 hektar dan padi gogo seluas 10.342 hektar.

“Adapun panen bulan Maret seluas 20.895 hektar dengan produksi 117.212 ton gabah kering panen atau setara 63.387 ton beras, panen padi bulan April seluas 14.573 hektar dengan produksi 84.639 ton setara 45.397 ton beras. Serta panen padi bulan Mei seluas 13.466 hektar dengan produksi 77.177 ton atau setara 48.621 ton beras,” bebernya.

“Hasil panen raya ini dengan provitasnya cukup tinggi 5,9 ton perhektar untuk padi sawah dan 3,69 ton untuk padi gogo serta harga gabah kering panen di petani saat ini mencapai Rp 4.200 perkilogram,” pintanya.

Selain panen padi, Irna pun menyebutkan Kabupaten Pandeglang juga sedang melakukan panen raya jagung. Luas panen jagung pada bulan Maret seluas 5.183 hektar dengan jumlah produksi sebanyak 28.276 ton kering pipil. Perkiraan panen April seluas 2.015 hektar dengan produksi 12.285 ton kering pipil.

“Harga di tingkat petani juga lumayan berkisar Rp 3.000 hingga Rp.3.500 per kg, untuk jagung pipilan kering dengan kadar air 16-19 persen” terangnya.

Melihat kinerja panen raya ini, pemerintah Kabupaten Pandeglang mengapresiasi semangat para petani sebab dilakukan di tengah wabah Covid-19. Kemudian, Irna menuturkan pihaknya selalu mengingatkan agar para petani selalu menerapkan social distancing dan social physical.

“Yakni mengurangi banyak kerumunan massa dan mengatur jarak antar petani minimal 1 sampai 2 meter, serta imbauan untuk selalu memakai masker dan cuci tangan,” ujarnya.

“Namun perlu dicatat, persoalannya disaat musim panen raya di Kabupaten Pandeglang, perlu peran Bulog untuk penyerapan gabah. Dengan begitu hasil panen tidak dijual ke pihak luar seperti para tengkulak,” tambah Irna.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan protokol kesehatan penanganan virus Covid-19 saat musim panen raya, seperti yang dilakukan para petani di berbagai wilayah. Selain itu, juga diupayakan prasarana dan sarana pasca panen guna membantu petani dan menyelamatkan hasil panen.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kita dan para petani dalam beraktivitas harus tetap tetap menjaga jarak fisik, mencuci tangan dengan sabun dan mengikuti anjuran pemerintah,” ujarnya

Guna merespon situasi saat musim panen, Suwandi menuturkan guna menjaga harga di kala puncak raya, sesuai arahan Mentan SYL solusinya adalah dengan menggerakan Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling). Program ini menggandeng penggilingan padi kecil untuk serap gabah petani.

“Tugas kita menjaga kontinuitas produksi beras di penggilingan padi dan kelancaran distribusi antar wilayah. Penggilingan menyerap gabah langsung di petani dan modal bisa diperoleh dari KUR dan sumber lainnya. Kemudian beras dari penggilingan bisa dijual langsung maupun online kerjasama dengan start-up,” pungkasnya.

Secara nasional, Kementan memperkirakan panen raya akan berlangsung April dengan luas panen sekitar 1,73 juta ha dengan produksi 5,27 juta ton beras. Kemudian, panen padi akan berlanjut pada Mei dengan luas panen sekitar 1,38 juta ha dengan produksi 3,81 juta ton beras.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Ojol Minta Mentan Tambah Jam Layanan dan Lokasi Gerai TTIC

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan sidak ke toko tani indonesia center (TTIC) Pasar Minggu untuk memantau stok komoditas pangan serta menjamin proses distribusi ke masyarakat lancar terutama setelah Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Gojek. Saat sidak, salah satu driver ojol mengeluhkan jam operasional pasar yang terlalu singkat dan secara langsung meminta kebijakan agar Mentan mau menambahnya.

“Pemesanan untuk ke TTIC banyak Pak namun karna waktunya terlalu singkat kita jadi tidak bisa ambil banyak. Mohon Bapak menambah jam operasionalnya,” ucap driver ojol tersebut.

Menanggapi hal tersebut Mentan Syahrul mengatakan bahwa ia akan berkoordinasi dengan kepala badan ketahanan pangan (Kementan) sebagai penanggung jawab TTIC untuk penambahan jam operasional.

“Melihat kondisi antrian beberapa hari ini yang begitu padat. Saya berkoordinasi dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan yang mengendalikan TTIC agar mungkin waktunya bisa ditambah lagi 1 hingga 2 jam jadi operasional yang biasanya jam 10 pagi hingga pukul 2 siang maka akan ditambah lagi nanti,” kata Syahrul saat diwawancarai dalam sidak on the spot di TTIC Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Rabu (08/04/2020).

Syahrul mengatakan jika kepadatan pada antrian di TTIC terjadi untuk menetramkan para pembeli sesuai anjuran pemerintah yang meminta agar menerapkan jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain.

“Persoalan yang ada kenapa antrian panjang karna ‘physical distancing‘ kita harus lakukan walaupun sulit namun untuk menertibkannya mutlak harus dilakukan,” katanya.

Selain itu, Mentan Syahrul juga mengatakan bahwa sesuai perintah Presiden, Joko Widodo untuk membantu rakyat dengan segala cara sehingga salah satu pilihan terbaik dengan membuka pasar tani di 38 provinsi khususnya di jabodetabek. Ia juga meminta kepada Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan untuk memperluas pasar tani di Jabodetabek sehingga tidak pasar tani tidak hanya ada di Jakarta Selatan.

“Hari ini saya sudah meminta kepada Kabadan Ketahan Pangan untuk tidak hanya membuka pasar tani ditempat ini saja tapi ada 5 tempat di Jabodetabek yang bisa dijadikan induk dan agen agen pasar nya juga harus diperluas dan siapa saja yang mau untuk menjadi agen boleh,” sambungnya.

Dalam sidak, Mentan juga menjumpai para driver serta masyarakat yang sedang antri untuk masuk ke pasar TTIC dan ia juga meminta para pembeli untuk terus menggunakan masker sewaktu beraktivitas diluar rumah.

Ditempat yang sama, Muhammad Gufron, driver Gojek mengatakan bahwa pemesanan bahan pangan melalui aplikasi Gojek sangat membantunya. Terutama dalam mendapatkan pelanggan di tengah wabah COVID-19 ini.

“Kalau perlu tahu saya dari pagi dapat pelanggan susah, paling banyak satu atau dua. Tapi setelah jam buka TTIC saya bisa memaksimalkan mendapat pelanggan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ardi, driver Gojek lainnya yang ditemui seusai membeli kebutuhan pangan pokok untuk pelanggan di TTIC Pasar Minggu.

“Alhamdulillah tertolong dengan adanya Go Shop ini, karena pelanggan yang memesan Gojek memang sangat turun,” kata Ardi.

Selain driver Gojek, Pasar Mitra Tani/TTIC Kementan juga menerima langsung masyarakat yang ingin berbelanja bahan pangan. Namun dengan adanya pandemi Corona, interaksi dibatasi dan terus diupayakan menjaga jarak.

Salah satu pengunjung Suherman misalnya, ia mengungkapkan pelayanan TTIC di tengah merebaknya virus Corona ini sudah cukup bagus dengan berusaha menerapkan ‘physical distancing‘.

“Walau antri sebelum belanja namun kami akan lakukan sesuai anjuran pemerintah yang sudah berusaha dalam menangani Covid-19,” tukasnya.(hum/red)

Categories
Daerah Ekonomi

Kadis Pertanian Sergai: Masa Pandemi Covid-19, Persedian Pangan Masih Aman

Koran Jurnal, Jakarta – Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) berdasarkan Surat Gubernur Sumatera Utara No. 520/2699/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang Penyampaian Luas Baku Lahan Sawah Tahun 2019 bahwa luas sawah Kabupaten Serdang Bedagai 28.016,95 ha. Lahan pertanian ini berada di 17 Kecamatan dan 243 Desa/Kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 610.900 jiwa.

“Potensi pertanian cukup luas dan saat ini masih panen, persediaan pangan di Kabupaten Sergai dalam menghadapi wabah covid 19, masih aman bahkan surplus,” demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Sergai, Radianto, Rabu (08/04/2020).

Ia menambahkan sentra tanaman padi antara lain berada di Kecamatan Pegajahan, Perbaungan, Pantai Cermin, Teluk Mengkudu, Sei Rampah, Sei Bamban, Tebing Tinggi, Tanjung Beringin, Bandar Khalipah, Tebing Syahbandar, Serbajadi, Silinda, Dolok Masihul dan Sipispis.

Pada tahun 2019 Kabupaten Sergai dengan luas panen 69.018 ha menghasilkan beras 250.198 ton dengan kebutuhan 77.169 ton sehingga surplus 173.029 ton. Sedangkan luas panen dari bulan Januari hingga April 2020 seluas 25.266 ha menghasilkan beras 91.592 ton.

“Kebutuhan beras di Kabupaten Serdang Bedagai selama periode Januari sampai April ini adalah 25.731 ton, sehingga masih surplus 65.861 ton. Dengan kebutuhan beras rata-rata per bulan sebesar 6.433 ton, maka sampai periode panen Agustus-September ketersediaan pangan di Kabupaten Serdang Bedagai masih aman,” bebernya.

Lanjut Radianto, Kabupaten Sergai dengan pola tanam yang dimulai di bulan April sampai September 2020 dengan estimasi tanam seluas 28.016,95 ha, maka akan didapatkan luas panen untuk periode September-Desember seluas 26.988 ha dengan estimasi provitas 5,8 ton/ha, maka didapatkan produksi 156.530 ton. Dengan demikian akan didapatkan beras 98.206,92 ton.

“Maka Estimasi kebutuhan beras di Kabupaten Serdang Bedagai untuk periode Mei s/d Desember adalah 51.462 ton, maka berdasarkan estimasi tersebut masih akan ada surplus beras 46.744,92 ton,” terangnya.

Di tempat terpisah, Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan Kementerian Pertanian(Kementan) bersama pemerintah derah (Pemda) dan pelaku usaha bekerjasama dalam penanggulangan penyebaran wabah covid 19 dengan menyediakan pangan selama pandemik berlangsung. Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, hasil panen petani harus menguntung dan distribusi pangan pun dipastikan lancar.

“Masyarakat tidak perlu panik terkait ketersediaan pangan, Kementan dan pemda menjamin dan akan terus bekerjasama memenuhi ketersediaan tersebut,” katanya.

Secara nasional, Kementan memperkirakan panen raya akan berlangsung April dengan luas panen sekitar 1,73 juta ha dengan produksi 5,27 juta ton beras. Kemudian, panen padi akan berlanjut pada Mei dengan luas panen sekitar 1,38 juta ha dengan produksi 3,81 juta ton beras.

“Karena itu sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pangan harus aman dan harga stabil. Kami mengantisipasi jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP, red),” tegasnya.

“Pemerintah dalam hal ini Kementan melakukan intervensi dan upaya untuk stabilisasi harga saat panen padi ini. Kami punya program Kostraling (Komando Startegi Penggilingan Padi, red) melalui pendekatakan KUR (Kredit Usaha Rakyat, red),” tutupanya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul: Stok Bawang Bombai Sudah Aman Saat Ini

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan mengecekan ketersediaan bawang bombai ke gudang salah satu importir demi memastikan stok cukup. Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19, seluruh distribusi pangan juga dipastikan lancar untuk mengisi kebutuhan pasar.

“Kita pastikan hari ini bahwa 11 komoditi pangan dasar siap dan terkendali sehingga kebutuhan terpenuhi. Tiga kebutuhan yang memiliki masalah dari ke 11 itu yaitu gula, bawang putih, serta bawang bombai sudah aman saat ini,” kata Syahrul saat diwawancarai di PT Tunas Maju Mandiri Jakarta, Jum’at (03/04/2020).

Mentan menambahkan bahwa selain mengamankan stok, bersama dengan pemerintah daerah, para distributor serta satgas pangan polri akan terus pantau jalur distribusi pangan sehingga ketersedian pangan lancar dan tidak ada yang kekurangan.

“Saya sudah minta kepada Gubernur, Bupati serta POLRI dalam masa karantina wilayah tetap mengedepankan jalur transportasi distribusi bahan pokok kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Syahrul mengungkapkan bahwa sebelumnya harga bahan pokok sempat mengalami kenaikan dikarenakan adanya panic buying dari masyarakat, panic trader dari pedagang dikarenakan terjadi lockdown di sejumlah negara dan daerah yang membuat terjadi perlambatan dalam penyetokan barang.

“Saya berharap bawang bombai ini segera akan kita distribusikan langsung ke retail-retail yang ada, dan ini tentu kerja yang ada terkait dengan pemerintah yang ada di provinsi untuk mengatur sampai tingkat kabupaten,” ungkap Syahrul.

Menurut Mentan dalam menghadapi situasi saat ini masyarakat harus tetap tenang dan jangan ada yang membuat isu yang mengkhawatirkan masyarakat sehingga pemerintah bisa berkerja dengan fokus dalam menyediakan kebutuhan bangsa.

Dikesempatan yang sama, Direktur PT Tunas Maju Mandiri mengatakan bahwa 10 kontainer yang berisi 26 Ton per kontainer tiba dari New Zealand dan akan segera didistribusikan ke 3 pulau yakni Jawa, Sumatera, Sulawesi hingga Papua.

“Pertanggal 1 April berjumlah 10 kontainer yang akan di lepas oleh Pak Menteri untuk segera di distribusikan. 3 diantaranya sudah didistribusikan ke luar jawa salah satunya Timika,” katanya.

Adi juga mengatakan jika setiap minggunya bawang bombai akan terus masuk mulai pekan ini ke Indonesia untuk kebutuhan masyarakat sesuai kebutuhan yang sudah di rekomendasikan pemerintah.

“Sebagian sudah bawang bombai sudah ada pada retail. Dan kami akan terus mendukung pendistribusian sehingga stok pasar untuk bawang bombai tidak ada yang langka,” tukasnya.(hum/red)

Categories
Bisnis Ekonomi Nasional

Pemerintah Gratiskan Tarif Listrik Bagi Pelanggan PLN Daya 450 VA dan Potongan 50 Persen untuk 900 VA Selama 3 Bulan

Koran Jurnal, Bogor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah akan menggratiskan tarif listrik pelanggan PLN (Perusahaan Listrik Negara) daya 450 VA (Volt Ampere) dan memberikan potongan tarif listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan PLN daya 900 VA selama 3 bulan terhitung April, Mei dan Juni 2020. Kebijakan itu diambil pemerintah untuk membantu golongan rakyat tidak mampu akibat terkena dampak kebijakan pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran virus corona atau covid-19.

Jokowi menjelaskan, kebijakan tersebut berlaku selama 3 bulan ke depan, mulai bulan April hingga Juni 2020.

“Tarif listrik perlu saya sampaikan, untuk pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya 24 juta pelanggan akan digratiskan selama 3 bulan ke depan untuk bulan April, Mei, dan bulan Juni 2020,” kata Jokowi melalui video konferens di Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (31/03/2020).

Kemudian untuk pelanggan dengan tagihan listrik daya 900 VA akan mendapat diskon 50 persen.

Para pelanggan hanya akan membayar separuh harga dan berlaku selama tiga bulan ke depan.

Jokowi mengatakan untuk warga yang menggunakan listrik 900 VA ada sekitar 7 juta di seluruh Indonesia.

“Sedangkan untuk pelanggan 900 VA yang jumlahnya sekitar 7 juta pelanggan akan di diskon 50 persen. Artinya hanya membayar separuh saja untuk bulan April Mei dan Juni 2020,” jelasnya.(red)

Categories
Ekonomi

Kementan: Maret Puncak Panen Padi di Kabupaten Sragen 21.260 Ha

Koran Jurnal, Sragen – Puncak panen padi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah terjadi pada bulan Maret 2020 ini seluas 21.260 hektar (ha). Alhasil, selain dapat memenuhi kebutuhan beras untuk seluruh masyarakatnya, Sragen juga mampu menyuplai beras untuk daerah lain.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sagen, Eka Rini L guna menegaskan bawah di tengah wabah virus Corona yang melanda dunia di antaranya Indonesia tidak mempengaruhi stok pangan khusus beras, Senin (30/03/2020).

Eka menyatakan keberhasilan pertanian Kabupaten Sragen sehingga melakukan pesta panen padi tersebut tak lepas dari kontribusi Kementerian Pertanian (Kementan) yang memberikan dukungan atau bantuan sarana produksi dan pendampingan. Program Kementan mendorong Kabupaten Sragen harus senantiasa mewujudkan swasembada beras yang berkelanjutan.

“Memang tidak dapat dipungkiri wilayah ini walaupun musim keringpun dapat melakukan budidaya padi dengan menggunakan fasilitas sumur dan pompa air yang telah mencapai hampir 30.000 titik,” jelasnya.

Menurut Eka, bantuan ini sangat membantu petani guna mengamankan dan meningkatkan hasil budaya padi petani. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini dengan luas baku sawahnya sebesar 39.827 ha dengan tanam serempak sebagai ciri khas pola tanamnya petani maka pada bulan Januari dan Februari kemarin luas panen padi masing-masing mencapai 873 ha dan 14.371 ha.

“Selanjutnya puncak panen padi terjadi bulan Maret 2020 dengan luasan 21.260 hektar dengan produktivitas 6,26 per ton. Daerah yang paling luas panennya adalah di Kecamatan Masaran disusul Sumber Lawang dan Tanon,” bebernya.

Terkait harga gabah, Eka menuturkan harga gabah kering panen (GKP) saat ini diatas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu sebesar Rp 4.200 per kilogram harga. Panen juga berlangsung di bulan April 2020 dengan luas panen mencapai 18.333 ha.

“Dengan demikian kabupaten sragen dengan sebutan sukowati tetap menjadi tumpuan penyediaan beras di Indonesia baik saat ini maupun yang akan datang,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan pihaknya selalu sigap memperhatikan ketersediaan pangan yang ada di semua daerah khususnya Kabupaten Sragen. Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pihak Kementan dengan cepat memberikan bantuan agar kegiatan budidaya komoditas pertanian terutama padi berhasil dipanen dengan produktivitas tinggi dan jaminan harga yang menguntungkan petani.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, kita meminta para petani dan semua pihak agar selalu menjaga kesehatan, cuci tangan dengan sabun, melakukan social distancing dan ikuti anjuran pemerintah. Semuanya harus tetap semangat meningkatkan produksi guna memasok pangan secara cukup bagi penduduk,” ujarnya.

Guna menjamin ketersediaan beras selama wabah virus Corona, Suwandi menegaskan Kementan mendukung tindakan tegas aparat berwajib untuk memberi efek jera kepada oknum yang sengaja menaikkan harga dan menimbun bahan pangan, salah satunya beras.

“Kalau ada penimbunan, kami bersinergi dengan pihak Kepolisian, kami turun tangan. Jangan biarkan publik panik sehingga terjadi yang namanya panic buying. Kita usahakan mulai dari kebutuhan hingga produksi dalam negeri tetap berjalan,” tandasnya.

Categories
Ekonomi

Tepung Jagung Olahan Cilegon Berhasil Tembus Pasar Israel

Koran Jurnal, Cilegon – Pangsa pasar produk olahan berupa tepung jagung atau corn starch hasil industri di Cilegon berhasil tembus pasar Israel.

Setelah sebelumnya menjadi langganan 5 negara tujuan ekspor lainnya yakni : Vietnam, Malaysia, Hongkong, Pilipina dan Thailand.

Pada pengiriman perdana kali ini, sebanyak tiga kontainer dengan berat total 57 ton senilai Rp. 430 juta tepung jagung siap diberangkatkan menuju Israel.

“Kami telah pastikan tepung jagung ini bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), sehingga aman dan layak untuk diekspor,” ujar Raden Nurcahyo, Kepala Karantina Cilegon, Kamis (26/03/2020).

Raden juga menjelaskan bahwa target pemeriksaan OPTK serta persyaratan ekspornya masih sama dengan 5 negara sebelumnya. Israel juga mempersyaratkan adanya Phytosanitary Certificate (PC) sebagai jaminan kesehatan bagi tepung jagung tersebut. Dengan adanya jaminan PC maka tepung jagung akan diterima/tidak ditolak oleh negara tujuan.

Berdasarkan data otomasi sistem IQFast, ditahun 2020 ini, Karantina Pertanian Cilegon telah memfasilitasi sertifikasi ekspor produk olahan sub sektor tanaman pangan atau tepung jagung ini sebanyak 8,9 ribu ton atau senilai Rp. 42 miliar. Jumlah ini setara dengan 33% dari total volume ekspor ditahun 2019 yang mencapai 27 ribu ton.

Raden menjelaskan, lalu lintas produk pertanian dan turunannya tetap berjalan, walaupun ada sedikit penurunan di tengah wabah pandemi Covid19.

Ia juga menambahkan, sesuai arahan Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, seluruh layanan perkarantinaan terhadap publik tetap berjalan 24/7.

“Sesuai petunjuk Kepala Badan Karantina, maka Tindakan Karantina dimodifikasi melalui kombinasi pemeriksaan inline inspection dengan perangkat digital. Protokol kesehatan dari Pemerintah bagi pejabat karantina yang bertugas di kantor dan di lapangan antara lain bilik disinfeksi bagi pengguna jasa yang datang ke kantor dan juga hal lainnya, diterapkan secara Disiplin sehingga biosekuriti dilaksanakan secara ketat serta memberi rasa aman dalam pelayanan,” pungkas Raden.(hum/red)