Categories
Ekonomi

Kementan Lepas Ekspor Produk Pertanian ke 43 Negara Secara Serentak

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat adanya peningkatan ekspor selama setahun terakhir. Peningkatan ini jumlahnya bahkan cukup signifikan, yakni 7,47 persen. Ini menjadi angin segar bagi perekonomian Indonesia, terutama saat adanya wabah corona.

“Dari tahun 2019 sampai Maret 2020, peningkatan ekspor kita mencapai 7,47 persen. Ini terjadi dari tahun lalu,” ujar Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian, Ali Jamil saat mendampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian di sembilan pintu utama pengiriman secara serentak, Kamis (30/04/2020).

Menurut Ali, peningkatan ekspor ini berasal dari empat subsektor unggulan seperti perkebunan, tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Dari keempatnya itu, peningkatan yang terjadi kurang lebih mencapai 12 triliun.

Berdasarkan catatan pertanian, peningkatan komoditas Hortikultura sebesar 30 persen, Perkebunan 26 persen, peternakan 16 persen dan peningkatan tanaman pangan sebesar 14 persen.

Ali mengatakan, peningkatan ini terjadi karena faktor barang yang diekspor tidak lagi dalam berbentuk barang mentah, akan tetapi sudah diolah menjadi makanan bermutu yang digemari masyarakat dunia.

“Artinya adalah, sekarang kita mengirim kelapa tidak hanya serabutnya saja, tetapi sudah diolah terlebih dahulu memjadi produk berkualitas. Untuk itu sekarang kita sedang mengarah ke industri pengolahan,” katanya.

Sekedar diketahui, ekspor di 9 pintu masuk pelepsaan ini dikirim ke 43 negara di Benua Asia dan Eropa. Sedangkan jumlah komoditas produk pertanuan yang dikirim jumlahnya kurang lebih sekitar 166 komoditas.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan bahwa sektor pertanian adalah solusi yang pasti untuk mencegah krisis darurat corona. Untuk itu, Mentan meminta kepada pelaku usaha pertanian agar tetap berproduksi dan menjalankan kewajibannya, yakni memenuhi pangan dalam negeri.

“Sepanjang Januari hingga Maret 2020 tercatat nilai ekonomi sebesar 100,7 triliun. Maka itu, sektor pertanian adalah solusi pasti, terutama di tengah keadaan seperti sekarang ini,” tutupnya.

Adapun pintu 9 pelepasan ekspor itu diantaranya Lampung, Soekarno Hatta, Semarang, Belawan, Surabaya, Tanjung Priok, Denpasar, Balikpapan dan Makassar. Pelepasan dilakukan secara daring dengan pengiriman sertifikat elektronik dari otoritas Karantina Pertanian Indonesia ke Belanda serta penandatangan kerjasama Barantan dengan Alibaba.com.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Pemerintah Keluarkan 5 Skema Perlindungan Ekonomi Bagi Usaha Mikro Terdampak Pandemi Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah menyiapkan lima skema untuk perlindungan dan pemulihan ekonomi bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah skema yang juga termasuk program khusus bagi pelaku usaha ultra mikro tersebut disiapkan dengan harapan agar mereka dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19.

“Ada lima skema besar dalam program perlindungan dan pemulihan ekonomi, utamanya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk program khusus bagi usaha ultra mikro dan usaha mikro yang selama ini tidak bersentuhan dan tidak terjangkau oleh lembaga keuangan maupun perbankan,” ujar Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (29/04/2020).

Pertama, diperuntukkan bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang masuk kategori miskin dan rentan terdampak Covid-19. Para pelaku usaha dalam skema tersebut diupayakan agar masuk sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah.

“Kita harus memastikan bahwa mereka ini masuk sebagai bagian dari penerima bansos (bantuan sosial) baik itu PKH (Program Keluarga Harapan), paket sembako, bansos tunai, BLT (bantuan langsung tunai) desa, maupun pembebasan pengurangan tarif listrik dan Kartu Prakerja,” ucapnya.

Kedua, berbicara mengenai insentif perpajakan yang berlaku bagi para pelaku UMKM dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun. Terhadap mereka, pemerintah telah menurunkan tarif PPh final selama enam bulan.

“Di sini pemerintah telah menurunkan tarif PPh final untuk UMKM dari 0,5 menjadi 0 persen selama periode enam bulan dimulai dari April sampai September 2020,” kata Presiden.

Ketiga, relaksasi dan restrukturisasi kredit UMKM meliputi penundaan angsuran dan subsidi bunga bagi para penerima KUR (Kredit Usaha Rakyat), UMi (Kredit Ultramikro), PNM Mekaar (Permodalan Nasional Madani Membina Keluarga Sejahtera), LPDB (lembaga pengelola dana bergulir), hingga penerima bantuan permodalan dari beberapa kementerian.

“Saya juga minta agar program penundaan angsuran dan subsidi bunga diperluas untuk usaha mikro penerima bantuan usaha dari pemerintah daerah,” imbuhnya.

Keempat, pemerintah juga akan memberlakukan perluasan pembiayaan bagi UMKM berupa stimulus bantuan modal kerja. Dalam skema ini, pemerintah menyiapkan bantuan modal kerja darurat yang dirancang khusus bagi pelaku UMKM yang merasakan dampak Covid-19.

Hingga saat ini, sudah terdapat 41 juta pelaku UMKM yang terhubung dengan lembaga pembiayaan maupun perbankan. Namun, masih terdapat 23 juta pelaku UMKM yang belum pernah mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan maupun sistem perbankan.

“Karena itu yang 23 juta UMKM ini harus mendapatkan program dari perluasan pembiayaan modal kerja. Bagi yang bankable penyalurannya akan melalui perluasan program KUR sekaligus akan mendorong inklusi keuangan. Sedangkan bagi yang tidak bankable penyalurannya bisa lewat UMi, Mekaar, maupun skema program lainnya,” tutur Presiden.

Kelima, pemerintah melalui kementerian, lembaga BUMN, dan pemerintah daerah akan bertindak sebagai penyangga dalam ekosistem UMKM, utamanya pada tahap pemulihan dan konsolidasi usaha setelah pandemi Covid-19.

“Ini penting sekali. Misalnya BUMN atau BUMD menjadi offtaker (penyerap) bagi hasil produksi para pelaku UMKM baik di bidang pertanian, perikanan, kuliner, sampai di industri rumah tangga,” ujarnya.

Kepala Negara juga kembali mengingatkan jajarannya di daerah untuk melakukan realokasi anggaran dan mengarahkannya pada program-program stimulus ekonomi yang menyentuh sektor UMKM. Dengan semua langkah dan upaya yang dilakukan tersebut.

Presiden Joko Widodo berharap agar para pelaku UMKM mampu bertahan dan tetap menjalankan aktivitas produksinya baik selama maupun setelah pandemi Covid-19 berakhir.(DBPers/red)

Categories
Ekonomi

Masa Pandemi Covid 19, Sumut Kendalikan Kresek dan Blas Padi

Koran Jurnal, Medan – Meski dalam kondisi pandemi Corona virus disease (Covid) 19, pihak Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tetap berupaya mengawal pertanaman padi petani agar ketersediaan beras terjamin aman. Kali ini, penyakit Blight Leaf Bacterial (BLB) kerap disebut Kresek dan blas (rice blast) digusur melalui Gerakan Pengendalian, beberapa waktu lalu.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PTPH) Dinas TPH Provinsi Sumut, Marino, gerakan pengendalian dilakukan di dua wilayah kelompok tani, yakni Kelompok Tani Jadi dan Sahata Desa Nauli Kecamatan Sigumpar Kabupaten Toba serta kelompok tani Saur Dot Desa Nalela Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba.

“Kresek dan Blas merupakan beberapa penyakit utama padi sawah dan menjadi momok bagi petani dunia, sehingga harus segera kita kendalikan,” demikian ungkap Marino di ruang kerja kawasan Jalan AH Nasution Medan, Kamis (30/04/2020).

Ia mengemukakan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) seperti Kresek disebabkan oleh patogen bakteri Xanthomonas Oryzae pv. Oryzae (Xoo) bisa menginfeksi tanaman padi pada bagian daun melalui luka atau pun lubang alami seperti stomata, sehingga merusak klorofil (zat hijau) daun. Dampaknya, kemampuan tanaman melakukan fotosintesis akan berkurang.

“Kalau hal itu terjadi pada tanaman padi yang umurnya muda, maka akan mati. Sementara bila dialami tanaman di fase generatif, pengisian gabah menjadi tidak sempurna sehingga dikhawatirkan gabah menjadi hampa,” paparnya.

Marino menambahkan gerakan pengendalian penyakit Kresek dan Blas padi di wilayah Kabupaten Toba itu melibatkan anggota kelompok tani Jadi dan Sahata bertajuk ‘Gerakan SPOT STOP’. Gerakan yang digaungkan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ini maksudnya, kata Marino, SPOT merupakan sumber serangan dan STOP berarti dikendalikan (berhenti).

“Dengan kata lain, Gerakan SPOT STOP merupakan tindakan yang dilakukan secara dini untuk mengendalikan sumber serangan OPT agar tidak menyebar dan menimbulkan kerusakan. Bapak Dirjen Tanaman Pangan Suwandi mewanti-wanti untuk dilakukan gerakan SPOT STOP saat serangan OPT mulai mengganggu pertanaman dengan koordinasi yang baik antara petugas lapang dan petani,” jelasnya.

“Gerakan SPOT STOP dilakukan petugas POPT-PHP (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama Pertanian, Red) bersama anggota kelompok tani Jadi dan Sahata dalam upaya mengamankan produksi padi,” sambung Marino.

Secara terpisah, Koordinator POPT-PHP Toba, Jasminto Siahaan menjelaskan Gerakan SPOT STOP dilakukan pada tanaman padi fase vegetatif di areal seluas 35 hektar (ha) sebagai respon cepat sebelum menyebarnya serangan Kresek dan Blas ke fase generatif. Hal itu berdasarkan hasil pengamatan petugas POPT-PHP pada pertanaman padi sawah varietas lokal usia 40-60 hari setelah tanam di areal yang terserang seluas 30 ha dan luas waspada berkisar 85 ha.

“Kami berjanji untuk melakukan pengamatan lanjutan bersama petugas lapang setelah pengaplikasian pengendalian. Apalagi, para petani berencana melakukan gerakan pengendalian secara swadaya pada waktu dekat sebagai tindak lanjutnya,” ungkapnya.

Kepala Dinas TPH Provinsi Sumut, Dahler Lubis menyambut positif rencana para petani untuk melakukan gerakan pengendalian secara swadaya. Pasalnya, upaya yang dilakukan selama ini sebatas mengajarkan kepada para petani bagaimana cara mengendalikan hama dan penyakit tanaman secara massal dan serentak agar bisa dilakukan saat para petani menghadapi masalah serupa, tanpa bergantung kepada pihak lain.

“Rencana para petani melakukan gerakan pengendalian secara swadaya patut kita acungkan jempol. Ini salah satu indikasi keberhasilan dalam memberikan stimulan gerakan pengendalian kepada para petani,” kata Dahler.

Dahler pun mengingatkan para petani untuk selalu mengamati pertumbuhan tanaman padinya. Sebab penyakit Kresek dan Blas berpotensi menyerang semua fase pertumbuhan, baik sejak persemaian hingga menjelang panen.

Dahler juga menyarankan para petani untuk tidak berlebihan menggunakan pupuk Nitrogen pada tanaman padi, selain tetap memanfaatkan pupuk Kalium.

“Para petani harus lebih cermat menggunakan pupuk untuk kebutuhan tanamannya agar terhindar dari serangan hama dan penyakit,” sebut Dahler.

Lebih lanjut Dahler mengaku bahwa oihaknya juga mengapresiasi para petugas POPT-PHP yang telah bertugas secara maksimal dalam upaya mengawal pertanaman padi di wilayah Sumut. Hal ini sesuai dengan amanah yang diberikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk tetap melakukan pengawalan dalam kondisi apapun.

“Karena petani dan petugas lapang adalah garda terdepan yang menyediakan pangan bagi rakyat Indonesia,” tandasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Pemerintah Jamin Stok Pangan Aman Selama Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian menjamin stok pangan selama Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 aman dengan cadangan yang cukup untuk beberapa bulan ke depan.

Dalam telekonferensi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan neraca kebutuhan pangan cukup bagus dan terkendali dengan baik.

“Dari neraca pangan nasional kita, sebenarnya kita punya neraca cukup bagus terkendali baik, cukup tersedia,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam telekonferensi yang dipantau melalui Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Minggu (26/04/2020).

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian menjamin solusi pangan rakyat agar stok pangan tersedia bagi 267 juta penduduk Indonesia.

Saat ini, dari neraca pangan nasional memiliki surplus cadangan kurang lebih 3,5 juta ton. Sementara pada kurun Februari hingga Mei lahan persawahan mampu memproduksi 12,4 juta ton beras.

Jika ditambah stok di Badan Urusan Logistik (Bulog) dan di penggilingan maka terdapat total stok sebanyak 15 juta ton beras.

Dalam hal ini, Kementerian Pertanian memiliki tiga pilihan pendekatan dalam skema pangan nasional yaitu optimistis, moderat dan pesimistis menilik keadaan lahan yang dapat menghasilkan beras dan aspek distribusi hingga sampai ke masyarakat.

Dari sisi optimistis, kata dia, terdapat stok 15 juta ton beras nasional dan kebutuhan beras nasional 7,6 juta ton lebih kurun Februari-Mei. Jika begitu akan ada sisa stok 7 juta ton lebih.

Sementara dengan pendekatan moderat, lanjut dia, dari 3,5 juta ton stok yang ada dan skema kemampuan produksi beras turun 4 persen dari stok 12,4 juta ton maka tinggal 11 juta ton lebih. Sedangkan kebutuhan beras naik menjadi 7,6 juta-7,9 juta ton maka akan tetap tersisa stok dalam kisaran 7 juta ton beras.

Kemudian melalui pendekatan pesimistis, kata Mentan Syahrul, dengan stok 3,5 juta ton, produksi 11,2 juta ton sementara kebutuhan beras nasional 8,3 juta maka akan tersedia sisa stok 6 juta ton hingga akhir Mei 2020.

“Kalau begitu bulan puasa dan Idul Fitri dalam kendali aman. Data sudah kami validasi sampai ke daerah. Semoga Allah memberi, ada inayah sehingga data ini menjadi data obyektif normatif,” pungkas Syahrul Yasin Limpo.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Kadin DKI Jakarta Apresiasi Pasar Mitra Tani Kementan dan Inovasi Antar Jemput Online

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi mendukung terobosan dan inovasi Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok melalui pasar mitra tani yang tersebar di Jabodetabek.

“Saya juga mengapresiasi kerjasma layanan pesan antar online melalui Gojek, Grab dan Blibli Indonesia dalam memudahakan masyarakat selama menjalankan puasa dan mengikuti kebijakan darurat Covid 19,” ujar Diana, Sabtu (25/04/2020).

CEO dari tiga perusahaan di bidang trading dan logistik ini mengatakan, keberadaan pasar mitra tani sangat dibutuhkan mengingat jumlah kebutuhan pada bulan puasa dan hari raya lebaran 2020 menjngkat tajam.

Dia ingin, masyarakat bisa menikmati sajian dapur meski harus berdiam diri di rumah.

“Yang pasti, kualitas pasar mitra tani tetap terjamin bagus dengan harga yanh sesuai dengan kantong masyarakat biasa. Saya kira ini adalah terobosan yang luar biasa,” katanya.

Sebelumnya Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan kehadiran Pasar Mitra Tani merupakan posisi strategis yang harus didorong maksimal sebagai solusi atas persoalan pangan dan kondisi perekonomian yang dihadapi saat ini.

“Kami mendorong Pasar Mitra Tani sebagai solusi dalam menyambung antara kepentingan dan kebutuhan rakyat dengan kebutuhan pangan yang sudah tersedia,” kata Mentan.

Seperti diketahui, bahan-pangan pokok yang dijual di Pasar Mitra Tani relatif lebih murah dari rata-rata harga pasar. Meski demikian, pasar ini tetap menyediakan kualitas yang tak kalah segar dengan psar pada umumnya.

Adapun harga murah dan kualitas yang baik ini terjadi karena Pasar Mitra Tani memangkas langsung rantai produksi dari 6-7 rantai menjadi tiga rantai. Selain itu, pasokan yanh tersedia juga dikirim langsung dari gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang memproduksi pangan pokok dari lokasi pertanian.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Kementan: Penyerapan Ayam Ras Peternak Mandiri Mulai Berjalan

Koran Jurnal, Jakarta – Implemantasi kerja sama antar Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dengan perusahaan besar (integrator) untuk menampung/membeli ayam broiler dari peternak mandiri mulai dijalankan.

“Kemarin (22/4), PT Japfa Comfeed sudah melakukan pembelian livebird di farm broiler peternak mandiri milik Sugeng Wahyudi (anggota GOPAN) di Dramaga Tanjakan Bogor,” ungkap I Ketut Diarmita, Dirjen PKH di Jakarta, Kamis (23/04/2020).

Ia menjelaskan bahwa pembelian livebird oleh PT. Japfa Comfeed sebanyak 1.920 ekor, dengan harga Rp 15.000/Kg dan akan didistribusikan ke RPH-U Parung – Ciomas, Bogor.

“Ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan tersebut untuk membeli livebird sebanyak 700.000 ekor,” tambahnya.

Selain itu, berdasarkan informasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, PT CPI, salah satu integrator juga telah membeli ayam broiler dari kandang Eri, seorang peternak mandiri yang berdomisili di Desa Ngabean Boja, Kendal.

Disebutkan bahwa jumlah ayam yang dibeli pada hari Rabu (22/4) oleh PT CPI itu adalah sebanyak 4.000 ekor dengan harga 15.000/kg berat hidup. Sementara harga kesepakatan PINSAR di pasaran adalah 10.000/kg, jadi masih ada selisih Rp 5.000 yang bisa didapatkan peternak.

“Ayam yang dibeli di Kendal ini merupakan bagian dari komitmen 1 juta ekor ayam yang akan dibeli oleh PT. CPI di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur,” ujar Ketut terkait informasi ini.

Pembelian oleh PT. CPI ditargetkan sebanyak 20.000 ekor/hari yang selanjutnya akan dipotong di RPH-U yang berada di Salatiga. Karkas yang dihasilkan akan diolah menjadi produk olahan ayam seperti nugget, sosis, dan dan produk olahan lainnya.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH, Sugiono ketika dihubungi menjelaskan bahwa tujuan kerja sama untuk menyerap ayam broiler dari peternak mandiri tersebut antara lain adalah untuk membantu mengurangi supply ayam ke pasar sehingga dapat menyeimbangkan supply-demand.

“Kita harapkan nantinya harga akan meningkat, dan para peternak bisa menikmati hasil usahanya,” tuturnya.

Lebih lanjut Sugiono meminta agar semua pemangku kepentingan dapat saling membantu dan berbagi dalam situasi sulit saat ini, khususnya membantu peternak mandiri melalui fasilitasi pemasaran.

Sebelumnya, pada hari Senin (20/4) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian telah diselenggarakan Penandatanganan Kerjasama dengan PT. Universal Agri Bisnisindo, Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) dalam pembelian ayam ras siap potong

“Saat ini sudah 22 perusahaan besar yang akan membantu penyerapan livebird sebanyak 4.119.000 ekor di Pulau Jawa,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi TNI

Peduli Warga Terdampak Covid-19, Mentan Syahrul Bersama KSAD Launching ATM Beras

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa melakukan soft launching ATM Pertanian Sikomandan di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0501 Jakarta Pusat, Rabu (22/04/2020) kemarin.

Mentan SYL mengatakan bahwa ATM beras ini hadir untuk masyarakat berpenghasilan harian yang terdampak Covid-19 dengan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Pencegahan penyebaran Covid-19 salah satunya dengan PSBB. Tapi konsekuensinya bagi saudara kita yang penghasilannya harian sangat berpengaruh karena aktivitasnya menjadi berkurang, ATM beras ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi mereka,” kata SYL.

Sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam urusan pangan, hadirnya ATM beras selain bentuk tanggung jawab Kementan, juga ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sektor pertanian sudah semakin modern.

“ATM beras ini dikembangkan oleh Balitbangtan Kementan, memiliki kapasitas muat 180 kg dengan keluaran beras 1,5 kg. ATM beras ini mampu beroperasi selama 12 jam perhari. Jadi tinggal tekan, berasnya keluar,” kata SYL.

Pada kesempatan itu juga, Mentan SYL dan KSAD Jenderal Andika memberikan bantuan bahan pangan kepada perwkilan dari 8 Kecamatan yang berada di wilayah Makodim 0501 Jakarta pusat.

Salah satu penerima bantuan, Hari Purwanto yang tinggal di Jalan Pramuka Sari 2, Cempaka putih menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada Mentan SYL dan KSAD Jenderal Andika.

“Terima kasih Pak Menteri dan Bapak Jenderal Andika. Bantuan ini sangat membantu kami. Kami doakan Bapak-bapak semua sehat dalam menjalankan tugas, ” ungkap Hari yang kesehariannya sebagai petugas keamanan lingkungan.

Karena keterbatasan sumberdaya, pada tahap pertama, penyebaran ATM beras akan ditemptkan di Makodim Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Bekasi, Tangerang, Depok dan Bogor. Namun, apabila semakin banyak mitra yang ikut berperan, maka jangkauannya akan diperluas.

“Saya sampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para mitra sehingga kita bisa melakukan sesuatu yang mulia ini. Ini adalah panggilan bangsa dan negara untuk kita semua, agar saling bahu membahu,” pungkas SYL.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Gugus Tugas Covid-19 Salurkan Rp 200 Miliar Donasi Masyarakat

Koran Jurnal, Jakarta – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 akan menyalurkan donasi masyarakat senilai lebih dari Rp200 miliar kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 di seluruh wilayah Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bantuan tersebut juga akan digunakan untuk membantu tenaga kesehatan yang tengah berjuang melawan pandemi COVID-19.

“Lebih dari Rp 200 miliar donasi masyarakat yang kami terima sebagian besar akan dimanfaatkan untuk memastikan bahwa tenaga kesehatan kita, keluarga mereka, dan seluruh masyarakat yang terdampak dari penyakit ini bisa kita bantu dan bisa bekerja dengan lebih baik bisa lebih tenang berada di rumah tanpa kepanikan dan tanpa kekawatiran,” kata Yuri di Gedung BNPB, Rabu (15/04/2020).

Pada kesempatan itu Yuri juga menyampaikan ada lebih dari 22.000 relawan secara sukarela telah bergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Sudah lebih dari 22.000 relawan yang secara sukarela telah mendaftarkan diri dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 baik di tingkat nasional maupun di daerah,” kata Yuri.

Dia juga mengucapan terima kasihnya kepada para relawan yang telah bersedia bergabung ke dalam Gugus Tugas.

“Terima kasih bahwa relawan ini telah menyatakan kesediaannya untuk bersama-sama dalam satu sistem yang terintegrasi menanggulangi COVID-19,”ujarnya.

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 juga menargetkan produksi hingga 16.000 alat perlindungan diri (APD) berstandar medis yang sangat diperlukan oleh tim medis dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

“Kita targetkan bawa produksi ini bisa dikejar sampai dengan 16.000 APD per hari, ini adalah upaya keras kita agar seluruh petugas kesehatan di seluruh pelosok Tanah Air bisa bekerja dengan tenang, bisa bekerja dengan rasa aman, ini bagian dari keseriusan kita,” kata Yuri.

Yuri mengatakan target tersebut bisa terpenuhi berkat pengusaha tekstil dalam negeri yang mampu dan bersedia mengalihkan lini produksinya untuk memproduksi APD berstandar medis.

“Kita patut bersyukur bahwa saat ini (APD) sudah bisa diproduksi dengan bahan baku lokal yaitu menggunakan polyester 100% ini adalah upaya kita untuk memenuhi kebutuhan APD dengan medical grade dengan standar terbaik untuk memberikan perlindungan maksimal di seluruh petugas medis,” ujarnya.

Yuri juga mengatakan APD tersebut sudah lolos tes pada uji di Balai Besar Tekstil Kemenperin dan diakui standarnya oleh badan kesehatan dunia.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Kementan Gandeng Blibli Kerjasama Kostraling Memasarkan Beras secara Efisien

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Blibli sebagai salah satu perusahaan online shop guna semakin memudahkan penyediaan dan distribusi bahan pangan ke masyarakat, apalagi di masa pandemi corona. Dengan memiliki Peogram Komando Strategi Penggilingan (Kostraling), Kementan secara resmi melalukan penandatangan MoU dengan Blibli di Kantor Pusat Kementan, Selasa (14/04/2020).

Penandatanganan MoU ini secara video conference dihadiri langsung Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan dilakukan penandatangan MoU antara Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi dengan CEO Blibli Kusumo Martanto dalam hal pemanfaatan jasa penyediaan dan distribusi beras melalui platform online Blibli.

“Pada masa wabah covid ini ada 2 agenda utama yang menjadi prioritas utama negara, yaitu bidang kesehatan dan pemenuhan pangan. Meskipun ada wabah, petani diminta tetap semangat dan Kementan akan memberikan bantuan untuk memperlancar produksi,” kata Syahrul.

Pada kesempatan ini pun, Syahrul menyaksikan langsung panen raya di seluruh wilayah Indonesia. Video conference kali ini diikuti oleh 332 titik yang menggambarkan kabupaten yang sedang panen padi dan jagung, bahkan ada 12 Bupati yang bergabung dari Serdang Bedagai, Banyuasin, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Cianjur, Balangan, Barru, Banggai, Konawe Selatan, Sumbawa Barat, Dompu dan Nagekeo.

““Kami ingin buktikan bahwa riil bahwa memang semua sedang panen, bukan hanya angka-angka di atas kertas saja,” tegas Syahrul.

Perlu diketahui, Kementan memperkirakan panen raya akan berlangsung April dengan luas panen sekitar 1,73 juta hektar (ha). Karena itu pemerintah akan mengantisipasi jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).

Puncak panen akan terjadi pada April dengan luas 1,73 juta ha dengan produksi 5,27 juta ton berasdan berlanjut pada Mei dengan luas panen sekitar 1,38 juta ha atau setara dengan produksi 3,81 juta ton beras. Luas panen Mei ini masih lebih tinggi dari Maret lalu

Pada masa puncak panen raya Kementan lakukan antisipasi untuk mejaga kestabilan harga. Salah satu solusinya adalah melalui Kostraling (Komando Startegi Penggilingan Padi) melalui pendekatakan KUR (Kredit Usaha Rakyat). Rata-rata harga di tingkat petani maret lalu Rp 4.600/kg, dan sesuai Permendag No 24 Tahun 2020 yang baru HPP GKP di tingkat petani naik sebesar Rp 4.200/kg dan diperkirakan akan turun saat puncak panen raya.

“Kami meminta daerah segera menyerap KUR dan meminta daerah mengawal harga jangan sampai di bawah HPP,” ujar Syahrul.

CEO Blibli, Kusumo Martanto mengaku merasa senang telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementan sebagai e-commercial partner eksklusif untuk mendukung ketersediaan bahan pangan beras bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk berkolaborasi dan mendukung Indonesia dalam menghadapi situasi pandemi saat ini.

“Blibli berharap dengan kualitas team terbaik, sarana dan prasarana, serta teknologi yang dimiliki dapat memberikan dukungan yang maksimal serta memudahkan upaya Pemerintah dalam menyediakan bahan pangan beras,” katanya.

“Tentunya akan didukung oleh keseluruhan rantai logistik yang menjadi tulang punggung Blibli termasuk warehouse Blibli yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga dapat menjangkau pelanggan di Indonesia,” sambungnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menegaskan kerjasama ini merupakan terobosan nyata untuk memudahkan akses konsumen membeli beras melalui jasa aplikasi online sekaligus membantu menyerap gabah petani agar tidak di bawah. Yaitu dengan menggandeng kostraling/penggilingan padi untuk membeli gabah petani dan kemudian memasok beras untuk dijual melalui jasa online.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kami meminta agar Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan kabupaten mendampingi Kostraling penggilingan untuk akses KUR sehingga mampu menyerap gabah petani,” bebernya.

Selanjutnya, kata Suwandi, kostraling segera bermitra dengan pasar online, market place, startup, e-commerce untuk memperlancar distribusi beras medium, premium dan beras khusus secara lancar dan efisien, untuk diakses masyarakat.

“Kami dekatkan produsen dan konsumen agar memperlancar distribusi karena dengan kondisi wabah Corona dan kebijakan pemerintah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar, red) yang menjadi persoalan adalah distribusi yang kemudian akan berdampak pada harga,” tegasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Kementan Jalin Kerjasama Layanan Jasa Antar Khusus Pendistribusian Pangan Protein Hewani Selama Pandemi Corona

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian menjalin kerjasama dengan layanan jasa antar untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat ditengah masa pandemi virus corona atau covid-19. Adapun tujuan kerjasama itu untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat memesan produk protein hewani, sehingga kebutuhan akan pangan bergizi seimbang dan terjaga.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, masyarakat kini cukup pesan di layanan jasa antar online dengan ojek online, dan kebutuhan protein yang kita inginkan sampai ke rumah.

“Di tengah pandemi corona ini pangan harus tetap tersedia. Jadi kita ikuti anjuran-anjuran pemerintah dalam pelaksanaan pembatasan kegiatan sosial langsung dengan cara memanfaatkan e-commerce dan jasa layanan antar ojek online,” ungkap Syahrul saat Launching Penyediaan dan Pendistribusian Pangan Protein Hewani antara Kementerian Pertanian, Grab dan Mitra Usaha Tani di Jakarta, Selasa (14/04/2020).

Syahrul mengatakan bahwa masalah pangan tentu menjadi krusial bagi masyarakat dalam kondisi apa pun, apalagi saat situasi wabah pandemi covid-19. Apabila tidak terpenuhi, tentu tatanan kehidupan suatu negara akan terganggu.

“Kalau beras ada, protein terpenuhi, tentu kita semua akan jauh lebih tenang. Karena masalah pangan adalah masalah yang paling krusial dalam kondisi apa pun,” jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini Kementan akan terus berusaha memantau dan menemukan berbagai macam terobosan agar pangan dapat terpenuhi. Selain itu, pelaku pertanian (petani/peternak) dapat lebih mudah memasarkan produknya.

“Mari kita semua ikutin anjuran pemerintah agar pandemi ini segera berakhir. Kita ciptakan hati Nurani bangsa serta bangun kerjasama dan kebersamaan dalam memerangi pandemi corona ini,” pungkas Syahrul.

Kerjasama dengan layanan antar tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama dengan PT Grab Teknologi Indonesia (ojek online Grab) dan Mitra Usaha. Sedangkan untuk mitra usaha perunggasan Kementan bekerjasama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Tri Putera Panganindo. Mitra usaha daging dan olahan sapi, antara lain: PT Indoguna Utama, PT Agro Boga Utama, dan PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory). Mitra usaha e-commerce, yakni: e-Tani, Tani Hub, dan Sayurbox.(red)