Categories
Ekonomi Nasional

Presiden Jokowi Minta Pertanian Terus Berproduksi Selama Pandemi Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengintruksikan semua Kementerian dan lembaga negara untuk memprioritaskan kebutuhan bahan pokok sebagai pasokan masyarakat selama proses pengendalian penyebaran Covid 19 di Indonesia.

“Kita harus bantu para petani, para pekerja harian, buruh, nelayan dan pelaku UMKM agar daya belinya tetap terjaga serta terus beraktivitas dan berproduksi,” ujar Jokowi dalam keterangan pers terkait penanganan Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/03/2020).

Dalam kesempatan ini, kepala negara juga meminta agar semua pihak melakukan refocusing kegiatan dan melakukan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Kata Presiden, langkah ini sudah ada landasan hukum yang ditandatangani berupa Inpres Nomor 4 Tahun 2020.

“Selain memerintahkan refocusing dan realokasi, inpres ini memerintahkan percepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19,” katanya.

Sebelumnya, Presiden menyatakan bahwa stok pangan Indonesia sejauh ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 267 juta penduduk Indonesia. Untuk itu, dia berharap agar masyarakat tidak perlu panik, terlebih saat menghadapi pandemi virus corona.

“Saya kemarin sudah cek di Bulog, saya melihat stok kita lebih dari cukup. Apalagi bulan April ini masih ada panen raya sehingga penyerapan oleh Bulog juga harus diatur,” katanya.

Meski cukup, namun Presiden tetap meminta agar jajarannya terus memberi kepastian ketersediaan dan stabilitas harga barang-barang kebutuhan pokok lain yang diperlukan masyarakat.

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan juga meminta agar produksi pertanian tetap berjalan bahkan digenjot hingga berlipat-lipat.

Apalagi, sektor ini memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional.

“Adanya musibah wabah virus Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor,” tutupnya.(hum/red)

Categories
Bisnis Ekonomi

Darurat Wabah Covid-19, PT Pegadaian Tutup Sementara 394 Outlet di Jakarta

Koran Jurnal, Jakarta – PT Pegadaian (Persero) menutup sementara operasional 394 unit layanan di kawasan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, dari 748 Cabang/unit layanan yang ada terkait kondisi pandemi global Covid-19 yang kian mewabah. Kantor operasional yang ditutup adalah Unit Pelayanan Cabang atau lebih dikenal masyarakat sebagai unit kecil layanan. Sedangkan untuk Kantor cabang tidak ditutup, sehingga nasabah tetap bisa bertransaksi di outlet. Pegadaian menyadari bahwa Masyarakat masih memerlukan keberadaan PT Pegadaian dalam hal penyediaan dana yang cepat dan mudah.

“Saat ini kami membatasi pelayanan kepada masyarakat di DKI dengan menutup sementara 394 unit layanan. Tindakan tersebut kami lakukan untuk langkah pencegahan penyebaran virus corona, khususnya di wilayah DKI yang semakin masiv,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero), R. Swasono Amoeng Widodo, Jakarta, Minggu (22/03/2020).

Selain 394 unit layanan yang ditutup sementara tersebut, Amoeng menambahkan bahwa sebanyak 354 kantor cabang/unit di Jakarta akan tetap melakukan layanan dengan jam operasional terbatas, dari pukul 09.00 – 14.00 WIB.

Bicara Nasional, diluar Wilayah DKI, sebanyak 3.367 kantor cabang/unit Pegadaian sementara ini tetap dibuka dengan penyesuaian jam operasi dengan pilihan full, bisa layanan terbatas disesuaikan dengan kondisi yang akan ditetapkan oleh Pimpinan wilayah sesuai kondisi perkembangan covid-19 diwilayahnya.

Sebagai alternatif penutupan unit layanan dibeberapa titik ini. Kami meminta nasabah untuk mulai menggunakan fasilitas layanan berbasis Digital, yaitu Pegadaian Digital Services (PDS). Sebab melalui layanan PDS tersebut, diharapkan nasabah tetap dapat melakukan berbagai transaksi dengan mudah, simpel, efisien, dan fleksibel, karena dapat diakses dimana saja tanpa harus datang ke outlet layanan kami ( kantor cabang/unit layanan Pegadaian ). Berbagai layanan digital tersebut memiliki fitur seperti antara lain : membuka tabungan emas, gadai tabungan emas, perpanjangan gadai, pelunasan gadai, membayar angsuran, MPO (multi payment online) serta melakukan top up tabungan emas.

Dalam rangka mendukung himbauan pemerintah, PT Pegadaian telah menerapkan aktivitas pencegahan dan tindakan pada lingkungan internal dengan membentuk gugus tugas penanganan covid-19, di lingkungan kerja kita menerapkan pengecekan suhu tubuh dengan thermal gun sebelum memasuki gedung kantor, penyediaan hand sanitizer dispenser/botlle di tiap sudut ruangan, penyemprotan desinfektan di seluruh gedung kantor dan layanan, menerapkan konsep bekerja dari rumah (Work From Home).

Selain itu Pegadaian memberikan vaksinasi flu kepada para karyawan yang dilakukan secara bertahap karena terbatasnya jumlah vaksin yang tersedia. Pegadaian juga telah melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran COVID-19 sesuai dengan protokol, serta aktif berpartisipasi pada program Volunteer COVID-19 yang diprakarsai oleh FHCI Kementrian BUMN.(hum/red)

Categories
Ekonomi Polhukam

Pemanfaatan Dana Desa untuk Cegah dan Tangani Penyebaran Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah desa dapat memanfaatkan dana desa untuk mencegah dan menangani penyebaran coronavirus disease 2019 atau Covid-19. Pada upaya pencegahan pemerintah desa menggunakan dana untuk mengedukasi masyarakat di wilayahnya.

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Taufik Madjid mencontohkan pemerintah desa dapat melakukan kampanye pola hidup sehat dan bersih.

“Artinya, bahwa telah memberikan peluang kepada desa agar bisa menggunakan dana desa untuk kita menjaga mencegah berbagai macam aspek, khususnya terkait dengan meluasnya virus Corona 19,” tambah Taufik, Sabtu (21/03/2020).

Taufik menyampaikan bahwa pemerintah desa juga dapat menggunakan dana desa untuk penanganan covid-19. Penggunaan dana dapat disesuaikan dengan tingkat eskalasi yang ada di wilayah.

“Oleh sebab itu. kepada seluruh jajaran pemerintah desa, kepala desa, badan permusyawaratan desa (BPD), dan perangkat desa, bahkan tokoh-tokoh masyarakat, kami menghimbau untuk segera melakukan langkah-langkah persiapan dan antisipasi dengan tetap pedomani instruksi dari gugus tugas yang ada di daerah sehingga penggunaan dan kebutuhan kebutuhan masyarakat yang sesuai dengan skala yang dialami oleh masyarakat semua,” pesan Taufik.

Terkait dengan administrasi dan akuntabilitas, Taufik meminta jajaran pemerintah desa untuk mempercepat penyiapan dokumen administrasi. Ini dibutuhkan untuk persyaratan pencairan dana desa. Tahun ini pencairan melalui transfer dari rekening kas umum negara ke rekening kas desa.

Taufik juga menekankan kerja sama dan koordinasi yang baik pemerintah desa, BPBD, pemerintah kabupaten dan dinas terkait, khususnya perubahan anggaran desa atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Terkait dana desa, pencairan secara bertahap disesuaikan dengan syarat-syarat yang telah dipenuhi oleh pemerintah desa.

“Jajaran pemerintah desa supaya mempercepat syarat-syarat pencairan dana desa karena untuk tahun ini, tahap pertamanya 40%, tahap kedua 40%, dan tahap ketiga 20%. Tahap pertama 40% kurang lebih ada Rp 28,8 triliun,” ujar Taufik.

Alokasi dana didistribusikan untuk 74.953 desa di 434 kabupaten dan kota di Indonesia. Dana desa yang diperoleh oleh pemerintah desa dapat segera untuk mengantisipasi, mencegah, sekaligus menangani luasnya dampak penyebaran Covid-19.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Sidak Pasar, Masyarakat Tidak Perlu ‘Panic Buying’

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pastikan stok pangan bahan pokok yang dimiliki hingga saat ini masih dalam jumlah aman hingga menjelang lebaran. Mentan juga lakukan sidak pasar untuk 10 pasar di kota Jakarta serta gelar pasar murah dalam upaya mengendalikan harga dan aksesibilitas dalam memperoleh bahan pangan sehingga masyarakat tidak perlu panic buying.

“Saya sampaikan sesuai dengan hitungan yang sudah kami lakukan Insya Allah 11 kebutuhan bahan pangan dasar cukup tersedia asal masyarakat jangan panic buying,” kata Syahrul saat menggelar pasar murah di TTIC Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (19/03/2020).

Syahrul menegaskan bahwa Kementan bersama dengan mitra akan saling bekerja sama dalam menyediakan stok bahan pangan dipasar. Ia juga mengajak semua pengusaha untuk turut tangan dalam menjaga stabilisasi harga di pasar.

“Jangan ada orang atau pengusaha yang mau untung sendiri dan kemudian memberikan kepanikan pada rakyat,” tegas SYL.

Mentan mengungkapkan bahwa gelar pasar murah ini dilakukan untuk memberikan kepastian ke masyarakat jika bahan pokok kebutuhan dasar masih aman dan pasar murah nanti akan digelar juga diberbagai daerah di luar Jakarta.

“Hari ini di DKI Jakarta kita gelar pasar murah namun jangan beli berlebihan karena jika kita makan gula berlebihan juga akan berdampak sakit gula,” kata Mentan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi mengungkapkan jika khusus di DKI Jakarta Kementan nanti akan beroperasi pasar di 49 pasar.

“Namun khusus hari ini kita batasi di 10 pasar terlebih dahulu,” ungkap Agung.

Dalam operasi pasar ini, 3 bahan pokok dasar dijual dengan harga murah yakni Gula sebanyak 2 Ton dengan harga Rp.12.500/kg , Beras sebanyak 2 Ton dengan harga Rp.8.500/Kg dan Telur sebanyak 2,5 Ton dengan harga Rp.23.000/kg.

Operasi Pasar Murah diselenggarakan di Pasar Kalideres, Pasar Baru Metro, Pasar Kalibaru, Pasar Tanah Abang, Pasar Gondangdia, Pasar Pluit, Pasar Glodok, Pasar Tebet Barat, Pasar Rawa Badak, Pasar Johar Baru dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Pasar Minggu.

“Insya Allah dengan operasi pasar ini kita akan bisa mengendalikan harga khusunya harga gula pasir, telur dan beras. Saya berterima kasih semua berkat kerja keras kita semua,” tukas Agung.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Bersama Mitra, Mentan Syahrul Jamin Pasokan Bahan Pangan Aman Sampai Lebaran 2020

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian kembali melakukan operasi pasar dengan melepas mobil operasional bahan pangan yang akan dikirim ke 10 pasar di DKI Jakarta dari Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (19/03/2020).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa operasi ini merupakan langkah stabilisasi harga ditengah fenomena panic buying yang mulai merebak di tengah masyarakat.

“Ini perintah Bapak Presiden untuk kita semua. Kita harus bahu membahu, Kementan bersama mitra kerja menghadapi Covid-19 dari berbagai hal kemungkinan yang berdampak dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Mentan Syahrul, hari ini, pasar akan dipenetrasi oleh Kementan bersama beberapa mitra untuk menggambarkan pada masyarakat bahwa Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan dengan harga lebih murah.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi melaporkan bahwa operasi pasar yang dilakukan bekerja sama dengan PD Pasar Jaya.

“Operasi pasar akan dilaksanakan di 10 pasar yang ada di Jakarta, yaitu, Pasar Glodok, Pluit, Johar Baru, Gondangdia, Metro Atom, Kalibaru, Tebet Barat, Jembatan Merah, Rawa Badak dan Kalideres. Untuk pasokan bahan pangan, gula pasir, telur dan beras. Kementan bekerja sama dengan pelaku usaha, Asosiasi dan Gapoktan binaan.

Salah satu asosiasi yang terlibat adalah Aslupama (Asosiasi Lembaga Usaha Pangan Masyarakat) Jawa Barat yang memasok 15 ton beras segar yang di jual seharga 8.500 / kg.

“Aslupama Jabar siap berpartisipasi, menjaga pasokan bahan pangan seperti beras, bawang, dan cabe ke Jakarta untuk kestabilan harga dan pasokan” kata Agus, ketua Aslupama Jabar.

Salah satu pengunjung TTIC, Zuhri, warga Kebagusan (54 tahun) merasakan kebermanfaatan operasi pasar dan TTIC, menurutnya, harga bahan pangan TTIC stabil, lebih murah dan berkualitas.

“Biasanya yang belanja istri. Tapi sekarang giliran saya. Belanja di TTI ada jaminan harga, jadi kita bawa uang dari rumah sudah ada gambaran berapa dan apa saja belanjaan yang bisa dibeli,” kata Zuhri.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Presiden Jokowi: Penerima Insentif Gas Industri Harus Mampu Berikan Nilai Tambah Bagi Perekonomian

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas bersama jajarannya untuk membahas soal penyesuaian harga gas untuk industri dan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Melalui rapat yang digelar dengan telekonferensi tersebut, Presiden mengingatkan jajarannya untuk menghitung tiga opsi yang dibicarakan dalam ratas sebelumnya pada 6 Januari 2020 lalu.

“Opsi yang pertama mengurangi atau bahkan menghilangkan jatah pemerintah. Opsi kedua pemberlakuan _domestic market obligation_ (DMO). Opsi ketiga bebas impor gas untuk industri. Saya minta ratas hari ini saya bisa diberikan hitung-hitungan, kalkulasinya seperti apa,” kata Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (18/03/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengingatkan agar industri yang diberikan insentif penurunan harga gas harus betul-betul diverifikasi dan dievaluasi. Dengan demikian, pemberian insentif penurunan gas akan memberikan dampak yang signifikan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Menurut Kepala Negara, industri yang diberi insentif harus mampu meningkatkan kapasitas produksinya dan meningkatkan investasi barunya. Mereka juga harus mampu meningkatkan efisiensi proses produksinya sehingga produknya menjadi lebih kompetitif, serta harus bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

“Untuk itu saya minta evaluasi dan _monitoring_ secara berkala harus dilakukan terhadap industri-industri yang diberikan insentif. Harus ada disinsentif, harus ada _punishment_, jika industri tidak memiliki _performance_ sesuai yang kita inginkan,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan harga BBM, Presiden meminta jajarannya menghitung dampak dari penurunan harga minyak dunia yang jatuh ke level kurang lebih US$30 per barel.

“Saya minta dihitung dampak dari penurunan ini pada perekonomian kita, terutama BBM, baik BBM bersubsidi maupun BBM nonsubsidi. Juga dihitung berapa lama kira-kira penurunan ini akan terjadi. Kemudian perkiraan harga ke depan,” ujarnya.

“Kita harus merespons dengan kebijakan yang tepat, dan kita juga harus bisa memanfaatkan momentum dan peluang dari penurunan minyak ini untuk perekonomian negara kita,” tandasnya.(DBPers/red)

Categories
Ekonomi

Kementan Pastikan Ketersediaan Komoditas Jelang Puasa dan Lebaran Aman

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memerintahkan jajaran Kementerian Pertanian segera menentukan subyek persoalan pangan yang harus ditangani secara cepat. Langkah ini perlu dilakukan mengingat satu bulan ke depan masyarakat Indonesia akan menghadapi bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 2020.

“Saya minta kita kalian tentukan objek masalah di suatu daerah agar bisa memberi kontribusi lebih terhadap pangan rakyat. Karena itu, kita perlu menentukan metodelogi yang benar agar pasar berjalan dengan baik,” ujar Mentan saat menghadiri rapat Koordinasi Ketersediaan Komoditas Hortikultura Strategis 2020 di Ditjen Horti, Pasar Minggu, Jum’at (13/03/2020).

Menurut Mentan, metodelogi dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan pangan pada bulan puasa dan lebaran mendatang terus tersedia secara baik, dengan harga yang terkendali. Hal ini bisa dilakukan melalui pemetaan jumlah kebutuhan dan stok pangan yang ada.

“Untuk itu, kepada champion cabai, champion pedagang bawang merah dan pelaku pembangunan pertanian saya berharap selama dua bulan ke depan kita korbankan kepentingan kita untuk rakyat Indonesia. Kita harus penuhi dulu kebutuhan perut rakyat,” katanya.

Mentan mengatakan urusan pangan tidak hanya menjadi urusan pemerintah, namun pengusaha juga harus berperan,”Ayo kita berkorbanlah buat bangsa. Kita bersama dan jaga tidak terjadi lonjakan harga. Data kami stok masih cukup bahkan hingga Agustus,” tegas Mentan.

Mentan memaparkan data stok pangan yang dimiliki Kementan hingga Agustus 2020, dan langkah antisipasi telah dipersiapkan untuk menjaga stok.

“Jadi tidak perlu ragu berlebih dalam menghadapi hari raya. Bawang merah saya jamin, cabai saya jamin dan bawang putih insya Allah tidak bersoal. Hari ini saya mau melihat bahwa Indonesia tidak goyang dengan krisis apapun. Intinya bulan ramadhan ini, selain kita beramal, kita harus menjamin ketersediaan rakyat aman,” katanya.

Di tempat yang sama, Dirjen Hortikukultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto memastikan akan melaksanakan arahan Mentan dalam memonitoring semua kebutuhan rakyat menjelang dan sesudah hari raya besar Idul Fitri 2020 mendatang.

“Secara keseluruhan kebutuhan jelang bulan puasa dan hari raya besar lainya aman dan terkendali. Walau begitu, kami akan terus memonitoring dan mengimplementasikan arahan pak Menteri untuk menjamin kebutuhan masyarakat,” tutupnya.(hum/red)

Categories
Daerah Ekonomi

Antisipasi Wabah, Kementan Perkuat Jejaring Laboratorium Kesehatan Hewan

Koran Jurnal, Denpasar – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) perkuat jejaring dan kapasitas laboratorium kesehatan hewan (veteriner) guna mengantisipasi ancaman wabah penyakit hewan. Menurut Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, hal ini diperlukan agar laboratorium veteriner mampu mendeteksi secara cepat, tepat, dan akurat penyebab wabah, termasuk penyakit infeksi baru/berulang (PIB).

Ketut menjelaskan bahwa penguatan kapasitas laboratorium veteriner merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia.

“Inpres tersebut harus diterjemahkan menjadi rencana kerja operasional dan terukur untuk mengatasi masalah aktual yang dihadapi saat ini, seperti African Swine Fever (ASF) di Sumatera Utara, Anthrax di Jawa Tengah dan DIY, serta antisipasi kemungkinan COVID-19 pada hewan,” ujarnya saat menutup acara Pertemuan National Reference Coordinating Committee dan Jejaring Laboratorium Veteriner, di Bali, Kamis  (05/03/2020).

Ia juga berharap bahwa peningkatan kapasitas laboratorium veteriner tersebut dapat berkontribusi langsung pada peningkatan daya saing komoditi peternakan dan obat hewan, serta mendukung Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Di depan pimpinan Laboratorium Kesehatan Hewan lingkup Kementan dan provinsi se-Indonesia, Ketut berpesan agar peningkatan kapasitas laboratorium veteriner dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas sistem kesehatan hewan nasional yang memenuhi standar internasional.

“Peningkatan kapasitas ini harus meliputi peningkatan kemampuan pengujian, manajemen sistem mutu, sistem manajemen biorisiko, jejaring kerja, dan sistem manajemen informasi,” tegasnya.

Menurut Dirjen PKH, penguatan jejaring laboratorium veteriner dilakukan melalui penguatan laboratorium rujukan nasional penyakit hewan, penambahan ruang lingkup laboratorium rujukan nasional guna memenuhi kebutuhan pengujian ASF di Balai Veteriner Medan, COVID-19/SARS-CoV2 pada hewan di BBVet Wates, Toxoplasmosis di Balai Veteriner Lampung, serta Dourine dan Glanders di BBUSKP.

Lebih lanjut Ketut menjelaskan perlunya laboratorium rujukan nasional memperluas parameter pengujian keamanan pangan produk hewan, keamanan pakan dan obat hewan, serta berpartisipasi dalam jejaring laboratorium one health bersama jejaring laboratorium kesehatan masyarakat dan jejaring laboratorium universitas one health.

“Saat ini, hampir 100% laboratorium veteriner di bawah Kementan terakreditasi ISO/IEC SNI 17025:2017, namun untuk tingkat provinsi baru 19. Kita coba akselerasi agar pada tahun 2024 seluruh laboratorium veteriner terakreditasi ISO/IEC SNI 17025:2017,” tambahnya.

Ketut kemudian meminta agar jejaring laboratorium veteriner juga mempedomani Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 101 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Sub-Urusan Bencana Daerah Kabupaten/Kota yang dapat dijadikan kerangka untuk penguatan kapasitas mencegah, mendeteksi dan merespon zoonosis pada pemerintah daerah.

Terakhir, ia berpesan agar laboratroium veteriner mengoptimalkan penerapan iVLab guna memperkuat sistem manajemen informasi di unit pelaksana teknis lingkup Kementan dan laboratorium veteriner provinsi.(hum/red)

Categories
Daerah Ekonomi

PT BUMI Sosialisasikan Program Sistem Penempatan Satu Kanal

Koran Jurnal, Cianjur – PT. BUMI (Bursa Usaha Migran Indonesia) sebagai pelaksana dan penyelenggara Job Fair pusat informasi pasar kerja hari ini Selasa (03/03/2020) melakukan sosialisasi tentang program SPSK ke Saudi Arabia.

PT. BUMI juga membawahi beberapa Perusahaan P3MI yang telah Memiliki SIP (Surat Ijin Pengerahan atau Job Order yang bernaung di bawah Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI).

Keikutsertaan PT. BUMI di acara CNL-BHS (Cianjur Ngabangun Lembur – Bergerak Hadirkan Semangat) yang digelar oleh pemerintah daerah Kabupaten Cianjur.

Menurut salah satu petugas Sosialisasi PT. BUMI Ali Abdurahman kepada media mengatakan bahwa ini kesempatan baik untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang program SPSK ini untuk mengakomodir keinginan masyarakat yang ingin bekerja ke Saudi Arabia secara prosedural serta mencegah adanya pemberangkatan unprosedural (salah prosedur) yang cenderung kepada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang masih marak terutama di kabupaten Cianjur.

Ali Abdurahman juga dalam kesempatan ini juga menerima pendataan untuk selanjutnya memberikan arahan tentang mekanisme mulai pra keberangkatan melalui LTSA (Layayan Terpadu Satu Atap) pendataan di Disnaker hingga pemberangkatan.(AA/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Ajak Profesor Riset Terapkan Hasil Penelitian

Koran Jurnal, Bogor – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo kembali mengukuhkan dua professor atas keberhasilan menjadi Profesor Riset, masing-masing dalam bidang hama dan penyakit tanaman untuk inovasi teknologi pengendalian tikus dan teknologi proses pascapanen buah tropis untuk standart eksport. Mentan juga turut menantang para professor untuk menerapkan hasil riset sehingga berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani kita.

“Saya memberikan tantangan kepada Saudara Prof. Dr. Ir. Setyadjit, M.App.Sc, untuk dapat menyusun rancangan program dalam meningkatkan produksi dan kualitas buah tropis kita sesuai standar ekspor yang berlaku, dan pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani kita” kata Syahrul dalam sambutannya di Auditorium Utama Ir.Sadikin Sumintawikarta Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor,Selasa (25/02/2020).

Menurut SYL, research menjadi sangat penting karena pertanian dan pemuliaan bibit menjadi bagian-bagian terpenting untuk bisa mendapatkan hasil pertanian yang maksimal. Kita mempunyai penduduk 267 juta orang yang membutuhkan seluruh komoditi pertanian kalau kita tidak mau impor dan lain-lain sebagainya adalah kita harus bijak.

“Salah satunya adalah terus memperbaiki hasil research kita sehingga kita mendapatkan kualitas-kualitas dan penyisihan-penyisihan agroklimat dari masing-masing potensi lahan yang kita miliki. Itu membutuhkan research,”ucap Mentan.

Syahrul mengungkapkan bahwa acara orasi pengukuhan tersebut bertepatan dengan dua momentum yang sangat penting dalam kebijakan IPTEK Nasional, terutama terkait penataan kelembagaan strategis. Sebagai implementasi dari UU No.11/2019 tentang Sistem Nasional IPTEK, pemerintah telah membentuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Sesuai dengan Perpres No. 74 /2019 yang kemudian diubah dengan Perpres No.95/2019 BRIN mempunyai tugas menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi,”ucap SYL.

Syahrul juga mengharapkan Profesor Riset yang baru dikukuhkan dapat lebih berperan aktif menjadi pembina dan motivator bagi para peneliti yang lebih muda, baik dalam bidang kepakaran, maupun dalam pengembangan jati-diri, integritas serta profesionalisme mereka.

“Saya sampaikan penghargaan dan selamat kepada jajaran keluarga kedua Profesor Riset, yang telah memberikan kontribusi dan pengorbanan yang besar dalam mendukung karir dan pencapaian prestasi para Profesor Riset yang dikukuhkan,”ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si mengatakan jika inovasi yang dilakukan terkait pengendalian hama tikus dapat mengurangi losis dengan pasca panen. Sehingga hasil riset terkait inovasi teknologi pengendalian tikus sangat penting untuk diterapkan oleh masyarakat.

“Bertani itu sekarang kan dibeberapa daerah ada yang terserang tikus dan salah satu terobosan yang disampaikan Dr. Sudarmaji tadi jadi salah satu solusi memecahkan masalah pengendalian tikus secara bioekologi. Dan ini sudah lama kita lakukan tinggal menunggu dilakukan secara masif dilapangan,”ucap Fadjry.

Menurutnya paling penting melakukan antisipasi atau early warming system. Bagaimana bisa mendeteksi secara cepat sehingga sebelum serangan itu sudah dilakukan pengendalian dan hal tersebut juga sudah dimulai dengan Dirjen teknis Kementerian Pertanian.

“Sehingga paling tidak jangan cepat penyebaran serangan tikus ini, kita bisa lebih awal mengendalikan ini,” ucapnya.

Terkait inovasi teknologi proses pascapanen buah tropis ditujukan untuk memperpanjang daya simpan buah tropis. Menurutnya pertanian punya potensi buah tropis yang sangat melimpah di Indonesia, persoalannya daya simpannya tidak lama. Selain itu, semua produk pengiriman lewat kapal laut dan perlu waktu dua minggu sampai satu bulan supaya barang diterima.

“Sehingga memang perlu ada teknologi bagaimana memperlama daya simpan sehingga sampai negara tujuan itu kualitasnya masih terjaga, mutunya masih bagus sehingga nilai jualnya masih bagus. Ini yang tadi dibicarakan itu,”tukas Fadjry.

Sekedar informasi kedua professor yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Ir. Setyadjit, M.App.Sc untuk inovasi teknologi proses pascapanen buah tropis untuk pemenuhan standar ekspor dan Prof.Dr.Drs.Sudarmaji, MP untuk inovasi teknologi pengendalian hama tikus terpadu berbasis bioekologi untuk pengamanan produksi padi nasional.(hum/red)