Categories
Ekonomi

Kementan Dorong Ekspor Komoditas Pertanian dalam Bentuk Olahan

Koranjurnal.co.id, Pontianak – Bertumbuhnya ekspor biji pinang dari Kalimantan Barat (Kalbar) membuat Kementerian Pertanian lewat Badan Karantina Pertanian (Barantan) mendorong agar adanya investasi pengolahan biji pinang baik menjadi produk setengah jadi maupun produk akhir. Hal tersebut karena agar margin keuntungan yang didapatkan lebih tinggi.

“Ekspornya terus meningkat, ada negara tujuan baru, perlu kita apresiasi, tapi ya itu harus diolah supaya optimal,” kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian saat melepas ekspor 162 ton biji pinang ke Thailand di Pontianak, Kamis (18/07/2019).

Jamil menyebutkan bahwa dari data sistem otomasi Barantan IQFAST, beberapa komoditas di Pontianak juga merambah negara baru. Seperti komoditas aquatic plant dan kelapa parut kering terjadi penambahan negara tujuan seperti ke negara Maldives, Polandia, UK, Singapura dan Brunei.Ia yakin bahwa eksportasi pinang dari Kalbar akan meningkat 200%, pada tahun 2018 yang tercatat eksportasi 3.643,21 ton, sedangkan periode Januari hingga Juni 2019 eksportasi biji pinang dari Pangkalpinang sudah mencapai 3.301,98 ton atau sebesar 90,63% dari target tahun lalu. Pasar biji pinang cukup luas meliputi negara India, Bangladesh, Iran, Afganistan, Tiongkok dan Myanmar. Menurut Jamil, selama ini eksportir di Indonesia mengekspor biji pinang dalam bentuk mentah ke berbagai negara tujuan tersebut. Dinegara tujuan, biji pinang asal Kalbar ada yang dikonsumsi namun juga sebagian besar diolah kembali menjadi produk atau bahan pembuat kosmetika dengan merek luar.

“Kalau kita lihat, ini kita rugi. Kita yang susah susah nanam, mengeringkan dan seterusnya tapi negara lain yang dapat nama, belum perhitungan marginnya. Makanya ayolah, bagaimana ini bisa kita olah dulu baru kita ekspor,” ungkap Jamil.Selain biji pinang, ekspor kelapa dari Kalbar juga masih banyak dalam bentuk kelapa bulat hal itu karena perusahaan pengolahan kelapa kering masih terbatas di Kalbar. Dari informasi yang ada, jumlah perusahaan baru ada dua dan kapasitasnya belum mampu menyerap seluruh kelapa bulat yang dihasilkan oleh petani.Menurut Jamil, Kementan lewat 5 kebijakan strategisnya dalam mendorong ekspor harus didukung bersama. Lima kebijakan tersebut meliputi mendorong pertumbuhan eksportir baru, menambah ragam komoditas ekspor termasuk mengolahnya menjadi barang setengah jadi atau produk akhir, meningkatkan frekuensi pengiriman, menambah negara mitra dagang dan meningkatkan volume ekspor. Secara langsung Barantan mengambil posisi pada penambahan negara tujuan melalui kerja sama perjanjian SPS (sanitary and phytosanitary) dengan negara mitra. Sedangkan program lainnya Barantan mendorong serta memfasilitasi kerja sama baik dengan kementerian atau lembaga lain juga dengan melakukan inovasi pelayana seperti lewat IQFAST (Indonesia Quarantine Full Automation System), iMace (Indonesia Map of Agricultural Commodities Export) dan e-Cert atau electronic certificate. Dan untuk mendorong pertumbuhan eksportir baru, Barantan pendampingan bimbingan teknik pemenuhan persyaratan teknis ekspor dalam program Agro Gemilang, Ayo Galakkan Ekspor produk pertanian oleh Generasi Milenial Bangsa.Lebin lanjut, Jamil menjelaskan bahwa ekspor via Kalbar khususnya Pontianak pada tahun 2018 volumenya tidak kurang dari 328.124,13 ton. Lima komoditas unggulan ekspor dari Pontianak diantaranya kelapa bulat dan parut tujuan Tiongkok, Mauritius, Argentina, Turki, Afrika Selatan, Jerman, Inggris, Rusia, Yunani dll dengan total ekspor tidak kurang dari 65.006,09 ton. Lada biji tujuan Turki, India, Kanada, Tiongkok, Swis dan Vietnam dengan total ekspor sebanyak 5.358,16 ton. Sementara biji pinang banyak dikirim ke India, Bangladesh, Iran, Afganistan, Tiongkok dan Myanmar dengan volume total ekspor 3.643,21 ton. Untuk karet lempengan tujuan Amerika, India, Turki, Tiongkok, Meksiko, Turki, Vietnam dan Paakistan dengan volume total ekspor 91.832,24 ton. Palm Kernel Expeller juga menjadi komoditas yang lKu dipasaran Vietnam, Thailand dan Hongkong, dengan total ekspor 150.467,99 ton.Kepala Barantan menambahkan bahwa selain lima komoditas unggulan tersebut, pada 2018, Pontianak juga mengekspor beberapa komoditas unik yang bisa menjadi peluang baru pasar ekspor. Diantaranya tanaman aquarium (aquatiq palnt) yang diekspor ke Jepang, Korsel, Singapura, Amerika, Prancis, Inggris, Belanda, Denmark dan negara lainnya dengan total volume ekspor 363.407 batang. Sedangkan mengkudu diekspor ke Korsel dan Taiwan sebanyak 12,3 ton. Selain itu, ada juga ekapor daun kelapa sawit kering dengan negara tujuan Amerika, Hongkong dan Malaysia, yang telah diekspor sebanyak 22,53 ton. Sapu Lidi juga menjadi komoditas ekspor tujuan India, Pakistan dan Malaysia, dengan bolume ekspor 749,19 ton. Nipah juga merupakan komoditas ekspor dengan tujuan India dan Pakistan, dengan total pengiriman sebanyak 225,6 ton. Dan komoditas sarang walet yang pengirimannya baru mencapai 113,65 kg pada 2018.Selain melepas ekspor biji pinang, Kepala Badan Karantina Pertanian juga melepas bernagai komoditas pertanian lainnya seperti karet tujuan Tiongkok dan India sebanyak 665,58 ton, kelapa bulat tujuan Tiongkok sejumlah 1.239,43 ton, 224,45 ton lada biji tujuan Tiongkok serta palm kernel expeller diekspor ke Vietnam, Thailand dan Jepang dengan volume 4.320 ton. Perkiraan total nilai ekspornya adalah Rp. 36,77 Milyar.Jamil juga mendorong agar pemerintah daerah mampu memgoptimalkan program akselerasi ekspor tersebut. Ia menyarankan agar pemerintah daerah bisa menggunakan aplikasi iMace yang sudah diberikan oleh Kementan untuk memetakan dan mengambil kebijakan yang positif terkait pengembangan komoditas ekspor di wilayahnya.

“Investasi ini penting, yuk yang muda-muda kita coba garap bersama, supaya kita bisa mandiri dan petani juga lebih sejahtera,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Daerah Ekonomi Energi SDA

Pemerintah Hadirkan BBM Satu Harga di Kampung Sawa Kab Asmat Provinsi Papua

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah kembali menghadirkan BBM satu Harga di Kampung Sawa Distrik Sawa Erma Kab Asmat Provinsi Papua pada Selasa 16 Juli 2019.

Salah satu SPBU yang mulai beroperasi BBM satu harga yakni terletak di SBPU Kompak dengan Nomor 86.997.10 yang berlokasi di Kampung Sawa Distrik Sawaerma Kabupaten Asmat dengan koordinat Long – 5.1441;Lat 138.2201. SBPU tersebut baru diresmikan oleh M Lobo Balia Komite BPH Migas pada Selasa 16 Juli 2019 yang didampingi oleh GM MOR VIII PT Pertamina Persero Gema Iriandus Pahalawan, Assisten 3 Pemkab Asmat Prop Papua Syamsul Agas.

“SPBU Kompak ini mendapatkan Supply Point dari TBBM Merauke yang memakan waktu 3 hari perjalanan melalui sungai.
Pemerintah hadir dan wajib menyediakan Energi untuk seluruh masyarakat Indonesia,” kata M.Lobo Balia, dalam keterangan tertulis kepada media, di Jakarta, Rabu (17/07/2019).

Dalam sambutannya, Lobo Balia menyampaikan bahwa Pemerintah akan terus menyediakan kebutuhan BBM bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka memberikan Keadilan Energi bagi seluruh masyarakat NKRI

“Dengan adanya BBM satu Harga di Kampung Sawap Distrik Sawaerma ini, masyarakat bisa mendapatkan Premium dengan Rp 6.450 dan Biop Solar Rp 5.150. Kalo sebelumnya masyarakat membeli Premium dengan harga Rp 20.000 – Rp 30.000/liter,” jelas Lobo Balia.

Senyum lebar pun, lanjut Lobo Belia, tampak menghiasi bapak Markus yang sangat gembira dengan adanya BBM Satu Harga. Karena dengan adanya BBM Satu Harga di Kampung Sawa, Bapak Markus lebih menghemat pembelian BBM untuk perahu kecilnya yang digunakan untuk menangkap ikan di sungai bahkan di laut.

Dia juga menyampaikan bahwa BPH Migas akan terus mengawal pelaksanaan BBM Satu Harga, dan meminta dukungan pihak Kepolisian untuk ikut mengawasi distribusi BBM. “Masyarakat juga diminta kerjasamanya dalam menjaga lokasi BBM 1 Harga ini,” tukasnya.(hum/red)

Categories
Daerah Ekonomi

Genjot Devisa, Kementan Kembali Lepas Ekspor Bawang Merah dan Jahe

Koran Jurnal, Surabaya,- Upaya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran dalam menggenjot neraca perdagangan surplus untuk meraup devisa dan mensejahterakan petani tidak ada henti-hentinya. Kali ini, Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melepas ekspor bawang merah ke Singapura, Malaysia, Fililina dan Thailand sebanyak 1.000 ton dan ekspor jahe Gajah Bangladesh negara sebanyak 500 ton di Surabaya, Selasa (16/07/2019).

Pelepasan ekspor ini dilakukan Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi. Hadir Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik dan para eksportir.

Suwandi mengatakan ekspor ini merupakan salah satu bukti nyata kebijakan pangan Mentan Amran terus berkomitmen mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sejak tahun 2015 agar fokus meningkatkan produksi di daerah sentra dan memperluas kawasan pertanian, khususnya di luar Pulau Jawa dan wilayah perbatasan. Ekspor dan investasi harus didorong penuh agar pertumbuhan ekonomi semakin kuat dan masyarakat semakin sejahtera,” demikian dikatakan Suwandi pada pelepasan ekspor bawang merah dan jahe.

Suwandi menyebutkan melansir data BPS, sejak 2016 Indonesia menutup total kran impor bawang merah dan cabai segar. Sebelumnya tahun 2014 masih impor bawang merah sebanyak 74.903 ton dan selanjutnya tahun 2015 impor menurun drastis menjadi 17.428 ton.

“Namun demikian, di tahun 2017, Indonesia berhasil membalikkan keadaan dengan mulai mengekspor bawang merah ke beberapa negara tetangga mencapai 7.750 ton. Angka ini naik 93,5 persen dibandingkan pada 2016, yang ada di angka 736 ton,” sebutnya.

“Dan capaian produksi bawang merah nasional di tahun 2018 mencapai 1,5 juta ton atau naik 2.04% dari tahun 2017 yang hanya 1,47 juta ton,” pintanya.

Kemudian ekspor jahe pada Januari hingga Mei 2018 sebanyak 1.400 ton dan pada Januari hingga Mei 2019 naik menjadi 1.543 ton atau naik 10,2%. Patut menjadi catatan juga adalah kinerja ekspor sayuran, yakni pada periode Januari-Mei 2018 hanya 24.997 ton, namun periode Januari-Mei 2019 naik 33,3% atau menjadi 33.331 ton.

“Selama Bapak Mentan Amran, kami sudah mengekspor bawang merah ke 11 negara dan jahe ke 26 negara. Adapun 11 negara tujuan ekspor bawang merah yakni Jepang, Hongkong, Taiwan, Thailand, Singapore, Filipina, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, UK, Netherlands,” beber Suwandi.

“Sementara 26 negara tujuan ekspor jahe meliputi Jepang, Hongkong, Korea, Taiwan, China, Singapore, Filipina, Malaysia, Vietnam, India, Bangladesh, Iraq, Iran, UEA, Qatar, Australia, Timor Leste, USA, UK, Netherlands, France, Jerman, Belgia, Swiss, Czech dan Serbia,” sambungnya.

Perwakilan dari PT. Sian Liep Bumi Persada dan CV. Bawang Mas 99 selaku eksportir, Aman Buana Putra mengatakan ekspor 1.000 ton bawang merah ke Singapura, Filipina, Malaysia dan Thailand ini merupakan bukti nyata produksi bawang merah yang dihasilkan petani surplus. Tahun-tahun sebelumnya yaitu 2017 dan 2018, CV. Bawang Mas 99 telah mengekspor 1.000 hingga 2.000 ton bawang merah per tahun ke beberapa negara tetangga yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

“Bawang merah yang kami ekspor ini dihasilkan petani. Bawang merah ini dihasilkan petani dari Probolinggo dan Bima Nusa Tenggara Barat. Jahe pun dihasilkan petani di Ponorogo dan Probolinggo. Kami beli dengan harga yang menguntungkan petani,” kata pria yang akrab disapa Aman.

“Kami optimis, ke depan volume ekspor bawang dan jahe semakin bertambah. Sebab Kementan di era Pak Mentan Amran fokus menambah sentra produksi dan petani semakin semangat karena perhatian Kementan sangat tinggi, baik bantuan benih maupun alat mesin pertanian,” imbuhnya.

Jahe termasuk komoditas hortikultura bernilai ekonomi cukup tinggi sebab memiliki banyak manfaat. Mulai sebagai bahan baku pembuatan minuman penghangat, bumbu dapur, penambah rasa atau penyedap makanan hingga bahan baku herbal.

Khusus jahe, lanjut Aman, luas lahan yang ditanami jahe selalu menunjukan peningkatan seiring minat para petani yang makin tinggi karena lebih menguntungkan. Sebagian besar budidaya jahe ditanam dengan sistem tumpangsari. Peluang untuk ekspor masih terbuka luas, permintaan jahe saat ini terutama berdatangan dari sejumlah negara. Diantaranya China, Bangladesh, Pakistan, Belanda dan Brunei Darussalam.

“Pembeli luar negeri lebih tertarik jahe dari Indonesia bila dibandingkan jahe dari Vietnam dan Thailand. Ini disebabkan kandungan minyak atsiri, pati dan serat jahe Indonesia lebih baik,” pungkas Aman.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Tingkatkan Tata Kelola Perusahaan, Angkasa Pura I Gandeng BPKP

Koran Jurnal, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) melakukan kerjasama penyelesaian hambatan kelancaran pembangunan dan peningkatan kapabilitas keinvestigasian dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kerjasama dua instansi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi bersama Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi, Iswan Elmi, bertempat di Gedung Serba Guna, Grha Angkasa Pura I, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (15/07/2019).

Tujuan kerjasama, untuk mendukung praktik bisnis yang berlandaskan good corporate governance (tata kelola perusahaan) dan menumbuhkan self awareness terhadap potensi praktik korupsi. Dan diharapkan dapat meningkatkan prinsip tata kelola perusahaan yang bersih, baik, efektif dan terpercaya, termasuk juga pencegahan fraud (kecurangan).

“Melalui penandatangan kerjasama ini diharapkan dapat lebih meningkatkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, bersih, efektif dan terpercaya termasuk pencegahan fraud di tengah upaya kami yang sedang melakukan percepatan pembangunan dan pengembangan bandara,” ujar Faik Fahmi.

Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi, Iswan Elmi mengapresiasi kerjasama dengan AP I. Ia berharap AP I dapat memiliki akuntabilitas yang lebih baik.

“Melalui kerjasama ini akan memberikan keyakinan bahwa resiko yang muncul dari setiap aktivitas bisnis Angkasa Pura I sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah cukup dimitigasi dan diharapkan memiliki akuntabilitas yang baik,” tambah Iswan Elmi.

Adapun lingkup atau poin nota kesepahaman antara Angkasa Pura I dengan BPKP meliputi, pertama, Pemberian bantuan pelaksanaan penyelesaian hambatan kelancaran pembangunan yang tidak terbatas pada hal- hal seperti audit investigatif, audit perhitungan kerugian keuangan, fraud risk management, penyusunan dan implementasi fraud control, asset tracing, digital forensic, audit klaim, evaluasi hambatan kelancaran pembangunan, anti bribery management system, dan kegiatan keinvestigasian lainnya.

Kedua, pelaksanaan kerjasama peningkatan kompetensi keinvestigasian dengan pemberian transfer of knowledge di bidang investigasi dalam bentuk pelatihan, bimbingan teknis, workshop, dan kegiatan lainnya yang dapat mengakomodir peningkatan kapabilitas pencegahan korupsi.(red)

Categories
Ekonomi

Pameran KKI 2019, Presiden Jokowi: Produk UMKM Binaan BI Berkualitas dan Punya Potensi Pasar

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka pameran bertajuk Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI), di Hall A, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Jum’at (12/07/2019)

Pameran yang mengangkat tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui UMKM Go Export dan Go Digital” ini diikuti oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia (BI), dan akan berlangsung hingga Minggu (14/07).

Presiden yang sempat meninjau sejumlah stan dan produk-produk UMKM lokal yang dipamerkan dalam pameran tersebut mengaku melihat adanya peningkatan kualitas akan produk-produk yang dihasilkan. Utamanya, ia melihat adanya lompatan kualitas yang luar biasa dari sisi pengemasan dan juga pembentukan merek produk yang dijajakan.

“Saya melihat produk-produk UMKM-UMKM yang didampingi, dikawal, dan dibina oleh Bank Indonesia ini ada lompatan dari sisi kualitas. Baik kualitas kemasan/packaging, kualitas membangun brand-nya saya lihat bagus, kemudian design berubah sangat ini sekali, drastis sekali,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, Kepala Negara juga mengaku senang dengan adanya inisiatif untuk memasukkan produk-produk tersebut ke dalam pasar digital. Dengan masuk ke pasar digital itu, bukan tak mungkin nantinya produk-produk UMKM itu akan merambah hingga mancanegara.

“Saya kira cara-cara yang dilakukan oleh BI ini sangat bagus. Di seleksi dan saya lihat ada seleksi ada yang mengkuratori, dikurator. Memang prosesnya seperti itu. Sehingga ketemu produk-produk yang premium, produk-produk yang kualitasnya tinggi dan ya dijual harga berapapun orang akan senang,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden menjelaskan, potensi pasar untuk produk UMKM Indonesia masih banyak. Namun ia mengingatkan, jangan masuk ke yang market massal, yang mass product, karena kita akan kalah dengan negara negara yang sudah memproduksi secara massal.

“Yang benar ya yang seperti ini, produk-produk handycraft, yang penuh dengan keterampilan didalam apa, keterampilan tangan/handmade itu ya kekuatan kita di situ,” tutur Presiden Jokowi seraya menunjuk produk-produk yang dipamerkan di area tersebut.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain  Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan istri Wakil Presiden Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.(DBPers/red)

Categories
Ekonomi

Agrivaganza 2019, SDM dan Infrastruktur Menuju Pertanian Berdaya Saing

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka menghidupkan kembali tradisi peringatan Hari Krida Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan Agrivaganza 2019 yang mengusung tema “SDM dan Infrastruktur Menuju Pertanian Berdaya Saing”. Agrivaganza 2019 diselenggarakan selama tiga hari dari 11 sampai dengan 13 Juli 2019, di Gedung Pusat Informasi Agribisnis, Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

Diadakannya Agrivaganza 2019 diharapkan bisa menjadi momentum untuk melihat kembali sasaran strategis Kementerian Pertanian agar tetap on the track, sembari mengundang masyarakat umum untuk mengenal serta mengimplementasikan pertanian dalam kesehariannya.

Bagi masyarakat pertanian sendiri, Agrivaganza dapat menjadi event edukasi untuk mengembangkan produk pertanian dan akhirnya mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku agribisnis terutama para petani atau produsennya.

Momon Rusmono selaku Plh. Sekretaris Jenderal Kementan mengungkapkan bahwa peringatan Hari Krida 2019 juga dijadikan ajang evaluasi diri guna meningkatkan kinerja Kementerian Pertanian lebih baik lagi. Ia menambahkan, pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia yang mumpuni turut menjadi faktor penting dalam upaya mewujudkan misi-misi Kementerian Pertanian.

“Hari Krida Pertanian adalah hari untuk bersyukur dan menikmati capaian-capaian Kementerian Pertanian yang betul-betul dinikmati oleh para petani. Ini tema yang luar biasa menarik. Memang tidak bisa dipungkiri, apapun programnya mulai dari mewujudkan kedaulatan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, maupun merealisasikan misi menjadi lumbung pangan dunia pada 2025, kuncinya adalah kualitas Sumber Daya Manusianya,” ungkap Momon Rusmono saat memberi pidato sambutan pembukaan Agrivaganza 2019, di Kanpus Kementan, Jakarta, Kamis (11/07/2019).

Selain itu, Momon juga mengakui pentingnya peran generasi milenial untuk mewujudkan pertanian modern yang terintegrasi dengan teknologi. Mengingat salah satu misi Kementan adalah untuk menjadi lumbung pangan dunia pada 2025. Maka dengan memanfaatkan teknologi serta semangat untuk terus berinovasi menjadi bahan bakar agar mampu bersaing di skala global.

“Ke depannya pertanian akan lebih berorientasi pada modernisasi model pertanian dan akan lebih banyak menggunakan alat dan mesin yang notabene akan berakibat berkurangnya tenaga manusia di sektor pertanian. Tetapi di sini lah, dibutuhkan generasi milenial yang mempunyai kompetensi yang luar biasa. Jumlah boleh berkurang, tetapi SDM nya profesional dan siap menghadapi tantangan global. Hal itu juga menjadi salah satu fokus kami guna meningkatkan kualitas SDM serta pengaplikasian teknologi pertanian” lanjut Momon Rusmono.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, menyampaikan bahwa diadakannya kegiatan Agrivaganza juga menjadi momentum untuk mengimplementasikan pertanian modern 4.0. Karena di era digital seperti sekarang, sektor industri pertanian diharapkan bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman demi kualitas pertanian Indonesia yang semakin maju. Dengan begitu produksi dan pemasaran produk pertanian akan menjadi lebih baik dan bisa menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.

“Kami berharap lewat kegiatan seperti ini, kita dapat mensosialisaikan kepada generasi milenial atau petani muda agar mereka mengetahui teknologi, program-program yang kita lakukan, dan hasil-hasil pertanian yang sudah dipamerkan. Kami juga berharap Agrivaganza ini bisa jadi momentum untuk mengimplementasikan pertanian modern 4.0,” tutur Kuntoro Boga Andri.

Sebagai bagian dari perayaan Hari Krida Pertanian, Agrivaganza 2019 memiliki beberapa rangkaian kegiatan seperti Agri Writing Competition, unjuk kinerja unit kerja lingkup Kementerian Pertanian, promosi edukasi Kementerian Pertanian dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), talkshow “Inspirasi Bertani di Era Milenial” dan “Mengenal Agripeneurship Pertanian Modern” yang menghadirkan pembicara dari kalangan praktisi, start up pertanian, perbankan dan pemerintah. Selain itu juga terdapat pameran pertanian unggulan dari lembaga atau pemerintah maupun usaha kreatif pertanian, workshop Barista Kopi dan Teh, demo teknologi urban farming, live cooking demo dan bazar pangan/kuliner lokal, pertemuan wirausahawan muda bidang pertanian, lomba-lomba, doorprize, dan photo booth, hingga acara reuni Kagama dan hiburan musik dari band ternama KLA Project.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Kebijakan Dorong Ekspor Mentan Amran Diyakini Memperluas Akses Pemasaran Bagi Petani Hortikultura

Koran Jurnal, Yogyakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai terobosan untuk memacu produksi, mutu hasil panen dan ekspor produk hortikultura terutama di era digital saat ini. Salah satu yang kini gencar dilakukan adalah mengkonsolidasikan kelembagaan usaha petani di kawasan-kawasan produksi hortikultura yang terhubung langsung dengan jejaring ekspedisi kargo, gudang serta sistem pemasaran berbasis daring (online)

Kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan ekspor dan hilirisasi produk ini, diyakini dapat memacu pertumbuhan produksi, perbaikan mutu hasil panen dan memperluas akses pemasaran bagi para petani hortikultura.

“Untuk meningkatkan skala ekonomi usahatani, kita himpun dan korporasikan kelompok tani kecil-kecil di kawasan hortikultura membentuk badan usaha sejenis koperasi. Dengan begitu bisa diseragamkan dan diatur input produksi, cara berbudidaya hingga pengelolaan pasca panen dan pemasarannya,’’ ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi, saat membuka Pertemuan Nasional Perencanaan Hortikultura di Yogyakarta, Rabu (10/07/2019).

Suwandi menjelaskan mengkorporasikan kelompoktani kecil ini pada prinsipnya agar bagaimana biaya produksi petani bisa efisien dengan kualitas dan produktivitas yang optimal sekaligus terhubung dengan sistem logistik dan pemasarannya. Terkait kawasan produksi hortikultura khususnya aneka cabai dan bawang merah akan diprioritaskan untuk pengembangan di luar Pulau Jawa, untuk wilayah Jawa fokus ke hilirisasinya.

“Kami terus mendorong dan menumbuhkan Pasar Lelang di setiap kawasan produksi. Sudah berjalan pasar lelang di 13 kabupaten sentra cabai. Pasar Lelang ini gunanya untuk memotong rantai pasok, menciptakan satu harga di satu kawasan serta petani bisa dapet uang langsung karena sifatnya cash and carry,” jelasnya.

Suwandi menegaskan saat ini untuk komoditas cabai sudah berkembang, dan akan disusul komoditas lain yang rentan fluktuatif harganya seperti bawang merah. Kementan juga gencar menghubungkan para petani hortikultura dengan pelaku usaha untuk pemasaran hasil produksi baik secara langsung maupun lewat daring.

“Kita sudah punya aplikasi pemasaran daring yang mengintegrasikan petani hortikultura by name by address dengan pelaku usaha, eksportir dan 30 puluhan startup produk pertanian. Nama aplikasinya Sartika atau Sistem Informasi Agribisnis Hortikultura,” tegasnya.

“Aplikasi ini sangat memudahkan pelaku usaha mendapatkan informasi ketersediaan produk. Petani juga terbantu memasarkan produksinya,” tambahnya.

Lebih lanjut Suwandi menekankan terhubungnya kawasan produksi hortikultura dengan sistem ekspedisi dan logistik ini diyakini akan memacu pertumbuhan ekspor dan produksi nasional. Hasil pertanian harus didukung dengan fasilitas cargo yang terjangkau harganya supaya lebih kompetitif. Pasar induk atau wholeseller didesain lebih modern, bersih dan ekonomis supaya kualitas produk terjaga, aktivitas transaksi lebih lancar.

“Kita optimalkan pemanfaatan gudang penyimpanan (warehouse, red) berkapasitas besar yang dilengkapi sistem rantai-pendingin seperti yang sudah dibangun di Surabaya, Makasar, Medan dan kota-kota pelabuhan lainnya serta terkoneksi wholeseller yang menyajikan produk Indonesia di Singapura, Malaysia, Hongkong, dan pusat pasar luar negeri lainnya,” terangnya.

“Konektivitas sistem agribisnis dari hulu hingga hilir di dalam kawasan dengan pasar ini menjamin pertanian Indonesia lebih maju dan unggul dalam pentas pertanian dunia, sebagaimana arahan Mentan Andi Amran Sulaiman untuk mendorong ekspor dan mewujudkan Visi Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045,” pinta Suwandi.

Categories
Ekonomi

Ketua YDN: Kebijakan Ekspor Mentan Amran Sukses Angkat Pamor Durian Lokal

Koran Jurnal, Jakarta – Pilihan konsumsi durian di dalam negeri saat ini sudah semakin bergeser. Setidaknya bisa dilihat dari trend membanjirnya durian lokal mengalahkan durian impor.

Dulu, para penjaja buah durian segar di kios atau lapak pinggir jalan lebih banyak yang menjual durian impor, kini durian lokal lebih mendominasi. Bahkan jika dulu gerai-gerai supermarket hampir tidak pernah memajang durian lokal, kini sudah mulai ramai menjual durian unggul lokal.

Ketua Yayasan Durian Nusantara (YDN), Mohamad Reza Tirtawinata memuji keberhasilan program Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membangkitkan kejayaan durian lokal. Alhasil, katanya, kebijakan tersebut mampu membalikkan neraca perdagangan durian yang selama bertahun-tahun defisit menjadi surplus pada tahun 2018.

“Ini awal yang luar biasa bagus, boleh dibilang prestasi petani durian seluruh Indonesia pada umumnya dan Kementerian Pertanian pada khususnya,” demikian dikatakan pria yang akrab disapa Reza di Jakarta, Selasa (09/07/2019).

Ia menjelaskan hal ini terwujud karena perhatian Mentan Amran Sulaiman terhadap pengembangan durian lokal sangat tinggi. Kebijakan pacu ekspor terbukti efektif bangkitkan pamor durian lokal.

“Saya perhatikan, setiap kunjungan ke lapangan beliau juga suka nyicipi durian lokal khas daerah setempat. Tentu ini memacu kompetisi sehat antar-daerah untuk memunculkan varian durian terbaiknya,” jelasnya.

Reza optimis ke depan durian Indonesia semakin mampu bersaing dengan durian unggul luar negeri. Bahkan yakin Indonesia bisa menjadi penghasil durian dengan volume dan varietas terbanyak di dunia.

“Durian kita bisa mengalahkan negara-negara lain yang kita kenal seperti Thailand atau Malaysia,” ujarnya.

Menurut catatan Reza, sedikitnya terdapat 13 jenis durian unggul di Indonesia antara lain Bido, Bawor, Matahari, Namlung, Pelangi, Serombut, Super Tembaga, Petruk, Pelangi, Madu Racun, Malika, Merah Banyuwangi, Lai Mahakam dan jenis lainnya. Bila Thailand dikenal dengan durian Chanee, Monthong dan Kan Yao, sedangkan Malaysia dikenal dengan durian D24, Musangking dan ke depannya favorit Ochee (Duri Hitam), maka Indonesia dulu hingga kini dikenal dengan durian Petruk, Sitokong, dan Matahari, sedangkan kedepan andalannya adalah durian Pelangi Manokwari.

“Khusus varietas Pelangi ini sedang dikembangkan perkebunan dalam luasan ratusan hektar,” bebernya.

Karim Aristides, pakar sekaligus pengusaha durian tingkat dunia menilai pemerintah sudah fokus menentukan varietas andalan durian nasional agar bisa eksis dalam percaturan ekspor dunia. Konsentrasi pada beberapa varietas asli yang terbukti unggul merupakan sebuah keharusan menguasa pasar ekspor.

“Saya merekomendasikan 3 varietas super unggul yaitu Pelangi, Super Tembaga JF dan Srombut. Ketiganya durian lokal yang sanggup mengalahkan jenis durian yang ada di dunia ini. Rasa eksotis, lemaknya kuat, daya tahan lama dan tidak gampang kena penyakit. Durian Malaysia, Filipina, Thailand atau Vietnam lewat,” ujar Karim yang mengaku sudah mengembangkan ribuan batang pohon durian di berbagai daerah tersebut.

Menurut Karim, setiap penggemar durian dari berbagai negara memiliki preferensi berbeda terkait citarasa durian. Untuk orang Indonesia, Jepang umumnya suka yang manis. Tapi untuk pasar China, Hongkong, Singapura, Malaysia justru suka yang manis ada sensasi pahitnya.

“Itu semua ada di durian kita. Yakin deh, selama kita fokus dan berani mengembangkan besar-besaran, kita bisa jadi jawara dunia,” ucapnya.

Durian Indonesia saat ini sudah menembus pasar mancanegara seperti Hongkong, China, Malaysia, Vietnam, Timur Tengah dan lainnya. Ekspornya dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan durian Indonesia dulu selalu defisit. Baru pada tahun 2018 Indonesia mampu membalikkan neraca perdagangan menjadi surplus. Ekspor durian tercatat 1.087 ton, sementara impor 351 ton sehingga surplus 700 ton.

Sentra durian tersebar mulai dari Aceh hingga Papua, hampir setiap kabupaten mempunyai varietas unggulannya masing-masing yang menjadi icon untuk menarik wisata durian ke daerah-daerah. Pada saat musim panen durian yang spesifik waktunya untuk setiap daerah, pemerintah daera atau dinas pertanian setempat sering mengadakan Festival dan Kontes Durian yang didukung pelaksanaannya oleh Yayasan Durian Nusantara.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Kementan Dorong Daya Saing Pelaku Usaha Sektor Peternakan

Koran Jurnal, Surabaya – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian memfasilitasi pelaku usaha peternakan UMKM atau Unit Pengolahan Hasil (UPH) Peternakan di pameran peternakan Indo Livestock Expo & Forum 2019 untuk promosi ekspor. Pelaku usaha besar dan UMKM/UPH peternakan didorong agar dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produk peternakan yang dimilikinya untuk bersaing di pasar Internasional. Hal ini disampaikan oleh Dirjen PKH, I ketut Diarmita dalam rilis tertulisnya, Jum’at (05/07/2019).

Untuk itu, Ketut menyebutkan Kementan memfasilitasi pelaku usaha peternakan pada 2 (dua) Paviliun yakni Pavilliun Livestock Export dan Pavilliun UMKM/UPH pada pameran Indolivestock tahun ini. Ajang ini dapat menjadi wadah komunikasi pelaku usaha besar maupun UMKM/UPH peternakan yang mungkin kedepan dapat menjalin kerjasama dalam mengembangkan usaha mereka.

“Pavilliun UMKM/UPH Peternakan ini diharapkan dapat memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas dan memperluas jangkauan serta jaringan pemasaran sehingga siap bersaing di dunia internasional,” kata Ketut.

Sementra itu Fini Murfiani, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Produk Peternakan menyampaikan bahwa terdapat 13 UPH Peternakan yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI. Yogyakarta, dan Riau yang berpartisipasi pada Pavillion UMKM/UPH dan mempromosikan berbagai aneka produk olahan pangan dan non pangan seperti susu pasteurisasi, yogurt, susu kambing bubuk, rendang sapi, rendang domba, gulai domba, kornet sapi, kornet domba, bebek goreng, telur asin, telur organik, telur omega, tahu bakso, sabun susu, kerajinan tanduk, aksesoris sapi, dan pakan ternak.

“Paling tidak produk UMKM/UPH kita dapat meningkatkan kesejahteran peternak kecil sehingga kita perlu dorong mereka meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya,” harap Fini.

Salah satu peserta yang ikut pada Stand Paviliun UMKM/UPH Peternakan Binaan Kementerian Pertanian, Heri mengungkapkan ajang ini sangat bermanfaat bagi usahanya kedepan. “Masyarakat Surabaya belum banyak mengenal kami, sehingga kami sangat berterima kasih kepada Kementan yang telah memfasilitasi kami untuk bisa memperkenalkan produk kami kepada masyarakat melalui pameran internasional ini,” ujarnya.

Ia menambahkan masyarakat sangat antusias menyambut dan membeli olahan susu yang diproduksi Kampung Susu Dynasty.

“Produk kami sudah kami alokasikan buat 3 hari pameran, namun 1 hari kemarin sudah langsung menipis stoknya, hari ini akan masuk lagi stok tambahan” tandasnya.

Peserta lainnya dari karya seni tanduk Cecep mengungkapkan melalui pameran ini dapat mempromosikan aneka kerajinan tanduk kepada masyarakat lokal dan mancanegara.

“Selain masyarakat lokal, pengunjung juga berdatangan dari negara-negara lain seperti China, India, dan negara lainnya” ungkapnya. Ia menambahkan. “saya sangat berterima kasih kepada Kementan yang sudah mengajak saya pada pameran ini,” ujarnya

“Selama satu hari pameran kemarin kita mencatat transaksi yang nilainya cukup menggembirakan. Kita harapkan selain sebagai ajang promosi, melalui pameran ini dapat meningkatkan gairah UPH Peternakan dalam memproduksi produk olahan peternakan yang bermutu dan berkualitas sesuai dengan permintaan pasar, sehingga produk tersebut tetap aman dan sehat untuk dikonsumsi” tandasnya Fini.

Pavilliun Livestock Export

Pavilliun Livestock Export pada Indo Livestock 2019 menjadi etalase promosi bagi produk-produk peternakan yang telah diekspor ke berbagai negara. Para pelaku usaha tersebut berkesempatan menampilkan produk dan berbagai informasinya di Pavilliun tersebut untuk menarik calon partner bisnis yang berkunjung selama event berlangsung baik dari dalam maupun luar negeri.

Pelaku usaha yang bergabung dalam Pavilliun Export tersebut berasal dari BBIB Singosari dan BIB Lembang yang telah melakukan ekspor semen beku ke Malaysia, Madagaskar, Kyrgyztan, dan Timor Leste; PT. Santosa Agrindo yang telah melakukan ekspor daging wagyu dengan nama brand ‘Tokusen’ ke Myanmar; serta turut berpartisipasi PT. Charoen Phokpand Indonesia dan PT. Japfa Comfeed Indonesia.

Salah satu pelaku usaha dari Paviliun Ekspor, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Benyamin Limi sebagai Regional Head Jawa Timur, membagi pengalamannya mengekspor perdana produk olahan ayam ke Jepang pada tahun 2018 bukanlah hal yang mudah. Apalagi Jepang terkenal di dunia sangat ketat dalam seleksi makanannya le negaranya. Ia melanjutkan sejak tahun 2014, Jepang telah mengirimkan delegasinya dari Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (MAFF) untuk secara berkelanjutan melakukan penilaian kepada unit usaha pengolahan makanan PT CPI. Hingga akhirnya April 2018 dilakukan ekspor perdana ke Jepang.

“Kalau produk kita sudah masuk ke Jepang, sudah pasti kita akan mudah masuk ke negara-negera lain” ujarnya

Ia menyebutkan kualitasnya yang tinggi, dan Penerapan sistem manajemen serta bio sekuriti  harus sesuai dengan standar internasional. Menurut Benyamin Limi, selain melepas ekspor produk-produk olahan berbasis ayam, pihaknya juga mengekspor pakan ternak.

“Kualitas pakan ternak yang diproduksi CPIN telah diakui oleh negara lain sehingga layak untuk terus ditingkatkan” pungkasnya.

Selain BBIB Singosari dan BIB Lembang, Pusat Veteriner Farma (PUSVETMA) juga memperkenalkan produk vaksin dan bahan diagnosa (antigen, kit elisa dan antisera) kepada stakeholder Peternakan. Beberapa produk unggulan Pusvetma yang dipromosikan yakni Antravet (vaksin Anthrax), Septivet (Vaksin Septichaemia Epizootica), Neo Rabivet (Vaksin Rabies), JD Vet (Vaksin Jembrana), Brucivet (Vaksin Brucella), Afluvet (Vaksin AI), Antigen Brucella RBT, Antigen untuk penyakit unggas (AI/ND/Salmonela Pullorum/Mycoplasma), Kit Elisa Rabies serta Kit Elisa Jembrana.

Saat ini vaksin Septivet untuk Penyakit SE dan Brucivet untuk Penyakit Brucella sudah di ekspor ke Timor Leste. Kedepan Pusvetma berupaya untuk dapat mengekspor produknya ke negara mitra asia lainnya. Kesiapan Pusvetma menawarkan produknya ke pasar ekspor tersebut, didasarkan kualitas produk yang dihasilkan telah melalui proses produksi yang memenuhi standard dan jaminan mutu produk yang dihasilkan.

Berdasarkan data realisasi rekomendasi ekspor Ditjen PKH, capaian ekspor peternakan dan kesehatan hewan pada 4.5 tahun terakhir (2015-2019 semester I) mencapai sekitar Rp. 32,9 Triliun.

Kontribusi ekspor terbesar pada kelompok obat hewan yang mencapai Rp 23.5 triliun menembus ke Belgia, USA, Mesir, Jepang, Australia dan 88 negara tujuan lainnya. Selain itu, ekspor babi ke Singapura sebesar Rp 3.04 triliun. Produk susu dan olahannya juga menghasilkan sebesar Rp. 3.07 triliun menembus pasar di Malaysia, Filipina, Australia, PNG, Vietnam dan 26 negara lainnya. Kelompok pakan ternak asal tumbuhan menyumbang Rp. 3.34 triliun masuk ke 16 negara. Beberapa produk lain seperti produk hewan non pangan, telur ayam tetas, daging dan produk olahannya, pakan ternak, kambing/domba, Day of Chicken (DOC), dan semen beku juga menyumbang devisa cukup besar.

Peluang pasar untuk komoditas peternakan di pasar global masih sangat terbuka. Adanya permintaan dari negara di daerah Timur Tengah dan negara lain di kawasan Asia sangat berpotensi untuk dilakukan penjajakan. Keunggulan halal dari kita juga dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk ekspor produk peternakan ke wilayah tersebut dan negara dengan penduduk mayoritas muslim lainnya. Termasuk dukungan terhadap pengembangan pariwisata halal yang secara internasional mulai berkembang pesat dewasa ini.(hum/red)

Categories
Bisnis Ekonomi

Hadiah Total Rp 7 Miliar Semarakkan Trading Competition Live 2019

Koran Jurnal, Jakarta – Perusahaan investasi derivatif, Global Investa Capital (GIC) Trade menyiapkan total hadiah Rp 7 miliar bagi para investor yang ikut dalam Trading Competition Live 2019.

“Dengan modal 500 GIC-Trade, masyarakat dapat ikut berlomba dan berkesempatan meraih hadiah-hadiah yang totalnya mencapai 500,000 GIC-Trade, atau setara sekitar Rp 7 miliar,” kata CEO sekaligus pendiri GIC-Trade, Peter Tandean, saat penyerahan hadiah Trading Competition Live 2019 Babak Pertama di Jakarta, Kamis (04/07/2019).

Ia menjelaskan, Trading Competition Live 2019 ini telah bergulir sejak 15 Mei 2019. Kompetisi dibagi dalam enam babak, terdiri atas lima babak umum, ditambah satu babak final yang akan mempertemukan para pemenang dari lima babak sebelumnya.

Hingga saat ini, lanjut Peter, kompetisi babak pertama telah selesai dan kini babak kedua masih berlangsung, dimana tiap-tiap babak memiliki waktu pertandingan sekitar 50 hari.

Agar bisa menjadi peserta kompetisi, seseorang tentunya menjadi nasabah pengguna platform GIC-Trade yang sudah pasti diverifikasi datanya secara legal.

GIC-Trade sendiri berkerjasama dengan PT. Trijaya Pratama Futures untuk memenuhi segala prasyarat legal, sehingga GIC-Trade bisa beroperasi sesuai ketentuan-ketentuan legal pemerintahan dalam sistem perdagangan berjangka.

“Setelah diverifikasi datanya dari pihak Compliance PT. Trijaya Pratama Futures, maka para trader dapat langsung ikut berpartisipasi penuh pada Trading Competition Live 2019 secara kompetitif memperebutkan hadiah yang sudah disediakan,” jelas Peter.

Menurut Peter, Trading Competition Live akan membangun awareness masyarakat dalam berinvestasi. Masyarakat pun diharap bisa lebih melek terhadap investasi di Indonesia.

Ditanya soal goal atau target yang disasar dari Trading Competition Live 2019 ini, Peter mengatakan masyarakat yang mengikuti Trading Competition Live 2019 ini akan menyadari bahwa berinvestasi itu sebuah keharusan.

“Investasi akan meningkatkan nilai lindung terhadap aset dari inflasi, bahkan investasi akan melipat gandakan uang sehinggakian kebebasan secara finansial dapat segera terwujud,” jelas Peter.

Bagi Peter, Trading Competition Live 2019 dapat membangun keyakinan para investor agar menanamkan modalnya di dalam negeri, melalui perusahaan derivatif yang berani berinovasi secara revolusioner, kompetitif, serta punya legalitas.

“Kontribusi masyarakat pada sektor perekonomian negara juga menjadi nyata. Dengan memiliki kebebasan finansial, otomatis di masa tuanya, masyarakat dapat menikmati pensiun dari segala aktifitas rutin pekerjaannya,” lanjutnya.

Sementara itu, Juara I Trading Competition Live 2019 babak pertama, Rudy Setyo Eko Putro menyampaikan terimkasih kepada GIC-Trade karena memberi kesempatan untuk berinvestasi sekaligus menjadi trader, bukan hanya bagi investor lama namun juga bagi para pemula.

“GIC-Trade menyedikan platform yang sangat bagus dibanding yang ada di pasaran saat ini. Banyak kemajuan refolusioner dalam investasi yang dirasakan,” ujar Rudy.(red)