Categories
Bisnis Ekonomi

Global Investa Capital Pte.Ltd: Merry Riana Jadi Brand Ambassador, Dunia Investasi Makin Kompetitif

Koran Jurnal, Jakarta – Motivator kondang Merry Riana dipercaya menjadi Brand Ambassador Global Investa Capital Pte. Ltd (GIC).

GIC sebagai perusahaan investasi modern berharap Merry Riana bisa menularkan semangat investor milenials, sekaligus mendobrak presepsi lama tentang investasi khususnya investasi di bidang Forex.

“Saya tertarik dan tertantang menjadi brand ambassador karena GIC menawarkan edukasi keuangan untuk masyarakat. Ini yang membuat saya tertarik untuk bergabung,” kata Merry Riana dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (13/04/2019).

GIC mengakui, dengan menggandeng sosok Merry sebagai wanita yang modern dan aktif, mereka berharap akan membawa dampak positif di bidang keuangan terutama dalam hal investasi.

Sosok Merry juga diyakini mampu memberikan lebih banyak awarness kepada para Milenial agar lebih melek terhadap Investasi khususnya trading forex.

Sementara itu, CEO GIC, Peter Tandean mengatakan, sepak terjang dan perjuangan Merry Riana bekerja dari nol sampai menjadi pengusaha sukses sangat menginspirasi banyak orang. Hal ini seirama dengan visi misi dari GIC, sehingga sangat pas jika Merry Riana sebagai brand ambassador platform forex revolusioner Global Investa Capital.

“Merry juga memiliki prinsip yang sama dengan GIC yaitu meningkatkan kesadaran akan investasi demi kebebasan financial dengan cara yang inovatif. Di Indonesia tercatat baru 0.4% masyarakat yang mau dan berani berinvestasi,” ujar Peter.

Ia menegaskan, GIC bertekad bulat berbekal visi menjadi platform investasi dan trading inovatif terdepan dengan prinsip adil dan hasil.

Sejauh ini GIC telah menciptakan ekosistem trading yang saling menguntungkan dan berkembang pesat di Indonesia dengan mengintegrasikan Meta Trader 5 – Blockchain, untuk pencatatan transaksinya.

Sebelumnya, GIC telah meluncurkan Platform GIC Trade dengan features GIC Trader and GIC Market Maker, yang bertujuan untuk memaksimalkan upaya pengguna sehingga menyelesaikan masalah-masalah yang masih sering dihadapi oleh investor dan trader melalui teknologi terbaru.

Lalu GIC juga berencana akan menghadirkan PRIMADAX yang menjadi Private Exchange daripada GIC Trade.

“Kita berencana kedepannya juga akan membangun GIC Academy yang mengedukasi para investor disana agar lebih paham dalam investasi dan akan dapat memilih platform investasi yang bagus,” ucap Peter.

GIC Academy ini, lanjut Peter, akan menjadi wahana untuk memberikan literasi yang lebih mendalam soal keuangan dan investasi bagi para milenial. Dan Merry Riana akan menjadi daya tarik tersendiri agar Milenial semakin bersemangat melakukan investasi.

Konsep bisnis GIC menawarkan aktivitas trading tanpa biaya swap, biaya komisi, dan spread yang rendah. Dan memberikan opsi di mana trader dapat dengan mudah berganti posisi menjadi market maker. Hal ini memberikan peluang baru bagi para pengguna untuk mendapatkan keuntungan dalam trading.

Benar saja. Dalam waktu dua bulan, GIC telah mencapai lebih dari 7.000 pengguna yang mempercayakan platform GIC. Targetnya hingga akhir 2019, GIC bisa tembus 20.000 user.(ant/red)

Categories
Daerah Ekonomi

Gempita Pangkep Percepat Wujudkan Industri disetiap Desa

Koran Jurnal, Pangkep – pelibatan generasi muda mendorong modernisasi pertanian merupakan keharusan, Industri di pedesaan sebagai fundamental ekonomi nasional akan terbangun bila generasi muda terlibat.

Pernyataan ini disampaikan Koordinator Nasional Gempita M Riyadha, dalam Kegiatan monitoring dan evaluasi Gerakan Pemuda Tani Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Pangkep, Sabtu (06/04/2019).

Hadir dalam kegiatan monev ini dewan Pembina Gempita Sulawesi Selatan, Umar Muhammad, HM. Saleh Latif Koordinator Gempita kabupaten Pangkep bersama puluhan direktur KUB Gempita se- kabupaten Pangkep.

Riyadha menegaskan, peran Kelompok Usaha bersama sebagai wadah penggerak Industri pertanian di pedesaan merupakan sektor yang harus digerakkan oleh kaum muda. “Skill dan inovasi yang dimiliki merupakan modal utama kita mewujudkan mekanisasi dan modernisasi pertanian di desa”

“Jangan pernah anggap enteng keberadaan lahan atau tanah, mari jaga dan hidupkan lahan lahan tersebut maka kebangkitan ekonomi akan bergerak dari pelosok desa,” himbau Kornas Gempita.

Dia menambahkan, Gempita akan mudah Memenangkan pertanian sebagai lapangan kerja dibandingkan sektor lainnya sebab sudah tersedia segala sarana dan prasarana dari pemerintah apalagi didukung skill dan keilmuan mumpuni karena rata rata generasi muda Pangkep notabene alumni perguruan tinggi, ini akan sangat luar biasa bagi pertanian pangkep” imbuh riyadha

Senada hal tersebut, Dewan Pembina Gempita Sul-Sel Umar Muhammad mengharapkan, melalui monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan ini dapat memperkuat akselerasi kelompok Usaha bersama sebagai kelembagaan Gempita disetiap desa untuk melayani petani dan mendongkrak nilai ekonomi produk pertanian.

“Petani sangat membutuhkan hadirnya layanan dari Gempita, mulai dari informasi harga komoditas, jasa Olah tanah, penyediaan pupuk, panen hingga layanan pemasaran, ini sekaligus potensi ekonomi yang masih terbuang sia-sia,” ungkap Umar Muhammad.

Umar menyebutkan, Sudah sangat mendesak untuk dibentuk pusat layanan mekanisasi pertanian untuk mendongkrak produktifitas sekaligus kesejahteraan petani. “Sehingga melalui pelayanan inilah generasi muda dapat memperoleh penghasilan sekaligus akan berperan penuh terwujudnya Industri agrobisnis disetiap desa,” jelas Umar

Hambatan gerakan gempita di kabupaten pangkep sangat sederhana, lanjut Umar, karena ketidak tahuan terhadap peluang ekonomi dari layanan mekanisasi maupun kerjasama pemanfaatan lahan tidak produktif, makanya dibutuhkan strategi kampanye lebih massif dari semua stake holder, ini untuk permudah informasi sebagai akses kesejahteraan bagi generasi muda melalui layanan bagi petani di desa-desa,” pungkas Umar.(Hum/red)

Categories
Ekonomi Opini

Rizal Ramli: Ekonomi Lambat, Budget Malah Dipotong, Pajak Diuber-uber

Koran Jurnal, Palembang – Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Rizal Ramli (RR) menilai, sistem makro ekonomi yang diterapkan saat ini bersifat sangat konservatif. Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mandeg di angka 5 persen per tahun.

“Ekonomi sedang melambat, budget malah dipotong, pajak diuber-uber, itu bikin ekonomi tambah nyungsep,” kata Rizal Ramli dikutip kumparan, saat menghadiri deklarasi alumni perguruan tinggi se- Sumsel pendukung 02 di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (31/03/2019).

Ia pun menuturkan, sampai hari ini pihaknya tidak pernah mendengar rencana calon presiden nomor urut 01, Jokowi untuk mengeluarkan rencana dan strategi baru agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 5 persen.

Menurutnya, calon presiden Prabowo sudah meminta target pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8 persen. Caranya dalam waktu 100 hari kerja akan langsung mengambil kebijakan menurunkan tarif dasar listrik, sehingga emak-emak akan mampu menghemat uang sampai dengan Rp 600 ribu per bulan.

“Lalu kedua menurunkan harga bahan makanan, dari itu emak-emak bisa berhemat Rp 50 ribu per hari, sehingga dalam satu bulan bisa hemat Rp 1,5 juta. Kemudian ditambah penghematan listrik tadi membuat mereka memliki daya beli,” katanya.

Dampaknya, sektor ritel akan hidup kembali, dan ekonomi otomatis akan bertambah 1 persen. Kemudian, kata Rizal, capres Prabowo juga ingin membangun 1 juta unit rumah untuk rakyat setiap tahun. Sementara Jokowi hanya mampu membangun sekitar 320 ribu unit.

“Kalau bangun 1 juta unit rumah setiap tahun, lapangan kerja akan bertambah 3,5 juta baik langsung maupun tidak langsung. Kemudian, ekonomi akan kembali terdorong 1,5 persen. Nah dari situ saja artinya sudah bisa menambah pertumbuhan ekonomi hingga 7,5 persen, belum lagi rencana pengembangan sawah dan lain-lain,” katanya.

Menurutnya, memang capres Jokowi menunjukkan bahwa dirinya tidak bisa mengangkat ekonomi Indonesia di atas 5 persen. RR mengaku prihatin banyak petani kebun di luar Jawa, khususnya Sumatera dan Sulawesi mengeluh dengan anjloknya sejumlah harga komoditi perkebunan. Seperti sawit yang anjlok hingga dibawah Rp 10 ribu per kilogramnya, sementara biaya panen dan angkutnya saja sudah lebih dari Rp 20 ribu.

“Begitu juga dengan karet dan kopra yang turut anjlok. Sementara solusi dari pak Jokowi itu ngasal. Malah menyuruh petani tanam jengkol, cabai, duren. Padahal seperti jengkol dan duren itu butuh waktu 7-8 tahun untuk panen, dengan waktu begitu lama rakyat bisa kesulitan luar biasa,” katanya.

Padahal, lanjut RR, ada cara yang lebih canggih. Misalnya, dana dari akumulasi tax ekspor sawit itu nilainya mencapai puluhan triliun. Tapi kini justru dipakai untuk perusahaan sawit besar, dimana seharusnya itu bisa dipakai untuk menetapkan harga dasar sawit, sehingga membuat harganya bisa lebih tinggi. Begitu juga dengan kopra, karet dan sebagainya.

“Jelas sekali kalau pemerintah sekarang tidak mampu mencari solusi yang cerdas, dan cenderung ngasal,” tukasnya.(jrs/kum/red)

Categories
Bisnis Ekonomi

OttoPay Kerjasama TrueMoney, Kembangkan Transaksi Non Tunai

Koran Jurnal, Jakarta – PT Reksa Transaksi Sukses Makmur (OttoPay) sebagai salah satu agregator penyediaan pembayaran melalui QR Code bekerjasama dengan TrueMoney Indonesia dalam melakukan transaksi non-tunai menggunakan aplikasi TrueMoney di seluruh merchant yang bekerjasama dengan OttoPay.

“Pembayaran merchant sekarang lebih mudah untuk para pengguna TrueMoney. Agen atau member TrueMoney dapat melakukan transaksi di setiap merchant  yang bekerjasama dengan OttoPay,” jelas Direktur TrueMoney Indonesia, Rio Da Cunha, di Jakarta (26/03/2019).

Jadi, lanjut Rio, tidak hanya pengguna OttoPay saja yang bisa melakukan pembayaran non-tunai di merchant-nya, tetapi bagi pengguna TrueMoney juga bisa. Cukup scan, masukan nominal dan menunjukkan bukti pembayaran kasir.

Dengan adanya QR Code OttoPay dalam aplikasi TrueMoney sangat mudah dalam melakukan transaksi di merchants OttoPay.

Berbagai jenis transaksi dapat dilakukan scan QRA code OttoPay, seperti transaksi di 95% merchant UMKM, modern merchant POS Integration maupun mesin EDC, selain itu bisa digunakan di beberapa merchant  website e-commerce.

Saat ini Ottopay sudah melayani lebih dari 650.000 merchants di Indonesia dengan cakupan Jawa, Sumatra, dan Bali. Pada tahun 2019 OttoPay akan mengembangkan cakupannya ke Kalimantan dan Sulawesi, kecuali Papua.

Dengan pertumbuhannya yang pesat, TrueMoney kini didukung lebih dari 16.000 aktif agen EDC, 27.000 agen digital,  memberyang menggunakan layanan TrueMoney. Dan berharap mengalami pertumbuhan transaksi sebesar 50% tahun ini.

Layanan TrueMoney juga dapat digunakan untuk tarik tunai baik melalui agen LKD (Layanan Keuangan Digital), transfer kesesama pengguna TrueMoney, atau ke pemilik rekening bank diseluruh Indonesia. Karena sekitar 62% di Indonesia yang belum mempunyai rekening bank.(ton/red)

Categories
Ekonomi

Kementan tingkatkan pengawasan terhadap pemasukan daging kerbau asal India

Koran Jurnal, Jakarta – Adanya pemberitaan di beberapa media online terkait kejadian kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di beberapa negara bagian di India, telah meningkatkan sikap kehati-hatian dan kewaspadaan pemerintah Indonesia dalam pemasukan produk daging kerbau beku tanpa tulang dari negara tersebut.

Kementerian Pertanian telah mengambil tindakan dalam menanggapi pemberitaan tersebut, hal ini disampaikan oleh I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (19/03/2019).

“Kami telah meminta klarifikasi kepada Kedutaan Besar India di Jakarta terkait kejelasan kasus yang diberitakan, dan lebih lanjut juga ditanyakan apa langkah-langkah yang diambil oleh otoritas kesehatan hewan berwenang di India dalam menangani kejadian tersebut jika memang benar terjadi,” ungkap I Ketut.

Dalam pertemuan dengan Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan bahwa Pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang mengacu pada peraturan perundangan-undangan yang berlaku, serta selalu meminta masukan teknis dari komisi ahli.

“Saat ini, Komisi ahli telah memberikan masukan bahwa kemungkinan dan risiko adanya virus PMK terbawa ke Indonesia sangat kecil, hal ini karena Indonesia telah memberikan persyaratan yang ketat sesuai dengan pedoman Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE), dan peraturan yang berlaku di Indonesia.” jelas I Ketut.

Lebih lanjut, Dr. Drh. Denny W. Lukman salah seorang anggota Komisi Ahli memastikan bahwa pemerintah telah menerapkan prinsip-prinsip pengurangan risiko melalui penerapan persyaratan teknis pemasukan, sehingga kemungkinan virus PMK masuk ke Indonesia yang berasal dari daging India sangat kecil. “Semua kerbau harus diperiksa sebelum dan setelah dipotong, tulang dan kelenjar getah bening utama harus dipisahkan dari dagingnya (deboned dan deglanded), kemudian daging dilayukan pada suhu lebih dari 2oC selama minimal 24 jam, dan pH daging harus di bawah 6.0, jadi kemungkinan virus PMK dapat bertahan hidup sangat kecil.”

Namun demikian, walaupun risiko tersebut sangat kecil, terlebih dengan adanya pengawasan di pintu-pintu pemasukan yang dilakukan oleh Badan Karantina Pertanian terhadap setiap produk yang akan dimasukkan, Pemerintah tetap memegang prinsip kehati-hatian untuk menentukan tindakan pengendalian dalam menjamin keamanan produk daging yang akan dimasukkan ke Indonesia, oleh karena itu Indonesia akan mengirimkan tim audit ke India untuk melakukan verifikasi program pengendalian PMK yang dilakukan oleh otoritas India, disamping juga melakukan pemantauan terhadap semua rumah potong hewan (RPH) yang telah disetujui oleh Indonesia untuk memasukan daging kerbau beku tanpa tulang ke dalam negeri. Hal ini ditegaskan oleh Ketut setelah pertemuan dengan Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner di Kantor Kementerian Pertanian.

“Sesuai peraturan di Indonesia, kita akan pastikan bahwa daging yang akan diekspor ke Indonesia harus berasal dari ternak yang ditampung atau dikarantina selama 30 hari, dan tidak ada kasus penyakit mulut dan kuku dalam radius 10km selama periode penampungan atau karantina. Selain itu, ternak juga harus dipotong di Rumah Potong Hewan yang disetujui dan memenuhi persyaratan jaminan keamanan pangan dan kehalalan. Hal ini merupakan upaya penjaminan Pemerintah terhadap keamanan dari produk daging yang kita masukan dari India,” tidak I Ketut.

Lebih lanjut, I Ketut menegaskan bahwa untuk memastikan Indonesia tetap sebagai negara yang bebas PMK, Direktorat Jenderal PKH melalui Pusvetma dan Balai Veteriner seluruh Indonesia juga melakukan pemantauan/surveilans PMK pada hewan. Sebanyak 3625 sampel dari hewan sepanjang tahun 2018 telah diperiksa untuk memastikan Indonesia tetap bebas dari PMK.(Hum/red)

Categories
Ekonomi Industri

Kementan: Petani Sumenep Sambut Baik Instalasi Pengering UV dari Pemerintah

Koran Jurnal, Sumenep – Keberadaan instalasi pengering ultraviolet (UV) di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep disambut antusias para petani sekitar. Sebab, mereka tak lagi khawatir dengan kualitas padi yang dipanen, meski cuaca terus menerus hujan.

“Mesin ini membantu kami untuk mempercepat pengeringan padi hasil panen,” kata Mat Sahri yang merupakan anggota Kelompok Tani Bunga ini saat ditemui disela-sela mengeringkan Padi di Desa Matanair, Minggu (10/03/2019).

Menurut Mat Sahri, biasanya proses penjemuran padi di depan rumah membutuhkan 5 hari. Proses ini bisa bertambah kama jika Matanair diguyur hujan. Namun, dengan adanya instalasi ini, Mat Sahri dan isterinya, Fatimah hanya butuh 2 hari untuk mengeringkan padi.

“Selama ada mesin pengering ini, mau cuaca mendung atau hujan saya tidak khawatir lagi. Sebab padi saya tetap kering dan layak untuk digiling,” katanya.

Di tempat yang sama, anggota kelompok tani lainnya juga sudah mulai menggunakan instalasi pengering ini. Bahkan mereka sudah mempunyai jadwal antrian pemakaian.

“Saya menantang para petani lain yang belum percaya dengan kecanggihan mesin pengering ini. Saya ingin mereka mencoba sendiri. Kalau saya sudah membuktikan, hasilnya bagus,” katanya.

Senada dengan Mat Sahri, Ketua Poktan Campaka, Haji Fadil mengaku optimis dengan hasil panen yang ada bisa meningkatkan produksi padi dan sektor pertanian lainya menjadi berlipat-lipat.

“Keberadaan instalasi ini mampu meningkatkan kualitas bawang merah hasil panen di atas luasan lahan 1000 hektare,” katanya.

Sekedar diketahui, mesin pengering ini dapat digunakan untuk pengeringan gabah, bawang merah dan jagung, yang membuat kualitas produksi mampu bertahan selama 3 bulan. Mesin ini juga bisa menekan kerusakan bawang merah dari 20 persen menjadi 10 persen dan mempertahankan kualitas warna, tektur, dan VRS.

Mengenai hal ini, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep Arif Firmanto, mengatakan tahun ini Kementerian Pertanian (Kementan) melalui kunjungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beberapa waktu lalu kembali memberikan bantuan 2 unit instalasi pengering UV.

“Alhamdulilah Kementan benar-benar memikirkan nasib petani di Sumenep. Sentra produksi bawang merah, jagung dan padi akan makin bergairah lagi,” katanya.

Dengan adanya bantuan ini, kata Arif, pihaknya akan segera mendorong dua Kecamatan di Kabupaten Sumenep, yakni Rubaru dan Pasongsongan untuk meningkatkan jumlah produksi.

“Langkah cepat ini perlu dilakukan untuk menggenjot produksi pertanian dari wilayah Sumenep. Sebab disini luasan lahan yang ada mencapai kurang lebih 270 hektar dan 13 kelompok tani. Yang pasti mereka sudah sangat menunggu instalasi ini,” tutupnya.(red/Hum)

Categories
Daerah Industri

Kementan Pantau Pemanfaatan Alsintan di Sumsel

Koran Jurnal, Banyuasi – Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya keras agar penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) khususnya excavator yang diberikan untuk optimalisasi lahan rawa lebak dan pasang surut menjadi lahan sawah produktif di Sumatera Selatan benar-benar dimanfaatkan secara optimal.

Demikian diungkapkan Direktur Alsintan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementan, Andi Nur Alam Syah saat melakukan kunjungan kerja pemantauan optimalisasi pemanfaatan Alsintan yakni excavator di Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (09/02/2019).

Direktur termuda lingkup Kementan ini menyebutkan Kementan telah menyalurkan bantuan excavator sebanyak 69 unit di Provinsi Sumsel. Walhasil, berdasarkan pantauan, bantuan tersebut bekerja optimal untuk pengerukan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan, pembuatan jalan usaha tani dan optimasi lahan rawa lebak dan lahan rawa pasang surut.

“Pemantauan ini sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Alsintan dan Excavator harus bekerja optimal sehingga lahan rawa menjadi lahan sawah produktif,” tegasnya.

“Dengan demikian, produksi pangan khususnya beras nantinya kita berdaulat dan kesejahteraan petani meningkat. Bahkan dari lahan rawa kita bisa mencukupi pangan dunia,” pinta Nur Alam sapaan akrabnya.

Masih dalam kunjungan ini, Kepala Desa Talang Rejo, Kecamatan Muara Talang, Banyuasin, Sumsel, Hendrik Kuswoyo membeberkan pemanfaatan excavator. Menurutnya, adanya excavator memberikan hasil dan nilai tambah yang begitu besar bagi pertanian dan petani itu sendiri.

Hendrik menyebutkan dari 1 unit excavator dapat mengerjakan long storage sepanjang 20 km dengan lebar 2,5 m. Ini dapat mengairi sawah seluas 1.800 hektar dengan indeks pertanaman (IP) 200, yakni menanam padi 2 kali setahun.

“Produktivitas padi yang tadinya 8,5 ton menjadi 13 ton per hektar untuk dua musim tanam. Jadi ada selisih 5 ton per hektar,” beber Hendrik.

Menurut Hendrik, sebanyak 5 ton gabah per hektar tersebut, nilainya mencapai Rp 20 juta. Dengan demikian, dari total lahan 1.800 hektar, menghasilkan tambahan pendapatan bagi petani mencapai Rp 36 miliar.

“Tambahan pendapatan ini untuk dua musim tanam” ujarnya.

Hendrik menjelaskan dalam pengerjaan optimalisasi lahan rawa menjadi lahan sawah produktif ini, pemerintah desa memanfaatkan dana desa untuk biaya BBM dan operator. Total dana desa mencapai Rp 800 juta, namun digunakan untuk membuat long storage sepanjang 20 km dengan lebar 2,5 m hanya Rp 270 juta.

“Namun, dengan adanya bantuan excavator, pengerjaan ini bisa dilakukan hanya butuh waktu 2 bulan saja. Tapi kalau tidak ada excavator bisa 5 tahun,” jelasnya.

Kemudian, sambung Hendrik, jika tidak ada excavator, pengerjaan long storage tersebut juga membutuhkan dana Rp 900 juta untuk sewa alat dan bahan bakar minyak Rp 160 juta. Belum lagi biaya operator, per meternya Rp 3 juta sehingga totalnya biaya operator untuk long storage sepanjang 20 km itu sebanyak Rp 60 juta.

“Jadi, jika tanpa bantuan excavator ini, total biaya yang dibutuhkan untuk sewa excavator dan biaya operasional untuk pembuatan long storage sepanjang 20 km dan lebar 2,5 meter sekitar Rp 3,5 miliar,” pungkasnya.(red/Hum)

Categories
Ekonomi

Kementan Siapkan Solusi Permanen Kemitraan Petani Jagung dan Peternak Unggas

Koran Jurnal, Lamongan – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan Pemerintahan Jokowi-JK terus berkomitmen meningkatkan produksi jagung nasional sehingga kebutuhan jagung dalam negeri khususnya untuk peternak unggas mandiri tidak lagi mencukupinya dari impor. Namun demikian, Indonesia justru dapat meningkatkan volume ekspor.

“Solusi permanen bagi kemitraan petani jagung dan peternak unggak merupakan kunci dalam mewujudkan swasembada jagung nasional dan peningkatan volume ekspor tersebut, sekaligus memenuhi kebutuhann pakan ternak,” demikian diungkapkan Mentan Amran saat melakukan panen raya jagung di Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Lamongan, Rabu (06/02/2019) kemarin.

Amran membeberkan solusi permanen sangat penting dalam memotong rantai pasok yang selama ini masih panjang sehingga menyebabkan kelangkaan stok dan melonjaknya harga jagung yang tidak wajar. Oleh karena itu, mengatur lokasi antar wilayah produsen jagung dengan peternak menjadi sangat penting, sehingga rantai distribusi jagung menjadi lebih efisien efisien.

“Pada kasus hari ini Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Blitar. Distribusi jagung dari produsen ke konsumen sangat efisien sehingga tidak ada lagi alasan stok jagung untuk pakan petenak unggas mandiri itu langka. Harga jagung di tingkat petani pun tidak jatuh ketika panen,” bebernya.

Solusi kedua, sambung Amran, Kementerian Pertanian (Kementan) akan mendorong Bulog untuk berperan sebagai satu-satunya perantara. Bulog harus segera menyerap jagung dengan harga yang menguntungkan petani dan menjamin stok untuk kebutuhan peternak unggas mandiri.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi, harga jagung di tingkat petani tidak boleh di bawah Rp3.150 per kg. Bulog diminta menyerap jagung petani. Artinya, ada kepastian jagung petani diserap dengan harga yang menguntungkan dan hasilnya dikirim langsung ke peternak unggas mandiri dengan harga yang stabil,” ujarnya.

Ketiga, harga jagung harus dibuat berdasarkan kesepakatan antar ketiga pihak yakni petani, Bulog dan peternak unggas mandiri. Stok dan harga jagung tidak lagi dipermainkan tengkulak sehingga karut marut harga jagung tidak lagi terjadi.

“Ini semua untuk rakyat, bukan untuk tengkulak. Kami tidak ingin dipermainkan. Ini solusi konkret dan permanen,” tegas Amran.

Keempat, sebut Amran, untuk mendukung kesepakatan tersebut, Kementan membantu fasilitasi benih, pupuk, dryer (mesin pengering – red) dan corn harvester (mesin panen jagung – red). Kementan telah mengalokasi anggaran yang cukup besar untuk kegiatan dari budidaya hingga pasca panen.

“Ini merupakan solusi permanen dalam rangka mensejahterakan petani jagung dan pemenuhan bahan pakan ternak bagi peternak ayam mandiri. Untuk itu, Model ini akan diduplikasikan ke wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa,” tandas Amran.

Perlu diketahui, pada kunjungan ini, Mentan Amran menyerahkan bantuan sebanyak 20 dryer dengan kapasitas 10 ton per 8 jam. Selain itu, memberikan bantuan 10 unit traktor roda empat dan sebanyak 5 unit corn harvester.(ton/Hum)

Categories
Ekonomi IPTEK Nasional

Menaker Luncurkan Aplikasi Sistem Informasi Pekerja Migran Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Pekerja Migran Indonesia (SIPMI).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri menuturkan, aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Ini merupakan platform berbasis komunitas dimana dunia yang terkait dengan pekerja migran bisa terintegrasi langsung melalui sebuah platform berbasis digital,” ujar Menaker Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan pada peluncuran alpikasi SIPMI, di kantor Kemenaker RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).

Aplikasi yang dapat diunduh di playstore ini, kata Menaker Hanif, adalah kado bagi Pekerja Migran Indonesia, dan bisa dimanfaatkan oleh calon pekerja migran, pekerja migran, purna pekerja migran, pemerintah, dan semua pihak yang peduli terhadap perkembangan PMI.

“Terkait regulasi, tata cara dan proses migrasi ke luar negeri, keadaan negara tujuan migrasi dan lain sebagainya,” ringkas Menaker Hanif.

Menurut Menaker, aplikasi ini mudah diakses dan digunakan oleh semua orang terutama PMI baik di dalam maupun luar negeri.

“SIPMI menyediakan beberapa fasilitas seperti personal chatting, group cahtting, dan bisa juga dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan keluarga. Sekaligus melalui aplikasi ini pemerintah bisa menyerap apa yang menjadi aspirasi pekerja migran,” ujar Menaker Hanif Dhakiri.

Aplikasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendekatkan diri kepada stakeholder terkait migrasi terutama PMI.

Selain itu SIPMI juga dilengkapi dengan tombol panik agar dalam kondisi tertentu PMI dapat membutuhkan bantuan.

“Harapannya agar setidaknya ada pertolongan tingkat pertama,” tukas Menaker Hanif.

SIPMI merupakan salah satu wujud konkret kehadiran negara dalam meningkatkan pelayanan dan perlindungan bagi PMI yang sudah berkontribusi besar bagi perekonomian Indonesia.(red)

Categories
Ekonomi Nasional

Jadi Tuan Rumah WGAFCC 2019, Indonesia Ingin Perkuat Akses Pasar Pertanian ke Australia

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah pertemuan Indonesia-Australia pada Kelompok Kerja Pertanian, Pangan dan Kehutanan, atau Working Group on Agriculture, Food and Forestry Cooperation (WGAFFC) ke-22 di tahun 2019. Agenda tersebut akan menjadi ajang penguatan kerjasama bidang pertanian antara ke dua negara termasuk mendorong kapasitas ekspor komoditas unggulan Indonesia ke negeri kangguru tersebut.

“Persiapan telah dilakukan dan pelaksanaannya akan digelar pada bulan Juni atau Juli tahun depan,” kata Banun Harpini, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) selaku co-chair Indonesia untuk WGAFFC melalui keterangan tertulisnya di Jakarta (27/12/2018).

Menurut Banun, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Australia pada hari Rabu (19/12) di Jakarta dan disepakati agenda pembahasan WGAFFC ke-22 untuk sektor pertanian dan kehutanan. Hadir mewakili pemerintah Australia pada pertemuan kali ini adalah First Assistant Secretary, Trade Market Access, Department of Agriculture and Water Resources Australia, Louis van Meurs, First Assistant Secretary.

Pada pertemuan sebelumnya yang diadakan pada bulan Februari 2018 di Meulbourne, Indonesia telah berhasil mencapai kesepakatan diantaranya disetujuinya metode iradiasi untuk ekspor komoditas mangga dan buah naga, juga ekspor produk olahan ayam yang harus sesuai dengan persyaratan biosecurity Australia.

“Persetujuan ini menjadi penting bagi ekspor buah mangga dan buah naga Indonesia karena dapat lebih bertahan lama. Sementara di pihak Australia dicapai kesepakatan berupa importasi benih kentang yang harus sesuai dengan ketentuan perkarantinaan di Indonesia,” jelas Banun.

Khusus eksportasi mangga asal Indonesia, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati, Barantan Dr. Antarjo Dikin juga meminta Australia untuk segera mengirimkan ahli iradiasi dari IAEA Austria. Hal ini guna ditindaklanjuti kedepan kerjasama dengan BATAN dalam penyempurnaan prosedur standard radiasi buah mangga.

Antarjo yang mendampingi Banun dalam pertemuan kali ini juga menekankan beberapa hal teknis perkarantinaan yakni meminta Australia agar memberikan kesetaraan perlakuan atau equivalency treatment terhadap buah manggis yang akan masuk pasar Australia berupa penyemprotan udara bertekanan atau air brush presure pengganti fumigasi dengan gas Methyl Bromida. Juga meminta pihak Australia untuk segera buka pasar ekspor buah naga karena telah memenuhi persyaratan masa dengar pendapat publik, atau public hearing consultation telah berakhir.

Dari data Kementerian Pertanian, tercatat nilai ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Australia senilai 126,53 juta USD atau sebesar 1,77 T rupiah. Dengan komoditas unggulan diantaranya adalah kedelai, kakao, kopi, karet dan nanas. “Kerjasama Indonesia-Australia khususnya dibidang pertanian telah berlangsung lebih dari 20 tahun dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Untuk itu kerjasama bilateral ini harus terus diperkuat,” tambah Banun.

Selain pembahasan mengenai perdagangan komoditas pertanian, juga dibahas agenda terkait kehutanan dan peningkatan kapasitas, capacity building bagi petugas karantina khususnya dalam hal keamanan pangan atau biosekuriti. Pembahasan isu-isu tersebut nantinya akan dibagi kedalam kelompok kerja atau taskforce masing-masing adalah Taskforce Crops and Plant Product, Taskforce on Livestock and Animal Products dan Taskforce on Forestry.

Selain membawa agenda negosiasi khusus bagi produk pertanian yang bakal menembus pasar Australia, Banun juga berencana fokus pada penguatan sistem sertifikasi perkarantinaan.

“Akses pasar untuk produk buah tropis seperti manggis, pisang dan buah lainnya akan menjadi fokus agenda dari kami. Juga kerjasama terkait Animal Health Certificate dan penguatan e-cert Indonesia-Australia yang telah berjalan,” tandas Banun.(ton/Hum)