Categories
Daerah Ekonomi

Kadis Ketahanan Pangan Tasikmalaya Dorong KKP berbasis KRPL

Koran Jurnal, Tasikmalaya – Kota Tasikmalaya membutuhkan dukungan membangun KKP (Kelompok Ketahanan Pangan) berbasis KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari).

Hal tersebut disampaikan Kadis Ketahanan Pangan, Kota Tasikmalaya, Elly Suminar didampingi Kabid. Konsumsi dan Keamanan Pangan, Ucu Anwar, saat ditemui di lokasi KKP Al Fadillah, Kelurahan Nagarawangi Kec. Cihideung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (26/11/2018).

Kota Tasikmalaya, yang terdiri dari 69 Kelurahan dan 10 Kecamatan, sudah memiliki 33 Kelompok ketahanan pangan, dengan basis KRPL, namun hingga saat ini tidak banyak yang dapat berkembang karena minimnya anggaran Pemkot Tasikmalaya.

“Pemkot Tasikmalaya, terus mendorong agar masyarakat dapat berswakarya, untuk memenuhi kebutuhan dapur bahkan dapat memberi nilai tambah, bukan semata-mata melepaskan kebutuhan dapur,” ujar Elly Suminar, yang belum 1 tahun diberi tanggung jawab dalam ketahanan pangan di daerah tersebut.

“Kami bersama Tim Penggerak PKK, Kota Tasikmalaya, sudah melakukan berbagai kegiatan untuk mengedukasi masyarakat untuk menanfaatkan sumber-sumber karbohidrat selain beras yang ada di lingkungan masing-masing, karena sampai saat ini, tingkat konsumsi beras masyarakat kota tasikmalaya masih tinggi, ibu walikota sebagai ketua tim pkk, memberikan berbagai tehnik pengolahan atau kuliner bersama ahli gizi, untuk mengolah ketela (singkong), ubi jalar, talas dan jagung, menjadi bahan pangan yang memiliki cita rasa, dan disukai masyarakat dan dapat mengurangi tingkat konsumsi beras per kapita,” papar Elly.

Luas Kota Tasikmalaya : 184,4 Km.2, dengan jumlah penduduk 659.606 jiwa dan luas lahan lertanian produktif 5.993 Ha, sedang penyusutan lahan pertanian akibat alih fungsi masih tinggi, rata-rata
10 hektar lebih per tahun.

KKP Al Fadillah, Kelompok Swadaya Masyarakat, yang bermula dari Kelompok Ibu-ibu Pengajian, beranggotakan 30 kepala keluarga, yang seluruhnya adalah Ibu-ibu Rumah Tangga, sehari-hari hanya mengurus keperluan suami dan anak-anaknya, kini mulai termotivasi untuk aktif mengurus kebun kelompok. Elly Suminar, Kadis Ketahanan Pangan Kota Tasik Malaya, yang belum genap setahun diberi tanggung jawab ini, terkaget-kaget, melihat kenyataan dilapangan, animo masyarakat yang begitu tinggi dimotori beberapa keluarga sejahtera, kelompok KKP Al Fadilah, sudah mampu berkontribusi mengurangi beban dapur anggotanya 300 hingga 400 ribu/ bulannya bahkan dengan motivasi dinas KKP Kota Tasikmalaya, saat ini KKP Al Fadillah, sudah memproduksi bibit tanaman hortikultura, kita sudah menjual hingga 4000 batang bibit cabe rawit yang dibeli berbagai kelompok termasuk beberapa sekolah-sekolah tingkat SLTA di Kota Tasikmalaya, harga per pohonnya 2000 rupiah, sampai saat ini, omzet penjualan bibit sudah mencapai 8.000.000, juta rupiah, ujar Tintin, tenaga pendamping sukarela yang berlatar belakang sarjana pertanian, didampingi ketua kelompok Al Fadillah, ibu Itoh, ditemui di kebun bibit dilokasi yang cukup sempit namun bisa produktif.

Elly Suminar, berharap di tahun anggaran 2019. Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, memberikan bantuan untuk pengembangan KKP berbasis KRPL, di Kota Tasikmalaya, yang termasuk “Kota Termiskin” di Propinsi Jawa Barat, kami yaqin, masyarakat kota tasikmalaya akan bekerja keras dan giat, untuk merubah kondisi saat ini, dan semoga KRPL yang sudah ditetapkan Pemerintah (Kementerian Pertanian) sebagai Program Nasional, dan sudah terbukti menyelesaikan Kerawanan Pangan, diberbagai daerah di indonesia, dapat dikembangkan di Kota Tasikmalaya, pungkas Kadis Ketahanan Pangan Kota Tasikmalaya, yang energik ini.(red/Hum)

Categories
Ekonomi Energi SDA Nasional

Pemerintah Jamin Kelancaran dan Keamanan Pasokan BBM Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2019

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah menegaskan akan berupaya keras untuk mensukseskan mudik saat libur natal dan tahun baru (nataru) 2018/2019. Arus puncak mudik natal tahun ini diprediksi akan terjadi pada hari Sabtu (22 Desember 2018) dan puncak arus balik natal 2018 akan terjadi pada Selasa (25 Desember 2018). Sementara puncak arus mudik tahun baru 2019 diprediksi akan terjadi pada Jumat (28 Desember 2018) dan arus balik tahun baru diperkirakan akan terjadi pada Selasa (1 Januari 2019).

Pandu Yunianto, Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan tahun 2018/2019 ini jumlah penumpang angkutan umum pada liburan nataru secara total akan meningkat sebesar 2,38 persen dibandingkan periode yang tahun lalu. Nataru tahun ini diperkirakan mencapai 7,77 juta dari sebelumnya 7,59 juta orang. Peningkatan ini terjadi lantaran dalam periode tersebut bersamaan dengan cuti bersama dan liburan anak sekolah.

Pandu menyatakan angkutan darat diperkirakan akan mengalami penurunan jumlah penumpang sebesar 5,66 persen dari 4,42 juta penumpang menjadi 4,41 juta. Namun penurunan jumpah penumpang angkutan darat ini terkompensasi oleh peningkatan penumpang untuk angkutan sungai dan penyeberangan (SDP) sebanyak 13,52 persen dari 3,16 juta menjadi 3,59 juta penumpang.

Untuk menjamin kelancaran dan keamanan seluruh perjalanan angkutan penumpang ini, pemerintah terus aktif menjalin koordinasi khususnya dengan aparat Kepolisian sebagai eksekutor dalam menjamin kelancaran arus mudik ataupun balik nataru 2018/2019. Beberapa kebijakan yang bakal diterapkan khususnya dari Kemenhub mirip seperti tahun-tahun sebelumnya. Diantaranya pengecekan kesehatan fisik dan mental termasuk tes narkoba bagi seluruh awak serta uji kelaikan transportasi (ramp check). Kemudian pengawasan harga tiket, peningkatan pelayanan hingga peningkatan keamanan yang melibatkan aparat dari kepolisian dan TNI.

“Kita juga akan lakukan pembatasan kendaraan angkutan barang pada ruas-ruas tertentu untuk memperlancar arus kendaraan. Pembatasan ini akan diberlakukan mulai 21 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019,” kata Pandu dalam Seminar Promoter dengan tema Sinergi Polri Dengan Kementerian Dalam Menghadapi Nataru di Menara 165, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2018).

Dikatakannya pembatasan kendaraan angkutan barang ini tidak berlaku bagi kendaraan untuk suplai BBM, barang ekspor – impor dari dan ke Pelabuhan, angkutan bahan pokok, angkutan pupuk dan ternak serta paket pos berupa hantaran uang. Oleh sebab itu seluruh pihak yang berkepentingan untuk selalu membawa surat – surat keterangan muatan yang sah agar bisa melalui ruas-ruas yang dibatasi oleh otoritas.

“Pembatasan operasional mobil barang dapat dievaluasi waktu pemberlakuannya berdasarkan pertimbangan dari Kepolisian. Ini didasarkan pada kondisi lalu lintas masing-masing ruas jalan yang menunjukkan kondisi lalu lintas tidak mengalami kemacetan,” pungkas dia.

Sementara itu, di tempat yang sama, Adiatma Sardjito selaku Vice President Corporate Communication PT. Pertamina juga menjamin pasokan BBM dan gas pada saat nataru aman. Diperkirakan konsumsi gasoline selama periode tersebut akan meningkat 5,6 persen dan gasoil naik 2,5 persen tahun ini. Ditegaskannya stok BBM, LPG dan avtur dalam kondisi yang sangat aman rata-rata ketahanan stok berada di atas 20 hari.

Menurutnya, rata-rata kenaikan konsumsi gasoline dalam harian selama masa nataru yaitu 99.731 kilo liter (KL) atau meningkat dari periode sebelumnya yang hanya 94.556 KL per hari. Sementara konsumsi gasoil rata-rata naik dari 39.510 KL per hari menjadi 41.223 KL.

“Peningkatan ekonomi 5,2 persen dan ada masa cuti bersama serta liburan akhir tahun dan libur anak sekolah mendorong peningkatan konsumsi BBM dan gas pada akhir tahun ini,” kata Adiatma.

Karo Penmas Divhumas Polri, Dedi Prasetyo, menambahkan pihaknya menyadari pada saat nataru mendatang banyak hal yang harus diantisipasi oleh Polri salah satunya adalah kelancaran lalu lintas dan potensi konflik yang kerap terjadi di jalan raya atau di pusat keramaian saat pergantian tahun. Menurutnya kerap terjadi kecelakaan di jalanan akibat banyak masyarakat yang tidak patuh rambu-rambu lalu lintas dalam merayakan nataru. Oleh sebab itu peran Polri sangat penting dalam mengamankan dan memperlancar arus lalu lintas.

Selain itu, kata Dedi, kerap terjadi kontak fisik antar masyarakat pada saat momen tersebut lantaran motif tertentu yang disebabkan oleh hal sepele seperti kemacetan atau perayaan malam pergantian tahun baru yang berlebihan. Dia berharap agar semua pihak dapat terlibat dalam upaya kelancaran dan keamanan peringatan nataru.

“Saat nataru kerap ada singgungan antar kelompok masyarakat, ini kadang tidak bisa dihindari, maka butuh kesigapan polisi untuk mencegah hal ini agar terjamin keamanan. Kita tidak bisa bekerja sendiri harus banyak pihak terlibat,” ujar Dedi.(ton/ms)

Categories
Ekonomi IPTEK

4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, BPPSDMP Kementan: Peningkatan Sumber Daya Manusia Meningkat Signifikan

Koran Jurnal, Jakarta –  Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Momon Rusmono menekankan Kinerja 4 tahun BPPSDMP Kementan merefleksikan fokus pemerintah Presiden Joko Widodo – JK pada pengembangan Sumber Daya Manusia. Hal ini terlihat dari pilar pendidikan yang berhasil meningkatkan kelulusan petani milenial hingga 107%.

“Peningkatan signifikan ini terlihat dari total 977 lulusan sejak 2011-2014 menjadi 2.026 lulusan yang tercatat dari tahun 2015-2018 di Sekolah tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) yang kini bertransformasi menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (red, Polbangtan),” demikian diungkapkan Momon Rusmono pada konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat Kementan, Senin (26/11).

Menurut Momon, minat milenial pun meningkat 12 Kali lipat atau 1.237 % yaitu dari 980 pendaftar di tahun 2013 menjadi 13.111 pendaftar di Polbangtan pada tahun 2018. Hal ini dikarenakan transformasi STPP menjadi Polbangtan yang didesign untuk mencetak milenial tani profesional yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan memiliki sertifikasi internasional untuk dapat bekerja di perusahaan Multinasional.

“Kewirausahaan milenial tani pun meningkat hingga 103% dari 500 kelompok Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) di tahun 2016 menjadi 1.013 kelompok PWMP di 2018. Polbangtan berhasil mencetak milyarder-milyarder tani millenial seperti kelompok PWMP Utami Super Broiler dari timur Indonesia yaitu Manokwari Papua yang berhasil mengembangkan usaha mereka hingga mencapai omzet Rp.1,5 Miliar dalam jangka waktu 1 tahun,” terangnya.

Pada pilar pelatihan juga, sambung Momon, terjadi peningkatan signifikan hingga 289% dari 25.108 tenaga pada tahun 2014 menjadi total 97.846 tenaga terlatih pada tahun 2018. Tenaga SDM Pertanian profesional yang tersertifikasi juga meningkat tajam hingga 274% dari total 2.380 pada 2011-2014 menjadi 8.904 pada rentang waktu 2015-2018.

“Perubahan signifikan ini dikarenakan BPPSDMP Kementan meningkatkan sertifikasi kompetensi dari hanya 3 sertifikasi kompentensi menjadi 21 sertifikasi kompetensi di tahun 2015-2018,” tuturnya.

Pada Pilar Penyuluhan dikatakan Momon, terdapat 75,8% kenaikan pada penambahan dan pengembangan kelompok tani hingga berjumlah 586.680 Kelompok Tani pada tahun 2018 dibanding tahun 2014 yang hanya berjumlah 322.390 Kelompok Tani. Pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) juga terjadi peningkatan dari 37.632 Gapoktan di tahun 2014 menjadi 63.435 di tahun 2018 atau terjadi peningkatan hingga 68,6%.

“Manfaat penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian dirasakan langsung oleh masyarakat. Terbukti, penurunan inflasi bahan makanan Indonesia dari 11.35 % di 2013 hingga 1% di 2017 adalah pertama kalinya dalam sejarah Indonesia dan juga di dunia. Keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras ikhlas SDM Pertanian yang Mandiri, Profesional dan Berdaya Saing,” katanya.

Kedepan, Momon menegaskan peningkatan Kinerja BPPSDMP Kementan akan terus mencetak SDM Pertanian yang Mandiri, Profesional dan Berdaya Saing terutama di pengelolaan rawa yang berbasis Korporasi Petani dalam program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI). Program Serasi akan memilih enam provinsi yang memiliki optimalisasi lahan seluas 400.000 hektar.

“Keenam Provinsi ini adalah Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Lampung, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Tengah,” pungkasnya.(ton/Hum)

Categories
Ekonomi

Kementan: Ketersediaan Daging dan Telur Ayam Jelang Natal dan Tahun Baru 2019 Aman

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin ketersediaan daging ayam, sapi dan telur cukup untuk persediaan Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Berdasarkan perhitungan ketersediaan dan kebutuhan daging sapi dan kerbau terdapat surplus sebanyak 11.219 ton.

“Perlu kami sampaikan bahwa produksi sapi lokal sebanyak 35.845 ton, sedangkan kebutuhan daging sapi sebanyak 55.305 ton. Kekurangan disediakan melalui impor sapi dan daging sebanyak 30.679 ton, dengan komponen impor sapi bakalan sebanyak 18.217 ton, setara sapi 91.543 ekor dan komponen impor daging sapi dan kerbau sebanyak 12.462 ton, setara sapi 62.623 ekor,” jelas I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), dalam konferensi pers di Kantor Ditjen PKH Jakarta, Kamis (22/11/2018). Turut hadir mendampingi Dirjen PKH pada konferensi pers, Dirut PT Dharma Jaya, Johan Ramadhon.

Ketut pun menegaskan untuk ketersediaan daging ayam menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2019 juga mengalami surplu. Berdasarkan ketersediaan dan kebutuhan daging ayam, dapat disimpulkan terdapat potensi surplus atau kelebihan produksi daging ayam tahun 2018 sebanyak 466.445 ton dengan rataan per bulan sebanyak 38.870 ton.

“Potensi produksi DOC (re.Day Old Chicken/Ayam Umur Sehari) Final Stock Broiler (red.ayam pedaging) sebanyak 3.281.345.300 ekor, dengan rataan perbulan sebanyak 273.445.442 ekor atau 62,9 juta ekor per minggu. Potensi produksi daging berdasarkan produksi DOC tahun 2018 sebanyak 3.517.721 ton, dengan rataan perbulan sebanyak 293.143 ton. Sedangkan proyeksi Kebutuhan daging tahun 2018 sebanyak 3.051.276 ton, dengan rataan perbulan sebanyak 254.273 ton,” sebutnya.

Disamping Perhitungan berdasarkan potensi, lanjut Ketut, juga dilakukan penghitungan berdasarkan laporan realisasi produksi dari masing-masing perusahaan sampai dengan bulan Oktober 2018. Berdasarkan ketersediaan dan kebutuhan terdapat surplus produksi daging sampai dengan November 2018 sebanyak 269.582 ton dengan rataan per bulan sebanyak 22.482 ton.

“Berdasarkan potensi ketersediaan dan proyeksi kebutuhan telur ayam ras, maka terdapat potensi surplus telur sebanyak 795.071 ton pertahun atau 66.256 ton perbulan,” terangnya.

Perlu diketahui, produksi telur ayam tahun 2018 diperoleh dari laporan data realisasi produksi DOC layer tahun 2016, 2017, dan tahun 2018 yakni Januari hingga Mei2018 karena produksi telur diperoleh setelah ayam umur 4,5 bulan. Berdasarkan data realisasi produksi DOC 2016-2018 tersebut diperoleh Populasi ayam layer komersial tahun 2018 per bulan berkisar antara 207.565.729 ekor – 222.560.615 ekor dengan rerata populasi perbulan sebanyak 214.153.020 ekor.

Berdasarkan struktur umur diperoleh populasi layer komersial umur produktif yakni 19 sampai 88 minggu berkisar antara 144.023.895 ekor hingga 155.112.710 ekor dengan rerata populasi sebanyak 149.103.895 ekor.

“Produksi telur tahun 2018 dihitung berdasarkan populasi layer komersial umur produktif, sehingga diperoleh potensi produksi telur tahun 2018 sebanyak 2.561.481 ton, atau dengan rerata per bulanan sebanyak 213.457 ton. Sedangkan proyeksi kebutuhan telur tahun 2018 sebanyak 1.766.410 ton atau dengan rerata bulanan sebanyak 147.201 ton,” beber Ketut.

“Berdasarkan perhitungan kebutuhan dan ketersediaan daging Sapi/Kerbau, daging ayam dan telur ayam ras pada akhir tahun 2018 atau menjelang natal dan tahun baru 2019 dalam kondisi surplus, sehingga kondisinya sangat aman,” tambahnya.

Untuk menjaga stabilitas harga diharapkan Seluruh Polda sampai Polres akan membentuk tim dan berkoordinasi dengan instansi terkait dengan melakukan pemantauan ketersediaan pasokan dan harga pangan strategis menjelang dan selama HBKN Natal danTahunBaru 2019.

“Kita harapakn dengan pasokan yang cukup, maka masyarakat dapat merayakan hari raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 dengan tenang,” tandas Ketut.

Sementara itu, Dirut PT Dharma Jaya, Johan Ramadhon menegaskan kebutuhan daging sapi/kerbau di DKI Jakarta untuk Natal hingga tahun baru 2019 masih dalam kondisi aman. Pasokan daging ayam ke pasar-pasar di DKI Jakarta sebagian besar dipasok dari peternak mandiri dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat dan Lampung.

“Kami sekarang ini menyediakan kebutuhan daging dan ayam untuk program pangan bersubsidi yaitu masyarakat penerima bantuan pangan bersubsidi. Untuk kebutuhan pasar pun kami jamin sesuai dengan kemampuan pasok yang dimiliki,” ujarnya.(ton/Hum)

Categories
Ekonomi Nasional

Kementan Punya Terobosan Baru Sejahterakan Petani dengan Program SERASI 

Koran Jurnal, Jakarta – Setelah mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak dalam mengolah rawa menjadi lahan pertanian produktif di Jejangkit, Provinsi Kalimantan Selatan, Kementerian Pertanian (Kementan) kembali memperkenalkan terobosan lainnya.

Ribuan hektar rawa yang tersebar di 6 provinsi akan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian aktif. Hal ini dilakukan untuk mendorong kesejahteraan petani berbasis koperasi yang dikorporasikan melalui program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI).

Sebagai langkah awal, Program Serasi akan memilih 6 provinsi yang memiliki optimalisasi lahan seluas 400.000 hektar. Keenam Provinsi ini adalah Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Lampung, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Tengah.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku optimis program ini akan memberi dampak baik pada semua pihak. Apalagi, pengelolaan program ini dikerjakan oleh orang-orang profesional seperti pensiunan pejabat Kementan maupun purnawirawan dari instansi lain.

“Kalau pensiunan kan sudah pasti mengerti sesuai kompetensi dan pengalaman yang dimiliki. Sebab kita ingin menggerakan pertanian secara moderen sesuai yang diharapkan Bapak Presiden”, kata Amran dalam acara Rapat Konsolidasi Persiapan Implementasi Program SERASI di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018).

Amran menjelaskan, pemanfaatan rawa nantinya akan saling terintegrasi antara lahan ternak, perkebunan dan sawah. Menurut dia, program ini merupakan mimpi lama yang baru terealisasi tahun ini.

“Saya yakin jika program ini berjalan dengan baik, maka petani bisa untung 2 kali lipat. Dan itu sudah sesuai dengan mimpi besar kita, yaitu kesejahteraan petani,” katanya.

Kepala Biro Perencanaan Kementan DR. Ir. Kasdi Subagyono mengatakan terobosan ini akan dikerjakan bersama lintas sektoral dan bersinergi dengan pemangku kepentingan seperti kementerian BUMN, Kementerian PUPR dan Lembaga Keuangan.

“Strategi percepatan implementasi ini adalah mencari alternatif lahan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan. Apalagi potensi lahan rawa di Indonesia mencapai 15 juta hektar lebih”, kata Kasdi.

Menurut dia, saat ini pihaknya sedang melakukan penyisiran dan akurasi data terkait potensi baru yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan membangun koperasi petani yang terkorporasi.

“Penyisiran dan akurasi datanya sedang berjalan,” katanya.

Mengatasi Kendala dengan Mekanisasi dan Penggunaan Teknologi Pertanian

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro, mengatakan program ini merupakan arahan Presiden yang sebesar-besarnya dijalankan untuk kepentingan petani.

“Sesuai arahan Pak Mentan dan mengikuti perintah Bapak Presiden, maka kita akan membangun Koperasi Petani yang terkorporasi,” ujarnya.

Menurut dia, tahapan awal misi program ini adalah mengembangkan lahan rawa lebak seluas 200 hektar di bawah kontrol dan tanggungjawab 50 tenaga harian lepas yang melaksanakan fungsi teknis.

“Pengelolaan semuanya dilakukan dengan teknologi yang mutakhir. Jadi kendala pada kondisi tanah seperti masam, PH nya kurang dan lain-lain kini bisa teratasi dan bukan lagi masalah,” katanya.

Sekedar diketahui, optimasi lahan di Jambi mencapai 10.000, hektar, sedangkan di Lampung mencapai 20.000 hektar dan Sulsel, 20.000 hektar. Adapun di wilayah Kalteng mencapai 50.000 hektar dengan potensi keseluruhan berikut Sumsel, 450.000 hektar dan Kalsel. 450.000, hektar. (ton/Hum)

Categories
Ekonomi

FAO Kembali Apresiasi Kementan Atas Penghargaan Ketahanan Pangan

Koran Jurnal, Jakarta – Representatif Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) untuk Indonesia dan Timor Leste, Stephen Rudgard, mengapresiasi penghargaan yang diraih Kementerian Pertanian pada ajang Indonesian Awards 2018 sebagai Penjaga Ketahanan Pangan Nasional.

“Saya mengucapkan selamat atas capaian Kementerian Pertanian yang mendapat pengharagaan Indonesian Award 2018 sebagai penjaga ketahanan pangan Nasional, itu adalah pengakuan penting atas capaian anda sebagai Menteri Pertanian,” terang Rudgard dalam surat resminya kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (20/11/2018).

Rudgard mengakui dan bangga atas berbagai upaya serta keberhasilan yang dicapai Kementerian Pertanian dalam mempromosikan ketahanan pangan nasional, ia juga berkomitmen akan selalu berupaya mendukung tugas dan fungsi Kementerian Pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Saya pastikan FAO akan selalu membantu tugas Kementerian Pertanian dalam mencapai ketahanan pangan di Indonesia,” terang Rudgard.

FAO merupakan salah satu agen khusus PBB yang berfokus pada isu pangan, agrikultur, perikanan, kehutanan dan peningkatan produksi. FAO sangat fokus terhadap bagaimana upaya eliminasi kelaparan pangan, menekan angka kemiskinan desa, menyediakan system pangan yang efisien dan meningkatkan ketahanan pangan terhadap bencana alam.

Sebelumnya, Rugrads telah menyampaikan apresiasi secara langsung atas kemajuan dan keberhasilan sektor pertanian selama kepemimpinan Menteri Amran, capaian yang sangat signifikan terlihat dari pengentasan kemiskinan di pedesaan. Ia juga menyampaikan kekagumannya atas perkembangan pertanian yang sangat signifikan dalam hal peningkatan produksi.

“Indonesia juga berhasil tingkatkan volume ekspor berbagai komoditas pertanian strategis,” pungkasnya.(ton/Hum)

Categories
Industri

Kementan: Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menegaskan produktivitas tenaga kerja sektor pertanian kurun waktu 2015 hingga 2017 meningkat. Terbukti, data BPS mencatat pada tahun 2017 produktivitas tenaga kerja sektor pertanian mengalami peningkatan sebesar 9,91% terhadap tahun 2015, yaitu dari Rp 21,76 juta per orang meningkat menjadi Rp 23,92 juta per orang.

“Produktivitas tenaga kerja pada sektor pertanian merupakan rasio antara PDB Sektor Pertanian berdasarkan harga konstan dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat pada sektor pertanian. Ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan sektor pertanian,” demikian ditegaskan Ketut di Jakarta, Senin (19/11/2018).

Pada tahun 2015 ada sebanyak 36,31 juta orang yang bekerja pada sektor pertanian, sementara pada tahun 2016 dan 2017 masing-masing 35,37 juta orang dan 35,16 juta orang. Sementara PDB Sektor Pertanian berdasarkan harga konstan pada tahun 2015 sebesar Rp 790,12 Trilun, dan pada tahun 2016 dan 2017 meningkat masing-masing menjadi Rp 813,58 Triliun dan Rp 840,88 Trilun.

“Dengan memanfaatkan kedua jenis data inilah, rasio antara PDB dengan jumlah tenaga kerja menunjukkan selama periode 2015 hingga 2017 produktivitas tenaga kerja sektor pertanian terus meningkat,” jelas Ketut.

Menurut Ketut, membaiknya produktivitas tenaga kerja ini mengindikasikan setiap tenaga kerja yang terlibat pada sektor pertanian mampu menghasilkan output atau nilai tambah yang semakin besar. Ini tentunya tidak terlepas dari upaya yang terus menerus dilakukan Kementan melalui program terobosan yakni Progra Upaya Khusus peningkatan produksi pangan strategis.

“Petani selalu mendorong petani untuk menerapkan inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi, seperti penggunaan benih varietas unggul baru, perbaikan manajemen pemupukan dan pengairan, termasuk juga mendorong penggunaan alat mesin pertanian modern,” ujarnya.

“Selama pemerintahan Jokowi-JK hingga saat ini, bantuan mekanisasi pertanian mencapai 423.197 unit, naik 1.526% dari 2013. Dengan mekanisasi produktivitas tenaga meningkat tajam. Misalnya dulu 1 hektar jika tanam manual butuh waktu 25 hari oleh 1 orang, kini hanya butuh waktu 3 jam saja,” imbuh Ketut.(ton/Hum)

Categories
Ekonomi

Kementan Lepas Ekspor 11,380 MT Kelapa Parut Kering asal Sulawesi Utara

Koran Jurnal, Manado – Kementeian Pertanian melepas ekspor Desicated Coconut (Kelapa parut kering).

Produk kelapa yang diekspor antara lain Dessicated coconut (DC), Coconut crude oil (CCO), turunan CCO, kelapa bulat, karbon aktif, dan air kelapa yang diekspor ke beberapa negara tujuan seperti PNG, Filipina, China, USA, Belanda, Vietnam, Singapura, Korsel, Jepang, Jerman, Afrika Selatan, Rusia, Turki, Polandia, Kuwait, Uruguay, Malaysia dan Slovakia.

Pelepasan ekspor produk Desiccated Coconut sebanyak 11,380 MT pada tahun 2018 yang dihasilkan oleh PT. Royal dan PT. Global yang beroperasi di Sulut. Ini merupakan salah satu upaya mendukung pengembangan kelapa secara berkelanjutan.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan dan Badan Litbang Pertanian pada tahun Anggaran 2017 dan 2018 telah mengembangkan benih komoditas perkebunan strategis seperti tebu, kopi, kakao, kelapa, jambu mete, karet, cengkeh, pala, dan kayu manis guna mendorong peningkatan ekspor dari sektor perkebunan.

Di tahun 2017 terdapat peningkatan yang signifikan ekspor kelapa dan produk-produk turunannya, dari US$ 793,3 juta di tahun 2013, menjadi US$ 1,4 milyar (14,1 triliun rupiah) di tahun 2017, atau meningkat sebesar 43%. Nilai ekspor sektor perkebunan sendiri secara umum mencapai Rp. 432,4 triliun atau 96% dari total nilai ekspor pertanian pada tahun 2017.

Kelapa merupakan tanaman perkebunan yang sebagian besar (93%) adalah perkebunan rakyat. Kelapa memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya dan peran strategis dalam peningkatan pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja dan sumber devisa negara.

Semua bagian dari tanaman kelapa dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan, pangan fungsional dan papan, serta berbagai keperluan lain sehingga kelapa disebut sebagai pohon kehidupan atau “The Tree of Life”.

Varietas kelapa unggul nasional yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian dengan benih bersertifikat merupakan varietas unggul lokal. Jumlah benih yang telah disalurkan Kementerian Pertanian untuk petani sejak tahun 2017/2018 telah mencapai 1.894.467 batang, dengan potensi kopra lebih dari 3 ton per hektar per tahun atau melebihi produksi kelapa nasional yang hanya 1.1 ton.

Pada moment ini sekaligus juga Balitpalma bersama Pemda telah melepas beberapa Varietas Unggul Baru Kelapa, seperti Kelapa Bido asal Maluku Utara, Kelapa Sri Gemilang asal Riau yang adaptif lahan pasang surut, Kelapa Dalam Kopyor Puan Kalianda asal Lampung, dan Kelapa Babasal asal Sulawesi Tengah. Varietas kelapa unggul tersebut memiliki potensi produksi hingga > 3 ton kopra/ha/tahun.(ton/Hum)

Categories
Ekonomi

Kementan: Demak Amankan Pasokan Bawang Merah untuk Natal dan Tahun Baru 2019

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selalu menekankan untuk menjaga ketersediaan, pasokan dan harga guna menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional. Karenanya, Natal dan Tahun Baru yang akan berlangsung dalam waktu dekat, ketersediaan bawang merah harus aman, konsumen tersenyum dan petani untung.

Berangkat dari hal tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura langsung melakukan pendampingan dan pengawalan di sentra utama bawang merah yang tersebar di 14 kabupaten sebagai penyangga Jabodetabek.

“Sesuak arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kami memastikan pasokan bawang merah untuk Jabodetabek menghadapi Natal dan Tahun Baru lebih dari cukup,” demikian diungkapkan Suwandi, Direktur Jenderal Hortikultura, di Jakarta, Jum’at (16/11/2018).

Dia menyebutkan kebutuhan bawang merah untuk Jabodetabek untuk periode November 2018 hingga Januari 2019 sekitar 24 ribu ton atau 8 ribu ton per bulan. Sebanyak 14 sentra besar seperti Brebes, Cirebon, Demak, Nganjuk, Bina hingga Solok siap memasok kebutuhan tersebut.

“Rata-rata produksi di 14 sentra tersebut mencapai 68 ribu ton per bulannya. Bulan Januari nanti puncaknya panen raya. Selain Jabodetabek kita pastikan pasokan untuk daerah lain juga aman terkendali,” sebut Suwandi.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Wibowo mengatakan luas panen bawang merah di Kabupaten Demak per tahun mencapai 6.300 hektar. Varietas yang banyak ditanam yakni Bima Brebes, produktivitas rata rata 8 hingga 10 ton/ha.

“Pasar bawang merah diperuntukkan untuk pasar lokal dan memasok kebutuhan Jabodetabek,” katanya saat menerima kunjungan kerja Tim Subdit Bawang dan Aneka Umbi Ditjen Hortikultura.

“Harga di tingkat petani saat ini mencapai 14 hingga 16 ribu untuk ukuran biasa sedangkan yang super bisa mencapai Rp 18 ribu per kilogram,” tambah Wibowo.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan Kabupaten Demak, Heru Puryanta menambahkan sentra utama bawang merah tersebar di 5 kecamatan yaitu Wijen, Karanganyar, Dempet, Gajah, Wedung dan Demak. Sentra terbesar yaitu Kecamatan Mijen dengan luas tanam Oktober sampai Nopember 1.195 Ha dan Kecamatan Karanganyar luas tanam Oktober – November mencapai 607 ha.

“Sehingga potensi luas panen desember mencapai 1.316 ha dan bulan januari 757 ha. Ketersediaan untuk wilayah demak aman dan siap mensuplai wilayah Jabodetabek,” katanya.

Kepala Sub Direktorat Bawang Merah, Sayuran dan Umbi-Umbian, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Kementan mengatakan total produksi bawang merah di Kabupaten Demak 2017 mencapai 59.905 ton. Dengan jumlah penduduk pada tahun 2017 adalah 1,14 juta orang dan tingkat kebutuhan bawang merah mencapai 2,80 kg/kapita/tahun.

“Sementara kebutuhan bawang merah di Kabupaten Demak 3.162 ton per tahun. Jadi terdapat surplus sebanyak 54.946 ton,” bebernya.

Dengan begitu, pria yang biasa disapa Agung ini menilai kebutuhan yang ada di Demak sudah terpenuhi, bahkan surplus yang ada bisa mensuplay wilayah Jabodetabek dan pasar lokal. Dalam rangka mendukung demak sebagai sentra bawang merah nasional, alokasi APBN tahun 2018-2019 sebesar 140 hektar.

“Kami berharap demak akan konsiten dalam pengembangan kawasan bawang merah sekaligus menjadi penyangga nasional,” tuturnya.

Susiono, Ketua Kelompok Tani Jaya Desa Pasir Kecamatan Wijen, Kabupaten Demak mengatakan saat ini kelompok tani binaannya menanam sekitar 700 ha. Dalam satu kecamatan pertanaman bawang merah bisa bisa mencapai 1.400 ha pada bulan November.

“Tutup tanam di desa kami sampai bulan Nopember. Harga saat ini Rp 16.000 sampai Rp 17.000 per kg untuk jenis yang super di tingkat petani. Panen raya akhir Desember sampai Januari awal. Kami bisa tanam 3 kali setahun, dengan produktivitas rata rata 9 sampai 10 ton per hektar,” ucapnya.

“Kondisi saat ini cukup baik dan bersahabat dimana serangan OPT Alhamdulillah sampai saat ini aman sehingga produksi kami harapkan bisa optimal. Ketersediaan pada bulan Desember dan Januari kami pastikan aman,” imbuh Susiono.(ton/Hum)

Categories
Ekonomi

Presiden Jokowi: Kurangi Ketergantungan Terhadap Satu Mata Uang

Koran Jurnal, Jakarta – Saat ini, kita menghadapi kondisi ekonomi global yang tidak stabil, serta meningkatnya sentimen proteksionisme dan anti globalisasi.

Hal ini sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan, karena dapat merusak sistem perdagangan multilateral, mengganggu pertumbuhan ekonomi kawasan dan nasional, dan mengakibatkan fluktuasi nilai tukar.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam KTT ke-21 ASEAN Plus Three (APT) di Suntec Convention Centre, Singapura, Kamis (15/11/2018).

“Situasi ekonomi global berdampak serius bagi negara-negara di kawasan. Capital outflow yang besar mengakibatkan fluktuasi nilai tukar,” ujar Presiden Jokowi.

Oleh karenanya, untuk menjaga ketahanan ekonomi, Presiden Jokowi mengingatkan agar mekanisme Kawasan harus dipastikan berjalan dengan baik, sehingga Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) harus diperkuat.

Selain itu, aksi konkret harus dilakukan. Pertama, kita tingkatkan kontribusi pada CMIM, sehingga dana bantuan yang cukup harus siap untuk membantu anggota yang membutuhkan.

Kedua, operasionalisasi CMIM harus lebih implementatif. CMIM harus tanggap membantu anggota yang terkena krisis keuangan.

“Ketiga, saya mengusulkan agar kita tugaskan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral untuk bahas peningkatan dana talangan menjadi 2 kali lipat,” kata Presiden Jokowi.

Dalam forum tersebut, Presiden Jokowi juga mengingatkan untuk mulai mengurangi ketergantungan kawasan terhadap satu mata uang, melalui implementasi efektif kerja sama currency swap, dan meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam pembayaran transaksi perdagangan lintas negara.

“Kerja sama APT harus menjadi bagian dari solusi global,” ucap Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa APT perlu melakukan kerja sama yang lebih erat untuk mewujudkan Asia Timur dan Asia Tenggara yang stabil dan sejahtera.

Selain itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa perdamaian dan kesejahteraan kawasan kita, tidak dapat dipungkiri sangat ditentukan APT.

“Kerja sama ASEAN Plus Three sangat penting artinya,” tutur Presiden.

Selain dihadiri para kepala negara/kepala pemerintahan ASEAN, KTT ASEAN Plus Three ini dihadiri juga oleh PM RRT Li Keqiang, PM Jepang Shinzo Abe, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, (Gumilar Abdul Latif).(red/DBPers)