Categories
Ekonomi

Kementan: Pemerintah Timor Leste dan Indonesia Lanjutkan Kerjasama Perdagangan dan Peningkatan Kapasitas SDM

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Timor Leste dan Indonesia akan melanjutkan kerjasama perdagangan di sub sektor peternakan. Sebagai tahapan untuk keberlanjutan eksportasi unggas dan produk unggas dari Indonesia ke Timor Leste, Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) akan melakukan update terhadap Import Risk Analisis (IRA) Recommendation ke Indonesia.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Indonesia I Ketut Diarmita pada saat Entry Meeting (pertemuan pembuka) dengan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Republik Demokratik Timor-Leste, Domingos Gusmao beserta anggota Delegasi lainnya pada hari Senin (12/11) menyampaikan bahwa untuk menjaga keberlanjutan ekspor antar kedua negara tersebut, maka perlu dilakukan update harmonisasi peraturan dan persyaratan teknis kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner perlu dilakukan antara Otoritas Veteriner Timor Leste dan Otoritas Veteriner Indonesia.

Ekspor Indonesia ke Timor Leste saat ini, diantaranya: DOC (Day Old Chicken) dan produk olahan daging ayam, serta pakan ternak. Pada kesempatan tersebut, Dirjen PKH I Ketut Diarmita mengatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk membantu pemerintah Timor Leste dalam penyediaan bahan pangan asal ternak yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal.

Ia katakan bahwa ekspor produk daging ayam olahan Indonesia selain ke RDTL, juga telah menembus pasar Papua Nugini dan Jepang, serta Korea Selatan. Negara-negara tersebut telah mengakui Indonesia sebagai negara yang memiliki Kompartemen bebas AI (Avian Influenza) dan menerapkan Pedoman Kompartementalisasi sesuai peraturan OIE (Badan Kesehatan Hewan Dunia.

Lebih lanjut, Ia sebutkan bahwa situasi penyakit HPAI pada unggas Indonesia saat ini sangat terkendali. Kejadian HPAI menurun secara signifikan setiap tahun dan hanya bersifat sporadis di daerah tertentu dan dapat dikendalikan dengan cepat. Pemerintah Indonesia bersama pihak-pihak terkait terus memperbaiki strategi dengan mengendalikan dan memberantas penyakit HPAI melalui zona bebas AI dan kompartemen secara bertahap dan terus menerus. Sejauh ini, kompartemen bebas AI yang telah disertifikasi sebanyak 141 titik dan 25 titik masih dalam proses sertifikasi.

Menurut I Ketut, semua komoditas unggas dan produk unggas yang diekspor yang berasal dari unit usaha bersertifikat Kompartemen Bebas AI dan memiliki Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dari Kementerian Pertanian dijamin kesehatan dan keamanan produknya.

“Saya berharap hasil Import Risk Analisis (IRA) oleh Tim Timor Leste berjalan dengan baik dan memuaskan, sehingga nantinya eksportasi unggas dan produk unggas dari Indonesia ke Timor Leste dapat terus berlanjut”, ungkap I Ketut.

Dalam pelaksanaan Import Risk Analisis (IRA) Recommendation, Tim Auditor dari RDTL dipimpin oleh Domingos Gusmao Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan RDTL dan didampingi oleh Jose Orlando Magno (Direktur Nasional Peternakan), Venacio Oliveira (Direktur Nasional Karantina dan Bio-sekurity), dan Mr. Mario Jose Morais (Kepala Departemen Pengembangan Pakan dan Nutrisi Ternak). Selanjutnya Tim Audit Timor Leste akan berkunjung ke beberapa unit usaha PT. Charoen Phokpand Indonesia mulai tanggal 13 – 15 November 2018 ke Serang-Banten dan Bali.

Domingos Gusmao mengatakan, kerjasama bidang peternakan dan kesehatan hewan antara Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste, terutama yang terkait dengan perdagangan telah berjalan selama hampir 1 tahun, sehingga perlu dilakukan update terhadap Import Risk Analisis (IRA) Recommendation. Kerjasama ini sebagai tindaklanjut penandatanganan Technical Agreement antara Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kedua Negara pada tanggal 19 April 2018 yang mengacu pada MoU kerjasama yang ditandangani oleh menteri pertanian antar kedua negara.

Domingos Gusmao menjelaskan bahwa tujuan kunjungannya kali ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan IRA yang sampai dengan saat ini membuahkan hasil yang baik. Hasil IRA akan digunakan untuk menyusun perpanjangan rekomendasi impor ke RDTL. Menurutnya, rekomendasi dikeluarkan hanya sampai 1 tahun yaitu Januari -Desember 2018. Rencananya pada bulan Desember, RDTL akan meningkatkan lagi jumlah pemasukan DOC dari Indonesia

Labih lanjut Ia sampaikan bahwa pihak Timor Leste pada beberapa waktu lalu melalui kedutaan dan kementerian luar negerinya mengusulkan adanya kegiatan pelatihan AMR (Antimicrobial Resistance) dan Meat Inspector (Pengawas Daging) untuk stafnya. Selain itu juga diusulkan kerjasama survei perbatasan antara NTT dan RDTL dan peningkatan Laboratorium Kesehatan Hewan RDTL yang saat ini masih dalam kategori tipe B.

Jika disetujui, dalam waktu dekat RDTL akan mengirimkan SDMnya untuk pelatihan di Balai Besar Veteriner Denpasar, serta mengikuti pelatihan di RPH dan kerjasama teknik untuk magang di Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, I Ketut Diarmita mengatakan komitmennya untuk siap membantu RDTL dalam pengembangan SDM tersebut. Pelatihan akan dilakukan di Balai Besar Veteriner Denpasar sesuai permintaan dari Timor Leste.(ton/Hum)

Categories
Ekonomi

Kementan Optimis Peremajaan 185 Ribu Lahan Sawit Rampung Tahun Ini (2018) 

Koran Jurnal, Jakarta – Peremajaan perkebunan sawit rakyat tengah menjadi perhatian Pemerintah, karena banyak sawit yang usianya lebih dari 28 tahun. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan tahun 2018 rekomendasi teknis (rekomtek) atas 185 ribu hektar kebun sawit akan terbit.

“Optimistis dapat menerbitkan 185 ribu rekomendasi teknis untuk merealisasikan program peremajaan kebun kelapa sawit, sebab di bulan Oktober saja kita mampu terbitkan rekomtek 42.950 hektar,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan, Bambang, Jum’at (09/11/2018) lalu.

Bambang mengungkapkan, sebelumnya minat masyarakat untuk meremajakan kebunnya terhambat. Tersendatnya pembayaran rekomendasi teknis tahun lalu membuat banyak petani rakyat yang ragu. Sehingga Kementerian Koordinator Perekonomian memutuskan agar semua rekomtek mendapatkan pendanaan pada September lalu.

“Sekarang petani sudah yakin dan berlomba, setelah pembayaran rekomendasi teknis pada 2017 sebesar Rp356 miliar dicairkan,” tambahnya.

Bambang juga memastikan target penerbitan rekomtek 185 ribu hektar tahun ini akan mudah tercapai, karena saluran yang sebelumnya mampat (tersumbat) sudah terbuka. Sumbatan yang ia maksud adalah belum adanya titik temu antara Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit BPDP-KS selama ini.

“BPDP-KS ketika itu enggan mencairkan dana karena merasa punya tanggung jawab lebih pada keberhasilan program peremajaan kebun kelapa sawit. Jadi ada penambahan aturan di luar pedoman umum supaya dana yang disalurkan pasti berhasil,” jelas Bambang.

Menurutnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution telah memerintahkan agar BPDP-KS membayarkan secepatnya semua rekomtek. Sementara tanggung jawab fisik ada di Ditjenbun.

Selain keraguan pada pencairan pendanaan, faktor penghambat lainnya adalah petani masih belum tertarik dengan bantuan dana peremajaan sebesar Rp25 juta per ha karena dianggap terlalu kecil untuk menggarap lahan sekaligus memenuhi kebutuhan selama periode tidak berproduksi.

“Mereka masih bersikukuh tetap percaya pada pohon dari benih asalan meski cuma menghasilkan 1-2 TBS. Maka seiring proses replanting kami wajibkan petani untuk juga tanam jagung lewat tumpang sari,” kata Bambang memberi solusi.

Oleh karena itu, kementan memberikan benih jagung gratis untuk lahan replanting. Menurut Bambang, kombinasi antara peremajaan sawit rakyat dengan jagung ini diyakini mampu mendorong optimalisasi lahan pertanian produktif.

“Dengan model tumpang sari petani malah akan punya penghasilan yang tinggi dibanding sawit,” pungkas Bambang yakin. (red/Hum)

Categories
Ekonomi Nasional

Kementan: Dunia Internasional Terpukau Pembangunan Pertanian Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Pembangunan Pertanian Indonesia memukau negara-negara anggota Food and Agriculture (FAO), atau Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hal ini terungkap dalam Lokakarya Nasional dengan tema “Pilar Utama Peningkata Kesejahteraan Petani : Reformasi Pertanian, Intensifikasi Produksi, dan Peningkatan Akses Pasar”, di Gedung Pusat Informasi Agribisnis, Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (12/11/2018).

Acara yang diinisiasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bekerjasama dengan Kementan ini, bertujuan mempromosikan keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia. Representatif FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Stephen Rudgard yang hadir dalam Lokakarya, menyampaikan apresiasinya pada Menteri Pertanian (Mentan) yang sangat fokus mengembangkan pertanian di lahan gambut pasang surut.

Rudgard juga menyampaikan laporan perjalanan perwakilan tetap dari delapan negara anggota FAO, Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) yang telah mengunjungi sejumlah daerah untuk mempelajari sistem pertanian Indonesia.

“Dalam kunjungan lapangan ini mereka menyaksikan langsung bagaimana kerja FAO di lapangan, dan bagaimana kami berusaha bekerja dengan baik dengan penerima manfaat dan partner kami,” kata Rudgard.

Kunjungan berlangsung selama empat hari, yaitu sejak tanggal 31 Oktober 2018 sampai dengan 3 November 2018. Delegasi yang hadir di antaranya berasal dari Aljazair, Australia, Chili, Yordania, Nigeria, Norwegia, Thailand, dan Amerika Serikat.

Para delegasi berkunjung ke Jawa Tengah untuk menyaksikan demonstrasi padi-ikan (mina-padi) di Kabupaten Sukoharjo, yang merupakan kerjasama FAO dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan pemerintah daerah untuk mengembangkan praktik-praktik mina pada inovatif. Para peserta delegasi mendapat pengalaman melakukan panen beras dan ikan bersama para petani dan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya.

Setelah Sukoharjo, rombongan delegasi menuju Yogyakarta untuk mempelajari program Kementerian Pertanian yang didukung oleh FAO dan USAID guna mendeteksi dan memberantas wabah penyakit unggas yang juga mengancam populasi manusia.

Delegasi melakukan uji petik pengambilan sampel unggas di Pasar Terban Yogyakarta. Sampel unggas ini selanjutnya dibawa ke Balai Besar Veteriner Wates untuk pemeriksaan virus flu burung (Avian Influenza).

Delegasi berkesempatan untuk meninjau fasilitas laboratorium Bioteknologi dan laboratorium Virologi. Setelah itu, dilakukan presentasi proyek FAO Emerging Pandemic Threats 2 (EPT-2), dan sekilas layanan BB Veteriner Wates. Pada kesempatan tersebut delegasi dari Norwegia, Gunnvor Berge menyampaikan apresiasi atas capaian program _Influenza Virus Monitoring (IVM) online_ atau pemantauan virus AI online, yang berhasil mengurangi kejadian penyebaran virus AI pada unggas di wilayah kerja BB Veteriner Wates yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani peternak unggas.

Di hari terakhir kunjungan para delegasi mengunjungi Desa Sibetan, Karangasem, Bali, untuk mempelajari proyek Agroforestri Salak yang diajukan pemerintah sebagai Sistem Warisan Pertanian Penting Dunia (GIAHS).

Situs GIAHS yang diusulkan mencakup lanskap yang kaya akan keanekaragaman hayati penting, yang telah berevolusi dan beradaptasi secara selaras dengan komunitas di lingkungannya. Petani Salak di Sibetan mengelola sistem agroforestri memanfaatkan kearifan lokal dan filosofi yang telah diwariskan selama lebih dari 14 abad dari generasi ke generasi.

Kepala delegasi, Wakil Tetap Nigeria, Dr. Yaya Adisa Olaitan Olaniran di akhir kunjungan menyampaikan kesan-kesannya selama melakukan kunjungan di tanah air.

“Kami meninggalkan Indonesia dengan kenangan yang cukup baik bagaimana kerjasama itu harus dilakukan, dan kami benar-benar menghargai Pemerintah, rakyat dan staf FAO di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman dalam sambutannya di hadapan peserta Lokakarya, memaparkan beberapa capaian pembangunan pertanian dalam 4 tahun terakhir. Di antaranya terkait peningkatan produksi, perbaikan regulasi, stabilitas harga, peningkatan investasi mekanisasi pertanian, serta inovasi pertanian.

Setelah mendapatkan penjelasan serta gambaran delegasi FAO dan Mentan, Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M Fachir berjanji akan membantu mempromosikan sektor pertanian Indonesia ke mancanegara.(ton/Hum)

Categories
Ekonomi

Presiden Jokowi Serahkan 3.000 Sertifikat Tanah untuk Masyarakat Kabupaten Tegal

Koran Jurnal, Tegal – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) laksanakan penyerahan sertifikat tanah untuk 3.000 masyarakat Kabupaten Tegal di GOR Indoor Tri Sanja, Slawi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (09/11/2018). Sertifikat tanah itu diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada 12 perwakilan masyarakat penerima sertifikat tanah.

Sertipikat yang dibagikan pada kesempatan tersebut merupakan hasil pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018.

Banyaknya keluhan kasus sengketa tanah yang dialami oleh masyarakat menjadi salah satu faktor dilaksanakannya program percepatan pendaftaran tanah dan penyertipikatan tanah melalui PTSL oleh Pemerintah khususnya Kementerian ATR/BPN. Saat ini Pemerintah sedang fokus melaksanakan PTSL di seluruh Indonesia guna memberikan jaminan hak atau kepastian hukum atas tanah yang dimiliki masyarakat.

“Setiap saya kunjungan ke daerah, banyak keluhan mengenai sengketa tanah yang terjadi di kalangan masyarakat, penyebabnya karena rakyat tidak mempunyai yang namanya sertipikat tanah, tidak punya bukti hukum atas tanah yang dimiliki. Sertipikat tanah itu bukti hukum atas tanah yang dapat menyelesaikan masalah sengketa tanah,” ujar Presiden.

“Saat ini ada 80 juta tanah yang belum bersertipikat artinya bahwa banyak sekali sengketa tanah. Maka dari itu saya amanahkan ke Kementerian ATR/BPN untuk melakukan pencepatan pendaftaran tanah agar masyarakat bisa memiliki sertipikat tanah tanpa menunggu puluhan tahun,” ujar Presiden.

Presiden menambahkan bahwa Kementerian ATR/BPN diberikan target PTSL setiap tahunnya. Untuk tahun 2018 ini target PTSL di seluruh Indonesia sebanyak 7 juta bidang tanah.

Presiden berpesan, “Kalau punya sertipikat tolong diberi plastik. Kalau gentengnya bocor sertipikatnya aman, juga difotokopi dan ditaruh di lemari yang berbeda. Kalau sertipikatnya hilang ngurusnya ke BPN akan mudah,” pesan Presiden.

Di akhir sambutannya, Presiden mengungkapkan rasa terima kasih kepada jajaran pemerintah yang turut menyukseskan kegiatan ini. “Saya sangat berterima kasih kepada Menteri ATR/BPN, Kanwil BPN, Kantor BPN, Ibu Bupati yang telah membantu sehingga sertipikat ini bisa sampai kepada masyarakat, ” ungkap Presiden.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil melaporkan bahwa pada hari itu hadir bersama bapak Presiden sekitar 3.000 masyarakat Kabupaten Tegal. Jumlah sertipikat yang akan dibagikan di Kabupaten Tegal tahun ini 45.000 bidang.

Pada Tahun 2018 ini Provinsi Jawa Tengah mendapatkan target penyelesaian PTSL sebanyak 1.200.000 bidang tetapi dengan optimalisasi dan Kerja Sama dengan Pemerintah Daerah target tersebut menjadi 1.212.979 bidang. “Insya Allah seluruh bidang tanah di Jawa Tengah akan kami selesaikan pada tahun 2023,” ujar Sofyan A. Djalil.(red/GR)

Categories
Ekonomi

Hadiri Deklarasi Repnas, Presiden Jokowi: Pengusaha Muda Harus Cepat Merespon Peluang Usaha

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri deklarasi Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) di Hotel Fairmont Senayan, Jakarta, Sabtu (03/11/2018).

Tampak ratusan para pengusaha muda dari berbagai provinsi dan bidang usaha menyambut kedatangan capres yang memiliki latar belakang pengusaha kayu ini.

Dalam sambutannya, Jokowi mengaku teringat masa mudanya, sewaktu masih menjadi pengusaha. Ia mengaku sempat menjadi anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

“Saya jadi ingat waktu masih jadi pengusaha, waktu itu masih di Hipmi Solo,” kata Jokowi dihadapan lima ratusan para pengusaha muda yang hadir dan tergabung dalam Repnas untuk Jokowi-Ma’ruf.

Jokowi berpesan, pengusaha muda harus pandai memanfaatkan setiap peluang yang ada dan mampu menghasilkan produk bernilai dari sebelumnya tidak memiliki nilai.

“Itu baru namanya pengusaha,” ucapnya.

Di tempat sama, Jokowi menuturkan, Revolusi Industri 4.0, perubahannya akan muncul dan akan mengubah landscape ekonomi, budaya, sosial dan politik secara global.

“Perubahan sangat cepat sekali. Kecepatannya, menurut wacana global institute, 3 ribu kali lebih cepat dari revolusi industri yang pertama,” ujarnya.

Dan ini, menurut Jokowi, yang bisa merespon cepat, yang bisa mengantisipasi, semuanya adalah pengusaha muda.

“Nga ada yang lain. Peluang itu, bapak ibu-lah yg bisa ambil kesempatan ini,” ujarnya.

“Sesuatu yang baru kalau kita bisa ambil peluang itu, pasti akan memberikan nilai tambah yang cepat pada usaha-usaha yang kita miliki,” tambahnya.

Selain menyampaikan pidatonya dalam deklarasi tersebut, Jokowi yang juga sebagai calon presiden nomor urut 01,
sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Jokowi-Ma’ruf.

Di tempat sama, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Repnas Jokowi-Ma’ruf Bahlil Lahadalia mengatakan, selain sebagai relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf yang fokus pada penggalangan di kalangan pengusaha muda dan milenial, Repnas akan menyampaikan pencapaian Pemerintah di bidang ekonomi selama ini dan sekaligus siap menangkal serangan hoax soal kinerja
ekonomi.

“Alhamdulillah pasca deklarasi ini. Repnas siap menjadi garda terdepan menangkal
berbagai serangan hoax soal ekonomi,” ujar Bahlil yang juga sebagai Ketum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)

Bahlil mengatakan, pihaknya siap menyosialisasikan kinerja dan pencapaian Presiden Jokowi-JK dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat serta Program Pemerintah untuk Periode ke-2 nanti.

“Banyak sekali pencapaian dibidang pembangunan ekonomi selama Jokowi memerintah. Dan hal ini harus terus menerus disosialisasikan dengan baik
agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang seutuhnya tentang kemajuan pembangunan. Disini posisi Repnas mengemban tugas itu,” ujar Bahlil.

Dari pantauan jurnalis di lokasi, tampak beberapa pejabat pemerintahan hingga politisi partai politik turut hadir dalam acara tersebut, antara lain, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait, Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Kadir Karding, dan Ketua Nasional Repnas Eka Sastra beserta jajaran pengurus Repnas.

Ketua Nasional Repnas Eka Sastra mengatakan, pihaknya telah memiliki struktur kepengurusan lengkap di seluruh Indonesia.

“Relawan seluruh daerah sepertinya sudah tak sabar lagi ingin bergerak dan terlibat secara penuh dalam pemenangan pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 mendatang,” ucap Eka.

Eka mengatakan, Repnas juga siap menjadi dapur pemikiran ekonomi bagi Jokowi-Ma’ruf.

“Tidak hanya menjadi benteng pertahanan bagi kinerja ekonomi Jokowi, kami juga siap menggelar diskusi berkala baik secara online atau pun offline untuk menyampaikan ide dan gagasan Bapak Jokowi mengenai pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Repnas sendiri sebagai tim pendukung untuk penyusunan program ekonomi Bapak Jokowi tidak
menutup diri dengan gagasan-gagasan baru dari mana pun juga,” ucap Eka yang juga merupakan Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi Ekonomi, Industri dan Perdagangan.(red)

Categories
Ekonomi Hukum

Sistem Perizinan Online Kementan Permudah Investasi Sektor Pertanian

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kementerian Pertanian mempermudah sistem perizinan di sektor pertanian melalui layanan berbasis Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Perizinan Pertanian secara Elektronik. Melalui sistem ini akan memperpendek waktu layanan perizinan sehingga lebih transparan dan akuntabel.

Prof.Erizal Jamal, Kepala Pusat Varietas Tanaman dan Perizinan Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa sistem perizinan yang transparan dan lebih cepat menjadi fokus awal untuk pembenahan. Oleh karena itu, Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) telah mengeluarkan aturan turunan yaitu Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 29/Permentan/ PP.210/7/2018 Tentang Tata Cara Perizinan Berusaha Sektor Pertanian. Sistem yang dibangun Kementerian Pertanian ini terintegrasi dengan sistem perizinan online terintegasi atau online single submission (OSS) yang sudah terhubung dengan kementerian, pemda, BKPM

Selama tahun 2015-2017, dikatakan Erizal, sudah dilakukan pendampingan terhadap 31 Perusahaan yang akan berinvestasi di bidang pertanian. Khusus untuk tebu, jagung, sapi, padi dan lainnya.

Menurut Erizal Jamal, mengeluarkan Online Single Submission (OSS) guna mempercepat proses perizinan yang diajukan oleh pelaku usaha.

“Jadi dengan adanya OSS, proses perizinan menjadi lebih cepat dan ada kepastian bagi pelaku usaha serta dapat dimonitoring,” jelas Erizal Jamal dalam Diskusi Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN), di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Hadir dalam diskusi ini antara lain M.Fadhil Hasan (Direktur Asian Agri), Dr.Rio Christiawan (Dosen Universitas Prasetya Mulya).

Erizal menyebutkan melalui sistem bisa memantau perizinan yang telah diajukan. Termasuk juga mengawal dan menghemat waktu proses perizinan. “Perkembangan proses perizinan ini juga menjadi indikator kerja kami,” katanya.

Fadhil Hasan menuturkan sistem perizinan online yang terintegrasi ini dapat memperbaiki easing doing business di sektor Pertanian. Untuk itu, fokus kebijakan investasi sektor pertanian harus dimulai BKPM untuk peningkatan porsi sektor pertanian dalam investasi asing dan PMDN.

Selama ini, kata Fadhil, BKPM belum menjadikan sektor pertanian sebagai potensi investasi yang menjanjikan padahal sektor tersebut didukung oleh sumber daya lahan dan SDM yang berlimpah.

Rio Christiawan mengusulkan memperluas OSS tidak hanya izin usaha melainkan sampai kepada izin teknis. Pasalnya, proses perizinan teknis belum dapat dijangkau OSS padahal nyawa dari investasi sumber daya alam berada di izin teknis seperti amdal, izin lingkungan, dan HGU.

Dikatakan Rio, investor perlu waktu yang lebih cepat untuk pengurusan perizinan hingga operasional karena akan berpengaruh kepada Cash Flow sehat dan dampak sosial dihindarkan . Perbaikan lain adalah memperkuat koordinasi antara SKPD sehingga mengatasi debirokrasi perizinan dan jumlah izin yang diatur lebih sedikit.(ton)

Categories
Ekonomi

Sandimas Hadirkan Home Center di Muara Karang

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Perusahaan menyedia bahan bangunan terbesar di Indonesia, Sandimas meresmikan Home Center (Showroom) yang terletak di Jl. Muara Karang Blok L-IX Selatan No. 1-7, Jakarta Utara, Selasa (16/10/2018).

Peresmian Home Center (Showroom) yang merupakan acara peresmian ulang (re-launching) ini sebagai upaya perusahaan untuk menjawab kebutuhan pelanggan akan variasi pilihan produk bahan bangunan yang berkualitas.

“Showroom ini merupakan salah upaya Sandimas dalam memberikan pengalaman
berbelanja kelas satu bagi pelanggan. Sandimas menghadirkan personalized service yang maksimal. Sandimas ingin menjadi inspirasi bagi pelanggan untuk menghadirkan hasil akhir terbaik dalam sebuah proses pembangunan, melalui konsultasi desain profesional serta pelayanan purnajual yang handal,” kata President Director Sandimas, Marzuki Tan di Jakarta.

Desain Sandimas Home Center yang baru, dirancang sedemikian rupa dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam mencari inspirasi desain.

Selain itu, Sandimas tidak hanya sekadar menghadirkan galeri terlengkap dari beragam jenis produk Sandimas. Lebih dari itu, bangunan (Showroom) ini merupakan infrastruktur untuk menghubungkan manusia, mendorong kolaborasi untuk melahirkan sinergi yang positif. Dengan memberikan tempat (co-working space)  yang kondusif untuk bekerja, bertemu dengan klien potensial, atau mencari inspirasi dari information center yang tersedia.

“Showroom Sandimas juga dilengkapi dengan function hall, telah siap untuk mengakomodasi berbagai event. Mulai dari seminar atau gathering yang mempertemukan antara arsitek, desainer,
pengembang dan kontraktor, hingga workshop bersifat edukasi lainnya,” jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun, saat ini Sandimas juga memberikan pelayanan penjualan granite tile sekaligus dengan jasa pemasangan dengan biaya yang terjangkau, pelayanan ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan pelanggan untuk mendapatkan produk granite tile terbaik dengan pemasangan yang tepat. Jasa pemasangan tersebut sudah termasuk dengan biaya perekat dan tukang, sehingga pelanggan tidak direpotkan dengan pengerjaan di lapangan.(ton)

Categories
Ekonomi

Imbas OTT Suap Proyek Maikarta, Saham Lippo Group Anjlok

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Analis pasar modal, Indra menilai bahwa kabar operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Bekasi terkait perizinan proyek Meikarta berdampak negatif pada kinerja saham Grup Lippo, terutama sektor properti, yang terlihat dari penurunan harga saham.

“Kabar itu membuat penilaian investor menjadi negatif terhadap saham Grup Lippo, terutama sektor properti,” ujar Indra yang juga Analis Henan Putihrai Sekuritas di Jakarta, Senin (15/10/2018) seperti dilansir antaranews.

Investor, lanjut dia, juga akan terus menanti hasil proses klarifikasi lebih lanjut seraya melakukan kalkulasi valuasi harga sahamnya.

“Investor akan mencermati siapa saja pihak-pihak yang terkena kasus itu. Jika manajemen pengelola Meikarta tersandung kasus maka dampak negatifnya dapat berlanjut,” katanya.

Terpantau harga saham PT Lippo Cikarang Tbk yang merupakan pengembang Meikarta, dengan kode perdagangan LPCK di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan sebesar 14,77 persen Rp1.385 per saham.

LPCK merupakan anak perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Terpantau, harga saham LPKR juga mengalami koreksi sebesar 2,68 persen Rp290 per saham pada Senin.(red/antr)

Categories
Ekonomi

Mentan Amran Buka Pasar Ekspor Manggis ke Taiwan

Koranjurnal.co.id, Taiwan – Target Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan volume ekspor berbagai komoditas pangan guna mengerek pertumbuhan ekonomi nasional dan menguatkan nilai tukar rupiah semakin optimis bisa diwujudkan.

Setelah mengekspor beras khusus, bawang merah, jagung, telur, daging ayam, benih sayuran, tanaman hias, perkebunan dan pangan lainnya. Setelah membuka pasar ekspor manggis ke China, kini giliran membuka pasar manggis ke Taiwan.

Pada kunjungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Taiwan dan bertemu Menteri Pertanian Taiwan, Mr. Tsung-Hsien Lin, Selasa, (9/10/2018), terungkap hasil pertemuan yakni Pemerintah Taiwan berkomitmen mempercepat akses manggis Indonesia ke Taiwan, sehingga disepakati juga langkah-langkah percepatan ekspor.

“Ini langsung ditindaklanjuti, Tim Karantina Indonesia intensif berkomunikasi dengan Tim Karantina Taiwan untuk harmonisasi standar perkarantinaan komoditas manggis di kedua Negara. Konsepnya hampir sama dengan protokol membuka ekspor manggis ke China akhir tahun lalu,” ungkap Amran di Taipe, Sabtu (13/10).

Amran menyebutkan tahapan review dokumen selesai dalam waktu dekat dan dilanjutkan proses on-site audit. Ekspor perdana dilakukan segera setelah seluruh proses perkarantinaan selesai.

“Optimis segera direalisasikan, karena selama ini kita sudah rutin ekspor komoditas ke Taiwan untuk kubis, melon, karet, kopi dan lainnya,” ucap Amran.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman pun mengungkapkan kemajuan pertanian Indonesia selama empat tahun terakhir dan ekspor pertanian Indonesia 2017 meningkat hingga 24%. Kunjungan ke Taiwan juga membahas komitmen investasi Taiwan mengembangkan industri gula di Indonesia Rp 20 triliun, kerjasama Pengembangan Rain Water Harvesting System, serta program Magang Petani Indonesia di Taiwan.

“Ini merupakan langkah konkret melakukan gerakan masif ekspor dan investasi agar pertumbuhan ekonomi nasional lebih tinggi. Sektor pertanian salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi,” ujar Amran.

Untuk diketahui prediksi ekspor manggis Indonesia 2018 mencapai 60.000 ton atau naik 553 % dari 2017 yang hanya 9.167 ton. Ekspor ini merupakan 38% dari total produksi manggis nasional 2018 sebesar 166.725 ton. Setidaknya terdapat 10 eksportir dari beberapa provinsi siap memasok pasar Asia.

Berdasarkan data BPS, ekspor pertanian 2017 totalnya Rp 442 triliun, naik 24 persen dibanding 2016, sehingga neraca perdagangan pertanian 2017 surplus Rp 214 triliun. Ekspor komoditas hortikultura segar Januari sampai Juli 2018 sebesar Rp 1,3 triliun, naik 60,5 persen dari Januari sampai Juli 2017 yang hanya Rp 0,76 triliun.

Pertemuan Mentan Andi Amran Sulaiman, dengan Menteri Pertanian Taiwan, Mr. Tsung-Hsien Lin ini turut hadir Wakil Menteri Pertanian Taiwan beserta sejumlah tenaga ahli bidang pertanian. Sementara itu, Menteri Pertanian RI yang didampingi oleh Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, dan Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Tata Hubungan Kerja.(ton/Hum)

Categories
Ekonomi TNI

Danlantamal III Menerima Bibit Padi dari Kementerian Pertanian

Koranjurnal.co.id, Bekasi – Komandan  Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Laksamana Pertama TNI Denih Hendrata, S.E.,M.M, selaku pembina Primkopal Lantamal III Jakarta menerima bibit padi dari Kementerian Pertanian RI, yang bertempat di Desa Sindang Sari Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, Rabu kemarin (10/10/2018).

Penerimaan bibit padi ini diserahkan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Buapti Kabupaten Bekasi yang diwakilkan oleh Bapak Drs. A Karim M.Si. selaku kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi kepada Danlantamal III Jakarta selaku pembina Primer Koperasi Angkatan Laut (Primkopal) Lantamal III, bibit padi ini yang selanjutnya akan di berikan kepada 35 kelompok tani binaan Primkopal Lantamal III yang berada di wilayah bekasi.

Guna lebih mensejahtrakan anggotanya primkopal Lantamal III Jakarta sejak beberapa tahun ini sedang mengembangkan usahanya  dengan mengandeng kelompok petani di daerah Bekasi. Adapun kerja sama yang saling menguntungkan ini antara lain dengan pemenuhan kebutuhan bibit, alat pertanian, pupuk dan obat-obatan serta alat kering padi hingga tempat pengolahan padi menjadi beras.

Dengan adanya kerja sama ini hasil pertanian  langsung dapat dipasarkan sendiri oleh anggota kelompok tani yang ditampung oleh Primkopal. Setelah acara seremonial dilanjutkan dengan peninjauan lahan penanaman benih seluas 100 Ha, loksi vertical dryer (Pengeringan padi) dan lokasi pabrik gabah menjadi beras.

Pabrik sudah memproduksi hasil beras dangan merek Jangkar yang dipasarkan langsung oleh primkopal. Hadir pada acara ini Bupati Kabupaten Bekasi yang diwakili Kepala Dinas Pertanian, Camat Cabangbungin yang diwakilkan Sekcam. Kepala Desa sindang Sari, sedangkan pejabat dari Lantamal III, Aspotmar Danlantamal III, Kadiskes Lantamal III, Kakuwil Lantamal III, Danpom Lantamal III, Kadispaslan Lantamal III, Kadisbek Lantamal III, Kaakun Lantamal III, Keprimkopal Lantamal III.(red/Disp)