Categories
IPTEK TNI

Pushidrosal Gelar Pelatihan Mesin untuk Mendukung Percepatan Pencetakan Buku Nautika

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar Pelatihan Mesin untuk mendukung percepatan pencetakan Buku-Buku Nautika TA 2021 bertempat di Labsa Pushidrosal Lantai II, Mako Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara, Senin (06/12/2021).

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan pengalaman personel dalam mengawaki mesin pencetakan buku-buku nautika, sehingga diharapkan mampu berkontribusi aktif di Pushidrosal dalam menjawab tantangan di masa yang akan datang.

Pada pelatihan tersebut, mesin yang digunakan adalah mesin cetak hot stamping TYQ-601 C, dengan spesifikasi perangkat cetak untuk mesin poli buku-buku nautika produksi Pushidrosal. Mesin poli ini digunakan untuk memberikan gambaran buku yang lebih menarik dan lebih elegan dalam tampilan dari sudut pandang cover serta isi buku-buku nautika lebih jelas dipahami dan menarik untuk dibaca atau dipelajari oleh para pelaut dan pengguna di laut

Kolonel Laut (P) Sukrisno, S.T., MSi., mewakili Asisten Personel (Aspers) Danpushidrosal Kolonel Laut (P) B. Dwiaji Gultom, S.T., membuka pelatihan tersebut yang digelar selama 5 hari terhitung mulai tanggal 6 Desember hingga 10 Desember 2021 mendatang dan diikuti oleh 15 personel. Seluruh rangkaian kegiatan pelatihan akan dilaksanakan di ruang cetak Dinas Prodisi, Pushidrosal.

Dalam sambutannya Aspers Danpushidrosal mengatakan bahwa Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan teknologi selalu menuntut untuk mempermudah dalam setiap kegiatan yang mana perangkat yang digunakan dapat memberikan informasi dan ilmu pengetahuan. Untuk pencetakan buku nautika yang dilaksanakan oleh Pushidrosal membutuhkan perangkat mesin cetak yang memadai dan mumpuni.

“Saya harap kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, terutama oleh para peserta pelatihan, karena mesin hot stamping TYQ-601 C merupakan salah satu perangkat yang sangat mendukung pelaksanaan tugas pokok bagi personel Pushidrosal,” pungkasnya.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Pushidrosal Gelar Pelatihan Penentuan Duga Dinamika Posisi Kapal Tenggelam

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar Pelatihan Penentuan Duga Dinamika/Pergeseran Posisi Kapal Tenggelam. Asisten Personel (Aspers) Danpushidrosal Kolonel Laut (P) Benediktus Dwiaji Gultom, S.T. membuka secara resmi Pelatihan tersebut di Ruang Rapat Dinas Oseanografi dan Meteorologi (Disosemet) Pushidrosal Lantai II, Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara. Kamis (18/11/2021).

Dalam sambutannya, Aspers Pushidrosal menjelaskan, berdasarkan Pasal 59 Perpres RI nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia, menyatakan bahwa Pushidrosal bertugas menyelenggarakan operasi survei pemetaan Hidro-Oseanografi militer maupun nasional yang meliputi Survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut, dan keselamatan navigasi pelayaran serta menyiapkan data dan informasi di wilayah perairan yurisdiksi nasional dalam rangka mendukung kepentingan TNI maupun publik untuk pertahanan Negara dan pembangunan nasional.

Untuk melaksanakan amanah presiden tersebut, Pushidrosal sering dihadapkan pada kejadian kecelakaan di laut berupa kapal atau pesawat karam/tenggelam.

“Mengantisipasi dukungan keselamatan pelayaran maupun dukungan untuk kegiatan Search and Rescue (SAR) Pushidrosal perlu menyiapkan sumber daya manusia yang kapabel sebagai pengawak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini dilaksanakan Pelatihan Penentuan Duga Dinamika/Pergeseran Posisi Kapal Tenggelam” kata Aspers Danpushidrosal.

Sasaran utama kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan personel pengawak agar memiliki kemampuan dari tingkat dasar sampai dengan tingkat aplikasi sebagai pengawak manajemen basis data yang terintegrasi dalam bentuk penentuan duga posisi duduk kapal saat tenggelam, mampu melakukan digitasi dan menyiapkan meta data serta memiliki intuisi bais data ke ruangan dalam pelaksanaan tugas dan menjawab tantangan di masa yang akan datang.

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari ini dimulai dari hari Kamis tanggal 18 November 2021 hingga 24 November mendatang, bertempat di Disosemet, Pushidrosal.

“Diharapkan, kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, terutama oleh para peserta pelatihan, karena pelatihan ini sangat mendukung pelaksanaan tugas pokok bagi personel Pushdirosal” pungkasnya .

Hadir dalam Pembukaan Pelatihan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Oseanografi dan Meteorologi (Kadis Osemet) Kolonel Laut (KH) Kamija, S.Si., M.Si., Para Instruktur Pelatihan Letkol Laut (KH) Dr. Gentio Harsono, S.T., M.Si dan Letkol Laut (P) Dr. Dian Adrianto, S.Si., M.Si serta 15 personel peserta Pelatihan.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Selenggarakan Training Caris Hydrographic Production Database

Koran Jurnal, Jakarta – Guna meningkatkan profesionalisme, Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menyelenggarakan Training Hydrographic Production Database (HPD).

Dari siaran pers yang diterima, Sabtu (06/11/2021), training yang diadakan selama tiga minggu, yang dimulai dari tanggal 1 hingga 19 November 2021 dengan media virtual ini bertempat di Ruang Produksi Dinas Pemetaan Pushidrosal.

Peserta pelatihan berasal dari Satuan Kerja Dinas Pemetaan Pushidrosal sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Pushidrosal.

Adapun Instruktur dalam pelatihan ini adalah Mrs Zainab Musa dan Mr Stephane Theriault berasal dari Teledyne Caris Canada, dengan materi pelatihan yang terdiri dari Database System Administration, HPD Source Editor, HPD Paper Chart Editor, dan HPD Product Editor. Training Caris HPD 2021 dibuka Oleh Kolonel Laut (P) Dr. Oke Dwiyana,P. M.M Kadispeta Pushidrosal selaku penanggung jawab kegiatan.

Pelatihan tersebut juga dikunjungi oleh Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P. untuk melihat kegiatan selama training dilaksanakan, yang merupakan pelaksanaan alur kerja serta interoperability antar satuan operasional di lingkungan Pushidrosal.

Dalam arahannya Komandan Pushidrosal menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program pembangunan kapasitas organisasi Pushidrosal untuk selalu mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) prajurit Pushidrosal dalam upaya menuju tantangan S-100. Selain itu Danpushidrosal juga menyampaikan kepada para peserta training agar mengikuti kegiatan secara sungguh-sungguh karena HPD merupakan masa depan dari Pushidrosal.(disp/red)

Categories
IPTEK Militer TNI

KSAL Sematkan Brevet Kehormatan Hidro-Oseanografi TNI AL kepada Menhub RI

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., menyematkan Brevet Kehormatan Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (TNI AL) secara resmi kepada Menteri Perhubungan (Menhub) RI Ir. Budi Karya Sumadi disaksikan oleh Komandan Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan, M.A.P, selaku Chief Hidrografer Indonesia, bertempat di Aula Mataram, Gedung Karya Kementerian Perhubungan RI, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (1/11/2021).

Pemberian Brevet kehormatan kepada Menhub RI ini didasarkan atas kontribusi yang besar Kementerian Perhubungan terhadap Pushidrosal terutama dalam kerja sama yang erat dan harmonis di berbagai bidang khususnya dalam menjaga keselamatan pelayaran nasional. Kontribusi Kementerian Perhubungan sangat besar dalam mendukung tugas pokok Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi militer dan lembaga Hidrografi nasional.

Penyematan brevet kehormatan sekaligus secara resmi menetapkan Menteri Perhubungan sebagai warga kehormatan komunitas hidrografi. Hal ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam peningkatan motivasi dan semangat profesionalisme bidang hidrografi bagi seluruh personel Pushidrosal sebagai Kotama Pembinaan dan Operasi pada lingkup TNI AL dan pengembangan hidrografi pada tingkat nasional.

Sebelumnya, KSAL juga telah menyematkan brevet kehormatan Hidro-Oseanografi kepada beberapa pejabat negara yaitu Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, S.I.P., L.L.M., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Dr. Ir. H. Suharso Monoarfa dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P, di Pushidrosal, Ancol, Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekertaris Jenderal Kemenhub Dr. Ir. Djoko Sasono, Asisten Personel (Aspers) Kasal Laksda TNI Irwan Achmadi, M.Tr.(Han), Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han)., Pangkolinlamil Laksda TNI Erwin S. Aldedharma, S.E., M.M., M.Sc. Pangkoarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., Kadispenal Laksma TNI Julius Widjojono, CHRMP., Kadiswatpersal Laksma TNI Taufik Arief, S.T., M.M., serta para pejabat Kemenhub RI.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Ekspedisi Jala Citra “Aurora” 2021: Kesuksesan dalam Implementasi Kerjasama Hidrografi

Koran Jurnal, Jakarta – Ekspedisi Jala Citra “Aurora” 2021, riset bersama yang diselenggarakan oleh Pushidrosal bekerjasama dengan beberapa pemangku kepentingan di laut seperti badan riset pemerintah, universitas, dan pihak swasta merupakan kesuksesan dalam implementasi kerjasama hidrografi.

Demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M dalam keynote speech pada Seminar Internasional yang digelar Pushidrosal dalam rangka memperingati Hari Hidrografi Dunia tahun 2021, dengan tema “100 Years of International Cooperation in Hydrography”, Senin (18/10/2021).

Lebih lanjut KSAL menyampaikan, ekspedisi ini telah selesai dengan hasil yang memuaskan. “Atas pencapaian ini, saya mengucapkan selamat kepada Pushidrosal dan seluruh personel yang terlibat dalam ekspedisi. Saya juga ingin mengundang dan mengajak kerjasama yang kuat dan luas di antara pemangku kepentingan pada ekspedisi serupa di masa datang” kata KSAL.

Sementara itu, Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P dalam Opening Remark antara lain menyampaikan bahwa Kegiatan seminar dan Ekspedisi Jala citra 1 – Aurora merupakan salah satu wujud kontribusi aktif Pushidrosal sebagai lembaga hidrografi nasional dan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan 100 tahun Hari Hidrografi Dunia 2021.

“Ekspedisi Jala Citra 1 – ”Aurora” ini merupakan kolaborasi antara Pushidrosal dengan berbagai pihak, mulai dari kementerian/lembaga negara hingga perusahaan profesional di bidang survei hidro-oseanografi“ kata Komandan Pushidrosal.

Pada seminar Internasional ini juga membahas hasil sementara pelaksanaan Ekspedisi Jala Citra 1 – ”Aurora” yang digelar Pushidrosal selama 2 bulan terhitung mulai tanggal 3 Agustus 2021 dengan di dukung oleh KRI Spica-934. Selain itu juga dibahas beberapa temuan bidang kelautan lainnya yang terkait dengan Laut Halmahera dan Perairan Papua dan sekitarnya.

Kegiatan ini menghadirkan beberapa pembicara, baik dari dalam maupun luar negeri, di antaranya KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. sebagai Keynote Speaker, Sekjen IHO, Dr. Mathias Jonas, GEBCO Seabed 2030 Project Director, Mr. Jammie Mc Michael Phillips, Deputy Director General of National Hydrographic Centre (NHC) Malaysia, First Admiral Dr.Najhan bin Md Said, Head of Partnering and Engagement, United Kingdom Hydrographic Office (UKHO), Mr. Christopher Hunt, Navarea XI Coordinator, Japan Hydrographic and Oceanographic Department, Japan Coast Guard, Mr. Shigeru Nakabayashi, Kapus Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kem-ESDM, Ir. Andiani, MT, serta Pusat Penelitian Oseanografi LIPI – Peneliti Ekspedisi Aurora Adi Purwandana, Ph.d.

Hybrid Seminar yang diadakan secara online dan offline ini mendapat antusiasme yang tinggi, baik di lingkup nasional maupun internasional. Kurang lebih 50 orang yang hadir di lokasi di Pushidrosal dan 1354 partisipan melalui Zoom, dari lingkup nasional yang terdiri dari berbagai kementerian / Lembaga dan perguruan tinggi.

Sementara pada lingkup internasional juga diikuti 24 negara peserta dari negara anggota IHO di antaranya dari Vietnam, USA, UAE, Singapore, The Philippines, Oman, Nigeria, New Zealand, Monaco, Mauritius, Malaysia, Lebanon, Japan, Italy, India, France, Canada, Brunei Darussalam, Bahrain, and Australia.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Danpushidrosal Lepas Keberangkatan Tim Peneliti Ekspedisi Jala Citra I Aurora Etape IV Selat Manipa

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P melepas keberangkatan Tim peneliti Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” Etape IV di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Selasa (06/10/2021).

Adapun tim peneliti tersebut terdiri dari Kolonel Laut (P) Anom Puji Hascaryo (Kadishidro Pushidrosal), Mayor Laut (E) Aditya Prayoga (Satsurvei Pushidrosal), Dr. Rina Zuraida (Pusat Survei Geologi ESDM), Gabriella Alodia, S.T., M.Sc. (ITB), Ir. Kristianto, M.Si. (PVMBG ESDM), Ir. Mustafa Hanafi, M.Sc. (P3GL ESDM), serta Fareza Sasongko Yuwono, M.Sc. (Pusat Riset Laut Dalam LIPI).

Para peneliti tersebut selanjutnya berangkat menuju Ambon untuk bergabung dengan KRI Spica-934 guna melaksanakan penelitian di perairan Selat Manipa dan sekitarnya. Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” Etape IV ini, direncanakan selama 6 hari mulai tanggal 6 sampai 12 Oktober 2021 untuk melaksanakan penelitian fitur batimetri di sekitar perairan Selat Manipa.

Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” merupakan kegiatan penelitian kelautan yang memiliki arti strategis, karena Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” ini merupakan Ekspedisi pertama kali dilakukan oleh TNI AL dalam hal ini Pushidrosal yang dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan pemetaan batimetri untuk keselamatan pelayaran dan sekaligus penelitian tentang geofisika dan geomorfologi kelautan serta analisa fitur-fitur bawah laut lainnya yang melibatkan para peneliti nasional dari kementerian, lembaga penelitian serta universitas.

“Ekspedisi ini akan terus dilanjutkan sebagai agenda tahunan yang akan dikembangkan terus terutama melalui koordinasi dan kolaborasi dengan peneliti pada tingkat nasional dan bahkan berpeluang untuk dikembangkan dengan melibatkan interaksi dengan kelembagaan penelitian internasional terkait,” tutur Komandan Pushidrosal.

Hadir Dalam acara pemberangkatan tim peneliti tersebut antara lain, Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto, S.T., M.M, Asopssurta Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Dyan Primana S, M.Sc., Aspamkersamtas Danpushidrosal Kolonel Laut (E) Dr. Yanuar Handwiono, M.Sc., serta segenap pejabat utama Pushidrosal.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Danpushidrosal Tutup Pelatihan Pemantapan Pengetahuan Hidro-Oseanografi Pasukan Khusus TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) secara resmi menutup Pelatihan Pemantapan Pengetahuan Hidro-Oseanografi (Hidros) bagi pasukan khusus TNI AL wilayah Barat TA 2021 di Posal Tanjung Pasir, Kabupaten Teluk Naga, Banten, Jumat (17/09/2021).

Pelatihan Pemantapan Pengetahuan Hidros bagi Pasukan Khusus TNI AL tersebut telah dilaksanakan mulai tanggal 13 September 2021, diikuti oleh 26 pasukan khusus TNI AL wilayah Barat yang terdiri dari  Detasemen Jalamangkara (Denjaka) 8 orang, Batalyon Intai Amfibi (Taifib) 9 orang, serta Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) 9 orang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang survei dan pemetaan Hidrografi dan Oseanografi (surta hidros) guna mendukung pelaksanaan tugas Pasukan Khusus TNI Angkatan Laut.
Komandan Pushidrosal dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa pelatihan ini menekankan pada peningkatan pengetahuan dan kemampuan prajurit TNI AL, khususnya yang berdinas di pasukan khusus, dengan materi pembekalan pengetahuan hidro-oseanografi, serta cara menggunakan peralatan survei optik (konvensional) maupun modern.

Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan telah dapat terlaksana sesuai alokasi waktu dan cakupan materi yang telah direncanakan. Adapun kegiatan pelatihan pemantapan ini diselenggarakan di dua lokasi yaitu, untuk materi teori dilaksanakan di Pusdikhidros Jakarta, serta praktek lapangan dilaksanakan di daerah latihan Posal Tanjung Pasir kabupaten Tangerang.

Pada akhir sambutannya, Komandan Pushidrosal menegaskan kembali agar setelah pelatihan ini, para peserta pelatihan untuk terus mempertajam kemampuan serta ketrampilan yang telah diberikan, dan pada pelaksanaan tugasnya di medan penugasan dengan lebih professional, cepat, dan tepat waktu.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Temukan Bahaya Keselamatan Navigasi dan Pelayaran di Selat Bangka

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidros TNI AL) menemukan bahaya keselamatan navigasi dan pelayaran di Selat Bangka.

Hal tersebut disampaikan Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P yang didampingi pejabat utama Pushidrosal TNI AL dalam konferensi di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/09/2021).

Temuan tersebut berawal dari laporan atau pengaduan dari United Kingdom Hydrographic Office (UKHO) tentang adanya 2 kapal yang bergesekan dengan dasar laut (touching bottom/grounding) di Selat Bangka, yaitu MV Hyundai Anterp berbendera Marshall Island bulan November 2020 dan MV Posidana berbendera Norwegia pada bulan Februari 2021.

Berdasarkan laporan tersebut, atas pertimbangan untuk kepentingan keselamatan navigasi dan pelayaran, Pushidros TNI AL sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, telah menerbitkan Berita Pelaut Indonesia No.18 pada tanggal 30 April dan mengambil langkah segera dengan mengirimkan Tim Survei Tanggap Segera, dan KRI Pollux-935 yang merupakan kapal survei terbaru yang beberapa waktu lalu diresmikan oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M masuk ke jajaran Pushidros TNI AL untuk melaksanakan survei investigasi di Selat Bangka pada lokasi tersebut.

Selanjutnya dari kegiatan survei investigasi tim survei tanggap segera dengan menggunakan multibeam echosounder, ditemukan adanya kerangka kapal pada kedalaman 7,5 meter di lokasi tersebut dengan ukuran Panjang 132 meter, lebar 15 meter dan telah ditumbuhi terumbu karang.

“Temuan ini berada disekitar recommended track alur pelayaran Selat Bangka sehingga berpotensi membahayakan perlintasan pelayaran pada alur tersebut. Terkait dengan hasil temuan tim survei tanggap segera ini, Pushidrosal segera menerbitkan pembaruan BPI minggu ke 34, tentang perubahan penggantian data lama yang semula 8,6 meter menjadi 7,5 meter bulan Agustus 2021, sekaligus cell ENC pada wilayah perairan tersebut dan diterbitkan pada akhir Agustus 2021” kata Danpushidrosal.

Temuan kerangka kapal tersebut, di adakan investigasi lanjutan oleh KRI Pollux dengan menggunakan peralatan Sidescan Sonar dan konfirmasi visual menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV).

“Hasil konfirmasi visual tersebut, ditemukan jejak huruf A dan G pada bagian buritan kerangka kapal, yang mengindikasikan bahwa kapal tersebut adalah MV. Pagaruyung yang telah tenggelam pada bulan September tahun 2003. Dari observasi visual kondisi bangunan kapal secara keseluruhan, hampir keseluruhan bangunan kapal telah padat ditumbuhi terumbu karang yang dihuni berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya” tambah Danpushidrosal.

Wilayah perairan nasional merupakan alur pelayaran strategis dan sebagian merupakan alur pelayaran yang padat lalu lintas pelayarannya. Selat Bangka juga merupakan salah satu Selat prioritas pemerintah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI).

Pushidrosal secara bertahap akan terus melaksanakan pemutakhiran data peta navigasi dan pelayaran melalui survei pemetaan hidro-oseanografi di sepanjang alur Selat Bangka.

“Pushidrosal sebagai Lembaga yang mengemban fungsi pemerintah dalam penyelenggaraan keselamatan navigasi dan pelayaran melalui publikasi peta laut, kertas maupun elektronik, serta publikasi nautika lainnya akan senantiasa berupaya untuk menyajikan peta untuk kepentingan navigasi dan pelayaran yang akurat dan terpercaya pada wilayah perairan nasional lainnya” pungkas orang nomor satu di jajaran Pushidrosal tersebut.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Tim Teknis Pushidros TNI AL Serahkan Dokumen Hasil Identifikasi dan Penetapan Perairan Pedalaman RI kepada Kemenko Marinves

Koran Jurnal, Jakarta – Bertempat di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu 8 September 2021, Pushidrosal sebagai wakil TNI AL dalam keanggotaan Tim Teknis Tim Teknis penyusunan identifikasi perairan pedalaman Indonesia yang terdiri dari Pushidrosal, BIG, KKP, DJ Hubla dgn supervisi dari Kemenko Marinves yg telah Bekerja semenjak tahun 2019.

Sebelum penyerahan secara resmi dokumen hasil pelaksanaan kajian dari Tim nasional, dilaksanakan penandatanganan Berita Acara Indentifikasi Calon Teluk Yuridis, Teluk Historis, Garis Penutup Sungai Dan Garis Penutup Pelabuhan sebagai bagian dari proses penetapan perairan pedalaman RI, yang memiliki arti pengesahan kesepakatan pada tingkat Kelembagaan Tim Teknis yang terlibat terkait hasil akhir dari penetapan Perairan Pedalaman RI.

Adapun Penetapan Perairan pedalaman merupakan implementasi dari pasal 50 UNCLOS 82 tentang perairan pedalaman suatu negara Kepulauan, yang dirasakan perlu untuk ditetapkan, agar secara yuridis formal dapat dijadikan sebagai landasan penetapan tata kelola yang dapat meliputi aspek pengelolaan tata ruang, akses perlintasan pelayaran, maupun perlindungan lingkungan hidup di wilayah perairan pedalaman..

Sebagai hasil akhir dari kegiatannya, Tim Teknis ini telah berhasil mengidentifikasi perairan pedalaman Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
a. Luas calon Teluk Yuridis
b. Jumlah calon Teluk Historis
c. Hasil Identifikasi Garis Penutup Mulut Sungai
d. Hasil Identifikasi Garis Penutup Pelabuhan

Pushidrosal bersama Tim Teknis Dalam melaksanakan pengkajian data Dan simulasi penarikan Garis-garis tersebut merujuk kepada informasi dan data yang telah dicantumkan pada Peta Laut Indonesia dan publikasi nautika, yang secara rutin di produksi dan diterbitkan oleh Pushidrosal sebagai Lembaga yang memiliki fungsi Nasional dalam menyediakan pelayanan pemetaan untuk kepentingan navigasi dan pelayaran maupun untuk kepentingan nasional lainnya seperti publikasi navigasi tentang, Alur Kepulauan Indonesia, Traffic Separation Scheme, Area Berlabuh, Delimitasi dengan negara tetangga, dan sebagainya. Peta Laut Kertas maupun Peta Navigasi Elektronik serta publikasi nautika dan navigasi yang diterbitkan dan di distribusikan oleh Pushidrosal kepada pengguna maritim mulai dari tingkat nasional, regional dan internasional, sehingga seluruhnya dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi standar internasional. Selain daripada itu, Pushidrosal juga merupakan Lembaga Nasional di bidang Hidrografi dan Pemetaan yang merupakan wakil tunggal Pemerintah RI dalam keanggotaan organisasi hidrografi internasional (IHO), organisasi kartografi internasional, maupun pada komisi hidrografi regional Samudera Hindia, Asia Pasifik dan Timur, Pasifik Selatan.

Selanjutnya, dokumen hasil identifikasi perairan pedalaman Indonesia ini akan diserahkan kepada Kemenko Marinves, dan kemudian akan dijadikan sebagai acuan dalam perencanaan tindak lanjut yang dapat berupa program legislasi nasional dalam upaya penetapan secara legal formal sesuai dengan tata perundang-undangan yang dapat berlaku, baik secara nasional maupun Internasional dengan harapan dapat mempertegas kewenangan hak Indonesia sebagai negara Kepulauan terbesar di dunia, maupun dalam aspek pengelolaan tata ruang maritim, pemanfaatan dan penegakan Hukumnya di seluruh wilayah perairan pedalaman Indonesia.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

ITB dan Pushidros TNI AL Jajaki Kerjasama Bidang Iptek

Koran Jurnal, Jakarta – Institut Teknologi Bandung (ITB) mengusulkan program kerja sama pendidikan hidrografi dengan Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

Usulan kerja sama tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB Dr. Irwan Meilano, yang didampingi oleh Ketua Satuan Penjaminan Mutu FITB Dr. Poerbandono dan Kepala Pusat Unggulan dan Inovasi Teknologi Pertahanan ITB Dr. Djarot Widagdo saat mengadakan kunjungan ke Pushidrosal, Kamis (02/09/2021).

Pada kunjungan tersebut, perwakilan dari ITB diterima langsung oleh Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P yang didampingi oleh Asopssurta Danpushidrosal Laksamana Pertama Dyan Primana Sobaruddin, M.Sc., Aspamkersamtas Danpushidrosal Kolonel Laut (E) Dr. Yanuar Handwiono, M.Sc dan Kadispeta Pushidrosal Kolonel Laut (P) Dr. Oke Dwiyana Pribadi,M.M.

Program kerja sama yang diusulkan ITB tersebut meliputi Program Magister Berbasis Riset (MBR) dan Program Doktor Kemitraan (PDK) yang dilaksanakan berdasarkan kerjasama antara ITB dengan Mitra ITB. Salah satu tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Mitra ITB, dalam hal ini Pushidrosal.

Pada program ini semua kegiatan perkuliahan dilaksanakan di tempat kerja Mitra ITB. Dengan demikian, program ini dapat diikuti oleh personel Pushidrosal yang ingin meningkatkan kapasitasnya melalui pendidikan formal tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

Pada kesempatan tersebut, Komandan Pushidrosal menyambut baik usulan program kerja sama pendidikan dari ITB untuk meningkatkan profesionalisme dan standar kompetensi yang diperlukan untuk surveyor hidrografi pada level katagori A (CAT-A) bagi pengawak Pushidrosal. Hal tersebut dibutuhkan guna memenuhi kualifikasi personel dihadapkan pada tuntutan tugas ke depan dalam bidang survei dan pemetaan hidro-oseanografi dalam rangka turut membantu mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.(disp/red)