Categories
Daerah IPTEK TNI

Komandan Pushidrosal Tinjau Kegiatan Ekspedisi Jala Citra -1 2021 “Aurora” di Sorong

Koran Jurnal, Papua Barat – Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” TNI AL dengan wahana KRI Spica-934 yang dikomandani Letkol Laut (P) Indragiri, telah menyelesaikan etape I dan bersandar di dermaga Waisai pada hari Minggu malam (22/08/2021). Pada etape I ini, para peneliti telah melaksanakan akuisisi data setelah selama 10 hari melakukan kegiatan penelitian di Laut Halmahera.

Bertepatan dengan berakhirnya etape pertama ekspedisi tersebut, Komandan Pushidrosal (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A,P, didampingi oleh Aspamkersamtas Pushidrosal Kolonel Laut (E) Dr. Yanuar Handwiono, M.Sc dan Kadispeta Pushidrosal Kolonel Laut (P) Dr. Oke Dwiyana Pribadi.M.M. melaksanakan inspeksi kegiatan Ekspedisi Jalacitra-1 2021 Aurora TNI AL di Waisai Raja Ampat, Papua Barat, Selasa (24/08/2021).

Kegiatan inspeksi Danpushidrosal ini meliputi inspeksi kondisi teknis peralatan yang ada di KRI Spica-934, personel serta pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dengan para peneliti etape I di Sorong. Pada kegiatan FGD ini para peneliti dan Komandan KRI Spica menyampaikan hasil sementara kegiatan akuisisi data Hidrografi, Oseanografi dan Meteorologi kepada Komandan Pushidrosal dan selanjutnya melaksanakan diskusi pembahasan terkait prioritas serta fokus penelitian lanjutan pada etape berikutnya, sehingga diharapkan dapat di jadikan sebagai usulan rekomendasi untuk para peneliti pada etape selanjutnya dalam ekspedisi ini.

Pada kesempatan tersebut, Komandan Pushidrosal juga menyampaikan bahwa kegiatan ekspedisi Jalacitra-1 Aurora oleh KRI Spica 934 yang telah dimulai sejak tanggal 3 Agustus yang lalu, dan direncanakan sampai dengan bulan Oktober di perairan Laut Halmahera ini, dinyatakan telah berhasil menyelesaikan target penelitian pada etape pertama dari empat etape yang direncanakan dan diharapkan pada etape selanjutnya kegiatan penelitian pada ekspedisi ini dapat berjalan dengan aman dan lancar sesuai dengan rencana.

Selanjutnya pada pernyataan resminya, Komandan Pushidrosal manyampaikan bahwa “Para awak KRI Spica-934 dan para peneliti dari kementerian dan lembaga lain yaitu seperti ESDM, BPPT, LIPI, serta Universitas seperti ITB, UGM, IPB, Universitas Papua, telah berhasil melaksanakan etape I dengan lancar dalam kondisi sehat karena dalam kegiatan ini selalu melaksanaan prokes COVID-19 yang “ketat”, kata Komandan Pushidrosal.

Komandan Pushidrosal juga menambahkan bahwa etape pertama ekspedisi Aurora ini, telah terlaksana sesuai dengan rencana yaitu melaksanakan kegiatan pengukuran batimetri dan beberapa investigasi oseanografi hingga kedalaman lebih dari 2600 meter di wilayah perairan Laut Halmahera.

“Dari penyampaian onboard report atau laporan sementara, telah disampaikan beberapa temuan berupa fitur-fitur bawah laut yang belum pernah terpetakan sebelumnya sejak tahun 1928. Saat ini, masih diperlukan pemrosesan data lanjutan atau post processing dan analisa lebih lanjut dengan data-data yang akan diperoleh dari etape-etape berikutnya “untuk dapat disajikan secara utuh hasilnya” tambah Komandan Pushidrosal.

Ekspedisi ini digelar dengan tujuan untuk mengungkap lebih dalam misteri yang ada di Laut Halmahera dan perairan Papua. Seluruh etape direncanakan akan dapat diselesaikan pada bulan oktober 2021, dengan harapan kegiatan ekspedisi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kepentingan nasional sehingga diharapkan dapat turut mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” TNI AL Laksanakan Verifikasi Kondisi Titik Dasar Pulau Terluar di Pulau Yiew, Halmahera

Koran Jurnal, Jakarta – Konstelasi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia (Archipelagic State), yang merupakan gugus kepulauan yang berada diantara Benua Asia dan Australia serta Samudera Pasifik dan Samudera Hindia dan terdiri dari 17.504 pulau besar maupun kecil. Dimana dalam menetapkan garis delimitasi maritime sebagai negara kepulauan, ditetapkan melalui penarikan garis batas dari titik dasar pada pulau-pulau terluar sebagai titik-titik dasar (Base point) penetapan batas wilayah NKRI dengan negara tetangga.

Sehingga dengan demikian, keberadaan pulau terluar memiliki arti yang sangat penting dan strategis dari perspektif kewilayah NKRI. Dimana dari 111 pulau kecil terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, salah satunya adalah Pulau Yiew yang termasuk dalam cakupan area ekspedisi Jala Citra I ‘Aurora” TNI AL.

Pulau Yiew sebagai salah satu pulau terluar di Kepulauan Indonesia, merupakan salah satu pulau yang menjadi referensi titik dasar dalam penetapan batas maritim dengan negara Palau. Adapun Pulau Yiew atau yang juga sering disebut dengan Pulau Jiew secara geografis terletak pada koordinat 0° 43′ 34″ Lintang Utara, 129° 8′ 29″ Bujur Timur, dengan luas daratan sekitar 0,7 km persegi. Pada pulau ini terdapat titik dasar (Base Point) TD-063.

Salah satu kegiatan pada penelitian Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” TNI AL yang saat ini sedang berlangsung, adalah melaksanakan pengukuran (verifikasi) kondisi serta penggambaran titik dasar tersebut sesuai kondisi terkini, yang meliputi kegiatan survei hidro-oseanografi,mulai dari pengukuran batimetri, geodetik, pasang surut, pengukuran garis pantai, dan pemetaan citra satelit batimetri sebagai upaya verifikasi posisi titik dasar di Pulau Yiew, sebagai salah satu titik dasar yang utama dalam penetapan batas maritim antara negara Indonesia dan Palau.

Diharapkan, hasil pengolahan data yang diperoleh dari hasil survei hidro–oseanografi di pulau tersebut melalui ekspedisi Jala Citra I “Aurora”, dapat digunakan dalam mendukung kebutuhan acuan dalam aspek teknis bagi delegasi Pemerintah Indonesia pada perundingan batas maritim RI dengan negara tetangga Palau.

Nama Pulau Yiew pertama kali disebut sebagai nama “Iaw” yang berarti pulau burung karena di pulau ini terdapat burung emas yang disebut “Iaw” oleh masyarakat setempat.

Secara Administratif, Pulau Yiew menjadi bagian dari Propinsi Maluku Utara, dan wilayah desa Gemia meskipun secara fisik pulau ini tidak memiliki penghuni. Adapun komposisi daratan pulau Sebagian besar adalah hutan (sebesar 76% dari luasan total pulau) dan batuan karang.

Secara umum kondisi iklim di perairan Pulau Yiew lebih di dominasi oleh iklim laut tropis, dan iklim musiman, yaitu; iklim Halmahera tengah dan Barat. Musim Utara terjadi pada bulan oktober sampai Maret, yang diselingi angin barat dan pancaroba pada bulan April.

Dari aspek keselamatan navigasi dan pelayaran, pulau ini cukup penting karena pada pulau ini didirikan sarana bantu navigasi dan pelayaran berupa bangunan menara suar jenis bangunan Latis, warna Putih, kondisi nyala, Posisi 0°43’35.22” Lintang Utara, 129°8’17.18” Bujur Timur, sehingga kehadiran peneliti ekspedisi Jala Citra I ‘Aurora” di pulau tersebut juga dapat sekaligus melakukan verifikasi status serta koordinat posisi suar tersebut untuk dicantumkan pada pembaruan data Sarana Bantu dan Navigasi Pelayaran pada Peta Laut Indonesia serta Buku Daftar Suar yang diterbitkan oleh Pushidrosal.

Kedatangan peneliti ekspedisi di Pulau Yiew yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus juga mempertebal semangat serta motivasi para peneliti dalam melaksanakan penelitian yang hasilnya dapat menjadi bagian dari kontribusi terhadap tegak dan utuhnya wilayah NKRI serta terwujudnya cita cita Indonesia sebagai poros maritim dunia.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Tim Peneliti Ekspedisi Jala Citra I 2021 “Aurora” Bersiap Menuju Laut Halmahera

Koran Jurnal, Jakarta – Tim Peneliti Ekspedisi Jala Citra I-2021 “Aurora” Etape I yang bergabung dengan KRI Spica-934 berangkat menuju daerah operasi ekspedisi yaitu Laut Halmahera untuk memulai penelitiannya.

Tim peneliti yang terdiri dari 7 Peneliti dari Kementerian Lembaga (P2O LIPI, P3GL KEM-ESDM, ITB, UGM, Universitas Papua, PT. Hidronav Teknikatama) telah bergabung di KRI Spica-934 sejak hari Kamis (12/08/2021).

Menurut rencana pada hari Jum’at, (13/08/2021) KRI Spica-934 akan bertolak menuju daerah operasi ekspedisi, yaitu Laut Halmahera untuk melaksanakan penelitian di Laut Halmahera dan sekitarnya etape I dari tanggal 13 sampai dengan 23 Agustus 2021. Sebelum bertolak, KRI SPICA-934 sebagai wahana penelitian Ekspedisi Aurora melaksanakan bekal ulang di dermaga XVI Sorong.

Sehubungan dengan kegiatan ekspedisi ini, Tim peneliti telah menyiapkan materi rencana survei dan penelitian untuk pelaksanaan survei di area ekspedisi, serta melakukan diskusi teknis rencana kegiatan survei dan penelitian hidrografi, batimetri, oseanografi serta geofisika pada area yang menjadi fokus utama kegiatan ekspedisi penelitian AURORA di wilayah Halmahera.

Dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan ekspedisi, Tim Survei KRI SPICA-934 dan peneliti juga telah melaksanakan uji kesiapan teknis, seluruh peralatan yang akan di siapkan seperti peralatan Magnetometer, Singlebeam Echosounder, Multibeam Echosounder, peralatan water sampling serta ROV. dengan hasil pengujian, seluruh peralatan berjalan dengan baik.

Selain itu, Tim Survei KRI SPICA-934 juga telah mulai melaksanakan kegiatan survei pendukung yang meliputi pengamatan geodetik, pengamatan pasut, pengamatan Meteorologi, pemeriksaan peralatan survei serta Geografi maritim.(disp/red)

Categories
IPTEK Nasional

Rakornas BIG 2021, Menteri Suharso: IG Bagian Penting dalam Perencanaan Pembangunan Nasional

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapennas) Suharso Monoarfa mengatakan bahwa Informasi Geospasial (IG) merupakan bagian penting dalam perencanaan nasional. Terlebih saat ini pembangunan nasional telah menggunakan pendekatan tematik, holistik, integrative, dan spasial (THIS).

Hal tersebut disampaikan Suharso saat membuka Rakornas IG yang digelar secara virtual pada Kamis (05/08/2021).

Rakornas bertema “Sinergitas Penyelenggaraan Informasi Geospasial Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi, Reformasi Sosial, dan Pembangunan Berkelanjutan” tersebut merupakan kelanjutan dari pra-Rakornas pada 23-24 Juni 2021. Pra-Rakornas membahas persiapan penyusunan Rencana Induk Penyelenggaraan IG dalam jangka waktu 25 tahun.

Rencana Induk Penyelenggaraan IG disusun dengan memperhatikan ketersediaan IG yang mutakhir, kebutuhan pembangunan nasional, kebijakan prioritas nasional, dan perkembangan ilmu teknologi. Dengan adanya IG yang berkualitas dan andal, diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi, reformasi sosial, dan pembangunan berkelanjutan.

“Data geospasial ini mewarnai dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam Satu Data Indonesia (SDI) yang pembinaannya diprioritaskan pada beberapa aspek. Diantaranya data terkait kebutuhan mendesak seperti bantuan sosial, data terkait tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), serta perencanaan dan penganggaran pembangunan. SDI juga digunakan untuk mengurai kekusutan data identitas terpadu,” jelas Suharso.

Suharso beranggapan, ketersediaan data spasial sangat penting dalam rangka menyusun langkah dalam pembangunan nasional. Ini menempatkan IG dalam posisi yang vital.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir sebagai pembicara kunci Rakornas IG 2021 mengatakan jika IG juga berperan penting dalam Kebijakan Satu Peta (KSP).  Kebijakan ini dibutuhkan sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di masa depan.

“Kebijakan Satu Peta merupakan program prioritas sebagai manifestasi Nawa Cita yang bertujuan menciptakan satu peta yang terunifikasi, akurat, dan akuntabel dengan skala yang sama,” kata Airlangga.

Hal tersebut, lanjut Airlangga, diperlukan dalam mendukung perencanaan pembangunan, penyediaan infrastruktur, penerbitan izin, konsesi, hak atas tanah, dan kebijakan nasional yang berbasis spasial. Sebab, IG merupakan informasi aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu.

“Pembangunan infrastruktur prioritas membutuhkan dukungan produk rencana tata ruang yang terintegrasi mencakup ruang darat, laut, udara, termasuk ruang dalam bumi membuat rencana tata ruang lebih mudah diakses dan dijadikan acuan. Oleh karenanya, Kebijakan Satu Peta menjadi krusial,” tutur Airlangga.

Airlangga berharap, produk KSP terus dioptimalkan pemanfaatannya dalam penyediaan sistem informasi berbasis spasial. Khususnya dari aspek ekonomi dan investasi, berupa pemetaan potensi sumber daya ekonomi.

Sementara itu, Kepala BIG Muh Aris Marfai menjelaskan bahwa saat ini IG juga menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pemerataan pembangunan antarwilayah. Tidak hanya dalam konteks perencanaan, namun pada tataran decision making system.

Karenanya, Rakornas IG 2021 ini diharapkan setidaknya memuat tiga hal pokok. Pertama, review rencana aksi penyelenggaraan IG oleh K/L dengan terbitnya peraturan perundangan baru seperti UU Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah tentang penyelenggaraan IG, serta Peraturan Presiden tentang KPBUMN.

“Kedua, kesepakatan dalam penyusunan framework rencana induk penyelenggaraan IG sebagai amanat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan IG,” ujar Aris.

Terakhir, terkait isu-isu strategis bidang IG lainnya, seperti keberlanjutan kebijakan SDI, integrasi data statistik dengan data spasial, dan dukungan penyelenggaraan Sustainable Development Goals (SDGs).

“Dengan tiga hal pokok tersebut, penyusunan framework rencana induk menjadi salah satu prime  mover dalam penyelenggaraan IG kedepannya,” pungkas Aris.(hum/red)

Categories
IPTEK TNI

KSAL Lepas Keberangkatan Ekspedisi Jala Citra I 2021 ‘Aurora’ TNI AL ke Perairan Halmahera

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., didampingi Komandan Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P., para Panglima Kotama TNI AL wilayah Jakarta, pejabat utama Mabes TNI AL, serta pejabat Kementerian dan Lembaga, melepas keberangkatan Ekspedisi Jala Citra I 2021 “Aurora” TNI AL, bertempat di Dermaga Pondok Dayung, Komando Armada (Koarmada) I, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (03/08/2021).

Ekspedisi tersebut dengan menggunakan Kapal Perang RI (KRI) Spica-934 dan akan melakukan tugas penelitian ke perairan Halmahera Maluku.

KSAL mengatakan, Ekspedisi Jala Citra I ‘Aurora’ 2021 ini dilaksanakan dalam rangka memperingati 100 tahun Hari Hidrografi Dunia. Ia juga menyebut kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang digelar Pushidrosal (Pusat Hidro-oseanografi TNI AL) dengan menggandeng para peneliti dari Kementerian, Lembaga dan Universitas bidang hidrografi, geodesi, geologi oseanografi, meteorologi, serta kelautan dan perikanan.

“Ekspedisi Jala Citra I ‘Aurora’ 2021 ini merupakan kolaborasi antar peneliti dan Pushidrosal, peneliti Kementerian/Lembaga terkait dan peneliti dari beberapa universitas nasional,” ujar KSAL.

Lanjut KSAL, para peneliti akan bekerja dan melaksanakan survei serta penelitian guna mengungkap lebih dalam misteri yang ada di laut Halmahera dan sekitarnya, sehingga dapat turut mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Para peneliti akan bekerja melakukan penelitian dengan menggunakan alat survey dan pemetaan yang ada di KRI Spica 934,” tuturnya.

“Dan akan melaksanakan survey dan ekspedisi Aurora 2021 di perairan Halmahera selama 2 bulan, mulai hari ini (03/08) sampai tanggal 03 Oktober 2021. Dengan waktu tersebut diharapkan mendapatkan hasil optimal,” jelas KSAL.

Dia menambahkan, ekspedisi ini merupakan yang pertama dilakukan bersama-sama oleh anak bangsa setelah sekian lama tidak dilakukan.

“Kita memiliki wahana kapal survei hidro-oseanografi sehingga putra-putri Indonesia, para peneliti Indonesia dapat mengungkap ataupun melihat sumber daya maritim kita yang selama ini belum terungkap dengan optimal,” ujar KSAL.

Untuk diketahui, Ekspedisi Jala Citra I 2021 “Aurora” TNI AL dilaksanakan dengan tiga etape. Etape pertama tanggal 13-23 Agustus 2021 dengan membawa 9 peneliti, Etape kedua dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus – 7 September dengan membawa 9 peneliti, sementara etape ketiga dilaksanakan pada tanggal 12-22 September 2021 tanpa peneliti. Ekspedisi ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober ini dilaksanakan menggunakan KRI Spica-934 sebagai wahana penelitian yang merupakan kapal survei TNI AL di bawah komando dari Pushidrosal sebagai wahana penelitian utama. Ekspedisi ini bertujuan untuk meneliti sumber daya alam perairan Halmahera dan Papua, serta diharapkan dapat mengungkap lebih dalam misteri yang ada di laut Halmahera dan perairan Papua.

Melalui Ekspedisi ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan kembali ekspedisi kelautan pada lingkup Nasional lainnya yang dilaksanakan untuk meneliti sumber daya kelautan oleh putra-putri Bangsa Indonesia, seperti Ekspedisi Siboga, Snellius I Serta Snellius II. Sehingga diharapkan, dapat menambah khasanah pengetahuan serta melengkapi inventarisasi potensi sumber daya kelautan serta karakteristik lingkungan laut perairan nasional.

Penelitian ini juga bertujuan untuk melaksanakan pengumpulan data, hidrografi di perairan Halmahera dan sekitarnya, untuk kepentingan pemetaan, keselamatan navigasi dan pelayaran terkait di lokasi yang merupakan pendekat ke pelabuhan-pelabuhan khusus di Halmahera, dimana wilayah perairan pada area tersebut juga memiliki kondisi geologi yang kompleks serta keanekaragaman hayati, sehingga ekspedisi ini juga akan dapat memberikan manfaat yang besar bagi bangsa Indonesia, dan ini diharapkan juga dapat meneliti fenomena aliran pergeseran arus dari Samudra Pasifik ke Laut Banda menuju Samudra Hindia, serta koneksitasnya dengan sistem cuaca dan kandungan mineral bawaan pada kolom air laut.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Sosialisasikan Web-Portal Indonesian Hydrographic Data Centre

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Pushidros TNI AL) mengundang stakeholder dari Kementerian dan Lembaga terkait serta pengguna data spasial kelautan di Indonesia dalam acara sosialisasi web-portal Pushidrosal yaitu Indonesia Hydrographic Data Centre (IHDC) secara virtual, Kamis (22/07/2021).

Kegiatan sosialisasi Web-Portal Pushidrosal ini masih merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Satu Abad Hari Hidrografi Dunia.

Dalam sambutan pembukanya, Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P. menyampaikan bahwa adanya web-portal Pushidrosal yaitu Indonesia Hydrographic Data Centre (IHDC), adalah untuk untuk memberikan kemudahan dalam meningkatkan layanan penggunaan hidrospasial di Indonesia yang akurat dan mutakhir sebagai bagian dari infrastruktur data spasial nasional serta mendukung program pemerintah yaitu tentang Kebijakan Satu Peta sesuai dengan Peraturan Presiden No. 23 Tahun 2021.

Platform portal IHDC menggunakan standar dan praktek terbaik yang telah direkomendasikan oleh IHO dan lembaga hidrografi di seluruh dunia yang memiliki interoperabilitas dengan platform data spasial pada umumnya sehingga dapat mempermudah berbagi pakai data, tidak hanya untuk mendukung kepentingan navigasi saja, namun juga dapat digunakan untuk kepentingan strategis dan dasar pertimbangan proses pengambilan keputusan dalam pembangunan ekonomi dan perdagangan maritim, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan, pertahanan, mitigasi bencana alam, perlindungan lingkungan laut serta mendukung diplomasi negara terutama dalam mendukung upaya penetapan batas-batas maritim dengan negara tetangga.

Adapun dalam penyelenggaraan sosialisasi ini, secara teknis penjelasan tentang penggunaan aplikasi Web-Portal Pushidrosal disampaikan oleh Kapusdalops Pushidrosal, Letkol Laut (P) Agus Sutrianto dan Staf Pusdalpos Mayor Laut (T) Andri Novianto serta dipandu oleh Kolonel Laut (E) Dr. Yanuar Handwiono, M.Sc. sebagai moderator.

Pada akhir presentasi materi sosialisasi, Head of Partnering in Asia Pacific United Kingdom Hydrographic Office (UKHO) yaitu Mr. Christopher Hunt dan Mr. Shigeru Nakabayashi dari Japan Hydrographic and Oceanographic Department (JHOD) sebagai Counterpart Pushidrosal, yang juga hadir dalam kegiatan sosialisasi ini menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pushidrosal atas pencapaiannya terkait dengan IHDC sebagai implementasi dari Marine Spatial Data Infrastructure (MSDI) yang tidak hanya berperan dalam mendukung kepentingan navigasi namun juga untuk berbagai aktifitas di laut serta adanya MSDI ini akan menyempurnakan berbagai pengambilan keputusan dari berbagai aspek yang terkait dengan kebijakan maritim.

Wa-Asrena Kasal, Laksma TNI Yayan Sofyan juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pushidrosal yang telah dapat mengimbangi kompetensi global di era informasi digital ini serta IHDC diharapkan dapat memberikan kontribusi tidak hanya di lingkup nasional tapi juga regional dan internasional.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, yang juga hadir dalam sosialisasi virtual ini juga menyampaikan bahwa IHDC ini merupakan inovasi yang akan sangat bermanfaat dan linier dengan sistem informasi yang sedang dikembangkan oleh BMKG yaitu Indonesian Weather Information for Shipping yang diharapkan dapat berkolaborasi dengan IHDC dalam rangka mendukung kepentingan keselamatan pelayaran.

Pada akhir kegiatan sosialisasi, Komandan Pushidrosal juga menyampaikan bahwa para pengguna data hidrografi dari kementerian dan lembaga terkait serta para mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi dipersilahkan untuk menggunakan media IHDC tersebut dalam memenuhi kebutuhan data dan informasi peta laut indonesia dengan produk digital yang ada seperti data batimetri, ataupun layanan hidrospasial lainnya.

Pada era serba digital dan permintaan yang serba cepat, kebutuhan akan peta laut akan terus meningkat selaras dengan peningkatan aktifitas kemaritiman. Sehingga Pushidrosal selalu berupaya untuk terus mengembangkan produk turunan dan layanan web-portal yang ada, serta senantiasa terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak sesuai dengan kebutuhan pengguna dalam rangka turut mendukung pembangunan maritim Indonesia serta tercapainya visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Terpilih sebagai Ketua ‘North Indian Ocean Hydrographic Commission’ Ke-20 Tahun 2021

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) sebagai Lembaga Hidrografi Nasional dan juga representatif Pemerintah RI pada kelembagaan internasional di bidang hidrografi, turut berperan serta dalam pertemuan ke-20 North Indian Ocean Hydrographic Commission (NIOHC-20) yang dilaksanakan selama tiga hari yaitu pada tanggal 13-15 Juli 2021, dimana Pushidrosal saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua NIOH (Vice Chairman). Pada kesempatan ini, kehadiran Pushidrosal pada pertemuan ini adalah melalui video conference atau daring, dari Ruang Hydrographic Data Centre (HDC) Mako Pushidrosal.

Pertemuan yang dipimpin oleh Chairman NIOHC Rear Admiral YN Jayarathne dari Sri Lanka ini, diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari Direktur IHO, Negara Anggota NIOHC (Member, Associate Member dan Observer) serta beberapa kontributor dan expert. Delegasi Pushidrosal dipimpin oleh Aspamkersamtas Danpushidrosal Kolonel Laut (E) Dr. Yanuar Handwiono, M.Sc. yang mewakili Komandan Pushidrosal dan didampingi oleh Paban Kersam dan Pabandya Kersam Luar Negeri Pushidrosal.

Adapun agenda dan kegiatan pada pertemuan tersebut di antaranya penyampaian National Report oleh tiap Negara Anggota NIOHC (Member dan Associate Member). Dimana pada sesi National Report ini bertujuan untuk menyampaikan informasi perkembangan yang telah dicapai oleh Lembaga Hidrografi masing-masing negara anggota terkait dengan penyelenggaraan kemampuan survei hidrografi, kegiatan capacity building maupun kontribusi lembaga hidrografi pada bidang lain pada lingkup nasional maupun regional seperti Search and Rescue (SAR) dan tanggap bencana alam. Pada penyampaian National Report Indonesia oleh Aspamkersamtas Danpushidrosal dan pada National report yang disampaikan oleh Negara lain (Inggris, Pakistan, Sri Lanka, Prancis dan India), disampaikan capaian kegiatan oleh Pushidrosal sebagai lembaga hidrografi nasional Indonesia, serta tanggapan berupa apresiasi atas peran aktif Indonesia dalam program capacity building, baik dalam hal pengiriman personel untuk mengikuti kegiatan capacity building di negara tersebut maupun menjadi tuan rumah kursus dan pendidikan hidrografi oleh negara anggota yang lainnya.

Agenda menonjol lainnya pada pertemuan NIOHC ke 20 ini adalah penyampaian laporan hasil sidang dewan (council) IHO, sidang majelis (assembly) IHO dan berbagai program kerja IHO oleh Direktur IHO Abri Kampfer, serta penyampaian proposal Mauritius untuk dapat menjadi Anggota tetap/full member di NIOHC, selain penyampaian perkembangan komite dan kelompok kerja/working group di NIOHC yang meliputi North India Chart Coordination Working Group (NICCWG), NIOHC Capacity Building dan NIOHC Statute Working Group, dan laporan koordinator NAVAREA VIII yang disampaikan oleh India dan koordinator NAVAREA IX yang disampaikan oleh Pakistan.

Pada pertemuan hari ketiga, selain penyampaian pandangan tentang proporsal Mautitius, dan konklusi akhir oleh Chairman, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Ketua/Chair NIOHC. Berdasarkan keputusan bersama, disepakati secara aklamasi Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua NIOHC disetujui secara aklamasi untuk ditetapkan menjadi Ketua NIOHC menggantikan Sri Lanka. Rangkaian agenda kegiatan pertemuan ke-20 NIOHC diakhiri dengan penyerahan secara simbolis bendera kepemimpin NIOHC oleh Sri Lanka kepada Indonesia sebagai ketua NIOHC tahun 2021-2023 yang diikuti dengan sambutan dari Indonesia, dalam hal ini Komandan Pushidrosal yang disampaikan oleh Aspamkersamtas Danpushidrosal

Komandan Pushidrosal, Laksamana Madya Dr. Agung Prasetyawan MAP pada sambutannya yang dibacakan oleh Aspamkersamtas Pushidrosal, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh negara anggota atas kepercayaannya dan ucapan terimakasih kepada Srilanka yang telah melaksanakan tugas sebagai ketua NIOHC pada periode waktu 2019-2021. Selanjutnya Komandan Pushidrosal juga menyampaikan bahwa terpilihnya Pushidrosal sebagai Ketua (Chairman) NIOHC ini, selain merupakan prestasi bagi Pushidrosal dan TNI AL di tingkat Internasional yang juga merupakan wujud kepercayaan serta pengakuan dari negara di wilayah regional NIOHC kepada Indonesia yang tidak terlepas dari kontribusi serta peran aktif Indonesia/Pushidrosal dalam berbagai kegiatan hidrografi di lingkup regional maupun global untuk mendukung keselamatan bernavigasi di laut, selanjut pada saat menutup sambutannya dan menerima menerima ucapan selamat serta apresiasi dari seluruh peserta konferensi NIOHC ke 20 kepada Indonesia, juga disampaikan ajakan Komandan Pushidrosal kepada seluruh negara anggota NIOHC untuk bersama sama meningkatkan Kerjasama dan interaksi di bidang Hidrografi ini dapat semakin meningkatkan kontribusi lembaga hidrografi dalam turut menjamin situasi regional yang aman, khususnya bagi masyarakat maritim pengguna laut.

Categories
IPTEK Pendidikan TNI

TNI AL Libatkan Peran Para Pakar, Lembaga Penelitian dan Akademisi dalam FGD Ekspedisi Jala Citra I – 2021 “Aurora”

Koran Jurnal, Jakarta – Sebagai rangkaian dari rencana gelar ekspedisi Jala Citra I “AURORA” TNI AL, yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober ini dengan menggunakan KRI Spica-934 yang merupakan unsur dari Pushidrosal sebagai wahana penelitian utama.

Penyelenggaraan Ekspedisi Aurora masih merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan peringatan 100 tahun hari Hidrografi Dunia. Peringatan satu abad hidrografi dunia pada tahun ini, merupakan momentum emas yang menegaskan eksistensi dan perjalanan panjang serta transformasi peran hidrografi, yang saat ini tidak hanya turut menjamin keselamatan navigasi pelayaran akan tetapi juga memberikan kontribusi bagi kepentingan strategis lainnya.

Selanjutnya untuk lebih menajamkan serta melengkapi pandangan ilmiah terkait rencana kegiatan ekspedisi tersebut, Pushidrosal menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) secara daring, yang diikuti oleh para pakar kelautan, akademisi dan stake holder terkait, dengan tema ”Mengungkap Sumberdaya Kelautan di Wilayah Perairan Halmahera, dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia”, Rabu (14/07/2021).

Dalam sambutan pembukanya, Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P. antara lain menyampaikan arahan Kepala Staf TNI AL bahwa Ekspedisi ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan kembali ekspedisi kelautan yang dilaksanakan untuk dapat mengeksploitasi khasanah pengetahuan serta melengkapi inventarisasi potensi sumber daya kelautan serta karakteristik lingkungan laut perairan nasional sehingga dapat turut mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang diakui dunia.

Lebih lanjut Danpushidrosal menambahkan, bahwa Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” ini akan mengungkap lebih dalam misteri yang ada di laut Halmahera dan perairan Papua dalam rangka turut mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Dalam kegiatan ekspedisi ini, Pushidrosal juga mengundang partisipasi aktif dari para peneliti dari Kementerian, Lembaga terkait serta perguruan tinggi khususnya yang terkait dengan bidang hidrografi, geodesi, geologi, oseanografi, meteorologi, kelautan serta perikanan.

Pada penyelenggaraan FGD ini, menghadirkan para nara sumber dan para pakar di bidang kemaritiman, di antaranya, Dr. Ir. Syafrie Burhanuddin dari Kemenkomarvest, Ir. Mohamad Arief Syafi’I, M. Eng. Sc dari BIG, Ir. Mustafa Hanafi, M.Sc dari P3GL, serta Prof. Dr. Henry M. Manik, S.Pi., M.T. dari IPB, serta dipandu oleh Kolonel Laut (E) Dr. Yanuar Handwiono, M.Sc. sebagai moderator.

Pada salah satu kesempatan dalam FGD ini, Komandan Pushidrosal juga menginformasikan tentang pembangunan Web-Portal Pushidrosal yaitu Indonesia Hydrographic Data Centre (IHDC) yang merupakan platform Pusat Informasi Hidrografi Spasial dikembangkan Pushidrosal untuk lebih memberikan kemudahan bagi penyelenggaraan fungsi pemetaan dan publikasi nautika untuk kepentingan navigasi dan pelayaran, serta layanan akses data hidrospasial wilayah Indonesia bagi masyarakat maritim yang akurat dan mutakhir untuk berbagai aplikasi untuk mendukung pembangunan nasional.

Adapun pada akhir dari kegiatan FGD ini, diperoleh kesimpulan di antaranya bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas wilayah 5,8 juta km2, memiliki wilayah perairan dengan mega biodiversitas yang belum tereksploitasi secara optimal, sehingga masih diperlukan adanya kajian yang mendalam tentang berbagai potensi dan fenomena kelautan yang terkandung didalamnya. Selanjutnya, penyelenggaraan penelitian seperti ekspedisi Aurora ini, diharapkan juga dapat meneliti fenomena aliran pergeseran arus dari Samudra Pasifik ke Laut Banda sampai ke Samudra Hindia, serta koneksitasnya dengan sistem cuaca dan kandungan mineral bawaan. Dan yang terakhir, juga disepakati bahwa pengetahuan tentang bentukan fitur batimetri serta karakteristik biokimia kelautan serta kondisi oseanografi fisik, juga memberikan manfaat tidak hanya untuk kepentingan ekplorasi dan ekploitasi sumberdaya mineral dan hayati saja, akan tetapi juga untuk kepentingan pertahanan di laut.(disp/red)

Categories
IPTEK Militer TNI

Danpushidrosal: Peringatan 100 Tahun Hidrografi sebagai Momentum Emas Catatan Sejarah Eksistensi

Koran Jurnal, Jakarta – Tanggal 21 Juni mengandung arti sangat penting bagi insan Hidrografi, karena pada tanggal tersebut tercatat sebagai sejarah awal kehadiran organisasi hidrografi dunia khususnya dalam aspek pemetaan laut bagi kepentingan keselamatan pelayaran bagi komunitas pelayaran dan maritim dunia. Pada tahun 2021 ini, telah genap 100 tahun perjalanan hidrografi, dan merupakan momentum emas yang membuktikan eksistensi peran hidrografi, yang terus berkembang selaras dengan perkembangan peradaban dan teknologi, sehingga saat ini, hidrografi tidak hanya penting untuk keselamatan pelayaran, akan tetapi telah berkembang bagi berbagai kepentingan strategis lainnya mulai dari kepentingan pertahanan, dan keamanan maritim, mitigasi bencana alam, eksplorasi sumberdaya hayati dan mineral di laut, perlindungan lingkungan laut, koneksitas maritim, dan kegiatan pembangunan maritim nasional lainnya serta menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung diplomasi negara terutama dalam upaya menetapkan batas-batas maritim dengan negara tetangga.

Demikian disampaikan Komandan Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P dalam upacara pembukaan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan 100 Tahun Hari Hidrografi Dunia di Lapangan Apel Mako Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara. Senin (21/06/2021).

Dalam sambutannya, Danpushidrosal juga menambahkan bahwa pada hari ini (21 Juni 2021), 100 tahun yang lalu merupakan momentum awal Kerjasama internasional di bidang pemetaan hidrografi melalui pembentukan organisasi hidrografi dunia- IHO (International Hydrographic Organization) tepatnya tanggal 21 Juni 1921 atas mandat dari konvensi SOLAS (Safety Of Life At Sea) dalam rangka membuat suatu standar Internasional peta laut untuk keselamatan pelayaran di seluruh dunia.

Pushidrosal sebagai pengemban Amanah pemetaan laut nasional, secara resmi ditunjuk sebagai wakil pemerintah Indonesia menjadi anggota IHO sejak tahun 1951 dimana Indonesia merupakan salah satu Negara pertama di Asia yang menjadi anggota IHO selain Jepang dan Thailand. Selanjutnya Konvensi Solas tersebut telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia sehingga sejak saat itu selanjutnya kapal-kapal yang melintas wilayah perairan Indonesia wajib menggunakan peta laut produksi Pushidrosal yang telah sesuai dengan standar IHO sebagaimana peta laut yang kita produksi sampai dengan saat ini.

Pada peringatan 100 tahun hari Hidrografi Dunia pada tahun ini, sebagai apresiasi, terhadap personel Pushidrosal yang berprestasi, Danpushidrosal juga memberikan penghargaan Jala Citra Cendekia yang merupakan penghargaan tertinggi kepada prajurit dan Pegawai Negeri Sipil yang dinilai memiliki dedikasi dan prestasi di bidang hidrografi khususnya di lingkungan Pushidrosal.
Selain itu juga akan digelar berbagai kegiatan di antaranya; penganugrahan brevet Hidrografi kepada warga kehormatan hidrografi, pelaksanaan ekspedisi Jala Citra I-2021 “AURORA” dan seminar nasional yang akan membahas hasil ekspedisi dengan tema “Mengungkap SUmber Daya Kelautan di Wilayah Perairan Halmahera dan Papua Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia”.

Secara historis, Pushidrosal sebagai lembaga Hidrografi Nasional memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan kontribusinya untuk negara dan bangsa Indonesia. Pushidrosal maju bersama masyarakat Internasional, khususnya Bangsa Indonesia.

100 tahun merupakan momen emas dan periode terbaik dalam kegiatan eksplorasi laut, kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi bagi kesejahteraan Bangsa dan Negara Indonesia.(disp/red)

Categories
IPTEK Ragam

Kepala Bappenas Lantik Muh Aris Marfai sebagai Kepala BIG yang Baru, Menggantikan Hassanudin Zainal Abidin

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa melantik Prof. Dr.rer.nat Muh Aris Marfai, M.Sc sebagai Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) yang baru menggantikan Prof. Hasanuddin Zainal Abidin.

Pelantikan dilaksanakan secara hybrid di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (27/01/2021).

Dalam sambutannya, Menteri PPN/Bappenas Suharso berharap Aris Marfai mampu memperkenalkan lembaga yang dipimpinnya ke masyarakat umum, khususnya pengguna data geospasial. Dengan dinamika yang terjadi, mulai dari berbagai kejadian bencana alam, dan pelemahan ekonomi global akibat pandemi covid, tugas BIG ke depan tidak semakin ringan.

“Sebagaimana saudara ketahui, bahwa BIG adalah lembaga yang sangat strategis dalam mendukung program-program pemerintah. Produk utama berupa Informasi Geospasial (IG) sangat dinantikan keberadaannya oleh K/L dan Pemda dalam berbagai aspek, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pengawasan, namun juga oleh dunia usaha dan masyarakat,” ujar Suharso.

Dari aspek perencanaan pembangunan, lanjut Suharso, paradigma perencanaan THIS (Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial) menempatkan arti penting IG dalam posisi yang vital. Sehingga, keberadaan IG yang lengkap, mudah diakses dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan suatu prioritas.

“Saya percaya, dengan kemampuan, pengalaman, networking, dan komitmen saudara yang telah terpilih melalui seleksi terbuka yang sangat ketat, saudara akan mampu membawa BIG menjadi lembaga yang penting dan diperhitungkan dalam mendukung pembangunan nasional,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Suharso juga berpesan agar percepatan peta dasar skala besar, baik wilayah darat, laut maupun wilayah pantai menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi keberadaannya. Implementasi Satu Data Indonesia dan Kebijakan Satu Peta juga memerlukan upaya nyata.

Selain itu, pelayanan kepada daerah dalam percepatan penyusunan rencana tata ruang, dan pembinaan pada berbagai pemanfaatan IG oleh K/L, seperti mitigasi bencana, rekonstruksi dan rehabilitasi perlu dipercepat menggunakan metode yang tepat. Terakhir, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mencukupi, terobosan IPTEK, serta standar yang lengkap untuk mempercepat IG oleh BIG dengan struktur organisasi yang mendukung secara optimal.

“Penegakan prinsip-prinsip tata laksana yang baik (good governance principles) perlu menjadi perhatian utama. Mudah-mudahan Saudara dapat membawa BIG lebih baik lagi dan tidak meninggalkan jejak-jejak yang kurang menyenangkan di masa yang akan datang,” kata Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa.

Aris Marfai dilantik sebagai Kepala BIG dengan tugas dan fungsi sebagaimana tercantum dalam Perpres Nomor 94 Tahun 2011 tentang Badan Informasi Geospasial sebagaimana diubah dengan Perpres Nomor 127 Tahun 2015.

“Kita akan bekerja secara serius untuk percepatan pengadaan peta dasar yang menjadi suatu keharusan. Kami juga mendukung PP terbaru, yaitu PP Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi. BIG sangat berkompeten dan berperan dalam kesuksesan pelaksanaan PP tersebut,” tutur Alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Aris Marfai.(hum/red)