Categories
Kesehatan Nasional

Pemerintah Cabut Kebijakan PPKM Jelang Akhir Tahun 2022

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah resmi memutuskan untuk mencabut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pencabutan PPKM tersebut diumumkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjelang penghujung tahun 2022, Jum’at (30/12/2022), di Istana Negara, Jakarta.

Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pencabutan dilakukan seusai dengan aturan Instruksi Mendagri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022.

“Hari ini (30/12) pemerintah memutuskan untuk mencabut PPKM yang tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022. Jadi, tidak ada lagi pembatasan kerumunan dan pergerakan masyarakat,” kata Presiden Jokowi, dilansir laman Sekretariat Kabinet, Jum’at (30/12).

Kata Jokowi, keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan dan kajian yang panjang dan dengan memperhatikan situasi pandemi di tanah air.

“Alhamdulillah, Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 dengan baik dan sekaligus bisa menjaga stabilitas ekonominya. Kebijakan gas dan rem yang menyeimbangkan penanganan kesehatan dan perekonomian menjadi kunci keberhasilan kita,” ujar Jokowi.

Jokowi menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir, pandemi Covid-19 di Indonesia semakin terkendali. Per 27 Desember 2022, kasus harian sebanyak 1,7 kasus per 1 juta penduduk, positivity rate mingguan 3,35 persen, tingkat perawatan rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) 4,79 persen, dan angka kematian 2,39 persen.

“Ini semuanya berada di bawah standar dari WHO. Dan, seluruh kabupaten/kota di Indonesia saat ini berstatus PPKM Level 1, di mana pembatasan kerumunan dan pergerakan orang di tingkat rendah,” terangnya.

Selain itu, lanjut Jokowi, pencabutan PPKM juga dilandasi oleh tingginya cakupan imunitas penduduk dan capaian vaksinasi Covid-19.

“Dari survei, kalau kita lihat angkanya, di Desember 2021 itu berada di 87,8 persen, di Juli 2022 ini berada di atas 98,5 persen. Artinya, kekebalan kita ini secara komunitas berada di angka yang sangat tinggi,” imbuhnya.

“Dan jumlah vaksinasi sampai hari ini berada di angka 448.525.478 dosis. Ini juga sebuah angka yang tidak sedikit,” ungkapnya.

Meski demikian, Presiden Jokowi tetap meminta kepada seluruh masyarakat dan komponen bangsa untuk senantiasa berhati-hati dan waspada. Jokowi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dalam menghadapi risiko Covid-19.

“Pemakaian masker di keramaian dan ruang tertutup harus tetap dilanjutkan; kesadaran vaksinasi harus terus digalakkan karena ini akan membantu meningkatkan imunitas; dan masyarakat harus semakin mandiri dalam mencegah penularan, mendeteksi gejala, dan mencari pengobatan,” tandasnya.(*)

Categories
Kesehatan Megapolitan

BNPB Pastikan Alur Kepulangan Delegasi G20 di Bandara Ngurah Rai, Aman dari Virus PMK dan Covid-19

Koran Jurnal, Bali – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan peninjauan kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, pada Selasa (15/11), jelang kepulangan para delegasi G20 dan juga wisatawan mancanegara lainnya.

Tinjauan kali ini dimulai dengan melihat fasilitas yang disiapkan pengelola bandara terkait pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) seperti, lokasi penempatan publikasi penanganan penyakit mulut dan kuku, kemudian titik-titik karpet disinfeksi yang akan dilalui oleh penumpang dipastikan telah semprotkan cairan disinfektan sebagai salah satu upaya penerapan biosecurity.

Selanjutnya pengecekan barang bawaan penumpang melalui x-ray yang mampu mendeteksi adanya daging mentah maupun produk olahan daging lainnya, kemudian jika ditemukan akan dilakukan tindakan lebih lanjut. Selanjutnya melakukan peninjauan posko terpadu yang terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan mengatakan, saat ini Bali sedang menjadi sorotan dunia dengan adanya agenda G20, sehingga perlu adanya langkah-langkah yang masif guna penanganan delegasi maupun wisatawan yang keluar dari Bali.

“Bali menjadi barometer nasional dan dunia, terlebih adanya G20 perhatian tertuju kepada Bali. Oleh karena itu jangan sampai kepulangan wisatawan asing menjadi sarana penularan virus PMK dan Covid,” kata Fajar disela-sela diskusi dengan jajaran yang bertugas di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (14/11/2022).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan BNPB sebagai yang ditunjuk menjadi Satgas penanganan Covid-19 serta Satgas penanganan PMK terus melaksanakan pengawasan dan jika terjadi sesuatu akan mengambil tindakan penanganannya.

“BNPB melakukan pengawasan atas surat edaran yang telah dikeluarkan selama ini apakah dijalankan, utamanya selama G20 berlangsung, jika ada kendala diharapkan langsung berkoordinasi untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Raditya Jati selaku Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB mengimbau jelang kepulangan para delegasi agar maskapai penerbangan lebih memperketat pengecekan barang bawaan penumpang.

“Beberapa hari ke depan, harapannya untuk airlines khususnya di counter check in agar memperketat pengecekan, dengan juga menanyakan kepada penumpang apakah membawa daging mentah atau produk olahan daging,” ungkap Radit.

Tinjauan lapangan ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, jajaran pejabat tinggi BNPB, Tenaga Ahli BNPB, jajaran Satgas Covid-19, jajaran Satgas PMK, jajaran BPBD Provinsi Bali, jajaran Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, jajaran Badan Karantina Pertanian Bandara I Gusti Ngurah Rai dan jajaran pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Tingkatkan Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Selama Gelaran G20

Setelah meninjau Bandara I Gusti Ngurah Rai rombongan melanjutkan perjalanan menuju Posko BNPB di kawasan Puja Mandala, Nusa Dua. Guna melakukan pemantauan personil dan peralatan yang disiapkan oleh BNPB beserta lembaga terkait untuk mendukung perhelatan G20.

Saat tiba di posko, Fajar Setyawan menjelaskan, BNPB menerjunkan tim dan posko lapangan dibeberapa titik baik di Pulau Bali, Pulau Lombok dan Pulau Jawa yang menjadi pintu masuk dan keluar menuju Bali.

“BNPB melakukan penguatan dukungan yang menunjang pagelaran G20, terkait protokol kesehatan Covid, penanganan PMK dan tentunya bencana alam,” ucap Fajar.

Menurutnya BNPB akan bersiaga sejak sebelum puncak kegiatan G20 hingga selesai, sebagai bentuk langkah kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi.

“BNPB harus siap siaga di daerah pelaksanaan, nantinya ketika dibutuhkan kita dapat memberikan penanganan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

“Keselamatan adalah prioritas utama baik VVIP, VIP hingga masyarakat. SOP telah dibuat, sehingga ketika terjadi bencana jangan menunggu komando tapi secara otomatis langsung melaksanakan tugasnya masing-masing,” tutur Fajar.

Kemudian, Raditya yang turut mendampingi, berujar, panduan dan rencana kontinjensi yang telah disusun sebelumnya diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kebijakan yang terlibat penanganan bencana di Bali.

“Ancaman gempa bumi sudah dipetakan, sudah dilatih dalam Tabletop Exercise dan Tactical Floor Game, sudah ada rencana kontijensi dari saat terjadi bencana sampai dengan evakuasi,” ujar Radit.

“Panduan yang sudah telah dihasilkan akan menjadi panduan bagi semua yang ada di lapangan ketika terjadi bencana,” pungkasnya.(Pusd)

Categories
Kesehatan TNI

Kementan Gandeng TNI, Gencarkan Penandaan dan Pendataan Ternak Pasca Vaksinasi PMK di Jabar

Koran Jurnal, Bandung – Kementerian Pertanian (Kementan) kerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rangka akselerasi dan menggencarkan pelaksanaan penandaan dan pendataan ternak pasca vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda pada acara Koordinasi Kegiatan Penandaan dan Pendataan Ternak pada hari Selasa di Bandung, Selasa (25/10/2022) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Agung Suganda menyampaikan, kegiatan penandaan dan pendataan ternak (Sapi dan Kerbau) pasca vaksinasi sangat penting karena untuk identifikasi ternak, sehingga pelaksanaan vaksinasi mampu tertelusur.

Agung menjelaskan, pendataan secara digital ini sekaligus juga dilakukan untuk memonitoring jumlah populasi hewan, status reproduksi, dan distribusi melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi.

“Ternak yang telah divaksin akan diberi identitas berupa Eartag Secure QR Code (anting ternak). Namun karena ini hal yang baru, sehingga masih ditemukan permasalah di lapangan, seperti penolakan dari pemilik ternak,” ungkap Direktur Agung Suganda.

‘Untuk memberikan pemahaman di masyarakat, khususnya para peternak yang masih ragu-ragu dalam penandaan ini, maka kami perlu didukung dan melibatkan semua stakeholder terkait baik dari peternak, instansi pemerintah, swasta dan pendampingan TNI dan POLRI,” ungkap Agung.

Menurut Agung, TNI sebagai kekuatan besar dan memiliki personil hingga ke tingkat Desa melalui Babinsa nya, diharapkan dapat memberikan dukungan dalam mensukseskan pelaksanaan pendataan dengan memberikan pengamanan, pendampingan dan pengawalan bagi petugas pendataan yang ditetapkan oleh Dinas Provinsi berdasarkan usulan Dinas Kabupaten/Kota.

“Di sini, kami mengajak semua jajaran dari Dinas provinsi, kabupaten, kota dan seluruh petugas lapangan, serta peternak agar segera dilakukan pendataan ternak dan pelaksanaannya berjalan secara sinergis dengan pelaksanaan vaksinasi,” himbau Agung. “Apalagi ada TNI yang akan membantu dalam pengawasan dan pendampingan di lapangan, maka kita harapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Letkol Inf Budi Cahyanto dari TNI menyampaikan, program penandaan dan pendataan ternak secara digital ini merupakan bentuk terobosan sistem pendataan di tingkat Nasional ataupun daerah.

“Kami upayakan agar seluruh anggota TNI yang bertugas di wilayah masing-masing untuk melakukan pengawalan, pembinaan dan pendampingan pemberantasan PMK serta penyakit hewan menular lainnya,” ungkap Budi.

“Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan: pembatasan hewan, produk hewan dan media pembawa penyakit (HPM) sesuai status situasi di wilayah penyebaran penyakit mulut dan kuku dan penyakit hewan menular lainnya, serta Pengawasan lalulintas HPM di pos pemeriksaan; Pemusnahan bangkai hewan akibat wabah penyakit mulut dan kuku dan penyakit hewan menular lainnya; Edukasi dan sosialisasi dampak wabah penyakit mulut dan kuku dan penyakit hewan menular lainnya; Pendampingan kegiatan penandaan dan pendataan hewan,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan, Kemenko Perekonomian, Pujo Setio menyampaikan, kolaborasi antara Kementan dengan TNI, serta stakeholder terkait dalam penangan pencegahan dan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) sangat penting. Menurutnya, PMK harus diatasi bersama untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional. “Kami berharap kerjasama ini tetap berjalan bukan hanya PMK tetapi ada penyakit menular lainnya,” kata Pujo.

Menurutnya, Pengendalian PMK menjadi salah satu program strategis karena dampaknya yang luar biasa terhadap perekonomian dan ketahanan, serta kemandirian pangan nasional, mengingat saat dunia sedang dihadapkan pada ancaman krisis pangan dan energi.

Hal senada juga disampaikan oleh Arifin Soedjayana Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat mengakselerasi pelaksanaan kegiatan penandaan dan pendataan ternak di Provinsi Jawa Barat.

Menurut Arifin, dengan penandaan dan pendataan ternak yang didukung melalui aplikasi IDENTIK PKH ini mampu meningkatkan akurasi dan validasi data ternak, serta mempermudah pemantauan data produksi dan mutasi ternak secara real time.

“Penandaan ini juga sekaligus dapat mengetahui status vaksinasi ternak, seperti data aplikasi pedulilindungi untuk covid sehingga sistem pendataan ternak menjadi semakin akurat dan tertelusur,” ungkap Arifin.

“Kami targetkan realisasi penandaan dan pendataan ternak di Jawa Barat sebanyak 278.168 ekor yang terdiri dari 208.740 ekor ternak rakyat di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dan 69.428 ekor di 25 perusahaan peternakan di Jawa Barat,” pungkasnya.

Categories
Featured Kesehatan

Mentan Syahrul Yasin Limpo Pastikan Kasus PMK Hewan Sapi Terus Menurun

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan sebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) semakin menurun. Hal ini disampaikan SYL saat menggelar pencanangan vaksin masal di Desa Emplasmen, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Menurut SYL, melandainya PMK dikarenakan proses vaksinasi dilakukan secara masif di seluruh Indonesia.

“Seluruh Indonesia angka sebaran PMK melandai luar biasa, termasuk pada sumbernya di Jawa Timur. Tapi tentu kita tidak boleh lengah dan gegabah karena kita terus berhadapan dengan situasi dan kondisi yang tidak menentu,” ujar SYL, Sabtu, 22 Oktober 2022.

Menurut SYL, siklus penyakit hewan maupun penyakit PMK masih terjadi di sejumlah negara. Termasuk di Indonesia. Siklus ini bahkan bisa terjadi dalam 10 sampai 15 tahun meski gejala dan skala kecepatan penyebaranya sangat berbeda-beda. Karena itu perlu dihadapi bersama dengan penuh kewaspasaan.

*PMK itu sesuatu yang tidak bisa lagi kita katakan masalah biasa-biasa saja karena PMK memang menyerang Indonesia dan hampir semua negara. Alhamdulillah kita di Indonesia dapat mengendalikanya,” katanya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Siagapmk.id pernah hari ini, sebaran penyakit PMK menunjukkan ada di 28 Provinsi. Meski demikian capaian vaksinasi lebih dari 4.4 juta dosis.

Kementan saat ini terus berupaya untuk meningkatkan capaian vaksinasi secara progresif yaitu dengan melibatkan personil di luar petugas kesehatan hewan yaitu mahasiswa kedokteran hewan, mahasiswa peternakan, personil TNI dan POLRI dalam pelaksanaan vaksinasi.

“Upaya ini terus dilakukan untuk meningkatkan capaian sesuai target yang diinginkan,” katanya.

Target vaksinasi untuk Sumut sebanyak 2.065.288 dosis (1.032.644 ekor), sedangkan untuk Target vaksinasi Deli serdang sendiri sebanyak 239.802 dosis (119.901 ekor).

“Kami mendorong agar pemerintah daerah dapat mengidentifikasi permasalahan spesifik di Provinsi Sumut terkait peningkatan capaian vaksinasi serta mendiskusikan pemecahan permasalahan tersebut dengan melibatkan sektor terkait,” jelasnya.

Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Makmun menyampaikan terimakasih atas kerja keras para petugas lapangan dalam melaksanakan vaksinasi dan penandaan ternak sesuai dengan skala prioritas dan gejala yang ada.

“Prinsipnya kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah harus sejalan. Dan PMK ini tidak bisa dikerjakan sendiri, kita harus bersama-sama,” jelasnya.(hum)

Categories
Kesehatan Nasional

Presiden Jokowi Tinjau Penyuntikan Perdana Vaksin IndoVac

Koran Jurnal, Jakarta – Setelah meluncurkan vaksin Covid-19 Indovac, Presiden Joko Widodo meninjau langsung penyuntikan perdana vaksin buatan Bio Farma tersebut di PT Bio Farma (Persero), Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kamis (13/10/2022).

Tiba di lokasi penyuntikan, Presiden Jokowi terlebih dahulu mengecek kemasan vaksin IndoVac. Selanjutnya, Kepala Negara menyaksikan langsung prosesi penyuntikan yang dilakukan tenaga kesehatan kepada penerima vaksin.

Untuk diketahui, IndoVac merupakan vaksin Covid-19 berbasis teknologi subunit rekombinan protein yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero). Bio Farma mulai melakukan riset dan pengembangan vaksin Covid-19 sejak November 2021–24 September 2022.

Vaksin IndoVac sendiri telah mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada 24 September 2022 untuk vaksinasi primer, dosis I dan II dewasa (18+). Indovac juga telah mendapatkan sertifikasi halal.(**)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Kepala BNPB Lepas Tim Kesehatan untuk Pakistan

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memberikan dukungan kemanusiaan kepada Pemerintah Pakistan, untuk pemulihan sekaligus meringankan beban penderitaan masyarakat terdampak banjir bandang yang dipicu oleh hujan monsun sejak Juni 2022.

Adapun bentuk dukungan yang diberikan kali ini adalah tenaga kesehatan sebanyak 29 personel dari komponen pentaheliks yang meliputi 10 dari TNI, 6 dari Polri, 2 dari Universitas Andalas, 6 dari MDMC dan 5 dari Kementerian Kesehatan RI.

Dukungan tenaga medis tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo, usai melepas bantuan kemanusiaan untuk Pemerintah Pakistan yang berisi logistik, peralatan dan dana senilai 1 juta dolar pada Senin (27/9). Pemerintah Pakistan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., melepas secara simbolis para tenaga kesehatan itu dengan menyematkan rompi kepada perwakilan dari masing-masing personel di Aula Sutopo Purwonugroho, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (6/10).

“Hari ini saya melepas tim medis, bantuan kemanusiaan ke Pakistan. Ini sebagai tindak lanjut, kita ketahui bersama pada 27 September 2022, bapak Presiden Joko Widodo sudah melepas bantuan kemanusiaan ke Pakistan, waktu itu diberangkatkan dua pesawat yang membawa bahan kebutuhan atau logistik yang diperlukan para pengungsi di Pakistan,”

Menurut Kepala BNPB, bantuan tim kesehatan ini juga dikirimkan atas permintaan langsung Pemerintah Pakistan ke Pemerintah Republik Indonesia melalui Presiden Joko Widodo. Tim kesehatan ini akan bertugas selama satu bulan penuh di Karachi, sebagai wilayah terdampak paling parah.

Sesuai rencana, tim kesehatan akan diberangkatkan melalui pesawat Garuda Indonesia dari Lanud Halim Perdanakusuma pada Kamis (6/10) dini hari pukul 01.00 WIB. Dari Jakarta, tim kesehatan akan mendarat dan bertugas di Karachi, Ibu Kota Provinsi Sindh, sebagai wilayah terdampak paling parah.

“Atas permintaan Pemerintah Pakistan dan disetujui Presiden Joko Widodo, Pemerintah Indonesia pun mengirimkan tim kesehatan,” jelas Suharyanto.

“Akan berangkat nanti malam pukul 01.00 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia langsung ke Karachi. Kenapa di Karachi karena wilayah terdampak paling parah ini ada Provinsi Sindh,” tambah Suharyanto.

Tim Terbesar yang Pernah Dikirim Indonesia

Tim kesehatan yang dikirimkan ke Pakistan ini menurut Suharyanto merupakan tim terbesar yang pernah dikirimkan Indonesia kepada negara lain dalam penanggulangan bencana alam. Tim kesehatan ini akan melaksanakan tugas kemanusiaan selama satu bulan.

Selain tragedi banjir bandang Pakistan 2022, Pemerintah Indonesia sebelumnya juga pernah membantu penanggulangan bencana alam yang sama di Pakistan pada tahun 2010 silam.

“29 orang tim kesehatan ini merupakan tim terbesar yang pernah dikirimkan Indonesia untuk membantu penanganan bencana alam di negara lain,” jelas Suharyanto.

“Mereka akan melaksanakan tugas selama 1 bulan. Mudah-mudahan kehadiran tim kesehatan dari Indonesia ini dapat sedikit meringankan penderitaan saudara-saudara kita warga Pakistan,” tambah Suharyanto.

Melalui tim kesehatan yang akan dikirimkan ke Pakistan, Suharyanto berharap bahwa mereka mampu memberikan yang terbaik bagi saudara-saudara yang membutuhkan dan membawa nama baik Indonesia di mata dunia.

“Jaga nama Merah Putih di sana. Kita punya budaya yang selalu menyatu dengan masyarakat di mana kita bertugas. Kami yakin tim kesehatan ini bisa bersatu dengan masyarakat,” pungkas Suharyanto.(pusd)

Categories
Kesehatan TNI

KSAL Laksamana Yudo Tekankan Prajurit Harus Sehat, Prajurit TNI AL Serbu RSAL dr. Mintohardjo

Koran Jurnal, Jakarta – Suasana berbeda tampak di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. Mintohardjo khususnya dibagian uji pemeriksaan Kesehatan (urikes), Rabu (28/09/2022) yang dipenuhi dengan kehadiran para prajurit TNI AL, sehingga ruangan yang tersedia tidak cukup menampung jumlah prajurit yang ada. Bahkan situasi ini sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir ini.

Usut punya usut ternyata hal ini terjadi karena perhatian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono yang sedemikian besar terhadap kesehatan para prajuritnya yang masih kurang peduli akan pentingnya memantau perkembangan Kesehatan melalui urikes yang telah rutin dijadwalkan oleh institusi sehingga bisa menyebabkan hal yang fatal.

Kasal menilai banyak prajurit yang masih mengabaikan kegiatan urikes sehingga tidak terpantau perkembangan kesehatan prajurit. Bahkan banyak yang menyembunyikan penyakitnya hanya karena takut berpengaruh terhadap kariernya.

Laksamana Yudo telah memerintahkan para Komandan di kesatuan masing-masing untuk memperhatikan para prajurit dan PNS yang menderita sakit untuk mendapat prioritas perawatan Kesehatan, menjamin semua prajurit dan PNS sudah melaksanakan urikes bahkan Kasal memerintahkan untuk melibatkan Pomal jika masih ada yang membandel.

Sementara itu, Pjs. Kasubdep Urikes Mayor Laut (K) dr. Ferry SpKJ dijumpai di sela-sela kegiatan mengatakan peserta urikes telah membludak sejak 26 September 2022 lalu dimana seharusnya kapasitas urikes hanya 50 orang per hari. Namun setelah ada penekanan dari pimpinan mengalami peningkatan yang sangat drastis.

“Hari ini saja sudah ada 159 orang yang mendaftar, sehingga untuk mengakalinya kami menambah jam pelayanan urikes”, ujar dr. Fery.(disp)

Categories
Kesehatan TNI

Anak Telan Kunci Diselamatkan Tim Medis TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Rumah Sakit TNI AL dr. Mintohardjo turun tangan memberikan bantuan berupa tindakan medis kepada seorang anak asal Kabupaten Indramayu, Muhamad Zul Zalaly wal Ikrom yang viral di media sosial akibat aksinya yang tidak sengaja menelan anak kunci.

Kejadian naas ini berawal saat Muhamad Zul Zalaly wal Ikrom bermain HP dalam posisi tiduran dan tidak sengaja menelan anak kunci hingga sampai ke tenggorokan, selanjutnya oleh sang Ibu dibawa ke klinik dan dirujuk ke RSUD Indramayu. Saat dilaksanakan rontgen anak kunci sudah sampai di usus besar. Kejadian yang awalnya viral di media sosial ini juga terpantau oleh TNI AL sehingga turut serta mencari keberadaan anak malang ini dan ditemukan selanjutnya melalui tim Kesehatan Lanal Cirebon dibawah pimpinan Letda Laut (K) dr. Rudy Kaprisyah di evakuasi ke RSAL Mintohardjo dengan menggunakan ambulance dikawal mobil kawal pomal Lanal Cirebon.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono berkesempatan mengunjungi pasien di Ruang perawatan Pulau Marore sesaat setelah kedatangan pasien Muhamad Zul Zalaly wal Ikrom, (9th) yang didampingi sang Ibu Nina Listiana dan Bupati Indramayu, Jumat (23/9) pagi tiba di RSAL Mintohardjo diterima Kepala Rumah Sakit (Karumkit)Sapta Prihartono Rachman, SpBA didampingi Wakamed Kolonel Laut (K) dr. Dede SpPD.KGH dan Kepala Departemen Bedah Kolonel Laut (K) dr. Pribadi Arif.W, SpB, .KBD.

Karumkit RSAL dr. Mintohardjo telah memerintahkan Kepala Departemen Bedah Kolonel Laut (K) dr. Pribadi Arif. W, SpB, .KBD.beserta tim untuk memberikan penanganan langsung terhadap pasien dengan tindakan operasi sehingga seluruh persiapan telah dilaksanakan sejak tadi malam untuk dilaksanakan operasi hari ini. “Namun hari ini ketika pemeriksaan terakhir dilaksanakan sebelum pelaksanaan operasi, anak kunci tersebut sudah tidak ditemukan lagi keberadaan. Kemungkinan karena hari ini sudah hari yang ke7, anak kunci sudah keluar saat si anak buang air besar,” jelas Kolonel Pribadi, dalam siaran pers, Jum’at (23/9/2022).

Tindakan operasi urung dilakukan, bahkan pasien kemungkinan akan segera dipulangkan menunggu koordinasi dengan Dinas Kesehatan Indramayu, tambahnya.

Penanganan medis yang dilakukan oleh para tenaga Kesehatan TNI AL ini sebagai wujud kepedulian dan pengaplikasian kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono yang selalu memberikan penekanan agar keberadaan prajurit TNI AL dimanapun dapat membawa dampak yang positif bagi masyarakat sekelilingnya.(disp)

Categories
Kesehatan TNI

KSAL Didampingi Dankormar Tinjau Kegiatan Bhakti Kesehatan Serentak

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut menggelar sejumlah kegiatan menyambut peringatan HUT TNI AL Ke 77 yang jatuh pada tanggal 10 September 2022 mendatang, salah satunya Bhakti Kesehatan yang dilaksanakan di sejumlah Kapal Perang Indonesia (KRI) dan Pangkalan-pangkalan TNI AL seluruh Indonesia secara serentak, dipusatkan dari KRI Semarang-594 dalam pelayaran menuju perairan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Selasa (06/09/2022).

Kegiatan TNI AL Bhakti kesehatan serentak yang di berangkat dari pelabuhan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan membawa para peserta donor darah dan khitanan yang akan mendapat pelayanan kesehatan disepanjang pelayaran dan di tinjau langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono yang didampingi Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI Mar Widodo Dwi Purwanto, serta para pejabat TNI AL wilayah Jakarta.

Dalam sambutannya KSAL Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan, Kegiatan Bhakti kesehatan serentak dalam rangka menyambut HUT TNI-AL ini melibatkan kurang lebih 85 Dokter dan 110 tim khitan, 400 orang dokter gigi dan perawat gigi serta petugas UTD Palang Merah Indonesia (PMI) dari 35 Kabupaten atau Kota dan 53 fasilitas kesehatan (Faskes) RSAL, Diskes, Subditkes, Satkes dan BP atau BP yang tergabung dalam 26 lokasi kegiatan. Disampingi itu juga melibatkan Alutsista TNI AL berupa 30 KRI dan 34 Kapal Angkatan Laut (KAL) dengan target donor darah 8.355 orang, khitanan massal 2.175 orang dan pelayanan kesehatan gigi dan mulut sejumlah 5.250 orang.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini TNI AL memecahkan Rekor Muri melalui Pembersihan Plak dan karang gigi dengan jumlah dan lokasi terbanyak, donor darah di atas KRI terbanyak dan khitanan massal di atas KRI terbanyak.

Bhakti kesehatan serentak ini, TNI AL menyasar masyarakat umum, siswa SD, SMP, dan SMA, Keluarga Besar Angkatan Laut (KBAL) atau TNI serta personel TNI AL. terutama di wilayah Jakarta sendiri pelayanan kesehatan gigi dan mulut juga dilaksanakan di Ladokgi TNI AL R.E Martadinata dipimpin Kaladogi, sementara untuk wilayah Surabaya akan dilaksanakan di atas KRI dan Rumkit Yonkes 2 Marinir dipimpin Pangkoarmada II, sedangkan di luar Jawa akan dilaksanakan di Faskes-faskes, KRI maupun KAL dengan pimpinan Komandan satuan masing-masing.(disp)

Categories
Kesehatan Ragam

Pemerintah Percepat Vaksinasi Darurat Pada Ternak

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka pencegahan dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pemerintah telah menyiapkan logistik untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi darurat pada hewan ternak. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah dalam keterangan tertulisnya hari ini, Sabtu (25/06/2022).

Nasrullah menyebutkan, per tanggal 23 Juni 2022, Pemerintah telah mendistribusikan Vaksin PMK sebanyak 620.700 dosis ke seluruh Provinsi tertular PMK (19 Provinsi) dan ke UPT Perbibitan. Sembilan belas (19) provinsi tersebut, yaitu Aceh, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Bengkulu, DKI Jakarta.

Ia katakan, strategi vaksinasi yang dilakukan menggunakan strategi “Ring vaccination” atau Vaksinasi Cincin yang dilakukan dengan menentukan area vaksinasi pada radius 1 km, 3 km dan 10 km di luar titik wabah. Hal ini menurutnya bertujuan untuk mencegah melakukan vaksinasi pada hewan yang sudah terinfeksi tetapi masih dalam masa inkubasi.

“Vaksinasi PMK pada tahap awal ditargetkan pada populasi di sumber-sumber bibit, populasi ternak perah dan hewan sehat rentan PMK yang terancam di wilayah wabah”, kata Nasrullah. “Strategi ini diambil dengan tujuan melindungi hewan rentan dengan nilai ekonomi tinggi dan masa hidup produksi lebih lama seperti ternak bibit dan perah, serta untuk membatasi penyebaran dari hewan-hewan yang sering dilalulintaskan,” ungkapnya menambahkan.

Sebagai informasi, vaksinasi perdana telah dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2022 yang dimulai di Jawa Timur. Vaksinasi berikutnya dilakukan di Jawa Tengah pada tanggal 18 Juni 2022 dimulai dari Kabupaten Sukoharjo, dan tanggal 20 Juni 2022 dilakukan vaksinasi di Jawa Barat yang dimulai di Kabupaten Sumedang.

Selanjutnya, mulai tanggal 24 Juni 2022 vaksinasi juga sudah mulai serentak dilaksanakan di 10 (sepuluh) Unit Pelaksana Teknis (UPT) perbibitan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), KUD Sapi Perah, sapi perah dan sapi potong di peternak rakyat.

Lebih lanjut Ia jelaskan, tindakan vaksinasi merupakan salah satu cara untuk segera mengendalikan situasi wabah PMK saat ini, yaitu untuk melakukan pengebalan hewan/ternak terhadap virus PMK. Hal ini menurutnya, seperti halnya vaksinasi pada penyakit Covid-19, vaksinasi PMK yang dilakukan juga ditargetkan secara cepat dan massal untuk mencapai kekebalan kelompok pada 100% populasi hewan rentan yang sehat.

“Pelaksanaan vaksinasi ini memerlukan perencanaan yang baik, sehingga masing-masing Posko PMK di daerah wabah harus dapat memastikan data target populasi melalui pendataan hewan rentan,” kata Nasrullah menambahkan. Hal ini karena populasi hewan sehat di lapangan sangat dinamis, sehingga data kasus dan lokasinya harus terus dipantau dan dilaporkan untuk memperbarui lokasi dan populasi sasaran vaksinasi.

“Saat ini masing-masing Posko PMK di daerah sedang mendata populasi ternak yang akan divaksin untuk dilaporkan ke Pusat,” ungkap Nasrullah.

“Data dan informasi ini sangat kami perlukan karena ternak yang divaksin adalah ternak yang sehat, sedangkan ternak yang sakit difokuskan untuk pengobatan, serta ternak yang sudah sembuh tidak direkomendasikan untuk divaksin karena sudah terbentuk antibodi sendiri dalam tubuh ternak tersebut,” tandasnya.

Nasrullah menegaskan, untuk mencapai keberhasilan vaksinasi PMK membutuhkan partisipasi aktif dari para peternak mempersiapkan data dan informasi ternak yang akan divaksin ke Posko PMK setempat.

“Kami harapkan peternak dapat memberikan informasi ternak-ternak yang sehat dan apakah peternakannya sudah pernah tertular atau belum, hal ini penting untuk memastikan hanya ternak yang sehat yang akan divaksin, agar kekebalan melalui vaksinasi terbentuk sempurna,” ucap Nasrullah.

“Dalam pengendalian PMK, vaksinasi saja tidak akan cukup untuk dapat menghentikan penyebaran penyakit, sehingga diperlukan juga adanya tindakan teknis lain yaitu terdapat empat (4) kunci pengendalian PMK: imunitas terhadap PMK melalui vaksinasi, implementasi sanitasi dan biosekuriti, pengendalian lalu lintas, karantina atau stamping out,” pungkasnya.(hum)