Categories
Nasional

Presiden Jokowi Ajak Para Pemimpin G20 Lakukan Aksi Nyata Lindungi Bumi

Koran Jurnal, India – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak para pemimpin negara G20 untuk melakukan aksi nyata dalam melindungi kelestarian bumi. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pertemuan sesi pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 India yang mengangkat tema “One Earth” yang digelar di Bharat Mandapam, IECC, Pragati Maidan, New Delhi, India, pada Sabtu (9/9/2023).

“Kita semua harus walk the talk, because we only have one earth,” ajak Presiden.

Melansir laman resmi presidenri.go.id, Presiden menyebut bahwa upaya bersama menjaga bumi tersebut melainkan karena bumi ini merupakan milik semua pihak dan juga tentunya milik generasi masa depan.

“One earth, for every body. One earth, for us and for our future generation,” jelasnya.

Kepala Negara menuturkan bahwa Indonesia telah melakukan sejumlah aksi nyata untuk melindungi bumi antara lain melalui upaya menekan deforestasi hingga restorasi mangrove.

“Indonesia di tahun 2022, telah turunkan emisi 91,5 juta ton. Laju deforestasi ditekan hingga 104 ribu hektare. Hutan dan lahan direhabilitasi seluas 77 ribu hektare dan mangrove direstorasi seluas 34 ribu hektare,” jelas Presiden.

Di hadapan para pemimpin negara G20, Presiden pun mengajak semua pihak untuk bertanggung jawab dan berkomitmen dalam menjaga kelestarian bumi.

“Mari penuhi tanggung jawab dan komitmen bersama untuk menjaga planet bumi tetap lestari,” ajaknya.(*)

Categories
Kesehatan Megapolitan

BNPB Pastikan Alur Kepulangan Delegasi G20 di Bandara Ngurah Rai, Aman dari Virus PMK dan Covid-19

Koran Jurnal, Bali – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan peninjauan kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, pada Selasa (15/11), jelang kepulangan para delegasi G20 dan juga wisatawan mancanegara lainnya.

Tinjauan kali ini dimulai dengan melihat fasilitas yang disiapkan pengelola bandara terkait pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) seperti, lokasi penempatan publikasi penanganan penyakit mulut dan kuku, kemudian titik-titik karpet disinfeksi yang akan dilalui oleh penumpang dipastikan telah semprotkan cairan disinfektan sebagai salah satu upaya penerapan biosecurity.

Selanjutnya pengecekan barang bawaan penumpang melalui x-ray yang mampu mendeteksi adanya daging mentah maupun produk olahan daging lainnya, kemudian jika ditemukan akan dilakukan tindakan lebih lanjut. Selanjutnya melakukan peninjauan posko terpadu yang terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan mengatakan, saat ini Bali sedang menjadi sorotan dunia dengan adanya agenda G20, sehingga perlu adanya langkah-langkah yang masif guna penanganan delegasi maupun wisatawan yang keluar dari Bali.

“Bali menjadi barometer nasional dan dunia, terlebih adanya G20 perhatian tertuju kepada Bali. Oleh karena itu jangan sampai kepulangan wisatawan asing menjadi sarana penularan virus PMK dan Covid,” kata Fajar disela-sela diskusi dengan jajaran yang bertugas di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (14/11/2022).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan BNPB sebagai yang ditunjuk menjadi Satgas penanganan Covid-19 serta Satgas penanganan PMK terus melaksanakan pengawasan dan jika terjadi sesuatu akan mengambil tindakan penanganannya.

“BNPB melakukan pengawasan atas surat edaran yang telah dikeluarkan selama ini apakah dijalankan, utamanya selama G20 berlangsung, jika ada kendala diharapkan langsung berkoordinasi untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Raditya Jati selaku Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB mengimbau jelang kepulangan para delegasi agar maskapai penerbangan lebih memperketat pengecekan barang bawaan penumpang.

“Beberapa hari ke depan, harapannya untuk airlines khususnya di counter check in agar memperketat pengecekan, dengan juga menanyakan kepada penumpang apakah membawa daging mentah atau produk olahan daging,” ungkap Radit.

Tinjauan lapangan ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, jajaran pejabat tinggi BNPB, Tenaga Ahli BNPB, jajaran Satgas Covid-19, jajaran Satgas PMK, jajaran BPBD Provinsi Bali, jajaran Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, jajaran Badan Karantina Pertanian Bandara I Gusti Ngurah Rai dan jajaran pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Tingkatkan Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Selama Gelaran G20

Setelah meninjau Bandara I Gusti Ngurah Rai rombongan melanjutkan perjalanan menuju Posko BNPB di kawasan Puja Mandala, Nusa Dua. Guna melakukan pemantauan personil dan peralatan yang disiapkan oleh BNPB beserta lembaga terkait untuk mendukung perhelatan G20.

Saat tiba di posko, Fajar Setyawan menjelaskan, BNPB menerjunkan tim dan posko lapangan dibeberapa titik baik di Pulau Bali, Pulau Lombok dan Pulau Jawa yang menjadi pintu masuk dan keluar menuju Bali.

“BNPB melakukan penguatan dukungan yang menunjang pagelaran G20, terkait protokol kesehatan Covid, penanganan PMK dan tentunya bencana alam,” ucap Fajar.

Menurutnya BNPB akan bersiaga sejak sebelum puncak kegiatan G20 hingga selesai, sebagai bentuk langkah kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi.

“BNPB harus siap siaga di daerah pelaksanaan, nantinya ketika dibutuhkan kita dapat memberikan penanganan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

“Keselamatan adalah prioritas utama baik VVIP, VIP hingga masyarakat. SOP telah dibuat, sehingga ketika terjadi bencana jangan menunggu komando tapi secara otomatis langsung melaksanakan tugasnya masing-masing,” tutur Fajar.

Kemudian, Raditya yang turut mendampingi, berujar, panduan dan rencana kontinjensi yang telah disusun sebelumnya diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kebijakan yang terlibat penanganan bencana di Bali.

“Ancaman gempa bumi sudah dipetakan, sudah dilatih dalam Tabletop Exercise dan Tactical Floor Game, sudah ada rencana kontijensi dari saat terjadi bencana sampai dengan evakuasi,” ujar Radit.

“Panduan yang sudah telah dihasilkan akan menjadi panduan bagi semua yang ada di lapangan ketika terjadi bencana,” pungkasnya.(Pusd)

Categories
Featured Megapolitan

KTT G20 Langkah Strategis Indonesia menuju Poros Maritim Dunia

Koran Jurnal, Jakarta – Indonesia telah menunjukkan kemampuannya dalam menghelat KTT G20 di Bali, 15 – 16 November 2022. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya 17 kepala negara dalam konferensi bertaraf internasional tersebut. Apalagi Indonesia merupakan negara berkembang pertama yang menjadi tuan rumah KTT G20.  Sehingga acara ini dapat dikatakan menjadi pertaruhan bagi wajah Pemerintahan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pengamat Maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Centre (IKAL SC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa mengungkapkan, pelaksanaan KTT G20 dapat dipakai sebagai ajang diplomasi untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

“Saya memiliki harapan terhadap kegiatan KTT G20 ini. Semoga kegiatan ini dapat dijadikan sebagai ajang diplomasi Indonesia kepada negara-negara lain yang berkepentingan dengan wilayah kemaritiman Indonesia guna mewujudkan visi misi poros maritim dunia kita. Sehingga Indonesia dapat menunjukkan peradaban maritim, kedaulatan bangsa, dan ketahanan pangan serta energinya,” katanya kepada media di Jakarta, Rabu (16/11/2022).

Dia juga berharap KTT G20 dapat menjadi  hal utama pendorong  pembangunan maritim Indonesia masa depan, sehingga dapat menjamin kekuatan ekonomi, sosial, politik, dan jati diri Indonesia di persaingan global.

Apalagi, lanjut Capt. Hakeng saat ini telah terjadi peralihan perhatian dunia dan aktivitas dari wilayah Mediterania  dan Atlantik ke kawasan Indopasifik. “Dengan peralihan perhatian dan aktivitas tersebut  maka wilayah maritim Indonesia kembali menjadi perlintasan strategis. Karena itu Indonesia harus sadar dengan posisinya secara geopolitik dan geostrategis,” tegasnya.

Dengan letak Indonesia yang begitu strategis tersebut, maka sudah sepatutnya dapat dijadikan sebagai modal untuk berdiplomasi dalam sektor perikanan dan kelautan. “Indonesia harus memanfaatkan momen perhelatan KTT G20 untuk berdiplomasi terkait pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan dan kelautan yang sama-sama menguntungkan dan berkelanjutan. Serta membahas syarat ekspor produk perikanan dan kelautan dari Indonesia ke negara lain, khususnya negara  anggota G20,” ujarnya.

Dalam KTT G20 juga sepatutnya Indonesia dapat membahas mengenai batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara Indonesia dengan China, dan Indonesia dengan Vietnam yang wilayah lautnya berdekatan dengan wilayah laut  Indonesia. Atau juga dengan Negara Australia.

“Sebab persoalan ZEE ini kerap muncul ke permukaan dan tidak jarang pula memunculkan konflik antara nelayan Indonesia dan nelayan asing atau nelayan Indonesia dengan pihak aparat penegak hukum negara lain dan sebaliknya,” kata Capt. Hakeng pendiri serta Pengurus dari Dewan Pimpinan Pusat Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI).

KTT G20 diharapkan juga menghasilkan suatu kesepakatan dalam memberikan perhatian dan perlindungan bagi para penyumbang devisa negara yakni Pelaut Kapal Niaga ataupun Pelaut Perikanan. Sebab, masih banyak perlakuan kurang adil yang diterima oleh Pekerja Migran Indonesia terutama yang bekerja sebagai Pelaut Perikanan (PMI PP) yang bekerja di atas Kapal Penangkap Ikan Berbendera Asing.

Berdasarkan laporan studi bertajuk “Potret Kerawanan Kerja Pelaut Perikanan di Kapal Asing: Tinjauan Hukum, HAM, dan Kelembagaan” yang diluncurkan Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) pada 31 Agustus 2022 lalu,  PMI PP masih dihadapkan dengan praktik-praktik perbudakan modern dan perdagangan manusia.

Tim Peneliti IOJI mengidentifikasi lima akar masalah yang menghambat perlindungan PMI PP, antara lain 1) kelemahan instrumen hukum di tingkat internasional, regional, nasional, dan daerah; 2) tumpang tindih kewenangan dan kelembagaan dalam perlindungan PMI PP; 3) ketimpangan relasi kuasa antara PMI PP dan pemberi kerja; 4) pelanggaran sistemik pada proses perekrutan dan penempatan PMI PP; serta 5) kelemahan sistem informasi, penanganan pengaduan, dan rendahnya akuntabilitas.

“Dari temuan tersebut diharapkan pemerintah dapat melakukan perundingan dengan negara-negara lain yang banyak memanfaatkan tenaga kerja Pelaut Perikanan Indonesia. Sehingga dapat ditemukan titik terang penyelesaian yang saling menguntungkan,” pungkas Capt. Hakeng.

Categories
Polhukam TNI

KSAL Laksamana Yudo Margono Ajak Warga Bali Sukseskan Event KTT G20

Koran Jurnal, Jakarta – Disela – sela Event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang dihadiri oleh 17 Kepala Negara, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono didampingi Ny. Vero Yudo Margono menyempatkan diri melaksanakan silaturahmi ke warga Bali di Puri Ageng Blahbatuh, Jalan Udayana, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (14/11/2022) kemarin.

Dalam silaturahminya yang diterima langsung oleh Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh Anak Agung Ngurah Alit Kakarsana, Laksamana Yudo yang selalu giat melestarikan budaya nusantara, saat berkunjung mengenakan Udeng dan Selendang khas Bali juga menyerahkan 100 paket sembako kepada abdi dalem dan masyarakat sekitar Puri Ageng Blahbatu.

KSAL menyampaikan ucapan terima kasih atas penyambutan warga Puri Blahbatu, meskipun kunjungan ini bersifat mendadak dikarenakan jadwal yang tidak menentu, selain itu Laksamana Yudo meminta doa restu terhadap penyelenggaraan KTT G20 di Bali semoga diberikan kelancaran selama pelaksanaan kegiatan.

Sebagai salah seorang tokoh yang menjadi warga kehormatan Puri Ageng Blahbatuh pada pertengahan tahun 2022, Laksamana Yudo menerima penghargaan sebagai Ksatria Padma Nusantara dari Ida Pedanda Gede Putra Kekeran melalui tradisi  prosesi pemercikan tirta air suci dan pembacaan doa. Oleh karena itu, kepedulian Laksamana Yudo  dengan warga Puri Ageng Blahbatu merupakan bentuk kedekatan yang tidak terpisahkan, dengan harapan KSAL sebagai tokoh militer mampu menjaga kelestarian budaya dan keamanan laut di Nusantara.

Atas nama keluarga besar Puri Ageng Blahbatuh dan seluruh masyarakat di Bali, dan puri-puri se-Bali ikut serta mendoakan agar Laksamana Yudo dapat menjalankan tugas dengan baik. Sebagai tokoh Ksatria Padma Nusantara, tugas yang dijalankan sesuai dengan Lima Pilar Utama, di antaranya Membangun kembali budaya maritim Indonesia, Menjaga dan mengelola Sumber Daya Laut, Pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritime, Diplomasi maritime, dan Membangun kekuatan pertahanan maritim.

Turut mendampingi dalam kegiatan baksos tersebut, Koorsahli Kasal Lakda TNI I.N.G Sudihartawan, Asintel Kasal Laksda TNI Dr. Angkasa Dipua, Asops Kasal Laksda TNI Dadi Hartanto, Danlantamal V Surabaya Laksma TNI Supardi, serta Pengurus Pusat Jalasenastri.(disp)

Categories
Militer Polhukam TNI

Pulau Bali Dikelilingi Kekuatan TNI Angkatan Laut, Amankan G20

Pulau Bali Dikelilingi Kekuatan TNI AL Amankan KTT G20.

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar kekuatannya dalam mengamankan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) ditempatkan pada sektor – sektor strategis mengelilingi Pulau Dewata, Minggu (13/11/2022) kemarin.

“TNI AL yang merupakan Satuan Tugas Laut membagi kekuatannya berdasarkan sektor yang mengelilingi Pulau Bali, selain itu dilaksanakan juga pola pengamanan berlapis mulai dari pantai hingga menjauhi pantai menuju laut dan bersinggungan dengan pola sektor tadi,” hal tersebut ditegaskan oleh Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI Dr. T.S.N.B. Hutabarat., M.M.S., selaku Komandan Satgas Laut.

Tercatat sebanyak 14 KRI dalam kondisi siap tempur dikerahkan guna mengawal keamanan laut pada pelaksanaan G20 di Bali. Selain itu, TNI AL juga menerjunkan Pasukan Elit dari Kopaska, Taifib Marinir, serta Penyelam Dislambair.

Bukan saja unsur kapal perang, guna menjamin keamanan laut pertemuan para pemimpin dunia ini, unsur udara TNI AL yang memiliki kemampuan Anti Kapal Selam saat ini telah siap digerakkan kapan saja dari atas KRI. Selain itu pasukan Pangkalan TNI AL telah mempertebal pengamanan di pelabuhan maupun lokasi strategis lainnya yang menjadi pintu masuk ke Pulau Dewata.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, kapal-kapal perang itu telah mulai melaksanakan pengamanan sejak 6 November hingga 19 November mendatang. “Salah satu tugasnya melaksanakan hailing terhadap kapal-kapal yang melintas di wilayah ALKI II dan memastikan setiap sektor aman serta tidak ada ancaman bahaya apapun,” tegas Laksamana TNI Yudo.(disp)

Categories
Polhukam TNI

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo Tinjau Kesiapan Satgasud Pengamanan Presidensi G20 Bali

Koran Jurnal, Bali – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA meninjau Posko Satuan Tugas Udara (Satgasud) dan Satgas Bandara/Pelabuhan/Pangkalan TNI yang tergabung dalam Kogabpadpam (Komando Gabungan Terpadu Pengamanan) VVIP G20, di Baseops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Minggu (13/11/2022).

Peninjauan bertujuan untuk melihat dan mastikan kesiapan personel dan alutsista yang dilibatkan dalam pelaksanaan tugas pengamanan, dalam kondisi siap, sesuai perencanaan yang telah disusun dan telah diujikan.

Kepada segenap personel Satgasud, KSAU berharap dapat melaksanakan tugas secara profesional dan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Sesuai jadwal, pada Minggu (13/11) malam sejumlah Delegasi KTT G20 mulai berdatangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, dan akan mengikuti KTT G20 pada 15-16 November 2022 mendatang.

KTT G20 merupakan sebuah platform multilateral strategis yang menghubungkan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia. Anggota G20 merepresentasikan lebih dari 80 persen perekonomian dunia, 75 persen perdagangan internasional, dan 60 persen populasi dunia.

Turut mendampingi Kasau, para Asisten Kasau, Pangkoopsud II Marsda TNI Widyargo Ikoputra, S.E., M.M., CIQar., Asops Kaskoopsud II, Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai dan sejumlah pejabat TNI AU lainnya.(disp)

Categories
IPTEK Megapolitan Polisi

Kapolri Tegaskan Telah Siapkan Antisipasi Serangan Siber di KTT G20

Koran Jurnal, Bali – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya serangan siber di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Sigit memaparkan, Polri telah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Badan Intelijen Negara (BIN). Dalam hal ini, BSSN menjadi leading sectornya.

“Karena memang yang namanya serangan siber walaupun leading sectornya BSSN selaku penanggungjawab keamanan sistem jaringan namun tetap proses penegakan hukum dan pencarian pelaku tetap harus kita lakukan. Sehingga dari awal sebaiknya kita semua harus siap menghadapi kondisi tiba-tiba ada serangan,” kata Sigit dalam tinjauannya di Posko Satgas Gakkum Mabes Polri di Badung, Bali, Sabtu (12/11/2022).

Menurut Sigit, antisipasi pencegahan serangan siber dilaksanakan di seluruh lokasi event internasional tersebut. Baik lokasi utama maupun pendukung yang terhubung dengan koneksi internet.

Dengan adanya antisipasi di semua lini, Sigit menekankan, Konferensi Tingkat Tinggi G20 dapat berjalan dengan lancar dan aman dari gangguan siber.

“Jadi kita minta itu betul-betul dilakukan, persiapan begitu ada serangan bagaimana recovery yang bisa dilakukan sehingga tidak mengganggu kegiatan utama khususnya terkait dengan pada saat event berlangsung,” ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit meminta kepada seluruh stakeholder untuk terus mematangkan langkah maupun skenario atas segala dinamika yang dapat berkembang sewaktu-waktu.

“Jadi saya minta terus dilakukan peningkatan terhadap skenario-skenario yang mungkin terjadi terkait dengan sistem serangan yang akan mengganggu baik di luar maupun di dalam venue,” ucap Sigit.

Oleh karena itu, Sigit mengungkapkan, BSSN, Polri dan BIN dapat terus melakukan koordinasi serta proses evaluasi untuk pengamanan serangan siber di KTT G20.

“Karena memang ini harus dilakukan evaluasi setiap hari. Sehingga kita yakin mulai dari proses sampai pelaksanaan kegiatan bisa berjalan dengan baik,” tutup Sigit.(hum)

Categories
Uncategorized

Jelang KTT G20, Walhi Bali Komitmen Wujudkan Situasi Kondusif

Koran Jurnal, Bali – Komitmen untuk terus menjaga dan memperhatikan lingkungan hidup di Bali terus disuarakan. Sejumlah organisasi seperti Walhi Bali, ForBali, Frontier Bali dan KEKAL, menyatakan kondisi kelestarian alam di Bali terancam dengan sejumlah proyek pembangunan.

“Kami bagian dari pemerhati lingkungan hidup merasa khawatir dengan kelangsungan dan keutuhan lingkungan hidup di Bali karena adanya program-program pengembangan pembangunan yang memangkas terhadap wilayah lingkungan hidup yang seharusnya dilindungi di wilayah Bali,” kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali I Made Krisna Dinata di kantornya, Minggu (6/11/2022).

Meski begitu, pria yang akrab disapa Bokis ini tetap akan menjaga kondusifitas dalam keseharian khususnya saat menyampaikan pendapatnya.

“Dalam perjuangannya kami akan tetap menyuarakan aspirasi kami atas ketahanan lingkungan hidup dengan tetap memperhatikan situasi yang kondusif,” jelasnya.

Terlebih, dalam waktu dekat ada pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 pada 15-16 November 2022.

“Walhi Provinsi Bali akan ikut menjaga situasi yang kondusif saat pelaksanaan G20 di Nusa Dua Bali,” ucapnya.

Lebih dari itu, pihaknya memastikan bersama seluruh organisasi lainnya tidak akan menggelar aksi apapun saat berlangsungnya forum internasional ini.

“Kami tidak akan membuat repot atau membuat aksi, kami siap bersinergi dengan Kepolisian untuk sukseskan G20,” tandas Bokis.

Di sisi lain, tutur dia, pihaknya juga tak melupakan jiwa sosial untuk saling membantu sesama.

Hal ini diwujudkan ketika Walhi Bali dan organisasi pemerhati lingkungan lainnya memasang spanduk penggalangan bantuan untuk korban bencana alam banjir dan longsor di Bali.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang telah menitipkan sumbangannya untuk disalurkan kepada korban bencana alam banjir dan longsor di Bali, karena itu merupakan kewajiban bagi kita semua untuk membantunya,” paparnya.(**)

Categories
Nasional Polhukam

Presiden Jokowi Ikuti KTT LB G20 secara Virtual, Bahas Penanganan Covid-19

Koran Jurnal, Bogor – Presiden Joko Widodo mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/03/2020). KTT tersebut membahas upaya negara-negara anggota G20 dalam penanganan COVID-19.

KTT Luar Biasa G20 ini digagas Arab Saudi selaku ketua G20 tahun ini. KTT ini diawali dengan sambutan pembukaan dari Raja Salman bin Abdulaziz AL Saud pada pukul 15.00 waktu Arab Saudi atau pukul 19.00 WIB.

20 negara anggota G20, 7 negara undangan, 9 organisasi internasional, dan 2 organisasi regional mengikuti KTT Luar Biasa G20 ini.

Melansir siaran pers Kementerian Luar Negeri, pada pertemuan tersebut Presiden Joko Widodo akan berdiskusi secara virtual dengan para pemimpin negara anggota G20 dan organisasi internasional terkait diantaranya PBB, WHO, Bank Dunia dan IMF.

“Dengan tujuan untuk membahas tidak saja penanganan krisis pandemik, tetapi juga dampak ekonomi dan sosial yang berpengaruh pada global supply-chain,” dikutip dari rilis tersebut.

Para Kepala Negara/Kepala Pemerintahan yang mengikuti KTT Luar Biasa G20 ini adalah Presiden Joko Widodo, Presiden Argentina Alberto Fernández, Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, Presiden Brazil Jair Bolsonaro, PM Kanada Justin Trudeau, Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri India Narendra Modi, PM Italia Giuseppe Conte, PM Jepang Shinzō Abe, Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador, Presiden Rusia Vladimir Putin, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, PM Inggris Boris Johnson, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Uni Eropa Charles Michel.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam mengikuti KTT ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.(DBPers/red)