Categories
Kesehatan Megapolitan

BNPB Pastikan Alur Kepulangan Delegasi G20 di Bandara Ngurah Rai, Aman dari Virus PMK dan Covid-19

Koran Jurnal, Bali – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan peninjauan kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, pada Selasa (15/11), jelang kepulangan para delegasi G20 dan juga wisatawan mancanegara lainnya.

Tinjauan kali ini dimulai dengan melihat fasilitas yang disiapkan pengelola bandara terkait pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) seperti, lokasi penempatan publikasi penanganan penyakit mulut dan kuku, kemudian titik-titik karpet disinfeksi yang akan dilalui oleh penumpang dipastikan telah semprotkan cairan disinfektan sebagai salah satu upaya penerapan biosecurity.

Selanjutnya pengecekan barang bawaan penumpang melalui x-ray yang mampu mendeteksi adanya daging mentah maupun produk olahan daging lainnya, kemudian jika ditemukan akan dilakukan tindakan lebih lanjut. Selanjutnya melakukan peninjauan posko terpadu yang terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan mengatakan, saat ini Bali sedang menjadi sorotan dunia dengan adanya agenda G20, sehingga perlu adanya langkah-langkah yang masif guna penanganan delegasi maupun wisatawan yang keluar dari Bali.

“Bali menjadi barometer nasional dan dunia, terlebih adanya G20 perhatian tertuju kepada Bali. Oleh karena itu jangan sampai kepulangan wisatawan asing menjadi sarana penularan virus PMK dan Covid,” kata Fajar disela-sela diskusi dengan jajaran yang bertugas di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (14/11/2022).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan BNPB sebagai yang ditunjuk menjadi Satgas penanganan Covid-19 serta Satgas penanganan PMK terus melaksanakan pengawasan dan jika terjadi sesuatu akan mengambil tindakan penanganannya.

“BNPB melakukan pengawasan atas surat edaran yang telah dikeluarkan selama ini apakah dijalankan, utamanya selama G20 berlangsung, jika ada kendala diharapkan langsung berkoordinasi untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Raditya Jati selaku Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB mengimbau jelang kepulangan para delegasi agar maskapai penerbangan lebih memperketat pengecekan barang bawaan penumpang.

“Beberapa hari ke depan, harapannya untuk airlines khususnya di counter check in agar memperketat pengecekan, dengan juga menanyakan kepada penumpang apakah membawa daging mentah atau produk olahan daging,” ungkap Radit.

Tinjauan lapangan ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, jajaran pejabat tinggi BNPB, Tenaga Ahli BNPB, jajaran Satgas Covid-19, jajaran Satgas PMK, jajaran BPBD Provinsi Bali, jajaran Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, jajaran Badan Karantina Pertanian Bandara I Gusti Ngurah Rai dan jajaran pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Tingkatkan Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Selama Gelaran G20

Setelah meninjau Bandara I Gusti Ngurah Rai rombongan melanjutkan perjalanan menuju Posko BNPB di kawasan Puja Mandala, Nusa Dua. Guna melakukan pemantauan personil dan peralatan yang disiapkan oleh BNPB beserta lembaga terkait untuk mendukung perhelatan G20.

Saat tiba di posko, Fajar Setyawan menjelaskan, BNPB menerjunkan tim dan posko lapangan dibeberapa titik baik di Pulau Bali, Pulau Lombok dan Pulau Jawa yang menjadi pintu masuk dan keluar menuju Bali.

“BNPB melakukan penguatan dukungan yang menunjang pagelaran G20, terkait protokol kesehatan Covid, penanganan PMK dan tentunya bencana alam,” ucap Fajar.

Menurutnya BNPB akan bersiaga sejak sebelum puncak kegiatan G20 hingga selesai, sebagai bentuk langkah kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi.

“BNPB harus siap siaga di daerah pelaksanaan, nantinya ketika dibutuhkan kita dapat memberikan penanganan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

“Keselamatan adalah prioritas utama baik VVIP, VIP hingga masyarakat. SOP telah dibuat, sehingga ketika terjadi bencana jangan menunggu komando tapi secara otomatis langsung melaksanakan tugasnya masing-masing,” tutur Fajar.

Kemudian, Raditya yang turut mendampingi, berujar, panduan dan rencana kontinjensi yang telah disusun sebelumnya diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kebijakan yang terlibat penanganan bencana di Bali.

“Ancaman gempa bumi sudah dipetakan, sudah dilatih dalam Tabletop Exercise dan Tactical Floor Game, sudah ada rencana kontijensi dari saat terjadi bencana sampai dengan evakuasi,” ujar Radit.

“Panduan yang sudah telah dihasilkan akan menjadi panduan bagi semua yang ada di lapangan ketika terjadi bencana,” pungkasnya.(Pusd)

Categories
Polhukam TNI

KSAL Laksamana Yudo Margono Ajak Warga Bali Sukseskan Event KTT G20

Koran Jurnal, Jakarta – Disela – sela Event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang dihadiri oleh 17 Kepala Negara, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono didampingi Ny. Vero Yudo Margono menyempatkan diri melaksanakan silaturahmi ke warga Bali di Puri Ageng Blahbatuh, Jalan Udayana, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (14/11/2022) kemarin.

Dalam silaturahminya yang diterima langsung oleh Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh Anak Agung Ngurah Alit Kakarsana, Laksamana Yudo yang selalu giat melestarikan budaya nusantara, saat berkunjung mengenakan Udeng dan Selendang khas Bali juga menyerahkan 100 paket sembako kepada abdi dalem dan masyarakat sekitar Puri Ageng Blahbatu.

KSAL menyampaikan ucapan terima kasih atas penyambutan warga Puri Blahbatu, meskipun kunjungan ini bersifat mendadak dikarenakan jadwal yang tidak menentu, selain itu Laksamana Yudo meminta doa restu terhadap penyelenggaraan KTT G20 di Bali semoga diberikan kelancaran selama pelaksanaan kegiatan.

Sebagai salah seorang tokoh yang menjadi warga kehormatan Puri Ageng Blahbatuh pada pertengahan tahun 2022, Laksamana Yudo menerima penghargaan sebagai Ksatria Padma Nusantara dari Ida Pedanda Gede Putra Kekeran melalui tradisi  prosesi pemercikan tirta air suci dan pembacaan doa. Oleh karena itu, kepedulian Laksamana Yudo  dengan warga Puri Ageng Blahbatu merupakan bentuk kedekatan yang tidak terpisahkan, dengan harapan KSAL sebagai tokoh militer mampu menjaga kelestarian budaya dan keamanan laut di Nusantara.

Atas nama keluarga besar Puri Ageng Blahbatuh dan seluruh masyarakat di Bali, dan puri-puri se-Bali ikut serta mendoakan agar Laksamana Yudo dapat menjalankan tugas dengan baik. Sebagai tokoh Ksatria Padma Nusantara, tugas yang dijalankan sesuai dengan Lima Pilar Utama, di antaranya Membangun kembali budaya maritim Indonesia, Menjaga dan mengelola Sumber Daya Laut, Pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritime, Diplomasi maritime, dan Membangun kekuatan pertahanan maritim.

Turut mendampingi dalam kegiatan baksos tersebut, Koorsahli Kasal Lakda TNI I.N.G Sudihartawan, Asintel Kasal Laksda TNI Dr. Angkasa Dipua, Asops Kasal Laksda TNI Dadi Hartanto, Danlantamal V Surabaya Laksma TNI Supardi, serta Pengurus Pusat Jalasenastri.(disp)

Categories
Daerah

Masyarakat Adat Desa Ungasan Bali Dukung GPDRR dan KTT G20

Koran Jurnal, Bali – Masyarakat Desa Ungasan dan elemen masyarakat Bali menyatakan dukungannya terhadap Polri dalam menjalankan tugasnya. Yaitu menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Karena, hal ini dianggap merupakan tanggung jawab yang harus dikawal bersama-sama, bukan hanya satu pihak saja.

“Kami mendukung Polri dalam menjalankan tugasnya menjaga kamtibmas khususnya menjelang penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 di Nusa Dua Bali, masyarakat Adat Ungasan dan elemen masyarakat  Bali mendukung Polri menjaga kamtibmas,” ujar Bendesa Ungasan Bali, Diesel Astawa, Minggu (22/5/2022).

“Terlebih event tersebut bertujuan untuk meningkatkan upaya melalui komunikasi dan koordinasi antara para pemangku kepentingan dalam pengurangan risiko kebencanaan global,” kata dia.

Kamtibmas yang senantiasa terjaga menjelang dan pada saat rangkaian kegiatan GPDRR, akan menambah tingkat kepercayaan negara dunia terhadap Indonesia. Sehingga Indonesia dipandang sebagai negara dengan tingkat keamanan yang baik.

“Kondisi tersebut, akan mampu meningkatkan perekonomian nasional pada umumnya dan Bali khususnya dari sektor pariwisata,” tuturnya.

Kendati saat ini berbagai permasalahan di Bali masih terjadi seperti proyek tol Gilimanuk-Mengwi dan pembangunan LNG di tempat yang dianggap masyarakat tidak sesuai, namun masyarakat adat Bali tetap mendukung penyelenggaraan GPDRR. Ini demi kepentingan bersama dalam mengurangi resiko dampak bencana alam dan kerusakan lingkungan.

Masyarakat Adat Dukung G20

Pada Minggu 22 Mei 2022, perwakilan Baintelkam Polri menyerahkan bantuan paket sembako kepada tokoh masyarakat dan elemen masyarakat Desa Adat Sidakarya dan Desa Ungasan. Dalam kesempatan itu, masyarakat tokoh dan masyarakat menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Konferensi G20 di Bali.

Adapun penyerahan bantuan dihadiri oleh tim dari Baintelkam Polri yakni AKBP Agus Sri Wahyuni, Kelian Desa Adat Ungasan I Wayan Diesel Astawa, prajuru desa, Pecalang, petugas Linmas dan undangan lain yang jumlahnya sekitar 200 orang.

Kelian Desa Adat Ungasan I Wayan Diesel Astawa, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada tim dari Baintelkam Polri yang memberikan arahan kepada masyarakat desa setempat untuk mendukung penyelenggaraan GPDRR dan Presidensi G20.

“Karena Bali sebagai tuan rumah merupakan sebuah kepercayaan Bapak Presiden RI dan dunia. Selama dua tahun ini masyarakat Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata mengalami fase yang sangat sulit. Semoga dengan penyelenggaraan GPDRR dan Presidensi G20 ini, dampaknya memberikan hal yang positif untuk menumbuhkembangkan kembali dunia pariwisata,” ujarnya.

Sementara menurut AKBP Agus Sri Wahyuni, kegiatan yang mereka laksanakan merupakan bentuk sinergisitas jajaran Mabes Polri bersama dengan elemen masyarakat dan tokoh masyarakat desa adat.

“Sebagai implementasi program Polri untuk jaga kamtibmas dan mensukseskan penyelenggaraan GPDRR dan Presidensi G-20 di wilayah Provinsi Bali,” kata dia.

“Hal ini dilakukan untuk membangkitkan dunia pariwisata yang sebelumnya terpuruk akibat pandemi Covid-19. Berbagai event internasional dan nasional telah dilaksanakan di wilayah Bali, tentunya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pariwisata setempat khususnya di Bali pada umumnya,” sambung AKBP Agus Sri Wahyuni.

Selain paket sembako, pemberian bantuan baju adat dilakukan dalam kesempatan itu. Serta penyerahan tali asih berupa alat pengeras suara/TOA, sembako, pakaian untuk para pemangku, pemalang, petugas Linmas dan perwakilan warga masyarakat desa.(*)

Categories
Daerah Kesehatan

Kementan Targetkan Bali Bebas dari Rabies dan Jembrana

Koran Jurnal, Denpasar – Bali merupakan salah satu provinsi yang menjadi tujuan destinasi wisata yang menarik baik bagi wisatawan asing maupun domestik. Untuk itu, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sangat konsen mendukung upaya Provinsi Bali untuk menjaga status kesehatan hewan di wilayah tersebut, agar wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali merasa aman dan nyaman. Hal tersebut disampaikan oleh I Ketut Diarmita saat kunjungan kerjanya ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, Jum’at (21/12/2018) kemarin.

“Pembebasan penyakit Rabies dan Penyakit Jembrana di Pulau Bali ini menjadi target dan prioritas utama kami”, kata I Ketut Diarmita. I Ketut berpendapat, jika Pulau Bali merupakan pulau yang kecil, sehingga Ia yakin dengan tekatnya yang kuat, impian Bali bebas Rabies akan dapat terwujud”, ucapnya. Untuk itu, Ia minta ke BBVet Denpasar membuat target kinerja dengan pembiayaan yang terstruktur pada tahun 2019. Ia juga sebutkan, jika Bali bebas dari Rabies, maka akan meningkatkan keamanan bagi wisatawan yang datang ke Bali.

Selain itu, I Ketut juga menekankan bahwa Pulau Bali merupakan sumber plasma nutfah, yakni sapi Bali. Untuk itu, Ia berharap pembebasan Pulau Bali dari penyakit jembrana pada sapi Bali dapat segera terwujud agar peternak dapat menjual sapi Bali ke seluruh peternak Indonesia.

“Ini tentunya akan menjadi sumber peningkatan pendapatan untuk masyarakat Bali”, ucap I Ketut. Untuk itu, Ia berharap ada investor yang tertarik mau membranding sapi Bali agar mampu bersaing dengan sapi impor. Apalagi di Bali juga sudah ada fasilitas Rumah Potong Hewan bertaraf internasional yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi daging sapi atau yang dikenal dengan Bali Beef, sehingga ada nilai tambah bagi peternak.

“Kita berharap, peternak tidak hanya menjual dalam bentuk sapi hidup, tapi dalam bentuk daging sapi, ini akan berdampak dalam peningkatan tenaga kerja di Bali”, ungkapnya.

Untuk mencapai target tersebut, Dirjen PKH I Ketut Diarmita menginstruksikan kepada BBVet Denpasar terus meningkatkan pelayanan kerjanya kepada masyarakat, khususnya dalam pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan di wilayah kerjanya.

“Saya memberikan apresiasi atas prestasi Balai Besar Veteriner Denpasar, namun saya juga terus mendorong untuk terus bekerja keras membebaskan penyakit Rabies dan Jembrana dari Pulau Bali”, kata I Ketut Diarmita. “Jika ini berhasil, maka ini menjadi capaian luar biasa yang membanggakan bagi kita semua,” ujarnya.

Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar merupakan salah satu UPT (Unit Pelaksana Teknis) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah berhasil meraih penghargaan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menpan RB, Syafruddin kepada Kepala BBVet Denpasar I Masa Tenaya di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, pada Senin (10/12).

Untuk itu, dalam upaya mengakselerasi pencapaian prestasi tersebut, Kepala Balai Besar Veteriner, I Wayan Masa Tenaya terus menerus berupaya untuk meningkatkan inovasi dalam memberikan pelayanan publik. Ia jelaskan bahwa BBVet Denpasar secara tugas dan fungsinya yaitu memberikan pelayanan publik yang diberikan yakni diagnosa penyakit hewan, pengawasan (surveilans), monitoring, investigasi dan pelayanan jasa pengujian laboratorium.

“’Wilayah pelayanan BBVet Denpasar meliputi Bali, NTB dan NTT dan sebagai laboratorium rujukan nasional penyakit ngorok (SE) dan Jembrana pada sapi,” terangnya.

Ia menyadari bahwa kinerja UPTnya secara langsung berdampak terhadap keamanan pariwisata di Bali, terutama terkait dengan status kesehatan hewan di wilayah tersebut. Saat ini BBVet telah berhasil membebaskan penyakit Brucellosis dan Rabies di NTB, serta Brucellosis di NTT dan pengendalian penyakit Avian Influenza.

Untuk penyakit Jembrana, Ia katakan bahwa lebih dari 5 tahun ini tidak ditemui kasus di Bali. Ia sebutkan, jika UPTnya telah memeriksa 55 ribu sample pada tahun ini dalam pembebasan penyakit Jembrana. Dari 55 ribu sample tersebut hanya 13 yang positif PCR.

“Ini sangat kecil sekali angkanya, dan telah kita culling, artinya penyakit Jembrana ini sudah tidak ada masalah secara klinis, kita akan melangkah pada tahap selanjutnya untuk mendapatkan pengakuan dari lembaga internasional,” ungkap Masa Tenaya.

“Untuk pembebasan penyakit Rabies dan Jembrana di Bali, kami sudah bertekat untuk berjuang dan terus bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi dalam mewujudkannya,” pungkasnya.(ton/Hum)

Categories
Ekonomi Ragam

Kementan Bersama Praktisi Kesehatan Sosialisasikan Pangan Lokal di Pura Besakih Bali

Koranjurnal.co.id, Bali – Kementerian Pertanian (Kementan) dengan menggandeng praktisi kesehatan semakin gencar mensosialisasikan kecintaan terhadap pangan lokal. Pura Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun manca negara menjadi tempat sosialisasi keunggulan pangan lokal terhadap stamina tubuh, Minggu (07/10/2018).

Kegiatan ini dihadiri Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, praktisi kesehatan, dr. Hanson, Jajaran SKPD Kabupaten Karangasem, Dinas Pertanian Provinsi Bali, Asosiasi dan Pengelola Usaha Wisata, Tour Guide, Pelaku Usaha Pangan Lokal, Tokoh Adat dan Petani.

Praktisi kesehatan, dr. Hanson menjelaskan bahwa pangan lokal seperti kopi, kedelai, kentang dan lainnya dapat meningkatkan dan mengembalikan stamina tubuh seperti stamina nenek moyang yang amat hebat dan menampilkan inner beauty.

Sebenarnya makanan dan minuman apa yang baik bagi kita? Tubuh kitalah yang paling tahu. Praktisi kesehatan, dr. Hanson mengungkapkan dalam konteks kesehatan holistik, semua hal baik bagi tubuh adalah semua hal yang bermanfaat membantu tubuh membangkitkan kembali potensi tubuh sesuai fitrah manusia. Jadi bukan hanya untuk sehat, tapi juga untuk meningkatkan potensi dalam bekerja bahkan penampilan.

“Semua hal termasuk makanan, minuman, harus tepat penggunaannya. Makanan dan minuman baik sesungguhnya yang ideal dibutuhkan tubuh saat itu. Bukan hanya kualitas dan jenisnya, tapi juga jumlah (red.kuantitas) harus pas. Harus tepat,” ungkapnya.

Menurutnya, tubuh manusia memiliki kecerdasan alami atau body intelligence untuk tahu apa yang baik bagi tubuh dengan tepat. Body Intelligence dan nutrisi saling berhubungan. Makanan dan minuman yang baik meningkatkan potensi tubuh hingga mampu membangkitkan kembali body intelligence untuk optimalnya potensi tubuh dan otak.

“Saat body intelligence tubuh aktif kembali tubuh jadi punya kemampuan untuk mengembalikan stamina dalam hitungan detik, sehingga hasil yang didapat adalah tidak capai dan itu adalah tanda awal dari pulihnya seluruh potensi sejati diri,” ujar dr. Hanson.

Lebih lanjut dijelaskan, body intelligence yang optimal akan membantu manusia memilih hanya makanan dan minuman yang baik, yang nyaman bagi tubuh. Saat manusia makan atau minum yang tidak baik bagi tubuh, manusia menjadi tidak koheren.

“Dan kalau makan sesuai kebutuhan tubuh yang dapat diketahui melalui body intelligence, tubuh akan koheren,” jelasnya.

Makan dan Minum Sesuai Prinsip Body Intelligence

Prinsipnya makan dan minum bertujuan untuk perkuat organ vital, minimal tidak melemahkan. Pertama, Biogenik, bermanfaat meningkatkan potensi tubuh. Kedua, Biostatik, manfaatnya tidak melemahkan tubuh. Ketiga Biosidik bermanfaat melemahkan, jangan makan atau minum.

“Jadi sebaiknya carilah makanan dan minuman yang biogenik, minimal biostatik. Kalau tubuh sudah kuat, kita bisa lebih bebas memilih makanan karena  organ-organ kita akan cukup kuat menahan dampak makanan minuman yang buruk dan mampu optimal dalam membuang racun,” beber dr. Hanson.

Menurut dr. Hanson, beberapa makanan minuman yang perlu dicoba yakni pangan lokal berupa kopi dan kedelai unggul dan telah diproses khusus yang diperkenalkan Kementan melalui program Viva Republik Indonesia. Ternyata saat dites dengan prinsip body intelligence, bukan hanya mampu menguatkan hasil tes banyak organ utama, bahkan seperti ginseng tua kualitas bagus, ternyata keduanya tidak melemahkan hasil tes organ vital apapun.

“Uji kinesiologi tentang kehebatan pangan lokal ini juga dapat dijadikan salah satu atraksi daya tarik wisatawan asing di wilayah Pura Besakih dan Pura Lempuyang di Karangasem. Para wisatawan dikenalkan dengan mencicipi pangan lokal dan dilatih teknik yang sesuai prinsip Body Intelligence, ternyata saat dites mengalami lonjakan stamina yang signifikan dalam waktu singkat. Mereka langsung mampu naik turun tangga dengan semakin terasa ringan, kaki tidak pegal, ada dorongan dan tidak lelah. Bahkan malam harinya saat tidur pulas dan bangun tidur terasa enteng, enak di badan,” jelasnya.

“Tidak hanya kopi dan kedelai saja, ternyata beragam tanaman pangan, buah, sayur, kentang, cabai, serta hasil perkebunan yang tumbuh di Indonesia memiliki kualitas unik sehingga mampu bersaing dibanding negara lain. Secara tidak langsung, ternyata ada korelasi antara kualitas tanaman dengan budaya masyarakat sekitar,” tambahnya.

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi mengatakan program konsumsi pangan lokal dan cintai produk petani ini dipastikan lebih banyak menjangkau banyak kalangan. Program ini konkrit, bisa langsung ditunjukkan perubahan stamina sebelum dan sesudah mengonsumsi.

“Manfaatnya sangat luas baik pada sisi sistem produksi, intermediat dan sisi konsumsi. Kesadaran hidup sehat meningkat. Melalui turis, nantinya Dunia akan mengetahui keunggulan pangan lokal kita sebagai warisan budaya nenek moyang,” ujarnya

Peserta dari Sub Terminal Agribisnis Desa Besakih, Karangasem, I Gusti Ngurah Alit, mengatakan bertahun-tahun menggeluti pertanian, baru kali ini mengatahui manfaat pangan lokal terhadap stamina tubuh.

“saya baru kali ini tahu dan kagum pada pangan lokal, tadinya tidak percaya, kok bisa ya, aneh ya, tapi setelah dipraktekkan, ini sungguh luar biasa, sungguh hebat, pasti wisatawan sangat tertarik, saya mau minta benihnya dari Kementan,” ucapnya.

Sementara itu I Wayan Supandi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem mengatakan program pangan lokal ini akan ditindaklanjuti melalui dukungan program produksi pangan lokal. Pasalnya, ini merupakan terobosan baru untuk meningkatkan kualitas dan kecintaan masyarakat terhadap pangan lokal.

“Tadi semua peserta penasaran, heboh, kaget, ternyata pangan kita hebat, dipraktekkan berjalan keliling Pura Besakih enteng dan bertenaga. Kami tindaklanjuti karena manfaatnya luar biasa, pangan lokal menjadi diminati, wisatawan akan banyak datang, butuh sehat mencari pangan kita, produk petani menjadi laku, ekonomi lokal tumbuh, ujar Supandi.

Pelatihan yang dilakukan dengan teknik sesuai prinsip Body Intelligence diterapkan terhadap peserta yang hadir di Pura Besakih, Karangasem. Didemokan dr. Hanson, dengan teknik khusus untuk bertanya pada tubuh, tubuh ternyata mampu memilih pangan lokal sebagai makanan yang cocok dan baik melalui respon otot.(ton/Hum)