Categories
Ekonomi Kesehatan

Kementan Luncurkan Antivirus Corona Berbahan Eucalyptus

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melaunching inovasi antivirus berbasis eucalyptus di ruang utama Agriculture War Room (AWR), Jakarta, Jum’at (08/05/2020). Produk inovasi ini merupakan hasil uji lab para peneliti pertanian yang dinilai mampu menangkal penyebaran virus.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang didampingi Kepala Balitbangtan Fajry Jufri dan Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono mengatakan, bahwa terobosan ini memiliki hasil pengujian eucalyptus terhadap virus influenza, virus Beta dan gamma corona yang menunjukkan kemampuan membunuh virus sebesar 80-100 persen.

“Bahkan Balitbangtan membuat beberapa prototipe eucalyptus dengan nano teknologi dalam bentuk inhaler, roll on, salep, balsem, dan defuser. Kami akan terus kembangkan dengan target utamanya korban terpapar virus covid 19,” kata Mentan.

Sebagai informasi, saat ini ada sekitar 700 jenis eucalyptus di dunia dengan kandungan bahan aktif yang beragam. Namun bahan aktif utamanya terdapat pada cineol-1,8 yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus.

“Insyaallah ini akan berhasil. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk takut terhadap virus ini, tetapi kita juga harus terus waspada. Saya berharap inovasi ini bisa cepat dibagikan kepada masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balitbang Fajry Jufri menjelaskan bahwa penelitian ini sebenarnya adalah hasil identifikasi melalui beberapa tanaman herbal dari jamu-jamuan seperti temulawak, jahe, jambu biji, dan minyak Atsiri.

Kemudian setelah dilakukan uji efektivitas bahan aktif yang terkandung didalamnya, maka langkah selanjutnya adalah membawa hasil penelitian ke laboratorium. Baru setelahnya inovasi ini bisa dikatakan sebagai produk kekebalan tubuh dan tahan terhadap paparan virus.

“Kami sudah mencobanya kepada yang terpapar virus covid-19 dan hasilnya sangat baik. Namun untuk itu kita masih harus menunggu dari pihak terkait untuk dapat didistribusikan,” katanya.

Di samping itu, manfaat dari eucalyptus ini adalah melegakan saluran pernapasan, kemudian menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut.

“Dalam waktu dekat kita akan kembangkan secara luas sesuai arahan dan Presiden dan Menteri Pertanian,” tutupnya.(hum/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tegaskan Mudik Dilarang dan Tidak Ada Kelonggaran

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang mengatur kebijakan mengenai larangan aktivitas mudik.

Melalui surat itu, Gugus Tugas sekaligus menunjukkan ketegasan pemerintah terkait upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan tidak ada kelonggaran dalam peraturan yang telah ditetapkan tersebut terkait mudik.

“Beberapa waktu terakhir, kami mendapatkan kesan seolah-olah masyarakat boleh mudik dengan syarat tertentu atau adanya kelonggaran. Saya Tegaskan. Tidak ada perubahan peraturan tentang mudik. Artinya Mudik Dilarang. Titik! Saya tegaskan sekali lagi. Mudik dilarang, Titik!,” tegas Doni dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (06/05/2020).

Adapun latar belakang dalam pelaksanaan larangan mudik tersebut mengingat bahwa Presiden RI Joko Widodo sebelumnya telah mengeluarkan maklumat tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang di dalamnya mengatur pelarangan mudik, serta pengendalian transportasi selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah, dalam rangka pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Selain itu yang menjadi dasar penerbitan Surat Edaran tersebut juga mengingat adanya beberapa persoalan yang tidak diinginkan meliputi terhambatnya pelayanan percepatan penanganan COVID-19 dan juga pelayanan kesehatan, seperti halnya adanya pengiriman alat kesehatan yang sulit menjangkau seluruh wilayah. Terbatasnya mobilitas tenaga medis dan pengiriman spesimen dari pemeriksaan masyarakat melalui metode swab test Polymerase Chain Reaction (PCR).

Kemudian adanya keterbatasan transportasi pengiriman personel untuk mendukung Gugus Tugas Daerah. Persoalan pemulangan atau repatriasi ABK dan pekerja migran ke tanah air, dan terhambatnya pelayanan pertahanan, keamanan dan ketertiban umum.

“Seperti seorang pejabat TNI tidak diperkenankan istrinya ikut ke lokasi penugasan. Tentunya kehadiran istri penting karena menyangkut serah terima jabatan di lingkunan TNI, ini pun juga terganggu,” jelas Doni.

Selain itu, beberapa pelayanan kebutuhan dasar juga mengalami hambatan seperti rantai pasokan makanan terutama hasil pertanian, peternakan juga perikanan.

Pemerintah juga tidak ingin kemudian mobilitas pekerja harian lepas seperti petani dan peternak juga terhambat. Kebutuhan dasar masyarakat harus dapat terpenuhi dengan mudah sehingga masyarakat juga terjamin dalam pemenuhan gizi untuk menjaga imunitas tubuh.
“Hal ini tentunya tidak kita harapkan. Kita ingin seluruh kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan mudah. Demikian juga, masyarakat harus dijamin kebutuhan untuk mendapatkan gizi yang berkualitas dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh, agar bisa lekas sembuh dari COVID-19, termasuk juga bisa menghindari, supaya tidak terpapar Covid-19,” ujar Doni.

Lebih lanjut, pelayanan fungsi ekonomi penting, seperti halnya bahan dasar APD, yang perlu didatangkan dari luar negeri. Kemudian, reagen untuk PCR Test. Kemudian juga, masker N95, serta alat-alat kesehatan lainnya, seperti halnya mesin PCR.

Dalam hal ini, Gugus Tugas memberikan pengecualian untuk bisa melakukan kegiatan yang berhubungan dengan penanganan Covid-19 di antaranya; Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, Pegawai BUMN, Lembaga Usaha, NGO yang semuanya berhubungan dengan oenanganan Covid-19. Termasuk bagi masyarakat yang mengalami musibah dan kemalangan serta repatriasi WNI yang kembali ke tanah air.

“Siapa yang dikecualikan? Antara lain aparatur sipil negara, TNI/Polri, pegawai BUMN, lembaga usaha, dan lembaga swadaya masyarakat yang berhubungan dengan percepatan penanganan Covid-19. Selain itu, pengecualian kepada masyarat yang mengalami musibah dan kemalangan seperti meninggal dunia dan sakit keras,” tutur Doni.

Ada pun sejumlah syarat yang harus dipenuhi kepada mereka yang dikecualikan dari larangan bepergian adalah memiliki izin dari atasan minimal setara eselon II atau kepala kantor.

Bagi wirausaha yang usahanya berkaitan dengan percepatan penanganan Covid-19 tetapi tidak memiliki instansi, maka harus ada surat pernyataan di atas materai yang diketahui kepala desa atau lurah.

Selain itu, mereka juga harus memiliki surat keterangan sehat baik untuk pergi maupun pulang yang diperoleh dari dokter rumah sakit, puskesmas, atau klinik setelah menjalani rangkaian pemeriksaan termasuk tes cepat dan tes usap tenggorokan.

“Kegiatan yang dilakukan harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, meliputi menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, dan tidak menyentuh bagian wajah,” pungkasnya.(pus/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Jubir Pemerintah: Virus Covid-19 Sudah Mulai Dapat Dikendalikan

Koran Jurnal, Jakarta – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan COVID-19 sudah mulai bisa dikendalikan, yang mana kuncinya adalah kepatuhan dan kedisiplian masyarakat dalam menjalankan pembatasan dan protokol kesehatan.

“Kita bersama-sama harus bisa menjalankan ini, kalau kita menginginkan pada bulan Juni pada bulan Juli kasus ini bisa kita dikendalikan. Kasus ini sudah mulai bisa kita kendalikan dan kehidupan kita sudah mulai menjadi lebih baik lagi. Pembatasan-pembatasan sudah mulai dikurangi. Komitmennya ada di kita,” kata Yuri dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (05/05/2020).

Yurianto mengatakan kunci keberhasilan mengendalikan COVID-19 adalah komitmen seluruh elemen bangsa untuk disiplin dan patuh pada kebijakan penanganan yang dilakukan pemerintah.

Dalam hal ini, pengendalian COVID-19 tidak akan bisa dilakukan bila yang berkomitmen hanya sebagian atau sekelompok orang saja.

“Kita berharap bahwa di bulan Agustus kita bisa menjalankan kehidupan menjadi lebih baik lagi. Sudah bisa menjadi kondisi normal yang baru, dalam artian, bahwa kita sudah memiliki kehidupan yang berdisiplin. Disiplin untuk mencuci tangan, misalnya, disiplin untuk mengikuti pola hidup bersih dan sehat,” tuturnya.

Dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, Yurianto mengatakan kita bisa menyelamatkan diri, keluarga, tetangga, lingkungan, dan bangsa Indonesia.

“Kita yakin bisa. Kuncinya adalah kita harus bersama dan bergotong royong,” ujarnya.

Sebagai informasi, data akumulasi yang dihimpun per Selasa pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan pasien sembuh dari COVID-19 sebanyak 243 orang sehingga total menjadi 2.197 orang, meninggal bertambah delapan orang menjadi 972, dan konfimasi positif COVID-19 bertambah 484 orang menjadi 12.071 orang.(pus/red)

Categories
Ekonomi Kesehatan

Kementan Tebar ATM Beras di 10 Titik Jabodetabek Bagi Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka menjaga stabilitas pangan selama Pandemi COVID-19, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian bekerja sama dengan TNI dan mitra lainnya telah mengoperasikan ATM Beras yang ditujukan bagi masyarakat tidak mampu dan terdampak Covid-19 di 10 lokasi di Jabodetabek.

Adapun sepuluh titik ATM Beras yang dioperasikan tersebut berada di masing-masing di Kantor Komando Distrik Militer (Kodim) di wilayah Jabodetabek, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Tangerang, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

“Untuk sampai saat ini kami masih membatasi di 10 Kodim di wilayah Jabodetabek,” ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Gatut Sumbogodjati dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Selasa (05/05/2020).

Gatut menuturkan, alasan penggunaan metode ATM Beras tak lain adalah agar masyarakat lebih memahami makna dari physical distancing sehingga mereka dapat menerapkan jaga jarak aman sebagai bagian dari protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah penularan virus SARS_CoV-2 penyebab COVID-19.

“Kenapa melalui ATM? Karena, ini juga bermaksud untuk melakukan pendidikan kepada masyarakat, agar masyarakat memahami physical distancing,” ujar Gatut menjelaskan.

Lebih lanjut, Gatut mengatakan bahwa program ini telah berjalan sejak hari pertama bulan suci Ramadan, yakni Jumat (24/4) lalu hingga hari ini dengan target 1,5 kilogram per KK dan batas maksimal penerimaan setiap harinya hingga 1.000 KK. Kementan sendiri telah menyiapkan stok beras hingga 155 ton untuk ATM Beras tersebut.

Secara teknis, masyarakat yang telah terdaftar akan mendapatkan kartu ATM dari Bank BNI untuk kemudian dapat digunakan untuk mengambil beras melalui mesin ATM Beras yang berada di Kantor Kodim di 10 wilayah Jabodetabek yang telah disebutkan tadi.(hum/red)

Categories
Kesehatan

Kemenristek Uji Klinis Jahe Merah, Jambu Biji dan Minyak Kelapa Hingga Pil Kina untuk Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Menristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan uji klinis terhadap jahe merah, jambu biji dan minyak kelapa murni yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan tubuh dari paparan Covid-19.

“Kita sudah melakukan baik sistematic review, kemudian studi bioinformatika dan saat ini sedang melakukan uji klinis, terutama di Rumah Sakit Wisma Atlet, terutama untuk bahan-bahan seperti jahe merah, jambu biji dan kemudian juga virgin coconut oil,” kata Menristek Bambang P. S. Brodjonegoro dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (03/05/2020).

Ia mengatakan kementeriannya berharap mereka dapat mendayagunakan suplemen yang sudah ada yang mengandung bahan-bahan tersebut sehingga diharapkan cocok untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga dapat mengatasi penyakit Covid-19.

“Paling tidak (dapat) meningkatkan daya tahan terhadap Covid-19 ataupun kemudian menghasilkan suplemen baru yang diharapkan bisa menumbuhkan daya tahan tubuh terhadap Covid-19,” katanya.

Sementara itu, untuk obat yang diharapkan dapat mengatasi penyakit COVID-19, Menristek mengatakan kementeriannya sedang melakukan uji klinis terhadap berbagai macam obat yang direkomendasikan dari luar negeri, baik avigan, chloroquine dan tamiflu, selain juga obat pil kina yang sedang dikembangkan di Indonesia.

“Pil kina (ini) sedang kita uji sebagai salah satu alternatif obat yang barangkali bisa meringankan beban penderita Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, Kemenristek juga sedang melakukan riset terhadap convalescent plasma sebagai terapi untuk pasien COVID-19.

“Di mana plasma dari pasien yang sudah sembuh itu kemudian dicoba diberikan sebagai terapi untuk pasien Covid-19 yang sedang dalam kondisi berat,” katanya.

Penelitian yang sudah mulai dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto terhadap convalescent plasma tersebut, kata Bambang, menunjukkan hasil yang cukup melegakan, meski masih memerlukan riset dalam skala besar.

Oleh karena itu, Kemenristek/BRIN bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan riset yang lebih besar dan akan melibatkan banyak rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya di Jakarta, untuk mengembangkan convalescent plasma.

“Misalkan di Malang, di Yogyakarta, Surabaya, Solo maupun tempat-tempat lainnya,” kata Menristek.

Ia berharap convalescent plasma tersebut dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kesembuhan penderita COVID-19.

Selain convalescent plasma, Kemenristek juga sedang mengembangkan serum anti-Covid-19.

“Kita mencoba membuat serum anti-Covid-19 yang merupakan kerja sama antara Biofarma, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan IPB (Institut Pertanian Bogor), yang kita harapkan nantinya juga bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan kesembuhan dari COVID-19,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Kesehatan Nasional TNI

Gugus Tugas Covid-19 Sudah Distribusikan 1.492.150 APD

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mendistribusikan sebanyak 1.492.150 alat pelindung diri untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Yang masih ada di gudang sampai dengan hari ini 334.600 alat pelindung diri,” kata Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Marsekal Pertama TNI Jorry S Koloay dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (30/04/2020).

Alat material kesehatan lain yang juga sudah disalurkan adalah kacamata pelindung google sebanyak 3.000 buah, masker bedah 774 ribu, peralatan rapid test 285 ribu, dan sarung tangan medis 304 ribu.

Jorry mengatakan alat material kesehatan tersebut didistribusikan ke sejumlah provinsi, yaitu DKI Jakarta (238.050 buah), Jawa Barat (124.000 buah), Jawa Tengah (80.700 buah), Jawa Timur (102.600 buah), DI Yogyakarta (30.700 buah), Bali (42.400 buah), dan Banten (65.100 buah).

“Sudah direncanakan distribusi ke beberapa provinsi. Khusus untuk hari ini akan didistribusikan ke 29 daerah dengan mengerahkan pesawat TNI Angkatan Udara,” tuturnya.

Untuk memastikan penyaluran alat material kesehatan tersebut tepat sasaran, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah menerbitkan Prosedur Tetap dan Panduan Distribusi Alat Material Kesehatan.

“Protap distribusi yang terintegrasi tersebut memudahkan proses tracking pada daerah penyaluran,” jelas Jorry.

Prosedur Tetap tersebut bertujuan untuk menciptakan kesatuan data yang valid, terintegrasi, dan cepat dalam penyusunan laporan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Di dalam protap sudah terurai jelas apa saja yang harus dilakukan. Saat ini sistem sudah berjalan baik. Negara menjamin ketersediaan logistik alat material kesehatan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Kesehatan TNI

TNI Angkatan Darat Terima Bantuan 30 Ribu APD dari MNC Peduli

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan bahwa bantuan 30.000 Alat Pelindung Diri (APD) dari MNC Peduli akan didistribusikan secara bertahap ke seluruh Rumah Sakit jajaran TNI AD.

Hal itu disampaikan Kadispenad Kolonel Inf Nefra Firdaus, S.E.,M.M dalam rilisnya, Jakarta, Rabu (29/04/2020)

Diungkapkan Kadispenad, penerimaan secara simbolis bantuan APD baju Hazmat tersebut dilakukan pada kegiatan audiensi Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo dengan Kasad di ruang tamu Kasad.

Usai menerima bantuan secara simbolis, Kasad menegaskan bahwa pemberian bantuan APD tersebut akan dilakukan secara bertahap dan dengan diterimanya bantuan tersebut, TNI AD siap untuk mendistribusikannya.

“Kami memiliki 68 rumah sakit, kami berterimakasih atas bantuan dari Bapak Hary dan MNC Group. Bantuan dari Bapak ini akan kami siapkan distribusinya. Kami sangat memerlukan APD termasuk masker terutama masker N95 untuk tenaga medis yang saat ini juga susah didapatkan,” ungkapnya.

Selain itu, Andika juga mengungkapkan bahwa kebutuhan APD setiap harinya sangat tinggi bagi tenaga medis dihadapkan pada situasi saat ini.

“APD penggunaannya hitungan per hari, untuk Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto sendiri, mereka bisa menghabiskan hampir 500 APD per harinya. Gambaran yang serupa juga bisa terjadi di rumah sakit-rumah sakit lainnya. Bantuan-bantuan dari pak Hary dan dari semua pihak sangat membantu,” tegas KSAD.

Andika juga menambahkan bahwa bantuan kali ini adalah fokus kepada tenaga medis TNI AD dimana APD merupakan kelengkapan mereka dalam melaksanakan tugas, selain itu juga meningkatkan imunitas mereka.

Sementara itu, diakhir pertemuan, Kasad juga berpesan kepada seluruh warga masyarakat agar terus bersama-sama untuk membatasi dan memutus mata rantai penyebaran virus.

“Saya bisa memahami betapa di bulan Ramadhan ini keprihatinan memang bertambah, Situasi pembatasan sosial ini yang masih akan menyulitkan banyak pihak,” ujar Andika

“Tetapi saya yakin kalau kita semua disiplin, kita sama-sama untuk menjaga, penyebaran virus Covid-19 ini akan bisa kita batasi dan mudah-mudahan akan cepat berakhir,” harapnya sambil menutup pembicaraan.

Pada kesempatan tersebut, Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada para tenaga medis termasuk tenaga medis TNI AD yang telah berjuang dalam melawan pandemi secara global ini.

“Saya dan tentunya masyarakat Indonesia sangat berterima kasih dengan semua upaya medis untuk merawat pasien-pasien Covid-19, sangat luar biasa pengorbanan dan kerelaanya, kami sangat simpati, terus berjuang, kami sangat mendukung,” ujar Hary.

Selain Kadispenad, turut mendampingi Kasad dalam audiensi tersebut, Wakasad Mayjen TNI Moch Fachrudin,S.Sos, Koorsahli dan Aster Kasad, Kapuskesad serta Dandenma Mabesad. (Disp/red)

Categories
Kesehatan

Sebanyak 10 Ribu Tempat Tidur Disiapkan untuk 1000 RS Khusus Pasien Covid 19 di Seluruh Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia telah menyiapkan sebanyak 10 ribu tempat tidur di 1000 rumah sakit (RS) khusus untuk menangani pasien COVID-19 di seluruh Indonesia, sekaligus dalam rangka peningkatan kapasitas dan kualitas fasilitas kesehatan.

“Sudah lebih dari 1.000 rumah sakit telah merawat pasien COVID-19, baik yang statusnya terkonfirmasi posiitf maupun yang masih PDP (Pasien Dalam Pengawasan),” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto melalui keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (27/04/2020).

Lebih dari 1.000 rumah sakit tersebut merupakan gabungan dari rumah sakit pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan juga rumah sakit swasta dan RS TNI-Polri. Dari 10 ribu tempat tidur yang tersedia, ada sekitar 7-8 ribu tempat tidur masih ditempati oleh pasien COVID-19.

Pemerintah juga memastikan kapasitas RS di seluruh Indonesia masih cukup untuk menampung pasien yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 dan membutuhkan perawatan layanan kesehatan.

Hingga saat ini Pemerintah tengah berupaya memperkuat infrastruktur untuk bisa memproduksi alat tes dan reagen untuk pengujian RT-PCR secara mandiri.

“Ini jadi sesuatu yang penting dan jadi salah satu prioritas pemerintah agar secara mandiri kita nanti menuju ke kemampuan produksi test kit dan reagen sendiri,” kata Yuri.

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 yang juga merupakan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan itu menyampaikan bahwa pemerintah juga terus berupaya melakukan pengujian sampel melalui metode RT-PCR secara masif dan melakukan pelacakan riwayat kontak yang agresif untuk bisa melakukan isolasi setiap orang yang diduga terpapar COVID-19.

Hingga saat ini pemerintah telah melakukan pemeriksaan 75.157 spesimen melalui metode RT-PCR dari hasil pelacakan riwayat kontak pasien positif COVID-19. Pemerintah juga telah mendistribusikan lebih dari 436 ribu reagen RT-PCR ke seluruh daerah di Indonesia untuk mempercepat pengujian sampel secara masif.

“Ini kunci tes kita bisa mencapai 10 ribu lebih pemeriksaan Real Time-PCR setiap hari di seluruh Indonesia. Ini penting agar testing, tracing, treatment, dan ditambahkan dengan trimming movement ini jadi konsep utuh pegangan dalam pelaksanaan penanggulangan COVID-19,” kata Yurianto.

Pemerintah juga tetap melakukan tes skrining dengan metode serologi terhadap lebih dari ratusan ribu orang dalam rangka identifikasi kemungkinan terpapar virus COVID-19 pada orang-orang kelompok kontak dekat. Selain itu skrining juga dilakukan sebagai monitoring petugas kesehatan yang kontak langsung dengan penderita COVID-19.

Pemerintah juga mengawasi ketat daerah-daerah dengan kasus positif tinggi. Dengan upaya itu semua diharapkan dalam waktu bisa menemukan kasus positif dengan cepat di tengah masyarakat, untuk kemudian dilakukan isolasi dan perawatan.

“Penting agar sumber penularan di tengah masyarakat bisa kita batasi, kita isolasi, sehingga kasus penularan lebih lanjut bisa dikendalikan dengan baik,” pungkas Yuri.(hum/red)

Categories
Kesehatan Ragam

APD Hasil Karya Warga Binaan Dipersembahkan Guna Membantu Penanganan Covid-19 Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Membuka rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-56, warga binaan di seluruh Indonesia serentak serahkan hasil karyanya bagi penanganan COVID-19 di Indonesia, pada Kegiatan Bakti Sosial Narapidana untuk negeri.

“Dari warga binaan kami seluruh Indonesia untuk membantu penanganan COVID-19, berupa perlengkapan APD, seperti Gown, masker, Face Shield dan sarana pendukung pencegahan penyebaran COVID-19 lainnya, seperti handsanitizer dan lain-lain yang memang saat ini sangat dibutuhkan, khususnya oleh insan medis dan masyarakat umum lainnya,” ungkap Nugroho, Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Jakarta, Jum’at (24/4/2020).

“Walaupun sebelum momentum ini, warga binaan dan jajaran kami sudah memulai untuk memproduksi mandiri dan mendistribusikannya baik untuk kebutuhan internal maupun kepada masyarakat semenjak wabah corona merebak di Indoensia,” jelas Nugroho lagi.

Sekitar 40 ribuan perangkat APD berupa, gown, masker, face shield, penutup kepala, sepatu boots, cairan disinfektan, sarung tangan, hand sanitizer serta tiang infus telah diproduksi warga binaan dan disumbangkan kepada masyarakat dan intansi terkait, khusunya medis pada giat Bakti Sosial serentak dalam rangka peringatan Hari bakti Pemasyarakatan ke 56 tahun 2020 ini. Seperti sejumlah 9.463 APD yang diserahkan kepada Rumah Sakit khusus penanganan Pasien COVID-19, Wisma Atlet, Kemayoran.

“Kami menyerahkan APD karya narapidana di seluruh Indonesia kepada Rumah Sakit Darurat COVID–19 Wisma Atlet, semoga dapat bermanfaat bagi para tenaga medis yang terus bersemangat berjuang melawan COVID-19,” tutur Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Ibnu Chuldun yang menyerahkan bantuan APD hasil karya narapidana, bersama Pimpinan Tinggi Ditjenpas lainnya langsung ke Rumah Sakit darurat Covid-19, Wisma Atlet, Kamis (23/04/2020)

Perangkat APD yang diserahkan adalah Gown sebanyak 500 buah masker dengan standar kesehatan Kemenkes sebanyak 1.515, Pelindug wajah 400, covr shoes 450, sarung tangan 1118 dan hand sanitizer.
Bantuan diterima langsung oleh Asisten Operasional Komando Tugas Gabungan terpadu (KOGASGAPAD) Rumah Sakit Darurat Covid-19, Kolonel Inf Prabowo Setiaji di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. “Terimakasih kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan khususnya kepada para narapidana yang ikut peduli dengan keselamatan medis,” ucap Prabowo.

Sedangkan Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan di hari yang sama menyerahkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat di wilayah Tangerang yang dirangkaikan dengan kegiatan pemberian bantuan sosial Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Imam Suyudi, dan Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin.

“Kegiatan ini adalah bagian dari keinginan tulus warga binaan dan petugas kami untuk memberikan kontribusi bagi negeri dalam pencegahan dan penanganan COVID-19 yang telah menjadi bencana non alam yang juga melanda dunia,” kata Nugroho.

Ia pun menegaskan kembali bahwa kegiatan Bansos ini serentak dilakukan oleh Lapas, Rutan, LPKA, Bapas dan Rupabsan di seluruh wilayah yang berkolaborasi memberikan donasi kepada masyarakat dan pihak yang paling membutuhkan, dengan mengusung hasil karya warga binaan, berupa sarana perlengkapan APD.

Tidak hanya itu, pada Baksos serentak nusantara tersebut, hasil kerja warga binaan berupa hasil produksi ketahanan pangan pun turut disumbangkan. Seperti sayur mayur, buah-buahan dan perikanan seperti lele, telur dan hasil sejenisnya. Sumbangan ini khususnya diberikan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19, juga warga binaan asimilasi yang sedang menjalankan asimilasi, bagi mereka dengan kondisi yang membutuhkan.

“Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, inilah sumbangsih warga binaan kami untuk negeri, dari jemari dan tangan mereka yang menghasilkan karya manfaat, diharapkan dapat membantu meringankan dampak dari pandemik ini,” ungkap Nugroho.

APD dan sarana pendukung karya warga binaan didonasikan kepada Puskemas, Rumah Sakit, Panti Asuhan, kaum Dhuafa dan masyarakat umum lainnya yang membutuhkan, serta parat penegak hukum yang membutuhkan seprti kepolisian yang serng bersentuhan langsung dalam pencegahan dan penanganan covid -19 di masyarakat.

“Kami memahami bahwa bantuan ini tidak dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan warga untuk jangka waktu yang cukup lama. Namun kami berharap dapat sedikit meringankan dalam penanganan covid 19 Indonesia. Sumbangsih warga binaan untuk penanganan covid-19 di Indonesia.,” pungkas Nugroho.(hum/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Presiden Jokowi Apresiasi Para Naker Medis Lawan Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan bahwa saat ini, 209 negara di dunia termasuk Indonesia sedang menghadapi tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

“Masa yang berat bagi kehidupan kita, Bahkan pandemi korona ini telah membawa kesedihan bagi sebagian orang dan kesulitan bagi banyak orang. Dan kita semua mengalami perubahan besar dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Presiden Jokowi berpesan kepada seluruh rakyat Indonesia melalui kanal Youtube Biro Pers dan Media (BPMI), Sekretariat Presiden, yang diunggah pada hari Jum’at (10/04/2020).

Dalam kesempatan itu, Presiden sampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi dan terima kasih kepada semua dokter, semua perawat, dan seluruh tenaga medis yang telah berjuang di garis depan dan terus berjuang hingga kini, dan mereka yang telah menjalankan peran penting tanpa pamrih. Ia juga memberikan apresiasi kepada TNI/Polri dan para relawan yang telah melaksanakan di luar rumah untuk semua.

“Atas nama masyarakat dan negara, saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya karena apa yang Bapak/Ibu dan Saudara-saudara lakukan merupakan pengorbanan yang luar biasa,” tutur Presiden.

Tidak lupa, Presiden juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga yang telah tinggal di rumah.

“Karena dengan tinggal di rumah kita semua telah berupaya memutus mata rantai dan artinya telah menyelamatkan banyak keluarga dari virus ini,” tambah Presiden.

Kepala Negara mengajak untuk terus bersama-sama menangani pandemi ini bergotong royong bersatu padu karena dengan cara kebersamaan akan dapat mengatasi masalah ini.

“Kita tidak sendiri, kita bersama dengan negara-negara lain yang juga mengalami hal yang sama untuk bersama mengatasi pandemi ini, dan tetaplah bersabar, optimis, tetap disiplin berada di rumah,” Presiden menegaskan.

Pesan lain Presiden untuk menjaga jarak dalam berhubungan berinteraksi dengan orang lain, hindari kerumunan rajin mencuci tangan, dan pakailah masker ketika keluar rumah. Pada bagian akhir pesannya, Presiden mengingatkan bahwa ketika kedisiplinan kuat itu dilakukan, insyaallah akan kembali pada situasi dan kondisi normal dan dapat bertemu dengan saudara.

“Bertemu dengan teman bertemu dengan kerabat dan tetangga dalam situasi yang normal. Tapi untuk saat ini, marilah kita tetap berada di rumah saja,” pungkas Presiden. (DBPers/red)