Categories
Nasional Polhukam

Laksdya Taufieqoerrochman Resmi Menjabat sebagai Kepala Bakamla yang baru

Koran Jurnal, Jakarta – Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Dr. Wiranto, S.H. mewakili Presiden RI memimpin Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Laksdya TNI Achmad Taufieqoerrochman, S.E. sebagai Kepala Bakamla RI yang baru, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jum’at (09/11/2018).

Dalam prosesi pelantikan tersebut turut mengundang para pejabat Kementerian/Lembaga yang berada dibawah koordinator Kemenkopolhukam, para pejabat Kemenkopolhukam dan para pejabat Bakamla. Sebagai saksi yaitu Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla Irjen Pol Dr. Abdul Ghofur, Drs., M.H. dan Direktur Strategi Bakamla Laksma TNI Muspin Santoso, S.H., M.Si (Han).

Laksdya TNI Taufieqoerrochman, S.E. diangkat dalam jabatan sebagai Kepala Bakamla berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 99/TPA tahun 2018 tanggal 19 September lalu.

Menkopolhukam Wiranto berpesan Kepada Kepala Bakamla yang baru dilantik untuk segera menyesuaikan diri, mengenali tugas, dan melaksanakan dengan sebaik baiknya.

Diingatkannya, penegakan hukum, keamanan dan keselamatan di laut dilaksanakan oleh satuan-satuan patroli dari berbagai Instansi/Kementerian dan masing-masing Instansi/Kementerian tersebut memiliki strategi/kebijakan, peralatan, SDM yang berbeda-beda dan tidak dalam satu sistem yang terintegrasi.

“Dengan menyatukan/ mengintegrasikan kewenangan tersebut pada satu Badan tentu akan lebih mudah untuk melakukan koordinasi dan kontrol,” ujarnya.

Hal tersebut menjadi tantangan bagi Bakamla untuk mengoptimalkan sistem “Single Agency Multi Tasks” sejalan dengan wewenang Bakamla untuk mengintegrasikan sistem informasi keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia, pesannya lebih lanjut.

“Saya mengharapkan Bakamla dapat menyusun suatu blue print Kebijakan Pengamanan Laut Indonesia dengan memperhatikan dan memetakan kondisi lingkungan strategis, baik itu regional maupun global, sehingga dapat berdampak pada adanya kebijakan keamanan dan keselamatan laut Indonesia yang efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.

Sebelum dilantik sebagai Kepala Bakamla, mantan Wakasal itu sebelumnya juga pernah menjabat antara lain sebagai Gubernur AAL dan Pangarmabar.

Sementara itu dari riwayat pendidikan, laksamana berbintang tiga yang lahir pada 18 Oktober 1961 di Sukabumi, Jawa Barat ini telah mengenyam pendidikan antara lain di AAL-30/1985, Suspaja 1986, Operational Training FPB-57/1988, Diklapa I SBA Angkatan ke-4 1990/91, Diklapa II Koum Angkatan ke-6 1992/93, Dikreg Seskoal XXXV 1997/98, Susgati Binlat Opsgab TNI 2002, Sesko TNI XXXVI 2009, dan Lemhanas PPSA RI XX 2015.(red/Pusp)

Categories
Nasional Polhukam

TNI dan BSSN Jalin Kerjasama Penguatan Keamanan Siber

Koran Jurnal, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaksanakan kerja sama tentang Penguatan Keamanan Siber dan Persandian di lingkungan TNI, yang berlaku dalam kurun waktu selama lima tahun.

Nota Kesepahaman kerja sama tersebut, ditanda tangani langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto., S.I.P. dan Kepala BSSN Djoko Setiadi, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (08/11/2018).

Nota kesepahaman antara TNI dan BSSN diantaranya meliputi penguatan sumber daya dalam bidang keamanan Siber dan persandian serta peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutannya mengatakan bahwa memasuki era revolusi industri 4.0, mau tidak mau TNI harus mengikuti perkembangan yang sedang terjadi dan harus menggunakan alat untuk mendapatkan kecepatan informasi dengan memiliki perangkat Siber yang dilengkapi dengan jaringan, konten dan aplikasi.

“Siber harus memiliki tiga syarat yaitu jaringan, konten dan aplikasi. Apabila hanya ada satu dari tiga syarat tersebut, maka belum bisa dibilang Siber,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BSSN Djoko Setiadi mengatakan bahwa BSSN sangat mengapresiasi dan mendukung upaya TNI dalam membangun keamanan Siber. Menurutnya, dengan pembentukan Satuan Siber TNI (Satsiber TNI) sebagai bagian dari institusi TNI diharapkan mampu untuk menjamin terwujudnya pertahanan Siber TNI dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Kepala BSSN mengatakan bahwa BSSN sebagai institusi pemerintah yang memiliki tugas dan kewenangan dalam keamanan Siber dan Persandian siap memberikan dukungan pengamanan teknologi di ruang Siber.

“Kerja sama yang dilakukan antara Badan Siber dan Sandi Negara dengan TNI ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dalam menciptakan keamanan Siber,” katanya.(ton/Pusp)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi Apresiasi Kerja Cepat Tim Pencarian Korban Lion Air JT-610

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali mendatangi posko terpadu evakuasi Lion Air JT-610 yang berada di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jum’at (02/11/2018).

Tiba di lokasi pada pukul 16.00 WIB, Kepala Negara langsung mengadakan rapat koordinasi bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP, sebelumnya bernama Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, dan sejumlah unsur terkait lainnya. Rapat dilangsungkan di sebuah tenda yang berada di posko terpadu.

Presiden mendengarkan langsung paparan dari Menteri Perhubungan, Panglima TNI, Kepala BNPP, Ketua KNKT, dan lainnya mengenai perkembangan dari proses pencarian badan pesawat dan para korban Lion Air JT-610 hingga hari kelima pencarian ini. Pemaparan tersebut meliputi area pencarian, metode pencarian, hingga peralatan yang digunakan.

“Baru saja tadi saya menerima laporan secara detail dari Menteri Perhubungan, Kepala Basarnas, KNKT, BPPT, dan seluruh jajaran TNI dan Polri,” ujar Presiden.

Dalam pernyataannya, Kepala Negara menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi bagi 859 orang di tim gabungan yang bekerja keras melakukan pencarian terhadap badan kapal, para korban, dan satu kotak hitam yang telah ditemukan. Secara khusus, Presiden memberikan apresiasi bagi para penemu kotak hitam, yakni Sertu Marinir Hendra Saputra, Kopda Marinir Noor Ali, dan satu lainnya dari BPPT.

“Atas kecepatan penemuan _black box_ kemarin, saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam proses pencarian ini, tim gabungan terus bekerja keras dengan dibantu peralatan modern yang mampu mendeteksi benda-benda di dasar laut. Presiden berharap agar proses pencarian ini dapat segera menemukan hasil yang diinginkan.

“Saya hanya titip agar menggunakan seluruh kemampuan dan teknologi yang ada dan bekerja cepat untuk mencari yang belum diketemukan,” tuturnya.

Lebih jauh, Presiden meminta KNKT untuk segera mendalami penyebab dari kecelakaan pesawat dengan nomor penerbangan JT-610 tersebut sehingga pemerintah dapat segera memutuskan langkah-langkah yang harus diambil.

“Yang jelas menurut saya keselamatan penumpang harus diprioritaskan dan kita harap tidak ada lagi kecelakaan semacam ini di masa yang akan datang,” imbuh Presiden.

Mengutip siaran pers Humas BNPP, hingga Jumat ini, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi sebanyak 67 kantong jenazah. Khusus hari ini, tim gabungan berhasil mengevakuasi 2 kantong jenazah yang langsung dibawa ke area posko terpadu.(red/DBPers)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi ke NTB Serahkan Langsung Bantuan Pembangunan Rumah Korban Gempa

Koran Jurnal, NTB – Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis pagi (18/10/2018). Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 07.55 WIB.

Tiba di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Kabupaten Lombok Tengah pada pukul 10.30 WITA, Presiden langsung bertemu sejumlah pejabat dari daerah terdampak gempa.

Selanjutnya Presiden akan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat dengan menggunakan helikopter Super Puma.

Presiden dan rombongan kemudian menuju kantor Bupati Sumbawa Barat untuk menyerahkan langsung buku tabungan stimulan pembangunan rumah bagi korban gempa.

Pada siang harinya, Presiden direncanakan untuk menuju Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat, guna meninjau pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).

Setelah itu, Presiden akan berangkat menuju Dusun Pademekan, Desa Belanting, Kecamatan Sembelia untuk melakukan peninjauan. Tak hanya itu, Presiden juga akan menyaksikan penandatanganan SPK kelompok antara masyarakat dan aplikator RISHA.

Pada petang harinya, Presiden diagendakan untuk menuju Kabupaten Lombok Tengah guna menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa terdampak bencana alam.

Presiden dan rombongan kemudian akan kembali ke Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid untuk terbang menuju Provinsi Bali. Setibanya di Bali, Presiden akan menuju hotel untuk bermalam dan melanjutkan agenda kerja keesokan harinya.

Dalam kunjungan ke NTB kali ini, Presiden ingin melihat langsung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa serta memastikan bahwa penyederhanaan administrasi untuk pemanfaatan dana bantuan pemerintah bagi warga terdampak gempa telah dilakukan.

Sebelumnya, saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna pada Selasa (16/10), Presiden memerintahkan jajarannya untuk menyederhanakan proses administrasi bagi warga terdampak gempa dalam pemanfaatan dana bantuan pemerintah.

“Kita juga sudah memutuskan untuk prosedur pengambilan uang yang sudah diberikan itu agar disederhanakan. Dari 17 prosedur yang ada, kemarin sudah diputuskan menjadi 1 prosedur saja yang harus diikuti,” ujar Presiden ketika itu.

Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa penyederhanaan prosedur tersebut tetap memperhatikan prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Dalam penerbangan menuju Provinsi NTB ini Presiden dan Ibu Iriana didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Staf Khusus Presiden Adita Irawati.(red/DBPers)

Categories
Nasional Ragam

Hari Pangan Sedunia 2018, FAO Apresiasi Kementan Jadikan Lahan Rawa Masa Depan Pertanian Indonesia

Koran Jurnal, Barito Kuala – Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 di Kalimantan Selatan dinilai menjadi terobosan baru dalam membangun kantong penyangga pangan nasional dari lahan rawa. Pemanfaatan lahan rawa tentu menjadi solusi guna memastikan ketersediaan pangan dan masa depan pertanian Indonesia.

FAO Representative di Indonesia, Stephen Rudgard mengatakan pencapaian tersebut sejalan dengan tema yang diangkat pada HPS kali ini, “Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”. Optimalisasi lahan rawa menjadi upaya yang cukup besar untuk menghadapi tantangan pertambahan jumlah penduduk ditambah dengan meningkatknya urbanisasi dan perubahan permintaan konsumen.

“Kami melihat kepemimpinan pemerintah dalam hal ini, dan kami sangat senang bahwa Kementerian Pertanian mempromosikan penerapan praktik-praktik pertanian yang baik terkait penerapan model FAO untuk intensifikasi produksi pangan yang berkelanjutan, termasuk mengurangi penggunaan pestisida melalui pengendalian hama terpadu,” ujar Stephen pada pembukaan puncak Peringatan HPS di Desa Jejangkit, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis (18/10/2018).

Dia pun menekankan peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan lahan rawa ini sangat penting untuk memberikan makan populasi yang terus berkembang. Namun lebih penting lagi untuk memiliki pendekatan pertanian yang berkelanjutan dalam berbagai intervensi pertanian.

Pada kesempatan ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan rawa menjadi bagian penting masa depan pertanian Indonesia. Saat musim kemarau bulan Juli-September, lahan rawa menjadi penyumbang produksi nasional.

Untuk itu, lahan rawa dimanfaatkan untuk berbagai tanaman pertanian, misalnya padi, jagung, kedelai, hortikultura sayuran, jeruk, peternakan kambing dan itik, bahkan untuk budidaya perikanan seperti ikan mas, nila, lele dan lainnya. Pengelolaanya dengan integrated farming yakni mina-padi, ternak itik, sayuran dan lainnya.

“Hari ini kita buktikan melihat bersama ada terobosan baru untuk pangan Indonesia. Kami bangun di lahan rawa ini ada inovasi baru yang menjadikan rawa sebagai penyangga pangan nasional. Ini pesan terpenting dari pelaksanaan HPS tahun ini,” ujarnya.

Amran menyebutkan potensi lahan rawa di Indonesia sangat luas yakni mencapai 34,1 juta hektare. Lahan rawa ini tersebar di 18 provinsi dan 300 kabupaten. Dari total luas tersebut, potensi untuk pengembangan pertanian seluas 21,82 juta hektare atau 64 persen.

“Apabila digarap 10 juta hektar saja yang tersebar di Sumsel, Kalsel, Jambi dan Kalbar, ditanam minimal dua kali setahun, dengan produktivitas 6 ton per hektar, akan menghasilkan padi 120 juta ton setara 60 juta ton beras. Beras surplus bahkan bisa memasok kebutuhan dunia,” terang Amran.

Karena itu, Amran menjelaskan pemanfaatan lahan rawa harus dengan prinsip sustainable agriculture. Program dirancang skala luas dengan mengkorporasikan koperasi petani, regenerasi petani dengan mewirausahakan 4 juta jiwa.

“Kemudian harus dikerjakan dengan full mekanisasi dan pola mina padi sehingga dapat menghemat Rp 15 juta per hektar, dari biaya cetak sawah Rp 19 juta menjadi Rp 4 juta per hektar. Pemerintah kabupaten mendukung biaya bahan bakar,” jelasnya.

Terbukti, lahan rawa di Kalimantan Selatan ditanam jagung dengan pola zig-zag dan pemupukan menghasilkan 20 ton/hektar, bawang merah 10 ton/hektar dan semangka 7 kg/buah dengan pola tumpangsari pepaya.

“Produktivitas dulu 2 ton per hektare umur 6 bulan, sekarang menjadi 6 ton per hektare. Bahkan bisa ditanam padi 3 kali setahun produktivitas 8,3 ton per hektare, hasilnya 250 juta ton setara Rp 1.134T. Produksi ini mampu memasok pangan dunia,” ungkap Amran.

Pembukaan puncak Peringatan HPS ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, Gubernur Kalimantan Selatan, Syahbirin Noor, para Bupati, perwakilan FAO, para Pelaku Usaha, Asosiasi, HKTI, KTNA dan pegiat pertanian.(ton)

Categories
Nasional

Pemerintah Wujudkan Sinergi untuk Pulihkan Daerah Terdampak Bencana Gempa dan Tsunami

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi “cincin api (ring of fire)” sehingga potensi terjadi bencana bisa terjadi sewaktu-waktu. Bahkan belum lama ini, Indonesia diguncang bencana hebat berupa gempa bumi dan tsunami di Palu – Donggala, Sulawesi Utara dan gempa bumi yang juga terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Belum selesai penanganan bencana di Lombok yang berkekuatan sekitar 7 skala richter (SR), Indonesia kembali diguncang gempa kekuatan 7,4 SR kali ini di Palu, jadi lebih besar dari Lombok,” kata Kadiv Humas Polri, Setyo Wasisto dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Karo Penmas Devisi Humas Polri, Dedi Prasetyo, pada acara Forum Promoter Sinergi Sistem Mitigasi Dalam Upaya Meminimalisasi Dampak Bencana Alam di hotel Amarossa Cosmo, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018).

Dikatakan Setyo, bahwa dalam penanganan bencana di Lombok ataupun di Palu sempat terjadi chaos (kegaduhan) kecil karena tidak meratanya bantuan pasca bencana yang terjadi terutama di Palu. Hal ini karena banyaknya infrastruktur yang rusak, korban berjatuhan dan juga pasokan BBM dan listrik juga mati. Sementara di saat seperti ini, masyarakat yang selamat dari bencana sangat berharap kebutuhan dasarnya terpenuhi.

“Saat bencana terjadi sinergi sistem yang belum maskimal akibatkan penanganan korban tidak cepat, kurangnya alat berat atau tidak tersedia alat berat yang mengharuskan mendatangkan dari berbagai daerah sehingga membuat lambat evakuasi. Bahkan penjarahan terjadi karena tidak meratanya penyaluran bantuan. Ini terjadi karena koordinasi tidak lancar akibat lumpuhnya jalur telekomunikasi,” ulas dia.

Terkait dengan gempa bumi, berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Indonesia memiliki 295 sumber gempa patahan aktif. Akibatnya potensi terjadi gempa sangat besar, namun sayangnya tidak ada satu teknologipun yang mampu memprediksi kapan terjadinya gempa bumi. Sehingga saat gempa terjadi banyak korban jiwa berjatuhan dan berbagai macam bangunan serta infrastruktur porak poranda seperti yang baru saja terjadi di Palu dan Lombok belum lama ini.

“Jadi kita harus hidup harmoni dengan alam, kita harus siap menghadapi ancaman bencana. Sebab kita punya 295 sesar aktif atau patahan, semua harus kita siapkan menghadapi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono,.

Daryono menambahkan ditengah ancaman gempa bumi yang beruntun, masih ada sejumlah permasalahan serius yang harus dituntaskan kedepan. Salah satunya adalah banyaknya bangunan rumah tinggal yang tidak menerapkan konsep bangunan tahan gempa. Akibatnya saat gempa terjadi rumah roboh dan menimpa penghuninya sehingga menimbulkan korban jiwa.

Parahnya lagi, kata Daryono, bencana gempa bumi biasanya diikuti oleh bencana susulan seperti tsunami, kebakaran, tanah longsor sehingga menimbulkan lebih banyak korban jiwa. Khusus di Palu kemarin, bencana susulan tidak hanya berupa tsunami namun juga likuifaksi. Hal ini lah yang membuat bencana di Palu kemarin menjadi salah satu bencana terbesar yang terjadi di Indonesia dengan korban meninggal dunia hingga ribuan orang.

“Sejarah gempa di Indonesia itu terlalu banyak, pelajarannya adalah banyak bangunan yang tidak punya besi tulangan sehingga ketika gempa terjadi rumah dan bangunan itu menjadi pembunuh utama bagi pemiliknya,” pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Konstruksi Berkelanjutan Kementerian PUPR, Brawijaya, menambahkan pemerintah telah berupaya keras untuk dapat melakukan tanggap darurat terhadap bencana yang terjadi di Lombok ataupun di Palu dan di daerah bencana lainnya. Salah satu tupoksi dari Kementeriannya terkait dengan bencana diantaranya adalah penyediaan fasilitas umum (fasum) atau fasilitas sosial (fasos) pada masa tanggap darurat. Selain itu melakukan rehabilitasi bangunan-bangunan umum seperti jalan, jembatan dan lainnya.

Terkait bencana gempa di Lombok, Brawijaya menyatakan bahwa pihaknya sudah melalukan berbagai upaya seperti menginventarisir kerusakan bangunan, membantu pembangunan bangunan sementara hingga mempersiapkan rehabilitasi atau rekonstruksi pasca bencana. Pada masa darurat, Kementerian PUPR juga selalu aktif menyediakan air baku dan juga alat-alat berat untuk keperluan evakuasi.

Khusus di Lombok, pihaknya sudah menyelesaikan pembangunan 34 jenis sarana prasarana dan fasilitas umum seperti sekolahan mulai dari tingkatan TK hingga SMK, pembangunan MCK komunal hingga pembangunan perumahan warga dengan model Risha (Rumah instan sederhana).

Sementara untuk di Palu sendiri, saat ini masih dalam tahap recovery dan pendataan secara detail oleh pemerintah terutama terkait berapa jumlah infrastruktur dan rumah yang rusak. Pihaknya juga akan melakukan penanganan yang sama seperti yang dilakukan di Lombok.

“Kita akan bangun rumah model risha juga sebab model ini terbukti tahan gempa. Tahun 2013 lalu kita bangun di Palu dan ternyata tetap utuh dan kondisinya baik meskipun kemarin terjadi gempa dan likuifaksi,” ulasnya.

Brawijaya menyatakan masih ada kendala dalam hal penanganan bencana terutama di Palu – Donggala, Sulawesi Tengah. Diantaranya adalah koordinasi pengamanan barang yang masih memerlukan penguatan. Oleh sebab itu dia berharap Polri dapat membantu menangani masalah pengamanan barang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Polri juga diminta mengawal seluruh proses recovery atau rehabilitasi paska bencana di Palu – Donggala agar berjalan dengan lancar.

“Contohnya saat dilakukan penambangan pasir untuk kebutuhan pembangunan Risha, harus ada pengawalan yang ketat dari Polri agar material yang diangkut tetap dalam kondisi aman termasuk pengamanan terhadap para pekerjanya,” pungkas Brawijaya.(ton)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi Tinjau Fasilitas Ramah Disabilitas di GBK Senayan

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo mendatangi kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa pagi (16/10/2018) kemarin.

Kunjungan Presiden kali ini dilakukan untuk meninjau fasilitas umum bagi penyandang disabilitas di kompleks olahraga tersebut.

“Kita ingin melihat fasilitas untuk kaum difabel terutama yang berkaitan dengan fasilitas yang ada di Senayan. Baik toilet, musala, trotoar, atau fasilitas menuju (bangku) penonton. Saya kira 80 persen sudah baik,” ujar Presiden setelah peninjauan.

Didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Presiden memulai peninjauan dengan melihat fasilitas toilet yang ramah bagi para disabilitas. Fasilitas toilet itu berada di sekitar patung Bung Karno di kawasan GBK.

Selanjutnya, Presiden dan rombongan meninjau fasilitas jalur penuntun dan petunjuk bagi disabilitas berupa _guiding block_ yang berada di sepanjang trotoar.

Meski mengaku cukup puas, Presiden masih memiliki sejumlah catatan yang masih harus ditindaklanjuti. Misalnya ketinggian wastafel yang menurutnya terlalu tinggi.

Dirinya sekaligus mendorong agar semua provinsi, kota, dan kabupaten mulai menyediakan fasilitas yang ramah bagi disabilitas di ruang-ruang publik.

“Kita ingin mendorong agar semua provinsi, kota, kabupaten itu juga ramah terhadap disabilitas. Ini yang ke depan ingin terus kita dorong sehingga yang kurang apa, nanti secara detail saya diberi masukan oleh Pak Menteri PU. Pak Gubernur juga beri masukan,” ucapnya.(red/DBPers)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi Hadiri Lustrum XIII Universitas Kristen Indonesia

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Lustrum XIII Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur, Senin (15/10/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden memberikan orasi ilmiah dihadapan ribuan mahasiswa UKI dari berbagai fakultas. Presiden Jokowi menyampaikan beberapa isu antara lain kompetisi politik, pembangunan ekonomi, dan nilai-nilai kebangsaan.

“Memang kontestasi akan diikuti dengan kompetisi dan rivalitas. Tetapi kompetisi dan rivalitas harus dibangun di atas fondasi yang tidak saling menjatuhkan, kontestasi tidak perlu menimbulkan kegaduhan dan permusuhan, kebencian, kedengkian, tidak saling mencela dan tidak harus saling memfitnah,” kata Presiden dalam orasinya.

Menurut Presiden, kontestasi dalam pemilihan umum, baik pemilihan kepala daerah hingga pemilihan presiden, tidak boleh menimbulkan kerusakan dan mengorbankan pondasi sosial kebangsaan Indonesia yaitu stabilitas keamanan, toleransi serta persatuan.

Presiden menegaskan, pemilihan itu juga tidak boleh merusak pondasi ekonomi seperti kepercayaan internasional serta kenyamanan dalam berusaha dan bekerja.

“Rakyat harus merasakan kontestasi ini dengan kegembiraan, yang diwarnai oleh narasi-narasi yang sejuk dan ide-ide untuk kemajuan, gagasan-gagasan untuk kemajuan dan program-program untuk Indonesia maju,” lugasnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, kontestasi politik dapat dilakukan dengan berkompetisi ide, gagasan, dan program serta rekam jejak.

Presiden Jokowi juga mengatakan tantangan global harus dihadapi dengan inovasi.

“Selain itu fakultas dan program studi juga bisa fokus kepada produk-produk unggulan kita, agar bisa memberikan nilai tambah yang maksimal kepada masyarakat,” ujar Presiden.

Adapun tema dalam acara Sidang Senat Terbuka dan Dies Natalis UKI yang ke-65, yaitu “Dengan Semangat Kebersamaan, Komitmen, dan Koordinasi, Kita Membangun UKI sebagai Universitas Unggulan”.

Turut mendampingi Presiden RI pada acara tersebut, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir dan Rektor UKI Dr Dhaniswara K Harjono.(red)

Categories
Nasional

Wapres Jusuf Kalla dan Sekjen PBB Kunjungi Warga Pascagempa Sulteng

Koranjurnal.co.id, Palu – Pascagempa magnitudo 7,4 yang mengguncang Sulawesi Tengah, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres mengunjungi warga di rumah sakit lapangan dan pos penampungan serta beberapa titik terdampak di Kota Palu, pada Jum’at (12/10/2018).

Sebelum berkunjung ke beberapa titik, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei menjelaskan mengenai wilayah yang terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi, sekaligus penanganan darurat pascagempa di hadapan Wakil Presiden, Sekretaris Jenderal PBB, dan perwakilan dari Bank Dunia di Bandara Mutiara Al-Jufri, Kota Palu. Willem menyampaikan bahwa penanganan darurat masih berlangsung dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah memperpanjang status tanggap darurat hingga 26 Oktober 2018.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB sangat terkesan dengan penanganan bencana oleh Pemerintah Indonesia karena pemerintah sangat tanggap terhadap penanganan bencana. Penanganan dapat berlangsung secara lebih baik setelah akses darat dan laut diperbaiki serta pemulihan utilitas dasar seperti listrik, air dan bahan bakar minyak (BBM). Pada jaringan listrik, PLN mengerahkan 1.500 personel untuk memulihkan suplai dari gardu induk menuju jaringan ke rumah-rumah warga, sedangkan ketersediaan BBM sudah dapat diakses pada 33 SPBU dari 36 yang pernah beroperasi di wilayah terdampak, Palu, Sigi dan Donggala.

Wapres JK dan Sekjen PBB meninjau Balaroa yang wilayahnya tertimbun akibat likuifaksi dan Pantai Talise yang tersapu tsunami. Antonio Gutteres mengatakan bahwa pihaknya selalu bersama dengan masyarakat Indonesia, khususnya warga Sulawesi Tengah.

“Di sini, di Palu, saya melihat langsung kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi dan tsunami baru-baru ini. Ketika bertemu dan berbincang dengan beberapa orang, mereka menunjukkan kekuatan dan ketangguhan yang luar biasa. PBB bersama anda untuk mendukung pemerintah dalam upaya penyelamatan dan pemulihan,” ungkap Gutteres dikutip pada twitternya (12/10).

Terkait dengan bantuan internasional, BNPB bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan ASEAN Coordinating Centre For Humanitarian Assistance (AHA Centre) telah menerima bantuan internasional dari negara-negara ASEAN dan 16 negara lain telah memberikan bantuan dalam penanganan darurat mulai dari pesawat, makanan dan non-makanan. Sementara itu, Kepala Kantor UNOCHA Indonesia Oliver Lacey-Hall memuji kemitraan AHA Centre dan BNPB serta komunitas ASEAN yang telah membangun solidaritas dalam penanggulangan bencana.

Gempa dengan magnitudo 7,4 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu mengakibatkan 2.090 jiwa meninggal dunia, 10.679 luka berat, dan lebih dari 87.000 mengungsi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperpanjang status tanggap darurat hingga 26 Oktober 2018. Saat ini, pemerintah daerah setempat dengan dukungan kementerian/Lembaga sedang melakukan survei lokasi untuk pembangunan hunian sementara.(red/Hum)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi Apresiasi LDII Manfaatkan Energi Terbarukan di Pondok Pesantren

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tahun 2018. Rakernas tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Minhajurrosyiddin, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

Mengusung tema “LDII untuk Bangsa”, Rakernas LDII tahun ini membahas sejumlah hal termasuk salah satunya soal pemanfaatan energi baru terbarukan, pemanfaatan teknologi digital produktif, dan pendidikan karakter.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo sempat memuji langkah LDII yang sudah bergerak untuk memanfaatkan energi baru terbarukan di sejumlah pondok pesantren yang dikelola mereka.

“Tadi saya dibisiki Bapak Ketua Umum, penggunaan energi baru terbarukan di pondok yang di Kediri sudah memakai solar panel semua. Pondok lain belum memulai, ini sudah duluan,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Selain itu, mereka juga diketahui mulai memanfaatkan energi terbarukan berupa pembangkit listrik mikrohidro yang mampu menghasilkan listrik dan diterapkan dalam pengolahan sebuah pabrik teh di Jawa Timur dan disebut mampu menghemat biaya produksi hingga separuhnya.

“Mikrohidro juga sudah diterapkan di beberapa tempat oleh LDII. Saya kira ini dilakukan dalam rangka mengisi agar Indonesia maju ke depan,” tuturnya.

Di hadapan para pengurus dan anggota LDII dari seluruh Indonesia yang hadir dalam Rakernas itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan soal perkembangan revolusi industri keempat yang mau tidak mau harus dihadapi Indoensia. Revolusi tersebut pada praktiknya dapat menimbulkan dampak baik positif maupun negatif.

“Perkembangan-perkembangan seperti ini yang harus kita hadapi dan kita antisipasi apakah banyak manfaat ataukah banyak mudarat, ini yang belum dihitung. Kalau perusahaan-perusahaan itu kan mikirnya untungnya, tapi bagi warga negara kita memberikan manfaat tidak. Hati-hati,” ucapnya.

Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo berharap agar Rakernas LDII tahun ini mampu memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintah terkait rekomendasi terhadap langkah-langkah yang harus dilakukan pemerintah dalam menyikapi dan mengimplementasikan revolusi industri keempat ini.

“Saya berharap agar dalam Rakernas ini bisa memberikan rekomendasi-rekomendasi ke pemerintah apa yang perlu kita lakukan, rencanakan, dan kerjakan untuk menatap Indonesia maju ke depan karena memang tantangannya tidak mudah,” ujarnya.(red/DBPers)