Categories
Pendidikan TNI

Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut, Bangun SDM Inovatif dan Adaptif

Koran Jurnal, Jakarta – “Sebagai sebuah perguruan tinggi di lingkungan TNI AL, Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) harus mampu berkontribusi nyata, dengan membangun sumber daya manusia yang inovatif, adaptif dan menguasai teknologi ke-angkatan-lautan, baik yang sedang berkembang saat ini maupun teknologi masa depan”.

Demikian disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, pada Upacara Penutupan Pendidikan (Tupdik) dan Wisuda Pascasarjana, Sarjana dan Diploma, STTAL, Selasa (11/7/2023) di Gedung Pulau Marore, Bumimoro Surabaya.

STTAL pada tahun ini meluluskan sebanyak 121 mahasiswa yang terdiri dari 15 wisudawan S-2 Asro Angkatan 8 dengan lulusan terbaik diraih oleh Letkol Laut (P) Adi Wirasmo, 7 wisudawan S-2 Asro Angkatan 9 dengan lulusan terbaik yaitu Kapten Laut (P) I Nyoman Astawa Yasa, 50 wisudawan S-1 Angkatan 41 dengan lulusan terbaik yaitu Kapten Laut (T) Nazil Syamtri Wibowo, 19 wisudawan S-1 Angkatan 42 dengan lulusan terbaik diraih oleh Lettu Laut (T) Furqon Mahmuda Pasa dan 30 wisudawan D-3 Angkatan 15 dengan lulusan terbaik Serka Nav Girda Oky Pillarjati.

Lebih lanjut Kasal mengatakan bahwa STTAL memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan kekuatan TNI AL, hal tersebut dapat dilihat dari berbagai hasil karya penelitian dan inovasi yang dihasilkan mahasiswa.

“Mahasiswa diharapkan tidak hanya menyelesaikan tugas penelitian sebagai kewajiban, tetapi benar-benar berinvestasi dalam penelitian dengan semangat dan keinginan untuk mencapai hasil terbaik”, tandas Laksamana TNI Muhammad Ali.

Sejumlah hasil penelitian dan inovasi para mahasiswa STTAL juga menjadi unggulan dan melahirkan produk yang membanggakan, diantaranya Rancang Bangun Desain Mekanisme solar tracking dan konstruksi pada generator listrik berbasis solar panel dan wind turbine savonius. Dimana merupakan suatu platform yang berfungsi sebagai pembangkit listrik yang berasal dari solar panel digabung dengan wind turbine.

Rancang Bangun Water Jetpack yang berguna untuk mendukung kebutuhan pasukan Marinir renang rintis, dan Rancang Bangun Body Armor menggunakan komposit aramid fiber (Kevlar) dengan aditif nano titanium dioksida (TIO2 NP). Selain itu juga ada rancang bangun pemodelan automatic release system emergency blowing pada kapal selam kelas Nagapasa, yang merupakan salah satu alat keselamatan.(disp)

Categories
Pendidikan TNI

Tutup Pendidikan dan Wisuda Sarjana Taruna AAU, KSAU minta Capaja Terus Perdalam Ilmu Pengetahuan

Koran Jurnal, Yogyakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA., meminta para Calon Perwira Remaja (Capaja) lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), terus menggali dan memperdalam ilmu pengetahuan.

“Meskipun sudah ditempa dengan berbagai materi pembelajaran dan pembinaan, Calon Perwira Remaja tetap harus menggali ilmu dan memperdalam pengetahuan,” ujar KSAU.

Hal tersebut disampaikan KSAU saat memimpin upacara penutupan Pendidikan, sekaligus Wisuda Sarjana Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) Tahun 2023, di Gedung Sabang-Merauke Kampus AAU, Yogyakarta, Jum’at (7/7/2023).

KSAU mengucapkan selamat kepada 114 Taruna dan Taruni AAU yang telah menyelesaikan pendidikan militer pertama di Bumi Maguwo.

“Secara khusus, saya menyampaikan selamat kepada Sermatutar Muhammad Galuh Safari Rahmat, sebagai wisudawan terbaik dan berhak menyandang penghargaan Adhi Makayasa, sekaligus peraih Adhi Sakti Aeronautika,” ucap KSAU.

Ucapan yang sama disampaikan Kasau kepada Sermatutar Geraldino Heldan Septian Putra, peraih Adhi Sakti Elektronika dan Sermatutar Hakim Ar-Rifki Ramadhani, peraih Adhi Sakti Teknik Manajemen Industri, serta para peraih Sastra Viratama Jaya dan Cum Laude.

KSAU berpesan Para wisudawan harus bersyukur dan berbangga atas pencapaian dan jadikan sebagai kehormatan
yang harus dijaga dimanapun dan kapanpun bertugas kelak.

“Almamater AAU telah mendidik kalian sedemikian rupa, mempertajam analisis dan memperluas cara pandang kalian, hingga memperkuat fisik dan mental dalam menghadapi tugas ke depan. Berbagai hal tersebut tentu tidak cukup. Keinginan untuk terus belajar, harus ada di dalam diri kalian, dan harus menjadi mindset yang tertanam di dalam setiap jenjang pengabdian,” tambah KSAU.

Setelah resmi disematkan pangkat sebagai perwira TNI AU nantinya, pada saat tersebut telah melekat pula landasan kehormatan, kebanggaan, keteladanan, dan amanah yang harus dipegang teguh oleh seluruh perwira TNI Angkatan Udara.

“Hanya dengan landasan yang mulia inilah, seorang perwira akan mampu memberikan pengabdian terbaiknya, tidak peduli sesulit apa pun medan tugas yang akan kalian hadapi,” ungkap KSAU.

Pada Penutupan Pendidikan dan Wisuda Sarjana Taruna AAU tahun 2023, tercatat 102 Taruna dan 12 Taruni AAU, satu Taruna merupakan lulusan NDA (National Defense Academy) di Jepang atas nama Firjatullah Radita Putra.

Hadir saat acara Penutupan Pendidikan dan Wisuda Sarjana Taruna AAU tahun 2023 Ketua Umum PIA Ardhya Garini selaku Ibu Taruna Akademi Angkatan Udara, Ibu Inong Fadjar Prasetyo, Wakil Komandan Jenderal Akademi TNI dan Ibu., Gubernur Akademi Angkatan Udara dan Ibu Asuh Taruna Akademi Angkatan
Udara.

Hadir juga para Gubernur Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisian, Komandan Kodiklatau dan Ibu, Kapolda DIY, Danrem 072 Pamungkas, Danlanal Yogyakarta, serta para pejabat TNI
POLRI di Daerah Istimewa Yogyakarta dan para Rektor Perguruan Tinggi dan Pejabat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY serta segenap sivitas akademika Akademi Angkatan Udara dan para orang tua Taruna dan undangan.

Para calon perwira remaja lulusan AAU dituntut untuk berintegritas, disiplin dan profesional karena tugas mereka cukup berat sebagai pengawal kedaulatan dan pertahanan negara di udara serta tugas-tugas lain dalam mendukung pembangunan nasional.(disp)

Categories
IPTEK Megapolitan Pendidikan

Pengamat Maritim Indonesia, Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa Dianugerahi Gelar Doktor HC oleh CMR University India

Koran Jurnal, India – Direktur Urusan Luar Negeri CMR University India Prof. Vinayak Khrishnamurthy dengan disaksikan para pejabat CMR University menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) kepada Pengamat Maritim dari Indonesia Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar.

Acara pengukuhan sendiri dilaksanakan pada hari Senin, 3 Juli 2023 di CMR University, Bangalore, India. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan ijazah kepada Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar., yang diberikan oleh Direktur Urusan Luar Negeri CMR University sebagai wakil dari CMR University.

Direktur Urusan Luar Negeri CMR University mengucapkan selamat dan menyebutkan bahwa penganugerahan gelar Doktor HC ini sebagai bentuk penghargaan tertinggi kepada Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar atas pencapaiannya yang secara konsisten mengamati, mengkritisi, dan menyuarakan kemaritiman di Indonesia khususnya dan Internasional umumnya.

Sementara itu, Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar dalam acara tersebut mengucapkan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pihak CMR University.

“Saya sampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pihak CMR University atas penghargaan Gelar Doktor Honoris Causa bidang Maritim yang diberikan kepada saya. Apalagi penghargaan ini diberikan oleh Universitas CMR – India yang telah terkenal reputasinya dalam melahirkan banyak pemikir dan pemimpin di dunia,” ucapnya dalam keterangan pers tertulisnya kepada media, Senin (3/7/2023).

Lebih lanjut Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar menyebutkan, “Saya mengakui untuk mendapatkan gelar kehormatan ini tidaklah mudah. Penghargaan ini diberikan karena dedikasi saya di Bidang Maritim di Indonesia. Selama lebih dari 25 tahun, Saya menekuni dunia Maritim. Mulai dari pendidikan dan dilanjutkan dengan 18 tahun lebih berprofesi sebagai Nakhoda di atas kapal-kapal Niaga, mulai dari kapal kecil hingga kapal super tanker di banyak belahan dunia, sampai dengan posisi saya saat ini sebagai seorang Pengamat Maritim dari Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia Strategic Center (IKAL SC). Saya yakin, justru dengan penghargaan ini, saya akan semakin memicu untuk menelurkan banyak hal positif terkait bidang Maritim Indonesia kedepannya.”

Kita sebagai Anak Bangsa harusnya belajar Dan bangga dengan pernyataan Presiden Soekarno, “Kita sekarang satu persatu, seorang demi seorang harus yakin bahwa Indonesia tidak bisa menjadi negara yang kuat, sentosa, sejahtera, jikalau kita tidak menguasai pula samudera, jikalau kita tidak kembali menjadi satu bangsa samudera, jikalau kita tidak kembali menjadi satu bangsa bahari, bangsa pelaut sebagaimana kita dikenal dijaman bahari itu.” Ir. Soekarno, Jakarta – 23 September 1963.

Itu adalah petikan pidato dari Founding Fathers Bangsa Indonesia dan Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. Soekarno dalam sebuah kesempatan di tahun 1963. “Pidato tersebut sangat dalam maknanya bagi saya sebagai seorang Pengamat Maritim. Karenanya, sebagai bentuk penghargaan tertinggi dari saya kepada Ir. Soekarno, saya tempatkan kata-kata Beliau diawal pidato pembukaan saya. Karena Beliaulah yang tercatat dalam ingatkan saya sebagai negarawan yang pertama kali menyebut bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa Pelaut, sebagai Bangsa Maritim,” paparnya.

Dalam inaugurasi tersebut DR (HC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa menyampaikan pandangan seputar isu-isu kemaritiman, seperti urgensi penyelesaian batas wilayah laut Indonesia dengan Negara-Negara tetangganya, Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Indonesia, dan Ekspor Pasir Laut.

Persoalan Utama di sektor maritim yang rentan terhadap gangguan keamanan adalah penyelesaian Batas Wilayah Laut Indonesia dengan negara-negara tetangganya, termasuk juga dalam hal ini dengan Negara India. Saya ingin memberikan penekanan betapa saat ini kedaulatan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang berada di perairan Natuna seringkali memunculkan masalah. Wilayah tersebut kaya akan sumber daya perikanan serta sumber daya alam lainnya, sehingga seringkali menjadi incaran negara lain serta tentunya kapal-kapal ikan asing untuk mengeksploitasinya. Pokok masalah terbesar di sana adalah belum disepakatinya batas wilayah laut dengan masing-masing Negara tetangganya yang saling melakukan klaim sepihak atas wilayah tersebut.

“Berbicara tentang ZEE, contohnya adalah perundingan mengenai batas laut dan penetapan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan Vietnam adalah topik yang menarik untuk dikaji secara ilmiah, karena perundingan tersebut telah berlangsung lama sejak 21 Mei 2010 dan sampai saat ini belum menemukan kesepakatan. Pemberian konsesi ZEE ke Vietnam yang tak kunjung menemui kesepakatan perlu mendapat pengawalan baik dari masyarakat maritim, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun dari TNI AL,” ungkapnya..

Disebut Capt. Hakeng lebih lanjut, Negara Indonesia secara geografis terletak diantara simpangan dua samudera yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan dua Benua yakni Benua Asia dan Benua Australia.

Wilayah maritim Indonesia yang luas memiliki banyak potensi sumber kekayaan alam seperti potensi energi dan potensi protein ikan. Namun potensi yang ada belum secara optimal dimanfaatkan, karena terbatasnya sumber daya manusia untuk menggarap sektor maritimnya. Dengan memberdayakan potensi maritim yang dimiliki ini, Indonesia dapat mewujudkan pemerataan ekonomi.

“Yang menjadi catatan saya, baru sekitar 10% saja dari potensi 1200 Triliun sumber daya maritim yang berhasil dikelola oleh Bangsa Indonesia, itupun sebagian besar masih sebatas dikomersialkan dalam bentuk bahan mentah saja, belum sampai ketahap pengelolaan lebih lanjut sehingga memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi,” Dr. (H.C.) Marcellus Hakeng Jayawibawa.

Untuk itu sudah saatnya Indonesia fokus kembali ke maritim. Tidak berlebihan jika Indonesia memposisikan laut menjadi pusat pemecahan dari berbagai persoalan bangsa Indonesia seperti pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran hingga pada persoalan kelaparan.

Selanjutnya, Pendiri dan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Ahli Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (AKKMI) ini menyoroti Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut.

“Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut. Salah satu point di PP No 26/2023 tersebut diperbolehkan ekspor pasir laut ke Singapura. Menurut pandangan saya PP tersebut berpotensi merugikan Indonesia baik dari sisi Ketahanan Nasional hingga sisi ekosistem laut dan masyarakat pesisir yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan,” ungkap DR (HC) Capt. Hakeng.

Pengerukan pasir laut yang kemudian diekspor ke Singapura menurut dugaan DR (HC) Capt Hakeng akan dipakai untuk memperluas daerah daratan Negara Singapura. “Hal itu tentu akan mempengaruhi batas wilayah antara Singapura dan Indonesia. Potensi terjadinya konflik Pertahanan dan Keamanan dapat terjadi. Konflik perbatasan tidak menutup kemungkinan terjadi dengan Negara ASEAN lainnya yang bertetangga dengan Singapura,” tegasnya.

Dalam keterangan pers tertulisnya DR (HC) Capt Hakeng juga menyatakan bahwa Indonesia sebagai Negara Maritim belum menyadari posisinya saat ini. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, tapi bangsa Indonesia masih fokus pada urusan sebagai negara agraris. Padahal daratan hanyalah sepertiga dari keseluruhan wilayah Indonesia. Bangsa Indonesia telah terlalu lama memunggungi lautan. Sehingga sulit bagi bangsa Indonesia untuk melakukan akselerasi menjadi bangsa yang besar, padahal potensi yang dimiliki sangat besar. Jika potensi besar itu digarap dengan baik, tentu Bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang besar dengan cepat.

“Untuk mempercepat hal tersebut saya tidak dapat bekerja sendiri, tentu dibutuhkan lebih banyak lagi pemikir di bidang maritim dari Bangsa Indonesia yang harus dilahirkan. Karenanya saya selalu mendorong banyak pihak di Indonesia untuk fokus akan hal ini,” harapnya.

Dalam akhir keterangan pers, DR (HC) Capt Hakeng menegaskan, “Setiap Bangsa memiliki jalurnya masing-masing untuk menjadi sebuah Bangsa yang besar di Dunia. India dengan populasinya serta kemampuannya di Bidang Teknologi telah menjadi sebuah Bangsa yang besar. Untuk Bangsa Indonesia, saya memiliki keyakinan bahwa jalur Indonesia menjadi Bangsa yang besar adalah dengan menjadi Bangsa Maritim.” (**)

Categories
Pendidikan TNI

Taruna Politeknik Ahli Usaha Perikanan – KKP Kunjungi Mako Pushidros TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Taruna Politeknik Ahli Usaha Perikanan – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengunjungi Markas Komando (Mako) Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) bertempat di Ruang serbaguna Pushidrosal, Jakarta Utara, Kamis (22/6/2023).

Kedatangan rombongan yang dipimpin Eli Nurlaela selaku Koordinator dan 2 guru pendamping beserta 71 Taruna tersebut diterima oleh Kadisserprof Pushidrosal Kolonel Laut (KH) Kukuh Suryo Widodo yang didampingi Kadispeta Pushidrosal Kolonel Laut (P) Agus Sutrianto mewakili Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat.

Danpushidrosal, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kadisserprof Pushidrosal mengatakan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 tentang susunan organisasi Tentara Nasional Indonesia. Pushidrosal merupakan lembaga pemerintah di bawah organisasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang bertugas menyelenggarakan pembinaan hidro-oseanografi yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran baik untuk kepentingan TNI maupun untuk kepentingan umum.

Untuk kepentingan militer, Pushidrosal bertanggung jawab dengan menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi sebagai data dasar yang akan digunakan sebagai bahan analisis strategi pertahanan nasional.

Sedangkan sebagai lembaga hidrografi nasional, Pushidrosal mempunyai tanggung jawab untuk memberikan jaminan keselamatan navigasi pelayaran di seluruh wilayah perairan yurisdiksi NKRI.

Dalam kunjungan tersebut, taruna kunjungan taruna Politeknik Ahli Usaha Perikanan – KKP dengan agenda kuliah wisata / Field Trip diberikan paparan oleh Kadispeta Pushidrosal tentang Publikasi, yang dilanjutkan diskusi dan Tanya jawab.

Dalam kesempatan tersebut taruna Politeknik Ahli Usaha Perikanan – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diajak berkunjung ke satuan kerja di lingkungan Pushidrosal yang berkaitan langsung dengan hidrografi dan pemetaan diantaranya Dinas Pemetaan, Dinas Produksi dan Distribusi serta museum Pushidrosal.(disp)

Categories
Militer Pendidikan

Kepala Bakamla RI Berikan Kuliah Umum Pasis Seskoal Dikreg 61

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia memberikan Kuliah Umum kepada perwira siswa Dikreg Seskoal LXI dengan mengangkat materi Kolaborasi Sebagai Kunci Menghadapi Ancaman Maritim. Materi berisikan Upaya Bakamla RI mengelola keamanan di laut Natuna Utara. Kuliah umum dilaksanakan di Ruang Kelas Gabungan Seskoal, Jakarta Selatan pada Rabu (14/6/2023).

Kuliah umum dihadiri sebanyak 109 orang perwira yang terdiri dari 101 TNI AL, 2 TNI AD, 2 TNI AU, dan 4 Polisi.

Mengawali paparannya, Kepala Bakamla RI menjelaskan tugas, fungsi serta wewenang Bakamla RI, dilanjutkan dengan menjelaskan berbagai ancaman yang terjadi di wilayah perairan Indonesia, situasi keamanan laut yang terjadi atau disebut Indeks Keamanan Laut (IKL), serta berbagai strategi dalam menjaga keamanan dan keselamatan di laut. Terakhir, upaya yang telah dilakukan oleh Bakamla RI untuk membangun sinergi.

Lebih lanjut, Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia menguraikan strategi keamanan maritim di Laut Natuna Utara, yaitu presence at sea, exploit/explore the sea dan trust build by sea. “Implementasi ketiga strategi ini membutuhkan sinergi, yang untuk mewujudkannya, membutuhkan strategi juga yaitu melalui pendekatan operational, hukum dan kompetensi”, papar kepala Bakamla RI. “Sinergi mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilakukan, dan ini menjadi tantangan, dan perlu strategi untuk mewujudkan sinergi” pungkasnya.

“Tindaklanjut membangun sinergi yang telah dilakukan Bakamla terbagi menjadi 3 poin penting yaitu pertukaran informasi, capacity building, dan dialog intensif. Aksi pertukaran informasi dalam bentuk pertukaran informasi secara periodik dan penguatan parameter informasi yang kredibel dan akurat. Kemudian dalam aspek capacity building bisa berbentuk seminar, pelatihan, kunjungan, dan pembentukan SOP bersama. Terakhir, dalam aspek dialog intensif, dapat dilakukan pertemuan pada semua strata dan upaya mendorong komunikasi informal yang bersahabat.”, ujar Kepala Bakamla RI.

Dalam memberikan kuliah umum, Kepala Bakamla RI di dampingi oleh Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Friche Flack, M.Tr.Opsla, Direktur Kerja Sama Laksma Bakamla Agam Endrasmoro dan Pranata Humas Ahli Madya Kolonel Bakamla Dr. Wisnu Pramandhita, S.T., M.M., M.Tr. Hanla.(hum)

Categories
Pendidikan TNI

KSAL: Pendidikan Tingkatkan SDM yang Berkualitas dan Berdaya Saing

Koran Jurnal, Makassar – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali meresmikan pembangunan fasilitas Gedung Satuan Pendidikan (Satdik) 1, 2, dan 3 Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) serta pembangunan Sky Diving Simulator di Surabaya, bertempat di Markas Komando (Mako) Satdik 2 Kodiklatal, Makassar, Kamis (8/6/2023).

Dalam sambutannya, Kasal menyampaikan peran pendidikan sangatlah penting untuk melahirkan generasi muda yang berkualitas.

“Pemerintah telah menetapkan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan, sebagai salah satu program prioritas nasional, yaitu meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” ungkapnya.

Lebih lanjut KSAL menjelaskan bahwa untuk mendukung pembangunan SDM yang tangguh dan profesional, dibutuhkan kerja keras dan komitmen yang tinggi dari semua pihak. Kemajuan teknologi yang semakin pesat dan dinamika perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis, tentunya akan menimbulkan tantangan tugas yang juga semakin kompleks dan tidak mudah.

Tujuan dibangunnya fasilitas ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi para calon prajurit TNI Angkatan Laut yang berasal dari seluruh penjuru nusantara.

“Jadi Satdik 1 berada di Tanjung Uban, Satdik 2 berada di Makassar dan Satdik 3 berada di Sorong, di mana keberadaan Satdik ini ditujukan untuk merekrut atau melaksanakan pengadaan personel, pengawak dari organisasi TNI AL, baik yang mengawaki alutsista maupun mereka yang akan mengawaki Pangkalan-Pangkalan, Posal-Posal, dan termasuk kantor-kantor yang berada di wilayah masing-masing,” ucap KSAL dihadapan awak media.

Selain peresmian pembangunan gedung Satdik, dalam kesempatan ini juga diresmikan Sky Diving Simulator 01 Di Surabaya. Pembangunan simulator ini dilaksanakan guna meningkatkan kecakapan prajurit dalam hal kemampuan terjun payung. Dengan adanya Sky Diving simulator ini diharapkan dapat memberikan pelatihan simulasi terjun payung yang lebih realistis dan aman, sehingga dapat mengasah keterampilan, melatih teknik penerjun serta meningkatkan kepercayaan diri prajurit sebelum melakukan terjun payung yang sebenarnya dalam penugasan.(disp)

Categories
Pendidikan Polhukam

Peraturan Gubernur NTT terkait Jam Masuk Sekolah Dinilai Ada Kesan Paksaan dan Diskriminatif

Koran Jurnal, Jakarta – Walaupun banyak yang keberatan dengan usulan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B. Laiskodat, yang menginginkan SMA dan SMK di Kota Kupang masuk pukul 05.00 Wita yang kemudian diubah menjadi pukul 05.30 Wita tetap diterapkan. Alasan Gubernur Viktor Laiskodat  saat rapat dengan sejumlah guru serta kepala SMA dan SMK di Kota Kupang pada 23 Februari 2023 lalu adalah untuk meningkatkan etos kerja dan kedisiplinan anak-anak SMA dan SMK.

Usulan atau dapat disebut sebagai perintah tak tertulis dari Gubernur NTT mendapat tanggapan dari Tokoh Muda NTT, Marcellus Hakeng Jayawibawa.

“Pernyataan Pak Gubernur Viktor Laiskodat yang meminta anak sekolah setingkat SMA dan SMK masuk pukul 05.30 Wita, saya sebagai Tokoh Muda NTT, saya sangat tidak setuju,” kata Marcellus dalam keterangan persnya kepada media Rabu (01/03/2023).

“Memang tidak ada yang salah dari pernyataan tersebut. Tujuannya baik  untuk meningkatkan kedisiplinan dan etos kerja atau belajar dari anak didik. Tapi pernyataan itu sebaiknya dikaji lebih mendalam. Sebaiknya dilakukan studi singkat terhadap plus minus siswa untuk masuk sekolah pukul 05 Wita,” sambung dia.

Marcellus sebutkan kembali, ide dari Gubernur NTT malahan memunculkan kegaduhan di kalangan orang tua murid. Bahkan mungkin juga merembet ke para pelajar dan guru yang ujung-ujungnya akan mengganggu konsentrasi belajar dan mengajar di lingkungan pendidikan Kota Kupang dan NTT pada umumnya.

“Pernyataan dari orang nomor satu di Provinsi NTT itu tidak perlu terburu-buru  diterapkan ke pihak sekolah SMA dan SMK. Sebaiknya keputusan yang dibuat sudah dibicarakan dengan Persatuan Orang tua Murid dan Guru yang dibentuk dalam rangka melibatkan orang tua murid secara langsung dalam dunia pendidikan dan pembinaan di sekolah.,” sambung Marcellus.

Lebih lanjut Marcellus yang juga sebagai Kepala Departemen Penataan dan Distribusi Kader Pimpinan Pusat Pemuda Katolik menyatakan mengubah suatu aturan dalam hal ini jam masuk sekolah tidak dengan cara instan. Ada beberapa hal lain yang perlu menjadi pertimbangan, yakni ketersediaan angkutan umum di NTT.

“Kalau kita bicara di daerah yang transportasinya mudah, mungkin masuk akal. Tapi di daerah NTT, jam berapa anak-anak  itu harus bangun dan berangkat sekolah. Belum kalau harus jalan kaki tembus segala macam rintangan alamnya,” beber Marcell.

Persoalan keamanan dan kenyamanan siswa saat akan menuju lokasi belajar juga harus menjadi prioritas perhatian pihak terkait. “Apakah pihak keamanan dalam hal ini kepolisian ikut dilibatkan untuk menyiagakan anggotanya di jalur perjalanan para siswa? Ini penting mengingat para siswa berangkat masih terbilang pagi dan mungkin jalanan masih sepi. Hal ini untuk meminimalisasi bahaya apa  yang mungkin terjadi di perjalanan. Apalagi bagi siswi sekolah yang harus berangkat sendirian,” kata Marcell.

Perubahan jam masuk sekolah boleh jadi juga akan mempengaruhi kondisi psikologis para siswa dan tenaga pengajar. Karena kini siswa harus bangun pagi-pagi buta. Begitu juga tenaga pengajar atau guru harus bangun lebih pagi dari biasanya.

“Bagi guru wanita mungkin akan lebih merepotkan. Selain mereka harus mengurus keluarga, mempersiapkan makanan untuk suami dan anak-anak, mereka juga memiliki kewajiban untuk mengajar di sekolah. Selain lelah fisik juga lelah mental akan muncul. Akibatnya, mungkin saja tenaga untuk mengajar akan berkurang,” jelas Marcell.

Marcellus juga mengomentari klarifikasi dari Viktor Laiskodat yang dimuat di akun Instagram @viktorbungtilulaiskodat, Selasa (28/2).

Viktor Laiskodat menyebutkan hanya dua Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menerapkan jam masuk sekolah pukul 05.00 Wita yakni SMA 1 dan SMA 6. Sebab, kedua sekolah tersebut yang memiliki kemampuan dan sanggup menerapkan aturan baru dalam mencetak siswa unggulan.

Bahkan Gubernur NTT juga mempersilakan para orang tua yang ingin mendorong anak-anaknya sekolah di dua SMA tersebut. Menurutnya, para siswa di sekolah tersebut akan disiapkan menjadi pemimpin masa depan. Bagi yang tidak mau  tidak dipaksa dan dapat  bergeser ke sekolah lain.

“Dari ucapan di instagram Gubernur NTT, saya menilai ada unsur ancaman terhadap pelajar dan orang tua. Saya sangat menyayangkan hal itu. Karena dalam Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM) Pasal 26 ayat 1 menyebutkan Setiap orang berhak memperoleh pendidikan. Kemudian ayat 3 menyebutkan orang tua mempunyai hak utama untuk memilih jenis pendidikan yang akan diberikan kepada anak-anak mereka,” sebut Marcellus.

Marcellus juga menyatakan bahwa Indonesia telah meratifikasi DUHAM yang dijabarkan dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai visi mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian Visi diperjelas ke dalam batang tubuh yang terdiri dari 37 Pasal. Untuk  pembangunan di bidang Pendidikan

Dijelaskan dalam Pasal 28 dan Pasal 31.

“Pasal 28C ayat 1 berbunyi, Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. Pasal 31 ayat 1, setiap warga negara berhak mendapat pendidikan,” katanya.

Pernyataan Gubernur Viktor juga menurut Marcellus mengeluarkan pernyataan mengandung unsur diskriminatif dalam pendidikan, yakni dua sekolah tersebut yakni SMA 1 dan SMA 6 memiliki kemampuan dan sanggup menerapkan aturan baru dalam mencetak siswa unggulan.

UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 4 ayat 1 disebutkan bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.

Dalam Pasal 5 ayat 1 UU Sisdiknas juga menyebutkan Setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

“Jadi, perlu diingat bahwa pendidikan merupakan  hak yang harus didapatkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Bahkan negara menjamin setiap warga negaranya mendapatkan pendidikan yang layak. Jadi mencetak siswa unggulan tidak hanya pada dua sekolah tersebut, tapi juga berlaku untuk seluruh pelajar yang bersekolah di NTT,” pungkasnya. (***)

Categories
Pendidikan TNI

Pushidros TNI AL Terima Kunjungan Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menerima kunjungan mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang di Ruang Serba Guna Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Kamis, (23/2/2023).

Rombongan yang berjumlah 51 mahasiswa berasal dari fakultas teknik sipil dan perencanaan program studi teknik geodesi program pascasarjana (S1) ITN Malang tersebut diterima langsung oleh Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat.

Kunjungan study excursion dengan ketua Field Trip bapak Gabriel Elfrid Virgiluiz Lado Ghenong selama satu hari di Pushidrosal tersebut bertujuan untuk mewujudkan generasi muda yang berkompeten dan siap menjadi surveyor sukses.

Dalam sambutannya, Danpushidrosal menyampaikan bahwa tugas Pushidrosal menyelenggarakan operasi survei pemetaan Hidro-Oseanografi militer maupun nasional yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut, dan keselamatan navigasi pelayaran serta menyiapkan data dan informasi di wilayah perairan dan yurisdiksi nasional dalam rangka mendukung kepentingan TNI maupun publik untuk pertahanan negara dan pembangunan nasional.

Lebih lanjut, tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh Pushidrosal sangatlah tidak ringan karena Pushidrosal harus mampu memenuhi tuntutan kritikal publik dalam menyiapkan data, informasi hidro-oseanografi di seluruh perairan NKRI dengan akurat, mutakhir dan terpercaya.

Penyediaan data dan informasi tersebut dilaksanakan secara mandiri maupun kerjasama dengan pihak lain, yang dilaksanakan tetap sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, tegasnya.

Di akhir acara, para mahasiswa berkesempatan mengunjungi dinas-dinas di lingkungan Pushidrosal, antara lain Dinas Hidrografi, Dinas Oseanografi dan Dinas Pemetaan, Indonesia Hydrographic Data Center (IHDC) serta Dinas Produksi dan Distribusi.(disp)

Categories
Pendidikan TNI

Gubernur AAL Laksda Deni Hendrata Temu Muka Orang Tua Taruna AAL Angkatan Ke-71

Koran Jurnal, Surabaya – Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Denih Hendrata didampingi Ibu Asuh Taruna AAL Ny. Kiki Denih Hendrata melaksanakan Temu Muka dengan orang tua Taruna AAL Tingkat I Angkatan ke-71 yang digelar di Gedung Maspardi Kesatrian AAL, Bumimoro, Surabaya, Minggu (5/2/2023) kemarin.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur AAL Brigjen TNI (Mar) Edy Prakoso, Sekretaris Lembaga (Seklem) AAL Laksamana Pertama TNI Ni Ketut Prabhawati para Pejabat Utama AAL, para pelatih dan pengasuh serta 250 orang tua Taruna AAL Tingkat l Angkatan ke-71.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur AAL didampingi Ibu Asuh Taruna AAL, Seklem AAL dan Pejabat Utama AAL, menyalami seluruh orang tua Kopral Taruna angkatan ke-71 yang baru masuk di Kesatrian AAL Bumimoro serta disambut Genderang Suling (GS) Gordon oleh Taruna AAL pasca menyelesaikan pendidikan Dasar Keprajuritan dan Integratif di Akademi TNI Magelang.

Gubernur AAL mengucapkan selamat datang kepada para orang tua Taruna AAL tingkat I Angkatan ke-71 di Kampus Akademi Angkatan Laut, Bumimoro Surabaya yang merupakan Kawah Candra Di Muka Matra Laut.

Gubernur AAL mengatakan, bahwa acara Temu Muka ini juga sekaligus untuk memperkenalkan lebih dekat tentang kampus AAL serta memberikan gambaran kepada orang tua Taruna tentang tata kehidupan dan peraturan-peraturan yang ada di AAL yang harus dipatuhi oleh para Taruna selama 3,5 tahun melaksanakan pendidikan di AAL Bumimoro Surabaya.

Sementara itu Gubernur AAL juga menyampaikan tentang sejarah, tugas pokok dan fungsi AAL, kurikulum, sistem pembelajaran, pelatihan dan pengasuhan, serta fasilitas pendidikan dan prospek lulusan AAL kedepan.

Taruna AAL dibentuk dan disiapkan untuk menjadi calon-calon pemimpin yang senantiasa tangguh di atas gelombang Samudra dan menang bertempur di atas medan laga, ujarnya.

Disamping itu para orang tua Taruna angkatan ke – 71 juga berkesempatan menyaksikan langsung jalannya upacara Penutupan Masa Orientasi Taruna tingkat I angkatan ke-71 yang digelar di lapangan Aru kesatrian AAL Bumimoro dengan Inspektur upacara Gubernur AAL Laksda TNI Denih Hendrata.(pen)

Categories
Pendidikan TNI

Serka Mirsan Wahyudi, Bintara TNI AU Raih Gelar Doktor, Predikat Cum Laude

Koran Jurnal, Yogyakarta – Seorang prajurit TNI AU berpangkat Bintara, Serka Misran Wahyudi, S.H., M.H., sukses meraih gelar Doktor dengan predikat  cum laude , di Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta.

Ujian terbuka gelar Doktor, dipimpin ketua tim Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim., S.Ag., M.Ag dengan enam orang anggota, berlangsung di aula Pasca Sarjana UIN Yogyakarta, Minggu (29/1/2023).

Prestasi anggota staf Hukum Lanud Adisutjipto Yogyakarta ini mendapat apresiasi tinggi dari Prof Dr H. Makhrus, SH, M.Hum, selaku promotor saat menyelesaikan Disertasinya. Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Danlanud Adisutjipto yang telah memberikan izin kepada anggota TNI AU menempuh gelar Doktor di UIN Yogyakarta.

“Kami atas nama Perguruan Tinggi UIN Yogyakarta juga menyampaikan banyak terimakasih kepada Komandan Lanud Adisutjipto yang telah mengizinkan prajuritnya menempuh gelar doktor di kampus kami. Semoga kedepan lebih banyak lagi prajurit TNI yang mau kuliah di UIN Yogyakarta ini,” kata Prof. Makhrus.

Disertasi dengan judul ‘Pemberlakuan Qanun Jinayat Aceh Dalam Sistem Penegakan Hukum Pidana  Bagi Prajurit TNI’ dipaparkan Misran Wahyudi dalam ujian terbuka gelar doktor Studi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dr. Misran Wahyudi, SH., MH, mengawali karier sebagai prajurit TNI AU melalui Sekolah Pertama Tamtama Prajurit Karier ( Semata PK) tahun 1999. Saat menyandang pangkat Tamtama, pria kelahiran Bantul ini mengikuti sejumlah pendidikan dan latihan kemiliteran, antara lain Sekolah Kejuruan Dasar Tamtama (Sejursarta) Teknik Pesawat Terbang (TPT) tahun 2000, Diklat Terjun Payung tahun 2001, Diklat Paralayang tahun 2002, Diklat Komputer tahun 2007 dan Susjurlata TPT tahun 2007.

Tahun 2012, dirinya melanjutkan pendidikan ke Sekolah Pembetukan Bintara (Setukba) A-23 tahun 2012 Lanud Adisoemarmo, Solo. Lulus sebagai Bintara TNI AU, ayah dari Pandu Nindyo Gupito ini mengikuti Kursus Hukum Udara, Hukum HAM dan Humaniter serta Diklat Siminfok tahun 2017.

Saat ini Dr. Misran Wahyudi, SH., MH, menjabat sebagai Bintara Pullahta Perkara Hukum Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Sebelumnya, pernah berdinas di sejumlah satuan kerja TNI AU, diantaranya di Sathar 32 Depohar 30 Lanud Abd. Saleh, Malang, Anggota Standevaldik Wingdikterbang dan Tamtama TPT Wingdikterbang Lanud Adisutjipto, Bamin Kaotmil III-14 Denpasar Babinkum TNI, dan Bintara Hukum Subdiskumdirga Diskumau, Jakarta.

Alumni SMA Islam-I Yogyakarta tahun 1996 tersebut menyelesaikan Pendidikan S1 di Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, sementara untuk Magister Hukum, di Universitas Udayana Bali, dan tergabung dalam Peradi lulus Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Bali pada tahun 2014.

DR. Misran Wahyudi, S.H., M.H, pernah menjadi dosen Hukum Pidana di UWM selama tiga tahun, Abdi Dalem Keparjan di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Tutor di Universitas Terbuka dan Dalang Wayang Kulit Gagrag Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat.(disp)