Categories
Militer Pendidikan TNI

KSAU Resmikan Politeknik Angkatan Udara dan Prodi Magister Terapan Strategi Operasi Udara

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., meresmikan secara Virtual Politeknik Angkatan Udara dan membuka Program Studi (Prodi) Magister Terapan Strategi Operasi Udara pada Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) melalui Video Telekonferensi (Vicon) dari Gedung Raden Suryadi Suryadarma Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/09/2020).

Acara tersebut selain dihadiri langsung Sekjen Kemendikbud RI juga diikuti secara Virtual oleh Wakasau Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, M.D.S., Irjenau, Koorsahli Kasau, para Panglima dan Komandan, Kasespim Lemdiklat Polri, para Dansesko Angkatan, para Asisten Kasau, Gubernur AAU, Dankoharmatau, dan para Kepala Dinas jajaran Mabesau.

Pada kesempatan tersebut KSAU menyampaikan, guna mewujudkan pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai salah satu prioritas untuk menuju Indonesia maju, TNI AU terus berupaya meningkatkan kualitas di sektor pendidikan melalui literasi prajurit sebagai salah satu prioritas guna mewujudkan Angkatan Udara yang disegani di kawasan.

“Seskoau sebagai lembaga yang menyelenggarakan pendidikan pengembangan umum tertinggi di TNI AU, harus menjadi unsur yang menghasilkan SDM yang unggul dan profesional, melalui pengembangan karakter para perwira menengah agar memiliki literasi yang baik, wawasan yang luas, pemikiran yang visioner, kepemimpinan yang inklusif, serta manajemen dan pengetahuan tentang strategi operasi udara yang mumpuni,” tegas KSAU.

Lebih lanjut KSAU mengatakan, peluncuran Politeknik Angkatan Udara dan pembukaan Prodi Magister Terapan Strategi Operasi Udara di Seskoau adalah bentuk upaya TNI AU menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin dinamis. Seskoau adalah satu-satunya lembaga pendidikan di Indonesia yang berfokus pada pengembangan keahlian pada bidang operasi udara dan strategi serta perencanaan operasi udara.

“Saya berharap Prodi magister terapan Seskoau ini dapat menjadi unggulan dan terdepan bidang strategi operasi udara dengan standar global, serta menjadi center of excellence on air and space science pada tahun 2029,” ujar KSAU.

Pada kegiatan tersebut dilaksanakan penyerahan dokumen dari Kemendikbud kepada TNI AU dilanjutkan pemberian cinderamata dari Kasau kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A., serta pemberian 500 buku dari KSAU kepada Danseskoau.(disp/red)

Categories
Pendidikan TNI

Jalani Latihan Wajib Kematraan, 113 Taruna AAU Tingkat II Lulus Susparadas

Koran Jurnal, Bandung – Sebanyak 113 siswa taruna-taruni Akademi TNI Angkatan Udara (AAU) tingkat II dinyatakan lulus dalam Pendidikan Kursus Para Dasar Angkatan 188 usai menjalani latihan wajib kematraan di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung, Sabtu (12/09/2020).

Kursus para dasar angkatan 188 ini diikuti oleh 113 siswa AAU, terdiri dari 104 taruna dan 9 taruni sebelumnya para siswa telah melaksanakan penerjunan sebanyak 7 kali diantaranya 6 kali terjun pada siang hari dan 1 kali terjun pada malam hari selama satu bulan penuh.

Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara (Dankodiklatau) Marsekal Muda TNI Tatang Harlyansyah, S.E., M.M., dalam sambutannya mengatakan Susparadasar memiliki arti yang sangat penting bagi para siswa, karena sasaran dan latihan para dasar salah satunya adalah mewujudkan kemampuan dan keterampilan prajurit dalam menerapkan prosedur terjun statik.

“Hal ini bukan semata-mata sebagai pencapaian kemampuan para dasar saja bagi para siswa, akan tetapi lebih dari itu yakni salah satunya adalah untuk membentuk sikap mental dan disiplin militer yang lebih baik lagi,” ucap Dankodiklatau.

Selain itu Dankodiklatau secara khusus mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kesiapan terselenggaranya Susparadas Angkatan ke-188, tidak lepas dari kesiapan Komandan Lanud Sulaiman, Komandan Skadik 204, para instruktur dan pembina.

“Oleh karena itu saya harapan ke depan kegiatan serupa dapat terlaksana dengan lebih baik lagi, yang tentu harus dengan tahapan perencanaan yang baik, agar output pendidikan dapat dipertanggung jawabkan secara profesional,” tambah Dankodiklatau.

Sebelum upacara penutupan, para siswa melakukan penerjunan terakhir dengan dropping zone runway Lanud Sulaiman dan dilanjutkan dengan penyematan brivet para dasar oleh para pejabat, pengasuh dan instruktur kepada para siswa taruna AAU.

Para dasar terjun payung merupakan latihan kematraan yang wajib diikuti oleh Taruna AAU Tingkat II, bertujuan untuk memperkuat karakter air crew serta memberikan pengalaman tentang teknik terjun statik sekaligus menanamkan semangat cinta dirgantara dan kebanggaan sebagai calon perwira TNI AU.

Acara Wingday Susparadas Angkatan ke-188 dihadiri undangan secara terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan mengingat situasi dalam masa pandemi Covid-19.

Hadir pada kesempatan tersebut Dirum Kodiklatau, Kalambangja Kodiklatau, Dirdik AAU beserta tim AAU, para kepala dinas di jajaran Lanud Sulaiman dan para komandan skadik.(disp/red)

Categories
Pendidikan TNI

KSAU Setuju Seskoau Punya Program Magister Terapan

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., menyetujui program Magister Terapan Strategi Operasi Udara di Seskoau.

Menghadiri paparan rencana program Magister Terapan Strategi Operasi Udara oleh Danseskoau Marsda TNI Samsul Rizal, S.I.P., M.Tr (Han)., di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (27/07/2020), KSAU menyatakan dukungannya.

“Pada prinsipnya saya menyetujui program Magister Terapan Strategi Operasi Udara pada Seskoau yang dicetuskan oleh Danseskoau,” terang Kasau.

Kasau berharap program Magister Terapan Strategi Operasi Udara di Seskoau, tetap punya ciri khas kemiliteran.

Danseskoau dalam paparannya menyampaikan pendirian program Magister Terapan Operasi Udara pada Seskoau merupakan sarana untuk mewujudkan sumber daya manusia TNI AU unggul dan berkualitas.

Kompetensi lulusannya, di harapkan mampu menguasai teori Strategi Operasi Udara, memiliki kemampuan merencanakan dan melaksanakan Operasi dan Latihan Gabungan TNI, memiliki kemampuan menganalisis ancaman dan menentukan kontijensi, memiliki kemampuan merencanakan dan menyelenggarakan dukungan logistik dalam Operasi Udara, dan memiliki kemampuan melaksanakan penelitian/riset di bidang Strategi Operasi Udara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakasau, Koorsahli Kasau, Asops Kasau, Asrena Kasau, Kadisdikau, perwakilan Unjani, dan perwakilan IPDN.(disp/red)

Categories
Kesehatan Pendidikan Ragam

Kiat Pemerintah dalam Melindungi Anak di Masa Pandemi Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Di balik jumlah total pasien sebanyak 95.418 terkonfirmasi Covid-19 per 24 Juli 2020, terdapat anak-anak yang turut terdampak. Baik menjadi salah satu pasien terkonfirmasi, meninggal dunia, bahkan berada di situasi sulit di saat orang tua mereka menjadi salah satu pasien terkonfirmasi positif. Tidak hanya itu, masa pandemi ini pun mempengaruhi perkembangan psikologis anak.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Harry Hikmat menjelaskan terdapat berbagai dampak yang ditimbulkan akibat COVID-19 bagi anak-anak, di antaranya adalah keterpisahan keluarga, berkurangnya akses terhadap dukungan sosial, stres orang tua, kekerasan, perlakuan salah, stres psikologis terhadap anak, penelantaran, eksploitasi, dan stigma pada etnis tertentu.

Dalam melakukan tindak pencegahan dan penanganan anak yang terdampak akibat Covid-19, Harry menjelaskan bahwa Kemensos telah melakukan upaya bagi anak-anak yang terpapar.

“Sudah tentu ada upaya langsung kepada anak-anak yang terpapar dan ini dilakukan oleh para pekerja sosial di seluruh Indonesia berdasarkan laporan pengaduan maupun juga rujukan. Jadi ada balai-balai besar anak, panti sosial anak, lembaga kesehatan sosial anak yang kita kerahkan untuk mengantisipasi kalau ada resiko terburuk pada anak,” ujar Harry saat berdialog di Media Center, Jakarta, Sabtu (25/07/2020).

Terdata saat ini terdapat 346 anak positif Covid-19 yang terpapar dari 25 provinsi di Indonesia dan telah ditangani secara langsung oleh para pekerja sosial.

Dalam proses penanganan anak yang terpapar, pekerja sosial tidak hanya melakukan pendekatan pada anak, para pekerja sosial pun akif melakukan pendekatan kepada orang tua dan keluarga dari anak tersebut melalui online.

“Nah ini yang perlu satu pemahaman di mana anak itu harus mengerti terhadap situasi yang sulit tapi sisi lain orang tua pun juga harus bisa mengerti bahwa situasi seperti itu tidak bisa terlalu dekat dengan anak. Untuk itu kita pun melakukan pendekatan tidak hanya pada anak, tetapi juga kepada orang tua dan keluarganya melalui media online,” tutur Harry.

Harry menambahkan bahwa layanan online dapat diakses melalui hotline TePSA 1500771.

“Telepon Sahabat Anak yang sering dipakai untuk rujukan, untuk pengaduan, itu ditindaklanjuti oleh pekerja sosial dan upaya tersebut dilakukan melalui online. TePSA itu (nomor hotline) 1500771,” tambah Harry.

Kemensos bekerja sama dengan Satgas Covid-19 BNPB, Unicef, dan lembaga internasional lain, seperti Yayasan Tunas Cilik, telah mengeluarkan panduan bagi para pekerja sosial untuk menunjang jalannya pendampingan.

“Kami sudah mengeluarkan panduan untuk pekerja sosial bagaimana menjada kesehatan dirinya sendiri sebagai pekerja sosial, dan bagaimana menangani kasus anak-anak yang terpapar Covid-19 berikut juga penanganan kepada keluarganya,” ucap Harry.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Harian PKSAI Tulungagung, Sunarto Agung Laksono menjelaskan peran Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) dalam proses perlindungan anak di masa pandemi Covid-19.

“Kita mengintegrasikan semua jenis layanan anak yang dimiliki oleh pemerintah, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, kita rangkul di situ,” ujar Sunarto melalui aplikasi Zoom.

Tidak hanya itu, PKSAI pun melakukan berbagai upaya untuk menangani anak yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan melakukan advokasi dan memberikan recreational kit agar tetap bisa mengembangkan diri saat karantina.

“Kiita melakukan advokasi bersama dengan tim media untuk memberikan layanan yang lebih intensif. Utamanya terhadap psikologi anak, agar mereka tidak trauma,” tutur Sunarto.

“Kita bagikan yaitu recreational kit. Di situ ada buku gambar, kemudian buku untuk mewarna, ada alat untuk bola, balon, kemudian kayu, dan lain sebagainya. Sehingga anak-anak selama dikarantina itu bisa lebih bisa mengekspresikan dirinya, kemudian mengurangi traumanya, dan bisa melewati masa karantina itu dengan lebih baik,” tambah Sunarto.

Selanjutnya, Sunarto menjelaskan pula penanganan yang dilakukan PKSAI bagi anak yang terdampak COVID-19.

“Kita kerja sama dengan pemerintah desa di mana anak itu tinggal. Kemudian kita melakukan asesmen melalui kepala desa, dan hasil asesmen kemudian kita rujuk ke layanan dan sekaligus kita melakukan monitoring terhadap hasil layanannya,” jelas Sunarto.

Kembali pada upaya pemerintah, Harry menjelaskan bahwa pemerintah telah memiliki upaya pencegahan dengan menerapkan family support yang telah tergambar pada program jaring pengaman sosial, mencakup bantuan sosial keluarga harapan dan sembako.

Pada akhir dialog Harry mengajak masyarakat agar ikut berkontribusi dalam upaya penanganan pandemi, bukan hanya saat anak sudah terpapar, namun juga pada fase pecegahan, yakni dengan menguhubungi hotline 1500771 untuk menyampaikan pengaduan.

“1500771 siap menerima pengaduan,” tutup Harry.(pus/red)

Categories
Pendidikan

Praja IPDN Diminta Memperkaya Ilmu

Koran Jurnal, Jakarta – Calon wisudawan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diminta untuk mempelajari ilmu-ilmu lain di luar materi yang didapat selama masa perkuliahan. Demikian dikatakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo saat memberikan kuliah umum bagi praja utama calon wisudawan IPDN angkatan XXVII, Kamis (23/07/2020).

“Adik-adik, tolong luangkan waktu untuk mencari ilmu tambahan di bidang lain. Tidak hanya melulu yang berkaitan dengan administrasi dan tata kelola pemerintahan, tapi juga kuasai bidang lain, seperti IT dan lain sebagainya,” ujar Tjahjo.

Tjahjo melanjutkan bahwa praja IPDN lulus dengan latar belakang pendidikan S-1 dan D-IV, sehingga secara prinsip telah memiliki kompetensi dan keahlian di bidangnya masing-masing. Adapun bidang keilmuan yang dikuasai tersebut antara lain mengenai otonomi daerah, keuangan daerah, administrasi wilayah, hingga ilmu terkait politik dan pemerintahan umum.

“Ini yang saya kira sudah ditata oleh IPDN dengan baik, sehingga lulusan IPDN diharapkan tidak mengisi jabatan administrasi,” lanjutnya.

Lulusan IPDN yang akan disebar ke berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dapat menjadi ASN berkualitas yang kaya ilmu. Tentunya, ini berkaitan langsung dengan _quick wins_ dari reformasi birokrasi yang dijalankan oleh pemerintah.

Aparatur yang berkualitas, yang mana didalamnya terdapat lulusan IPDN, didukung dengan proses tata kelola yang cepat, maka akan menghasilkan birokrasi yang baik, bersih, sederhana, dan fleksibel. Hal ini kemudian akan menghasilkan pelayanan publik yang prima dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

Untuk menghasilkan birokrasi yang baik dan bersih, maka dalam pelaksanaan Road Map Reformasi Birokrasi 2020-2024 menggunakan dua asas, yakni fokus pada akar masalah tata kelola pemerintah dan prioritas perbaikan tata kelola pemerintah yang sesuai dengan karakteristik sumber daya dan tantangan yang dihadapi. Untuk mendukung kedua asas tersebut, maka dimasukkan tiga hal baru dalam road map reformasi birokrasi.

Ketiga hal tersebut adalah strategi yang lebih implementatif, lebih melibatkan banyak pihak baik vertikal maupun horizontal, dan terakhir, program serta kegiatan reformasi birokrasi yang didesain hingga unit kerja. Maka, pelaksanaan reformasi birokrasi dapat mendorong pertumbungan ekonomi dan keberhasilan pembangunan daerah. “Kunci dari birokrasi adalah memberikan pelayanan publik yang prima,” tambah Tjahjo.

Dijelaskan, bahwa Presiden menginginkan reformasi birokrasi untuk dapat mempercepat proses pengambilan keputusan yang dilakukan lebih fleksibel. Selain itu, ASN diminta juga untuk kerja keras, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan global dan transformasi digital. Sehingga birokrasi menjadi lebih dinamis, profesional, efektif, dan efisien dalam melayani publik di semua bidang serta dapat membangun koordinasi antar-instansi dengan lebih cepat.

“Selamat kepada praja yang akan diwisuda. Tetap jaga kesehatan, optimis, dan selamat mengabdi untuk bangsa dan negara,” pungkas Tjahjo.(hum/red)

Categories
Kesehatan Pendidikan

Kemenkes-UNICEF: Lindungi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja Saat Masa Pandemi Covid-19

 

Lindungi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja Saat Masa Pandemi Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Pandemi Covid-19 telah berdampak pada sebagian besar aktivitas masyarakat termasuk pada kelompok terkecil yaitu keluarga dan anak. Perubahan pada aktivitas sehari-hari bagi anak dan remaja ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik mereka saja, namun juga pada aspek kesehatan jiwa karena perubahan-perubahan tersebut terjadi dalam waktu yang cukup cepat.

Pemerhati Kesehatan Jiwa Anak UNICEF, Ali Aulia Ramly mengatakan bahwa salah satu dampak dari pandemi pada anak dan remaja adalah adanya pembatasan sosial yang diterapkan oleh pemerintah untuk mencegah potensi penularan virus Covid-19. Pembatasan sosial ini membuat muncul rasa takut yang berlebihan pada anak dan remaja karena banyaknya informasi yang mereka terima tentang pandemi ini.

Selain itu, pembatasan sosial juga membuat anak dan remaja merasa bosan karena harus berdiam diri di rumah dan tidak bisa berinteraksi dengan teman-temannya.

“Tentu saja kebosanan terjadi ketika mereka harus berada di rumah dengan waktu yang sangat lama. Tidak bisa bertemu teman-temannya ini merupakan sejumlah dampak yang wajar dan banyak terjadi pada anak.kita harap begitu banyak anak akan bisa pulih dan melihat kembali bagaimana mereka tidak terganggu situasinya dalam keadaan ini,” ujar Aulia saat dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Senin (20/07/2020).

Pada kesempatan yang sama, Dr.dr.Fidiansjah, SpKJ., MPH selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan juga turut memaparkan data dari Wahana Visi Indonesia tentang Studi Penilaian Cepat Dampak Covid-19 dan Pengaruhnya Terhadap Anak Indonesia sebagai pendukung pernyataan dari Aulia.

Data tersebut menunjukkan bahwa terjadi ketidakmerataan akses terhadap fasilitas pendukung untuk pembelajaran daring maupun luring yang dialami pada anak yang sudah masuk usia sekolah. Sebanyak 68 persen anak dapat mengakses terhadap fasilitas pendukung selama masa pembelajaran namun juga terdapat 32 persen anak bahkan tidak mendapatkan program belajar dalam bentuk apapun.

“Dampaknya anak harus mempunyai sistem belajar sendiri dan dampaknya 37 persen anak tidak bisa mengatur waktu belajar, lalu 30 persen anak kesulitan memahami pelajaran, bahkan 21 persen anak tidak memahami instruksi guru,” jelas Fidiansyah.

Tidak dapat dipungkiri, pandemi ini juga dapat berdampak kepada aspek psikososial dari anak dan remaja di antaranya adalah perasaan bosan karena harus tinggal di rumah, khawatir tertinggal pelajaran, timbul perasaan tidak aman, merasa takut karena terkena penyakit, merindukan teman-teman, dan khawatir tentang penghasilan orangtua. Dampak paling membahayakan adalah sebanyak 62 persen anak mengalami kekerasan verbal oleh orang tuanya selama berada di rumah.

Sejalan dengan data yang dipaparkan Fidiansyah, Aulia mengungkapkan bahwa kekerasan pada anak itu memang sudah terjadi di Indonesia bahkan sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Pada dasarnya jumlah kejadian kekerasan pada anak di Indonesia memang tinggi dan itu mengkhawatirkan,” ungkap Aulia.

Contoh konkrit kekerasan pada anak secara emosional adalah merendahkan kemampuan anak dalam belajar dan menerapkan pola mendisiplinkan anak yang tidak tepat seperti memberikan hukuman dan sanksi yang dianggap bagi sebagian orang tua justru akan membangkitkan semangat pada anak.

Lebih lanjut Aulia juga menjelaskan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, orang tua maupun anak untuk memahami apakah dia terdampak secara psikologis.Gejala-gejala umum seperti menurunnya semangat untuk menjalankan aktivitas, mudah marah, dan cepat kehilangan konsentrasi itu memang normal namun tetap harus diperhatikan jika terjadi secara berkepanjangan.

“Jangan lupa bahwa ketika kita ingin mendukung anak dan remaja, kita juga harus memperhatikan kesehatan jiwa orang tuanya, membantu mereka memahami diri sendiri, bisa memilih cara menangani, dan cara untuk mendapat pertolongan,” tegasnya.

Upaya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dalam menangani isu kesehatan jiwa anak dan remaja selama masa pandemi adalah dengan membuat regulasi yang menitikberatkan arah dari setiap kebijakan pada terwujudnya masyarakat yang peduli pada kesehatan jiwa.

Fidiansyah menjelaskan bahwa upaya dari Kementerian Kesehatan juga akan berkolaborasi dengan UNICEF untuk konteks kemitraan dengan jaringan secara internasional melalui berbagai upaya salah satunya adalah upaya menjaga imunitas.

“Imunitas penting dalam konteks covid, jangan sampai tadi kesehatan jiwa dia turun, kemudian mengganggu imunitas yang dibutuhkan di dalam Covid ini,” tutur Fidiansyah

Fidiansyah juga kembali mengingatkan tentang slogan “Atasi Covid dengan Cerdik Ceria.”

C- Cek kondisi kesehatan secara berkala
E- Enyahkan asap rokok
R- Rajin aktivitas fisik
D- Diet sehat dengan kalori
I- Istirahat yang cukup
K- Kendalikan stress

C- Cerdas intelektual emosional dan spiritual
E- Empati dalam berkomunikasi efektif
R- Rajin beribadah sesuai agama dan keyakinan
I- Interaksi yang bermanfaat bagi kehidupan
A- Asah, Asih, dna Asuh tumbuh kembang dalam keluarga dan masyarakat

Terakhir ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu tetap patuhi protokol kesehatan pada situasi apapun, jaga kesehatan fisik dan jiwa untuk kelola stress, berobat dan konsultasi ke rumah sakit jika mengalami gejala penyakit apapun, dan bila membutuhkan dukungan kesehatan fisik dan jiwa hubungi Call Center yang sudah tersedia,” pungkas Fidiansyah.(pus/red)

Categories
Pendidikan TNI

KSAD Tutup Pendidikan Taruna dan Taruni Akmil Tingkat IV

Koran Jurnal, Jakarta. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin upacara Penutupan Pendidikan & Wisuda Sarjana Taruna / Taruni Tingkat IV Akademi Militer TA 2019/2020 kemarin pagi Senin (06/07/2020) di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Demikian disampaikan Kadispenad Brigjen TNI Nefra Firdaus yang hadir di tengah acara tersebut.

Kadispenad menerangkan bahwa Taruna dan Taruni Akmil semuanya berjumlah 254 orang, terdiri dari 234 Taruna dan 20 Taruni. Upacara di Lapangan Pancasila Akademi Militer itu juga dihadiri sebagian orang tua Taruna dan Taruni. Setelah Upacara Tupdik, di tempat yang sama dilanjutkan dengan acara wisuda sarjana dan sumpah prajurit.

Ada yang berbeda dalam upacara penutupan pendidikan tahun ini daripada tahun sebelumnya. Seluruh peserta upacara dan para Taruna dan Taruni menggunakan masker.

Pada penganugerahan penghargaan Adhi Makayasa dan Anindya Wiratama, Taruna dan Taruni penerima penghargaan mengalungkan sendiri penghargaan yang diterimanya dan mengambil piagam penghargaannya di atas meja. Hal ini dikarenakan untuk mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Pada upacara penutupan pendidikan, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan ucapan selamat kepada seluruh Taruna dan Taruni Tingkat IV (Sermatutar) yang telah menyelesaikan pendidikan selama empat tahun dengan baik. Selanjutnya mereka berhak menyandang gelar Sarjana Terapan Pertahanan S.Tr (Han).

“KSAD juga menyampaikan ucapan selamat kepada lulusan terbaik Taruna (Putra) yang mendapatkan piagam dan medali penghargaan Adhi Makayasa yang diraih oleh Sermatutar Angga Andhika Yudha, dan juga penghargaan Anindya Wiratama kepada lulusan terbaik Taruni (Putri) yang diraih oleh Sermatutar Heny Puspitasari,” ujar Nefra.

Lanjut Nefra, semua penghargaan tersebut adalah bentuk pengakuan atas kerja keras dan potensi diri yang telah ditunjukkan para Taruna selama pendidikan.

” Pimpinan TNI AD (KSAD) juga berharap agar prestasi yang telah diraih dapat terus dikembangkan dalam berkarier sebagai perwira TNI AD nantinya,” ucap Alumni Akademi Militer tahun 1992 itu.

Kasad juga meminta kepada seluruh Taruna dan Taruni agar terus belajar dan berlatih, mengembangkan kemampuannya masing-masing menjadi perwira yang profesional dan pemimpin TNI AD yang kelak dapat diandalkan dan siap ditempatkan di satuan-satuan TNI AD yang menjadi prioritas baik satuan tempur, satuan bantuan tempur dan satuan bantuan administrasi yang tersebar di seluruh wilayah NKRI.

Lulusan Akademi Militer tahun ini terbagi dalam 10 ( sepuluh) korps kecabangan di TNI AD, antara lain kecabangan Infanteri 116 Taruna; Kavaleri 24 Taruna; Armed 19 Taruna; Arhanud 20 Taruna; Zeni 25 Taruna 2 Taruni; Penerbad 13 Taruna 3 Taruni; Bekang 7 Taruna 6 Taruni; Perhubungan 3 Taruna 2 Taruni; Peralatan 2 Taruna 2 Taruni; Polisi Militer 5 Taruna 5 Taruni.

”Selamat bertugas kepada para perwira muda TNI Angkatan Darat tahun 2020,” pungkas Kadispenad mengutip pernyataan KSAD.

Rangkaian kegiatan upacara itu, dimeriahkan Playpass dan Display GSCL (Genderang Suling Caka Lokananta) disertai peragaan defile taruna dan taruni tingkat IV yang disaksikan oleh KSAD beserta undangan lainnya.

Setelah upacara penutupan, para Taruna dan Taruni yang menyelesaikan pendidikan diberikan kesempatan untuk bertemu dengan para orangtua yang telah menunggu di sekitar lapangan upacara. Rasa bahagia dan haru tumpah ruah di lapangan upacara. Kasad berkesempatan menemui para orangtua Taruna dan Taruni di lapangan, dan juga menemui dan menghibur para Taruna dan Taruni yang orangtua mereka belum dapat hadir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangkostrad, Dankodiklat TNI AD, Danjen Akademi TNI, Gubernur Akmil, Para Danpuscab, para pejabat teras di lingkungan TNI AD, Pejabat Distribusi Akademi Militer dan Para Gumil, Dosen, Pengasuh dan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Hetty Andika Perkasa, serta 1142 Taruna dan Taruni Tingkat I,II,III dan IV.(disp/red)

Categories
Pendidikan TNI

Guspurla Koarmada I Beri Bantuan Perlengkapan Sekolah Siswa SD Kepulauan Anambas

Koran Jurnal, Kepri – TNI Angkatan Laut dalam hal ini Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I menyerahkan bingkisan perlengkapan sekolah kepada pelajar sekolah dasar, di Dermaga Sri Siyantan, Desa Tarempa, Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (01/07/2020).

Penyerahan bingkisan perlengkapan sekolah tersebut diserahkan secara simbolis oleh Asintel Guspurla Koarmada I Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono kepada perwakilan siswa.

Dalam sambutannya, Asintel Guspurla Koarmada I menyampaikan bahwa bantuan bingkisan perlengkapan sekolah ini diberikan sebagai wujud kepedulian TNI Angkatan Laut khususnya Guspurla Koarmada I kepada generasi muda yang berada di pulau-pulau Indonesia wilayah barat.

“Semoga bingkisan yang diberikan kepada siswa-siswi ini dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar di sekolah dan semoga bermanfaat bagi siswa-siswi dalam meraih cita-cita sebagi genersi penerus bangsa,” ujar Asintel Guspurla Koarmada I.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Asintel Guspurla Koarmada I Kolonel Laut (P) Ivong Wibowo Wibowo, Komandan KRI Yos Sudarso-353 Letkol Laut (P) Maman Nurhoman, Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Erfan Indra Darmawan, KSPKT Polres Tarempa Iptu Bustami, Media IGN News, Media Tribun, dan Harian Memokepri.(disp/red)

Categories
Pendidikan TNI

KSAD-Rektor UI Tanda Tangani Perjanjian Kerjasama Program Pasca Sarjana dan Pelibatan Mahasiswa dalam Kegiatan TMMD

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A. Ph.D., melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang penyelenggaraan program pendidikan Pasca Sarjana bagi anggota TNI AD serta pelibatan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Indonesia (UI) dalam kegiatan TMMD, bertempat di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Kamis (11/06/2020).

Dijelaskan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Nefra Firdaus, bahwa Perjanjian Kerja Sama antara TNI AD dengan UI yang tertuang dalam dokumen Nomor 17/VI/2020 dan Nomor 313/PKS/R/UI/2020 tentang Penyelenggaraan Program Pendidikan Pasca Sarjana melingkupi pelaksanaan Program Pendidikan Pascasarjana bagi Perwira dan Bintara Angkatan Darat yang telah memenuhi syarat dan lulus seleksi masuk Program Pendidikan Pasca Sarjana yang diselenggarakan oleh pihak UI. Jalur pembelajaran pascasarjana yang dapat diikuti oleh calon mahasiswa dari Angkatan Darat adalah jalur Program Magister (S2) Satu Tahun, jalur Program Doktor (S3) by research, dan jalur Fast-Track S2-S3 pada Program Studi yang menawarkan jalur-jalur tersebut.

Sementara itu, KSAD dalam sambutannya menyampaikan antusiasme anggotanya terhadap program ini. “Sebelumnya kami sudah bertemu dengan Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) membicarakan program yang sama. UGM sudah mulai melangsungkan perkuliahan pada semester ini dengan jumlah 48 orang program S2 dan S3,” ujar KSAD.

Lebih lanjut Jenderal bintang empat ini menyatakan bahwa dari 82 orang yang mendaftar ada yang berasal dari Papua, Papua Barat, Aceh, Sumatera Utara, dan Sulawesi.

“Jadi kami mengharapkan metode pendidikan yang fleksibel sehingga mereka tidak harus hadir secara fisik dalam bentuk pendidikan yang normal, sehingga makin banyak personil Angkatan Darat yang bisa mengambil program-program ini,” tandasnya.

“Selanjutnya kami akan serahkan kepada Universitas Indonesia, standar disamakan karena memang tujuan kami kerjasama dengan universitas yang Prominent. Kami berharap dari 82 orang ini bisa terpilih sesuai standar dari UI,” harap Andika.

Ditambahkan Kadispenad, perjanjian kerja sama juga meliputi pelibatan personil Mahasiswa KKN dan Dosen Pendamping dari UI dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan TMMD yang diselenggarakan sebanyak tiga kali setahun maupun program KARYA BHAKTI dengan sasaran nonfisik sesuai dengan lokasi dan waktu pelaksanaan yang disepakati.

“TMMD adalah program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan komponen bangsa lainnya meningkatkan kegiatan pembangunan di pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan,” tandas Jenderal bintang satu tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor UI Prof. Ari menyampaikan, “Kerja sama dalam hal TMMD ini sejalan dengan program UI yaitu Kuliah Kerja Nyata atau KKN. Melalui KKN, mahasiswa akan memperoleh pengalaman dan pengenalan akan daerah-daerah terluar di wilayah Indonesia. Hal ini penting dalam rangka mengenalkan seutuhnya Indonesia, berwawasan luas, tidak sempit.”

Diharapkan kerja sama UI dengan TNI AD dapat menjadi sinergi dalam pengembangan SDM Unggul, guna mewujudkan Indonesia Maju pada tahun 2045.

Dalam kesempatan tersebut, KSAD Andika dan Presiden Direktur/CEO PT Arwana Citra Mulia Tbk, Tandean Rustandy juga melakukan penandatanganan berita acara penyerahan beasiswa dari PT. Arwana Tbk kepada calon mahasiswa Angkatan Darat.

Hadir mendampingi KSAD, Aspers Kasad Mayjen TNI Heri Wiranto, Aster Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, Kadispenad, Waaspers Kasad bidang pembinaan personel, Waaster Kasad bidang Tahwil, Komsos dan Bakti, dan Waaster Kasad bidang Wanwil dan Kerma. Sementara pihak UI antara lain dihadiri Ketua dan Sekretaris WMA, Sekretaris Universitas, para Wakil Rektor dan pejabat utama.(disp/red)

Categories
Pendidikan TNI

Investasi Masa Depan, KSAD Dukung Unjani sebagai Digital/Smart Campus

Koran Jurnal, Jakarta – Untuk membantu dan memajukan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mendukung kampus di Cimahi-Jawa Barat sebagai Digital/Smart Campus.

Hal tersebut disampaikan Kadispenad Kolonel Inf Nefra Firdaus, S.E.,M.M selepas mengikuti audiensi Kasad dengan Rektor Unjani, Prof. Hikmahanto Juwana S.H., LL.M., Ph.D., dan para Dekan Unjani, di Ruang Bina Yudha II, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Senin, (04/05/2020).

Dijelaskan Kadispenad bahwa audiensi Rektor Unjani beserta para Dekan ini sebagai tindak lanjut atas dilantiknya Prof. Hikmahanto Juwana, oleh KSAD pada pertengahan bulan April 2020 lalu.

“Pada saat pelantikan, KSAD memberikan tenggang waktu 2 minggu kepada Rektor Unjani yang baru untuk menginventarisir apa yang sudah dilaksanakan dan yang perlu ditingkatkan lagi, untuk dilaporkan kepada Yayasan dan Kasad selaku Ketua Pembina YKEP dalam rangka memajukan dan membesarkan Unjani,” ungkap Nefra.

Kadispenad mengungkapkan, pada pertemuan pertama ini, Rektor Unjani memaparkan Assessment atas Information and Communication Technology (ICT) dan bangunan di Unjani.

“Itu mencakup banyak bidang, seperti sistem keuangan, Rencana Penggabungan STIKES Jenderal Achmad Yani dan Unjani Yogya serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan lainnya,” terang Nefra.

“Rektor juga melaporkan kondisi ICT yang telah ada di lingkungan Unjani serta sarana dan prasarana saat ini, salah satunya seperti server dan ruang sistem informasi serta kondisi bangunan Universitas,” ujar Nefra.

Selain itu, lanjutnya, Prof. Hikmahanto juga menyampaikan harapan dan gagasannya terkait assessment yang telah dipaparkan diantaranya keinginan untuk menjadikan Unjani sebagai Digital/Smart Campus dihadapkan pada perkembangan zaman saat ini.

“Dalam upaya peningkatan Unjani, Rektor juga menyampaikan bahwa YKEP yang menaungi Unjani perlu melakukan investasi besar-besaran agar Unjani menjadi Digital/Smart Campus serta akan dibuka kelas-kelas eksekutif baik Sarjana maupun Pascasarjana dengan pembelajaran jarak jauh,” tegas Kadispenad.

Menanggapi hal tersebut, Nefra menjelaskan Bapak KSAD menerima dan mendukung rencana yang akan dilaksanakan oleh Rektor Unjani tersebut.

“Sepenuhnya KSAD mendukung gagasan-gagasan yang diutarakan oleh Bapak Rektor, karena pada intinya untuk memajukan Unjani kedepannya. Dan untuk merealisasikannya, akan dilaksanakan pertemuan lanjutan dengan melibatkan pihak terkait lainnya, seperti Telkom,” pungkas Kadispenad.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakasad Mayjen TNI Moch. Fachruddin, S.Sos., Letjen TNI (Purn) Tatang Sulaiman, Koorsahli Kasad, Irjenad, Aspers Kasad dan Ketua YKEP Mayjen TNI (Purn) Adi Mulyono.(Disp/red)