Categories
Pendidikan TNI

Danseskoau: Seskoau Kedepankan Kualitas Akademis

Koran Jurnal, Bandung – Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Marsda TNI Samsul Rizal S.I.P., M.Tr (Han) mengatakan, “Seskoau lebih mengedepankan kualitas akademis agar lulusan Seskoau dapat diakui oleh dunia pendidikan, baik di lingkungan TNI maupun di luar TNI.”

Hal itu disampaikan Danseskoau mengingat tahun 2021, Seskoau akan mulai menyelenggarakan Program Studi (Prodi) Magister Terapan Strategi Operasi Udara untuk pendidikan Seskoau Angkatan Ke-58 dan melaksanakan pendidikan Sesau Angkatan Ke-15.

Menurut Danseskoau, kualitas akademis tentu sangat dipengaruhi peran aktif Dosen dan Perwira Penuntun (Patun) dengan tuntutan untuk segera menyesuaikan diri terhadap standar ataupun pedoman program pascasarjana.

“Dosen dan Patun merupakan salah satu komponen yang menentukan keberhasilan program tersebut,” tegasnya, dalam acara ‘Standardisasi Pengajaran Seskoau dan Sesau’ di Gedung Widya Mandala I, Seskoau, Lembang, Selasa (05/01/2021).

Untuk itu, tambahnya, melalui standardisasi pengajaran Seskoau dan Sesau yang rencananya berlangsung selama empat hari ke depan dapat menyegarkan, meningkatkan, dan memelihara kualitas serta profesionalisme Dosen dan Patun di Seskoau yang nantinya akan berdampak terhadap kelancaran proses belajar mengajar serta kualitas lulusan Seskoau dan Sesau kedepannya.

“Tidak semua Dosen dan Patun di Seskoau berlatar belakang sebagai tenaga pengajar,” jelasnya sehingga perlu distandarkan, diseragamkan agar memiliki pola pikir, pola tindak, dan pola sikap yang sama di antara para Dosen dan Patun baik Seskoau maupun Sesau agar nantinya tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan akibat ketidaksamaan persepsi.

Karena pentingnya kegiatan ini, Danseskoau mengajak seluruh peserta standardisasi pengajaran untuk mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh rasa tanggung jawab, semangat yang tinggi, fokus, dan tetap mematuhi protokol kesehatan agar sasaran yang diharapkan dapat tercapai.(disp/red)

Categories
Pendidikan Polhukam

Fikom Mercu Buana Ajak Generasi Milenial Bijak Bersosial Media

Koran Jurnal, Bekasi – Mahasiswa Fakultas Informasi dan Komunikasi (Fikom) Universitas Mercu Buana mengadakan webinar ‘Kuliah Peduli Negeri’ bertema “Etika Bersosial Media Ala Milenial di Masa Pandemi” melalui aplikasi Zoom yang diadakan dalam 2 sesi yaitu pada tanggal 14 November 2020 dan 05 Desember 2020. Kegiatan webinar yang berkolaborasi dengan Presenter TV Swasta Nasional Dwi Suci Amalia dan David Rizal ini mengajak dan mengajarkan etika bersosial media ala generasi milenial di masa pandemi kepada siswa-siswi SMP (Sekolah Menengah Pertama) IT Rohimana.

“Disini kami juga mengundang narasumber yang sudah profesional sebagai pembicara dalam webinar tersebut, ada Dwi Suci Amalia sebagai reporter news TV swasta Nasional dan David Bahtiyar Rizal yaitu news presenter TV swasta Nasional yang memberikan materi untuk adik-adik SMP IT Rohimana.” ujar Hening Sulaksono selaku Humas kelompok kegiatan Kuliah Peduli Negeri melalui siaran persnya, Rabu (09/12/2020).

Menurut Hening, media sosial seolah menjadi kebutuhan pokok di era globalisasi. Namun terkadang penggunaannya yang kurang bijak seringkali menyebabkan kesalahan. Untuk mengantisipasi itu, perlunya edukasi dalam penggunaan media sosial. Terlebih pada generasi muda atau akrab disebut generasi milenial yang mendominasi percakapan di dunia maya.

“Di masa pandemi ini mensosialisasikan bijak dalam menggunakan sosial media dan menyikapi berita hoax sangatlah penting terutama untuk anak Sekolah Menengah Pertama,” ungkap Hening.

Sementara Dr. Santa Lorita Simamora selaku dosen pengampu mata Kuliah Peduli Negeri mengatakan, kemajuan teknologi yang memberikan kemudahan dalam melaksanakan aktivitas, gadget dengan segala fasilitasnya juga bisa memberikan dampak negatif. Kekhawatiran penggunaan media sosial ini, lanjut Santa Lorita, terlihat dari banyaknya kasus kejahatan yang memanfaatkan kecanggihan perkembangan teknologi. Terlebih pada Siswa/i Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang masih dinamis dalam perkembangan emosional diri, hal ini sangat berpengaruh di dalam kehidupan sosialnya.

“Universitas Mercu Buana sebagai institusi pendidikan memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Karena itu, diwujudkan dalam praktik Kuliah Peduli Negeri yang wajib dilakukan oleh Mahasiswa Fikom,” kata Dr. Santa Lorita Simamora yang turut mengikuti kegiatan tersebut.

“Memang seharusnya kegiatan Kuliah Peduli Negeri ini dilakukan secara langsung ke masyarakat namun, karena adanya pandemi Covid-19 kita harus mengalihkan kegiatan ini dengan memanfaatkan metode daring yaitu webinar yang diharapkan tetap
mengandung banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dibagikan kepada siswa/i SMP IT Rohimana,” tambahnya.

Selain dosen pengampu, webinar tersebut dihadiri oleh Adnan Haz Habibi, S.Pd. selaku kepala kurikulum SMP IT Rohimana.

Adapun kegiatan Kuliah Peduli Negeri ini diharapkan agar siswa-siswi SMP dapat menambah wawasan informasi, berkomunikasi dan memanfaatkan media digital dengan bijak. Menurut Mahasiswa Fikom Universitas Mercu Buana, banyak informasi yang harus dicermati terlebih dulu sebelum
disebarluaskan. Karena melihat banyaknya orang yang asal posting di media sosial, sementara informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan langsung diterima oleh orang lain yang menyebabkan hoax.

Usai mengikuti webinar, para siswa dan siswi SMP IT Rohimana mendapatkan E-Sertifikat gratis dan merchandise yang berisi produk makanan disponsori oleh
Cloudyskies.box dan PR 31 berupa masker, Hand sanitizer, dan seperangkat alat makan yang tentunya bermanfaat untuk digunakan di masa pandemi bagi Siswa/i SMP IT Rohimana. Merchandise akan diberikan kepada Siswa/i yang berhasil menjawab pertanyaan dalam sesi tanya jawab dalam webinar tersebut. Pemberian merchandise dilakukan dengan cara menyalurkan kepada pihak sekolah SMP IT Rohimana tentunya dengan menjalankan protokol
kesehatan yang ketat seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan saat memasuki area sekolah.

Antusias Siswa dan Siswi SMP IT Rohimana pun telihat jelas saat melakukan sharing bersama narasumber Dwi Suci Amalia di sesi pertama dan David Rizal di sesi kedua. Saat sesi tanya jawab dimulai para siswa/i juga terlibat aktif dalam menjawab pertanyaan. Para panitia
webinar selaku Mahasiswa/i Universitas Mercu Buana juga terlibat aktif dalam memeriahkan webinar yang sederhana ini namun memiliki ilmu yang bermanfaat.(ant/red)

 

Categories
Pendidikan TNI

KSAU: Tujuan Pendidikan Ini Bekali Pasis Profesionalisme dalam Menjalankan Tugas

Koran Jurnal, Jakarta – Tujuan dari pendidikan Sekkau ini adalah membekali para Perwira siswa agar memiliki profesionalisme dan wawasan dalam mengemban tugas pokok TNI Angkatan Udara setingkat satuan dasar.

Hal ini disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., saat memberikan pembekalan kepada Pasis Sekkau A-108 secara daring melalui Video Telekonferensi (Vicon) dari Mabesau, Jakarta, Selasa (8/12/2020).

Dalam pembekalannya, KSAU menyampaikan beberapa tentang current issu terkait dengan TNI AU, strategis kebijakan dan strategi pembangunan kekuatan TNI AU, pembinaan kemampuan, dan materi ilmu kepemimpinan dengan harapan dapat menambah wawasan buat bekal para Pasis di masa yang akan datang.

Pada kesempatan itu, KSAU mengajak para Pasis untuk tidak merasa kecil hati dan harus menyadari bahwa kita memiliki peran yang sama pentingnya dalam memajukan organisasi TNI AU, semoga para Pasis dapat memegang prinsip tersebut sehingga bisa ditularkan pada satuan masing-masing.

“Ubahlah maindset dari yang hanya menunggu diberitahu, aktif untuk mencari tahu, serta inisiatif sesuai bidangnya masing-masing,” terang KSAU.

Lanjut KSAU menyampaikan, Pandemi Covid-19 menjadi tantangan terbesar, oleh karena itu saya berharap kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Udara untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, agar tugas TNI AU menjaga kedaulatan Negara di udara dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar.

Dibagian akhir pembekalannya, K menekankan kepada seluruh Pasis Sekkau A-108 untuk terus membaca dan menggali ilmu, paksa untuk belajar dan terus belajar, serta budayakan life of learning.

Pembekalan tersebut diikuti oleh Dankodiklatau, para Direktur Kodiklatau, Komandan Sekkau serta seluruh pejabat Sekkau dan diakhiri dengan tanya jawab Kasau dengan para Pasis Sekkau A-108.(disp/red)

Categories
Nasional Pendidikan

Ucapan Terima Kasih dan Apresiasi Presiden Jokowi di Hari Guru Nasional ke-75

Koran Jurnal, Jakarta – Memperingati Hari Guru Nasional dan HUT ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada para guru di seluruh pelosok Tanah Air.

“Saya mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional dan HUT ke-75 PGRI. Terima kasih kepada para guru yang pantang menyerah dan terus berjuang di tengah keterbatasan. Terima kasih telah mendidik generasi bangsa menjadi SDM unggul yang selalu mencintai Indonesia,” ujarnya, Sabtu (28/11/2020).

Di tengah kondisi pandemi saat ini, peranan dan inovasi para guru dalam melangsungkan kegiatan belajar-mengajar amatlah vital. Para guru dituntut untuk tetap berkarya dan terus berinovasi melangsungkan kegiatan belajar-mengajar, baik secara daring maupun menemui langsung para siswa di rumah-rumah mereka.

“Guru-guru dipaksa beradaptasi dengan cepat, beralih menggunakan teknologi, mengubah metode belajar, bekerja sekuat tenaga agar anak-anak bisa tetap belajar dengan baik. Tetapi, tantangan akibat pandemi COVID-19 ini tidak boleh menurunkan kualitas pembelajaran,” ucapnya.

Menurut Presiden, keterbatasan yang dihadapi tersebut harus dapat diatasi dengan kreativitas sehingga membuat siswa dapat belajar dengan antusias dan memotivasi siswa menjadi pembelajar mandiri. Namun, untuk melakukan hal tersebut, para guru tidak dapat bekerja sendirian. Tantangan pendidikan di era pandemi ini juga harus diatasi dengan sinergi.

Kepala Negara mengatakan, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Peran orang tua sebagai pendidik utama keluarga sangatlah penting untuk mendukung keberhasilan proses belajar anak. Oleh karena itu, komunikasi dan kerja sama antara guru dengan orang tua harus terus ditingkatkan.

“Saya menyadari banyak orang tua yang tidak sabar menunggu sekolah dibuka kembali. Tapi kita harus hati-hati karena kesehatan dan keselamatan adalah hal yang terpenting. Kesehatan dan keselamatan para guru maupun siswa peserta didik akan selalu menjadi prioritas tertinggi pemerintah,” imbuhnya.

Selain itu, pemerintah juga menyadari berbagai kesulitan yang dialami para guru di era pandemi ini. Untuk itu pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung guru agar tetap dapat menjalankan pendidikan secara baik sekaligus membantu kesejahteraan para guru.

Misalnya, penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pembayaran guru honorer yang kini tak lagi dibatasi sebesar 50 persen. Pemerintah juga memberikan Bantuan Subsidi Umum (BSU) sebesar Rp1,8 juta yang dibayarkan Rp600 ribu tiap bulannya selama tiga bulan kepada kurang lebih 1,8 juta guru dan tenaga kependidikan honorer, bantuan paket pulsa internet untuk guru, dan berbagai program peningkatan kualitas guru yang disediakan pemerintah.

“Pada bulan September 2020 kemarin, saya juga telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 98 tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Saya ingin guru-guru kita yang berstatus PPPK memiliki gaji dan tunjangan setara dengan PNS yang lain,” kata Presiden.

Lebih jauh, pemerintah memahami akan adanya masalah ketercukupan jumlah guru yang harus segera diatasi. Saat ini keberadaan guru honorer memang sangat besar peranannya dalam membantu keberlangsungan pendidikan di Indonesia. Namun, tidak semua guru honorer dapat memenuhi syarat usia yang ditentukan undang-undang untuk menjadi PNS. Oleh karena itu, percepatan penambahan guru yang paling utama adalah melalui rekrutmen guru PPPK berstatus ASN, sama seperti PNS, dengan kesejahteraan dan jenjang karier yang juga serupa seperti PNS.

“Pada tahun 2021 ini kita akan melakukan rekrutmen guru ASN dengan status PPPK dalam jumlah yang besar. Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK bahwa guru-guru yang berstatus PPPK akan menerima gaji dan tunjangan setara dengan PNS lainnya. Saya berharap hal ini akan berdampak signifikan pada kesejahteraan guru di seluruh tanah air dan meningkatkan kualitas pendidikan kita,” tuturnya. (BPMI/red)

Categories
Pendidikan TNI

Panglima TNI Wisuda 923 Prajurit dan Bhayangkara Taruna

Ijin kirim berita.

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memimpin upacara wisuda 923 Prajurit Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Taruna Akademi Kepolisian Tahun 2020 yang dilaksanakan secara virtual di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jum’at (27/11/2020).

Upacara wisuda di Mabes TNI diwakili oleh tujuh Prajurit dan Bhayangkara Taruna, sementara yang lainnya mengikuti upacara secara virtual di Akademi Militer Magelang, Jateng.

Adapun 923 Prajurit dan Bhayangkara Taruna, terdiri dari 672 Prajurit Taruna (Akmil 425 Taruna, AAL 120 Taruna dan 10 Taruni, AAU 107 Taruna dan 10 Taruni). Sedangkan Bhayangkara Taruna Akpol sejumlah 251 orang terdiri dari 219 Taruna dan 32 Taruni. Para Prajurit Taruna dan Bhayangkara yang di wisuda tersebut telah berhasil menempuh pendidikan integrasi selama tiga bulan di Resimen Chandradimuka Akademi TNI.

Panglima TNI dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan di kawah Chandradimuka bertujuan untuk mewujudkan soliditas sebagai pondasi dalam pelaksanaan tugas ke depan. Pendidikan integrasi merupakan cikal bakal dari soliditas TNI dan Polri di masa yang akan datang, di tengah arus perubahan yang semakin cepat dan dinamis, soliditas TNI-Polri sebagai benteng persatuan dan kesatuan bangsa menjadi sangat penting.

“Pendidikan yang telah ditempuh oleh para Taruna merupakan tahap awal dari pengabdian kalian sebagai Prajurit TNI dan Bhayangkara Polri kepada negara dan bangsa,” katanya.

Selanjutnya dikatakan bahwa di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, bangsa Indonesia dihadapkan dengan beragam tantangan terhadap persatuan dan kesatuan bangsa, salah satunya perang informasi melalui dunia maya. “Dunia maya saat ini telah menjadi mandala perang baru, yaitu perang informasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Menurut Panglima TNI, realita tersebut harus disikapi dengan kemampuan untuk membangun dan memperkokoh, persatuan dan kesatuan, sebagaimana yang telah Taruna tempuh selama tiga bulan di Magelang. “Soliditas TNI-Polri sebagai pilar persatuan dan kesatuan bangsa harus dipupuk dan dipelihara sedini mungkin,” tegasnya.

Panglima TNI juga mengingatkan, semangat integrasi dan kebersamaan para Taruna harus terus ditingkatkan, terutama saat menempuh pendidikan di Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisian. “Akan banyak kesempatan bagi Taruna untuk bertemu dalam berbagai kegiatan integrasi di tahun-tahun yang akan datang, maka  gunakan kesempatan tersebut untuk membangun soliditas diantara kalian sebagai modal dasar untuk penugasan ke depan,” jelasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., Wakasad Letjen TNI Moch. Fachruddin, S.Sos., Kasum TNI Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc., Irjen TNI Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr.(Han), para Asisten Panglima TNI dan Angkatan, Danjen Akademi TNI Marsdya TNI Tamsil Gustari Malik, S.E., serta para Gubernur Akademi Angkatan dan Gubernur Akpol.(Pusp/red)

Categories
Kesehatan Pendidikan

Mendikbud: Pembukaan Sekolah Tatap Muka Harus Keputusan Bersama

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. SKB ini ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri yang diumumkan pada Jum’at 20 November 2020 di Jakarta.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjelaskan bahwa keputusan untuk membuka sekolah tatap muka harus mendapatkan keputusan bersama dari pemerintah daerah, kepala sekolah dan Komite Sekolah.

“Komite Sekolah adalah perwakilan orang tua dalam sekolah. Jadinya kuncinya, ada di orang tua. Dimana kalau komite sekolah tidak membolehkan sekolah buka, sekolah itu tidak diperkenankan untuk buka,” ujarnya menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers perkembangan pemulihan ekonomi nasional di Kantor Presiden, Rabu (25/11/2020) yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Meski demikian, pemerintah daerah memiliki hak untuk membuka sekolah mana yang diizinkan untuk dibuka kembali. Alasan untuk dibukanya kembali sekolah tatap muka, menurut Nadiem karena permintaan dari pemerintah daerah itu sendiri.

Pemerintah daerah yang terdiri dari kecamatan hingga desa, bisa menilai sendiri mana daerah yang aman. Dan juga bagi sebagian masyarakat sangat sulit untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Lalu dari sisi orang tuanya, tidak perlu khawatir ketika sekolah tatap muka dibuka kembali.

Jika orang tua merasa tidak nyaman, sekolah tidak bisa memaksa anaknya masuk ke sekolah. Siswa tersebut bisa melanjutkan belajar melalui PJJ. “Jadi, _hybrid_ model ini akan terus berada. PJJ bukan berarti berakhir,” lanjut Nadiem.

Yang harus diketahui juga oleh masyarakat, ketika sekolah kembali dibuka, tidak seperti kondisi sebelum pandemi. Karena kapasitas maksimal dalam satu kelas hanya 50 persen dari total kapasitas. Pihak sekolah juga harus melakukan penjadwalan kegiatan belajar mengajar.

“Sekolah harus melakukan dua _shift_ minimal, agar bisa mematuhi aturan itu. Masker wajib dikenakan, tidak ada aktivitas selain sekolah, tidak ada kantin lagi, tidak ada ekskul (ekstrakurikuler) lagi, tidak ada olahraga lagi. Tidak ada aktivitas yang diluar lagi, siswa masuk kelas dan setelahnya langsung pulang,” kata Nadiem.

Sebelumnya memang sudah ada sejumlah daerah yang berada dalam zona hijau (tidak terdampak dan tidak ada kasus baru) dan zona kuning (risiko rendah). Dan itupun menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Untuk zona hijau saja kata Nadiem baru sekitar 75 persen sekolah melakukan tatap muka dan zona kuning hanya sekitar 20 sampai 25 persen melakukan tatap muka.

Dan ia mengakui memang membutuhkan waktu untuk membuka sekolah tatap muka. Karena harus memenuhi daftar periksa. Yaitu, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun pakai air mengalir atau _hand sanitizer_ dan disinfektan. Juga harus mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memilki alat pengukur suhu badan atau thermogun.

“Jadi daftar periksa itu sangat komprehensif. Dan Pemda akan menggunakan diskresinya, karena Pemda tahu mana daerah yang sebenarnya rawan dan mana yang lebih aman. Dan ketika ada yang terkena Covid-19, maka harus langsung ditutup sekolahnya,” tegas Nadiem.(KPC/red)

Categories
Ekonomi Pendidikan

Sinergitas Kementan dan Perguruan Tinggi Dorong Inovasi Pertanian

Koran Jurnal, Surakarta – Peran serta dan sinergitas antar lembaga menjadi salah satu faktor keberhasilan program Kementerian Pertanian (Kementan). Terutama peran perguruan tinggi sebagai wadah keilmuan perlu diaplikasikan dalam bentuk pengabdian masyarakat.

Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Kementan salah satu unit kerja yang mulai menggandeng peran serta perguruan tinggi. Bertempat di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dilakukan kontrak kerjasama dengan Fakultas Pertanian UNS, Selasa (24/11/2020).

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Pertanian Samanhudi mengungkapkan rasa sukacitanya bisa bekerjasama dengan BBPOPT sebagai instansi pemerintah yang bergerak dalam pertanian khususnya perlindungan tanaman dan peramalan, “ Mari kita lakukan ini dengan baik dan berkesinambungan,“ ujar Samanhudi.

Gayung pun bersambut. Menanggapi hal tersebut Kepala BBPOPT Enie Tauruslina Amarullah, menerimanya dengan sangat antusias. Ia berharap kerjasama ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh kedua belah pihak.

“Kerjasama ini sendiri dilatarbelakangi oleh visi misi dan semangat kami untuk memajukan pertanian di Indonesia, semoga dengan kerjasama ini akan tercipta sinergi yang baik antara instansi pemerintah dan institusi pendidikan, khususnya dalam mengembangkan pertanian modern yang sedang kami kelola,“ terang Enie.

Enie menambahkan mengapa UNS dijadikan sebagai mitra kerjasama?.

“Sebab UNS merupakan salah satu Universitas yang masuk 10 besar universitas terbaik tingkat nasional, dan termasuk yang juga konsen dalam pengembangan pertanian, untuk kedepan semoga kerjasama ini bisa lebih ditingkatkan,“ imbuhnya.

Point dari kerjasama ini adalah Program praktek kerja mahasiswa, yang merupakan bagian dari kegiatan kurikuler untuk menambah kompetensi/capaian pembelajaran mahasiswa dalam unsur keterampilan khusus. Juga Kerjasama penelitian di bidang-bidang yang terkait dengan kepentingan bersama.

Selain itu ada nya pertukaran produk-produk penelitian ilmiah dan pertukaran informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkait dengan kepentingan bersama. Disamping itu kerjasama ini juga mengadakan sponsorship terhadap seminar-seminar kerjasama, lokakarya, dan pertemuan- pertemuan ilmiah lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Mustagfirin selaku kepala bidang Program dan Evaluasi BBPOPT menyampaikan selayang pandang tentang visi misi Balai Besar Peramalan OPT.

“Saya menaruh harapan besar dengan adanya Kerjasama ini akan mampu mendukung kinerja balai, serta menciptakan inovasi-inovasi baru di bidang pertanian,“ ujar Mustagfirin.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan mengatakan dengan ada nya kerjasama ini diharapkan mampu meningkatkan kuaitas pertanian yang memang tidak bisa tanpa bantuan perguruan tinggi.

“Dengan melibatkan perguruan tinggi, tentu akan lebih memaksimalkan berbagai tujuan yang ingin dicapai dalam upaya meningkatkan produksi pertanian,“ ujar Suwandi.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan bahwa peningkatan kualitas pertanian tidak bisa dilaksanakan tanpa bantuan dari berbagai pihak.(hum/red)

Categories
Pendidikan TNI

Tupdik Seskoau A-57, KSAU: Tumbuh Kembangkan Budaya Lifelong Learning

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., menginginkan agar para alumnus Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Seskoau) A-57 untuk tumbuh kembangkan budaya lifelong learning sebagai prinsip dalam mencari ilmu dan wawasan. Di samping itu, juga senantiasa meningkatkan kualitas diri dan bersikap adaptif terhadap perkembangan teknologi yang sebisa mungkin dapat dimanfaatkan di satuan-satuan yang akan di pimpin.

Hal ini ditegaskan Kasau pada upacara penutupan pendidikan (Tupdik) Seskoau A-57 secara virtual memalui video telekonferensi (Vicon) dari Ruang Auditorium Denma Mabesau Cilangkap, Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Lebih lanjut KSAU mengatakan kita sedang berada dalam era lompatan teknologi militer yang sangat cepat, sebagai konsekuensi dari Revolusi Industri ke 4, yang telah ditekankan Presiden RI Bapak Joko Widodo pada peringatan ke-75 HUT TNI.

“Menghadapi lompatan teknologi tersebut sebagai pewira harus segera beradaptasi dan meningkatkan kualitas Sumber daya Manusia agar dapat mengakselerasi berbagai inovasi dan kemajuan di dalam organisasi yang selaras pada kemajuan zaman,” ucap KSAU.

Dengan berakhirnya pendidikan Seskoau, Kasau berharap para mantan perwira siswa sudah siap akan menjadi pemimpin di satuan, jabatan yang diemban adalah sebuah penghargaan atas prestasi pendidikan yang telah ditempuh.

“Para perwira diharapkan dapat mengembangkan wawasan yang seluas luasnya baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, sehingga akan semakin siap dalam menghadapi berbagai perkembangan dan dinamika yang ada,” tambah KSAU.

Pendidikan Seskoau A-57 TP 2020 diikuti 150 orang Perwira Siswa, terdiri dari 140 Pamen TNI AU termasuk 15 orang Wara, 2 Pasis TNI AD, 2 Pasis TNI AL, 2 Pasis Polri, dan 4 Pasis mancanegara dari Amerika Serikat, India, Malaysia, dan Singapura.

Lulusan terbaik meraih predikat Widyatama Mayor Pnb Rahman Fauzi, S.T., jabatan Pamen Lanud Hasanuddin, kemudian Mayor Tek Ardian Infantono, S.Kom., M.Eng., jabatan Dosen Gol V Akademi Angkatan Udara sebagai penyusun Taskap terbaik meraih Sastratama.

Sebelum upacara Tupdik A-57 dilaksanakan pembekalan Kasau, kepada para Perwira Seskoau A-57.

Dalam pembekalannya melalui virtual Kasau menyampaikan tentang perkembangan lingkungan strategis baik secara global maupun regional, merupakan faktor yang paling menentukan dalam menghasilkan kebijakkan pertahanan negara, khususnya dalam penentuan keputusan untuk memperkuat alutsista matra udara.

TNI AU terus berkomitmen untuk membangun dan mengembangkan kemampuan tempur yang terintegrasi, dengan mengacu pada postur kekuatan dan rencana strategis yang disesuaikan dengan kondisi perekonomian negara. Saat ini kita berada di Renstra IV dan MEF III, tahun 2020 sampai tahun 2024, pada tahapan ini merupakan periode terakhir yang harus direalisasikan.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakasau, Irjenau, para Asisten Kasau, Danseskoau, Danpuspomau, dan para Kadis jajaran Mabesau.(disp/red)

Categories
Nasional Pendidikan

Kementerian PANRB, LAN, dan Pemprov Jabar Sepakat Bentuk Corporate University

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sepakat melakukan kerja sama dalam pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur secara terpadu untuk mencetak SDM unggul di suatu organisasi. Kerja sama ini diwujudkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Corporate University.

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, Kepala LAN Adi Suryanto, dan Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil secara elektronik, Selasa (03/11/2020).

Corporate University (CorpU) merupakan salah satu strategi pengembangan kompetensi SDM untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan strategis organisasi.

Dalam sambutannya, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mengatakan untuk menciptakan lompatan yang besar dan mencapai tujuan strategis dalam pembangunan SDM, maka diperlukan ekosistem yang kondusif. Melalui Corporate University diperlukan kerja-kerja sinergis dan kolaboratif. “Intinya ke depan kita harus siap membangun ASN yang profesional dan berpola pikir komprehensif integral,” tutur Tjahjo.

Dikatakan, Kementerian PANRB telah menerbitkan Peraturan Menteri PANRB No. 3/2020 tentang Manajemen Talenta ASN yang antara lain mengatur bahwa salah satu metode tahapan pengembangan talenta ASN adalah dengan Corporate University. Berpijak pada hal tersebut, Kementerian PANRB menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman ini sebagai upaya mencari bentuk dan pola terbaik dalam menerapkan Corporate University khususnya pada lingkup pemerintah provinsi.

Tjahjo mengungkapkan Provinsi Jawa Barat dijadikan satu percontohan (pilot project) penerapan Corporate University ini, setelah pihaknya menangkap ada keinginan kuat dari Provinsi Jawa Barat untuk membangun SDM dalam mendukung tujuan-tujuan strategis pembangunan nasional dan daerah. Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menunjukkan inisiatif dan proaktif dalam membangun kesepahaman untuk penerapan CorpU ini.

Disamping itu, Tjahjo mengharapkan dukungan seluruh pihak dalam mewujudkan Corporate University sebagai upaya sungguh-sungguh mencetak SDM Unggul dan para talenta di lingkungan ASN.

“Tanpa dukungan, kerja sama kolaboratif dan sinergis, akan sulit mewujudkan Indonesia Maju yang menjadi visi negara kita pada tahun 2045 nanti,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil menyampaikan bahwa Corporate University merupakan sebuah pilihan luar biasa untuk mewujudkan SDM Aparatur yang dinamis dan berdaya saing unggul. Menurutnya, saat ini diperlukan ASN yang dinamis karena di masa depan pekerjaan yang sifatnya rutin akan digantikan oleh artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Untuk itu, SDM Aparatur yang dimiliki harus sudah siap, memiliki integritas, profesional, dan melayani dengan sepenuh hati.

Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PANRB yang mendukung gagasan _Corporate University_ tersebut dan menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi percontohan. Pihaknya juga sangat terbuka kepada seluruh ASN di Indonesia untuk belajar di Corporate University Jawa Barat.

Di akhir sambutannya, Gubernur Ridwan Kamil berharap melalui penandatanganan MoU ini akan muncul Corporate University di instansi-instansi lain sehingga akan lahir peradaban baru yang menjemput kejayaan Indonesia melalui SDM yang unggul. “Kurangi kata kompetisi, perbanyak kata kolaborasi, karena kita semua adalah NKRI,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
IPTEK Pendidikan

BMKG Gelar Rakornas Virtual, ‘Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Gempa Bumi-Tsunami Tahun 2020/2021 untuk Mewujudkan Zero Victim’

Koran Jurnal, Jakarta – BMKG menggelar Rakornas Virtual Antisipasi Bencana Hidrometeorologi dan Gempa Bumi-Tsunami Tahun 2020/2021, di Jakarta, Rabu (07/10/2020).

Tema Rakornas yaitu ”Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Gempa Bumi dan Tsunami 2020/2021 untuk mewujudkan Zero Victims”

Hadir dalam Rakornas tersebut antara lain Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Dirjen dari Kementerian Dalam Negeri, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kepala BPPT, juga Kepala BRG. Selain itu, turut hadir Gubernur Jawa Timur, Gubernur Riau, Plt. Gubernur Aceh, serta Bupati di daerah yang berisiko mengalami bencana hidrometeorologi, gempabumi dan tsunami. Kegiatan ini juga diikuti oleh Balai Besar dan Unit Pelaksana Teknis Stasiun BMKG di seluruh Indonesia.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, menyampaikan rapat koordinasi ini harus segera diselenggarakan, karena pada awal Oktober 2020 BMKG, NOAA, JMA, dan BoM Australia telah memastikan terjadinya fenomena La Nina pada level _moderate_ seiring dengan dimulainya awal musim hujan pada bulan Oktober – November. Hal ini berpotensi menyebabkan peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Dengan adanya fenomena La Nina moderate ini diprediksi akan ada peningkatan curah hujan mulai bulan Oktober sampai November dan akan berdampak di hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali di Sumatera. Oleh karena itu saya mengajak bapak dan ibu semua untuk bersiap, karena ini sudah di depan mata,” jelasnya.

Dwikorita menambahkan, catatan historis menunjukkan bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia 20% hingga 40% di atas normalnya, bahkan bisa lebih. Namun demikian, dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia. Pada bulan Oktober-November 2020, diprediksikan peningkatan curah hujan bulanan dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatra. Selanjutnya, pada Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Sementara itu, untuk data kejadian gempa bumi, imbuh Dwikorita, berdasarkan data monitoring kegempaan yang dilakukan BMKG, sejak tahun 2017 telah terjadi trend peningkatan aktivitas gempabumi di Indonesia dalam jumlah maupun kekuatannya. Kejadian gempabumi sebelum tahun 2017 rata-rata hanya 4000-6000 kali dalam setahun, yang dirasakan atau kekuatannya lebih dari 5 sekitar 200-an. Namun setelah tahun 2017 jumlah kejadian itu meningkat menjadi lebih dari 7000 kali dalam setahun. Bahkan tahun 2018 tercatat sebanyak 11920 kali dan tahun 2019 sebanyak 11588 kejadian gempa.

“Ini bukan lagi peningkatan, tapi sebuah lonjakan yang cukup signifikan. Dengan data dan fakta bahwa kejadian tsunami yang terjadi di dunia sebagian besar dipicu oleh gempabumi tektonik, tentunya trend kejadian gempa yang melonjak ini juga mengakibatkan meningkatnya potensi tsunami. Sehingga perlu diperkuat kehandalan Sistem Mitigasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami, mengingat hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan terjadinya gempabumi,” jelas Dwikorita.

Lain daripada itu, fakta menunjukkan tsunami tidak hanya dipicu oleh gempabumi tektonik. Pada Desember 2018, terjadi peristiwa _typical_ tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 yang diakibatkan oleh aktivitas gunung api di laut yang menurut statistik, kejadian tsunami tersebut sangatlah langka yaitu sebanyak 5% dari total kejadian tsunami di dunia.

Berdasarkan data tersebut, Dwikorita menjelaskan mitigasi serta peringatan dini gempabumi dan tsunami serta cuaca dan iklim ekstrem merupakan hal yang mendesak untuk dipersiapkan dan diperkuat. Masalah dan _gap_ antara pusat dan daerah harus segera diidentifikasi untuk meningkatkan efektivitas dalam mewujudkan Zero Victims.

“Sebagai contoh, pada tanggal 6 Oktober kemarin kami baru saja melaksanakan gladi evakuasi tsunami IOWave 20 yang diselenggarakan secara nasional dan internasional. Di situ teridentifikasi ternyata beberapa sirine tsunami tidak berfungsi, sementara untuk memperbaiki atau mengganti sudah tidak ada yang menyediakan suku cadangnya. Ini adalah masalah teknis atau mikro tapi dampaknya bisa besar sehingga perlu koordinasi yang lebih baik antara pusat dengan daerah, antara BNPB sebagai Koordinator dengan Kepala Daerah atau BPBD,“ tutur Dwikorita.

“Sehingga mari kita rumuskan bersama alternatif solusi dari permasalahan-permasalahan yang nanti akan teridentifikasi dan pada akhirnya akan kita rumuskan rencana aksi bersama untuk mewujudkan Zero Victims dalam menghadapi multi-bencana hidrometeorologi, gempabumi, dan tsunami,” pungkas Dwikorita.

Rekomendasi Rencana Aksi Rakornas Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Gempa Bumi-Tsunami

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk bersinergi dalam merespon informasi potensi bencana yang disampaikan oleh BMKG.

“Saya mendapatkan informasi dari Kepala BMKG bahwa peningkatan curah hujan akibat La Nina ini bisa sampai 40%. Jadi tolong ini disikapi secara serius. Semua pimpinan K/L, Gubernur, Bupati wajib meningkatkan kewaspadaan, apalagi kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19,” tegas Luhut.

Menurut Menko Luhut, kemajuan teknologi yang dimilik oleh BMKG saat ini dapat memudahkan siapapun untuk mengakses informasi peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG. Oleh karena itu, Luhut meminta para pimpinan K/L dan daerah menjadikan informasi BMKG sebagai referensi dalam pengambilan kebijakan.

“Apa yang dilakukan oleh BMKG ini menurut saya sangat penting. Mulai saat ini kita harus memperhatikan apa saja informasi yang dikeluarkan oleh BMKG. Terlebih kita masih dalam situasi pandemi. Jika kita lengah kemudian terjadi bencana seperti banjir dan tsunami, itu bisa menimbulkan situasi chaos dan akan sangat berdampak buruk bagi masyarakat,” ujarnya.

Terakhir, Luhut meminta semua pihak berkoordinasi dan berkolaborasi dalam menghadapi bencana. Sinergi antara pusat dan daerah, serta antar daerah dalam upaya peningkatan mitigasi perlu diperkuat implementasinya.

Mohon bapak ibu pimpinan, para kepala daerah untuk betul-betul bersinergi. Ini masalah kita bersama dan harus kita selesaikan bersama. Tidak boleh lagi saling menyalahkan dalam urusan bencana,” pungkas Luhut.(hum/red)