Categories
Daerah Ragam TNI

Danlanal Ranai Tekankan Prajuritnya Tetap Jaga Semangat dan Disilpin

Koranjurnal.co.id, Kepulauan Natuna – Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Ranai Letkol Laut (P) Harry Setyawan, S.E., memberikan penekanan kepada seluruh prajurit dan PNS Lanal Ranai tentang pentingnya tetap menjaga semangat dan disiplin, hal ini salah satu penekanan yang disampaikan pada acara jam komandan yang dilaksanakan di gedung serba guna, Mako Lanal Ranai, Kepulauan Natuna, Senin (26/02/2018) kemarin.

Lebih lanjut Danlanal Ranai memerintahkan kepada seluruh Perwira untuk membantu menjaga dan ikut membina prajurit Lanal Ranai, menciptakan lingkungan kerja yang baik dan kondusif sehingga semua prajurit Lanal Ranai merasa nyaman berdinas di Lanal Ranai. Begitu juga kepada prajurit agar membuat kegiatan-kegiatan positif disela-sela waktu yang senggang dengan berolahraga dan berkreasi untuk menciptakan inovasi-inovasi baru. Selain itu juga agar selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kesempatan tersebut, Danlanal Ranai juga memberikan apresiasi kepada seluruh prajurit Lanal Ranai yang masih dihormati dan disegani oleh warga setempat karena dinilai masih memiliki semangat dan disiplin prajurit yang tinggi, untuk itu, hal ini harus tetap dipertahankan sebagai modal dasar mengabdi demi NKRI.

“Jangan berkecil hati walaupun kita berdinas di Lanal Ranai, tetap kita tunjukkan bahwa prajurit Lanal Ranai adalah prajurit yang terpilih dan selalu menjaga nama baik TNI AL khususnya Koarmabar, untuk itu tetap semangat dengan bekerja keras secara tuntas dan ikhlas”, ujar Danlanal Ranai.

Diakhir pengarahan, Danlanal Ranai mengingatkan kepada seluruh prajurit dan PNS Lanal Ranai agar menghindari perselisihan antar sesama TNI dan Polri serta masyarakat, tingkatkan sinergitas antara aparat kewilayahan, hindari pelanggaran-pelanggaran yang dapat merugikan masa depan seperti minuman keras dan juga penyalahgunaan Narkoba.(tonmp/Disp)

Categories
Jurnal Lain-lain Megapolitan Militer Ragam TNI

Kasarmabar Pimpin Upacara Bendera 17-an di Mako Koarmabar

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kasarmabar Laksamana Pertama TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M.,memimpin upacara bendera 17-an di Lapangan Arafuru Mako Koarmabar, Senin (19/2). Kegiatan upacara tersebut diikuti seluruh prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) Mako Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar).

Dalam amanat Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., yang dibacakan Kasarmabar Laksamana Pertama TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M., menyampaikan beberapa kebijakan dan informasi penting untuk dijadikan petunjuk dan referensi pelaksanaan tugas-tugas ke depan yang semakin penuh tantangan. Dimana Institusi TNI telah menetapkan program 100 hari Panglima TNI yang dijabarkan ke dalam program dan kegiatan sebagai dasar tiap-tiap angkatan dalam melaksanakan tugas. Dua hal penting terkait pembangunan kekuatan TNI Angkatan Laut dalam kebijakan Panglima TNI yang harus segera ditindaklanjuti adalah pembentukan Armada ke-3 dan Pasmar-3 di Sorong, Papua Barat. Hal tersebut disambut gembira oleh TNI AL, karena apa yang telah direncanakan dalam rencana strategis TNI Angkatan Laut tahun 2015-2019 akan segera terwujud.

Selanjutnya, Kasal mengatakan, pada bulan januari yang lalu TNI AL telah menyelenggarakan rapat Pimpinan TNI AL tahun 2018 sebagai kelanjutan dari rangkaian rapat Pimpinan di jajaran Kementrian Pertahanan dan TNI tahun 2018. Kasal telah menetapkan pokok-pokok kebijakan untuk dipedomani dalam melaksanakan tugas pembinaan kekuatan dan kemampuan serta kesiapan operasional TNI Angkatan Laut dalam periode 2018. Kasal telah menetapkan pokok-pokok kebijakan untuk dipedomani dalam melaksanakan tugas pembinaan kekuatan dan kemampuan serta kesiapan operasional TNI Angkatan Laut dalam periode 2018. Memahami bersama bahwa sumber daya negara khususnya aspek finansial masih terbatas, sehingga diperlukan strategi agar kendala tersebut berdampak besar pada tugas pembinaan yang harus dilakukan oleh TNI Angkatan Laut.

Tantangan tugas TNI AL selalu kompleks dan dinamis, karakter ancaman maritim selalu bersifat transnasional dan cenderung terorganisir seperti pembajakan, penangkapan ikan ilegal, penyelundupan narkoba dan lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut TNI AL meningkatkan efektifitas operasi, kesiapan alutsista dan profesionalisme prajurit matra lautnya. Disamping itu TNI AL terus bersinergi dengan instansi lainnya agar capaian tugas menjadi lebih baik. Dari hasil sinergitas tersebut telah dibuktikan dengan keberhasilan unsur TNI AL dalam menggagalkan penyelundupan narkoba seberat 1.037,58 kilogram oleh kapal MV. Sunrise Glory waktu lalu. Pada tahun ini TNI Angkatan Laut akan melaksanakan dan mengikuti berbagai kegiatan latihan bersama dengan Negara lain baik bilateral maupun multilateral sebagai bagian dari peran diplomasi TNI Angkatan Laut.

Diakhir amanatnya, Kasarmabar menyampaikan beberapa penekanan Kasal untuk dipedomani dan dilaksanakan antara lain agar tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam rangka pengabdian kepada bangsa dan negara serta jadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI dan Trisila TNI Angkatan Laut sebagai landasan nilai-nilai keseharian baik di kedinasan maupun di masyarakat. Optimalkan kinerja organisasi atau satuan melalui peningkatan profesionalisme prajurit, efektivitas kegiatan dan efisiensi anggaran. Terapkan manajemen resiko dalam setiap perencanaan dan tingkatkan purba jaga pada pelaksanaan tugas untuk mewujudkan zero accident. Jaga dan pelihara soliditas serta sinergitas TNI, Polri dan aparat pemerintah lain serta masyarakat luas dalam menjaga keamanan negara. Hindari penggunaan atau terlibat dalam penyalahgunaan narkoba baik diri sendiri maupun keluarga dan laporkan kepada pihak yang berwenang jika menemukan tindak kejahatan ini. Jaga nama baik TNI dengan tidak melaksanakan tindak pidana pungutan liar di semua level satuan serta jaga netralitas TNI di semua aspek kehidupan.(red/Disp)

Categories
Daerah Militer Ragam TNI

Posal Kendawangan Lantamal XII Pontianak Sosialisasi Penggantian Alat  Tangkap Ikan Ramah Lingkungan 

Koranjurnal.co.id, Pontianak – Pos TNI AL (Posal) Kendawangan Lantamal XII Pontianak melaksanakan sosialisasi secara langsung kepada para nelayan tradisional Kendawangan tentang alat tangkap ikan yang ramah lingkungan kepada nelayan tradisional wilayah kendawangan, bertempat di Dermaga Sentap Kendawangan Kalimantan Barat.

Sosialiasasi disampaikan langsung oleh Komandan Posal Kendawangan Letda Laut (P) Heri Widakdo. Beliau menyampaikan, untuk kriteria alat ikan yang ramah lingkungan yaitu memiliki selektifitas tinggi, tidak merusak lingkungan, tidak membahayakan lingkungan, hasil tangkapan berkualitas tinggi, produk tidak membahayakan konsumen, memberikan dampak rendah terhadap lingkungan, tidak menangkap ikan spesies tertentu dan diterima secara sosial.

Lebih lanjut, harapan dari kegiatan ini agar nelayan khususnya nelayan tradisional Kendawangan bisa lebih mengerti dan memahami tentang kelestarian sumber daya ikan. Dan bisa mengaflikasikan alat tangkap yang ramah terhadap lingkungan sekaligus bertanggung jawab pada keberlangsungan sumber daya ikan khususnya diperairan Kendawangan Kalimantan Barat.

Selain melaksanakan Sosialisasi Pos TNI AL Kendawangan juga rutin melaksanakan  patroli terbatas dalam rangka menjaga kemanan dan mengantisipasi masuknya narkoba lewat jalur laut sekaligus penertiban surat-surat kapal dan juga kerap berkoordinasi dengan instansi samping seperti Tim Search And Rescue (SAR). Hal ini tentu agar bisa memberikan pertolongan kepada korban dengan cepat dan secara aktif terlibat dalam aksi tanggap bencana maupun penyelamatan di wilayah perairan Kendawangan Kalimantan Barat.(tonmp/Disp)

Categories
Megapolitan Politik Ragam

Anggota DPR RI, Eddy Kusuma Wijaya Kembali Sambangi Kader PDI Perjuangan Larangan Utara Tangerang

Koranjurnal.co.id, Tangerang – Anggota DPR RI PDI Perjuangan Drs.H.Eddy Kusuma Wijaya S.H, M.H, M.M kembali menyambangi kader setia dan pengurus wilayah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang berada di Kelurahan Larangan, Kecamatan Larangan Utara, Kota Tangerang, pada Minggu (21/01/2018) kemarin.

Kedatangan Eddy yang juga akrab disapa bang Ekuwi ini disambut puluhan kader PDI Perjuangan dan Paguyuban wilayah setempat. Kunjungannya kali ini (larangan utara) merupakan kunjungan kali kedua di awal bulan tahun 2018. Hal itu dilakukan bang Ekuwi yang juga selaku Pengurus DPD PDI Perjuangan provinsi Banten dengan tujuan untuk menjaga tali silaturahmi, agar hubungan antara wakil rakyat dan warga masyarakat semakin dekat dan akrab.

Sesuai dengan amanat Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj. Megawati Soekarno Putri, Ekuwi mengaku pihaknya harus melakukan roadshow (berkeliling) ke wilayah Tangerang Kabupaten dan Tangerang Kota Provinsi Banten yang akan menyelenggarakan Pemilukada serentak pada 2018 mendatang, guna menyerap aspirasi dari masyarakat.

“Sebagai partai pemenang Pemilu, dan partai pemerintah, harus bisa mengimplementasikan keinginan masyarakat, baik dari tingkat paling bawah maupun masyarakat secara luas,” katanya.

Sebagai wakil rakyat dan kader partai, Ekuwi berusaha untuk mendengarkan apa yang menjadi keinginan masyarakat, dan apa saja yang harus diperjuangkan oleh partainya.

“Karena keputusan PDI Perjuangan tidak boleh bertentangan dengan keinginan dan suasana hati rakyat pemilihnya. Ideologi Pancasila 1 Juni 1945 harus dibumikan dalam penyelesaian dan kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengakui, selama turun langsung (blusukan) di wilayah Kecamatan Larangan ini, kebanyakan warga setempat adalah merupakan pemilih PDI Perjuangan. Untuk menjalin komunikasi, dan selalu mendengarkan aspirasi masyarakat di kawasan tersebut, menjadi hal yang penting agar kehidupan serta problematika yang dihadapi oleh masyarakat bisa diatasi melalui mekanisme partai dan selanjutnya akan dikomunikasikan kepada para pemangku kebijakan.

Hadir dalam acara Silaturahmi para tokoh masyarakat, Ketua RT setempat mendampingi bang Ekuwi, serta puluhan driver dari komunitas Ojek Online.

“Semoga hubungan keakraban dirinya dengan masyarakat di sini akan dapat terus dibina, baik dalam komunikasi formal maupun dalam komunikasi non formal. Komunikasi yang akan kita bangun tidak hanya seperti pola langsung seperti ini, tetapi juga akan saya teruskan melalui jalinan media sosial maupun pesan singkat, agar tidak terbatas dan tetap bisa dibangun komunikasi secara intens,” ungkapnya.

Terkait aspirasi dan usulan yang datang dari  masyarakat, Ekuwi mengatakan hal itu akan ditampung dan dipilah-pilah sesuai kewenangannya; apakah menjadi kewenangan pemerintah kota, tingkat provinsi atau pun pusat, sehingga dapat diperjuangkan di Gedung DPR nantinya.

Sementara, Wahyudin salah satu Pengurus PAC PDI Perjuangan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang menyampaikan bahwa dirinya bangga atas hadirnya wakil rakyat yang masih mau turun kebawah dan mendengarkan aspirasi warga. Ia mengatakan tujuan acara ini agar terciptanya rasa kebersamaan dalam satu kekeluargaan meskipun tidak harus dari rahim yang sama.

Dalam acara SIAGA (Silaturahmi Antar Warga) yang digagas Wahyudin, dirinya berharap, bisa menjadi mesin Konsolidasi Partai, sehingga program 6 dari pemerintah pusat tentang NAWACITA bisa benar-benar direalisasikan oleh para pemangku jabatan mulai dari Ketua RT.

Di akhir acara, Eddy Kusuma Wijaya melakukan foto bersama dan memberikan suvenir berupa kain sarung kepada seluruh tamu dan undangan yang hadir. (tonmp/yd)

Categories
Daerah Ekonomi Ragam

Penggunaan Kartu Elektronik Brizzi Wujudkan BPU di Rutan Wates

Koranjurnal.co.id, Wates – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Wates memfasilitasi sosialisasi Kartu Brizzi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Aula Rutan, Wates, Kulon Progo, Jawa Tengah, Kamis (18/01/2018).

Diikuti oleh para petugas bersama WBP Rutan Wates, sosialisasi tersebut dilaksanakan berkat kerja sama antara Rutan Wates dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Wates, Kulon Progo.

Dalam sambutannya, Kepala Rutan (Karutan) Wates, Teguh Suroso, mengucapkan terima kasih kepada pihak BRI Kantor Cabang Wates yang telah membantu mewujudkan program Bebas Peredaran Uang (BPU) di rutan melalui pembuatan Brizzi.

Menurutnya, penggunaan Kartu Brizzi sudah direncanakan sejak lama, namun baru dapat terealisasi sekarang. Sebelumnya, untuk bertransaksi di kantin maupun warung telekomunikasi WBP menggunakan uang tunai melalui pencatatan di Register D.

“Kami berharap penggunaan Kartu Brizzi dapat dijadikan solusi untuk mendukung program BPU di rutan sehingga  kedepannya uang tunai tidak ada lagi yang beredar di dalam rutan. Selain itu, penggunaan Brizzi dimaksudkan untuk meningkatkan E-Goverment yang dicanangkan pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan HAM,” urai Teguh.

Sementara itu, Kepala Sub Pelayanan Tahanan Rutan Wates, Aris Yulianta, berharap penggunaan kartu uang elektronik ini dapat meminimalisir dan mencegah gangguan ketertiban maupun keamanan yang disebabkan oleh peredaran uang tunai. Selain itu, Brizzi sangat mudah penggunaan dan pengisiannya sehingga keluarga yang jauh dari rutan dapat melakukan pengisian tanpa harus datang ke rutan.
“Penggunaan Brizzi sangat berguna untuk meminimalisir pungutan liar di dalam rutan. Peredaran uang tunai di dalam rutan juga dapat ditekan. Nantinya, WBP dapat menggunakan kartu tersebut untuk berbelanja di koperasi,” terang Aris.
Saat menyampaikan sosialiasi, perwakilan dari BRI menjelaskan cara penggunaan Kartu Brizzi secara rinci, cara pengisian, pengecekan, penggunaan di koperasi rutan serta kemudahan-kemudahan yang didapat apabila menggunakan kartu tersebut.

Mereka juga memberikan kesempatan kepada WBP untuk bertanya tentang segala hal yang dianggap kurang jelas tentang Brizzi sehingga WBP dapat mengetahui secara jelas kelebihan dan kekurangan kartu ini.

Di akhir acara, dilakukan penyerahan secara simbolis kaKartu Brizzi kepada WBP serta penyerahan alat EDC kepada Karutan Wates didampingi Ketua Koperasi Rutan Wates.(tonmp/Hum)

Categories
Ekonomi Hukum Nasional Ragam

KNPK Dorong RUU Pertembakauan sebagai Kebijakan Strategis Industri Hasil Tembakau

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pada bulan Juni 2011, para petani tembakau di Pamekasan, Madura, kebingungan. Pasalnya, para petani kesulitan mendapatkan sediaan bibit. Kalaupun ada, harganya melambung tinggi. Pemerintah bukannya tidak berusaha mengatasi kelangkaan bibit. Hanya saja, sediaan bibit yang disiapkan oleh pemerintah di Kebun Bibit Tembakau tidak begitu diminati petani. Menurut salah seorang petani, akibat kelangkaan bibit ini, harga bibit melonjak mahal. Mereka menuntut pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus kelangkaan bibit ini. Tetapi, pihak pemerintah menolak dipersalahkan.

Selain kisruh mengenai bibit, sektor perkebunan tembakau juga seringkali menghadapi ancaman gagal panen. Pada tahun 2016, realisasi panen hingga September masih mencapai 40%, dari total panen sekitar 200.000 ton. Hal ini berbeda jauh dengan realisasi panen tembakau pada tahun 2015 yang mencapai 70%, dengan kebutuhan industri sebesar 320.000 ton. Anomali cuaca menjadi penyebabnya (curah hujan tinggi sepanjang tahun, tanpa musim kemarau)

Dua kasus tersebut hanyalah sekelumit permasalahan yang ada pada sektor perkebunan tembakau. Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) menilai berbagai masalah di sektor hulu pertanian dan industri hasil tembakau memiliki dua permasalahan utama, yakni budidaya tanaman dan tata niaga tembakau. Dua permasalahan ini tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat satu sama lain.

Budidaya Tanaman Tembakau

Fakta bahwa tingkat produksi dan produktivitas pertanian tembakau nasional cenderung fluktuatif, bahkan pada dasarnya masih rendah, merupakan pokok persoalan budidaya tanaman tembakau. Produksi tembakau Indonesia pernah mencapai rekor tertingginya pada 2012, yakni seberat 260.818 ton. Namun, setelah itu cenderung mengalami penurunan. Hal ini dapat dilihat dari data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, produksi tembakau nasional pada 2016 hanya mencapai 196.154 ton.

Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya produksi dan produktivitas pertanian tembakau, yakni penentuan baku mutu (standarisasi) bibit yang disebabkan belum adanya satu sistem yang terbangun dengan baik antara pabrikan, petani, dan pemerintah.

Tata Niaga Tembakau

Persoalan pada tata niaga tembakau terletak pada matarantai yang panjang antara produsen (petani) dengan pihak konsumen penyerapnya (industri pengolah atau pabrikan). Tembakau sebagai komoditas strategis perkebunan nasional justru tidak banyak diurus tata niaga nya oleh negara. Selama ini, nyaris tidak ada kontribusi pemerintah dalam pertanian dan perdagangan tembakau, baik berupa payung peraturan dan kebijakan, apalagi bantuan permodalan.

Dapat dikatakan bahwa selama ini pertanian tembakau merupakan sektor mandiri, mekanisme pasar-lah yang menjadi pengendali satu-satunya dinamika pertanian dan perniagaan tembakau. Dalam hal ini seharusnya pemerintah menunaikan kewajibannya untuk melindungi kepentingan dan keberlangsungan industri strategis yang menjadi salah satu sumber terbesar pendapatan negara.

Dari dua persoalan utama pertanian tembakau yang telah disebutkan, KNPK menilai penerapan sistem kemitraan (partnership cooperation) antara petani dengan pabrikan dapat menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Dengan sistem kemitraan, dapat diupayakan bersama tujuan-tujuan normatif berupa hubungan yang saling menguntungkan, saling membutuhkan, dan saling memperkuat.

Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) Nur Azami mengatakan, agar hal tersebut dapat terlaksana, maka perlu adanya payung regulasi yang khusus memayungi industri hasil tembakau.

“Adanya Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan yang kini diusung dalam prolegnas prioritas 2018 merupakan momentum untuk menyamakan visi dan misi bagi stakeholder pertembakauan dan pemerintah,” ungkap Nur Azami melalui pers rilis yang diterima redaksi di Jakarta beberapa waktu lalu, Minggu (14/01/2018). (tonmp)

Categories
Kesehatan Megapolitan Ragam

Cegah DBD, Anggota DPRD bersama Kader PDI Perjuangan Gelar ‘Fogging’ di Wilayah Kota Tangerang

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kader PDI Perjuangan melakukan fogging (penyemprotan) demam berdarah guna mencegah dan membasmi nyamuk demam berdarah di lingkungan warga kelurahan Karang Tengah, Kota Tangerang, Sabtu (13/01/2018).

Sebagai rangkaian kegiatan HUT ke-45 PDI Perjuangan, Kader PDI Perjuangan melakukan kegiatan fogging dilingkungan warga yang dimotori oleh Dr. Yeremia Mendrofa, Edi dan Surani.

Dr. Yeremia Mendrofa, anggota DPRD Provinsi Banten dan juga Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten mengatakan kegiatan sosial sebagai rangkaian kegiatan HUT ke-45 PDI Perjuangan yang langsung turun ke lingkungan warga sehingga warga merasakan kehadiran PDI Perjuangan ditengah-tengah mereka dan ikut ambil bagian menyelesaikan permasalahan lingkungan khususnya terkait dengan penyemprotan nyamuk demam berdarah untuk mencegah berlanjutnya kasus terjangkitnya demam berdarah bagi warga.

Menurut Yeremia, kegiatan penyemprotan (fogging) ini merupakan salah satu upaya selain daripada perilaku sehat dan bersih seperti tidak membuang sampah sembarangan, sering menguras dan menutup tempat penampungan air, tidak ada genangan air.

“Pada hari ini kami melakukan kegiatan kerakyatan, supaya rakyat merasakan kehadiran Partai dan ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan,” katanya.

Edi yang merupakan pengurus PAC Karang Tengah mengatakan fogging ini sangat dibutuhkan warga disini untuk mencegah terjadinya kasus demam berdarah, kemudian ditambahkan oleh Surani yg merupakan pengurus Paguyuban Dapil 5 dan juga pengurus ranting PDI Perjuangan bahwa kegiatan ini kerjasama dan gotongroyong kader untuk hadir dan berbuat untuk warga setempat.

“Dengan gotong royong bisa kisa berbuat kepada warga dan mereka merasakan kehadiran partai (PDI Perjuangan),” kata Surani.

Ketua RT 03/04 Kelurahan Karang Tengah Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang, Gimin Pamungkas mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kader PDI Perjuangan yang telah melakukan kegiatan sosial dilingkungan warga.

“Beberapa saat yang lalu pernah ada satu kasus demam berdarah, dan dengan kegiatan ini bisa mencegah terjadi lagi dan kalo bisa dilakukan rutin kedepan dan ketempat-tempat lain,” pungkasnya.(tonmp/yd)

Categories
Nasional Ragam

BIG Raih Sertifikat Internasional ISO/IEC 20000

Koran Jurnal, Cibinong – Badan Informasi Geospasial (BIG) menerima sertifikat ISO/IEC 20000 dari BSI (British Standard Institution), terkait sistem standar pelayanan di bidang teknologi informasi. Penyerahan sertifikat berstandar internasional itu dilakukan di gedung A kantor BIG, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (09/01/2018).

Kepala BIG Hasanuddin Z. Abidin menyambut baik atas diperolehnya sertifikat mengenai manajemen pelayanan berbasis teknologi informasi atau IT Service Management tersebut.

“Kita bersyukur sekali telah mendapatkan sertifikat ini (ISO 20000-1:2011). Alhamdulillah atas perolehan ini,” ucapnya.

Hasanuddin meyakini ISO/IEC 20000 dapat meningkatkan kualitas, mutu dan layanan data Informasi Geospasial bagi masyarakat luas.

“Yang membuat pelayanan semakin baik bukan sertifikatnya, tapi orangnya, bagaimana pelayanannya, bagaimana kinerjanya. Karena sertifikat ini memotret kondisi saat ini,” kata Hasanuddin.

Sebagai satu-satunya lembaga yang mengelola data informasi geospasial (IG) atau pemetaan di Indonesia, BIG memiliki tugas dalam pengaturan penyelenggaraan Informasi Geospasial (IG) dan penyelenggaraan (IG) itu berkaitan erat dengan penggunaan teknologi informasi atau Information Technology (IT).

Oleh karenanya, tahapan dalam penyelenggaraan IG seperti pengumpulan, pengelolaan, penyimpanan dan penyebarluasan IG memerlukan
dukungan IT yang handal.

“Sertifikat (ISO/IEC 20000) ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas
layanan BIG bagi instansi pemerintah, pemda dan masyarakat untuk memenuhi
kebutuhan Informasi Geospasial,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Sales dan Marketing BSI perwakilan Indonesia, Rudi Antoni mengatakan, sertifikat ini sebagai jaminan terhadap kualitas pelayanan teknologi informasi yang terakreditasi secara baik dan telah memenuhi persyaratan standar internasional dalam sistem pengelolaan pelayanan informasi sebuah lembaga atau organisasi.

“Mendapatkan sertifikat ini adalah baru awal dari perjalanan. Ini sesuatu yang luar biasa. Selanjutnya perlu terus ditingkatkan (improvement),” kata Rudi.

“Sertifikat ini berlaku 3 tahun. Instrumen apa yang berkaitan (IT) harus terus berkelanjutan,” ujarnya.

Ruang lingkup dan dasar penilaian ISO/IEC 20000 untuk BIG adalah terkait dengan layanan intenet, email dan
penyimpanan berbasis cloud.

Secara umum, manfaat dalam implementasi ISO/IEC 20000 adalah:
1. Layanan IT dilaksanakan sesuai dengan standar internasional.
2. Memastikan kebutuhan pengguna terpenuhi.
3. Memperhatikan pengelolaan terhadap resiko yang mungkin dihadapi.
4. Meningkatkan kualitas layanan IT yang berkelanjutan.

“Hal ini dapat dilihat dari faktor kualitas data yang dihasilkan, pelayanan yang cepat dan responsif terhadap permintaan pengguna. Semoga dengan adanya ISO/IEC 20000 ini dapat meningkatkan kinerja dan produk BIG ke depannya menjadi lebih baik,” ujar Kepala BIG menambahkan.

Acara penyerahan sertifikat tersebut dihadiri dan disaksikan oleh para pejabat BIG, tim BSI dan puluhan media massa nasional.

Pewarta : Anton 

Categories
Megapolitan Ragam TNI

Danlantamal III Tinjau Mess Kartini di Sunter Kodamar

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Laksamana Pertama TNI Muhammad Richad, SH, MM., seusai berolahraga meninjau ke Mess Kowal Kartini di Jl. Pulau Panjang No. 1 Sunter Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jum’at (05/01/2018).

Danlantamal III mengawali peninjauan ke berbagai fasiltas yang ada di Mess Kartini mulai dari ruang tamu, ruang makan, ruang rekreasi hingga kamar tidur dan kamar mandi. Pengecekan tersebut dilakukan tidak hanya di bangunan lama tetapi juga di bangunan baru pada mess itu.

Pejabat yang turut mendampingi Danlantamal III antara lain Kasubdis Faswatpers Disfaslanal Mabesal Kolonel Laut (T) Eko Sunarjanto, Aspers Danlantamal III Letkol Laut (S) Binsar M. Sirait, SE, M.Si., Kadiskes Lantamal lll Kolonel Laut (K) dr. Iswanto Budiman,Kadisfaslan Lantamal III Letkol Laut (KH) Tri Susanto, ST., Kadisminpers Lantamal IIILetkol Laut (KH) Buchori, S.Ag dan Danyonmarhanlan III  Jakarta Letkol Marinir Anthonius Temmy Irawan.

Pewarta : Anton/Disp. 

Categories
Megapolitan Militer Ragam TNI

Satprov Denma Lantamal III Gelar Opsgaktip

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Untuk menegakkan disiplin anggota dalam mematuhi aturan berlalu lintas,  Satprov Denma Lantamal III menggelar Operasi Penegakan Ketertiban (Opsgaktib) TW l Tahun 2018 di depan Penjagaan Pos 2 dan Pos 3 Mako Lantamal III serta pintu masuk Ruko Marina, Jakarta Utara, Kamis (04/01/2018).

Opsgaktib yang dipimpin Kasatprov Denma Lantamal III Laut  (PM) Buang Kuswanto mengerahkan 36 personel Provost Lantamal III mulai pukul 06.00 sampai dengan 07.00 WIB dengan melakukan pengecekan kelengkapan surat kendaraan dinas maupun pribadi, baik SIM, STNK, KTA/KTP maupun kelengkapan kendaraan.

 Dalam operasi tersebut  terjaring 14 orang yang melakukan pelanggaran terkait kelengkapan SIM, STNK dan  KTA/KTP. Para pelanggar tersebut diberikan tindakan disiplin sesuai aturan yang berlalu.

Pewarta : Anton/Disp.