Categories
Daerah Kesehatan Olahraga

Pemkot Jayapura Mendukung Penuh Kegiatan Satgas Prokes Jelang PON XX Papua

Koran Jurnal,  Jayapura – Gelaran akbar pesta olahraga empat tahunan sekali tinggal menghitung hari. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan berbagai persiapan mulai dari peningkatan disiplin protokol kesehatan (prokes) hingga memastikan setiap sarana dan prasarana penunjang prokes terpenuhi. Melihat kondisi ini, Pemerintah Kota Jayapura mendukung penuh aksi kegiatan BNPB demi kelancaran event PON XX Papua.

“Kami selaku Pemerintah Kota, mendukung penuh kegiatan peningkatan disiplin protokol kesehatan dalam penyelenggaraan _event_ PON XX di Papua,” ujar Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru, Senin (27/09/2021).

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Walikota ini, turut membahas dukungan yang sudah diberikan BNPB selaku Satgas Penanganan Covid-19 diantaranya dengan mengerahkan para relawan untuk memberikan masker kepada masyarakat melalui kegiatan gerai masker dan mobil masker. Hari ini, masker yang sudah dibagikan sebanyak 18.000, dengan begitu sejak tanggal 25-27 total masker yang sudah dibagikan di Kota Jayapura sebanyak 37.000.

Turut hadir dalam pertemuan, Ketua Satgas Prokes Prasinta Dewi, Supervisor Prokes Rus Nurhadi, Imam Pramukarno, Kabid Asistensi Prokes Agus Wibowo dan Ketua Subsatgas Kota Jayapura Riswandi.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, dilaporkan juga terdapat beberapa _venue_ yang banyak menarik minat penonton seperti sepak bola. Merespon hal ini, BNPB juga telah mendirikan tenda oranye di titik Stadion Mandala untuk mengantisipasi kerumunan yang dapat terjadi, terutama saat tim tuan rumah bertanding.

Dengan adanya sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penerapan disiplin protokol kesehatan, diharapkan penyelenggaraan PON XX di ‘Bumi Cendrawasih’ dapat berjalan dengan aman dan terhindar dari penularan virus Covid-19.(Pusd/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Satgas Protokol Kesehatan dan Relawan Disiapsiagakan Jelang PON XX Papua

Koran Jurnal,  Mimika – Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional telah melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas relawan prokes untuk mendukung PON XX di Papua. Kegiatan ini diselenggarakan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika pada hari ini, Sabtu (25/9).

Sebanyak 95 relawan dari berbagai organisasi masyarakat dan organisasi pemuda yang ada di Kabupaten Mimika mendapat pembekalan terkait dengan perubahan perilaku, protokol kesehatan (prokes) dan penggunaan aplikasi InaRISK untuk monitoring pelaporan aktivitas. Mereka akan disebar ke berbagai titik sekitar tempat penyelenggaraan pertandingan maupun tempat-tempat keramaian.

Hadir secara langsung pada kegiatan pelatihan tersebut Deputi Bidang Pencegahan BNPB Dra. Prasinta Dewi, M.A.P selaku Kepala Satuan Tugas Protokol Kesehatan (Kasatgas Prokes) PON XX Papua yang didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mimika dan Plt. Direktur Kesiapsiagaan BNPB.

Dalam sambutannya, Prasinta Dewi menyampaikan tujuan dari dukungan yang diberikan BNPB ini adalah bentuk kepedulian negara hadir ditengah-tengah masyarakat pada kondisi pandemi Covid-19 untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 dalam pelaksanaan even nasional PON ke XX di Provinsi Papua.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh relawan yang berpartisipasi dan turut membantu kegiatan sosialisasi dan edukasi dengan melakukan berbagai aktifitas mulai dari membuka gerai masker dan mobil masker,” ucap Prasinta.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Kesiapsiagaan BNPB yang juga sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Satgas Prokes PON XX Papua, Pangarso Suryotomo juga menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengedepankan pendekatan yang humanis dan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat.

Setelah membuka kegiatan pelatihan bersama relawan, Deputi Pencegahan BNPB didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mimika meninjau tempat pertandingan futsal putra dan beberapa venue pertandingan untuk melihat kesiapan panitia dan penerapan protokol kesehatan.

Turut hadir bersama dalam kegiatan tersebut perwakilan dari bidang perubahan perilaku, bidang asistensi prokes dan tim pakar satuan tugas penanganan Covid-19.(Pusd/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Ketua Satgas Memberikan Penghargaan kepada Pejuang Kemanusiaan Penanganan Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito memberikan penghargaan bagi para pejuang kemanusiaan penanganan Covid-19. Pemberian penghargaan ini dilaksanakan di Graha BNPB, Aula Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (17/08/2021).

Penghargaan ini ditujukan untuk segenap komponen pelaksana penanganan Covid-19, terutama para tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, termasuk Petugas Radiologi, Apoteker dan Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM). Tidak ketinggalan, penghargaan yang sama juga ditujukan kepada personil TNI-POLRI serta seluruh relawan yang selama ini sudah berjibaku dalam upaya penanggulangan Covid-19. Dalam kesempatan ini, penerima penghargaan diwakili oleh tenaga kesehatan yakni dr Fathiyah Isbaniah SpP, dr Mariya Mubarika (Dokter), Ilona Veronika Munte dan Suwandi (Perawat), Firdha Adila Syuhada dan Rizky Kahar (Radiologi), Agung Prasetyo dan Mujitahid Muhadli (ATLM), serta Sevty Sera & Gina Arifah (Apoteker).

Dalam sambutannya Ganip menyampaikan bahwa bertepatan dengan peringatan HUT RI ke 76, semangat persatuan dan perjuangan menghadapi penjajah yang dulu dimiliki oleh para pejuang kemerdekaan harus kembali kita gelorakan dalam upaya untuk segera keluar dari pandemi Covid-19.

“Dulu para pejuang kemerdekaan bersatu menghadapi serangan penjajah secara nyata secara fisik. Saat ini, semangat perjuangan dan persatuan yang sama juga harus kita gelorakan dalam peperangan menghadapi musuh yang tidak nyata terlihat secara fisik, tetapi nyata dampaknya bagi jiwa rakyat dan ekonomi bangsa secara keseluruhan, yaitu Covid-19,” ujar Ganip

Kepada para pejuang kemanusiaan dalam penanganan Covid-19, Ganip menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang tinggi atas daya dan upaya yang diberikan.

“Penghargaan ini mungkin nilainya tidak seberapa, tetapi ini adalah simbol dari upaya kita bersama dalam mengatasi Pandemi Covid-19,” tukasnya.

Selanjutnya, Kepala BNPB ini juga menyampaikan empati yang mendalam diiringi dengan penghargaan tertinggi dan doa yang terbaik agar para pahlawan kemanusiaan yang telah gugur diterima di sisi Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa.

Sebagai penutup, Ganip berpesan bahwa perjuangan dalam menangani pandemi Covid-19 belum usai. Ajakan untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan harus tetap dijalankan.

“Mari kita semua menjaga diri sendiri untuk bisa menjaga keluarga, menjaga saudara, menjaga masyarakat dan Bangsa Indonesia,” tutup Ganip.(Pus/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Pemerintah Terima Bantuan 500 Ton Oksigen Cair dari Tanoto Foundation

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima bantuan berupa 500 ton Liquid Oxygen dari Tanoto Foundation. Bantuan akan dikirimkan melalui 5 tahap. Tahap pertama, sebanyak 100 Ton oksigen telah diserahkan secara simbolis pada Minggu (11/07/2021) sore, di Lapangan Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan bagi pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Lonjakan kasus yang terjadi selama beberapa minggu terakhir menyebabkan ketersediaan oksigen medis menjadi terbatas.

Sekretaris Utama BNPB, Lilik Kurniawan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Tanoto Foundation atas bantuan yang sudah diberikan.

“Atas nama pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih untuk dukungan yang sangat-sangat dibutuhkan masyarakat pada saat ini,” kata Lilik.

Lilik menyampaikan, dukungan oksigen yang sudah diberikan akan segera didistribusikan ke Rumah Sakit yang sangat membutuhkan, khususnya di wilayah Pulau Jawa.

“Bantuan ini kami terima dan akan segera kami distribusikan melalui Kementerian Kesehatan,” jelas Lilik.

Lilik berharap, dengan adanya bantuan oksigen ini dapat mengurangi angka pasien COVID-19 yang meninggal akibat kekurangan oksigen. Bantuan ini merupakan salah satu perwujudan kerjasama pentahelix, khususnya dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Kepala Biro Umum Kementerian Kesehatan, Sumarjaya mengatakan dukungan oksigen ini sangat membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Tanoto Foundation yang telah membantu pemerintah dalam mengatasi kekurangan oksigen di rumah sakit, khususnya di pulau Jawa dan Bali saat ini,” jelasnya.

Ia mengatakan bantuan oksigen tahap pertama akan disebar ke beberapa wilayah dengan rincian 48 ton untuk DKI Jakarta, 46 ton untuk Provinsi Jawa Barat, dan 6 ton untuk DI Yogyakarta.

Oksigen tersebut merupakan produksi dari PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan mitra dari Tanoto Foundation.(Pusp/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Ketua Satgas bersama Panglima TNI dan Menkes Tinjau Serbuan Vaksin Serentak di GBK Senayan

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan program Serbuan Vaksin yang diinisiasi oleh Markas Besar (Mabes) TNI Cilangkap di halaman Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (11/07/2021) sore.

Dalam peninjauan tersebut, Ketua Satgas mengaku puas dan bangga melihat semangat dan antusias para warga yang hadir untuk mengikuti vaksinasi, sebagai bagian dari percepatan pencapaian kekebalan kelompok di wilayah Indonesia.

“Ini suatu yang membanggakan,” jelas Ganip di sela peninjauan.

Adapun pelaksanaan vaksinasi tersebut juga merupakan bagian dari program Pemerintah Indonesia dalam “Satu Juta Vaksin Per Satu Hari” yang dilaksanakan secara serentak se-Tanah Air.

Dalam pelaksanaannya, Serbuan Vaksinasi GBK tersebut telah mencapai 10 ribu penyuntikan vaksin. Adapun rinciannya, sebanyak 6 ribu dari warga yang mendaftarkan diri melalui aplikasi Jaki dan 4 ribu lainnya adalah mereka yang datang secara langsung ke lokasi vaksinasi.

Menurut Menkes RI Budi Gunadi Sadikin, capaian angka penyuntikan tersebut sudah cukup baik apabila dibandingkan dengan beberapa faskes lainnya.

Hal itu dikatakan Menkes RI melalui Kabid Yankesin Puskes TNI, Kolonel Laut (K) dr. RM. Tjahja Nurrobi selaku Koordinator Serbuan Vaksin GBK.

“Angka 10 ribu itu prestasi. Karena satu minggu belum tentu dapat angka segitu,” ujar Nurrobi menirukan pernyataan Menkes RI.

Sementara itu, Panglima TNI mengapresiasi dan memberi semangat para relawan yang telah mencurahkan waktu dan tenaganya untuk kesehatan serta keselamatan masyarakat.

Menurut Panglima TNI, para relawan sebanyak 561 itu memiliki semangat layaknya anggota TNI.

“Terima kasih, ya. Semangat 55,” ucap Panglima diikuti salam khas Komando TNI 55 oleh para relawan secara serentak.

Sebelum meninggalkan lokasi, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Panglima TNI dan Menkes juga menyempatkan diri meninjau mobil dapur lapangan yang dioperasikan secara khusus untuk menyuplai logistik dan makanan bagi para tenaga relawan dan seluruh anggota yang bertugas.

Sebanyak dua mobil dapur lapangan tersebut telah melayani suplai makanan sejak dimulainya program vaksinasi dari pukul 08.00 sampai 18.00 WIB.(Pusp/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Tinjau Vaksinasi di GBK, Ketua Satgas Covid-19 Puji Semangat Para Tenaga Kesehatan

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang telah membantu pelaksanaan vaksinasi di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (03/07/2021).

Menurutnya, kiprah yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan tersebut merupakan wujud perjuangan untuk kemanusiaan dan bagian dari implementasi bela negara.

“Yang anda lakukan ini bagus sekali. Tetap semangat layani masyarakat, ya. Terima kasih,” ujar Ganip kepada para tenaga kesehatan.

Dalam peninjauan yang dilakukan bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut, Ganip Warsito yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu juga berpesan kepada para peserta penerima vaksin agar tetap menerapkan protokol kesehatan meski telah divaksin.

Sebab vaksinasi tersebut bukan berarti membuat seseorang terbebas dari infeksi virus SARS-CoV-2, melainkan akan memiliki imunitas yang lebih kuat dan minim gejala apabila terinfeksi virus.

“Tetap jaga protokol kesehatan. Karena itu kuncinya. Tidak cukup hanya vaksin saja,” kata Ganip.

Adapun pelaksanaan vaksinasi tersebut menargetkan penyuntikan kepada 22 ribu peserta pada hari ini. Selanjutnya, vaksinasi juga akan dilaksanakan kembali pada esok hari, Minggu (4/7) di tempat dan waktu yang sama.

Dalam hal ini, pelaksanaan vaksinasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian program “Satu Juta Vaksin Per Hari” yang digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia dalam rangka mengendalikan Covid-19.(pus/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Dukung Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19, Satgas Bantu 500 Velbed Rusun Nagrak

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito S.E., M.M., beserta jajaran melakukan peninjauan ke rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu (13/06/2021). Rusun ini merupakan salah satu fasilitas isolasi pasien Covid-19.

Dalam kunjungan tersebut, Ganip memastikan kesiapan fasilitas yang ada di rumah susun (rusun) Nagrak mengingat lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia setelah libur hari panjang.

“Kami terus memeriksa dan memantau kesiapan setiap tempat isolasi para pasien Covid-19 guna mengantisipasi lonjakan kasus, khususnya jumlah pasien terkonfirmasi positif, pada kelompok orang tanpa gejala atau OTG yang semakin meningkat,” ungkap Ganip.

Ganip turut memberikan bantuan logistik berupa 500 unit velbed yang diberikan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Sabdo Kurnianto. Velbed atau alas tidur portabel ini bermanfaat sebagai fasilitas penunjang di Rusun Nagrak.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Unit Pengelola Rumah Susun Sederhana Sewa (UPRS III) Dra. Vita Nurvianti, M.Ap. mengapresiasi kunjungan serta bantuan dalam mendukung kebutuhan rusun Nagrak untuk menjalankan operasional rusun sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan velbed yang diberikan oleh Ketua Satgas dalam menunjang fasilitas tempat isolasi para pasien Covid-19,” tutur Vita.

Di samping kebutuhan logistik, Vita turut mengungkapkan kebutuhan lain, yakni sumber daya manusia dalam pengelolaan serta penanganan para pasien Covid-19.

“Seperti halnya di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Rusun Nagrak juga membutuhkan dukungan tambahan sumber daya manusia dalam konteks pelayanan kepada para pasien Covid-19, mengingat sumber daya kami cukup terbatas yang hanya meliputi petugas kebersihan dan teknisi gedung,” ungkap Vita.

Selanjutnya, Vita mengatakan, namun untuk tetap memperkuat jalannya operasional pelayanan kepada para pasien, pihaknya didukung sarana dan prasarana dalam unit hunian serta daerah sekitar oleh BPBD DKI Jakarta bersama perangkat wilayah dan Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti juga menjelaskan tentang pengoperasian setiap tower yang ada di rusun Nagrak.

“Rusun Nagrak memiliki 14 tower, untuk Tower 1 sampai 5 akan difokuskan untuk lokasi isolasi pasien Covid-19 terkendali, Tower 6 sampai 10 masih dalam proses penghunian, sedangkan Tower 11 – 14 sudah terhuni,” jelas Widyastuti.

Widyastuti turut menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan melakukan pelatihan untuk sumber daya manusia yang ada pada masing-masing tower terkait prosedur standar operasi (SOP) penanganan pasien Covid-19.

“Terdapat 58 tenaga petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan atau PJLP dari masing-masing tower yang akan dilatih oleh Dinas Kesehatan terkait SOP penanganan pasien Covid-19. Pelatihan akan dilaksanakan mulai hari Selasa (15/6) mendatang di Tower 3,” terangnya.

Widyastuti juga menambahkan bahwa Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga membantu alur penerimaan atau evakuasi pasien Covid-19 dengan sistem zonasi guna mencegah kontak penularan antar pasien Covid-19.

“Kami juga mengkoordinir dan membantu pengaturan alur evakuasi penerimaan pasien Covid-19 dengan sistem zonasi sehingga mengurangi potensi kontak pasien satu sama lain,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Rusun Nagrak merupakan salah satu tempat isolasi pasien Covid-19 yang resmi ditunjuk oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara. Rusun Nagrak memiliki 14 tower yang terbagi dalam tiga klaster yang setiap klasternya cukup berjarak. Masing-masing tower memiliki 16 lantai dengan 225 unit, dimana setiap unitnya terdiri dari dua kamar yang mampu menampung hingga 2.550 orang.

Dalam menjalankan kegiatan operasional pelayanan para pasien Covid-19, rusun Nagrak didukung oleh BPBD dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam mempersiapkan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung lain serta Dinas Sosial DKI Jakarta dalam pemenuhan gizi para pasien.(pus/red)

Categories
TNI

BNPB Launching inaRISK Hackathon Fest 2021

Koran Jurnal,  Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) didukung United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia serta U-INSPIRE Indonesia, untuk pertama kalinya menggelar kompetisi dalam upaya pengembangan aplikasi kebencanaan, inaRISK Hackathon Fest (IHF 2021). Launching IHF 2021 dilaksanakan pada Senin (03/05), melalui media komunikasi daring.

inaRISK merupakan sistem informasi risiko bencana dalam bentuk website dan aplikasi mobile. Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2016, inaRISK telah mengalami perkembangan yang signifikan, baik dari informasi yang disajikan hingga peningkatan jumlah pengguna. Saat ini, inaRISK telah mencapai versi 4.0 yang diluncurkan pada Oktober tahun lalu. Sesuai _roadmap_ yang telah disusun di tahun 2020, maka salah satu pengembangan inaRISK di tahun 2021 adalah dengan diselenggarakannya inaRISK Hackathon Fest 2021.

Mengusung tema “Solusi Digital Bagi Penguatan Dan Edukasi Pengurangan Risiko Bencana Untuk Mewujudkan Ketangguhan Demi Masa Depan Yang Lebih Baik” IHF 2021 terbagi dalam 2 kelompok kegiatan yaitu Digital Solution Competition dan Mobile Apps Competition. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia dimana pun berada yang memiliki bakat dan ketertarikan di bidang teknologi digital, ilmu data, dan pengembangan aplikasi.

Dalam sambutannya, Plt. Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Dr. Raditya Jati, S.Si, M.Si menyebutkan bahwa inaRISK adalah salah satu solusi dimana kejadian bencana, risiko bencana, potensi risiko, strategi penanggulangan bencana, dan upaya-upaya penyelamatan dapat selalu berkembang dan bisa disampaikan melalui aplikasi maupun portal dengan berbagai fitur yang ada.

“Pemanfaatan inaRISK yang sangat informatif dan solutif harus terus dikembangkan sesuai kebutuhan dan dinamika perkembangan pengelolaan risiko bencana yang ada di Indonesia ini, Sehingga nantinya kita dapat mencapai tujuan membangun resiliensi bangsa dimana kita tangguh dan berketahanan dalam menghadapi bencana,” jelas Radit.

Kemudian UNDP Indonesia yang diwakili Mr. Christian Budi Usfinit, Team leader dari Resilience and Reconstruction Unit, menyebutkan UNDP senantiasa mendukung BNPB untuk mempercepat proses transformasi digital sistem manajemen informasi bencana melalui pengembangan sistem inaRISK. Konteks dukungan kegiatan ini merupakan bagian dari skema intervensi proyek DX4Resilience yang merupakan inisiasi UNDP regional Asia Pasifik yang bertujuan untuk meningkatkan upaya percepatan pengurangan risiko bencana dan meningkatkan penanganan krisis melalui solusi-solusi digital.

Launching inaRISK Hackathon Fest 2021 dihadiri oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan perwakilan dari beberapa kementerian/lembaga, akademisi, lembaga usaha, media juga masyarakat umum yang merupaka bagian dari pentahelix. Adapun pemenang dari IHF 2021 ini nantinya akan mempresentasikan hasilnya dalam puncak peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana di Ambon. Kompetisi ini rencananya akan menjadi kegiatan tahunan.

Informasi lengkap terkait inaRISK Hackathon Fest 2021 dapat diakses melalui website https:// inarisk.bnpb.go.id/hackathon, dan untuk registrasi peserta akan dibuka pada 10-30 Mei 2021.(Pus/red)

Categories
Nasional

Doni Monardo Dianugerahi Gelar Doktor Kehormatan oleh IPB

Koran Jurnal, Bogor – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dianugerahi gelar doktor kehormatan Doktor Honoris Causa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) atau yang sekarang menjadi IPB University. Penganugerahan gelar doktor kehormatan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor IPB University Arif Satria di Graha Wisuda Widya IPB, Sabtu (27/03/2021).

IPB University telah melakukan pertimbangan secara matang dengan memperhatikan kinerja Doni Monardo. Keputusan pembemberian gelar akademik diputuskan dalam surat keputusan senat akademik IPB University nomor 21/IT3.SA/PP/2020 tentang Persetujuan Pemberian Gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa Kepada Doni Monardo dalam Bidang Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan.

Pada bulan November 2020, IPB University sudah menyetujui pemberian gelar doktor kehormatan. Hal ini diungkapkan Arif Satria dalam sambutannya.

“Pada tahun 2020 senat akademik memberikan persetujuan pemberian gelar kehormatan doktor honoris causa kepada Letjen TNI Doni Monardo dalam bidang ilmu pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan,” kata Arif Satria.

Doni Monardo dinilai berhasil dalam pengelolaan lingkungan. Hal ini terlihat dari ‘buah pikiran’ yang nyata seperti Citarum Harum, Program Emas Biru dan Emas Hijau yang diinisiasi Doni Monardo juga dinilai berhasil dalam meredam konflik di kepulauan Maluku.

Dalam sidang terbuka senat akademik IPB University, Doni menyampaikan orasi ilmiah dengan judul ‘Metode Tata Kelola Sumber Daya Alam dan Lingkungan’.

Doni bertekad akan bertanggung jawab atas penghargaan dan kepercayaan yang telah diberikan IPB University.

“Saya akan mempertanggungjawabkan penghargaan dan kepercayaan yang diberikan IPB University kepada saya, gelar doktor kehormatan ini menjadi energi baru bagi saya untuk terus konsisten membantu menyelamatkan lingkungan dan sumber daya alam indonesia” kata Doni.

Tim promotor yang mengkaji pemberian gelar kehormatan tersebut antara lain Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, MS (ketua tim promotor), Prof. Dr. Ir. Widiatmika, DAA, Prof. Dr. Ir. Anas M. Fauzi, M.Eng, Prof. Dr. Ir. M.H. Bintoro, M.Agr, dan Dr. Ir. Suryo Adiwibowo, MS.(Pus/red)

Categories
Bencana Nasional

Kepala BNPB Tinjau Penanganan Banjir di Karawang dan Serahkan Bantuan Rp. 500 Juta

Koran Jurnal, Karawang – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo bersama Menteri PMK Muhadjir Effendy dan Sekretaris Daerah Karawang Acep Jamhuri meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang Barat, Minggu (21/02/2021).

Dalam peninjauan tersebut, Doni Monardo beserta rombongan melihat langsung giat penanganan banjir yang dipicu curah hujan tinggi dan meluapnya Sungai Ciseet, Sungai Citarum, dan Kali Cimalaya sejak Minggu (07/02).

Saat menyambangi pos dapur umum, Doni Monardo melihat kegiatan penyelenggaraan dapur umum guna memastikan makanan yang disajikan bagi para pengungsi sudah sesuai dengan gizi seimbang.

Usai meninjau dapur umum, rombongan kemudian menyempatkan diri ke lokasi pos pengungsian. Adapun tujuannya untuk memastikan penanganan berjalan baik dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Karawang, sebanyak lima belas kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian muka air beragam. Tepantau tinggi permukaan air antara 10 hingga 250 cm.

Data BPBD setempat mencatat lima belas kecamatan terdampak yaitu Kec. Rengasdengklok, Kec. Telukjambe Barat, Kec. Telukjambe Timur, Kec. Karawang Barat, Kec. Batujaya, Kec. Cikampek, Kec. Tirtamulya, Kec. Ciampel, Kec. Pangkalan.

Selanjutnya Kec. Rawamerta, Kec. Jatisari, Kec. Banyusari, Kec. Karawang Timur, Kec. Cimalaya Wetan, dan Kec. Pakis Jaya.

Dari lima belas kecamatan tersebut, terdapat 14.754 KK terdampak banjir dan 3.393 KK Mengungsi. BPBD mencatat kerugian material akibat banjir berupa 14.340 unit rumah terdampak, 51 unit rumah rusak berat, 157 unit rumah rusak sedang, 870 unit rumah rusak ringan, 40 unit fasos dan fasum terdampak dan 217 hektar sawah terdampak.

Pada kesempatan tersebut, Doni Monardo yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 berpesan agar penanganan pengungsi hendaknya dilakukan dengan cara memisahkan kelompok rentan. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19

Dalam hal ini, kelompok rentan yang dimaksud yaitu lansia, warga yang memiliki komorbid, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan anak-anak.

Selain itu, Doni juga mengecek ketersediaan alat tes antigen di pos kesehatan. Hal ini untuk menunjang para petugas medis untuk tetap memastikan kondisi kesehatan para pengungsi dan sekaligus mencegah penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

BNPB Serahkan Bantuan 500 Juta

Guna membantu percepatan penanganan banjir, BNPB memberikan bantuan secara simbolis Dana DSP Sebesar Rp500 Juta kepada Sekda Karawang. Selain itu bantuan lain yang diserahkan berupa masker 10.000 pcs, selimut 80 lembar, lampu emergency air garam 300 unit.

Sebelumnya BNPB telah menyerahkan dukungan kepada BPBD Kabupaten Karawang berupa tenda gulung 200 lembar, matras 200 lembar, selimut 200 lembar, mie sago 100 karton, sarung 200 lembar dan perahu karet 1 set.

Kerja Sama Multi Pihak

Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, Doni menilai bahwa dalam upaya penanganan dan pengurangan risiko bencana banjir yang bersifat tahunan di Kabupaten Karawang tersebut dibutuhkan kerja sama berbagai pihak.

“Diperlukan kerja sama, koordinasi dan kegigihan untuk bisa melakukan berbagai upaya, sehingga risiko ini tidak berulang setiap tahun,” ujar Doni.

Selain itu, Doni juga menyoroti bahwa permasalahan limbah industri maupun rumah tangga juga berpotensi menjadi faktor penyebab banjir Kabupaten Karawang harus diselesaikan secara bersama-sama.

“Tidak sedikit sumber daya yang dapat dikelola disini, ada banyak industri dan perusahaan, mereka harus diikutsetakan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan ekosistem untuk mengelola limbah industri dan rumah tangga,” tambah Doni.

Adapun untuk mengurangi risiko bencana banjir ke depannya, BNPB akan mendukung normalisasi yang dimulai dari muara sungai dengan alat berat jenis excavator amphibious guna melakukan pengerukan sedimentasi.(pus/red)