Categories
Nasional

Cegah Covid-19, Wapres Ma’ruf Amin Minta Seluruh Masyarakat Taati Imbauan Pemerintah

Koran Jurnal, Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta semua masyarakat untuk menaati imbauan Pemerintah dalam menerapkan jaga jarak aman (social distancing) dan tidak mendatangi kerumunan sebagai upaya mencegah penyebarluasan Covid-19. Hal itu disampaikan Wapres saat menyambangi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (23/03/2020).

“Kepada masyarakat, kepada umat, untuk ikut mematuhi seruan-seruan Pemerintah ini, supaya masyarakat itu bisa memahami bahwa bahaya corona ini kalau kita tidak bisa menjaga jarak,” kata Wapres.

Wapres Ma’ruf juga meminta seluruh tokoh agama di daerah untuk tidak menyelenggarakan acara-acara keagamaan yang melibatkan banyak orang, sehingga penyebaran COVID-19 tidak semakin luas dan penanganannya saat ini bisa optimal.

“Dan saya ingin mengajak kepada ulama, kepada para pemimpin agama supaya menaati seruan-seruan Pemerintah. Apalagi sudah ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tidak menyelenggarakan pertemuan. Seharusnya para ulama ikut menjaga, memberikan tuntunan nasihat kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut Wapres Ma’ruf, Pemerintah terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 antara lain dengan mendatangkan alat kesehatan dari China yang tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin pagi.

Logistik medis tersebut akan digunakan untuk melindungi masyarakat yang masuk dalam kategori positif COVID-19, pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), hingga para petugas medis.

“Sekarang sedang dilakukan distribusi ke seluruh daerah, sehingga diharapkan dalam waktu dekat kebutuhan alat pelindung maupun alat kesehatan bagi mereka yang tercurigai itu sudah terjalin dengan baik,” ujar Wapres.

Kemudian pemerintah juga telah mengoperasikan Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran dengan kapasitas 3000 pasien. Selain sebagai tempat penanganan, RS tersebut juga dioptimalkan sebagai rumah isolasi.(hum/red)

Categories
TNI

Pushidros TNI AL Dirikan Ruang Dekontaminasi Guna Cegah Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Sejak semakin mewabahnya Virus Corona (Covid-19) ditetapkan pemerintah sebagai wabah Pandemi yang semakin menginfeksi banyak orang, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) mengambil langkah preventif mendirikan ruang Dekontaminasi di Lapangan Apel Mako Pushidrosal, Jl. Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara. Senin (23/03/2020).

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. dalam hal ini menegaskan, konsep dari ruang Dekontaminasi tersebut adalah mematikan virus dan bakteri yang ada pada tubuh setiap anggota personel dan PNS serta tamu yang masuk ke Mako Pushidrosal dengan cara menyemprotkannnya ke tubuh selama beberapa detik, guna mengantisipasi penyebaran virus atau bakteri tersebut.

Sebelum memasuki ruang Dekontaminasi, personel yang tiba di Pushidrosal di wajibkan diperiksa Suhu Tubuh dengan menggunakan Thermometer Infrared, selanjutnya sterilisasi menggunakan cairan hand sanitizer yang disediakan oleh anggota Satkes Pushidrosal.

Cairan Disinfektan yang digunakan tersebut merupakan cairan Sodium Hypoclorite yang dapat membasmi kuman yang menempel di tubuh ataupun pakaian yang dikenakan oleh personel sekalipun.

Tindakan ini akan selalu di gelar sampai dengan batas waktu yang blm bisa ditentukan, dengan harapan dapat menekan angka tingkat kerawanan bagi personel dan PNS yang masuk Mako Pushidrosal.(disp/red)

Categories
Kesehatan Polhukam

DPR Minta Sektor Pertanian Jadi Kebutuhan Prioritas Selama Masa Pandemi Covid-19

*Rilis Kementan, 23 Maeret 2020*
Nomor : 182/R-KEMENTAN/03/2020

Koran Jurnal, Jakarta – Sektor pertanian harus menjadi kebutuhan prioritas dalam menghadapi penyebaran Covid 19 di Indonesia. Sektor ini tidak bisa dianggap remeh karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar umat manusia. Demikian kata Anggota Komisi IV DPR RI, Hamid Noor dalam siaran pers, Senin 23 Maret 2020.

“Yang paling penting dalam situasi seperti ini adalah adanya jaminan akses pangan yang mudah didapat dengan harga yang wajar atau normal bagi seluruh masyarakat,” ujar Hamid yang juga merupakan politisi PKS ini, Senin pagi.

Menurut Hamid, penyebaran Covid 19 sangat berbahaya dan berdampak luas ke berbagai sektor. Salah satu imbasnya adalah terganggunya produksi petani di seluruh daerah.

“Untuk itu saya meminta kepada pemerintah, agar ada pernyataan dan regulasi yang ditetapkan untuk memastikan pendapatan petani yang memadai dengan kepastian harga yang baik dan tidak diganggu aktivitas impor,” katanya.

Berkaitan dengan hal ini, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menjamin terpenuhinya sebelas kebutuhan bahan pokok untuk mendukung pemberlakuan Work From Home (WFH) yang menjadi kebijakan pemerintah pusat dalam memutus rantai penyebaran Covid 19.

Upaya tersebut salah satunya dengan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama supplier dan produsen pangan tentang ketersediaan, stabilisasi pasokan dan harga pangan. Penandatanganan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga menghadapi wabah Korona serta menjelang puasa dan lebaran.

Dalam pertemuan dengan para pengusaha pangan di Kantor Kementerian Pertanian, Dirjen Perkebunan Kementan, Kasdi Subagyono meminta semua pihak untuk terlibat dalam penyediaan pangan di Indonesia Utamanya bagi produsen dan supplier pangan.

“Ini tugas bersama untuk negara dan bangsa dalam menyediakan pangan yang cukup bagi 267 juta orang,” tutupnya.

Adapun kesebelas bahan pokok itu diantaranya komoditas beras, jagung, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.(hum/red)

Categories
Bisnis Ekonomi

Darurat Wabah Covid-19, PT Pegadaian Tutup Sementara 394 Outlet di Jakarta

Koran Jurnal, Jakarta – PT Pegadaian (Persero) menutup sementara operasional 394 unit layanan di kawasan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, dari 748 Cabang/unit layanan yang ada terkait kondisi pandemi global Covid-19 yang kian mewabah. Kantor operasional yang ditutup adalah Unit Pelayanan Cabang atau lebih dikenal masyarakat sebagai unit kecil layanan. Sedangkan untuk Kantor cabang tidak ditutup, sehingga nasabah tetap bisa bertransaksi di outlet. Pegadaian menyadari bahwa Masyarakat masih memerlukan keberadaan PT Pegadaian dalam hal penyediaan dana yang cepat dan mudah.

“Saat ini kami membatasi pelayanan kepada masyarakat di DKI dengan menutup sementara 394 unit layanan. Tindakan tersebut kami lakukan untuk langkah pencegahan penyebaran virus corona, khususnya di wilayah DKI yang semakin masiv,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero), R. Swasono Amoeng Widodo, Jakarta, Minggu (22/03/2020).

Selain 394 unit layanan yang ditutup sementara tersebut, Amoeng menambahkan bahwa sebanyak 354 kantor cabang/unit di Jakarta akan tetap melakukan layanan dengan jam operasional terbatas, dari pukul 09.00 – 14.00 WIB.

Bicara Nasional, diluar Wilayah DKI, sebanyak 3.367 kantor cabang/unit Pegadaian sementara ini tetap dibuka dengan penyesuaian jam operasi dengan pilihan full, bisa layanan terbatas disesuaikan dengan kondisi yang akan ditetapkan oleh Pimpinan wilayah sesuai kondisi perkembangan covid-19 diwilayahnya.

Sebagai alternatif penutupan unit layanan dibeberapa titik ini. Kami meminta nasabah untuk mulai menggunakan fasilitas layanan berbasis Digital, yaitu Pegadaian Digital Services (PDS). Sebab melalui layanan PDS tersebut, diharapkan nasabah tetap dapat melakukan berbagai transaksi dengan mudah, simpel, efisien, dan fleksibel, karena dapat diakses dimana saja tanpa harus datang ke outlet layanan kami ( kantor cabang/unit layanan Pegadaian ). Berbagai layanan digital tersebut memiliki fitur seperti antara lain : membuka tabungan emas, gadai tabungan emas, perpanjangan gadai, pelunasan gadai, membayar angsuran, MPO (multi payment online) serta melakukan top up tabungan emas.

Dalam rangka mendukung himbauan pemerintah, PT Pegadaian telah menerapkan aktivitas pencegahan dan tindakan pada lingkungan internal dengan membentuk gugus tugas penanganan covid-19, di lingkungan kerja kita menerapkan pengecekan suhu tubuh dengan thermal gun sebelum memasuki gedung kantor, penyediaan hand sanitizer dispenser/botlle di tiap sudut ruangan, penyemprotan desinfektan di seluruh gedung kantor dan layanan, menerapkan konsep bekerja dari rumah (Work From Home).

Selain itu Pegadaian memberikan vaksinasi flu kepada para karyawan yang dilakukan secara bertahap karena terbatasnya jumlah vaksin yang tersedia. Pegadaian juga telah melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran COVID-19 sesuai dengan protokol, serta aktif berpartisipasi pada program Volunteer COVID-19 yang diprakarsai oleh FHCI Kementrian BUMN.(hum/red)

Categories
Kesehatan TNI

Antisipasi Covid-19, Pushidros TNI AL Lakukan Penyemprotan Disinfektan Seluruh Ruang Gedung

Koran Jurnal, Jakarta – Upaya mencegah meluasnya penyebaran virus corona (covid-19) terus dilakukan oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

Selain mengambil langkah preventif pengawasan bagi personel dengan memeriksa suhu badan setiap personel yang masuk ke Mako Pushidrosal setiap hari dan untuk sementara tidak menerima tamu yang berkunjung ke Pushidrosal, Minggu (22/03/2020), Satuan Kesehatan (Satkes) Pushidrosal melakukan penyemprotan cairan desinfektan di seluruh area kantor Mako Pushidrosal.

Penyemprotan desinfektan ini dilakukan di seluruh ruangan-ruangan kerja, terutama yang sering tersentuh oleh tangan manusia, seperti di tempat duduk, lobby, pintu, jendela serta pegangan pintu hal ini dilakukan untuk antisipasi penyebaran virus di lingkungan kantor.

Langkah tersebut merupakan perintah Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., untuk memeriksa seluruh suhu badan personel setiap hari, yang kemudian dilanjutkan dengan mengadakan penyemprotan cairan desinfektan ke seluruh bagian mako Pushidrosal.

Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar segenap personel Pushidrosal tidak terpapar Covid-19, serta mengantisipasi agar Virus Corona tidak merebak di lingkungan Pushidrosal.(disp/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Jubir Gugus Tugas: Waspada, Orang Terinfeksi Virus COVID-19 Bisa Tidak Kelihatan Sakit

Koran Jurnal, Jakarta – Masyarakat diminta waspada terhadap kasus penyebaran virus covid-19 dari orang yang telah terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala sakit. Hal itu dikatakan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat memberikan pemahaman bahwa ada orang-orang yang terinfeksi Virus Corona penyebab COVID-19 tapi tidak memperlihatkan kondisi sakit secara kasat mata.

“Karena kita sadari bahwa tidak seluruh orang yang di dalam tubuhnya ada virus COVID-19 memberikan gambaran sakit,” kata Yurianto dalam jumpa pers yang diadakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (22/03/2020).

Yurianto menuturkan dari kasus positif COVID-19 yang ditemukan di Indonesia saat ini, sering didapati pasien dengan keadaan sakit ringan sehingga merasa tidak sakit atau bahkan tanpa gejala sama sekali.

Dengan tidak menunjukkan gejala sakit, seseorang bisa berpikir kalau dia tidak terinfeksi virus COVID-19, alhasil akan menularkan kepada orang lain jika tidak menjaga jarak aman.

Untuk itu, harus dilakukan upaya antisipasi bersama dengan mengikuti upaya mengendalikan penularan COVID-19 melalui cara menjaga jarak aman antarorang.

Yurianto mengajak seluruh masyarakat untuk menyadari bagaimana seharusnya bersikap di dalam menghadapi pandemi global COVID-19 termasuk diantaranya menjaga jarak antarorang, menjaga kesehatan dan kebersihan, mengisolasi diri jika merasa sakit dan segera memeriksakan diri ke dokter sehingga secara bersama-sama bisa mengurangi aspek kemungkinan penularan antar orang.

Jika tidak menjaga jarak, maka penularan COVID-19 sangat rentan terjadi antar orang karena percikan cairan pernapasan bisa sampai kepada orang lain saat melakukan kontak dekat dan berkumpul.

Hingga kini jumlah total kasus positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 514 atau bertambah 64 dibandingkan hari kemarin. Jumlah pasien COVID-19 yang meninggal bertambah 10 orang sehingga totalnya menjadi 48 jiwa.

Sementara, jumlah pasien yang berhasil sembuh dari penyakit COVID-19 mencapai 29 orang atau bertambah sembilan dibandingkan hari Sabtu (21/3).(hum/red)

Categories
Kesehatan Polhukam TNI

TNI: Peralatan Kesehatan untuk Penanggulangan Covid-19 dari Tiongkok Tiba di Tanah Air

Koran Jurnal, Jakarta – Pesawat C-130 Hercules A-1333 milik TNI membawa 12 ton peralatan kesehatan penanggulangan Covid-19 dari Shanghai, Tiongkok mendarat pagi tadi di Lanud Sadjad Natuna, Kepulauan Riau,  Minggu (22/03/2020).

Usai mendarat, seluruh Crew pesawat berjumlah 21 orang yang menggunakan baju Alat Pelindung Diri (APD) itu disemprot dengan cairan desinfektan.  Sesuai rencana, Senin pagi (23/03) pesawat Hercules C-130 akan melaksanakan penerbangan dari Natuna menuju Jakarta, dan akan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Sebelumnya, Pesawat Hercules C-130 yang berangkat Sabtu (21/03) pagi dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Shaleh mendarat dengan aman di Bandara Pudong, Shanghai, Tiongkok pada Sabtu malam waktu setempat.

Peralatan kesehatan dari Tiongkok yang dibawa menggunakan pesawat C-130 Hercules milik TNI AU tersebut, merupakan hasil kerja sama G to G antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok.

Keberangkatan pesawat C-130 tersebut, sesuai dengan permintaan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto kepada Panglima TNI untuk memberikan dukungan pesawat TNI dalam rangka mengambil alat-alat kesehatan untuk penanggulangan Virus Corona di Indonesia. Adapun Alat kesehatan tersebut terdiri dari disposable masks, n95 masks, protective clothing, goggles, gloves, shoe covers, infrared thermometer, dan surgical caps.(Pusp/red)

Categories
Kesehatan

Hadapi Covid-19, Balitkabi Kementan Ajak Masyarakat Konsumsi Ubi Ungu untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Kementerian Pertanian (Kementan), Yuliantoro Baliadi mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi ubi ungu sebagai asupan meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh dalam menghadapi wabah covid-19.

Menurut Yuliantoro, ubi ungu sangat bagus dikonsumsi karena mengandung antosianin pemecahan senyawa beracun yang dapat menambah kekebalan dan kebugaran tubuh.

“Kunci utama dalam memberikan perlindungan daya tahan tubuh terhadap virus adalah mengkonsumsi makanan yang mengandung antosianin. Salah satunya lewat ubi ungu,” ujar Yuliantoro, Sabtu (21/03/2020).

Sejak 2014, kata Yuliantoro, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balitkabi telah melepas ubi ungu unggulan dengan nama varietas Antin 3. Varietas tersebut memiliki kadar antosianin tinggi yaitu 150,7 mg atau 100 g (bb).

“Ubi ungu varietas Antin 3 adalah varietas unggulan yang mengandung kadar antosianinnya tinggi, bahkan lebih tinggi dari varietas yang berasal dari Jepang yaitu varietas Ayamurasaki,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Kementan, Haris Syahbuddin menjelaskan bahwa ubi ungu adalah panganan fungsional yang kelebihannya sangat bermanfaat untuk kesehatan.

“Berdasarkan deskripsinya, selain ubi ini memiliki kadar antosianinya tinggi, juga memiliki potensi hasil yang tinggi yaitu 30,6 t/ha dan umur panennya 4 – 4,5 bulan. Varietas ini jiga agak tahan penyakit kudis, tahan hama boleng, toleran kekeringan dan cocok ditanam pada lahan tegalan atau sawah sesudah tanaman padi,” katanya.

Sebagai informasi, virus corona adalah jenis virus mematikan karena mampu menular secara cepat dari manusia ke manusia lainya. Virus ini menular melalui batuk atau bersin orang yang terpapar. Sampai saat ini belum ada vaksin maupun obat yang biasa mengobati penyakit ini. Namun demikian, banyak juga yang telah pulih karena sistem kekebalan tubuhnya dapat melawan virus corona.

“Virus corona adalah virus yang menguji daya tahan tubuh, jadi untuk meningkatkan daya tahan tubuh di saat merebaknya virus corona harus mengkonsumsi makanan yang mengandung antosianin,” tutupnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi Polhukam

Pemanfaatan Dana Desa untuk Cegah dan Tangani Penyebaran Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah desa dapat memanfaatkan dana desa untuk mencegah dan menangani penyebaran coronavirus disease 2019 atau Covid-19. Pada upaya pencegahan pemerintah desa menggunakan dana untuk mengedukasi masyarakat di wilayahnya.

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Taufik Madjid mencontohkan pemerintah desa dapat melakukan kampanye pola hidup sehat dan bersih.

“Artinya, bahwa telah memberikan peluang kepada desa agar bisa menggunakan dana desa untuk kita menjaga mencegah berbagai macam aspek, khususnya terkait dengan meluasnya virus Corona 19,” tambah Taufik, Sabtu (21/03/2020).

Taufik menyampaikan bahwa pemerintah desa juga dapat menggunakan dana desa untuk penanganan covid-19. Penggunaan dana dapat disesuaikan dengan tingkat eskalasi yang ada di wilayah.

“Oleh sebab itu. kepada seluruh jajaran pemerintah desa, kepala desa, badan permusyawaratan desa (BPD), dan perangkat desa, bahkan tokoh-tokoh masyarakat, kami menghimbau untuk segera melakukan langkah-langkah persiapan dan antisipasi dengan tetap pedomani instruksi dari gugus tugas yang ada di daerah sehingga penggunaan dan kebutuhan kebutuhan masyarakat yang sesuai dengan skala yang dialami oleh masyarakat semua,” pesan Taufik.

Terkait dengan administrasi dan akuntabilitas, Taufik meminta jajaran pemerintah desa untuk mempercepat penyiapan dokumen administrasi. Ini dibutuhkan untuk persyaratan pencairan dana desa. Tahun ini pencairan melalui transfer dari rekening kas umum negara ke rekening kas desa.

Taufik juga menekankan kerja sama dan koordinasi yang baik pemerintah desa, BPBD, pemerintah kabupaten dan dinas terkait, khususnya perubahan anggaran desa atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Terkait dana desa, pencairan secara bertahap disesuaikan dengan syarat-syarat yang telah dipenuhi oleh pemerintah desa.

“Jajaran pemerintah desa supaya mempercepat syarat-syarat pencairan dana desa karena untuk tahun ini, tahap pertamanya 40%, tahap kedua 40%, dan tahap ketiga 20%. Tahap pertama 40% kurang lebih ada Rp 28,8 triliun,” ujar Taufik.

Alokasi dana didistribusikan untuk 74.953 desa di 434 kabupaten dan kota di Indonesia. Dana desa yang diperoleh oleh pemerintah desa dapat segera untuk mengantisipasi, mencegah, sekaligus menangani luasnya dampak penyebaran Covid-19.(hum/red)

Categories
Kesehatan

Pemerintah: 2.000 Perangkat Pemeriksaan Cepat Covid-19 Sudah Siap Digunakan

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah sudah menyiapkan 2.000 perangkat pemeriksaan cepat COVID-19 untuk melakukan pemeriksaan massal guna mengendalikan penularan penyakit yang disebabkan oleh virus corona tipe baru yang disebut SAR-Cov-2 tersebut.

“Hari ini (20/3) kita sudah menerima 2.000 kit untuk pemeriksaan cepat, kemudian hari ini juga sudah kita accept (terima), tinggal dikirim 2.000, harapannya besok sudah bisa masuk,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam jumpa pers bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Jum’at (20/03/2020).

Yurianto mengatakan bahwa ada 100.000 perangkat pemeriksaan COVID-19 yang akan masuk ke Indonesia pada hari berikutnya.

Di samping itu, menurut dia, pemerintah Indonesia juga sudah menyediakan lebih dari 10.000 alat pelindung diri dan lebih dari 150.000 masker untuk mendukung kegiatan pelayanan kesehatan terkait dengan penanganan kasus COVID-19.

Alat-alat kesehatan itu akan didistribusikan ke dinas-dinas kesehatan di provinsi, yang akan menyalurkannya ke rumah sakit-rumah sakit.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan instansi terkait lainnya untuk segera melakukan pemeriksaan cepat untuk mendeteksi penularan COVID-19.

“Segera lakukan rapid test (pemeriksaan cepat) dengan cakupan lebih besar agar deteksi dini indikasi awal seseorang terpapar COVID-19 bisa dilakukan,” katanya saat memulai rapat terbatas mengenai Laporan Tim Gugus Tugas COVID-19 melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/03/2020).

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 dan Kementerian Kesehatan diminta menggandeng rumah sakit milik pemerintah, badan usaha milik negara, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, rumah sakit swasta hingga lembaga riset yang direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan COVID-19 secara massal.(pen/red)