Categories
Bola Megapolitan Olahraga

Erick Thohir, Jadi Ketua Umum PSSI Periode 2023-2027

Koran Jurnal, Jakarta – Erick Thohir resmi menjadi Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2023-2027 usai memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan calon ketua umum pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, yang digelar di Jakarta, Kamis (16/2/2023).

Sebelumnya, mantan presiden klub bola Inter Milan itu mencalonkan diri bakal Ketum PSSI. Selain Erick, senator AA La Nyalla Mattalitti juga maju bersaing memperebutkan posisi ketua umum.

Melansir laman suara dotcom, proses pemilihan dimulai sekitar pukul 11.40 WIB dan berakhir pukul 12.20 WIB. Sejak awal penghitungan suara, nama Menteri BUMN ini begitu mendominasi.

“Berdasarkan penghitungan suara suara, untuk La Nyalla total suara 22, Erick Thohir 64 suara. Dengan demikian ketua umum PSSI terpilih periode 2023-2027 adalah bapak Erick Thohir,” kata Ketua Komite Pemilihan (KP) Amir Burhanuddin saat membacakan hasil pengumuman pemilihan ketum PSSI.

Erick berhasil mengantongi 64 suara atau unggul dibandingkan AA La Nyalla Mattalitti yang meraih 22 suara, sedangkan dua kandidat lain yakni Doni Setiabudi dan Arif Putra Wicaksono tidak meraih suara.

KLB PSSI diikuti 86 voters yang terdiri atas 34 asosiasi provinsi (asprov), 18 klub Liga 1, 15 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, serta federasi futsal, asosiasi pelatih, dan asosiasi sepakbola wanita.

Categories
Polhukam Politik

Erick Thohir-Puan Maharani Disebut sebagai ‘New Hope’ 2024

Koran Jurnal, Jakarta – Nama Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua DPR RI Puan Maharani mulai disebut-sebut dan dipasang-pasangkan untuk Pilpres 2024. Erick-Puan pun diprediksi akan menjadi duet maut untuk Pilpres nanti.

Direktur Eksekutif Institusi Kebijakan Publik dan Keuangan Negara, Yuyun Pirngadi melihat, kemunculan Erick-Puan sebagai pembawa harapan baru atau new hope. Erick-Puan dinilai punya keunggulan personalitas di bidangnya.

“Usianya relatif muda, pekerja keras, dan memiliki visi tentang ke-Indonesiaan ke depan,” kata Yudi sapaan akrab Yuyun Pirngadi, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (16/6)

Yudi menyebut, figur Erick punya gaya kepemimpinannya yang khas. Erick adalah salah satu figur yang rajin mengunjungi masyarakat pada beberapa kesempatan.

“Santun tutur katanya, pekerja keras dan merupakan aset yang menghiasi oase kepemimpinan nasional ke depan,” tambahnya.

Dia menilai, Erick mumpuni dan memiliki peluang besar untuk meneruskan cita-cita juang bangsa Indonesia. Kata dia, tak berlebihan jika ada anggapan bahwa berkat pengalaman sebagai pendekar ekonomi, Erick berhasil membawa kinerja keuangan Kementerian BUMN meningkat tajam di 2021. Ketika Presiden Jokowi menugaskan Erick untuk menangani pandemi Covid-19, ia pun mampu menurunkan angka pertumbuhan Covid-19 ke titik terendah dan mengatasi kontraksi ekonomi Indonesia dari resesi.

Mengenai Puan, Yudi menilai, putri bungsu Megawati ini sebagai genealogi Proklamator RI, Soekarno.

“Sosok muda, kreatif, dan inovatif ini adalah perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR dan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia 2014-2019,” jelasnya

Kendati hasil surveinya dibayang-bayangi Ganjar Pranowo, Puan tetap dinilai lebih seksi dan menjadi rebutan lintas parpol untuk disandingkan dengan figur parpol dan non parpol lainnya.

“Mengapa? Aktivis PDIP ini memiliki kendaraan politik besar dengan perolehan suara 19,33 persen. Yang menarik dari Puan adalah kelembutan tutur katanya dan sikapnya yang egaliter. Kini, nama Puan tersimpan rapi dalam out of the box,” jelasnya.

Duet Maut

Yudi membaca, Erick-Puan adalah duet maut yang bakal menjadi magnitude dukungan dari lintas parpol. Sebab, keduanya punya keistimewaan personalitas (sumptuous personality) dan jejak rekam yang menarik untuk dijadikan sebagai preferensi lintas parpol.

Tak cuma itu, lanjut dia, kedua figur ini juga paham dengan visi Indonesia ke depan. Bahkan, mampu merespons dinamika perubahan ekonomi nasional dan global. Politik gagasan di ruang demokrasi juga selalu dikomunikasikan ke publik.

Ketua Umum Pondasi Jokowi Satu (Pojok Satu) menambahkan, Erick dan Puan punya kesamaan pandang dengan negara-negara G20 tentang agenda ekonomi hijau (green economy). Ekonomi hijau yang ramah lingkungan, berkeadilan sosial dan kesetaraan pelaku usaha telah dibuktikan Erick ketika ditugaskan menjadi ketua Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN).

Pertanyaannya kemudian, mengapa Erick-Puan harus disandingkan untuk Pilpres 2024? Kata Yudi, Erick terbukti mampu meningkatkan kinerja keuangan BUMN sejak ditunjuk sebagai Menteri BUMN. Laba institusi pelat merah itu mencapai Rp 126 triliun di 2021. Dari total pendapatan BUMN Rp 1.983 triliun atau setara 99 persen dari APBN.

Secara konsolidasi, BUMN telah mengalokasikan total pajak, deviden dan PNBP ke negara sebesar Rp 371 triliun. “Prestasi yang patut diacungkan jempol, ditorehkan Menteri Erick,” paparnya.

Erick juga mampu mengembalikan kontraksi ekonomi menjadi tumbuh dalam target 5,1 persen pada tahun 2022. Prestasinya dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi juga mentereng.

Begitu pula dengan Puan. Selaku Ketua DPR, cucu Bung Karno ini ikut mendukung langkah-langkah Pemerintah dalam mengatasi Pandemi Covid-19.

“Tak heran jika masyarakat ingin menyandingkan Erick-Puan menjadi duet maut di ajang Pesta demokrasi kedepan,” pungkasnya.(*)

Categories
Infrastruktur TNI

TNI AU Fasilitasi Pertemuan Menteri BUMN dan Gus Muhaidi, Warga Sampang Pembuat Pesawat RC Garuda

Koran Jurnal, Jakarta  TNI Angkatan Udara memfasilitasi pertemuan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (BUMN RI), Erik Thohir dengan Gus Muhaini, warga desa Tambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Pertemuan berlangsung di hanggar Skadron Udara 45 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (15/2/2022).

Gus Muhaidi merupakan pembuat pesawat Remote Control (RC) Garuda yang namanya viral di media sosial, karena mampu mendisain pesawat RC Garuda secara otodidak dengan skala yang persis sama dengan pesawat Garuda sebenarnya. Bahkan, Gus Muhaidi membuatnya dengan bahan-bahan yang sederhana, steroform dan bisa terbang dalam waktu yang relatif lama.

Saat pertemuan yang juga dihadiri Danlanud Halim Perdanakusuma, Marsma TNI Bambang Gunarto, S.T.,M.M.,M.Sc tersebut, Menteri BUMN menyampaikan apresiasinya atas kreatifitas Gus Muhaidi membuat pesawat aeromodeling jenis Garuda ini. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Gus Muhaidi merupakan bukti dari suatu pekerjaan yang apabila dilakukan dengan hati, mampu menghasilkan karya yang luar biasa.

“Hari ini kita belajar dari Gus, berawal dari hobi dan kecintaaannya terhadap pesawat udara, Gus Muhaidi berhasil membuat miniatur pesawat yang bisa diterbangkan,” ujar Menteri BUMN.

Menteri BUMN juga menyampaikan komitmen pemerintah yang selalu hadir, dalam membantu dan memfasilitasi masyarakat yang mempunyai ide-ide kreatif, seperti yang dilakukan oleh Gus Muhaidi

“Dari pemerintah hadir, BRI dan Garuda, serta TNI AU memfasilitasi, kita bersatu bersama rakyat membangun mimpi-mimpi yang bisa menjadi kenyatakan,” ungkap Menteri BUMN.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Danlanud Halim ?Perdanakusuma, Marsma TNI Bambang Gunarto, S.T., M.M., M.Sc. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Gus Muhaidi perlu bimbingan, sehingga bisa dikembangkan di masa mendatang.

“Kami sangat mengapresiasi, dengan belajar otodidak dari youtube, komunitas pak Gus Muhaidi bisa merancang pesawat mirip pesawat aslinya dengan alat aeromodeling yang ada dan mengerti bagaimana pesawat ini bisa terbang dengan mulus, dan tentunya beliau membutuhkan bimbingan dari kita semua” ujar Danlanud Halim P.

Pada pertemuan tersebut, Gus Muhaini menerbangkan pesawat RC Garuda jenis Boeng 737 yang dirakitnya di Skadron Udara 45, Lanud Halim Perdanakusuma.(disp)

Categories
Kesehatan Nasional TNI

Erick Thohir: KSAD Jadi Wakil Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa ditunjuk untuk menjadi Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Sehingga Jenderal Andika akan membantu Erick Thohir dalam melakukan penanganan Covid-19.

“KSAD jadi wakil ketua Komite Pelaksana,” kata Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional usai pertemuan dengan Jenderal Andika Perkasa di Mabes TNI AD, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Jum’at (07/08/2020)

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, seperti dilansir Kompastv, penunjukkan Jenderal Andika Perkasa merupakan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden berpandangan, pentingnya penanganan Covid-19 membutuhkan kehadiran TNI.

Secara detail, Erick mengatakan, kehadiran TNI adalah untuk memastikan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Hal itu merupakan jangka pendek yang harus dilakukan.

“Kedisiplinan, diharapkan mengamankan masyarakat. Bukan berarti melakukan kewenangan menghukum, tapi mendisiplinkan, adalah langkah utama yang harus kita lakukan,” jelas Erick Thohir.(red)

Categories
Ekonomi

Peneliti Ekonomi Ini Sebut Langkah Restrukturisasi Ala Erick Thohir Beda dengan Rini Soemarno

Koran Jurnal, Jakarta – Peneliti Yp institute for fiscal and monetary policy, Yuyun Pringadi menilai kritik yang di alamatkan ke BUMN ditengah restrukturisasi atau perombakan jajaran direksi dan komisaris terasa semakin menjadi-jadi belakangan ini. Kritikan itu tak membuat Erick Thohir bergeser seujung rambut pun dengan adanya tekanan dari para elit-elit politik.

Yuyun berpendapat dalam membangun kinerja daya saing unit-unit BUMN diperlukan regenerasi. Komposisi personalia yg profesional, memiliki talenta bisnis serta energik, kreatif dan berusia muda.

“Kebutuhan sinergitas subholding secara sektoral suatu keniscayaan. Erick Thohir memandang varian unit-unit BUMN secara sektoral itu diintegrasikan agar menjadi satu kekuatan baru yang mampu bersaingan di era perdagangan bebas. Beda model perombakan yang dilakukan Rini Soemarno dengan Erick Thohir. Perombakan Rini berorientasi super holding dengan basis sektoral, dan bertujuan mengejar profitabilitas,” kata Yuyun dalam keterangan tertulis, Minggu (21/06/2020).

Sedangkan, Erick Thohir lebih mengoptimalisasikan sub holding
dengan pendekatan efisiensi dan produktivitas berbasis kinerja. Kelebihan dan kekurangan Rini Soemarno selaku Kemen BUMN, di tahun 2016-2018 energi BUMN terkuras dan sadar atau tidak sadar didukung oleh pengkritik-pengkritik yang tengah manggung saat ini.

Strategi sub holding berbasis sektoral yang digagas Erick Thohir memang sangat baik, biarkan waktu yang menjawab.

Menurut, Yuyun Pringadi, sejumlah unit-unit BUMN telah direstrukturisasi. Perombakan di jajaran Direktur utama hingga komisaris utama terus dilakukan melalui RUPS.

“Upaya itu sebagai langkah bersih-bersih yang tak pilih kasih. kriteria atau syarat dan ketentuan berlaku. Betapa tidak, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kinerja BUMN diperlukan perencanaan dan visi yang rational expectation. Melalui RUPS PT. Telkom tanggal 19 Juni 2020 dilakukan perombakan, kemudian Bursa Efek Indonesia (BEI). PT, Semen Indonesia dan seterusnya,” beber Yuyun.

Dia menjelaskan, unit-unit bisnis yang berorientasi bisnis (profit oriented) perlu di tata ulang, mengingat tantangannya sangat besar di era pasar bebas. Begitu pula, unit-unit berbasis pelayanan (service oriented) harus dari waktu ke waktu menunjukkan kinerjanya lebih baik. Tak berlebihan ketika perombakan dilakukan tujuannya adalah bukan hanya mengganti personalia, tetapi lebih mengedepankan efisiensi, efektivitas dan produktivitas. Begitu juga dalam mekanisme kerja perlu di sinkronisasi nomenklatur agar sistem koordinasi, pelaporan maupun pengembangan SDM maupun sinergis ke arah kemajuan semakin jelas.

Namun kata dia, tidak berlebihan, jika terdapat personalia TNI/Polri dilibatkan dalam perombakan unit-unit BUMN. Begitu pula, unsur akademisi, profesional dan personalia lintas parpol, bahkan relawan sekalipun diikutsertakan dalam barisan membangun kultur dan kinerja BUMN.

Jadi tak perlu terkejut atau gusar bahwa perombakan bernuansa like and dislike. Itu tidak ada, yang ada adalah perombakan menuju keadaan yang lebih baik. Mengingat tantangan Indonesia ditengah wabah Covid-19 sangat besar, dan proses pemulihan perekonomian di era kompetisi sangat berat. Maka sektor- sektor ekonomi harus bangkit dan mengejar ketertinggalan memasuki era persaingan suatu keniscayaan.

Memang, Institusi publik tak lepas
dari tangan-tangan tak tampak ketika partai politik berkuasa. Bahkan terkesan BUMN menjadi ladang perahan parpol berkuasa ketika itu.

“Tapi kini, tidak bisa lagi melihat keadaan
masa lalu. Erick Thohir sebagai orang yang memiliki naluri bisnis tahu persis
memperlakukan unit-unit BUMN. Berbenah untuk memajukan BUMN bukan pekerjaan ringan. Erick Thohir tak mau kompromi dengan pengkritik atau gagap dengan ancaman dan protes keras terhadap dirinya. Pertanyaannya, ada apa sebenarnya pengkritik itu?,” tukasnya.

Jika diamati secara seksama, ada sebuah hidden agenda dari pengkritik yakni, jatah kursi dirut dan komisaris di unit-unit BUMN yang menggiurkan itu. Bisa dibayangkan unit-unit BUMN kurang lebih berjumlah 118 unit. Tetapi yang profit hanya berkisar 20 unit.

“Itu artinya, perombakan besar-besaran dilakukan agar kinerja keuangan semakin baik dan mengurangi unit-unit BUMN yang merugi,” ujar Yuyun.

Menjadikan BUMN, lanjut Yuyun, sebagai PT (persero) Tbk, atau (persero) yang berkontribusi terhadap APBN butuh tata kelola keuangan yang baik, transparan, akuntabel dan good governance diperlukan keberanian, visi dan human capital yang mumpuni. Bukan orang-orang yang tidak memiliki kompetensi ditempatkan sebanyak-banyak itu adalah kekeliruan yang dipelihara.

Dengan demikian bagi pihak-pihak pengkritik yang bermanuver membawa
Isu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) harus berpihak ke UMKM bukan ke BUMN itu hanya pengalihan isu yang tidak populis. Terkesan pengkritik tengah mencari simpati dan dukungan ke unit-unit usaha menengah kecil lalu dibenturkan kepada PT (Persero) Tbk yang mendapat talangan dana PEN. Pressure group dari segenap kumpulan organisasi harus dibaca sebagai “noted” yang minta jatah kursi. Jika meminjam kata-kata Andre Rosiade anggota komisi VI dari fraksi Gerindra, kritikan Adian Napitupulu terkait rumor jatah kursi komisaris di BUMN.

Masyarakat pun bergumam, semua berpulang kepada tujuan dari perombakan itu… pak Erick, apakah ingin membangun kinerja BUMN atau mau bagi-bagi kue. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang.(red)

Categories
Ekonomi

Pengkritik Erick Thohir Gagal Paham Soal Dana Talangan BUMN

Koran Jurnal, Jakarta – Sejumlah Ketua Umum Relawan Jokowi menilai kritikan yang dialamatkan kepada salah satu Menteri Kabinet Indonesia Maju Erick Thohir, salah kaprah. Langkah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menyelamatkan perekonomian nasional di tengah Pandemi Covid-19, dianggap tidak memiliki dasar hukum sangat membingungkan masyarakat. Apalagi, kritikan itu dilontarkan oleh pihak-pihak yang notabene, pendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Tampaknya mereka gagal paham sebagai pendukung Jokowi, yang menyerang jajaran kabinet Jokowi-Maruf Amin yang ditujukan ke Erick Thohir dengan cara membabi buta,” ujar Ketua Umum Laskar Rakyat Jokowi, Riano Oscha, di Jakarta, Sabtu (20/6).

Menurut Riano, kritik yang membabi buta itu, di saat Erick Thohir melakukan restrukturisasi atau perombakan jajaran unit-unit BUMN sama halnya mereka mengganggu program-program pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Perlu diketahui, menyerang (kritik) Erick Thohir sama saja menyerang program pak Jokowi. Pemerintah sedang bekerja keras melakukan penyelamatan ekonomi nasional. Itu sangat tidak etis jika pendukung Pemerintahan Jokowi malah mengganggu. Apalagi mereka mengaku dekat dan pendukung die-heart Jokowi sejak 2014,” tandasnya.

“Saya kira mereka gagal paham, saya rasa mereka tidak mengerti makna daripada pembenahan BUMN itu. Jadi saya agak prihatin mendengar serangan-serangan kepada ET (Erick Thohir) yang sebenarnya adalah tumpuan harapan kita yang tengah melakukan pembenahan kinerja BUMN,” tambah Riano.

Sementara Ketua Umum Pojok Satu, Yuyun Pringadi menyebut, cara pandang pengkritik seolah tidak memahami persoalan secara subtansial dan mendasar. Sehingga, lanjut Yuyun, persoalan (kritikan) yang diangkat ke permukaan terkesan mempunyai maksud dan tujuan atau “ada udang dibalik batu”.

Yuyun mengatakan, ada 3 aspek yang diangkat ke permukaan oleh pengkritik, yang pertama soal dana talangan yang dipersoalkan tidak memiliki payung hukum menurut cara pandangnya. Yang kedua persoalan utang BUMN yg membengkak dan ketiga persoalan perombakan atau restrukturisasi BUMN.

“Nah ketiga aspek itu saya melihat apa yang dikritik tidak substansial dan tidak mendasar,” tukasnya.

Menurut Yuyun, payung hukum dalam rangka penyelamatan ekonomi nasional jelas: PP No.1/2020, PP 23/2020/ UU No.17/2003/UU No.1/2004 dan masih banyak lagi. Ironisnya, secara yuridis formal, mereka tidak membaca PP No. 23 Tahun 2020 tentang Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) secara cakap dan komprehensif-integral, tetapi justru dipenggal-penggal untuk mencari pembenaran dalam kritik ke BUMN itu.

Oleh karenanya yang muncul ke permukaan adalah seolah dana talangan itu tidak mempunyai payung hukum, jadi semua itu tidak benar, itu penyesatan dan pembohongan publik. Betapa tidak, sumber dana menurut PP itu terang benderang dan peruntukkannya pun jelas dalam rangka PEN. Dengan begitu, justru memberikan kesempatan dan peluang kepada sektor sektor ekonomi untuk bangkit dari keterpurukan. Nah ini yang perlu digarisbawahi,” lugasnya.

Hal tersebut, tambah Yuyun yang juga Peneliti Yp institute for fiscal and monetary policy, PEN juga dikuatkan dengan payung hukum lainnya yaitu UU 17 Tahun 2003 dan UU No.1 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah No.45 dan lain sebagainya.

Menyelamatkan sektor-sektor ekonomi dalam era masa wabah atau Pandemi Covid-19 ini, menjadi keharusan sebelum dunia usaha ambruk. Artinya, itu domain presiden dan menteri-menterinya yang tengah bekerja keras, janganlah niat baik itu diganggu oleh permintaan yang bukan-bukan,” pungkas Yuyun.

Ia menuturkan, Pandemi Covid-19 ini merupakan keadaan emergency, bahwa Presiden Jokowi ingin menyelamatkan perekonomian nasional secara cepat dan tepat. Perlu diketahui bahwa defisit APBN 2020 sudah terlalu melebar dan masuk ke tahapan 6,34 persen terhadap PDB. Artinya ini sudah setara seribu triliun lebih. Bagaimana mungkin kalau sektor-sektor ekonomi tidak bergerak maka (akan) kandas-lah negara kita ini.

“Yang paling penting hendaknya si pengkritik itu mengetahui bahwa dana talangan itu jangan ditudingkan kepada personalitas sebagai menyalahi aturan seolah-olah BUMN ini tidak memiliki dasar hukum dan akal-akalan, Jadi (tudingan) itu tidak benar, dan salah kaprah,” tandas Yuyun.

Oleh sebab itu, kita sebagai masyarakat perlu meluruskan, karena apa yang dilakukan BUMN untuk kepentingan bangsa dan negara. Baik itu dalam mengatasi wabah Covid-19 dan maupun penyelamatan perekonomian nasional.

“Kita harus mencermati dengan baik dan tidak ada kepentingan dibalik itu yang akan membawa suasana semakin keruh. Jadi kalau kritik-kritik itu bernuansa dahaga kuasa pasti berimplikasi dan membahayakan roda perekonomian, terutama dalam konteks kepemimpinan Erick Thohir yang memang banyak disoroti dalam kerja kerja memperbaiki BUMN,” ujarnya.

Sebagai Ketua Umum Relawan Jokowi, Yuyun dan Riano menyayangkan, kepentingan sejumlah kelompok tersebut hanya mengganggu kerja-kerja Erick Thohir yang tengah merombak jajaran Dirut maupun Komisaris.

“Padahal kita tau dibalik itu semua ada kesan jatah kursi sesuai rekomendasi yang diminta organisasi yang mereka geluti,” ungkapnya.

“Menurut saya sebagai masyarakat dan Ketum Relawan Jokowi, tidak relevan lah, bukan waktunya lagi, cara-cara seperti itu. Jika dibandingkan di era Kemeneg BUMN sebelumnya mungkin bisa demikian. Tetapi, kepada pemimpin BUMN Eric Thohir tidak berlaku, karena ia bukan pemimpin kaleng-kaleng, dia punya integritas dan reputasinya baik,” tutup Yuyun.

Seperti diberitakan, politisi PDI-Perjuangan Adian Napitupulu (notabene pendukung Jokowi) menilai kebijakan-kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir syarat dengan kepentingan elit dan mengabaikan rakyat. Penyataan Adian Napitupulu itu juga terangkum dalam sebuah tulisannya, berjudul “BUMN dan UMKM dalam Cerita dan Angka, Siapa Pahlawan Sesungguhnya?”.(red)

Categories
Ekonomi

Menteri BUMN Pecat Ari Askhara, Awak Kabin Garuda Indonesia: Kami Bersyukur

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Zaenal Muttaqin mendukung langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dengan melakukan pemecatan terhadap Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara.

Menurut Zaenal, selama menjabat Dirut, Ari telah mengeluarkan banyak kebijakan yang merugikan karyawan dan penumpang.

“Maka kami sangat bersyukur bahwa Pak Erick sudah memecatnya,” ujarnya dalam konferensi pers di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jum’at (06/12/2019).

Kata Zaenal, banyak kebijakan aneh Ari Askhara yang merugikan para awak kabin. Misal, ungkap Zaenal, menghentikan iuran anggota, mempersulit terjadinya Perjanjian Kerja Bersama (PKB), menggrounded alias melarang terbang para pengurus serikat pekerja, memecat tanpa dasar yang jelas beberapa awak kabin, hingga membentuk serikat pekerja tandingan yang membela kepentingannya.

“Cukup banyak kebijakan aneh Ari Askhara selama menjabat Dirut Garuda Indonesia yang benar-benar merugikan awak kabin. Maka dari itu, kami sangat bersyukur Pak Erick memecatnya,” tukas Zaenal.

Ia meminta pemerintah yakni Kementerian BUMN mengusut tuntas keterlibatan jajaran direksi lain yang merugikan maskapai seperti Ari Askhara.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir telah memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara terkait dugaan penyelundupan komponen sepeda motor Harley Davidson melalui pesawat baru Garuda, Airbus 330-900 Neo.

“Saya, Menteri BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia, tapi karena perusahaan publik akan ada prosesnya lagi,” ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis kemarin (05/12).

Kemudian Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemberhentian itu dilakukan lantaran proses penyelundupan diduga dilakukan secara menyeluruh oleh Garuda Indonesia. Karena itu, lanjut kata Menteri BUMN Erick Thohir, selain memberhentikan Ari Askhara, Ia juga bakal mengusut tuntas kasus tersebut, hingga mencari akar permasalahannya, dan akan membawanya ke ranah hukum pidana.(tmp/red)

Categories
Bisnis Ekonomi Polhukam

Menteri BUMN Erick Thohir Berhentikan Dirut Garuda Indonesia terkait Dugaan Penyelundupan Komponen Motor Besar

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara karena menyelundupkan komponen Harley-Davidson. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan Komite Audit.

“Saya sebagai Menteri BUMN akan memberhentikan Dirut Garuda,” ujar Erick di Jakarta, Kamis (05/12/2019).

Berdasarkan audit komite, Erick mengungkapkan pembelian komponen Harley-Davidson merupakan pesanan Ari melalui pegawainya. Ari memerintah untuk mencarikan sepeda motor Harley-Davidson sejak 2018 lalu.

Transaksi pembelian dilakukan pada April 2019 melalui rekening pribadi bagian keuangan Garuda di Amsterdam. Hingga akhirnya motor dibawa ke Indonesia atas nama salah satu pegawainya yang berinisial SAS pada penerbangan Garuda Indonesia menggunakan pesawat Airbus A330-900 pada 17 November 2019 lalu.

Selanjutnya, proses pemberhentian Ari akan mengikuti prosedur perusahaan terbuka.

“Tidak tahu secepat apa (prosesnya), tapi langsung menunjuk pelaksana tugas (Plt). Saya harapkan individu yang terlibat mengundurkan diri daripada pencopotan tidak hormat karena itu hukum yang tidak enak dalam bermasyarakat,” ujar Erick.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan telah melakukan pemeriksaan atas impor komponen motor Harley Davidson bekas dan dua buah Sepeda Brompton yang diduga dilakukan secara ilegal. Komponen motor dan sepeda tersebut dibawa masuk ke Indonesia melalui pesawat Airbus A330-900.

Pesawat tersebut baru dan merupakan pesanan dari Garuda Indonesia. Kasubdit Humas Bea Cukai Deni Surjantoro mengatakan pesawat tersebut mendarat di Garuda Maintenance Facilities (GMF) pada 17 November lalu.

Usai mendarat, pihaknya melakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan tersebut, pihaknya menemukan 18 kotak bawaan penumpang.

Dari 18 kotak tersebut, 15 di antaranya berisi suku cadang motor Harley Davidson bekas dalam kondisi terurai. Sementara itu, tiga kotak lainnya berisi sepeda Brompton.

Berdasarkan data manifest, jumlah penumpang pesawat saat mendarat sebanyak 32 orang. Penumpang tersebut terdiri dari 10 orang kru pesawat dan 21 penumpang.(cnni/red)

Categories
Ekonomi Opini

Ketum LRJ Yakin Kementerian BUMN Dipimpin Erick Thohir Mencapai Kualitas Terbaik

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Umum Laskar Rakyat Jokowi Riano Oscha melalui rilisnya di Jakarta mengatakan bahwa Kementerian BUMN akan mencapai titik kualitas tertingginya dalam beberapa tahun kedepan di bawah Kepemimpinan Erick Thohir.

“Seperti kita ketahui bersama, Bapak Erick Thohir itu kualitas manajerial terkait Badan Usaha sudah tidak diragukan lagi, pengalaman di dunia bisnis mencatat pencapaian yang luar biasa, bahkan di generasi muda seusia beliau,” terang Riano, di Jakarta, Jum’at (25/10/2019).

Keputusan Presiden dalam memberi tugas Menteri BUMN kepada Erick Thohir adalah merupakan keputusan terbaik , karena Kementerian BUMN harus di pimpin oleh figur yang bersih, berkompeten, dan tidak takut untuk di tekan konflik kepentingan.

“Saya yakin, bapak Erick Thohir tidak akan gampang tertekan atau ditekan konflik kepentingan semata, dia pasti mampu memimpin Kementerian BUMN bersih dari Kepentingan,” tambah Riano.

Riano menilai, Erick Thohir dengan pencapaiannya sampai saat ini, sebenarnya sudah tidak ada lagi yang dikejar, namun karena panggilan pengabdian untuk bangsa dan negara, beliau menerima amanah ini dari Presiden. Jadi fokus pembenahan pada Kementerian BUMN dan BUMN-BUMN di Indonesia pasti dapat dijalankan dengan baik oleh beliau.

“Kami dari unsur Relawan Bapak Jokowi meyakini, bahwa Erick Thohir dapat membawa titik kejayaan baru BUMN-BUMN di Indonesia,” tutup Riano.(red)