Categories
Bencana Kesehatan Nasional

Polri Bantu Kementan Cegah Penyebaran Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak Sapi alias PMK

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam rangka membantu melakukan pendampingan serta pengawasan terkait penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak sapi.

Dengan begitu, dinas peternakan di daerah sebagai leading sector terkait adanya penyakit itu, kata Sigit, dapat melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat dalam rangka pengawasan agar tidak terjadinya penyebaran wabah penyakit tersebut ke luar wilayah temuan.

“Polri akan bekerjasama dengan dinas peternakan daerah untuk membantu mengawasi penanganan penyakit tersebut agar tidak terjadi pergeseran ke luar dari wilayah temuan,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Jakarta, Rabu (11/05/2022).

Mantan Kabareskrim Polri ini menyatakan, dengan adanya sinergitas antara dinas peternakan dan jajaran Polri di setiap wilayah, dapat dilakukan tracing dan pengecekan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut ke hewan ternak lainnya.

“Sehingga penyakit tersebut bisa kita bantu lokalisir dan tidak meluas dengan bantuan penjagaan dan pengawasan,” ujar eks Kapolda Banten itu.

Lebih dalam, Sigit menyatakan bahwa, pihaknya siap untuk mendukung langkah Kementan melakukan upaya lockdown sebagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Pihak Kepolisian, dikatakan Sigit, juga akan ikut membantu melakukan pengecekan ketat terhadap proses perdagangan hewan ternak dengan merujuk dari hasil pemeriksaan dokter hewan dari Balai Karantina Dinas Pertanian dan Peternakan.

“Melakukan pengawasan dengan cara penyekatan perdagangan hewan ternak keluar atau masuk pada wilayah tersebut yang mengacu pada dokumen hasil pemeriksaan dokter hewan dari Balai Karantina Dinas Pertanian dan Peternakan,” papar Sigit.

Sementara itu, Sigit juga telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Satgas Pangan Polri untuk turun ke lapangan guna memastikan ketersediaan stok pangan hewan ternak serta melakukan pengendalian harga dipasaran.

Dalam hal ini, Sigit mengungkapkan, Kepolisian bersama dengan dinas peternakan juga sudah melakukan pendataan untuk menentukan luas penyebaran serta jumlah ternak yang berpotensi tertular penyakit PMK.

Tak hanya itu, Sigit menyebut, dinas peternakan juga telah menyiapkan vaksinasi serta obat-obatan untuk diberikan kepada hewan ternak sapi setelah adanya temuan tersebut.

Lebih lanjut, Sigit mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik terkait dengan adanya laporan temuan penyakit itu. Menurutnya, semua pihak terkait telah bekerja secara maksimal untuk menangani hal tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat tetap tenang terkait adanya laporan temuan ini,” tutup Sigit.

Diketahui, temuan wabah PMK terhadap hewan ternak sapi dilaporkan pertama kali terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur yakni Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan.

Pihak Kementan pun bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berupaya dan telah menyiapkan langkah pencegahan penyebaran wabah tersebut agar tidak meluas ke daerah lain dan hewan ternak lainnya.(hum)

Categories
Bencana Ragam TNI

TNI Angkatan Laut Kerahkan KRI, Angkut Bantuan Kemanusiaan Bencana Alam NTT

Koran Jurnal, Jakarta – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., mewakili Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., melepas KRI Semarang-594 di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok Jakarta, Kamis (08/04/2021).

Kapal tersebut membawa bantuan bencana alam Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berasal dari pemerintah, seperti Lembaga Kepresidenan, Kementerian/Lembaga, dan unsur masyarakat, seperti yayasan Budha Tzu Chi, Lion Club Indonesia, yayasan Cakra Abhipraya Responsif, Alumni Sekolah Islam Al-Azhar (ASIA) dan lembaga sosial misi prokur PRR berupa sembako, Rumah Sakit Lapangan beserta pengawaknya dan dapur lapangan beserta pengawaknya.

“Barang bantuan terdiri dari bahan makanan, beras, minyak goreng, gula pasir, air mineral, mie instan, teh celup, kopi, biscuit, susu bayi, tepung terigu, sarden, selimut, baju layak pakai, popok anak-anak dan orang dewasa, sajadah, obat-obatan, masker, APD, face shield  dan kelengkapan medis lainnya, terpal, meja belajar anak dan material lainnya,” tutur Wakasal.

Dia menambahkan, hingga saat ini sudah ada masuk 24 truk mulai dari tadi malam, Keluarga Besar TNI AL 9 truk, Yayasan Dewa suci 5 Truk. Nantinya kapal tersebut akan mampir di Surabaya dengan mengangkut 25 truk, untuk secepatnya disalurkan.

Tidak  hanya itu. Wakasal menambahkan, TNI AL juga mengirim tenaga medisnya dan personil kesehatan bagi yang terkena musibah di NTT.

Sebelumnya pada Senin 5 April 2021, KRI Oswald Siahaan (OWA)-354 dari jajaran Komando Armada II Surabaya, telah  diberangkatkan ke NTT dengan membawa 81 koli berupa pakaian layak pakai, pakaian bayi, pakaian keperluan wanita, selimut dan keperluan lainnya. Sementara Satu Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) Lantamal VIl Kupang sudah berada di lokasi bencana.

KRI Oswald Siahaan–354 saat ini berada di Maumere. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu mendukung angkutan bantuan sosial (Bansos) bencana alam di Propinsi NTT, antara lain membawa barang-barang bantuan dari Setmilpres, berupa sembako sebanyak 3.572 paket. Bansos dari Koopsau 1 sembako sebanyak 98 kardus, Indomie sebanyak 100 kardus. Bansos Dharma Pertiwi berupa Biskuit 400 box, Kasur Palembang 400, Selimut 400 dan 2 karung, Paket Siaga Bencana 500 paket, handuk 200 serta pakaian layak pakai.(disp/red)

Categories
Bencana Ragam

Mitigasi Dampak Tsunami, Wapres RI Tanam Pohon di Pariaman

Koran Jurnal, Sumbar – Disela-sela kunjungan kerja di Sumatera Barat, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin melakukan penanaman pohon di Pantai Kata, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (6/4). Penanaman pohon tersebut tak hanya memperkuat mitigasi ancaman bahaya tsunami berbasis vegetasi, tetapi juga dapat mengurangi dampak abrasi akibat gelombang laut.

Kawasan Pantai Kata merupakan wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap bahaya tsunami. Dengan jumlah penduduk yang cukup padat dan tanah yang landai sejauh 2 kilometer dari pesisir laut dibutuhkan vegetasi pelindung sebagai penahan dan pemecah gelombang tsunami.

Ma’ruf Amin menyatakan bahwa pohon dapat mengurangi risiko bencana di pantai, seperti abrasi maupun tsunami.

“Penanaman pohon di tepian pantai sebagai salah satu cara mengurangi risiko bencana,” ucap Ma’ruf Amin.

Penanaman pohon juga dilakukan bersama dengan Sekretaris Utama BNPB, Menteri PUPR, Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Gubernur Sumatera Barat, Walikota Pariaman dan didampingi oleh Anggota Komisi VIII DPR RI serta Anggota DPRD Kota Pariaman.

Adapun bibit yang ditanam adalah 300 pohon ketapang, 100 pohon pule dan 100 pohon pinago, selanjutnya akan ditanaman 1.300 pohon pinago secara bertahap.

Jenis pohon tersebut dipilih karena dinilai memiliki keunggulan, seperti usia yang lebih panjang, batang yang tinggi, dan lebih kokoh sehingga juga bermanfaat menahan abrasi dan gelombang laut.

Selanjutnya diharapkan bagi pemerintah daerah dan masyarakat agar bisa merawatnya. Dengan harapan pohon tersebut bisa tumbuh dan memberi manfaat mengurangi risiko bencana.

Terutama daerah pesisir pantai Pariaman rawan dengan tsunami dan abrasi. Apalagi ancaman bencana tidak bisa diprediksi kejadiannya, mengingat daerah Sumatera Barat menjadi daerah rawan bencana.(Pus/red)

Categories
Bencana TNI

Ketua IKKT Cabang 10 Puspen TNI Berikan Bantuan Sosial kepada Korban Banjir

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua IKKT PWA Cabang 10 Puspen TNI Ny. Antit Achmad Riad didampingi Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad, S.I.P. selaku Pembina memberikan bantuan kepada Prajurit dan PNS Puspen TNI yang terkena musibah banjir beberapa waktu lalu, bertempat di Ruang Patriot Puspen TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (25/02/2021).

Pada kesempatan tersebut, Ny. Antit Achmad Riad menyampaikan bahwa pemberian bantuan sembako sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini (PWA) Pengurus Gabungan I Staf Umum TNI Cabang 10 Puspen TNI kepada personel yang tertimpa musibah.

“Kepada anggota yang terkena musibah hendaknya tetap sabar, jaga kesehatan diri dan keluarga serta tetap semangat dalam beraktifitas,” harapnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Wakapuspen TNI Laksma TNI Tedjo Sukmono, S.H., CHRMP dan para Pengurus IKKT PWA Cabang 10 Puspen TNI.(Pusp/red)

Categories
Bencana Nasional

Kepala BNPB Tinjau Penanganan Banjir di Karawang dan Serahkan Bantuan Rp. 500 Juta

Koran Jurnal, Karawang – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo bersama Menteri PMK Muhadjir Effendy dan Sekretaris Daerah Karawang Acep Jamhuri meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang Barat, Minggu (21/02/2021).

Dalam peninjauan tersebut, Doni Monardo beserta rombongan melihat langsung giat penanganan banjir yang dipicu curah hujan tinggi dan meluapnya Sungai Ciseet, Sungai Citarum, dan Kali Cimalaya sejak Minggu (07/02).

Saat menyambangi pos dapur umum, Doni Monardo melihat kegiatan penyelenggaraan dapur umum guna memastikan makanan yang disajikan bagi para pengungsi sudah sesuai dengan gizi seimbang.

Usai meninjau dapur umum, rombongan kemudian menyempatkan diri ke lokasi pos pengungsian. Adapun tujuannya untuk memastikan penanganan berjalan baik dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Karawang, sebanyak lima belas kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian muka air beragam. Tepantau tinggi permukaan air antara 10 hingga 250 cm.

Data BPBD setempat mencatat lima belas kecamatan terdampak yaitu Kec. Rengasdengklok, Kec. Telukjambe Barat, Kec. Telukjambe Timur, Kec. Karawang Barat, Kec. Batujaya, Kec. Cikampek, Kec. Tirtamulya, Kec. Ciampel, Kec. Pangkalan.

Selanjutnya Kec. Rawamerta, Kec. Jatisari, Kec. Banyusari, Kec. Karawang Timur, Kec. Cimalaya Wetan, dan Kec. Pakis Jaya.

Dari lima belas kecamatan tersebut, terdapat 14.754 KK terdampak banjir dan 3.393 KK Mengungsi. BPBD mencatat kerugian material akibat banjir berupa 14.340 unit rumah terdampak, 51 unit rumah rusak berat, 157 unit rumah rusak sedang, 870 unit rumah rusak ringan, 40 unit fasos dan fasum terdampak dan 217 hektar sawah terdampak.

Pada kesempatan tersebut, Doni Monardo yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 berpesan agar penanganan pengungsi hendaknya dilakukan dengan cara memisahkan kelompok rentan. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19

Dalam hal ini, kelompok rentan yang dimaksud yaitu lansia, warga yang memiliki komorbid, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan anak-anak.

Selain itu, Doni juga mengecek ketersediaan alat tes antigen di pos kesehatan. Hal ini untuk menunjang para petugas medis untuk tetap memastikan kondisi kesehatan para pengungsi dan sekaligus mencegah penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

BNPB Serahkan Bantuan 500 Juta

Guna membantu percepatan penanganan banjir, BNPB memberikan bantuan secara simbolis Dana DSP Sebesar Rp500 Juta kepada Sekda Karawang. Selain itu bantuan lain yang diserahkan berupa masker 10.000 pcs, selimut 80 lembar, lampu emergency air garam 300 unit.

Sebelumnya BNPB telah menyerahkan dukungan kepada BPBD Kabupaten Karawang berupa tenda gulung 200 lembar, matras 200 lembar, selimut 200 lembar, mie sago 100 karton, sarung 200 lembar dan perahu karet 1 set.

Kerja Sama Multi Pihak

Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, Doni menilai bahwa dalam upaya penanganan dan pengurangan risiko bencana banjir yang bersifat tahunan di Kabupaten Karawang tersebut dibutuhkan kerja sama berbagai pihak.

“Diperlukan kerja sama, koordinasi dan kegigihan untuk bisa melakukan berbagai upaya, sehingga risiko ini tidak berulang setiap tahun,” ujar Doni.

Selain itu, Doni juga menyoroti bahwa permasalahan limbah industri maupun rumah tangga juga berpotensi menjadi faktor penyebab banjir Kabupaten Karawang harus diselesaikan secara bersama-sama.

“Tidak sedikit sumber daya yang dapat dikelola disini, ada banyak industri dan perusahaan, mereka harus diikutsetakan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan ekosistem untuk mengelola limbah industri dan rumah tangga,” tambah Doni.

Adapun untuk mengurangi risiko bencana banjir ke depannya, BNPB akan mendukung normalisasi yang dimulai dari muara sungai dengan alat berat jenis excavator amphibious guna melakukan pengerukan sedimentasi.(pus/red)

Categories
Bencana Megapolitan

Tanggul Jebol Picu Banjir Beberapa Desa di Wilayah Kabupaten Bekasi

Koran Jurnal, Jakarta – Kerusakan infrastruktur berupa tanggul jebol memicu banjir beberapa desa di wilayah Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Banjir terpantau pada Minggu (21/02/2021), pukul 01.00 WIB. Sejumlah desa terdampak banjir yang terjadi dini hari tadi.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB menerima laporan dari BPBD setempat banjir melanda 4 desa, yaitu Desa Sukaurip, Karangsegar, Bantasari dan Sumber Urip. Keempat desa berada di Kecamatan Pebayuran. Banjir mengakibatkan 5 unit rumah hanyut. Petugas BPBD Kabupaten Bekasi melaporkan tinggi muka air antara 100 hingga 250 cm.

BPBD telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak penanganan darurat, seperti bambu, karung, mie instan, air mineral, makanan siap saji, obat-obatan, vitamin, perahu evakuasi, mesin perahu, tali tambang dan lampu tembak.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB banjir Kabupaten Karawang pada Sabtu (20/2), pukul 22.00 WIB, sebanyak 34 desa di 15 kecamatan terdampak banjir. Banjir disebabkan antara lain akibat hujan intensitas tinggi dan luapan Sungai Citarum.

Ke-15 kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Tirtajaya, Pedes, Cikampek, Purwasari, Ciampel, Pangkalan, Klari, Tempuran, Tirtamulya, Jatisari, Rawamerta, Karawang Barat dan Cilamaya Wetan.

Warga terdampak mencapai 9.331 KK atau 28.329 jiwa, sedangkan 1.075 KK atau 4.184 jiwa mengungsi.

Banjir mengakibatkan 8.539 unit rumah terendam dan sejumlah infrastruktur terdampak. Petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan lanjutan.

Merespons banjir tersebut, BPBD Kabupaten Karawang bersama TNI, Polri dan organisais perangkat daerah terkait serta sukarelawan membantu evakuasi warga di lokasi terdampak. BPBD juga mengoperasikan dapur umum untuk penyedian kebutuhan nutrisi warga terdampak.

Tidak semua warga yang mengungsi menuju titik pengungsian, sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat, masjid dan hotel. Sedangkan BNPB telah memberikan dukungan berupa pendampingan pos komando penanganan banjir, bantuan dana siap pakai sebesar Rp250 juta, masker 10.000 buah, selimut 80 buah dan lampu garam 300 buah.

BNPB juga mendukung 1 perahu karet dan 10 buah pelampung yang dibutuhkan saat evakuasi warga.

Pemerintah Kabupaten Karawang sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir terhitung 8 Februari hingga 21 Februari 2021. Dengan kondisi saat ini, pemerintah daerah akan memperpanjang hingga 14 hari ke depan.

Kondisi terakhir terpantau banjir masih menggenangi rumah-rumah warga. Penerangan listrik PLN dan suplai air dari PDM di Kabupaten Karawang masih dalam kondisi padam. Selain itu, jumlah masyarakat terdampak, pengungsi dan pelayanan dapur umum yang dikelola secara mandiri oleh warga belum terdata semua.

Kepala BNPB Doni Monardo dijadwalkan untuk melihat kondisi dampak banjir di wilayah Karawang dan Bekasi pada hari ini, Minggu (21/2).(pus/red)

Categories
Bencana TNI

Kopassus Bagikan Bantuan untuk Korban Banjir di Desa Binaannya

Koran Jurnal, Jakarta – Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memberikan bantuan kepada korban banjir di beberapa daerah binaannya, Sabtu (20/02/2021).

Bantuan logistik berupa air mineral 75 dus, mie instan 16 dus, roti nabati 15 dus dan Antangin 10 Dus tersebut disalurkan ke warga desa RT 04, 05, 06 RW 2 Kelurahan Cijantung, Jakarta timur, RT 01 RW 11 kelurahan Cijantung Jakarta timur.

Untuk di Kelurahan Susukan, Jakarta Timur bantuan logistik diserakan kepada warga desa binaan Kopassus yang berada di RT 08 RW 05. Sedangkan warga desa binaannya yang berada di Kelurahan Ciracas Kecamatan Ciracas diberikan kepada warga Jl. Raya Centex Gg. H. Hanafi RT 01 RW 03.

Bantuan logistik bagi warga yang terkena banjir ini merupakan kerjasama Kopassus dengan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI), Ibu Ibu pengajian Annur dan Ibu Ibu pengajian Qurrata Ayyun

.Hadir dalam kegiatan Pabanda Komsos Spabandya Binter Ster Kopassus, Kasiter Grup 3 Kopassus, Para Bater Ster Kopassus dan para Ketua RT dan RW setempat.(pen/red)

Categories
Bencana Jurnal Lain-lain

Menko PMK Apresiasi BNPB dalam Penanganan Gempa Sulbar

Koran Jurnal, Mamuju– Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengapresiasi BNPB dalam penanganan gempa M6,2 di Sulawesi Barat (Sulbar). Hal tersebut disampaikan Menteri PMK Muhadjir Effendy saat berkunjung ke wilayah terdampak pada Kamis (28/01/2021).

Dalam arahan, Effendy mengucapkan terima kasih kepada BNPB, salah satunya dukungan helikopter untuk pengiriman barang dan personel.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BNPB yang sudah membantu dengan mengerahkan empat helikopter untuk membantu pengiriman logistik ke daerah terisolir, ” ungkap Effendy.

Hal serupa diungkapkan oleh Dansatgas Penanganan Darurat Gempa Sulbar, Brigjen TNI Firman Dahlan, S.ip. Ia mengatakan, “Terima kasih kepada BNPB karena telah mengadakan helikopter untuk pengiriman logistik.”

Kunjungan tersebut juga dihadiri dua menteri lainnya, yaitu Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perpindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Para menteri ini didampingi oleh Sekretaris Utama BNPB Harmensyah dan perwakilan pejabat eselon I dari kementerian rerkait.

Pada kesempatan tersebut juga diberikan tambahan bantuan material dan nonmaterial secara simbolis berupa santunan ahli waris dan bantuan logistik kepada korban bencana gempa Sulbar.

Diharapkan dengan sinergi antara kementerian dan lembaga, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemanusiaan serta masyarakat dapat mempercepat pemulihan pascagempa yang terjadi di Provinsi Sulbar. Salah satunya seperti yang diinisiasi BNPB dalam mengaktifkan Desk Relawan selama penanganan darurat.(pus/red)

Categories
Bencana TNI

Pesawat C-130 Hercules Angkut Bansos dari Lanud Haluoleo Kendari

Koran Jurnal, Jakarta – Pesawat C-130 Hercules A-1337 dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang yang diterbangkan Mayor Pnb Fahmi membawa bantuan sosial untuk para korban bencana alam di Mamuju Majene Sulawesi Barat. Bantuan sebanyak 12 ton lebih tersebut diberangkatkan dari Lanud Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (25/01/2021). Barang bantuan tersebut berupa paket sembako dan tenda darurat.

Sementara di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta juga diberangkatkan satu pesawat CN-295 A-2909 Skadron Udara 2 yang diterbangkan Kapten Pnb Iskandar dengan membawa bantuan sosial sebanyak lima ton untuk korban bencana alam di Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Mamuju Majene Sulawesi Barat.

Selain dukungan angkutan udara, hari ini prajurit TNI Angkatan Udara juga turut serta membantu para korban bencana alam. kegiatan yang dilaksanakan antara lain pendistribusan logistik dan pembersihan fasilitas umum yang dilakukan oleh personel Paskhas di Banjarmasin Kalimantan Selatan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir.

Sementara di desa Botteng Sulawesi Barat, para prajurit Batalyon Kesehatan (Yonkes) Denma Mabesau melaksanakan pelayanan kesehatan dan permainan lapangan untuk menghibur para korban bencana alam dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.(disp/red)

Categories
Bencana TNI

Satgas Kesehatan TNI Bantu Proses Persalinan Warga Korban Gempa Sulbar

Koran Jurnal, Sulbar – Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan TNI dari Batalyon Kesehatan tiga Matra TNI kembali melaksanakan aksi kemanusiaan membantu proses persalinan warga Korban gempa bumi di Mamuju Sulawesi Barat.

Tiga dokter dari tim kesehatan TNI yakni Letda Ckm dr. Alfred Doni Purba (Yonkes 1 Kostrad), Letda Laut (K) dr. Andre Prasetyo Mahesya (Yonkes-1 Marinir) dan Letda Kes dr. M. Ibnu Fazar SP (Yonkes AU) dibantu oleh dr. Wulan (Puskesmas Rangas) dan Bidan di Posko Puskes TNI yang berada di Komplek Kantor Gubernur Sulbar, Jl. Abdul Malik Pattana Endeng Kelirahan Rangas, Kec. Simboro, Kab. Mamuju, Sulawesi Barat berhasil yang membantu proses persalinan ibu Nurdah dengan baik dan lancar, Sabtu (23/01/2021).

Ibu Nurdah, salah satu pengungsi yang tinggal di kluster pengungsian kantor Gubernur Sulbar, pada pukul 18.00 WITA didampingi suami dan dokter dr. Puskesmas mendatangi posko kesehatan TNI dan menyampaikan keluhan kalau ketuban pasien sudah pecah. Selanjutnya setelah diperiksa ternyata benar dan tim Satgas langsung menyiapkan peralatan untuk proses persalinan.

Proses persalinan berlangsung dari pukul 20.00 hingga pukul 21.15 WITA berjalan lancar dan sukses. Bayi lahir jenis kelamin perempuan dengan proses persalinan normal.

Pasutri ibu Nurdah dan bapak Udin yang dikaruniai bayi perempuan tersebut adalah anak ke enam dan berterima kasih kepada tim Kesehatan TNI yang telah membantu proses persalinan. “Terima kasih banyak saya ucapkan bagi TNI dan semua yang bertugas di kantor Gubernur atas bantuannya,” ucap ibu Nurdah.

Letkol Ckm Ngatmin, Amk selaku Dansatgas Kes TNI mengatakan bahwa setelah proses persalinan selesai sang ibu dan bayi dirujuk ke RS Regional Provinsi untuk dilaksanakan observasi dan untuk mendapatkan perawatan selanjutnya.

“Proses evakuasi menggunakan mobil ambulan dari Puskesmas Tabulahan Kabupaten Mamasa yang tergabung dalam klaster kesehatan bersama satgas kesehatan TNI,” katanya.

Selanjutnya, hari ini Tim Satgas Kesehatan TNI dipimpin Letda Kes dr. Ibnu mengunjungi rumah ibu Nurdah sambil membawa bantuan perlengkapan bayi berupa susu, baju, popok, botol dot, tisue basah dan keperluan lainnya.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada TNI yang telah memberi kami bantuan berupa perlengkapan bayi,” kata ibu Nurdah.(Pusp/red)