Categories
Daerah Militer Polisi TNI

Tinjau Pengamanan Natal di Kupang, Panglima TNI Minta Prajurit Tetap Humanis

Koran Jurnal, Kupang – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur guna meninjau pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Minggu (22/12/2019).

Kegiatan diawali Panglima TNI dan Kapolri dengan melaksanakan Rapat Koordinasi di Mapolda NTT yang diikuti oleh segenap Pejabat TNI Polri diwilayah NTT.

Pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, harus dapat belajar dan merujuk pada pengamanan Tahun 2018, bahwa masing-masing instansi telah mengetahui titik-titik kritis sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.

Lebih lanjut dalam peringatan Natal dan Tahun Baru tentunya akan melibatkan pergerakan masyarakat dan kendaraan dalam jumlah cukup besar. Karenanya, dibutuhkan pelayanan publik di setiap wilayah dan tentunya jaminan keamanan yang prima. Dengan demikian, sudah seharusnya semua pihak mewaspadai dan mempersiapkan segala sesuatu sesuai bidang tugas masing-masing.

Dalam pengamanan event besar tersebut, yang patut diperhatikan juga adalah bukan sekadar mengamankan masyarakat, tetapi juga mengamankan petugas-petugas yang ditempatkan di lapangan.

Kegiatan dilanjutkan Panglima TNI dan rombongan meninjau langsung pengamanan di Gereja GMIT Jemaat Koinonia, Kuanino Kupang.

“Saya dan Kapolri meninjau langsung situasi keamanan di Kupang untuk meyakinkan rencana pengamanan natal dan tahun baru telah siap, sehingga TNI Polri mampu menghadirkan rasa aman dalam pelaksanaan Peringatan Natal dan Tahun Baru,” tegas Panglima TNI.

Setelah itu, Panglima TNI dan Kapolri langsung bergerak menuju Gereja Katholik Katederal Kristus Raja, Kupang dan berdialog langsung dengan para Prajurit TNI dan Anggota Polri yang bersiaga.

“Para Prajurit agar pedomani SOP (Standar Operasional Prosedur) dan terus layani masyarakat dengan humanis,” terang Panglima TNI.

Categories
Daerah Militer TNI

Kodam III/Siliwangi Gelar Bakti Sosial Jelang Hari Juang TNI Angkatan Darat

Koran Jurnal, Garut – Jelang Hari Juang TNI AD, Kodam III/Siliwangi menggelar bakti sosial berupa pelayanan kesehatan pengobatan massal gratis, donor darah, pelayanan KB dan pemberian bingkisan kepada masyarakat bertempat di Pendopo Bupati Garut, Rabu (11/12/2019).

Bakti sosial yang dilaksanakan Kodam III/Siliwangi ini mulai tanggal 6 s.d 8 Desember 2019 bekerja sama dengan Yayasan Budha Tzu Chi bertempat di RS. Unggul Karsa Medika, kegiatannya meliputi Operasi Katarak diikuti 128 pasien, operasi hernia 55 pasien, operasi bibir sumbing 10 pasien, operasi minor 42 pasien dan KB Kes bekerjasama dengan BKKBN serta pembagian 2.000 paket sembako.

Bakti sosial juga dilaksanakan di wilayah Kodim 0602/Serang, yang kegiatannya meliputi pelayanan kesehatan umum 85 orang, donor darah 62 orang, pembagian 100 paket sembako dan khitanan massal 27 orang yang dilaksanakan hari ini di Aula Denkesyah Serang.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TN Nugroho Budi Wiryanto, S.I.P., M.M., Q.I.A., saat menutup kegiatan bakti sosial menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungannya kepada semua pihak, sehingga rangkaian kegiatan Bakti Sosial dan Karya Bakti dalam rangka Hari Juang TNI AD tahun 2019 ini dapat terlaksana.

“TNI AD dan Kodam III/Siliwangi selalu ingin berbuat yang terbaik bagi masyarakat dalam kondisi apapun juga,” ungkap Pangdam.

Untuk itu kata Pangdam III/Siliwangi, ” pada saat TNI AD berulang tahun, kami ingin berbagi dengan warga masyarakat dan mengokohkan kembali Kemanunggalan antara TNI dengan Rakyat yang salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Bakti Sosial dan Karya Bakti “.

” Kemanunggalan TNI-Rakyat merupakan modal dasar yang sangat ampuh dalam merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Hal ini membuktikan bahwa tanpa adanya kemanunggalan antara TNI-Rakyat maka segala tugas-tugas yang dibebankan oleh Negara kepada TNI AD tentunya tidak akan berhasil, ” ucap Pangdam.

” Melalui kegiatan seperti ini dan kegiatan- kegiatan lainnya, diharapkan Kemanunggalan TNI-Polri akan terus dipelihara, dipertahankan dan ditingkatkan, “harapnya.

Perlu disampaikan bahwa, ” kegiatan Bakti Sosial dan Karya Bakti yang dilaksanakan oleh Kodam III/Siliwangi hari ini, dapat terwujud berkat jalinan dan kerjasama yang harmonis dengan instansi dan pihak-pihak yang mempunyai kepedulian terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam membantu meringankan beban masyarakat yang kebetulan mengalami kekurangan, baik dari segi kesehatan maupun dari segi pemenuhan kebutuhan hidup, ” pungkas Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto,S.I.P., M.M., Q.I.A.

Dalam menyambut Hari Juang TNI AD ini Karya Bakti yang dilaksanakan di Wilayah Garut berupa, rehabilitasi Masjid di Rancabango dan pembersihan secara massal di lapangan olah raga Kerkof, selain itu di wilayah Kab. Sukabumi dilaksanakan kegiatan konservasi dan pembersihan pantai oleh Kodim 0622/Kab. Sukabumi dengan masyarakat.

Pada acara penutupan Baksos dan Karya Bakti ini dihadiri oleh, Gubernur Jabar yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Sosial Prov. Jabar, Irdam III/Slw, Asrendam III/Slw, para Danrem, Bupati Garut , para Asisten Kasdam III/Slw, para Kabalakdam III/Slw, Ketua Persit KCK PD III/Siliwangi dan pengurus Persit PD III/Slw serta para Komandan satuan jajaran Kodam III/Slw dan tamu undangan lainnya. (Pendam III/Siliwangi).(disp/red)

Categories
Daerah Ekonomi

Pameran Hari Pangan Sedunia ke-39 Mendapat Respon Generasi Milenial Kendari

Koran Jurnal, Kendari – Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan berbagai ajang kegiatan yang berlangsung selama sepekan dari 1 hingga 5 Nopember 2019.

Kegiatan Pameran Produk Pertanian dari 34 Propinsi digelar dilapangan MTQ Kota Kendari dan menjadi pusat perhatian masyarakat.

Sejak di buka Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo pada Sabtu (2/11), pameran yang berdiri di lapangan seluas 4.550m² sudah dikunjungi 37.677 orang.

“Kami mencatat pengunjung kami kemarin sekitar 37.677 orang, dari pagi hingga jam 10 malam. Ini angka yang cukup besar,” kata Manager Operasional EO Feraco, Siswono, saat ditemuin media di lokasi pameran Minggu (03/11/2019).

Sedangkan di hari kedua, (3/11) pagi ini, lanjut Siswono, pengunjung sudah tercatat berkisar 15 ribu orang. Jumlahnya agak menurun dari hari pertama karena beberapa pengunjung melaksanakan ibadah.

Melihat tingginya animo masyarakat, Siswono menargetkan pameran tersebut bisa malampaui transaksi pameran yang sama digelar di Kalimantan Selatan tahun lalu, yaitu Rp11 miliar.

“Kalau saya optimistis melihat animo masyarakat Kendari, rekor harian yang sudah luar biasa. Minimal di hari ketiga bisa melampaui transaksi di HPS tahun sebelumnya di Kalimantan Selatan,” tegas Siswono.

Di era digital dengan tren pameran virtual, Siswano masih optimistis pameran peragaan pangan masih sangat menjanjikan, baik untuk edukasi dan kegiatan bisnis.

“Masyarakat kita-kan tidak semua melek digital. Jadi masih ada potensi dan peluang besar dan yang perlu diingat, pameran seperti ini di daerah bisa jadi satu hiburan untuk masyarakat,” ujar Siswono.

“Kami pernah menyelenggarakan pameran sejenis pameran telematika. Cuma kalau conjungtion-nya dengan tangan atau pertanian, yang paling mungkin adalah alsintan,” tambahnya.

Salah satu pengunjung pameran dari mahasiswa kesehatan di Kota Kendari, Tira mengungkapkan sangat senang dengan pameran pertanian ini, untuk mempelajari potensi produk pertanian yang bisa diolah jadi produk herbal yang menghasilkan dolar.

“Aku kan di kesehatan, jadi pengen cobain sesuatu yang baru. Misalnya sagu diolah jadi mie atau kakao yang selama ini hanya diolah jadi coklat, nah, mungkin dengan inovasi bisa jadi berkembang,” ujar Tira.

Dengan pemaren pangan lokal kali ini, Tira berharap pertanian Kota Kendari dan Propinsi Sultra serta Wilayah Indonesia lainnya semakin baik. Terutama produk Sagu, semoga bisa lebih berkembang,di Indonesia, karena Sagu adalah tanaman yang dapat ditemukan diseluruh Kepulauan Nusantara,” pungkas Tira.(hum/red)

Categories
Daerah Ragam TNI

KSAD Apresiasi Pemkab Tabanan Atas Alokasi Anggaran 1,7 Miliar untuk TMMD ke-106

Koran Jurnal, Bali – Di tengah kesempatan menutup kegiatan TMMD 106 secara terpusat di Tabanan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa berikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan yang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 1,7 Milyar untuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 yang dilaksanakan bersama dengan Kodim 1619/Tabanan.

Hal tersebut disampaikan Kapendam IX/Udy Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.IP dalam rilis tertulisnya, Tabanan, Bali, Kamis (31/10/2019).

Dikatakan Kapendam, pelaksanaan TMMD ke-106 Kodim 1619/Tabanan yang dilaksanakan selama 30 hari sejak 2 Oktober 2019 secara resmi ditutup pada Kamis (31/10/2019).

“Secara terpusat, TMMD 106 ditutup hari ini oleh Kasad di Lapangan Desa Gubug Tabanan, tentunya kehadiran beliau di Tabanan tidak hanya menjadi kehormatan maupun kebanggaan bagi masyarakat (Tabanan) di sini semata, namun juga bagi (masyarakat) Bali juga,” ujar Jonny.

Menurut Jonny, kehadiran Jenderal TNI Andika Perkasa tidak hanya sekadar seremonial dalam menutup TMMD, namun juga menunjukkan komitmennya dalam membangun Kemanunggalan TNI-Rakyat.

“Kegiatan in telah lama direncanakan dan tentunya Kasad juga meluangkan waktunya untuk bertemu dan menepati undangan masyarakat Bali, apalagi dalam TMMD 106, kali ini Pemkab Tabanan mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 1,6 Milyar dalam program ini,” terang Jonny.

Sanjutnya Jonny jelaskan bahwa dalam upacara penutupan tersebut, Jenderal TNI Andika Perkasa tidak hanya memberikan apresiasi kepada Pemkab yang juga telah memberikan tambahan Rp. 100 juta, sehingga total anggaran menjadi Rp. 1.7 Milyar, namun juga kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi secara totalitas, termasuk masyarakat desa Gubug.

“Dengan penutupan tadi dan disaksikan oleh Kasad, maka secara simbolis, hasil kegiatan TMMD-106 diserahkan kepada masyarakat desa Gubug dan desa Bongan melalui Bupati Tabanan, yaitu Ni Putu Eka Wiryastuti oleh Dansatgas TMMD-106 yaitu Dandim 1619/Tabanan,” tegasnya.

Sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan TMMD 106 itu, disampaikan paparan oleh Dansatgas TMMD, Letkol Inf Toni Sri Hartanto kepada Kasad, berupa terwujudnya pembuatan jembatan sepanjang 17 meter dengan lebar 5,5 meter dan tinggi 5 meter serta sasaran lainnya seperti pembuatan senderan, pembukaan dan pengerasan jalan sepanjang 65 meter, bedah rumah dua unit.

“Itu merupakan sasaran utama dalam bentuk sasaran fisik, namun selain itu juga terdapat pencapaian lainnya dari kegiatan nonfisik, diantaranya penyuluhan wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan maupun kegiatan lainnya,” terang Jonny.

Selain itu, menurut Jonny, sebagaimana disampaikan Kasad, indikator keberhasilan lainnya dari TMMD 106 ini, adalah semangat kebersamaan dan gotong- royong yang ditunjukkan oleh TNI bersama masyarakat.

“Sehingga Kasad dan Ketua Umum Persit Kartika Candra Kirana (Ny. Hetty Andika Perkasa) sangat terkesan dengan itu, termasuk berbagai kearifan lokal,” imbuhnya.

“ Rangkaian kegiatan diakhiri dengan kegiatan peninjauan Stand Pameran dan Baksos oleh tamu undangan yang hadir,” tutur Jonny.

Sementara Bupati Kabupaten Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti menilai TMMD bukanlah hal asing lagi karena sudah dilakukan sejak dulu dan banyak membantu pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dimana ada rakyat di situ ada TNI dan begitu juga sebaliknya.

“Sinergi dan kerja sama antara TNI dengan Pemerintah Kabupaten dan masyarakat dalam konteks TMMD memang benar-benar dirasakan manfaatnya”, tutup Bupati Tabanan.

Untuk diketahui, usai upacara penutupan, Kasad didampingi Ny. Hetty Andika Perkasa dan Bupati Tabanan menyerahkan dua buah sertifikat tanah, dua buah kunci hasil bedah rumah, buku perpustakaan bantuan dari Perpustakaan Nasional, penyerahan secara simbolis berupa Sembako, alat penetas telur, dan Pupuk Bios 44 kepada warga Desa setempat.(disp/red)

Categories
Daerah Infrastruktur

Presiden Jokowi Ingin Infrastruktur Jalan untuk Angkut Produk Pertanian di Pegunungan Arfak Papua Barat Memadai

Koran Jurnal, Papua – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa dirinya mendengarkan masukkan Bupati dan Gubernur terkait pembangunan utamanya infrastruktur jalan untuk mempermudah akses perdagangan produk-produk pertanian di wilayah pegunungan Arfak, Papua Barat.

“Produk-produk pertanian yang ada di Pegunungan Arfak, bisa dibawa ke Manokwari dan dibawa ke provinsi-provinsi yang lain. Karena di sini, memang produk-produk pertanian sangat banyak sekali,” ujar Presiden menjawab pertanyaan wartawan di Pasar Irai, Kabupaten, Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, Minggu (27/10/2019).

Untuk menjual hasil pertanian, lanjut Presiden, seperti kentang, ada wortel, ada kol, ada bunga-bungaan, agar bisa dijual ke provinsi-provinsi yang lain, dibutuhkan sarana infrastruktur yang memadai.

“Dan tadi sudah saya sampaikan, ada 139 kilometer jalan yang akan segera dibangun dan diperbaiki. Yang kedua juga airport, yang dalam dua tahun ini akan kita selesaikan,” tutur Presiden.

Pembangunan lainnya, sambung Presiden, termasuk di dalamnya pasar juga akan diselesaikan.

“Tadi Pak Mendagri sudah saya perintahkan untuk juga ikut membantu pembangunan kantor kabupaten, kantor-kantor untuk mendukung kabupaten yang belum selesai,” ujarnya.

Kunjungan Kerja Pertama Presiden Jokowi Periode 2019-2024

Pada kesempatan tersebut, Presiden akui bahwa ini pertama kali kunjungan ke Pegunungan Arfak.

“Saya kaget sekali, dari tadi sangat indah, sangat cantik, danaunya, dan juga alamnya,” tambahnya.

Untuk pengembangan destinasi pariwisata, Presiden sampaikan nanti akan dilihat oleh Menteri Pariwisata.

“Yang jelas, kalau kita lihat dari atas, keindahannya sangat, sangat bagus sekali,” ujar Presiden Jokowi.

Begitupun halnya mengenai usulan pemekaran, Kepala Negara menyampaikan akan menunggu usulan dari bawah seperti apa baru nanti akan diputuskan. Di akhir penjelasan, Presiden menegaskan bahwa ini adalah kunjungan kerja pertamanya pada periode kali ini.

“Ya, ini adalah kunjungan pertama saya sejak dilantik, adalah tanah Papua. Papua Barat dan besok ke Papua,” tutur Presiden.(hum/red)

Categories
Daerah Ekonomi

Indonesia Pimpin Pertemuan Internasional Pertanian Adaptif Iklim Global

Koran Jurnal, Bali – “Emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global memerlukan tindakan nyata seluruh pihak dalam melaksanakan upaya mereduksi emisi gas rumah kaca, dan pada saat bersamaan mengembangkan inisiatif global guna adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” ujar Fadjry Djufry Kepala Badan Litbang Kementan, saat membuka pertemuan the 9th Global Research Alliance (GRA) Green Gas Houses and Emission Council Meeting pada 6-7 September 2019 di Bali.

Pertemuan yang dihadiri perwakilan 56 negara ini akan dirangkaikan dengan the 5th Global Science Conference on Climate Smart Agriculture yang akan dilaksanakan di Jimbaran, Bali pada 8-11 Oktober 2019. Fadjry mengatakan climate change atau perubahan iklim adalah hal yang nyata dan telah memberikan dampak yang ekstrim di berbagai negara.

Lebih lanjut dikatakan sektor pertanian adalah yang paling rentan menghadapi cuaca yang ekstrim karena perubahan iklim, sementara pertanian harus dapat berproduksi tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Fadjry selaku Ketua GRA yang baru, mengingatkan pentingnya dukungan dan kolaborasi seluruh pihak menghadapi perubahan iklim. “Dunia menunggu implementasi system manajemen berbasis sains untuk pangan dan pertanian yang lebih kuat,” kata Fadjry.

Fadjry mengemukakan visi GRA satu tahun ke depan, GRA menjadi majelis terkemuka di dunia dalam penelitian dan pengembangan teknologi, terkait adaptasi terhadap iklim ekstrem, dan mitigasi gas rumah kaca pertanian.

Sebagai informasi, Global Research Alliance on Agricultural Greenhouse Gases (GRA) sejak 2009 telah mempunyai anggota 56 negara. Aliansi ini membawa negara-negara anggotanya untuk mencari dan mempraktekan cara untuk mengembangkan pertanian guna memperoleh pangan berlimpah tanpa harus meningkatkan emisi gas rumah kaca.

Kegiatan Aliansi ini melaksanakan empat grup riset, yaitu Paddy Rice, Livestock, Cropland, dan Integrative. Setiap grup riset melaksanakan pertemuan rutin guna mengevaluasi kemajuan kegiatan yang sedang dilaksanakan dan juga membahas isu-isu terkini. Pertemuan tahunan kali ini, Indonesia bertindak sebagai Ketua Konsil, dengan mengambil tema ‘Decision support tools’ yang fokus kepada sains dan training pada GRA’s Research Groups.

Pemerintah Indonesia sendiri menurut Fadjry, melalui Kementerian Pertanian terus mendorong dan mengembangkan sistem pertanian yang ramah iklim dan ramah lingkungan. Pemerintah terus bermitra dengan negara lain dan beberapa lembaga internasional agar sistem pertanian ramah iklim dapat dimodifikasi, diadaptasi dan diterapkan di Indonesia.(hum/red)

Categories
Daerah TNI

TNI AD: 2 Kodam di Papua Dipimpin Putra Daerah

Koran Jurnal, Jayapura – Dengan diangkatnya Mayjen TNI Herman Asaribab menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih, menjadi catatan sejarah tersendiri, dimana untuk pertama kalinya putra daerah terbaik dalam waktu bersamaan memimpin dua Kodam di wilayah Papua dan Papua Barat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Candra Wijaya, dalam rilis tertulisnya di Jayapura, Selasa (17/09/2019).

Diungkapkan Kadispenad, upacara Sertijab Pangdam dari Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring kepada Mayjen TNI Herman Asaribab yang dilaksanakan pada hari ini di Kodam XVII/Cen, dipimpin langsung Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa.

“Sertijab ini berdasarkan Keputusan Panglima TNI dengan Nomor Kep/872.a/VIII/2019,” ujarnya.

“Selanjutnya Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menduduki jabatan baru sebagai Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI,” jelas Candra Wijaya.

Lebih lanjut dikatakan, Mayjen TNI Herman Asaribab merupakan lulusan Akmil tahun 1988, dan berpengalaman luas dalam penugasan bidang tempur, pendidikan, dan teritorial.

“Beliau adalah putra asli Papua, lahir di Jayapura, 10 Juni 1964, pernah menjadi Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII/Cen, sejak tanggal 10 September 2015 s.d. 4 Desember 2017,” terang Candra.

Dijelaskan pula, sebelumnya Mayjen TNI Herman Asaribab juga pernah mengemban tugas sebagai Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI.

“Terakhir, beliau menjabat sebagai Pangdam Tanjungpura, sehingga saat ini untuk kedua kalinya beliau menjadi Pangdam,” tambahnya.

Dikatakan Candra lebih lanjut, sebagai putra asli dan pernah bertugas di Papua, Herman Asaribab mengerti betul teritorial, kultur, adat dan budaya masyarakat ujung Timur Indonesia ini.

“Semoga di bawah kepemimpinan beliau, Kodam Cenderawasih akan lebih maju dan melalui berbagai programnya dapat diselaraskan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sini,” tutur Candra.

Pada upacara Sertijab ini, selain mengucapkan sumpah jabatan, Mayjen TNI Herman Asaribab juga menandatangani Pakta Integritas.

“Dengan beralihnya tongkat estafet kepemimpinan Pangdam XVII/Cen hari ini, juga menjadi catatan sejarah tersendiri, karena dalam waktu bersamaan, kedua Pangkotama di Papua dan Papua Barat dipimpin oleh Jenderal TNI AD terbaik yang merupakan putra asli Papua,” tegasnya.

Untuk diketahui saat ini Pangdam XVIII/Ksr dijabat oleh Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau yang juga putra asli Papua dan telah menjabat sejak 13 Oktober 2016.

“Setelah acara Sertijab, Kasad dan Ketua Umum Persit Kartika Candra Kirana, memberikan pengarahan kepada para prajurit dan PNS Kodam Cenderawasih,”tutur Candra.

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan hangat di Rindam XVII/Cen itu, Kasad mengajak yang hadir untuk menjaga pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan secara berimbang serta berolahraga.

“Ditekankan juga, meski tetap fokus terhadap tugas, para prajurit agar senantiasa mengutamakan keluarga, serta terhadap sesama prajurit, khususnya antara senior dan junior menunjukkan sikap kasih sayang,” pungkasnya.(Disp/red).

Categories
Daerah TNI

Warga Gunung Sitoli Terima Bantuan Kaki Palsu dari Satgas SBJ 68/2019

Koran Jurnal, Sumut – Kolonel Laut (P) Avianto Rooswirawan, S.E., M.Si.,selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Operasi Bakti TNI AL Surya Baskara Jaya (SBJ) 68/2019 di dampingi Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) Kolonel Laut (K) dr. Gigih Imanta J, Sp.PD., M.M. menyerahkan kaki dan tangan palsu bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI kepada warga Gunung Sitoli di pelabuhan Lama Nias Selatan Sumatera Utara, Jum’at (13/09/2019).

Penyerahan kaki palsu langsung di serahkan kepada Edieli Zebua,Mukhlis Zalikhu,Elifati Gea ketiganya warga yang berasal dari Gunung Sitoli,sedangkan untuk kaki dan tangan palsu masing-masing 1 lagi diserahkan kepada Nanda Aurifa Zalukhu dan Tarti keduanya merupakan warga yang berasal dari Nias Utara.

Selain kaki palsu,satgas operasi bakti TNI AL SBJ 68/2019 serahkan juga diantaranya kaca mata baca,alat bantu dengar lanjut usia dan tuna rungu,kruk,wolker,dan kursi roda yang merupakan bantuan dari Kemensos RI.

“Kita semua patut bersyukur kepada Tuhan YME karena masih di berikan kesehatan dan kesempurnaan organ-organ tubuh kita masih berfungsi dengan baik semua.semoga dengan kaki palsu ini kalian bisa lebih nyaman beraktifitas tanpa menggunakan kruk/tongkat lagi,” pungkas Kolonel Avianto.

Categories
Daerah Ekonomi

Kementan Kawal Ekspor Sarang Burung Walet Jawa Tengah

Koran Jurnal, Semarang – Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengajak para pelaku usaha sarang burung walet (SBW) di Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas produksinya agar dapat mengambil peluang ekspor komoditas ini yang cukup besar.

“Kita tahu potensi sarang burung walet kita sangat luar biasa. Apalagi negara kita merupakan habitat utama yang paling cocok dengan perkembangbiakan walet. Indonesia adalah pemasok terbesar pasar global, bahkan sampai 78 persen,” ujar Ali Jamil saat melepas ekspor SBW asal Jawa Tengah sebanyak 181 kg tujuan Tiongkok di Kantor Karantina Pertanian Semarang, Rabu (21/08/2019).

Jamil juga menambahkan bahwa ekspor sarang burung walet Indonesia tahun 2018 bisa mencapai Rp 40 triliun. Ini potensi besar dan telah terbukti menghasilkan devisa. Dan tata niaganya akan terus dikawal agar dapat terus bertumbuh dan memenuhi peluang pasar ekspor yang ada.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang turut hadir dan melepas ekspor, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Kementan  yang telah memberikan layanan khusus pada komoditas pertanian asal wilayah kerjanya untuk dapat diekspor ke mancanegara.

Ganjar  juga mengapresiasi para eksportir yang sudah melakukan upaya agar komoditas pertanian Jateng bisa tembus pasar Internasional.

Pada saat membuka dialog kepada para eksportir yang hadir khususnya tentang hambatan yang dialami. Joko eksportir walet ke Tiongkok, mengeluhkan tidak adanya penerbangan langsung dari Semarang ke Tiongkok.

Ganjar mengajak Joko dan eksportir walet serta komoditas lainnya tujuan Cina untuk berkoordinasi dan mendata potensi yang ada. Jika cukup banyak, ia akan  melobi pihak maskapai untuk membuka penerbangan langsung dari Semarang ke Tiongkok.

Tidak hanya melepas SBW, Kepala Barantan dan Gubernur Jateng  juga melepas perdana ekspor produk samping tepung gandum berupa biskuit sebanyak 300 ton ke Bangladesh. Negara tujuan ekspor ini mempersyaratkan adanya jaminan kesehatan dan keamanan dari otoritas Karantina pertanian Indonesia.

Sementara, produk pertanian lain yang juga  diekspor pada saat yang sama adalah daun cincau kering (jelly grass) sebanyak 28 ton tujuan Malaysia, gula merah 35 ton tujuan Srilangka, ijuk (brooms grass) sebanyak 18 ton tujuan Tiongkok, margarine sebanyak 23 kg tujuan Banglades.(hum/red)

Categories
Daerah

Sebanyak 49 Titik Panas Terdeteksi di Wilayah Kalimantan Tengah

Koran Jurnal, Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah menginformasikan bahwa jumlah titik panas atau hotspot yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan terdeteksi hingga 49 titik. Sejumlah titik panas tersebut tercatat berdasarkan data Lapan Fire Hotspot Kamis (15/08/2019) pukul 18.00 WIB.

Persebaran titik panas terdeteksi di tujuh kabupaten dan 1 kota yaitu Kabupaten Pulang Pisau 21, Barito Selatan 9, Kapuas 8, Barito Timur 4, Kotawaringin Timur 2, Lamandau 2, Seruyan 1 dan Kota Palangkaraya 2. Sejumlah titik _hotspot_ berpengaruh terhadap kualitas udara di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Kualitas udara menunjukkan kategori sedang hingga tidak sehat di wilayah Palangkaraya, sedangkan di wilayah lain seperti Pangkalan Bun, Sampit dan Muara Teweh menunjukkan kualitas udara baik.

Asap yang masih terjadi di wilayah Kalteng juga berpengaruh pada jarak pandang atau visibilitas. BPBD Provinsi Kalteng mencatat jarak pandang yang berbeda di beberapa tempat, seperti Pangkalan Bun dan Sampit 9 km, Palangkaraya 6 km, Buntok 5 km dan Muara Teweh 4 km.

Mengantisipasi bahaya asap, BPBD Provinsi Kalteng bersama dinas terkait lainnya memberikan pelayan kesehatan kepada para petugas maupun sukarelawan yang berjibaku menghadapi karhutla. Selain itu, BPBD juga memberikan masker untuk murid-murid sekolah dasar, seperti SD Negeri 11 Langkai dan SD Negeri 3 Tanjung Pinang.

Hingga kini (15/08) BPBD di tingkat kabupaten dan kota serta provinsi terus berupaya untuk memadamkan api dan titik panas. Sebanyak 1.512 personel gabungan melakukan operasi pemadaman maupun pendinginan atau mopping up. Ke-1.512 personel tersebut berasal dari warga 705 personel, TNI 500, Polri 205, dan BPBD 102. Personel gabungan tersebut tersebar di beberapa titik dengan tugas utama yaitu pencegahan. Personel turun ke masyarakat untuk mengimbau mereka tidak membakar lahan. Upaya pencegahan lain yaitu melakukan patroli di wilayah-wilayah rawan. Di samping itu, tentu melakukan upaya pemadaman maupun penegakan hukum.

Sementara itu, satuan tugas (satgas) darat tersebut mendapatkan dukungan satgas udara melalui pengiriman helikopter untuk pengeboman air atau _water-bombing_ dan patroli. Sejumlah helikopter melakukan pengeboman di beberapa titik, seperti helikopter jenis Mi-7 melakukan 2 sorti di wilayah Bukit Tunggal dan Marang. Total 2 sorti pengeboman hanya di wilayah tersebut menghabiskan air sebanyak 160.000 liter atau dengan 40 kali pengeboman.(hum/red)