Categories
Ekonomi

Pandemi Tak Halangi Capaian Program Kementan, Sikomandan 

Koran Jurnal, Jakarta – Program Sikomandan atau Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri yang diluncurkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) awal tahun 2020 mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Program untuk meningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau secara berkelanjutan ini salah satu fokusnya adalah pada pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) massal. Tercatat sampai tanggal 17 Mei 2020, total akseptor sebanyak 1.579.158 ekor (63,29%) dari target tahun 2020 sebanyak 2.495.007 ekor.

Mentan SYL mengatakan bahwa upaya peningkatan populasi sapi dan kerbau lokal melalui Sikomandan merupakan salah satu bagian komitmen pemerintah untuk mengurangi dominasi impor daging sapi dan kerbau di Indonesia.

“Salah satu upaya menggenjot dan meningkatkan populasi sapi lokal adalah melalui optimalisasi program inseminasi buatan secara massal yang telah dilakukan dari tahun 2017 hingga kini,” ungkapnya, di Jakarta (20/05/2020).

Ia berharap dalam beberapa tahun ke depan produksi ternak sapi dan kerbau dalam negeri terus mengalami peningkatan, sejalan dengan keberhasilan Sikomandan. Mentan SYL juga menyampaikan bahwa Program Sikomandan ini banyak membantu aktivitas para inseminator dan petugas pemeriksa kebuntingan di lapangan yang jumlahnya mencapai 13.575 orang.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita mengapresiasi dinas-dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan, serta para petugas lapangan (inseminator dan pemeriksa kebuntingan) yang terus bekerja memberikan pelayanan kepada peternak agar produksi ternaknya bertambah dan tetap sehat serta menekan angka kematian, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kami mengapresiasi kerja keras para petugas inseminasi buatan (inseminator), pemeriksa kebuntingan (PKb), asisten teknis reproduksi (ATR) dan petugas lapang lain yang tetap bekerja dimasa pandemik ini. Saya harapkan mereka ekstra waspada dan hati-hati,” lanjutnya.

Ketut mengakui bahwa pada kondisi pandemi saat ini memang tidak mudah bagi semua orang, tapi jajarannya akan terus berkoordinasi agar kendala di lapangan dapat terselesaikan, termasuk masalah ketersediaan dan distribusi semen beku, N2 cair dan kontainer untuk para petugas IB di lapangan.

Lebih lanjut, Dirjen PKH menjelaskan bahwa selain jumlah akseptor, jumlah total kebuntingan selama tahun 2020 juga mengalami peningkatan. Tercatat jumlah sapi yang bunting sampai tanggal 17 Mei 2020, sebanyak 884.661 ekor atau mencapai 50.35% dari target 1.757.130 ekor.

“Ini bukti kerja keras para petugas IB dan petugas kesehatan hewan di lapangan,” tambahnya.

Ketut kemudian membeberkan jumlah kelahiran kumulatif sapi dan kerbau sampai dengan tanggal 17 Mei 2020. Tercatat ada kelahiran sebanyak 834.213 ekor atau 33,82% dari target 2.466.522 ekor.

Menurutnya, jumlah ini akan terus meningkat sejalan dengan pelaksanaan program. Untuk memastikan hal tersebut, koordinasi antara pusat, daerah dan peternak terus dilakukan jajarannya via daring.

“Dengan semakin meningkatnya keberhasilan IB dan jumlah kebuntingan, maka diharapkan pada akhir tahun 2020, target jumlah kelahiran sapi dan kerbau dapat terpenuhi,” pungkas Ketut.(hum/red)

Categories
Ekonomi Ragam

GARDA BMI: Benny Ramdhani Harapan Baru Pekerja Migran Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – GARDA BMI (Gabungan Aliansi Rakyat Daerah Untuk Buruh Migran Indonesia) mengapresiasi pemaparan dan harapan yang disampaikan Kepala BP2MI Benny Ramdhani dalam acara FGD (Focus Group Discussion) Tripartit antara Pemerintah, Pengusaha dan Non Government Organization, di Gedung BP2MI Jakarta, Senin (18/05/2020) lalu.

Dalam pemaparannya, Benny Ramdhani mengatakan ingin memperbaiki sistem dalam memberikan pelayanan kepada PMI mulai pra keberangkatan, penempatan hingga kepulangan, yang selama ini masih dianggap belum maksimal dengan pelayanan VVIP.

“Karena PMI adalah pahlawan Devisa yang mampu memberikan sekitar 158 Triliun per tahun dan mungkin uang tersebut untuk gaji Dewan dan pejabat pemerintah termasuk gaji saya,” tutur Benny.

Selain itu, Benny Ramdhani juga menginisiasi pembahasan rancangan biaya penempatan PMI ke Luar Negeri sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017, dengan harapan dapat persetujuan dari berbagai elemen dalam meringankan biaya Nol persen atau Zero Cost kepada para calon PMI yang ingin berangkat kerja ke luar negeri.

Sementara wakil dari Asosiasi Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia APJATI yang tadinya dianggap akan menjadi batu sandungan melalui juru bicaranya Kausar Tanjung justru dengan lantang mendukung Zero Cost tanpa syarat dengan alasan pembebanan biaya akan melahirkan rentenir gaya baru yang dibungkus dengan wajah koperasi yang justru telah mencekik bukan hanya Perusahaan jasa tetapi sangat membebani PMI itu sendiri.

Hal serupa juga disampaikan Yusri Albima, perwakilan GARDA BMI yang setuju dan sangat mendukung ditiadakannya beban biaya kepada para calon PMI serta mendukung terobosan BP2MI dalam memberikan pelayanan terutama perlindungan kepada semua PMI sehingga memberi harapan besar akan adanya perubahan yang lebih baik.

“DPP GARDA BMI sangat mengapresiasi niat dan tekad Kepala BP2MI yang akan menerbitkan Perka Badan yang sesuai Pasal 30 Ayat 1 UU 18/2017 dan akan mengupayakan adanya Lounge PMI di Bandara,” lugas Yusri Albima di Jakarta, Rabu (20/05/2020).

“Hal tersebut disampaikan (Benny Ramdhani) pada sesi akhir FGD dan telah dibuktikan dengan permohonan pencabutan Peraturan Kepala Badan Nomor 02 tahun 2020,” jelas Yusri.(red)

Categories
Daerah Ekonomi

Bupati Fredirikus Gebze: Merauke Lumbung Pangan Papua Kejar Tanam Padi

Koran Jurnal, Merauke – Kabupaten Merauke, wilayah paling ujung timur Indonesia, dan merupakan wilayah perbatasan Indonesia-PNG mulai melakukan perceoatan tanam di beberapa wilayah. Hal ini sebagai tindak lanjut partisipasi Bupati Merauke dalam gerakan tanam padi dan jagung serentak se-Indonesia yang dicanangkan Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo (SYL), melalui video Confrence (VICON) di ruang Agriculture War Room (AWR).

Bupati Merauke Fredirikus Gebze, kala itu didampingi beberapa pejabat turun langsung di lokasi panen padi dan melakukan penanaman padi di kampung Yabamaru Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke yang kemudian dilaporkan kepada Mentan SYL via VICON.

Diwawancara pada hari Rabu (20/05/2020) Fredirikus menjelaskan lebih detail kondisi pertanaman di wilayahnya. Sasaran luas tanam di Kabupaten Merauke untuk Musim Tanam Tahun 2019/2020 (rendeng) seluas 36.155 Ha dan terealisasi tanam seluas 33.948 Ha. Belum tercapainya sasaran luas tanam itu disebabkan pengaruh iklim dimana curah hujan normal baru terjadi pada awal Februari. Selain itu, kendala OPT yaitu serangan hama tikus dan burung juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran luas tanam tersebut.

“Untuk itu saya instruksikan ke jajaran Dinas Pertanian dorong petani bisa segera tanam supaya kekurangan luas tanam dapat direalisasikan pada musim tanam gadu 2020,” ujarnya.

Adapun target Luas Tanam Musim Gadu 2020 seluas 25.341 Ha. Menurutnya strategi pencapaian luas tanam bisa ditingkatkan dengan memaksimalkan percepatan tanam dengan memanfaatkan air.

Kabupaten Merauke dengan besaran luasan yang cukup luas dan produksi yang melimpah, yang mampu mensuplay beras ke wilayah-wilayah sekitarnya seperti Jayapura, Timika dan empat kabupaten pemakaran yaitu Merauke, Mapi, Boven Digul dan Asmat, namun mengalami kendala dalam penanganan pasca panen, sehingga diharapkan dukungan dan support Pemerintah Pusat.

“Harapan kami tindak lanjut pada momen yang lalu, guna mendukung peningkatan kualitas produksi di Kabupaten Merauke, kami membutuhkan alat pasca panen. Kami inigin mengajukan bantuan alat combine harvester sebesar 6o unit supaya petani bisa kerja lebih mudah,” ungkap Fredirikus.

Sebelumnya dalam video conference bersama kepala daerah dalam rangka gerakan percepatan tanam padi dan jagung, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengucapkan terimakasih kepada seluruh Pemerintah Daerah yang dapat hadir dalam pertemuan secara daring tersebut. Dengan demikian dapat bertatap muka langsung dengan Gubernur dan Bupati yang berada langsung di lokasi lahan pertanian untuk melaksanakan panen padi bersama dan melihat kondisi ketersediaan pangan didaerah masing-masing yang diharapkan kondisi pangan di Indonesia dapat terjaga dengan baik.

“Persiapan pangan atas dampak covid-19 ini agar menjadi perhatian serius kita semua. Diminta kepada Gubernur bersama Bupati bahu membahu dan bergotong royong dalam menjaga ketersediaan pangan Indonesia. Berdasarkan ramalan cuaca dari BMKG akan terjadi kemarau panjang,” ujarnya.

“Agar segera dipersiapkan lahan-lahan pertanian. Lahan yang telah panen untuk segera dilakukan persiapan penanaman,“ pinta SYL, sapaan akrab Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menjelaskan gerakan percepatan tanam ini sesuatu yang tidak bisa ditawar. Hal ini mengingat rekomendasi FAO tentang ancaman krisis panjang akibat musim kemarau yg diprediksi akan terjadi pada puncak Agustus 2020. Kementan menargetkan luas tambah tanam padi periode April – September 2020 seluas 5,62 juta hektar yang dapat menghasilkan beras sebanyak 15,05 juta ton.

“Untuk itu, pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dioptimalkan agar target luas tambah tanam itu tercapai. Gerakan tanam serentak ini pasti bisa mewujudkan hal tersebut. Jika skema ini berjalan dengan baik, stok beras kita pastikan aman hingga akhir tahun 2020,” tegas Suwandi.(hum/red)

Categories
Daerah Ekonomi

Bupati Taput Galakkan Gerakan Tanam Jagung Saat Pandemi Corona

Koran Jurnal, Sumut – Di masa pandemi virus corona atau covid-19, Pemkab Tapanuli Utara mencanangkan penanaman jagung dan bagikan benih bagi kelompok tani di Hutaraja Kecamatan Sipoholon, Selasa (19/05/2020).

“Saat ini kita menggiatkan gerakan percepatan olah tanah dan tanam komoditi jagung maupun padi. Pusat dan daerah berusaha menjadikan pertanian sebagai garda terdepan untuk mempertahankan ekonomi rakyat meskipun aktivitas kita terbatas. Kita tetap berupaya membangkitkan ekonomi pertanian dan menjamin ketersediaan pangan di tengah sulitnya perekonomian di tengah pandemi ini,” ujar Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan dalam siaran pers, Selasa (19/05).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa salah satu komoditi unggul saat ini adalah jagung dengan permintaan pasar yang cukup tinggi karena permintaan industri yang berbahan baku jagung meningkat yang berdampak positif kepada petani jagung.

Bupati juga memberikan bantuan kepada kelompok tani benih jagung dalam bentuk bibit.

“Semoga kedepannya produksi jagung dapat lebih ditingkatkan mengingat masih banyak lahan yang tidur yang tidak berproduksi,” terangnya.

Bupati juga berharap agar tidak ada lagi lahan yang tidur, sehingga nantinya produksi di sektor pertanian dapat meningkat, dan menghasilkan sumber pangan yang lebih berkualitas.

Adapun penerima bantuan benih jagung meliputi seluruh Kecamatan, yakni Kecamatan Pagaran sebanyak 12.195 kg/813 Ha dengan jumlah Poktan penerima 41 Poktan, Kecamatan Muara, sebanyak 10.650 kg/710 Ha dengan Poktan penerima 42 Poktan, Kecamatan Adian koting, sebanyak 7.500 kg/ 500 Ha dengan jumlah Poktan 32 Poktan, Kecamqtan Siatas Barita, sebanyak 13.500 kg/900 Ha dengan jumlah Poktan 25 Poktan, Kecamatan Tarutung 4.530 kg/302 Ha, dengan jumlah Poktan 12, Kecamatan Pahae Jae sebanyak 1.875 kg/125 Ha, jumlah Poktan 5 Poktan, Kecamatan Parmonangan sebanyak 27.600 kg/ 1.840 Ha dengan jumlah Poktan 58 Poktan, Kecamatan Sipahutar, sebanyak 15.000 kg/1000 ha dengan jumlah Poktan 69 Poktan, Kecamatan Sipoholon sebanyak 22.500 kg/1.500 ha dengan jumlah Poktan  65 Poktan, Kecamatan Siborongborong  sebanyak 11.400 kg/ 760 ha dengan  jumlah Poktan 51 Poktan, Kecamatan Pangaribuan sebanyak 27.750/1850 Ha dengan jumlah Poktan 77.

“Untuk jumlah keseluruhan sebanyak 153.500 kg/10.300 Ha, dengan jumlah Poktan 431 Poktan,” tandasnya, seperti dilansir RMco.id.(red)

Categories
Ekonomi Jurnal Lain-lain

Gugus Tugas Terima Donasi 2 Milyar dari Pegadaian untuk Penanganan Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebagai Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menerima donasi sebesar 2 milyar rupiah dari PT Pegadaian (Persero) yang dihimpun melalui “Pegadaian Charity Concert” beberapa waktu lalu.

Donasi tersebut diterima Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo secara simbolis yang diserahkan oleh Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto pada Senin (18/05/2020).

Dalam penyerahan tersebut, Dirut Pegadaian menyampaikan bahwa PT Pegadaian (Persero) terus berperan aktif dalam kegiatan penanggulangan Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan tersebut meliputi pemberian bantuan ambulans, APD, ventilator, rapid test, swap test, bantuan sembako, uang tunai maupun makanan siap saji.

“Sampai saat ini kami telah menyalurkan bantuan senilai kurang-lebih Rp.8,5 miliar. Selain itu kami juga menyelenggarakan konser amal secara virtual yang melibatkan almarhum Didi Kempot, Maliq & D’Essensials dan Yuni Shara yang disiarkan secara langsung melalui akun youtube PT Pegadaian Persero,” ujar Kuswiyoto.

“Acara tersebut ditonton oleh 151.000 viewers dengan 24.400 subscribers. Dari jumlah penonton tersebut kemudian dikonversikan dengan bantuan donasi oleh Pegadaian senilai Rp. 2 miliar. Para karyawan juga mengumpulkan donasi dan terkumpul Rp.3,5 miliar, dengan demikian selama pandemi Covid-19 perusahaan dan karyawan ikut berpartisipasi menyumbang total senilai Rp.14 miliar,” imbuhnya.

Lebih lanjut Kuswiyoto juga menjelaskan bahwa dalam mendukung upaya pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19, Pegadaian juga menerapkan work from home (WFH) untuk karyawan yang bertugas di bidang administratif. Sedangkan di bidang operasional Pegadaian menerapkan physical distancing, penyediaan sarana cuci tangan, hand sanitizer, serta pengukuran suhu tubuh menggunakan thermal gun kepada karyawan maupun nasabah yang akan melakukan transaksi di outlet-outlet Pegadaian.

Untuk meringankan beban nasabah, Pegadaian juga memberikan relaksasi kepada nasabah dengan memberikan bebas bunga (0%) kepada nasabah gadai dengan pinjaman dibawah Rp.1 juta dan penundaan jatuh tempo lelang dari 15 hari menjadi 30 hari.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pegadaian yang terus berperan aktif membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

“Kami atas nama Permerintah mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggitingginya kepada Pegadaian yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19. Begitu pula kepada seluruh karyawan Pegadaian di seluruh Indonesia yang terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan memberikan solusi keuangan sesuai tagline mengatasi masalah tanpa masalah,” ujar Doni Monardo.

Doni pun berharap semoga pandemi Covid-19 segera berlalu agar masyarakat dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala. Untuk mempercepat selesainya pandemi masyarakat diminta disiplin dan mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.(hum/red)

Categories
Ekonomi Nasional

Pemerintah Jamin Stok Beras Jelang Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19 Aman dan Tercukupi

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Perum Bulog memastikan bahwa stok beras di seluruh wilayah Indonesia aman hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H, pada saat pandemi COVID-19 diperkirakan masing terjadi.

“Tidak perlu khawatir, bahwa seluruh stok yang ada di seluruh wilayah Indonesia sudah dalam kondisi aman dan tercukupi,” jelas Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyu Saleh dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19,Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (17/05/2020).

Dalam keterangannya, Wahyu mengatakan bahwa Perum Bulog, sebagai badan usaha milik negara, yang bergerak di bidang pangan, telah memiliki tiga pilar ketahanan pangan.

Adapun pilar yang pertama adalah ketersediaan. Melalui pilar ketersediaan ini Perum Bulog tengah melaksanakan proses penyerapan gabah dan beras dari hasil petani.

“Bulan Mei dan Juni ini adalah saat-saat para petani kita sedang berpanen, sehingga Bulog sedang menurunkan timnya untuk melaksanakan penyerapan gabah dan beras,” terang Wahyu.

Kemudian pilar yang kedua adalah keterjangkauan. Pada pilar inilah Bulog melakukan penyebaran stok, sehingga dapat dipastikan bahwa stok terjamin dan mencukupi. Dalam hal ini, Bulog juga melaksanakan operasi pasar dan juga distribusi untuk kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya pilar yang terakhir adalah stabilisasi harga. Dalam hal ini dilakukan skema penyerapan gabah dan beras dari petani, kemudian dari sisi hilir Bulog juga melaksanakan stabilisasi harga di tingkat konsumen.

Lebih lanjut, Bulog juga emyakini bahwa hal tersebut sudah dilakukan dalam kondisi stabil dan normal maupun di tengah terpaan pandemi COVID-19.

“Bulog tetap melaksanakan tugas-tugas dari tiga pilar ini,” ujar Wahyu.

Adapun dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat selama pandemi COVID-19, Perum Bulog juga diminta oleh pemerintah agar tetap mempertahankan stok cadangan beras pemerintah, sekitar 1 sampai 1,5 juta ton. Melalui apa yang sudah dilakukan selama ini, pihak Bulog mengharapakan agar penyerapan dapat lebih meningkat.

“Itu yang sedang kami laksanakan, sehingga kami tetap mempertahankan untuk penyerapan gabah dan beras, di mana, saat ini, Bulog masih melakukan penyerapan kurang lebih hampir 15.000 ton per hari, itu kami pertahankan, dan mudah-mudahan puncaknya nanti di Juni kita bisa menyerap sekitar 25 hari,” terang Wahyu.

Menurut data sementara, Bulog memiliki 1,4 juta ton stok beras yang disimpan di gudang di seluruh Indonesia. Adapun lokasinya tersebar di sebagian besar wilayah di Pulau Jawa seperti Jawa Bara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Banten.

Lokasi dari gudang tersebut juga lebih mendekati pintu distribusi kapal yang utama sehingga pelaksanaan distribusi atau penyebarannya aman.

Selain itu, melalui mekanismenya, Bulog juga memiliki minimum _stock requirment_, sehingga jumlahnya ada sepertiga dalam gudang, kemudian ada sepertiga dalam perjalanan, baik di laut maupun di darat, kemudian juga ada sepertiga dalam perjalanan yang ada di bidang pengirim.

“Sehingga, kami yakinkan dan pastikan, bahwa sebaran stok pemerintah dalam kondisi aman, dan Insyallah kami akan akan memasuki panen berikutnya nanti, di bulan September, Agustus-September, sehingga kami yakinkan sampai akhir Desember, kami akan tetap mempertahankan stok yang ada,” pungkas Wahyu.(hum/red)

Categories
Daerah Ekonomi

Peternak Blitar Gandeng PT. Berdikari Distribusikan Telur Ayam

Koran Jurnal, Blitar – Menyikapi dampak pandemi Covid 19 dan pemberlakuan PSBB di berbagai wilayah yang berakibat turunnya permintaan telur dari Jakarta dan Jawa barat, para peternak ayam petelur Blitar melalui Koperasi Putera Blitar menggandeng salah satu BUMN dalam penjualan dan distribusinya.

Informasi tersebut disampaikan oleh Sukarman, salah seorang peternak ayam petelur dan juga Ketua Koperasi Putera Blitar, Sabtu (16/05/2020).

“Adanya PSBB menyebabkan harga telur di Blitar sempat di bawah HPP. Hal ini diperparah juga dengan beredarnya telur tetas infertil di pasar tradisional,” jelasnya.

Sukarman bersyukur bahwa salah satu BUMN yakni PT. Berdikari mau ikut membantu peternak memasarkan telur ayam mereka untuk diserap pasar, sehingga dapat mengangkat harga telur di tingkat produsen/peternak.

“Untuk yang pertama, kita kirim sebanyak 5040 Kg. Semoga kerjasama ini lancar dan terus berlanjut,” harapnya.

Lebih lanjut Sukarman menuturkan bahwa sebelumnya harga telur ayam di Blitar ada di kisaran Rp 15.000/Kg, namun PT. Berdikari bersedia membelinya dengan harga Rp 16.500/Kg. Ia menambahkan bahwa, setelah transaksi tersebut, harga telur ayam di Blitar kini mulai naik ke harga Rp 16.000/Kg.

“Ke depan, harapan kami adalah harga telur normal kembali sesuai Permendag, dengan batas bawah Rp 19.000 dan batas atas Rp 21.000,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita, menyambut baik bentuk kerjasama seperti ini, dan bersedia untuk terus mendampingi dan memfasilitasi berbagai macam terobosan yang dapat mempermudah distribusi dan penjualan produk-produk peternakan.

Menurutnya, hal tersebut sudah sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk memastikan produksi dan distribusi pangan tetap terjaga dengan baik. Ia kemudian menyampaikan bahwa Ditjen PKH akan terus fokus untuk memastikan ketersediaan pangan asal hewan dan juga mengamankan jalur distribusinya.

“Apalagi protein hewani seperti telur ayam yang sangat diperlukan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan tubuh,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Daerah Ekonomi

Kalteng Dukung Intensifikasi dan Ekstensifikasi Lahan Rawa untuk Pangan Nasional

*Rilis Kementan, 15 Mei 2020*
Nomor : 487/R- KEMENTAN/05/2020

Koran Jurnal, Kalteng – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan kerja dengan meninjau lokasi Optimasi Lahan Rawa Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Dalam kegiatan yang berlangsung di Blok A Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau tersebut, Mentan SYL juga melaksanakan tanam padi serentak pada hamparan sawah seluas 104 ha dengan varietas Inpari 42, inpari 32 dan Hibrida Supadi.

Ketersediaan pangan untuk rakyat adalah suatu hal yang mutlak harus disiapkan oleh pemerintah. Dalam menjalankan perannya agar dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional dengan baik.

“Kementerian Pertanian (Kementan) didukung oleh pemerintah daerah bertanggung jawab dalam penyediaan bahan pangan untuk masyarakat Indonesia,” ujar Mentan SYL, Jum’at (15/05/2020).

Lahan sawah eksisting seluas 7,4 juta ha telah dimanfaatkan dengan maksimal. Ditengah menurunnya luas lahan pertanian akibat alih fungsi lahan dan disisi lain pertumbuhan penduduk sangat pesat, maka perlu dilakukan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Lahan sebagai upaya menjamin peningkatan penyediaan stok pangan nasional.

Mentan SYL mengatakan, optimasi lahan rawa merupakan jawaban untuk ketersediaan ketahanan pangan Indonesia di masa depan, ditengah pertumbuhan penduduk yang semakin cepat sementara lahan pertanian makin terpinggirkan keberadaaanya.

“Indonesia memiliki potensi lahan rawa seluas 33.4 juta ha, salah satu kegiatan pengelolaan lahan rawa dalam upaya peningkatan produkstivitas serta peningkatan Indeks Pertanaman adalah melalui kegiatan Optimasi Lahan Rawa,” ungkap Mentan SYL.

Kementan mengalokasikan kegiatan Optimasi Lahan salah satunya di Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah seluas 9.500 Ha pada tahun 2019 dan 1.200 Ha pada tahun 2020. Luas Baku Sawah di Kabupaten Pulang Pisau sebesar 27.133 Ha dan sudah diolah sebesar 12.255 Ha pada tahun 2020 ini untuk beragam kegiatan dari Kementan.

“Maka ada potensi sekitar 7.376 Ha lagi untuk dioptimalkan untuk pengembangan produksi pertanian,” tambahnya.

Optimasi Lahan rawa sebagai bentuk intensifikasi lahan akan dilaksanakan kegiatan rehabilitasi infrastruktur irigasi pada saluran tersier, pengolahan lahan siap tanam, serta diberikan bantuan saprodi seperti Benih, Herbisida, Dolomit Pupuk Hayati dan Pupuk NPK untuk percepatan tanam dan bantuan Alsintan.

“Selain itu untuk ekstensifikasi lahan akan ada program cetak sawah baru yang untuk meningkatkan produksi pangan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan indeks pertanaman dan/atau produktivitas pertanian di lahan rawa, dari yang semula melaksanakan pertanaman satu kali dalam setahun menjadi dua kali dalam setahun. Selain itu melalui kegiatan optimasi lahan rawa diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan untuk petani setempat, melalui insentif tenaga kerja pada kegiatan perbaikan infrastuktur lahan dan air.

“Produktivitas pada lahan rawa di Kab Pulang Pisau ini dapat mencapai 5 ton/ha, maka jika kita serius mengoptimalkan potensi lahan maka kita tidak hanya memberikan nilai tambah bagi pertani dan namun turut menjaga ketersediaan pangan nasional,” kata Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menjelaskan, perbaikan sarana dan prasarana merupakan salah satu fokus program optimalisasi lahan rawa. Termasuk, perbaikan infrastruktur saluran air ke sawah serta ekstensifikasi lahan melalui cetak sawah baru.

Tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat banyak kendala dalam peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas lahan rawa seperti kesuburan lahan yang rendah dan kemasaman tanah yang tinggi, serta rezim air yang fluktuatif.

“Optimasi lahan rawa pertanian dilaksanakan dalam rangka perbaikan infrastruktur lahan dan air dengan prioritas pada kegiatan perbaikan tata air mikro, rehabilitasi atau pembangunan pintu-pintu air, serta peningkatan kualitas/kesuburan lahan rawa tersebut,” kata Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menambahkan, dalam pencapaian keberhasilan program perlu dilakukan sinergitas antar semua pihak sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan utama dalam menyediakan stok pangan nasional dapat terwujud.

“Melalui kegiatan Intensifikasi dan ekstensifikasi lahan rawa melalui optimasi lahan dan cetak sawah baru harapannya sawah –sawah rawa bisa ditanami sepanjang tahun sebanyak dua kali bahkan lebih dan luas baku lahan sawah dapat terus bertambah untuk menjaga produksi pangan,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Bisnis TNI

Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Tingkatkan Kemitraaan dan Kerjasama Media Massa

Koran Jurnal, Jakarta – Guna menciptakan ketahanan informasi dan iklim nasional yang positif Dispenad dan CNN Indonesia siap membangun kerja sama dengan media.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus ketika melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meningkatkan kemitraan dan hubungan kerja sama bidang penerangan ke CNN Indonesia, di Studio Trans TV Jalan P. Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (14/05/2020).

Sebelumnya, Kadispenad dengan didampingi para Perwira yang membidangi Subdis Media juga melaksanakan kunjungan yang sama ke MNC Media. Dan kedepan diagendakan akan mengunjungi sejumlah media dan sekaligus untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat Kadispenad yang baru.

Kehadiran Kadispenad beserta rombongan di Studio Trans TV disambut langsung oleh Direktur Utama dan Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, Ibu Titin Rosmasari beserta jajaran Redaksi CNN Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama CNN Indonesia, Titin Rosmasari menyambut baik dan menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Kadispenad beserta rombongan, di Studio Trans TV.

Pada kesempatan tersebut, Kadispenad menyampaikan bahwa tujuan kedatangannya, selain untuk mempererat hubungan silaturahmi yang sudah terjalin dengan baik selama ini, juga untuk kerja sama meningkatkan publikasi kegiatan satuan TNI AD dan dalam peningkatan kualitas SDM personel penerangan TNI AD.

“Sebagai mitra TNI Angkatan Darat, media diharapkan terus menjalin komunikasi dua arah serta dapat membantu dalam mengekspose dan memberitakan program dan kegiatan satuan jajaran TNI AD yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk satuan yang melaksanakan tugas di wilayah perbatasan dan satuan penugasan luar negeri di bawah naungan PBB kepada publik,” ucapnya.

Selain itu, Kadispenad juga membahas kerja sama dalam meningkatkan kualitas SDM prajurit penerangan dalam pembuatan produk jurnalistik dan pelatihan presenter.

Menanggapi hal tersebut, Titin Rosmasari menyambut baik kerja sama dan akses informasi yang diberikan oleh TNI AD dalam mencari informasi dan berita, serta berharap agar kedepan dapat lebih meningkatkan kerja sama dan yang bisa dikerjasamakan dengan TNI AD dalam publikasi maupun dalam pelatihan/magang personel penerangan TNI AD di CNN Indonesia.

“Namun, perlu kita rencanakan dan susun dulu modul pelatihannya, agar terlaksana dengan optimal dan efektif,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut dibahas rencana kerjasama publikasi prajurit TNI AD yang saat ini sedang melaksanakan tugas di wilayah perbatasan untuk dipertemukan dengan keluarganya di homebase, dengan menggunakan aplikasi vicon Dispenad dalam forum silaturahmi lebaran virtual.(Disp/red)

Categories
Ekonomi

Kementan Ajak Pemda Perkuat Pengawasan Produk Hewan di Pasaran Pasca Peredaran Daging Ilegal

Koran Jurnal, Jakarta– Kementerian Pertanian mengajak agar dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan pelaku usaha yang memproduksi, mendistribusikan dan menjual pangan asal hewan.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita saat diminta menanggapi terkait pemberitaan beredarnya daging celeng di Kabupaten Bandung dan juga telur infertil di beberapa daerah, Rabu (13/05/2020),

Ketut menuturkan untuk mengantisipasi potensi penyimpangan peredaran produk hewan yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, Kementan telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor: 0534/SE/TU.020/F5/04/2020 tentang penjaminan penyediaan produk hewan yang aman, sehat, utuh dan halal pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hijriah dan pada masa pandemik Covid-19 pada tanggal 30 April 2020.

“Kita harapkan pengawasan keamanan produk hewan jelang hari raya ini dilakukan dengan memperkuat kerjasama dan koordinasi bersama aparat penegakan hukum,” jelas Ketut.

Menurutnya, Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hijriah tahun ini terasa berbeda, karena dalam waktu yang sama masyarakat dihadapkan dengan bencana global Pandemi Covid-19. Kebutuhan pangan asal hewan di masyarakat  perlu terus dijaga, mengingat masyarakat butuh sumber protein untuk menjaga stamina dan kebutuhan daya tahan tubuh.

“Kami juga berharap masyarakat aktif berperan mengawasi dan melaporkan setiap adanya penyimpangan peredaran pangan asal hewan di lapangan” tambahnya.

Khusus terkait temuan peredaran daging babi yang dipalsukan dan dijual sebagai daging sapi di Kabupaten Bandung, Ketut menyampaikan bahwa proses hukumnya sudah berjalan. Saat ini sudah masuk ke tahap penyidikan Ditreskrim Polresta Bandung.

“Kami mengapresiasi kepolisian secara cepat mengungkap penyimpangan ini. Saya ingatkan pelaku usaha, praktik pemalsuan ini dapat dipidana penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal 10 milyar menurut  UU No. 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan,” tegasnya.

Telur Infertil Dilarang

Terkait adanya peredaran telur infertil, Ketut menegaskan Peraturan Menteri Pertanian No. 32 tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi, secara tegas mengatur bahwa pelaku usaha integrasi, pembibit GPS, pembibit PS, pelaku usaha mandiri dan koperasi, dilarang memperjualbelikan telur tertunas dan infertil sebagai telur konsumsi.

Ketut mengingatkan berhati-hati dalam memilih produk hewan untuk konsumsi keluarga. Jangan mudah tergiur harga murah, dan sebaiknya membeli produk hewan di tempat penjualan (ritel) yang terdaftar, diakui dan tersertifikasi oleh Pemerintah Daerah setempat.(hum/red)