Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul: Tiga Program Strategis Kementan Harus Saling Terkait demi Terwujudnya Kesejahteraan Petani

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan peningkatan kesejahteraan petani melalui tiga program strategis. Ketiga program ini adalah penyediaan layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR), program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) dan pembentukan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostra Tani).

“Ketiganya harus saling terkait demi terwujudnya kesejahteraan petani,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Syahrul menjelaskan, program KUR adalah program strategis yang diperuntukan untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian dari hulu ke hilir melalui akses yang lebih mudah. Program ini diharapkan mampu menopang dan memperkuat potensi pertanian di daerah-daerah.

“Kami memiliki anggaran Rp50 triliun dari total plafon anggaran sebesar Rp190 triliun. Kredit ini juga memiliki bunga murah, yakni hanya 6 persen,” katanya.

Selain itu, Syahrul menerangkan bahwa Kementerian Pertanian juga memiliki program penguat melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Geratieks). Gerakan ini dibuat sebagai ajakan pemerintah kepada seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian agar bekerja dengan cara yang tidak biasa.

“Tentu kita bisa bekerja dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, jejaring dan kerjasama yang kuat. Dengan begitu, akses informasi terkait potensi komoditas ekspor di masing-masing daerah terbuka lebar dan memiliki tujuan ekspor yang bisa diakses melalui aplikasi peta potensi ekspor dan IMACE (Indonesia Maps of Agriculture Commodities Export,” katanya.

Berikutnya, kata Syahrul, Kementan sudah membentuk kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostra Tani). Komando ini nantinya akan memperkuat fungsi penyuluh sebagai ujung tombak pemantauan kondisi lapangan di tiap kecamatan.

“Semua kita kendalikan dengan artificial intelligence seperti pengendali AWR (Agricultural War Room). Kendali ini kami persiapkan juga untuk pengatur lalu lintas data pertanian yang bisa berubah-ubah setiap hati,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberi catatan khusus pada sektor pertanian. Dia meminta agar Kementan fokus terhadap upaya peningkatan pertanian on farm dan off farm, terutama pascaproduksi.

Pertanian on farm merupakan proses yang berhubungan langsung dengan budidaya pertanian, seperti menyemai bibit, mengawinkan hewan ternak, memupuk, memberi pakan ternak, mengendalikan hama dan penyakit, panen dan lainnya. Sementara, off farm yaitu proses komersialisasi hasil-hasil budidaya pertanian, seperti pedagang, pengepul dan lain-lain.

“Petani dan nelayan perlu keluar dari aktivitas on farm menuju ke off farm dengan memberikan nilai tambah aktivitas usaha tani dan perikanannya melalui pengolahan produk pertanian dan perikanan, maupun pengembangan usaha berbasis pertanian dan perikanan,” tukasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Tiga UPT Ditjen PKH Kementan Raih Penghargaan Zona Integritas WBK

Koran Jurnal, Jakarta – Tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian di bawah Direktorat Jenderal Peternakan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) yakni Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang dan Balai Besar Perbibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTHPT Baturraden) mendapatkan penghargaan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, pembangunan Zona Integritas merupakan miniatur dari implementasi reformasi birokrasi yang ditujukan untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien, bersih dan akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang baik.

“Kita semua di Ditjen PKH akan terus memperkuat komitmen, profesionalitas, integritas, dan bebas dari korupsi” kata Nasrullah saat menghadiri Apresiasi Penganugerahan Zona Integritas di Hotel Bidakara, Senin (10/12/2019).

Lanjut Nasrullah menyampaikan percepatan pembangunan Zona Integritas juga dilakukan terhadap unit kerja yang sudah mendapatkan predikat WBK/WBBM (Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani) untuk dijadikan role model bagi UPT lain sehingga harapannya ke depan akan semakin banyak unit kerja berpredikat WBK/WBBM yang mampu menumbuhkembangkan budaya kerja birokrasi yang bermuara pada terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan akuntabel.

Kegiatan ini terselenggara oleh Kemenpan RB bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi. Acara dibuka oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, Bapak Ma’ruf Amin dan penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo.

Kemenpan RB memberikan penghargaan kepada 506 unit kerja dari 63 instansi Pemerintah yang berhasil membangun Zona Integritas, diantaranya 5 unit kerja Kementerian Pertanian (Kementan) mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Dalam sambutannya, Wapres RI berharap pembangunan Zona Integritas akan dapat mewujudkan usaha instansi pemerintah yang bersih, akuntabel dan serta melayani. Menurutnya, penghargaan ini merupakan salah satu bukti perbaikan layanan yang diberikan kepada masyarakat. “Mari kita tingkatkan layanan kepada masyarakat, bebas korupsi,” ajaknya.

Sementara itu, Tjahjo Kumolo menyampaikan bahwa Zona Integritas WBK/WBBM menjadi barometer capaian reformasi birokrasi yang kongkrit, sistematis, berkelanjutan, dan terukur dan lanjutnya predikat ini menjadi cerminan dari integritas dan pelayanan instansi penerima penghargaan. Zona Integritas lanjutnya merupakan miniatur pembangunan reformasi birokrasi.

Zona Integritas sebagai Simbol Komitmen Pelaksanaan RB

Nasrullah menjelaskan Zona Integritas dibangun sebagai simbol komitmen pelaksanaan reformasi biroraksi dengan 6 tahapan dalam pembangunan Zona Integritas yang meliputi manajemen perubahan, penguatan tatalaksana, penguatan manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Tahapan ini kemudian dilakukan penilaian oleh Tim Internal yakni Inspektorat Jenderal Kementan lalu dilakukan evaluasi oleh Tim Penilai Nasional hingga akhirnya penetapan predikat unit kerja pelayanan WBK/WBBM.
“Pencapaian predikat WBK/WBBM harus ditingkatkan dimulai dari diri kita sendiri, kalau bukan dari kita, siapa lagi, kalau bukan dari sekarang, kapan lagi dan penghargaan ini harus mampu berkelanjutan sebagaimana program reformasi birokrasi yang telah di tetapkan Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional 2010-2025” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Lepas Ekspor Ayam Olahan dan Pakan Ternak Senilai 506 Miliar ke Republik Demokratik Timor Leste

Koran Jurnal, Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus melipatgandakan ekspor produk pertanian termasuk peternakan hingga meningkat tiga kali lipat. Langkah nyata yang ditempuh yakni dengan menggenjot kegiatan ekspor produk peternakan berupa daging ayam olahan dan pakan ternak dengan tujuan ke Negara Republik Demokratik Timor Leste senilai Rp 506,2 miliar di Unit PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Sidoarjo, Minggu (08/12/2019).

Pelepasan ekspor ini langsung dilakukan Mentan SYL bersama Komisaris Utama PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Ito Sumardi dan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah. Hadir Hadir Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmok dan jajaran Eselon I Kementan.

Menurut SYL bahwa Kementerian Pertanian berupaya optimal untuk meningkatkan ekspor berbagai komoditi pertanian termasuk produk peternakan dalam meningkatkan pendapatandan kesejahterakan peternak. Ekspor juga sekaligus guna meningkatkan perekonomian negara melalui capaian devisa.

“Ekspor hari ini membuktikan bahwa kemampuan perunggasan kita yang dilakukan PT Japfa telah berkontribusi langsung kepada kepentingan nasional dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan daging unggas, telur dan berbagai produk turunannya, baik nugget, bakso, dan lainnya. Kita yakin bahwa kita tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan Nasional, tetapi ke depan kita sudah mampu berkata bahwa kita adalah pesaing dunia,” demikian ujar SYL dalam acara pelepasan tersebut.

SYL menegaskan Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen mendongkrak volume ekspor sebanyak tiga kali lipat dalam 5 tahun kedepan. Untuk itu, ia mendorong perusahaan-perusahaan besar agar tidak hanya berpikir bagaimana mewujudkan ketahanan pangan nasional, tetapi juga menciptakan produk-produk ekspor yang mampu berkompetisi atau bersaing dengan negara-negara lain dalam memperebutkan pasar dunia.

“Hari ini sudah kita buktikan, kurang lebih Rp 500 miliar PT Japfa telah berkontribusi untuk melakukan ekspor. Dan ini tentu saja harus kita dorong bersama Pak Bupati Sidoarjo, pihak lain dan Bupati lainnya agar terus menjaganya,” tegasnya.

“Dan ini kita harus apresiasi daerah-daerah yang terus mau melihat daerahnya, tidak hanya masalah nasional tapi mampu bahkan berprestasi untuk menghadirkan ekonomi dari hasil-hasil ekspor kita,” imbuh SYL.

Lebih lanjut, menteri asal Sulawesi Selatan ini mengaku optimis mewujudkan peningkatan volume ekspor pangan. Pasalnya, Indonesia memiliki berbagai potensi dan komoditi pertanian yang memiliki kemampuan untuk diolah menjadi produk ekspor yang berdaya saing. Karena itu, Kementan di bawah kepemimpinannya mempersiapkan pangan yang tidak hanya menjadi kebutuhan nasional, tapi juga untuk kebutuhan dunia.

“Disaat kondisi ekonomi melemah di dunia pun orang juga butuh makan kan? Perutnya masih harus diisi dengan coklat, dengan daging, dan lainnya. Kalau kita persiapkan ini dengan baik tentu kita berharap kemampuan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional bisa kita lakukan,” bebernya.

“Di bidang peternakan itu kurang lebih ekspor kita sudah berbicara sekitar Rp 9 sampai 10 triliun. Kalau begitu 5 tahun kedepan dia harus tiga kali lipat dari apa yang ada sekarang. Dan ini harus dicapai lebih cepat lebih bagus,” sambungnya.

Dorong Pelaku Usaha Percepat Ekspor

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita menyebutkan volume ekspor peternakan pada 2018 sebesar USD 640,17 juta setara Rp. 9,05 trilyun atau meningkat 2,42% dibanding tahun 2017 yang sebesar USD 625,14 juta setara Rp. 8,83 trilyun. Melansir data Statistik Peternakan tahun 2018, populasi ayam ras pedaging (broiler) mencapai 3,14 milyar ekor, ayam ras petelur (layer) mencapai 261,93 juta ekor dan ayam bukan ras (buras) mencapai 300,98 juta ekor.

“Karena itu, kegiatan ekspor seperti ini harus terus didorong sehingga lonjakan ekspor harus tiga kali lipat dari kondisi ekspor saat ini,” ujar Ketut.

Ketut menuturkan Kementan terus mendorong pelaku usaha perunggasan untuk melakukan industrialisasi perunggasan nasional. Tujuannya adalah agar mampu melakukan ekspor dan bersaing di perdagangan global.

“Momen pelepasan ekspor komoditas peternakan ini dapat memotivasi pelaku usaha lain dalam berupaya melakukan percepatan ekspor komoditas peternakan lainnya melalui peningkatan kualitas produksi dan promosi ke negara lain,” tuturnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Ito Sumardi menjelaskan nilai nominal ekspor hari ini adalah merupakan bagian dari ekspor selama tahun 2019 sebesar Rp 506,200 miliar. PT. Japfa senantiasa berkomitmen mendukung upaya pemerintah memenuhi kebutuhan protein hewani di dalam negeri maupun meningkatkan ekspor sesuai dengan harapan Presiden Jokowi. Selain itu, juga memberdayakan peran serta masyarakat baik dalam bentuk kemitraan maupun bekerja sama dalam bentuk usaha mandiri.

“Kegiatan ekspor hari ini merupakan wujud komitmen untuk meningkatkan ekspor. Meskipun dihadapkan berbagai kendalai teknis, kamis selalu konsisten mematuhi segala ketentuan dan kebijakan pemerintah di bidang pertanian maupun perdagangan,” katanya.

Terkait kebijakan pemerintah saat ini, Ito menegaskan pihaknya siap berkontribusi secara optimal di dalam pelaksanaanya guna meningkatkan ekspor pangan Indonesia yang mampu berdaya saing dengan negara-negara lain. Namun demikian unsur utama dalam keberhasilan ekspor yakni harga yang kompetitif, kebutuhan lasar luar negeri yang memadai, kualitas dan ketersediaan produk, tentu sangat tergantung dari ketersediaan bahan baku utama dan kebijakan pemerintah.

“Kondisi memburuknya harga ayam hidup antara lain disebabkan oleh over supply akan dapat dikonversikan sebagai produk ekspor dengan difasilitasi oleh kementerian terkait,” sebutnya.

“Kami yakin dan percaya, melalui Kabinet Indonesia Maju saat ini akan memperhatikan faktor-faktor yang menjadi kendala kurang optimalnya ekspor pangan saat ini dan memberikan solusi yang komprehensif sehingga harapan Bapak Presiden Jokowi untuk meningkatkan ekspor secara signifikan terwujud,” tambah Ito.(hum/amp)

Categories
Ekonomi Ragam

Tema “Pawai Hias 1000 Komunitas 1000 Kreativitas” Angkat Nyawa Spekta Merah Semangat Gotong Royong

Koran Jurnal, Karawang – Ratusan pawai kendaraan hias dari berbagai komunitas mengikuti acara puncak kegiatan kreativitas yang diselenggarakan Spekta Merah, di Lapangan Galuh Mas, Karawang, Minggu (08/12/2019).

Dari pantauan pewarta di lokasi acara, tampak kendaraan hias dari berbagai macam bentuk memadati area lapangan.

Brand Manager Spekta Merah, Fabio Junot Ardelto mengatakan, acara puncak kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang melibatkan komunitas dari berbagai daerah sejak Juni 2019.

“Kegiatan Spekta Merah dengan mengusung tema “Pawai Hias 1000 Komunitas 1000 Kreativitas” ini dilaksanakan secara serentak di 7 titik kota di Indonesia, yaitu: Banda Aceh, Lhokseumawe, Kabupaten Karawang, Kabupaten Lebak – Serang, Kota Binjai – Medan, Kisaran – Pematang Siantar serta Kota Sibolga – Padang Sidempuan,” kata Fabio.

Adapun alasan mengapa Spekta Merah memilih tema untuk kegiatan pawai hias itu, ungkap Fabio, karena tema tersebut mengangkat nyawanya Spekta Merah dengan nyawanya Indonesia yakni sifat gotong royong dan solidaritas.

“Nah mengapa kita bikin pawai hias, karena dalam pembuatan kendaraan hias itu membutuhkan kerja sama, gotong royong dan loyalitas dengan sesama komunitasnya sehingga bisa kita ambil intisarinya untuk kita sinkronkan dengan versinya dari Spekta Merah,” jelasnya.

“Dari tema yang diambil, selain gotong royong dari cara membuatnya, temanya harus sesuai dengan komunitas dan daerah masing-masing,” terang Fabio.

Ia juga mengungkapkan berbagai upaya dan cara untuk mengumpulkan para komunitas ini, agar bisa memecahkan rekor MURI sebagai Pawai Hias dengan Komunitas Terbanyak se-Indonesia.

“Dari tiap area ada PIC (perwakilan atau koordinator cabang) masing-masing buat komunitas, kemudian PIC mencari komunitas yang sudah lama berkecimpung bersama Spekta Merah, disamping itu mereka juga membantu mencari komunitas dibawah mereka,” bebernya.

“Jadi kita seperti bola salju, dari beberapa komunitas akhirnya menjadi banyak (komunitas),” pungkasnya.(red)

Categories
Ekonomi

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto Gencarkan Gerakan Belanja Produk Dalam Negeri

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Perdagangan RI (Mendag), Agus Suparmanto mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan pegawai Kemendag berbelanja produk-produk buatan Indonesia.

Ajakan ini disampaikan Mendag dalam acara “Gerakan Belanja Produk Dalam Negeri” yang berlangsung di Thamrin City, Jakarta, Sabtu (07/12/2019).

Menurut Agus, konsumsi masyarakat terhadap produk dalam negeri dapat memberikan efek domino bagi penguatan pasar dalam negeri, meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat, dan menjamin pendapatan pekerja lokal.

“Untuk itu, saya mengajak Seluruh masyarakat Indonesia berbelanja produk-produk dalam negeri,” ujar Agus saat membuka acara tersebut.

Kemendag terus menggencarkan ‘Gerakan Belanja Produk Dalam Negeri’ baik secara luring maupun daring. Kali ini acara tersebut digelar Kemendag bekerja sama dengan PT Jakarta Realty selaku pengelola Thamrin City.

Thamrin City merupakan pusat belanja yang konsisten dan menjual produk-produk UMKM nusantara. Pusat perbelanjaan yang berada kawasan Tanah Abang ini juga dikenal sebagai salah satu destinasi pusat perbelanjaan produk UMKM dari segala penjuru Indonesia.

Ada sekitar 1000 pedagang berjualan di sana. Produk- produk dagangannya seperti batik, tenun, fesyen, busana muslim, dan lain sebagainya.

Agus juga menyampaikan, produk Indonesia mampu bersaing dengan produk luar. Menurutnya, produk buatan Indonesia memiliki karakteristik tersendiri. Selain memiliki kualitas yang baik, produk Indonesia itu unik dan harganya terjangkau.

“Tingginya minat berbelanja produk lokal juga dapat meningkatkan citra dan daya saing produk Indonesia di pasar dalam negeri di tengah keterbukaan pasar global,” tegas Agus.

Selain itu, tambah Agus, produk-produk dalam negeri, khususnya UMKM kini semakin keren dan menawarkan berbagai keunggulan. Beberapa keunggulan tersebut, antara lain memiliki material berkualitas dan pengerjaan yang baik, desain yang unik dan beragam, serta harga yang cenderung lebih terjangkau.

“Produk UMKM juga memiliki konsep kearifan lokal dari masing-masing daerah di Indonesia,” kata Agus.

Turut hadir dalam acara ini Komisaris Utama PT Jakarta Realty Ongky Sukasah, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey, Ketua Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah, serta Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) A. Stefanus Ridwan.(red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Yasin Limpo Ingin Vaksin Unggas Kita Mendunia

Koran Jurnal, Bogor – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyatakan keinginannya untuk mengembangkan inovasi dan teknologi vaksin unggas yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Saya berharap nantinya kita dapat mengintervensi dunia, tidak hanya memanfaatkan vaksin dari luar, tetapi juga mampu menciptakan vaksin kesehatan hewan sendiri bahkan dapat dimanfaatkan oleh negara lain, untuk meningkatkan kesehatan unggas, sehingga populasi dan produksinya akan lebih baik,“ ujar Syahrul dalam acara Launching Inovasi dan Teknologi Kesehatan Unggas Veteriner, di Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), Balitbang, Kementerian Pertanian, Bogor (05/12/2019).

Mentan Syahrul menyebutkan bahwa program Kementerian Pertanian dalam bidang peternakan salah satunya adalah mengembangkan dan meningkatkan populasi ayam kampung, terutama jenis petelur melalui pemberdayaan masyarakat.

“ Tentunya kita berharap populasi ternak semakin berkembang, namun akselerasi dan perkembangan yang cepat juga rentan terhadap berbagai hama, virus dan penyakit, untuk itu kita harus dapat memgantisipasinya secara tepat,“ ucap Syahrul.

Lebih lanjut Mentan Syahrul menyebutkan bahwa melalui inovasi dan teknologi yang dihasilkan BB Litvet kita dapat mengantisipasi segala masalah dan tantangan terkait kesehatan hewan mengingat ancaman virus global saat ini semakin banyak.

“ Kita perlu melakukan penelitian dan riset yang baik terhadap segala permasalahan kesehatan hewan, para ahli peneliti dan dokter hewan kita cukup hebat dan tidak kalah saing dengan negara lain, “ ujar Syahrul

Dalam peluncuran inovasi teknologi untuk kesehatan unggas, BB Litvet berhasil meluncurkan beberapa vaksin, antara lain: vaksin unggas, yaitu vaksin avian influenza bivalen, vaksin avian influenza kombinasi HPAI dan LPAI, dan vaksin ND GTT 11, serta teknologi diagnosa kit ELISA DIVA yang digunakan untuk membedakan hasil vaksinasi dan infeksi avian influenza.

“ Nantinya vaksin kita juga terbuka untuk para pengusaha dan investor yang ingin berinvestasi, kalau perlu kita akan melakukan diplomasi perdagangan dengan negara lain terhadap vaksin yang kita miliki,“ tegas Syahrul.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Menteri BUMN Pecat Ari Askhara, Awak Kabin Garuda Indonesia: Kami Bersyukur

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Zaenal Muttaqin mendukung langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dengan melakukan pemecatan terhadap Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara.

Menurut Zaenal, selama menjabat Dirut, Ari telah mengeluarkan banyak kebijakan yang merugikan karyawan dan penumpang.

“Maka kami sangat bersyukur bahwa Pak Erick sudah memecatnya,” ujarnya dalam konferensi pers di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jum’at (06/12/2019).

Kata Zaenal, banyak kebijakan aneh Ari Askhara yang merugikan para awak kabin. Misal, ungkap Zaenal, menghentikan iuran anggota, mempersulit terjadinya Perjanjian Kerja Bersama (PKB), menggrounded alias melarang terbang para pengurus serikat pekerja, memecat tanpa dasar yang jelas beberapa awak kabin, hingga membentuk serikat pekerja tandingan yang membela kepentingannya.

“Cukup banyak kebijakan aneh Ari Askhara selama menjabat Dirut Garuda Indonesia yang benar-benar merugikan awak kabin. Maka dari itu, kami sangat bersyukur Pak Erick memecatnya,” tukas Zaenal.

Ia meminta pemerintah yakni Kementerian BUMN mengusut tuntas keterlibatan jajaran direksi lain yang merugikan maskapai seperti Ari Askhara.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir telah memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara terkait dugaan penyelundupan komponen sepeda motor Harley Davidson melalui pesawat baru Garuda, Airbus 330-900 Neo.

“Saya, Menteri BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia, tapi karena perusahaan publik akan ada prosesnya lagi,” ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis kemarin (05/12).

Kemudian Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemberhentian itu dilakukan lantaran proses penyelundupan diduga dilakukan secara menyeluruh oleh Garuda Indonesia. Karena itu, lanjut kata Menteri BUMN Erick Thohir, selain memberhentikan Ari Askhara, Ia juga bakal mengusut tuntas kasus tersebut, hingga mencari akar permasalahannya, dan akan membawanya ke ranah hukum pidana.(tmp/red)

Categories
Bisnis Ekonomi Polhukam

Menteri BUMN Erick Thohir Berhentikan Dirut Garuda Indonesia terkait Dugaan Penyelundupan Komponen Motor Besar

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara karena menyelundupkan komponen Harley-Davidson. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan Komite Audit.

“Saya sebagai Menteri BUMN akan memberhentikan Dirut Garuda,” ujar Erick di Jakarta, Kamis (05/12/2019).

Berdasarkan audit komite, Erick mengungkapkan pembelian komponen Harley-Davidson merupakan pesanan Ari melalui pegawainya. Ari memerintah untuk mencarikan sepeda motor Harley-Davidson sejak 2018 lalu.

Transaksi pembelian dilakukan pada April 2019 melalui rekening pribadi bagian keuangan Garuda di Amsterdam. Hingga akhirnya motor dibawa ke Indonesia atas nama salah satu pegawainya yang berinisial SAS pada penerbangan Garuda Indonesia menggunakan pesawat Airbus A330-900 pada 17 November 2019 lalu.

Selanjutnya, proses pemberhentian Ari akan mengikuti prosedur perusahaan terbuka.

“Tidak tahu secepat apa (prosesnya), tapi langsung menunjuk pelaksana tugas (Plt). Saya harapkan individu yang terlibat mengundurkan diri daripada pencopotan tidak hormat karena itu hukum yang tidak enak dalam bermasyarakat,” ujar Erick.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan telah melakukan pemeriksaan atas impor komponen motor Harley Davidson bekas dan dua buah Sepeda Brompton yang diduga dilakukan secara ilegal. Komponen motor dan sepeda tersebut dibawa masuk ke Indonesia melalui pesawat Airbus A330-900.

Pesawat tersebut baru dan merupakan pesanan dari Garuda Indonesia. Kasubdit Humas Bea Cukai Deni Surjantoro mengatakan pesawat tersebut mendarat di Garuda Maintenance Facilities (GMF) pada 17 November lalu.

Usai mendarat, pihaknya melakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan tersebut, pihaknya menemukan 18 kotak bawaan penumpang.

Dari 18 kotak tersebut, 15 di antaranya berisi suku cadang motor Harley Davidson bekas dalam kondisi terurai. Sementara itu, tiga kotak lainnya berisi sepeda Brompton.

Berdasarkan data manifest, jumlah penumpang pesawat saat mendarat sebanyak 32 orang. Penumpang tersebut terdiri dari 10 orang kru pesawat dan 21 penumpang.(cnni/red)

Categories
Bisnis Ekonomi

Bertemu Delegasi Bisnis AS, Presiden Jokowi: Ekonomi Indonesia Akan Berlari Cepat

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dan negara ASEAN lainnya akan berlari cepat. Hal itu dikarenakan realisasi ekonomi Indonesia selama lima tahun belakangan berhasil di level 5 persen.

Hal itu diungkapkannya saat menerima delegasi Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN (US-ASEAN Business Council) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (05/12/2019).

“Ini adalah kesempatan emas untuk kita bertukar pandangan secara terbuka tentang kerja sama antara Indonesia dan AS,” kata Presiden Jokowi.

Kepala Negara mengatakan, ekonomi Indonesia yang berada di level 5 persen masih lebih tinggi daripada rata-rata ekonomi negara maju di dunia.

“Pada tahun 2018 tingkat pertumbuhan ekonomi ASEAN adalah 5,1 persen jauh lebih tinggi daripada rata-rata global. Perekonomian Indonesia dalam 5 tahun terakhir telah tumbuh lebih dari 5 persen. Indonesia dan ASEAN akan berlari lebih cepat untuk mendapatkan pertumbuhan dan pemerataan,” jelasnya.

Dengan potensi tersebut, Mantan Wali Kota Solo ini mengaku Indonesia sangat terbuka kepada AS dalam menjalin kerja sama yang paling menguntungkan.

Apalagi hubungan Indonesia dengan AS, kata Presiden Jokowi sudah berjalan dengan baik. Di mana, investasi negeri Paman Sam di tanah air sudah mencapai US$ 1,2 miliar dan volume perdagangan kedua negara sepakat ditingkatkan menjadi US$ 60 miliar.

“Saya berharap delegasi bisnis AS dapat mengoptimalkan untuk mempromosikan peluang kerja sama terutama di bidang infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

“Kami terbuka untuk kerja sama dengan negara manapun untuk kepentingan yang saling menguntungkan dalam situasi saat ini,” sambungnya.(red)

Categories
Ekonomi Kesehatan

Kementan Latih Petugas Lapang di NTT Guna Mencegah Ancaman ASF dari Timor Leste

Koran Jurnal, Kupang – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya melakukan penguatan sistem pelayanan kesehatan hewan nasional di Indonesia. Salah satu fokus penguatan saat ini adalah terkait upaya pencegahan, deteksi, dan pengendalian penyakit African Swine Fever (ASF) yang merupakan ancaman potensial bagi populasi babi di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini penting karena ASF sudah mewabah di Timor Leste.

Antisipasi terhadap kejadian tersebut, Ditjen PKH melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) kepada 50 orang petugas lapang yang berasal dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan Provinsi NTT dan kabupaten/kota yang ada di Pulau Timor. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 4 Desember 2019 di Hotel On the Rock Kupang.

Menurut Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, penyebaran penyakit ASF ini sangat cepat dan telah mendekati perbatasan wilayah Negara Republik Indonesia di NTT, sehingga potensi ancaman masuknya penyakit ini semakin besar. “Kondisi ini memerlukan kewaspadaan dini dan harus segera diwujudkan dalam bentuk tindakan teknis,” ungkap Ketut.

Oleh karenanya, sesuai amanat Undang-Undang No.18 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2014, tindakan teknis yang harus dilakukan adalah deteksi cepat, pelaporan cepat dan pengamanan cepat. “Sangat penting untuk diidentifikasi potensi lokasi timbulnya penyakit dan sebaran populasi babi,” ungkap Ketut.

Untuk berhasilnya deteksi, pelaporan dan penanganan cepat, lanjut Ketut, diperlukan adanya pemahaman peternak terkait gejala klinis penyakit ASF. Setiap ada perubahan pada babi yang dipelihara, seperti penurunan nafsu makan dan peningkatan kasus kematian, peternak diharapkan segera melaporkan kejadiannya kepada petugas lapang dinas. “Pemahaman petugas terkait ASFmenjadi kunci utama penanganan yang cepat dan efektif, sehingga kasus dapat ditangani dan meminimalisir kerugian,” tambahnya.

Ketut juga menjelaskan bahwa ASF ini merupakan penyakit yang belum ditemukan vaksin dan obatnya yang efektif, untuk itu tindakan teknis dalam pencegahan, pengendalian dan pemberantasan difokuskan pada surveilans, biosekuriti dan dilanjutkan dengan tindakan depopulasi, disposal dan dekontaminasi.

Melalui bimtek ini, harapnya, menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan petugas tentang penyakit ASF, serta memberikan kesempatan petugas untuk dapat melakukan praktek langsung di lapangan. “Kompetensi-kompetensi yang dimiliki petugas tersebut sangat penting untuk mengantisipasi ancaman masuk, terjadinya, dan potensi menyebarnya penyakit,” tutup Ketut.(hum/red)