Categories
Ekonomi Polhukam

DPR RI Dorong Pemerintah Sisir Ulang Komponen Haji Agar Tekan Biaya

Koran Jurnal, Jakarta – Komisi VIII DPR RI berhasil menekan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Namun, meskipun telah ditetapkan, DPR RI tetap mendorong pemerintah untuk menyisir ulang komponen haji demi efisiensi biaya.

Adapun biaya rata-rata per jemaah Rp 56.046.172 atau sebesar 60 persen yang meliputi biaya penerbangan, akomodasi di Mekkah, sebagian akomodasi Madinah, biaya hidup (living cost) dan biaya visa.

Anggota Panja BPIH 2024 DPR RI Wisnu Wijaya menegaskan bahwa biaya haji masih perlu banyak efisiensi. Sebab, dia melihat masih banyak komponen biaya yang bisa ditekan, dari mulai tiket pesawat hingga gathering.

“Kita masih perlu banyak efisiensi. Efisiensi dalam apa? Dalam ticketing pesawat, gathering, masyair, masa tunggu. Jadi dari komponen itu masih banyak yang diefisienkan. Jadi tidak perlu bicara inflasi,” kata Wisnu saat dihubungi, Senin (11/12/2023).

Dia mengungkap salah satu kerugian yang ditanggung jemaah adalah tiket pesawat. Tiket pesawat yang kosong terkadang dibebankan kepada jemaah.

“Ini penyelenggara menanggung empat kali trip. Ketika dua kali pesawat kosong, itu ditanggung oleh jemaah. Dan ini sebenarnya kurang sesuai dengan kaidah prinsip syariah. Jangan ketika pesawat kosong dibebankan juga ke jemaah,” katanya.

Dia pun mendorong agar pemerintah membuka secara transparan tender maskapai penerbangan ini. Dia berharap pemerintah memiliki niat untuk memberikan manfaat kepada para jemaah haji.

“Saya minta dibuka semua tender seluas-luasnya. Dan dibuka maskapai yang sanggup membawa jemaah haji kita,” ungkapnya.

“Niat bagaimana kita memberikan manfaat kepada para jemaah,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu penyelenggara haji dan umrah, A. Sadat Kadar Usman. Ia mengatakan semestinya biaya haji untuk jemaah dibuat menjadi lebih ringan. Meskipun dia menyadari bahwa memang ada kenaikan dari pihak pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

“Kalau kita lihat dari segi haji pemerintah, sebaiknya ya memang dipermudah dan diperingan untuk masyarakat Indonesia. Walaupun ada kenaikan dari pemerintah Saudi, harus dikaji lagi. Jadi tidak serta merta menaikkan biaya haji,” kata Usman saat dihubungi, Jumat (8/12/2023).

Meskipun begitu, dia mengatakan ideal biaya haji berada di bawah Rp 50 juta. Sebab, dia melihat masih banyak jemaah yang kemampuan membayarnya di angka tersebut.

“Idealnya itu seharusnya di bawah Rp 50 juta ya. Ya rangenya di antaranya di antara Rp 35-Rp 50 juta. Karena saya berpikir banyak antara Rp 26-Rp 30 juta itu masih banyak yang mampu,” katanya.

Sedangkan terkait persiapan haji, dia juga mengapresiasi pemerintah. Sebab pelayanan haji saat ini sudah cukup baik. Hanya saja, dia melihat kendala itu memang berasal dari pihak vendor di Arab Saudi.

“Dari segi pemerintah ya sudah bagus untuk menyiapkan itu. Kendalanya itu dari Saudi-nya sendiri. Saya lihat dari tahun ke tahun lebih baik,” ungkapnya.

“Lebih diperhatikan lagi dari segi bus, tendanya,” sambungnya.

Sementara itu, pemerhati haji, Fadhli Arsil menilai penekanan biaya haji ini memang perlu dilakukan. Sebab, saat ini kondisi perekonomian masyarakat memang sedang tidak baik. Hal inilah yang perlu dipikirkan.

“Dalam kondisi saat ini, perekonomian, daya beli lebih turun dari sebelumnya. Saya pikir harus memperhatikan ini. Agar pemerintah selaku penyelenggara haji bisa memikirkan ini agar semua jemaah bisa berangkat,” katanya.

Dia mengungkap data soal jemaah yang tidak bisa melunasi ongkos haji. Akibatnya, para jemaah ini tidak bisa melanjutkan untuk bisa berangkat haji.

“Saya melihat ada data dari penyelenggara haji itu ada sekitar 15% yang tidak bisa melunasi ONH, sehingga mereka tidak bisa berangkat haji,” ungkapnya.

Lantas terkait upaya DPR menekan biaya haji, ia juga mengapresiasi. Namun, dia berharap DPR bisa maksimal lagi dalam menimbang biaya haji dengan memperhatikan kondisi perekonomian masyarakat.

“Harusnya sih bisa lebih maksimal lagi. Ini melihat kondisi hari ini, DPR itu bukan soal kebutuhan saja. Tapi juga menimbang kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Atau bisa disubtitusi untuk memfasilitasi jemaah haji ini,” pungkasnya.(*)

Categories
Ekonomi Polhukam

DPR RI Tekan Biaya Jemaah Haji 2024, Penyelenggara Haji Beri Apresiasi

Koran Jurnal, Jakarta – DPR RI telah ikut membantu proses penekanan biaya haji untuk jemaah di tahun 2024. Upaya DPR ini mendapat apresiasi dari penyelenggara haji.

Sebagaimana diketahui, Komisi VIII DPR RI secara resmi berhasil menekan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) atau biaya yang dibayar langsung oleh jemaah haji. Dengan rata-rata per jemaah sebesar Rp 56.046.172, atau sebesar 60 persen yang meliputi biaya penerbangan, akomodasi di Mekkah, sebagian akomodasi Madinah, biaya hidup (living cost) dan biaya visa.

Adapun, saran rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1445 H atau 2024, per jemaah untuk jemaah haji reguler sebesar Rp 93.410.286,07 antara lain yaitu biaya yang bersumber dari Nilai Manfaat keuangan haji rata-rata per jemaah sebesar Rp37.364.114.

Hal itu menjadi salah satu poin penting dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas saat menyepakati asumsi dasar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1445 H/2024 di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (27/11/2023).

Upaya penekanan biaya haji ini diapresiasi oleh salah satu penyelenggara haji dan umrah, A. Sadat Kadar Usman. Usman mengatakan bahwa memang semestinya biaya haji untuk jemaah itu dibuat menjadi lebih ringan. Meskipun dia menyadari bahwa memang ada kenaikan dari pihak pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

“Kalau kita lihat dari segi haji pemerintah, sebaiknya ya memang dipermudah dan diperingan untuk masyarakat Indonesia. Walaupun ada kenaikan dari pemerintah Saudi, harus dikaji lagi. Jadi tidak serta-merta menaikkan biaya haji,” kata Usman saat dihubungi, baru-baru ini.

Meskipun begitu, dia mengatakan ideal biaya haji berada di bawah Rp juta. Sebab, dia melihat masih banyak jemaah yang kemampuan membayarnya di angka tersebut.

“Idealnya itu seharusnya di bawah Rp 50 juta ya. Ya range-nya di antaranya di antara Rp 35-Rp 50 juta. Karena saya berpikir banyak antara Rp 26-Rp 30 juta itu masih banyak yang mampu,” katanya.

Sedangkan terkait persiapan haji, dia juga mengapresiasi pemerintah. Sebab pelayanan haji saat ini sudah cukup baik. Hanya saja, dia melihat kendala itu memang berasal dari pihak vendor di Arab Saudi.

“Dari segi pemerintah ya sudah bagus untuk menyiapkan itu. Kendalanya itu dari Saudi-nya sendiri. Saya lihat dari tahun ke tahun lebih baik,” ungkapnya.

“Lebih diperhatikan lagi dari segi bus, tendanya,” sambungnya.

Dia mengatakan sejak awal mestinya biaya haji dihitung ulang. Hal ini mengingat ada beberapa variabel biaya haji yang masih bisa ditekan lagi. Namun, dia mengapresiasi kinerja DPR dalam menekan biaya ini.

“Dari awal saya bilang harusnya dihitung ulang. Supaya ada variabel-variabel yang bisa ditekan lagi. Dikhawatirkan ada kepentingan-kepentingan juga. Sebenarnya dari DPR sendiri sudah melihat dan berusaha menekan sampai keluar angka yang ada sekarang,” jelasnya.

Senada, apresiasi juga disampaikan oleh Solahudin (65) yang merupakan calon jamaah haji 2024. Dia merupakan jemaah haji yang sudah mendaftar sejak Desember 2012. Saat itu, dia menyetor uang sebesar Rp 25,5 juta.

“Awalnya Rp 105 juta dari Kemenag sebelum di DPR. Tapi setelah di DPR turun menjadi Rp 94 juta. Terus akhirnya jadi Rp 56 juta,” kata Solahudin.

Dia menilai biaya haji ini memang masih besar nilainya. Namun, menurutnya, hal ini kembali kepada jemaah itu sendiri.

“Kalau dari nilainya memang cukup besar. Tapi semua itu kembali kepada jemaah. Apalagi kan sifat hukumnya haji itu nggak wajib mutlak,” katanya.

Dia pun berharap pelayanan haji tahun depan menjadi lebih baik. Dia ingin jemaah haji diperhatikan dengan sangat baik.

“Sekarang ini kan beda dengan tahun ’80-an. Kalau dulu kan pendaftaran sekali setahun. Nah sekarang ini pendaftarannya dibuka terus. Harapan dari saya pribadi, karena pertama menunggu lama dan biayanya lumayan mahal. Kita berharap benar-benar diperhatikan, maksimal ibadahnya,” tuturnya.

Sementara itu, pemerhati haji, Fadhli Arsil menilai penekanan biaya haji ini memang perlu dilakukan. Sebab, saat ini kondisi perekonomian masyarakat memang sedang tidak baik. Hal inilah yang perlu dipikirkan.

“Dalam kondisi saat ini, perekonomian, daya beli lebih turun dari sebelumnya. Saya pikir harus memperhatikan ini. Agar pemerintah selaku penyelenggara haji bisa memikirkan ini agar semua jemaah bisa berangkat,” katanya.

Dia mengungkap data soal jemaah yang tidak bisa melunasi ongkos haji. Akibatnya, para jemaah ini tidak bisa melanjutkan untuk bisa berangkat haji.

“Saya melihat ada data dari penyelenggara haji itu ada sekitar 15% yang tidak bisa melunasi ONH, sehingga mereka tidak bisa berangkat haji,” ungkapnya.

Dia juga mengungkit soal masalah-masalah yang terjadi pada jemaah haji 2023. Dia berharap dengan naiknya biaya haji, masalah-masalah seperti itu bisa diatasi.

Lantas terkait upaya DPR menekan biaya haji, ia juga mengapresiasi. Namun, dia berharap DPR bisa maksimal lagi dalam menimbang biaya haji dengan memperhatikan kondisi perekonomian masyarakat.

“Harusnya sih bisa lebih maksimal lagi. Ini melihat kondisi hari ini, DPR itu bukan soal kebutuhan saja. Tapi juga menimbang kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Atau bisa disubtitusi untuk memfasilitasi jemaah haji ini,” pungkasnya.(*)

Categories
Ekonomi

Jelang Akhir Tahun 2023, Indonesia Ekspor Ayam Beku ke Singapura Senilai USD 65.000

Koran Jurnal, Purwakarta – Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mengapresiasi keberhasilan PT. Malindo Feedmill Tbk menembus pasar Singapura dengan produk frozen whole chicken atau ayam bekunya. Tercatat sebanyak 1 kontainer ayam beku dan 1 kontainer produk olahan dari PT Malindo Food Delight dengan nilai sekitar USD 65.000 diberangkatkan dari Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) PT Malindo Feedmill Tbk di Desa Cijunti Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jum’at (08/12/2023) kemarin.

“Kami mengapresiasi keberhasilan PT Malindo Feedmill memasukkan produk ayam bekunya ke Singapura untuk pertama kali. Upaya ini tentu tidak mudah, karena seperti yang kita ketahui, Singapura memiliki persyaratan ekspor yang ketat,” ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah dalam siaran persnya.

Lebih lanjut Nasrullah mengatakan bahwa dalam upaya memenuhi persyaratan dan pembukaan pasar ekspor ke negara lain, Kementerian Pertanian telah menerapkan berbagai standar dan aturan yang sudah menjadi pegangan dalam menghasilkan produk pangan asal ternak yang berkualitas.

Pada tingkat produsen, di level hulu, Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan pendampingan ke para pelaku usaha untuk menerapkan Good Breeding Practice (GBP), Good Farming Practice (GFP), dan Good Manufacturing Practices (GMP) sebagai jaminan penyediaan ternak yang berkualitas.

Selain melakukan beberapa hal diatas, penerapan Sistem Kompartemen bebas penyakit Avian Influenza (AI) juga merupakan salah satu kebijakan Kementerian Pertanian untuk mendorong peningkatan kualitas produk peternakan yang akan diekspor.

“Dengan adanya kompartemen bebas AI, maka Indonesia dapat mengekspor unggas dan produk olahannya ke beberapa negara termasuk Singapura,” ucap Nasrullah menegaskan.

Dihubungi terpisah, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Tri Melasari mengatakan bahwa upaya pembukaan pasar produk unggas ke Singapura ini telah dilakukan sejak tahun 2022 dan hal ini juga merupakan salah satu langkah konkrit dari peran Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan regional khususnya di ASEAN.

“Sebagai informasi, berdasarkan data BPS, jumlah volume ekspor produk peternakan ke Singapura pada tahun ini sampai dengan bulan Oktober 2023 mencapai 13.870 ton dengan nilai setara 49 juta USD,” jelas Melasari menambahkan.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ekspor produk peternakan ke Singapura ini adalah bukti bahwa produk peternakan Indonesia memiliki jaminan keamanan pangan yang berkualitas dan layak menembus di pasar internasional.

Direktur PT Malindo Feedmill Tbk, Rewin Hanrahan dalam sambutannya mengatakan bahwa PT Malindo telah memenuhi persyaratan yang diminta oleh Pemerintah Singapura atau dalam hal ini Singapore Food Agency (SFA). SFA meminta agar produk yang diekspor harus berasal dari farm yang sudah memiliki sertifikat kompartemen bebas dari Avian Influenza serta tidak terdeteksi mengandung beberapa virus atau bakteri seperti di antaranya Salmonella.

“RPHU PT Malindo Feedmill Tbk ini memiliki kapasitas potong 3000 ekor/jam dan cold storage 500 ton. Selain itu kami juga memiliki ISO 22000:2018 Food Safety Management System, Nomor Kontrol Veteriner (NKV) Level 1 dan sertifikat Halal,” jelas Rewin.

Dalam kegiatan pelepasan ekspor ayam beku perdana dan ekspor lanjutan produk olahan Malindo Food Delight ke Singapura ini, Rewin juga mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Dinas Peternakan setempat yang terus mendukung dan mendorong PT Malindo untuk bisa ekspor yang berkelanjutan.

“Pada awal tahun 2024 nanti, kami menargetkan untuk dapat mengekspor kembali ayam beku dan produk olahan ke Singapura serta produk olahan ke Jepang. Selain itu diharapkan juga bisa terealisasi ekspor produk olahan ke United Arab Emirates,” pungkas Rewin.

Semoga ekspor ini bisa terus berlanjut untuk PT. Malindo Feedmill Tbk dan menjadi pemicu bagi pelaku usaha lainnya untuk terus memperluas pasar ekspornya.(hum)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL – Dirjen FAO Sepakat Perkuat Pertanian Kawasan Pasifik dan Selatan Afrika

Koran Jurnal, Italia – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menggelar pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu di Kantor Pusat FAO, Kota Roma, Italia waktu setempat. Dalam pertemuan ini, keduanya sepakat untuk memperkuat Kerjasama proyek Selatan Selatan dan Triangular atau KSST yang meliputi kawasan pasifik baik di Selatan Afrika maupun Selatan Asia.

Mentan mengatakan proyek KSST merupakan outcome atau hasil dari pertemuan kelompok kerja pertanian G20 saat menjadi presidensi tahun lalu. Sebagai langkah kongkrit, Indonesia telah memulai pelaksanaan proyek pembangunan pusat pelatihan dan demontrasi pertanian di Fiji melalui lembaga dana Kerjasama pembangunan internasional (LDKPI).

“Salah satu yang dibahas dalam pertemuan ini adalah program prioritas yang berkaitan dengan kepentingan substansial tidak hanya untuk indonesia tetapi juga kemajuan pertanian dunia. Kami optimis proyek KSST ini dapat memberikan manfaat besar bagi pencapaian ketahanan pangan kawasan pasifik,” katanya.

SYL mengatakan, proyek KSST merupakan proyek strategis dalam menambah kemampuan pangan masing-masing negara di dunia. Dengan begitu, SYL berharap FAO mendukung semua proyek KSST baik secara teknis maupun strategis.

“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan perwakilan FAO di Indonesia untuk mengindentifikasi potensi kerjasama dengan berbagai negara. Yang pasti kita berbicara banyak mengenai kerjasama selatan selatan triangular,” katanya.

Secara khusus, SYL berharap FAO bisa mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada di Roma seperti Atase Pertanian dan jajaran duta besar Indonesia dalam mewujudkan proyek KSST yang berkelanjutan.

“Kami segera akan berproses karena disini (Roma) ada wakil duta besar dan ada atase pertanian mohon kiranya bisa dimanfaatkan FAO. Dan yang tak kalah penting kami punya orang indonesia yang banyak disini,” katanya.

Diketahui, proyek KSST merupakan kerjasama antar negara-negara berkembang sebagai sarana untuk saling berbagi pengalaman dan mencari solusi atas tantangan bersama di bidang pembangunan. Konfigurasi skema KSST terdiri dari beberapa bagian yakni negara selatan (sebutan lain untuk negara sedang berkembang) penerima bantuan, negara selatan pemberi bantuan (donor), serta negara maju dan institusi multilateral sebagai pendonor dan pendukung. Sejak tahun 1980-an, Indonesia mulai beralih menjadi negara donor dan terus berkomitmen untuk memperkuat KSST.

“Terakhir kami ingin menyampaikan apresiasi atas dukungan kongkrit FAO selama lebih dari 40 tahun melalui mobilisasi proyek Kerjasama dalam menghadapi ancaman anomali cuaca dan krisis pangan, degradasi lahan, hilangnya keanekaragaman hayati serta penanganan wabah penyakit hewan,” katanya.

Sebelumnya, SYL hadir pada Forum Global Conference on Sustainable Livestock Transformation sebagai forum internasional yang diorganisir FAO untuk penyediaan platform bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya agar saling berbagi pengetahuan, meningkatkan kesadaran, dan menetapkan prioritas dalam transformasi sistem peternakan berkelanjutan. Di sana, Mentan RI berbicara pada panel high-level bersama dengan Menteri dan Perwakilan Tingkat Tinggi dari negara Uruguay, Somalia dan Australia.

SYL mengatakan Indonesia merupakan negara besar yang mampu melewati masa sulit pandemi hingga menjadi endemi. Kesuksesan ini menurut dia salah satunya ditopang oleh sektor pertanian yang menjadi jaring pengaman ekonomi nasional, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.

“Pertumbuhan PDB pada triwulan II 2020 (QtoQ) tubuh 16,24 persen. Kami bersyukur karena pertumbuhan itu ditopang sektor pertanian yang menjadi jaring pengaman ekonomi nasional,” jelasnya.(hum)

Categories
Ekonomi

Kementan Dorong Penguatan Industri Peternakan Berbasis Teknologi

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian mendorong berkembangnya industri peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia, sehingga nantinya akan berdampak terhadap peningkatan PDB peternakan pada khususnya dan pertanian pada umumnya. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Nasrullah saat mewakili Wakil Menteri Pertanian usai membuka pameran The 6th International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (ILDEX) Indonesia 2023 di di ICE BSD Tangerang pada Rabu (20/9/2023).

Ia menyampaikan bisnis di bidang peternakan dan kesehatan hewan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan seiring dengan kebutuhan masyarakat akan pangan terutama protein hewani.

“Melalui penerapan inovasi teknologi dapat menghasilkan produk yang lebih efisien sehingga menciptakan iklim usaha peternakan yang sehat dan kompetitif,” terangnya.

Lanjutnya untuk mencapai penerapan teknologi tersebut salah satunya adalah dengan tersedianya modal dan investasi. Pemerintah melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah merealisasikan kredit bagi pengembangan usaha pertanian sebesar Rp. 113,43 T kepada 2,74 juta debitur pada tahun 2022. Namun demikian pengembangan skala usaha tersebut masih perlu didukung oleh investasi PMDN dan PMA.

“Kementan terus mendorong investasi sub sektor peternakan, terutama untuk bidang pembibitan dan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditi peternakan,” terangnya.

Lanjutnya lagi Ia menuturkan bahwa secara umum Indonesia sudah menuju swasembada protein hewani, bahkan telah mampu ekspor. Kinerja ekspor subsektor peternakan pada periode Januari – Juli* Tahun 2023 (angka sementara) tercatat senilai USD 790,7 juta setara Rp. 11.8 T dengan pertumbuhan nilai ekspor meningkat sebesar 9,26% dan pertumbuhan volume ekspor meningkat 17,28% dibandingkan periode yang sama Tahun 2022.

“Ekspor komoditas peternakan kita seperti: sarang burung walet, madu, pakan ternak, telur tetas, DOC, daging ayam olahan, kambing, domba dan obat hewan telah berhasil menembus lebih dari 98 negara tujuan,“ terangnya.

Menurutnya, Ini membuktikan bahwa industri peternakan memiliki potensi untuk terus berkembang. Hal ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pencapaian nilai ekspor subsektor peternakan tahun 2022 mencapai Rp. 17,7 T mengalami peningkatan sebesar 13,5% dibandingkan tahun 2021. “Capaian ekspor subsektor peternakan di Indonesia terus bergerak positif,” ucapnya.

Penyelenggaraan Pameran ILDEX 2023

Kementerian Pertanian mengapresiasi penyelenggaraan ILDEX yang berlangsung selama 3 hari ini, sebagai salah satu bentuk pameran peternakan berskala international di Indonesia, mampu melakukan promosi berbagai produk dan kemajuan teknologi di bidang peternakan dan kesehatan hewan, dan menjadi ajang bertemunya stakeholder peternakan baik dari dalam maupun luar negeri, untuk melakukan transaksi bisnis.

“Oleh karena itu melalui penyelenggaraan ILDEX, diharapkan dapat menjadi stimulasi bagi perkembangan dunia usaha peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, Marketing Director Permata Kreasi Media, Ruri Sarasono mengatakan, ILDEX, selain sebagai ajaran promosi, pameran ini juga menjadi edukasi bagi perkembangan ilmu, teknologi, dan produk peternakan serta kesehatan hewan dari hasil pengembangan riset teknologi yang dilakukan di Tanah Air.

“Tahun ini ILDEX Indonesia mencatatkan lebih dari 250 exhibitor dari 25 negara, dan ditargetkan akan dihadiri kurang lebih 10.000 pengunjung, sehingga memberikan peluang untuk membicarakan bisnis dalam ajang ini,” ungkapnya.

Categories
Ekonomi

Kementan Gandeng Swasta dan Perguruan Tinggi Kembangkan Peternakan Sapi Terintegrasi di Sulsel

Koran Jurnal, Makassar – Kementerian Pertanian menggandeng kerjasama dengan swasta (PT. Berdikari dan PT. Bosowa Corporindo), serta perguruan tinggi (Universitas Hasanuddin) untuk mengembangkan peternakan sapi terintegrasi di Provinsi Sulawesi Selatan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah bersama Direktur Utama PT. Berdikari, Muhammad Syarkawi Rauf dan Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, serta Direktur PT. Bosowa Corporindo, Suardi Madama yang disaksikan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di Universitas Hasanuddin, Makasar Sabtu (9/9/2023).

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan, penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah, perguruan tinggi dalam penyediaan daging sapi melalui pengembangan yang dilakukan secara terintegrasi.

“Melalui MoU ini diharapkan adanya sinergi dari semua pihak untuk menyiapkan program-program pengembangan peternakan sapi terintegrasi dapat direalisasikan dengan lebih baik”, ungkapnya.

SYL mengungkapkan penguatan komitmen dengan PT. Berdikari dan Universitas Hasanuddin sangat penting dalam menjawab permasalahan kebutuhan daging sapi dalam negeri.

Adapun ruang lingkup dalam kerjasama ini meliputi Produksi Pakan dan Teaching Farm, Program Corporate Social Responbility (CSR), Pengembangan bisnis peternakan terintegrasi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Berdikari, Muhammad Syarkawi Rauf menyampaikan, PT. Berdikari sebagai perusahaan milik negara tentunya akan mengoptimalkan penyediaan komoditas yang menjadi sumber protein hewani melalui pengembangan peternakan sapi terintegrasi. Berdikari juga bersinergi melaksanakan aktivitas penggemukan sapi bakalan di Kabupaten Sidrap.

“Kami akan fokus dan memaksimalkan kesepakatan kerja sama ini, dan berkomitmen untuk mengembangkan lini bisnis peternakan sapi.” ungkapnya.

Sedangkan Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa menyampaikan, pihak Unhas menyambut baik kerjasama ini, dengan Tri dharma perguruan tinggi, Unhas dapat memberikan sumbangsih khususnya pada pengembangan peternakan sapi terintegrasi dalam mendorong keberhasilan pembangunan pertanian nasional.

“Kesempatan ini akan kami manfaatkan dengan baik dan siap menindaklanjuti kerjasama ini, untuk berkontribusi besar dalam mendukung program-program Kementan”, tuturnya.

Selanjutnya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menyampaikan, pengembangan peternakan sapi terintegrasi bisa menjadi langkah strategis meningkatkan produksi dalam negeri, terutama dengan adanya sinergi dan kolaborasi antar semua pihak dari hulu sampai ke hilir. Ia pun menyebutkan, untuk mencapai hal tersebut perlu dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk akademisi (penelitian lembaga, universitas), sektor bisnis (Industri peternakan), pemerintah (pusat dan daerah) dan masyarakat.

“Kami optimis dengan hasil kesepakatan kerja sama ini akan dapat tercapai peningkatan populasi dan produksi, serta peningkatan nilai tambah dan daya saing produk peternakan, khususnya pada sapi,” pungkasnya.(disp)

Categories
Ekonomi Megapolitan

Tutup KTT Asean Ke-43, Presiden Jokowi Tegaskan Asean Berada pada ‘Track’ yang Benar

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (KTT Asean) Ke-43 telah selesai dilaksanakan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi pada Kamis (7/9/2023) saat melakukan konferensi pers kepada awak Media di Ruang Cenderawasih, Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC). Turut mendampingi Presiden Jokowi yaitu Menlu Retno Marsudi dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Alhamdulillah KTT ke-43 Asean dan KTT lainnya telah terlaksana dengan baik dan lancar, walaupun di tengah situasi yang sulit, keketuaan Indonesia menghasilkan banyak hal sebagai upaya menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan,” ujar Presiden Jokowi.

Ia melanjutkan bahwa setiap pemimpin yang hadir di KTT Asean memiliki tanggung jawab untuk tidak menciptakan ketegangan baru. Di saat yang sama, imbuh Presiden Jokowi, setiap pemimpin negara juga punya tanggung jawab untuk menurunkan tensi yang panas, mencairkan suasana yang beku dan menciptakan ruang dialog.

Kepala Negara turut mengingatkan bahwa dunia akan hancur apabila konflik terus dibawa dan dijadikan tarik menarik ke tempat lain. Karena itu, setiap pihak harus mampu mengelola rivalitas agar kehancuran tidak terjadi.

Tidak hanya itu Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa dunia saat ini butuh penetral di tengah berbagai situasi global yang saat ini tidak menentu. Oleh sebab itu, Asean diperlukan untuk menjadi stabilisator.

“Saya pastikan bahwa Asean sudah berada pada track yang benar untuk bisa menjalankan peran menjadi kontributor stabilitas dan perdamaian serta epicentrum of growth,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi pun menyampaikan bahwa sejumlah kesepakatan telah dicapai diantara para pemimpin negara. Salah satunya adalah East Leader Joint Statement.

“Setelah melalui proses yang panjang dan sulit, kita berhasil mensepakati East Leader Joint Statement mengenai Epicentrum of Growth, sekali lagi ini bukan proses yang mudah, tarik menarik geopolitik sangat kental, tapi alhamdulillah konsensus tercapai.” kata Presiden Jokowi

Selanjutnya, Presiden turut mengungkapkan bahwa Asean konsisten dalam mengakhiri krisis kemanusiaan di Myanmar. Diantaranya melalui 5 Point Concencus.

“Asean akan terus melanjutkan upaya, Indonesia melalui keketuaannya telah menyampaikan 5 langkah untuk membantu Myanmar, salah satunya melalui pembentukan mekanisme Troika,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Menlu Retno Marsudi yang menilai sejumlah kesepakatan baru telah terjadi. Selain itu, pilar-pilar untuk mendukung ASEAN sebagai Epicentrum of Growth juga turut diperkuat.

Dia menilai bahwa Indonesia telah mendorong solusi perdamaian. Namun, hal itu membutuhkan dukungan semua pihak untuk mewujudkan hal tersebut.

“Bapak Presiden di dalam pidatonya menyampaikan bahwa semua dari kita menyampaikan pentingnya perdamaian, kita betul-betul menginginkan, sekarang tinggal bagaimana kita mencapai apa yang kita inginkan,” tutur Menlu.(*)

Categories
Ekonomi

Situasi Global Masih Dinamis, Mendagri: Upaya Pengendalian Inflasi Bakal Terus Dilakukan

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, upaya pengendalian inflasi bakal terus dilakukan mengingat situasi global masih dinamis. Hal ini ditandai dengan masih berlangsungnya perang Rusia-Ukraina dan adanya fenomena El Nino.

“Jadi kita akan terus kendalikan (inflasi) secara ketat, terima kasih banyak kepada seluruh rekan-rekan pemerintah daerah yang telah berkontribusi,” ujar Mendagri di hadapan awak media setelah mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2023 di Istana Negara, Kamis (31/8/2023) lalu. Rakornas tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo dan diikuti oleh jajaran kepala daerah.

Lebih lanjut, Mendagri meminta masyarakat agar tetap tenang karena inflasi secara nasional berada di angka 3,08 persen pada Juli 2023. Kondisi ini menunjukkan tersedianya barang dan jasa dengan harga yang terjangkau. Pemerintah juga terus melakukan berbagai gerakan pengendalian harga, seperti gerakan menanam cabai dan gerakan pasar murah.

Sebagai pembina dan pengawas pemerintahan daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus memberikan arahan kepada pemerintah daerah (Pemda) sekaligus masukan kepada kementerian/lembaga terkait mengenai pengendalian inflasi.

“Kemudian Bapak Presiden juga memberikan arahan kepada kami semua agar menangani inflasi ini seperti zaman Covid, dilakukan secara intens, detail, dan betul-betul terpetakan,” ujarnya.

Berdasarkan arahan tersebut, lanjut Mendagri, pemerintah pusat dan Pemda memanfaatkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang rutin setiap minggu melakukan survei terhadap proksi inflasi. Dari data tersebut, bakal terlihat daerah mana yang inflasinya tinggi maupun rendah. Tak hanya itu, pemerintah pusat juga dapat mengetahui komoditas apa yang menyumbang tingginya inflasi di suatu daerah.

“Dengan demikian intervensinya akan betul-betul tepat, jadi diagnosanya tepat, terapinya akan tepat,” jelas Mendagri.

Selain itu, tambah Mendagri, pihaknya rutin menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah setiap minggu yang merupakan arahan dari Presiden Jokowi. “Kita lanjutkan terus tiap minggu dengan seluruh kepala daerah dan data-datanya disampaikan,” ujarnya.

Mendagri mengatakan, meski inflasi secara nasional terkendali, kondisi di masing-masing daerah masih bervariasi. Ada daerah yang angka inflasinya di bawah rerata nasional, ada pula yang di atas capaian nasional. Data tersebut terus disampaikan kepada daerah agar terbangun iklim kompetitif antardaerah.

“Tiap minggu kita bacain 10 (daerah) tertinggi [inflasinya] 10 (daerah) terendah (inflasinya), dan kemudian Pak Menko Ekonomi dan Ibu Menkeu memberikan hadiah, yaitu dalam bentuk dana insentif daerah,” terangnya.(pen)

Categories
Ekonomi

Indonesia Ekspor Telur Ayam ke Singapura Senilai 1,15 Miliar

Koran Jurnal, Jakarta – Produk Peternakan Indonesia kembali berhasil menembus pasar ekspor. Sebanyak 557.280 butir telur ayam konsumsi diekspor ke Singapura dengan nilai SGD 101.730 atau setara Rp 1,15 M. Ekspor telur hari ini merupakan pengiriman ke 16 dari rencana pengiriman sebanyak 9,3 juta butir senilai SGD 1,72 juta atau setara Rp. 19.4 M sampai dengan akhir tahun 2023.

Singapura menjadi salah satu negara dengan standar mutu dan keamanan pangan yang tinggi, sehingga ekspor ini menjadi salah satu keberhasilan Indonesia di pasar dunia. Saat melepas ekspor di Kantor Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Jakarta, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), menyebut pihaknya telah berupaya dan berhasil membuka akses pasar telur ke Singapura sejak Mei 2023.

“Hari ini kita bersama Charoen Pokphand, melakukan akselerasi sekaligus membuktikan bahwa produk produk pertanian kita memiliki ruang dan market di pasar ekspor, ini harus kita apresiasi, karena tidak mudah untuk masuk pasar ekspor luar negeri, seperti Singapura ataupun Jepang,” ungkap Mentan SYL usai melepas ekspor bersama Jajaran Eselon I Kementan dan Jajaran Direksi CPI, Rabu (23/8/2023).

Di Indonesia, telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang mampu swasembada dan relatif mudah diakses. Artinya selama ini kebutuhan telur di Indonesia mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri. Mentan SYL menjamin ekspor telur ini tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan telur di Indonesia. Ia menegaskan produksi telur nasional dari tahun ketahun selalu mengalami pertumbuhan, sehingga prognosa produksi telur tahun ini dipastikan surplus.

“Dari total produksi dan jumlah kebutuhan kita, masih ada sisa kurang lebih hampir 300ribu ton untuk tahun ini, dari sisa ini yang kemudian kita coba dorong ke pasar ekspor, salah satunya Singapura,” ungkapnya.

Memperkuat pernyataan Mentan SYL, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah, mengungkapkan produksi telur (ras, kampung dan itik) selama kurun waktu 2017-2022 rata-rata tumbuh 4 persen per tahun. Berdasarkan prognosa kebutuhan telur nasional 2023, produksi telur ayam ras diperkirakan mencapai 6,12 juta ton, sementara kebutuhan konsumsinya sebesar 5,88 juta ton.

“Dengan demikian, secara total neraca telur ayam ras nasional 2023, apabila ditambah dengan stok 2022 sebesar 43.907 ton, maka diperkirakan mengalami surplus sebesar 279.492 ton,” tegas Nasrullah saat mendampingi Mentan SYL melakukan ekspor telur di Kantor CPI.

Dikesempatan yang sama, T Hadi Gunawan, Presiden Komisaris PT. CPI mengungkapkan, ekpor ini berjalan melalui proses audit dan penilaian yang dilakukan oleh Singapura Food Agency (SFA), hingga pada 5 April 2023 SFA menyetujui Indonesia untuk melakukan ekspor telur konsumsi ke Singapura.

“Sejak 2017 hingga saat ini, ekspor PT. CPI telah berhasil menembus 5 negara dengan mengirimkan sebanyak 998 kontainer senilai Rp. 163 Milyar dan dengan pengiriman ekspor hari ini ada 2 kontainer, sehingga genap menjadi 1.000 kontainer,” terangnya.

Berdasarkan data BPS yang diolah oleh kementerian pertanian, kinerja ekspor komoditas peternakan pada periode Januari – Juli Tahun 2023 (angka sementara) senilai USD 790,7 juta setara Rp. 11.8 T, dengan pertumbuhan nilai ekspor meningkat sebesar 9,56% dan pertumbuhan volume ekspor meningkat 15,36% dibandingkan periode yang sama Tahun 2022.

Demikian pula dengan realisasi ekspor unggas tahun 2022 sebanyak 1.499 ton dengan nilai USD 3,8 juta atau meningkat 47% dibandingkan tahun 2021 dengan negara tujuan ekspor ke Singapura, Jepang, Papua New Guinea, Timor Leste, Myanmar, Bangladesh dan Philipina.(hum)

Categories
Ekonomi Industri

Kepala BPH Migas Temui Kapolda Kalbar dan Walikota Pontianak

Koran Jurnal, Jakarta – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus meningkatan sinergi dengan berbagai pihak dalam melakukan pengawasan penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM). Hari ini, Kepala BPH Migas Erika Retnowati beserta jajaran menemui Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto di Markas Polda Kalimantan Barat.

“Audiensi dengan Polda Kalimantan Barat untuk meningkatkan sinergi yang telah terjalin dengan baik. Seperti yang disampaikan Bapak Kapolda, kita akan terjun ke lapangan bersama-sama,” terang Erika, Rabu (9/8/2023).

Lebih lanjut, Erika mengungkapkan bahwa salah satu dukungan yang dibutuhkan BPH Migas dalam pengawasan BBM adalah penegakan hukum terkait penyalahgunaan pendistribusian BBM di wilayah Polda Kalimantan Barat.

“BPH Migas mengharapkan dukungan Polda Kalimantan Barat, seperti giat bersama antara Polda Kalimantan Barat dan BPH Migas, serta tindak lanjut atas penyampaian informasi dari BPH Migas terkait dugaan penyalahgunaan BBM,” jelas Erika.

Di tempat yang sama, Irjen Pol. Pipit mengapresiasi kehadiran BPH Migas ke kantornya. Ia juga menjelaskan prinsip kerja Polda Kalimantan Barat, yaitu responsif, partnership, dan solutif.

“Untuk itu, kita membangun kemitraan dengan pola tugas yang nyata, sesuai permasalahan dan kondisi yang ada di Kalimantan Barat. Sehingga kolaborasi ini diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang ada korelasi dengan distribusi BBM. Tentunya dengan kerja sama ini, diharapkan bisa memberikan manfaat untuk masyarakat,” ucapnya.

Kunjungan ke Walikota Pontianak

Usai menemui Kepala Polda Kalimantan Barat, Erika menyambangi kantor Walikota Pontianak untuk bertemu Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Dalam kesempatan ini, Erika menyampaikan bahwa dalam melaksanakan tugas, BPH Migas tidak bisa bekerja sendiri untuk melakukan pengawasan penyaluran BBM.

“Kami memerlukan banyak bantuan dari berbagai pihak, termasuk juga dari Pemerintah daerah. Untuk pengendalian penyaluran BBM, khususnya BBM yang bersubsidi,” terangnya.

Terkait kunjungan BPH Migas ini, Edi mengucapkan terima kasih kepada BPH Migas yang telah mengunjungi Pontianak. Sehingga dapat berdiskusi mengenai ketersediaan dan distribusi BBM di wilayahnya.

“Agar subsidi yang diberikan Pemerintah kita harapkan tepat sasaran dan bermanfaat untuk masyarakat. Dan yang paling penting juga stoknya tersedia,” tutur Edi.

Pemantauan Lapangan

Usai bertemu Kapolda Kalimantan Barat dan Walikota Pontianak, kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan lapangan di SPBU Pertamina 63.781.002 yang berlokasi di Jalan 28 Oktober dan SPBKB AKR 20.3.1.001 di jalan Khatulistiwa, Pontianak.

Saat mengunjungi SPBU, Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim menjelaskan, pemantauan ini bertujuan untuk melihat bagaimana para penyalur di SPBU dalam menyalurkan BBM subsidi agar tepat sasaran dan tepat guna.

“Kita mengecek sarana dan fasilitas SPBU, termasuk yang digitalisasi dan mengecek faktor keselamatan dan keamanan. Sehingga semuanya berjalan lancar dan masyarakat tidak ada keluhan, terhadap volume BBM subsidi dan kualitas BBM subsidi,” tukas Halim.

Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman mengutarakan, pemantauan ini untuk mengecek langsung pendistribusian Jenis BBM Tertentu (JBT) kepada konsumen pengguna. Pemantauan tersebut juga dilakukan dengan melihat CCTV.

“Mudah-mudahan dengan kita terus melakukan pemantauan ini, terutama kepada penyalur, subsidi tepat sasaran bisa dijalankan dengan optimal,” pungkas pria yang kerap disapa Didit ini.

Tampak hadir mendampingi dalam kegiatan hari ini Direktur BBM BPH Migas Sentot Harijady Bradjanto Tri Putro, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono, Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, dan Head Commercial AKR Corporindo Johny Sutanto.(hum)