Category: TNI
Koranjurnal.co.id, Bekasi – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Laksamana Pertama TNI Denih Hendrata, S.E.,M.M, selaku pembina Primkopal Lantamal III Jakarta menerima bibit padi dari Kementerian Pertanian RI, yang bertempat di Desa Sindang Sari Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, Rabu kemarin (10/10/2018).
Penerimaan bibit padi ini diserahkan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Buapti Kabupaten Bekasi yang diwakilkan oleh Bapak Drs. A Karim M.Si. selaku kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi kepada Danlantamal III Jakarta selaku pembina Primer Koperasi Angkatan Laut (Primkopal) Lantamal III, bibit padi ini yang selanjutnya akan di berikan kepada 35 kelompok tani binaan Primkopal Lantamal III yang berada di wilayah bekasi.
Guna lebih mensejahtrakan anggotanya primkopal Lantamal III Jakarta sejak beberapa tahun ini sedang mengembangkan usahanya dengan mengandeng kelompok petani di daerah Bekasi. Adapun kerja sama yang saling menguntungkan ini antara lain dengan pemenuhan kebutuhan bibit, alat pertanian, pupuk dan obat-obatan serta alat kering padi hingga tempat pengolahan padi menjadi beras.
Dengan adanya kerja sama ini hasil pertanian langsung dapat dipasarkan sendiri oleh anggota kelompok tani yang ditampung oleh Primkopal. Setelah acara seremonial dilanjutkan dengan peninjauan lahan penanaman benih seluas 100 Ha, loksi vertical dryer (Pengeringan padi) dan lokasi pabrik gabah menjadi beras.
Pabrik sudah memproduksi hasil beras dangan merek Jangkar yang dipasarkan langsung oleh primkopal. Hadir pada acara ini Bupati Kabupaten Bekasi yang diwakili Kepala Dinas Pertanian, Camat Cabangbungin yang diwakilkan Sekcam. Kepala Desa sindang Sari, sedangkan pejabat dari Lantamal III, Aspotmar Danlantamal III, Kadiskes Lantamal III, Kakuwil Lantamal III, Danpom Lantamal III, Kadispaslan Lantamal III, Kadisbek Lantamal III, Kaakun Lantamal III, Keprimkopal Lantamal III.(red/Disp)
Koranjurnal.co.id, Sulawesi Tengah – Memasuki hari ke-11 pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang menerjang Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, prajurit TNI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) masih terus melakukan pencarian dan evakuasi korban, baik yang masih hidup maupun sudah meninggal dunia.
Salah satu lokasi pencarian dan evakuasi korban yang dilakukan oleh prajurit TNI Kogasgabpad yaitu Perumahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Sulawesi Tengah, yang mengalami kerusakan sangat parah akibat guncangan gempa bumi dan tsunami beberapa waktu lalu.
Di lokasi Perumahan Balaroa, Kogasgabpad menerjunkan 249 personel dari Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad dibawah pimpinan Mayor Inf Gustiawan yang bertanggung jawab di sektor perumahan tersebut,
Komandan Yonif Para Raider 432/WSJ Mayor Inf Gustiawan, Selasa (09/10/2018) mengatakan bahwa pencarian korban di reruntuhan Perumahan Balaroa sangat menyulitkan, hal ini dikarenakan banyaknya puing-puing bebatuan yang hancur total akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter.
“Pencarian yang dilakukan selama 11 hari oleh TNI dibantu Basarnas dan relawan beserta warga setempat berhasil menemukan 188 korban meninggal dunia. 188 jenazah tersebut terdiri dari 150 dewasa dan 38 anak-anak,” ujarnya.
Ditambahkan oleh Mayor Inf Gustiawan bahwa pencarian dan evakuasi korban di Perumahan Balaroa dibantu dengan menggunakan 13 unit alat berat milik TNI, terdiri dari 11 unit excavator dan dua unit bulldozer.
“Alat berat tersebut sangat membantu TNI, Basarnas, relawan dan warga masyarakat setempat dalam mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban di bawah reruntuhan bangunan,” jelasnya.
Selanjutnya Komandan Yonif Para Raider 432/WSJ Mayor Inf Gustiawan menyampaikan bahwa di sektor Balaroa yang menjadi wilayah tanggung jawabnya, para personel TNI dibagi menjadi dua tim yaitu tim pencarian & evakuasi korban dan tim pengamanan yang bertugas mengamankan sektor perumahan Balaroa.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dan menjaga agar tidak terjadi tindakan kriminal dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab di sektor perumahan Balaroa.
“Beberapa hari lalu, tim pengamanan berhasil menangkap tiga orang pelaku pencurian di perumahan tersebut yang ditinggal mengungsi oleh penghuninya,” ungkapnya.
“Para pencuri menyamar menjadi warga setempat dan mengambil barang-barang dari rumah kosong. Belum sempat melarikan diri, para pencuri berhasil diamankan personel TNI selanjutnya pelaku diserahkan kepada Polsek Palu,” kata Mayor Inf Gustiawan.(red/Pusp)
Setiap harinya, Posko Bantuan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang berada di Bandara Mutiara Sis Al Jufri menyalurkan sekitar 15 ton ke 120 desa yang terkena bencana gempa bumi dan tsunami di wilayah Sulawesi Tengah.(red/Pusp)
Koranjurnal.co.id, Padang – Ribuan masyarakat Kota Padang memenuhi Pantai Muaro Lasak untuk menyaksikan Demonstrasi Raid Amfibi dan Sailing Pass TNI Angkatan Laut dalam rangka penutupan Pameran Alutsista TNI Tahun 2018 di Monumen Tugu Merpati Perdamaian, Muaro Lasak, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (07/10/2018).
Acara dimulai dengan olahraga bersama TNI dengan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti renovasi Monumen Tugu Merpati Perdamaian antara Dirut PT. Semen Padang dengan Lantamal II dan menyaksikan demonstrasi TNI AL.
Sebelumnya dilaksanakan kegiatan Pameran Alutsista TNI selama tiga hari mulai 5 hingga 7 Oktober 2018 dengan menampilkan berbagai Alutsita TNI AD, TNI AL, dan TNI AU yang ada di Padang serta turut meramaikan pameran diantaranya dari Kepolisian, BMKG Sumatera Barat, Basarnas serta PT. Telkom.
Menurut Komandan Lantamal II Laksma TNI Agus Sulaeman, M.Sc., hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan Pameran Alutsista TNI, setelah dimulai dari hari Jum’at yang menampilkan berbagai atraksi dari masing-masing Angkatan, dari TNI AU menampilkan atraksi Paramotor, dari TNI AD bela diri Yoong Moo Do dan pada hari ini dari TNI AL menampilkan demonstrasi Penembakan sasaran oleh dua KRI yaitu KRI Kurau dan KRI Kalahitam, kemudian dilanjutkan dengan Raid Amfibi dari Pasukan Yonmarhanlan II dengan skenario pembebasan sandera dan penghancuran sasaran, kemudian berlanjut dengan Parade Sailing Pass yang dilaksanakan oleh dua KRI Satrol Lantamal II, Kapal Polair, Kapal KPLP, Kapal Basarnas dan KAL Sinyaru Lantamal II.
Harapannya masyarakat Kota Padang dapat menyaksikan langsung baik persenjataan yang dimiliki TNI maupun atraksi TNI, sehingga masyarakat mengetahui profesionalisme yang dimiliki oleh TNI, karena sesuai dengan tema HUT Ke-73 TNI yaitu “Profesionalisme TNI Untuk Rakyat,” imbuh Danlantamal II.
Walikota Padang H. Mahyeldi mengucapkan terima kasih kepada Lantamal II, karena dalam rangka HUT TNI ke-73 telah menampilkan Alutsista dan juga Pendaratan Marinir.
“Ini suatu pelajaran yang sangat berharga sekali, tentunya untuk masyarakat generasi muda, acara ini merupakan pengenalan dan sosialisasi tentang kemaritiman tentang laut dan mudah-mudahan ini akan meningkatkan rasa cinta kepada generasi muda terhadap laut,” tambahnya.
Kegiatan dihadiri oleh Komandan Lantamal II Laksamana Pertama TNI Agus Sulaeman, M.Sc., Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, Danrem 032/Wbr, Wadan Lantamal II, Para Asisten Danlantamal II, Dansatrol Lantamal II, Kasatker Lantamal II.(red/Disp)
Koranjurnal.co.id, Jakarta – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Laksamana Pertama TNI Denih Hendrata, S.E.,M.M. menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada upacara peringatan hari jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Ke 73 tanggal 5 Oktober 2018 yang bertempat di lapangan apel Markas Komando (Mako) Lantamal III Jakarta, Jalan Gunung Sahari, Ancol Jakarta Utara, Jum’at (05/10/2018).
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam amanatnya yang dibacakan oleh Danlantamal III, menyampaikan mengawali amanatnya Panglima TNI mengajak kita semua untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar meringankan beban yang menimpa saudara-saudara kita di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong, demikian juga yang masih diderita saudara- saudara kita di Lombok.
TNI bersama sama komponen bangsa lainnya telah bekerja bahu membahu, kita berupaya sekuat tenaga guna meringankan beban yang diderita saudara saudara kita. TNI telah mengerahkan personil dan alutsistanya untuk memberikan pertolongan pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, memberikan pengamanan, serta memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap.
Apa yang dilaksanakan di lokasi bencana, baik pengerahan personil dan alutsista, adalah sebagian bentuk dari profesionalisme TNI. Oleh karenanya sangat tepat apabila peringatan TNI Ke 73 tahun 2018 ini mengambil tema “Profesionalisme TNI untuk Rakyat”. Tema singkat namun padat ini mengandung makna bahwa TNI yang senantiasa ditingkatkan profesionalismenya melalui berbagai pendidikan, latihan, persenjataan, alutsista serta dipenuhi kesejahteraannya oleh negara, adalah semata mata untuk seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari berbagai tantangan saat ini maupun masa depan yang semakin kompleks. Perkembangan politik, ekonomi dan teknologi global telah menciptakan ruang atau dimensi dan metode peperangan baru. Membawa ketidakpastian dan kekhawatiran dalam menjangka prospek masa depan. Kemajuan teknologi sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disrutif dibidang informatika, siber, komunikasi, transpormasi, biomolekular, militer, ruang angkasa dana lain sebagainya.
Ketidakpastian akibat krisis ekonomi, politik dan kepemimpinan global yang dikatalisasi oleh disrupsi teknologi, membawa perang tidak lagi terbatas (Restricted war) dalam suatu batas teritorial. Perang telah menjadi tidak terbatas (Unrestriced war) masuk ke berbagai dimensi, seperti perang ekonomi, perang dagang, peranghukum, perang siber, perang opini.
Selain menghadapi kompleksitas tantangan kedepan, kita juga harus mengahadapi gejolak alam yang terjadi akhir akhir ini. TNI sebagai satuan yang siaga di masa damai, harus membantu pemerintah. Seperti kejadian luar biasa, gizi buruk di Asmat, kebakaran hutan di Kalimantan, gempa bumi di Lombok, dan saat ini gempa bumi di Palu.
Tugas lain yang tidak kalah pentingnya membantu pemerintah dalam mengatasi aksi terorisme, penegakan hukum di laut, pengamanan wilayah udara, serta even-even strategis nasional dan internasional seperti pengamanan Asian Games, Asian Para Games dan pengamanan sidang tahunan IMF-World Bank Bali.
Belajar dari pengalaman masa lalu, mencermati perkembangan di masa kini dan memperhatikan tantangan-tantangan di masa depan, maka TNI harus mentransformasi diri, menjadi kekuatan militer yang profesional, handal dan kapabel menghadapi berbagai bentuk ancaman dan gangguan .
Pembangunan TNI yang terstruktur dalam rencana Postur TNI dan Rencana Strategis TNI, pada tahun 2018 telah mecapai 61,9% target Minimum Essential Force (MEF), dan di harapkan pada akhir tahun 2019 akan mencapai 72% seperti target Pemerintah pada akhir Renstra 2015-2019.
Dalam tugas-tugas selain perang, TNI juga terlibat dalam pengamanan pemilu. TNI berkomitmen untuk menjaga netralitas, dalam pelaksanaan pemilu tahun 2019. Kesuksesan pilkada 2017 dan 2018 menjadi batu pijakan dalam pengamanan pemilihan legilatif dan pemilihan presiden tahun 2019. Salah satu kuncinya adalah tekad TNI untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjadi benteng bagi keutuhan NKRI.
Hadir pada upacara hari TNI tahun ini Wadan Lantamal III Kolonel Laut (P) I.M. Wira Hady A.W. para Asisten Danlantamal III, Kafasharkan Jakarta, Danpomal Lantamal III, Kakuwil Lantamal III, para Kadis dan Kasatker Lantamal III serta seluruh anggota militer dan PNS Jajaran Lantamal III Jakareta.(ton)
Koranjurnal.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-73 yang digelar di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jum’at (05/10/2018).
Tiba pada pukul 09.00 WIB di Gedung Sudirman Mabes TNI Cilangkap, Presiden beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo disambut oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beserta Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji
Setelah itu, Presiden selaku inspektur upacara kemudian menuju tempat upacara. Dalam upacara kali ini bertindak selaku komandan upacara yaitu Kolonel Pnb. Yoyon Kuscahyono.
Sementara Kepala Staf Garnisun Tetap I/Jakarta Brigjen TNI Herianto Syahputra bertindak selaku perwira upacara. Adapun Sapta Marga pada upacara ini dibacakan oleh Letda Inf. Haryo Utomo, Lettu Laut (P) Satri Adriawan, dan Letda Lek. Arief Ryan Herawan.
Sebelum menyampaikan amanatnya, dalam kesempatan ini Presiden menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia, berupa Bintang Kartika Eka Paksi Nararya kepada Kolonel Cpl. Hery Keswanto, Bintang Jalasena Nararya kepada Kapten Mar. Sunardi, dan Bintang Swa Bhuana Paksa Nararya kepada Peltu Argo Budi Prasetyo. Adapun Keputusan Presiden Republik Indonesia dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden Marsda Trisno Hendradi selaku Sekretaris Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.
Setelah menyampaikan amanatnya, prosesi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Presiden beserta Ibu Iriana. Potongan tumpeng kemudian diberikan kepada 3 perwakilan prajurit berprestasi dari masing-masing angkatan.
Ketiga prajurit tersebut adalah Lettu Herliansyah yang meraih _Best of the Best_ Menembak AASAM 2014-2018, Praka Mar. Jefry Ardianto yang meraih medali emas cabang olahraga dayung pada Asian Games 2018, dan Pratu Olef M. Kafiar yang meraih medali emas cabang olahraga triathlon pada Aquathlon Metasport Series Singapura Tahun 2017.
Setelah itu, pada pukul 10.03 WIB Presiden beserta Ibu Iriana kemudian meninggalkan tempat upacara.(red/DBPers)
Koranjurnal.co.id, Papua – Rombongan Kirab Bendera (Flag Relay) Merah Putih dari Sabang sampai Merauke, dengan menggunakan Pesawat Boeing 737 A-7304 dari Ambon, tiba di Bandara DEO, Jl. Basuki Rahmat, Kelurahan Remu Selatan, Distrik Sorong Manoy, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Rabu (03/10/2018).
Kedatangan Prajurit TNI pembawa Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-73 TNI tahun 2018 disambut tarian adat Papua dan diterima Danlanud Biak Marsma TNI Fajar Susilo, dilanjutkan menuju Mako Armada III Sorong.
Kegiatan Pawai Kirab Bendera Merah Putih di mulai dari lapangan Mako Armada III dan finish di lapangan Korem 171/PVT. Rombongan Flag Relaydilepas oleh KS Armada III Sorong Laksma TNI Dadi Hartanto, M.Tr.(Han), dihadiri antara lain oleh Pangarmada-III Laksda I.N.G. Ariawan, S.E. M.M., Danrem 171/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. serta Danlantamal XIV Laksma TNI Rahmad Jayadi, M.Tr.(Han).
Pawai diikuti kurang lebih 1.000 orang peserta, antara lain anggota Koarmada, Korem 171/ PVT, Lantamal XIV, TNI AU (Koops AU III), Kodim 1704,Yonif 752/RK, Yonmar, Denzipur 13/PPA, Brimob, Polres Kabupaten Sorong, FKPPI, Basarnas, Menwa serta murid-murid SMP dan SMA Kota Sorong.
Kegiatan Pawai Kirab Bendera Merah Putih diiringi dengan 1 Unit Anoa Yonif RK 752 /VYS., 10 Unit sepeda motor Babinsa Kodim 1704/Sorong, 20 Unit sepeda motor Patroli Polres Sorong Kota, 6 unit Pol Raider dari Polres Kota Sorong, Pomad dan Pomal.
Pawai Kirab Bendera Merah Putih juga dimeriahkan oleh beberapa elemen masyarakat Sorong diantaranya, Komunitas Mobil Sukoy, Motor Trail dan Vespa Sorong serta Sepeda Osaka Sorong.
Para pembawa Kirab Bendera Merah Putih yang berprestasi di Asian Games XVIII, yaitu Pratu Mar Ardianto (atlet Rowing peraih medali emas), Serda (K) Huswatun Hasanah (atlet Tinju Kelas Ringan 60 kg putri peraih medali perak dan perunggu), Serda (K) Dini Mitasari (atlet Sepak Takraw peraih medali perunggu), Serda Jas Rio Akbar (atlet Dragon Boat 1.000 meter dan 500 meter peraih medali perak) dan Serda Bah/W Ririn Pujiastuti (atlet Dragon Boat 200 meter peraih medali perak) bersama sejumlah prajurit TNI perwakilan tiga matra pembawa Pataka.(red/Pusp)
Koranjurnal.co.id, Manado – Rangkaian Pawai Bendera (Flag Relay) Merah Putih dari Sabang sampai Merauke dalam rangka peringatan HUT ke-73 TNI tahun 2018, yang dibawa oleh Prajurit TNI peraih medali Asian Games XVIII meninggalkan Pulau Jawa dan berlanjut ke kota berikutnya, yaitu Balikpapan-Kaltim dan Manado-Sulut, Senin (02/10/2018).

Pembawa Flag Relay Merah Putih, yaitu Pratu Mar Ardianto (atlet Rowing peraih medali emas), Serda (K) Huswatun Hasanah (atlet Tinju Kelas Ringan 60 kg putri peraih medali perak dan perunggu), Serda (K) Dini Mitasari (atlet Sepak Takraw peraih medali perunggu), Serda Jas Rio Akbar (atlet Dragon Boat 1.000 meter dan 500 meter peraih medali perak) dan Serda Bah/W Ririn Pujiastuti (atlet Dragon Boat 200 meter peraih medali perak) bersama sejumlah prajurit TNI perwakilan tiga matra pembawa Pataka.
Setibanya di Bandara Sepinggan Balikpapan, Flag Relay Merah Putih diarak dengan konvoi kendaraan menuju kantor Walikota Balikpapan melintasi jalan protokol yang disambut meriah oleh warga masyarakat yang menyaksikan arak-arakan tersebut. Dilanjutkan ke Makodam VI/Mulawarman dengan berjalan kaki bersama dengan prajurit TNI, Polri, FKKPI, PPM, pelajar dan unsur masyarakat.
Sementara itu, di Lanud Samratulangi Manado, Flag Relay Merah Putih disambut dengan tarian selamat datang Cakalele kemudian dilanjutkan pengarakan Bendera berkendaraan keliling kota Manado menuju Yonif 712/Raider.
Dilanjutkan berjalan kaki menuju Makodam XIII/Merdeka yang dikuti oleh unsur TNI, Polri, Tarian adat, Marching Band Satpol PP Manado, pelajar, pramuka, FKKPI, PPM, Panser Ki Kav, Panser Barakuda Polri, Kelompok Motor Gede, Kendaraan Jepang dan gabungan kelompok masyarakat kota Manado. Kirab bendera diiringi juga dengan parade bendera sebanyak 1.500 bendera Merah Putih dan bentangan bendera sepanjang jalan 400 meter.
Pawai Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-73 TNI tahun 2018, bertujuan untuk membangkitkan jiwa nasionalisme dan menunjukkan bahwa antara TNI dan Rakyat tidak ada pemisah karena TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.(ton/Pusp)
Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dr.Ir. Penny K. Lukito, M.CP., menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara BPOM dan TNI, bertempat di Ruang Hening Gedung Sudirman Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jum’at (28/09/2018).
Nota Kesepahaman yang disepakati antara lain kerja sama dalam rangka Optimalisasi Sumber Daya dan sinergitas pengawasan obat dan makanan meliputi, Penguatan pengawasan obat dan makanan, Peningkatan kompetensi bagi petugas dari TNI dan BPOM terkait dengan pengawasan obat dan makanan, Pertukaran data dan atau informasi terkait pengawasan obat dan makanan, Pemanfaatan sarana dan prasarana, Upaya kerjasama strategis di bidang obat dan makanan.
Panglima TNI mengatakan bahwaTNI sudah memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas dalam memproduksi obat-obatan maupun bahan makanan untuk memenuhi peningkatan pelayanan kesehatan kepada prajurit dan keluarganya, Sementara BPOM sesuai tugas dan fungsinya adalah badan pengawasan obat dan makanan.
“Di tiga matra TNI yaitu di Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara masing-masing memiliki lembaga farmasi yang kemampuanmemproduksi obat-obatan untuk kebutuhan obat dalam peningkatan pelayanan kesehatan kepada prajurit dan keluarganya,” jelasnya
Selanjutnya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa saat ini belanja obat-obatan untuk kepentingan kesehatan biayanya cukup tinggi, dengan TNI mampu memproduksi obat sendiri maka TNI akan dapat mengurangi anggaran untuk belanja obat-obatan dan makanan.
“Untuk itu, dengan kerja sama inikami ingin dari BPOM melaksanakan supervisi dalam rangka pembuatan obat dan pemberian sertifikasi obat serta pemberian izin edar obat yang sudah kita produksi,” harap Panglima TNI.
Panglima TNI menuturkan bahwa TNI pernah mampu memproduksi lebih dari 125 jenis obat, namun sekarang direduce (dikurangi). Sementara permintaan dukungan bekal obat-obatan di daerah–daerah operasi untuk kebutuhan kesehatan masih tinggi.
Pada kesempatan tersebut,Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menginstruksikan kepada Kepala Staf Angkatan untuk segera melaksanakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman sehingga dapat memenuhi bekal kesehatan setelah mendapat release dari BPOM.
“Mudah-mudahan apa yang kita inginkan ini semuanya bertujuan untuk peningkatan atau mempertahankan derajat kesehatan prajurit TNI sehingga prajurit TNI selalu sehat dan dapat melaksanakan tugas pokok dengan baik dalam menjaga NKRI,” ujarnya.(red/Pusp)