Categories
Ekonomi Opini

Ketum LRJ Yakin Kementerian BUMN Dipimpin Erick Thohir Mencapai Kualitas Terbaik

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Umum Laskar Rakyat Jokowi Riano Oscha melalui rilisnya di Jakarta mengatakan bahwa Kementerian BUMN akan mencapai titik kualitas tertingginya dalam beberapa tahun kedepan di bawah Kepemimpinan Erick Thohir.

“Seperti kita ketahui bersama, Bapak Erick Thohir itu kualitas manajerial terkait Badan Usaha sudah tidak diragukan lagi, pengalaman di dunia bisnis mencatat pencapaian yang luar biasa, bahkan di generasi muda seusia beliau,” terang Riano, di Jakarta, Jum’at (25/10/2019).

Keputusan Presiden dalam memberi tugas Menteri BUMN kepada Erick Thohir adalah merupakan keputusan terbaik , karena Kementerian BUMN harus di pimpin oleh figur yang bersih, berkompeten, dan tidak takut untuk di tekan konflik kepentingan.

“Saya yakin, bapak Erick Thohir tidak akan gampang tertekan atau ditekan konflik kepentingan semata, dia pasti mampu memimpin Kementerian BUMN bersih dari Kepentingan,” tambah Riano.

Riano menilai, Erick Thohir dengan pencapaiannya sampai saat ini, sebenarnya sudah tidak ada lagi yang dikejar, namun karena panggilan pengabdian untuk bangsa dan negara, beliau menerima amanah ini dari Presiden. Jadi fokus pembenahan pada Kementerian BUMN dan BUMN-BUMN di Indonesia pasti dapat dijalankan dengan baik oleh beliau.

“Kami dari unsur Relawan Bapak Jokowi meyakini, bahwa Erick Thohir dapat membawa titik kejayaan baru BUMN-BUMN di Indonesia,” tutup Riano.(red)

Categories
Opini Polhukam

Laskar Rakyat Jokowi Apresiasi Sikap Kenegarawanan Jokowi dan Prabowo

Koran Jurnal, Jakarta – Dengan bergabungnya Prabowo Subianto dalam pemerintahan Jokowi diyakini dapat menyatukan kembali segenap komponen dan elemen bangsa yang sempat terbelah menjadi dua kelompok yang bersebrangan, dimana situasi itu kemarin sempat mengamcam keutuhan dan persatuan bangsa.

“Ya keduanya kita apresiasi, karena Jokowi yang mengajak dan Prabowo bersedia, hal tersebut menunjukan Kepentingan Negara lebih utama dari apapun,” ujar Riano Oscha Ketum Laskar Rakyat Jokowi, di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

“Bagaimanapun persatuan dan kebinekaan itu adalah sebuah karya besar dari pada founding father yang harus ditempatkan diatas kepentingan yang lain, oleh karenanya semua harus menjaga dan merawatnya,” tambahnya.

Bergabungnya Prabowo didalam Pemerintahan Jokowi ini dianggap membawa kedamaian di Indonesia. Riano juga mengatakan, pembangunan bangsa diharapkan makin maksimal mengingat adanya persatuan diantara dua pemimpin yang berpengaruh. Hal ini diharap mampu ciptakan kedamaian di lapisan bawah.

Riano juga mengingatkan kepada seluruh elemen bangsa bahwa Jokowi dan Prabowo hanya bersaing dalam kontestasi demokrasi, mereka bukanlah musuh satu dan lainnya, musuh kita yang nyata adalah kelompok tertentu yang telah terpapar ekstrimisme berbalut agama, dan kelompok yang membabi buta menyebarkan hoaks, serta provokatif yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Bersatunya Jokowi dan Prabowo menandakan keduanya mendahulukan kepentingan yang lebih besar, yaitu keutuhan kita sebagai sebuah bangsa. Makanya, “patut kita syukuri dan apresiasi, semoga terjalin kerjasama yang saling mengisi dan melengkapi”.

Laskar Rakyat Jokowi sebagai organ relawan Jokowi sejak 2014 tidak merasa keberatan bergabungnya Prabowo dalam pemerintahan, sebaliknya justru Laskar Rakyat Jokowi melihat ini sebagai tanda-tanda kebaikan bagi bangsa Indonesia kedepannya.(red)

Categories
Opini

Lembaga Diskusi dan Kajian ‘Prakarsa Widyacitta’ Beberkan Usulan 10 Nama Ibukota Negara yang Baru

Koran Jurnal, Jakarta – Lembaga Diskusi dan Kajian Prakarsa Widyacitta sangat mengapresiasi keputusan eksekutif Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindahkan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur, lokasi tepatnya di wilayah Kabupatan Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara.

“Pro kontra dalam menyikapi sebuah keputusan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara itu biasa. Tapi yang jelas keputusan pindah ibukota membuktikan orientasi pemerintahan Jokowi dalam mengelola negara sudah Indonesia sentris, tidak lagi Jawa sentris,” ujar Ketua Dewan Pengawas Lembaga Diskusi dan Kajian Prakarsa Widyacitta, I Ketut Guna Artha di Jakarta, Kamis (29/08/2019).

Ia menegaskan, keputusan Jokowi memindahkan ibukota ke Kaltim tidak akan membuat Jakarta menjadi kota mati. Sebab Jakarta akan tetap menjadi kota megapolitan dengan infrastrukturnya yang sangat maju.

Kata Igat sapaan akrab I Ketut Guna Artha, Jakarta yang dulunya bernama Sunda Kelapa telah dibangun sejak era Kerajaan Tarumanegara dan diteruskan oleh Pajajaran dan Banten. Kemudian oleh VOC Belanda diganti nama menjadi Batavia dan akhirnya direbut dan diganti nama menjadi Jayakarta.

“Artinya Jawa telah dibangun sejak ribuan tahun,” lugas Igat.

Oleh karena itu, lanjut Igat, pemerintahan di era modern saat ini sudah sewajarnya untuk membangun peradaban baru diluar pulau Jawa.

“Saya yakin pemerintahan Jokowi akan mampu mewujudkannya,” tukasnya.

Keyakinan ini, tambah Igat, didasari oleh rekam jejak dan kinerja Jokowi selama ini. Misalnya, proyek MRT yang puluhan tahun hanya dalam perencanaan diatas kertas telah berhasil direalisasikan dan beroperasi.

LRT sebagian sudah beroperasi, LRT jurusan Bogor – Jakarta – Bekasi konstruksinya sudah mendekati rampung, tol trans Jawa akhir 2019 ditargetkan sudah terkoneksi dari Anyer (ujung barat pulau Jawa) sampai Banyuwangi (ujung timur pulau Jawa).

“Dukungan infrastruktur inilah kemudian akan diproyeksikan menjadikan Jakarta sebagai kota pusat bisnis, perdagangan dan jasa kelas dunia dengan tetap mengembangkan kota-kota besar seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Palembang, Makassar, Denpasar serta kota-kota lainnya,” paparnya.

Igat juga menuturkan, membangun kota baru sebenarnya bukanlah hal sulit. Buktinya beberapa pengembang telah berhasil mengembangkan kawasan hutan/kebun/lahan kritis menjadi kota satelit dengan pemukiman rumah tapak, apartemen, perkantoran/pusat niaga.

“Yang tidak mudah adalah keputusan politik memindahkan pusat pemerintahan karena harus mempertimbangkan aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan,” ungkapnya.

Agar rencana besar tersebut berjalan baik, pria asal Bali ini menegaskan, yang perlu dikontrol adalah bagaimana konsep tata kota benar-benar green city, forest city, dan kota yang ramah untuk semua suku bangsa.

Ia juga mengingatkan agar ibukota baru nanti dapat menggunakan moda transportasi dan energi yang ramah lingkungan, menghutankan kembali bekas galian tambang, sistem zonasi yang konsisten.

“Zona kantor pemerintahan tidak boleh dicampur kantor swasta/perniagaan, sehingga tidak mengulang tata ruang kota Jakarta yang tidak memisahkan kawasan Istana Negara dengan kantor swasta. Di kawasan gelora Bung Karno ada kantor swasta, hotel dan mall,” ujarnya.

Intinya, sambung Igat, dengan perencanaan yang matang maka tidak akan terjadi memindahkan masalah Jakarta ke ibukota negara yang baru.

“Saya juga sepakat sebagaimana yang disampaikan Mendagri, Tjahjo Kumolo bahwa ibukota baru bukanlah daerah otonomi baru sehingga pusat pemerintahan tidak terganggu oleh pilkada,” paparnya.

“Ketika telah ada keputusan politik untuk membangun kota baru, maka kota baru itu perlu nama. Dan nama ibukota baru penting karena akan diperkenalkan kepada dunia. Karena itulah, Lembaga Diskusi dan Kajian Prakarsa Widyacitta mengusulkan sejumlah nama yang barangkali cocok untuk ibukota baru,” pungkasnya.

Berikut Usulan Nama Ibukota Baru:
1. Adikapura = kota terbaik
2. Dakarapura = kota sepanjang masa
3. Jayasripura = kota kemenangan yang cemerlang
4. Laksmipura = kota yang cantik dan asri
5. Prasantiloka = bumi yang damai
6. Punarbawaloka = bumi yang lahir kembali
7. Paramaloka = bumi yang melahirkan SDM unggul
8. Sahityaloka = bumi yang penuh kerukunan
9.Samastaloka = bumi yang dipersatukan
10. Urdhaloka = bumi yang mulia.(red)

 

Categories
Opini

Mentan Amran: Mau Kaya, Jadi Petani! ‘Petani Teladan Berprestasi’

Koran Jurnal, Jakarta – Momentum perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-74 tahun 2019 yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus menjadi hari kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan terlebih lagi bagi 30 orang Petani Berpestasi yang selama 4 hari ini telah mengikuti kegiatan Pemberian Penghargaan Tingkat Nasional tahun 2019. Mereka yang sejak pagi (17/08) mengikuti upacara HUT RI ke-74 bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini pun diberi jurus sukses berwirausaha oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Auditorium Kementerian Pertanian.

“Saya merasa terharu melihat cara petinggi-petinggi kita berusaha mengangkat derajat para petani sehingga kita semakin semangat,” kata Halim Antoni salah satu petani berprestasi dari Sumatera Barat menceritakan pengalamannya dalam acara pemberian penghargaan petani teladan 2019 oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di Kantor Pusat Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta, Sabtu (17/08/2019).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amram Sulaiman yang hadir dalam acara ini mengatakan, bahagia bisa bertemu petani andalan karena mereka ada “passion”.

“Mereka ini yang akan menjadi penggerak kelompok tani duta pertanian di masyarakat,” tukasnya.

“Tidak heran kalau data Bappenas terbaru mengungkapkan kalau pertanian adalah salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Amran.

“Saya juga bangga ada anak muda petani berprestasi dari Tabanan Bali, 32 tahun Surya Prasetya Wiguna dari Kelembagaan Ekonomi Petani Petani Tabanan Bali,” pinta Amran.

Sementara itu, Surya menyatakan dirinya dulu ‘Bankir’ tapi sekarang milih bertani dengan penghasilan 3 kali lipat lebih tinggi.

“Saya sekarang menjadi petani, milih keluar kerja di bank, karena bertani penghasilannya lebih tinggi,” ungkapnya dengan suara lantang menceritakan keberhasilannya kepada Menteri Amran dan disambut dengan riuh tepuk tangan semua jajaran Kementan yang hadir.

Kepala Badan Pengembangan Penyuluhan dan SDM Pertanian, Kementan, Dedi Nursyamsi menyebutkan dalam pemberian penghargaan ini terdapat 30 petani berprestasi Penghargaan Tingkat Nasional 2019. Terbagi dalam 7 kategori yaitu Petani Berprestasi, sebanyak 5 orang,
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berprestasi, sebanyak 5 unit, Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Berprestasi, sebanyak 5 orang.

“Selain itu, terdapat juga Penyuluh Pertanian Teladan, sebanyak 5 orang, Balai Penyuluhan Pertanian Berprestasi, sebanyak 5 unit, Dosen Berprestasi, sebanyak 3 orang; P4S Berprestasi, sebanyak 2 orang,” sebutnya.

Sekretaris Jenderal Kementan, Momon Rusmono menambahkan, kedepan akan menambahkan kategori petani berprestasi hingga peniliti, petugas POPT hingga eksportir milenial muda pertanian.

“Kami ingin memberikan motivasi untuk terus menerus memberikan yang terbaik,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Opini Polhukam

Legislator Partai Demokrat Ini Sebut Kaltim Cocok sebagai Ibukota Baru Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Wilayah Kalimantan dinilai tepat menjadi Ibu Kota baru menggantikan DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia, salah satunya ialah Provinsi Kalimantan Timur.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Ihwan Datu Adam, ketika memaparkan presentasinya saat menjadi narasumber di acara FGD (Focus Group Discussion) yang diselenggarakan BPH Migas di Hotel Grand Zury, BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (04/07/2019).

“Saya berinisiatif sendiri untuk menjadi bagian strategi marketing Kalimantan Timur. Karena saya terpanggil agar pemindahan ibu kota negara sukses dan Presiden Jokowi memilih daerah kita,” kata Ihwan kepada wartawan.

Legislator Partai Demokrat ini pun menjelaskan dasar keyakinannya mengenai pemilihan wilayah Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota baru dari Indonesia.

”Jika ditanya kepada seluruh provinsi yang ada di Indonesia, apakah mereka siap untuk menjadi Ibukota negara yang baru, sebagai pengganti Provinsi DKI Jakarta, maka secara serentak mereka pasti mengatakan, siap,” ujarnya

Ia menambahkan, salah satu keunggulan Kalimantan Timur terletak dalam bidang energi.

“Keunggulan Kaltim yang perlu ditonjolkan diantaranya adalah soal kebutuhan energi untuk memasok Ibu Kota negara RI, karena Kaltim adalah lumbung energi, maka hal itu menjadi keunggulan yang tidak dimiliki provinsi lain,” pungkasnya.(mos/red)

Categories
Opini Pendidikan TNI

Panglima TNI Sebut MOS dan ACA National Championship Membentuk Mentalitas Bangsa Yang Kuat

Koran Jurnal, Solo – Microsoft Office Specialist dan Adobe Certified Associate National Championship serta bidang pendidikan lainnya akan dapat membentuk mentalitas bangsa yang kuat, tidak inferior di depan bangsa lain dan memiliki kemampuan, keunggulan serta kualifikasi yang tidak kalah dibandingkan bangsa lain di dunia. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada penutupan Microsoft Office Specialist + Adobe Certified Associate National Championship tahun 2019 di SMA Pradita Dirgantara, Solo, Jawa Tengah, Kamis (04/07/2019).

Panglima TNI menghargai prakarsa panitia kompetisi ini karena kompetisi ini sarat dengan teknologi yang mengambil tema “Dream to Reality: The Significance of Dream and What They Can Represent”.

Menurutnya, tema ini telah mewakili kesadaran betapa perkembangan teknologi mendatang hanya dibatasi oleh mimpi, mimpi yang dapat terwujud menjadi kenyataan. “Penguasaan teknologi sejak dini adalah prasarat mutlak kemajuan bangsa di masa mendatang,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI juga mengingatkan bahwa di masa mendatang, teknologi tersebut tentu akan semakin maju. “Dengan artificial intelligence/kecerdasan buatan, kecepatan perubahan akan semakin mencengangkan. Itulah dunia yang akan dihadapi dan akan menjadi tempat kompetisi generasi muda bangsa,” ujarnya.

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan, bahwa kunci di masa depan adalah penguasaan teknologi dan siapa yang menguasai teknologi dialah yang unggul. Generasi milenial adalah generasi yang lekat dengan teknologi. Namun demikian harus diarahkan pada penguasaan teknologi yang tepat guna, terutama yang berkaitan dengan disrupsi-disrupsi di masa depan.

“Kunci kedua adalah adaptasi. Saat ini semua orang tergagap-gagap menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat. Untuk itu, diperlukan juga kecepatan beradaptasi dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi yang ada,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa SMA Pradipta Nusantara yang berhasil memenangkan 4 kategori yang telah berhasil mewakili Indonesia dalam ajang MOS + ACA World Championship yang diselenggarakan di New York, Amerika Serikat.

Untuk yang belum memperoleh kesuksesan, Panglima TNI mengingatkan, bahwa hal itu bukan berarti kegagalan, melainkan hanya faktor yang tertunda dalam memperoleh kesuksesan.

“Oleh karena itu, jangan pernah menyerah, wujudkan mimpi-mimpi besar demi bangsa dan bahkan dunia,” tegasnya.(Pusp/red)

Categories
Opini Politik

Relawan Membara: Debat ke-4, Capres Petahana Jokowi Terbukti Calon Panglima Tertinggi

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Relawan Membara (Membangun Bersama Rakyat) Alex Marantika mengatakan, dalam debat capres yang ke 4 kalinya, capres petahana Joko Widodo (Jokowi) semakin membuktikan dirinya sebagai calon pemimpin bangsa dan juga calon panglima tertinggi negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) periode 2019-2024.

Debat Pilpres ke 4 yang menampilkan kedua calon presiden itu, menurut Alex, capres petahana Jokowi lebih pantas memimpin negeri ini untuk periode 2019-2024.

“Jelas terlihat bahwa performa, pemahaman, dan statement-statement dari kedua capres jelas beda kualitas,” ujar Alex di Jakarta, beberapa waktu lalu, Rabu (20/03/2019).

Alex menyimpulkan, capres 02 masih bicara ‘akan’ sedangkan capres 01 sudah menjalankan proses pemerintahan bersama wakilnya Jusuf Kalla secara nyata dan terbukti.

“Prabowo masih ‘Akan’, tetapi Joko Widodo sudah teruji dan terbukti. 02 cuma bisa paparkan program di tataran ‘permukaan’, tetapi penerapan detailnya sudah dilakukan pemerintahan Jokowi,” ujarnya.

Sedangkan dari sisi emosional dan sikap, lanjut Alex, Jokowi lebih terkontrol emosinya.

“Capres 02 mudah emosi, beda Jokowi yang lebih menguasai (emosinya),” kata Alex.

Apalagi, tambah Alex, saat pembahasan soal kekuatan dan kemampuan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Alex menyayangkan capres 02 yang tidak percaya terhadap pertahanan TNI.

“Sudah diprediksi sejak awal, Jokowi bukan lawan capres 02. Jokowi punya pengalaman dan teruji. Istilah-istilah yang akrab dengan ketentaraan, menunjukkan bahwa Jokowi siap dan pantas menjadi Panglima Tertinggi sebagai Presiden RI,” kata Alex.

“Saya meyakini capres Jokowi yang didampingi seorang Kiai dan Ulama Besar KH Ma’ruf Amin adalah pasangan yang pantas menjadi pemimpin bangsa Indonesia,” tandasnya.(ton)

Categories
Ekonomi Opini

Rizal Ramli: Ekonomi Lambat, Budget Malah Dipotong, Pajak Diuber-uber

Koran Jurnal, Palembang – Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Rizal Ramli (RR) menilai, sistem makro ekonomi yang diterapkan saat ini bersifat sangat konservatif. Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mandeg di angka 5 persen per tahun.

“Ekonomi sedang melambat, budget malah dipotong, pajak diuber-uber, itu bikin ekonomi tambah nyungsep,” kata Rizal Ramli dikutip kumparan, saat menghadiri deklarasi alumni perguruan tinggi se- Sumsel pendukung 02 di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (31/03/2019).

Ia pun menuturkan, sampai hari ini pihaknya tidak pernah mendengar rencana calon presiden nomor urut 01, Jokowi untuk mengeluarkan rencana dan strategi baru agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 5 persen.

Menurutnya, calon presiden Prabowo sudah meminta target pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8 persen. Caranya dalam waktu 100 hari kerja akan langsung mengambil kebijakan menurunkan tarif dasar listrik, sehingga emak-emak akan mampu menghemat uang sampai dengan Rp 600 ribu per bulan.

“Lalu kedua menurunkan harga bahan makanan, dari itu emak-emak bisa berhemat Rp 50 ribu per hari, sehingga dalam satu bulan bisa hemat Rp 1,5 juta. Kemudian ditambah penghematan listrik tadi membuat mereka memliki daya beli,” katanya.

Dampaknya, sektor ritel akan hidup kembali, dan ekonomi otomatis akan bertambah 1 persen. Kemudian, kata Rizal, capres Prabowo juga ingin membangun 1 juta unit rumah untuk rakyat setiap tahun. Sementara Jokowi hanya mampu membangun sekitar 320 ribu unit.

“Kalau bangun 1 juta unit rumah setiap tahun, lapangan kerja akan bertambah 3,5 juta baik langsung maupun tidak langsung. Kemudian, ekonomi akan kembali terdorong 1,5 persen. Nah dari situ saja artinya sudah bisa menambah pertumbuhan ekonomi hingga 7,5 persen, belum lagi rencana pengembangan sawah dan lain-lain,” katanya.

Menurutnya, memang capres Jokowi menunjukkan bahwa dirinya tidak bisa mengangkat ekonomi Indonesia di atas 5 persen. RR mengaku prihatin banyak petani kebun di luar Jawa, khususnya Sumatera dan Sulawesi mengeluh dengan anjloknya sejumlah harga komoditi perkebunan. Seperti sawit yang anjlok hingga dibawah Rp 10 ribu per kilogramnya, sementara biaya panen dan angkutnya saja sudah lebih dari Rp 20 ribu.

“Begitu juga dengan karet dan kopra yang turut anjlok. Sementara solusi dari pak Jokowi itu ngasal. Malah menyuruh petani tanam jengkol, cabai, duren. Padahal seperti jengkol dan duren itu butuh waktu 7-8 tahun untuk panen, dengan waktu begitu lama rakyat bisa kesulitan luar biasa,” katanya.

Padahal, lanjut RR, ada cara yang lebih canggih. Misalnya, dana dari akumulasi tax ekspor sawit itu nilainya mencapai puluhan triliun. Tapi kini justru dipakai untuk perusahaan sawit besar, dimana seharusnya itu bisa dipakai untuk menetapkan harga dasar sawit, sehingga membuat harganya bisa lebih tinggi. Begitu juga dengan kopra, karet dan sebagainya.

“Jelas sekali kalau pemerintah sekarang tidak mampu mencari solusi yang cerdas, dan cenderung ngasal,” tukasnya.(jrs/kum/red)

Categories
Nasional Opini

Mentan Amran Sulaiman: Penyuluh Adalah Pahlawan Pertanian Indonesia

Koran Jurnal, Bogor – Menteri Pertanian memuji Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan tenaga teknis pertanian sebagai pahlawan pertanian Indonesia. Apresiasi ini disampaikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dalam “Temu Koordinasi Nasional Penyuluh dan Tenaga Teknis Pertanian Tahun 2018,” di IPB International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat (20/12/2018).

“Ini adalah pahlawan-pahlawan pangan yang hadir di tempat ini. Kondisi ketahanan pangan kita berada di tangan para tenaga penyuluh,” ujar Amran di hadapan sedikitnya 1000 penyuluh dan tenaga teknis pertanian yang hadir.

Amran bercerita pengalamannya saat pernah menjadi PPL, berjuang di lapangan bersama petani di bawah terik matahari, diguyur hujan, mengabdi tanpa pamrih.

“Kami tahu perjuangan PPL, kami juga pernah jadi penyuluh. Karena ALLAH tahu pentingnya PPL, maka ditakdirkan menterinya dari penyuluh,” kata Amran.

Amran kemudian berpesan, agar memiliki daya saing dan memberi manfaat lebih luas bagi pembangunan pertanian Indonesia, Penyuluh pertanian harus inovatif.

Ia berbagi pengalaman, bagaimana temuan-temuannya untuk membasmi hama tanaman pertanian telah memberikan banyak manfaat. Bahkan juga membuatnya mendapatkan banyak apresiasi dan pencapaian.

“Kami dulu ciptakan racun tikus namanya Tiran, anda kenal ? Tiran artinya tikus mati diracun Amran. Itu kreasi saya. Jadi PPL harus inovatif. Dulu saya jual nggak laku. Lalu saya berikan gratis juga nggak mau. Begitu sulitnya menyuluh”, cerita Amran.

Amran melanjutkan cerita pengalamannya, membasmi ribuan hama babi yang mengganggu tanaman pertanian warga. Ia memulai dengan melalukan riset makanan yang disenangi babi, untuk kemudian dijadikan umpan.

“Saya kasih telur, ndak suka. Saya kasih tikus, ndak mau. Saya kasih kepiting, nah baru dia suka. Saya kasih dulu 3 kali, berikutnya baru kita bawakan kepiting satu truk yang sudah diracun. Saya kondisikan semua warga agar yang punya anjing pemburu semua diikat”, lanjut Amran.

Hasilnya, 2 ribu lebih ekor babi hama tanaman mati. Karena diumpan bersamaan, maka tidak ada kesempatan hewan babi untuk memberi tahu yang lainnya bahwa mereka sedang diberi umpan racun.

“Dua ribu lebih hama babi mati dengan racun kepiting. Ini membuat saya mendapatkan kenaikan pangkat menabrak ketentuan, 6 kali dalam 4 tahun,” kenangnya.

Memberi semangat pada penyuluh, Amran kembali berseru bahwa pencapaian yang diraihnya juga bisa diraih para penyuluh.

“Karena saya mampu berdiri di sini, dan saya juga dulu PPL, maka kalian juga bisa. Bisa?,” pungkas Amran menyemangati.

Pencapaian Hasil Perjuangan Bersama

Selain menyemangati, Menteri Amran juga memberi penghargaan pada para penyuluh. Atas perjuangan yang dilakukan bersama dengan dukungan penyuluh sebagai garda terdepan, pembangunan sektor pertanian meraih sejumlah prestasi yang membanggakan.

“Perjuangan kalian ada hasilnya. Saat jadi Menteri di tahun 2014, inflasi pangan 10,57 persen. Berkat dukungan kalian semua, tahun ini kita mencapai angka inflasi pangan terbaik 1,26 persen,” jelas Amran.

Ia melanjutkan, dengan jerih payah penyuluh di lapangan, Ekspor pangan Indonesia naik 29,7%. Investasi pertanian naik 110%, dengan total nilai Rp 270,1 Triliun. Begitupula PDB pertanian naik 47,2%, dengan akumulasi kenaikan mencapai Rp 1.375,2 Triliun.

Sementara Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) – dua indikator kesejahteraan petani – sepanjang 2014-2018 mengalami kenaikan. NTUP naik 5,39% NTP naik 0,22%.

Temu Penyuluh Sebagai Investasi Sumberdaya Manusia Pertanian

Sesuai tema yang diusungnya, Temu Koordinasi Nasional Penyuluh dan Tenaga Teknis Pertanian 2018, digelar untuk Meningkatkan Kinerja dan Daya Saing Melalui Pembangunan Sumber Daya Manusia Pertanian.

Hal ini sesuai pesan Presiden Joko Widodo, bahwa fokus Pemerintah di tahun 2019 pada investasi sumberdaya manusia. Sebagai tahapan besar selanjutnya, setelah percepatan pembangunan infrastruktur berjalan dan mulai banyak diselesaikan.

Dan Penyuluh Pertanian serta Tenaga Teknis Pertanian, merupakan garda terdepan dalam mengawal kegiatan strategis Kementerian Pertanian (Kementan). Seperti Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (UPSUS PAJALE), Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB), Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPSIN), Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA), dan Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI).

Untuk mensukseskan kegiatan strategis tersebut dan mensosialisasikan 4 (empat) tahun keberhasilan kinerja pemerintah dan Kementerian Pertanian melalui pembangunan sumber daya manusia, maka diperlukan adanya dukungan kinerja Penyuluh Pertanian dan tenaga teknis pertanian.

Kegiatan ini juga sebagai wujud apresiasi pemerintah kepada para Penyuluh Pertanian dan Tenaga Teknis Pertanian, yang telah diakui tugas dan perannya dalam mendampingi para petani dan kelompok tani di lapangan.

Temu Penyuluh dihadiri sedikitnya 1.000 orang tenaga lapangan, terdiri atas : Perwakilan Penyuluh Pertanian se- Indonesia sebanyak 775 orang; Perwakilan Tenaga Harian Lepas Medik/Paramedik Veteriner sebanyak 68 orang; Perwakilan Tenaga TKP Perkebunan sebanyak 85 orang; dan Perwakilan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman-Pengamat Hama Penyakit sebanyak 72 orang.

Setelah Menteri Pertanian memberikan arahan, para Direktur Jenderal Teknis seperti Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Direktur Jenderal Hortikultura, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Direktur Jenderal Perkebunan menyampaikan capaian kinerja masing-masing sub sektor yang mendukung keberhasilan pembangunan pertanian.(ton/Hum)

Categories
Opini Polhukam

Relawan Kita Jokowi Yakin Wilayah Bekasi Raih 80 Persen Suara untuk Paslon Capres-Cawapres 01

Koran Jurnal, Bekasi – Ketua Umum Relawan Kita Jokowi, Iksan Pasaribu meyakini jumlah pemilih pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin di wilayah Bekasi dan sekitarnya pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang akan diperoleh sebesar 80 persen.

Optimisme itu diungkapkan Iksan Pasaribu saat deklarasi dukungan Relawan Kita Jokowi wilayah DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Tambun Bekasi, Jawa Barat, yang diselenggarakan di Sekretariat Relawan Kita Jokowi Tambun, Mekarsari, Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (16/12/2018).

Dari pantauan pewarta, tampak sekitar puluhan Relawan Kita Jokowi dari beberapa wilayah kecamatan di Bekasi turut menghadiri dan berkumpul memberikan pernyataan dukungan tersebut.

“Kita ini dukungannya sementara untuk masih di Tambun Bekasi. Jadi nanti kita akan rencana membuka posko-posko secara masiv didaerah daerah Jawa Barat,” ujar Iksan Pasaribu kepada rekan media disela-sela acara.

Menurutnya, deklarasi DPD Tambun Bekasi ini merupakan langkah kongrit Relawan Kita Jokowi untuk memenangkan paslon nomor urut 01 itu di wilayah Tambun, Bekasi.

“Deklarasi DPD relawan Jokowi di Tambun Bekasi yang merupakan harapan dari semua relawan di wilayah Tambun khususnya untuk mendirikan posko sebagai perkumpulan para relawan-relawan Jokowi untuk bertemu dan saling koordinasi antar pendukung Jokowi-Kiai Ma’ruf,” kata Iksan Pasaribu.

“DPD Tambun Bekasi ini sudah terbentuk secara sah. Dan sudah menjadi posko atau tempat aspirasi masyarakat serta menjadi corong untuk memenangkan Jokowi di Kabupaten Kotamadya. Dengan terbentuknya posko ini diharapkan akan menjamur posko posko lainnya di wilayah dan kecamatan masing-masing,” lugasnya.

Iksan juga mengungkapkan, strategi Relawan Kita Jokowi dalam memenangkan pasangan nomor urut 01, masih dengan melakukan blusukan-blusukan ke setiap wilayah.

“Relawan Kita Jokowi merupakan relawan yang militan yang siap door to door, dari rumah kerumah, hingga tingkat kecamatan,” pungkasnya.(ton)