Categories
Ekonomi Opini

Akademisi IPB: Benih Unggul dan Pupuk, Dongkrak Produktivitas Padi-Jagung

Koran Jurnal, Jakarta – Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi mengungkapkan produktivitas padi dan jagung meningkat karena kontribusi penggunaan benih unggul dan pupuk. Berbagai hasil riset penggunaan benih unggul yang ditunjang dengan pemupukan yang tepat, berdampak signifikan pada peningkatan hasil panen.

“Terlihat dari trend produktivitas padi Indonesia semakin meningkat berkat berbagai terobosan dan penggunaan teknologi sehingga mampu meningkatkan produksi pada era Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo,” demikian dikatakan Prima Gandhi di Bogor, Jum’at (8/4/2022).

Gandhi menyebutkan trend produktivitas padi terlihat dari angkat perhitungan BPS. Data BPS menyebutkan produktivitas padi sejak 2019 semakin meningkat yakni tahun 2019 sebesar 5,11 ton/hektar, tahun 2020 sebesar 5,13 ton/hektar dan 2021 sebesar 5,22 ton/hektar, bahkan di tingkat Asia posisi produktivitas Indonesia berada peringkat kedua setelah Vietnam.

Tak hanya itu, sambungnya, data FAO pun menyebutkan di tahun 2018 Indonesia menduduki peringkat kedua dari 9 negara negara FAO di Benua Asia. Adapun urutannya Vietnam 5,89 ton/hektar, Indonesia 5,19 ton/hektar, Bangladesh 4,74 ton/hektar, Philipina 3,97 ton/hektar, India 3,88 ton/hektar, Pakistan 3,84 ton/hektar, Myanmar 3,79 ton/hektar, Kamboja 3,57 ton/hektar dan Thailand 3.l,09 ton/hektar.

“Ini menunjukan program kerja Kementerian Pertanian on the right track, mesinnya bergerak di lapangan, akselerasi produksi dilakukan melalui mapping kawasan andalan, kawasan utama maupun kawasan pengembangan,” ucapnya.

Lebih lanjut Gandhi menjelaskan pada kawasan andalan, program kerja Kementan dengan memacu upaya meningkatkan produksi dan produktivitas melalui peningkatkan indek pertanaman dan penggunaan benih unggul serta pemupukan berimbang tepat sesuai kebutuhan hara tanah. Ada kegiatan perluasan areal tanam maupun meningkatkan indek pertanaman.

“Hal yang sama terlihat telah dilakukan untuk memacu produksi jagung. Selain padi di lahan sawah, petani mengidolakan tanam jagung di lahan kering karena menguntungkan dan mudah ditanam,” terangnya.

Menurut Gandhi, meskipun kontribusi biaya pupuk dalam struktur biaya produksi sekitar 10 persen, namun pupuk itu merupakan makanannya tumbuhan, urea memacu fase vegetatif tanaman menjadi subur hijau, sedangkan pupuk NPK khususnya unsur phospat akan mengisi bulir padi secara optimal. Dalam kondisi sulit dan mahalnya pupuk kimiawi, kini digencarkan pupuk organik dan pupuk hayati, hemat karena buatan sendiri dari bahan kompos yang ada di sekitar.

“Hal yang sama, penggunaan benih padi unggul berkontribusi pada produktivitas. Penggunaan ideal benih padi 25 kg perhektar maupun jagung 15 kg perhektar bila dengan benih unggul terbukti berdampak pada produktivitas,” katanya

Ia menyebutkan kini petani sudah familier dengan benih unggul dan melakukan pergiliran varietas. Bahkan kini petani menyukai varietas unggul genjah guna mengejar indek pertanaman hingga IP300 bahkan sudah mulai belajar IP400 yang berarti setahun empat kali tanam dan empat kali panen.

“Asal ada kemauan merubah dan disitu akan ada hasil yang lebih baik. Alhasil dari data BPS, sejak 2019 hingga sekarang tidak ada impor beras umum, bahkan setiap tahun produksi beras selalu surplus di atas kebutuhan konsumsinya,” tandas gandhi.(hum)

Categories
Kesehatan Opini TNI

Panglima TNI: Nakes adalah Ksatria Negara untuk Lindungi Masyarakat dari Ancaman Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI memberikan apresiasi kepada para petugas 4 Pilar (TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan) dan Tenaga Kesehatan termasuk Bapak Walikota Bekasi atas upaya yang telah dilakukan selama ini terkait penanganan Covid-19.

Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dihadapan awak media saat meninjau Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Kelurahan Jati Cempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Minggu (04/07/2021).

Panglima TNI juga mengatakan bahwa Bapak dan Ibu para Nakes adalah kesatria negara untuk melindungi masyarakat dari ancaman Covid-19. “Saya apresiasi untuk tenaga kesehatan dan 4 Pilar yang benar-benar tidak mengenal lelah untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga masyarakat bebas dari Covid-19,” ucapnya.

“Terima kasih banyak khususnya 4 Pilar dan Tenaga Kesehatan, Bapak dan Ibu harus jaga kesehatan karena Bapak dan Ibu sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Termasuk Walikota, Babinsa, Bhabinkamtibmas kemudian Kapolres tetap jaga kesehatan untuk menjaga mereka, sudah bagus dalam pelaksanaan PPKM,” kata Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI, pelaksanaan PPKM Mikro di Kota Bekasi sudah dapat terlaksana dengan baik.

“Namun demikian, kita terus memantau bagaimana pelaksanaan tracing kontak erat, diawali dengan testing dan treatment di wilayah, khususnya PPKM Mikro dengan berbasis RT dan RW,” ujarnya.

“Di beberapa tempat memang sudah bisa melaksanakan isolasi mandiri dan terdukung kebutuhannya diantaranya adalah obat-obatan,” tambahnya.

Selanjutnya Panglima TNI menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi akhirnya mendapatkan satu strategi yang bagus ketika para penerima vaksinasi harus datang di tempat tertentu yang sudah ditentukan oleh Walikota.

“Mereka tinggal vaksin saja sehingga dalam satu setengah jam itu bisa mendapatkan kurang lebih 25.000 vaksin, karena skrining dilaksanakan di desa-desa kemudian swab termasuk pengisian blanko,” katanya.

“Ini hal yang sangat baik untuk mempercepat akselerasi vaksinasi yang memang kita harapkan, sebelum bulan Agustus kita sudah mendapatkan herd immunity,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI juga berdialog dengan petugas PPKM Mikro yang sedang bertugas dan mengatakan bahwa tingkat kesembuhan sudah mulai bagus. “Ini karena pelaksanaan PPKM disini sangat baik, kemudian akselerasi vaksinasi juga terus kita kejar. Kalau dua itu kita laksanakan dengan baik, target untuk herd immunity tercapai dan Insya Allah segera turun Covid-19 tiap hari,” kata Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI, angka kesembuhan di Wisma Atlet sudah mencapai 800 orang setiap harinya, kemudian pasien yang masuk juga berkurang.

“Ini artinya kerja keras kita setiap hari sudah mulai membuahkan hasil, mudah-mudahan minggu depan terus akan semakin sehingga Bed Occupancy Rate (BOR) juga akan semakin turun,” harapnya.(Pusp/red)

Categories
Opini TNI

KSAU: Pegang Teguh Aturan serta Patuhi Ketepatan Waktu

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., menegaskan kepada pihak pengadaan barang dan jasa agar benar-benar memegang teguh aturan yang berlaku, mematuhi ketepatan waktu yang telah ditetapkan serta bertanggung jawab terhadap kuantitas maupun kualitas barang dan jasa yang dikontrakkan.

Hal tersebut disampaikan Kasau pada acara penandatanganan bersama kontrak pengadaan barang dan jasa Satuan Kerja (Satker) Mabesau Tahun Anggaran 2021 di Gedung Serba Guna Soeharnoko Harbani Denma Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (08/02/2021).

Lebih lanjut KSAU menyampaikan, kepada pemilik kepentingan pengadaan TNI AU, hubungan kerja sama antara TNI AU dan para mitra di bidang penyediaan barang dan jasa pertahanan matra udara adalah bentuk kerja sama yang sangat strategis.

“Dalam kesempatan ini saya menggugah kesadaran seluruh stakeholders untuk memahami bahwa kolaborasi dan kerja sama yang kita bangun, adalah bagian penting yang tak terpisahkan dari pembangunan kekuatan matra udara,” ujar KSAU.

Diakhir sambutannya KSAU berharap, bahwa sektor pertahanan adalah investasi yang sangat penting, dalam memastikan terjangannya stabilitas keamanan dan untuk menjaga kedaulatan negara khususnya di udara.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan bersama kontrak pengadaan barang dan jasa Satker Mabesau Tahun 2021 secara simbolis yang disaksikan oleh KSAU, antara perwakilan mitra dengan Kadisadaau Marsma TNI Hento Budi Sarjono, S.E., M.M.

Hadir pada acara tersebut, Wakasau Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, S.H., M.DS., Aslog Panglima TNI, para Aslog Angkatan, Irjenau, Koorsahli Kasau, para Asisten Kasau, dan para penyedia barang dan jasa.

Selain itu juga kegiatan tersebut diikuti secara Virtual oleh para Pangkotama, Dankoharmatau, dan Dankodiklatau.(disp/red)

Categories
Opini TNI

Panglima TNI: Kehadiran Vaksin Memberi Harapan Baru dan Pandemi Dapat Dikendalikan

Koran Jurnal, Jakarta – “Dalam mendukung vaksinasi nasional tersebut TNI telah menyiapkan personel, material dan Alutsista untuk mengawal dan mengamankan distribusi Vaksin Covid-19 ke daerah-daerah,” tegas Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat menjadi pembicara kunci pada Webinar bertajuk “Vaksin Covid-19 Untuk Indonesia Bangkit”, Sabtu (30/01/2021).

Apa yang disampaikan Panglima TNI dibuktikan dengan nyata bahwa TNI mengerahkan 91.817 personel  dan menyiapkan 109 Rumah Sakit TNI di 34 Provinsi di seluruh Indonesia untuk mendukung Program Vaksinasi Nasional Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI menyampaikan, keterlibatan TNI dalam membantu penanganan pandemi Covid-19, dimulai dari penjemputan dan karantina 238 orang WNI dari Wuhan pada akhir Januari 2020. Selanjutnya pembentukan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) TNI di Natuna, di Pulau Sebaru Kecil, Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, dan Rumah Sakit Lapangan Indrapura.

“TNI selalu berada di garis depan dalam setiap upaya menjaga negara dan bangsa dari setiap ancaman, termasuk ancaman wabah penyakit seperti pandemi Covid-19 saat ini. Prajurit TNI dan tenaga kesehatan TNI selalu menjadi frontliner dalam penanganan pandemi adalah aset penting yang harus dijaga dan diapresiasi,” tegasnya.

Panglima TNI mengatakan, untuk mendukung perkuatan tenaga kesehatan yang  berjuang digaris depan, saat ini TNI telah merekrut tenaga kesehatan melalui jalur khusus dari Perwira Prajurit Karier Khusus Tenaga Kesehatan TNI.

“Untuk memperkuat tenaga kesehatan, TNI baru saja melantik 164 orang Perwira Prajurit Karier Khusus Tenaga Kesehatan TNI yang akan langsung diterjunkan sesuai keahliannya masing-masing. Dengan perkuatan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target Pemerintah dalam Program Vaksinasi Nasional,” ungkap Panglima TNI.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa selain menerjunkan tenaga kesehatan TNI untuk mendukung Program Vaksinasi Nasional,  TNI juga mengerahkan personel di satuan-satuan kewilayahan untuk melaksanakan sosialisasi dan memberikan penyuluhan untuk mengedukasi masyarakat.

“Hal ini penting karena salah satu faktor yang menjadi tantangan dalam Program Vaksinasi ini adalah beredarnya berita-berita bohong atau hoax. Masifnya informasi menyesatkan terkait vaksinasi menjadi penghambat dalam pemenuhan target 181 juta orang yang akan mendapatkan vaksinasi gratis sampai tahun 2022,” kata Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI untuk memenangkan perang informasi dan narasi ini perlu adanya upaya sinergis dan kolaboratif seluruh stake holders terkait karena setiap anggota masyarakat adalah tokoh-tokoh sentral dalam penerapan disiplin protokol kesehatan. Masih adanya sebagian masyarakat yang enggan ataupun tidak disiplin berarti dibutuhkan pendekatan yang lebih baik. Pemahaman yang salah terkait vaksin dan upaya vaksinasi juga harus dijernihkan.

“Disinilah peran penting berbagai elemen yang ada di dalam masyarakat, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh wanita, dan sebagainya. Sinergitas antara TNI-Polri Pemda dan tokoh masyarakat dan tokoh agama menjadi sangat penting dalam menyukseskan Program Vaksinasi Nasional Covid-19,” tuturnya.

Panglima TNI juga menegaskan bahwa penerapan disiplin protokol kesehatan menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan harus  menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari sampai pandemi ini dapat diatasi dan berakhir.

Acara Webinar yang bertajuk “Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit” tersebut menghadirkan beberapa narasumber seperti Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Ketua MUI KH. Cholil Nafis dan Anggota Satgas Covid-19 dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Dr. dr. Sukamto Koesno Sp.PD.(Pusp/red)

Categories
Opini TNI

Kapendam Brawijaya: Berita Kasdim 0817/Gresik Meninggal Karena Vaksin Covid-19 adalah Hoax

Koran Jurnal, Surabaya – Beredarnya foto anggota TNI yang disebut-sebut sebagai Kasdim Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi, disertai keterangan bahwa yang bersangkutan meninggal dunia usai disuntik vaksin Sinovac, adalah berita Hoax. Demikian disampaikan Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya Kolonel Arm Imam Haryadi S.Ip, di Surabaya. Senin pagi (18/01/2021).

Menurut Kapendam, berita hoax tersebut harus segera diluruskan agar tidak menimbulkan penyesatan opini di kalangan masyarakat terkait program pemerintah berupa vaksinasi Covid-19 yang sedang berjalan saat ini.

“Hingga saat ini, Kasdim Gresik dalam keadaan sehat wal afiat. Jadi tidak benar berita yang mengatakan bahwa ia meninggal setelah disuntik vaksin Sinovac,” tegasnya.

Imam Haryadi melanjutkan dengan menjelaskan data dan fakta yang sebenarnya terjadi terkait berita Hoax yang beredar di media sosial tersebut. Sesungguhnya, anggota TNI yang dilingkari dalam foto yang beredar, adalah foto almarhum Mayor Kav Gatot Supriyono, Danramil Kebomas Kodim 0817/Gresik. Alm. Gatot meninggal dunia pada hari Jum’at tanggal 15 Januari 2021 pukul 23.06 akibat serangan jantung.

Perlu diketahui pula bahwa Alm. Gatot Supriyono belum pernah divaksinasi Covid-19 dengan Merk Sinovac sebelumnya. Almarhum juga pernah melaksanakan test rapid antigen di Poskes Gresik pada hari Kamis, tanggal 14 Januari 2021, dan hasilnya non reaktif. Adapun foto yang beredar diambil dari dokumentasi tanggal 10 Januari 2021, saat yang bersangkutan mendampingi Danrem 084/BJ beserta keluarga melaksanakan ziarah ke Makam Sunan Giri, di Gresik.

Sementara itu, di tanggal yang sama, Kasdim Gresik atas nama Mayor Inf Sugeng Riyadi menerima Vaksinasi Covid-19, dengan Merk sinovac di RSUD Ibnu Sina Gresik menggantikan Dandim 0817/Gresik (Letkol Inf Taufik Ismail, S. Sos. M.I. Pol) dikarenakan pada saat screening, tensi Dandim tinggi. Hingga berita ini diturunkan, kondisi Mayor Inf Sugeng Riyadi dalam keadaan sehat.

Pemberitaan yang menyatakan bahwa Kasdim Gresik meninggal dunia usai divaksin Sinovac, adalah berita tidak berdasarkan kebenaran.

“Sehingga masyarakat diharapkan tidak terpengaruh berita tersebut, serta yakin bahwa Vaksin Covid-19 Merk Sinovac telah aman dan manjur untuk mengatasi Pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini,” pungkasnya.(pen/red)

Categories
Ekonomi Opini Ragam

Mentan Syahrul: Petani adalah Pahlawan Ekonomi Bangsa

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka memperingati hari pahlawan nasional yang jatuh pada 10 November 2020, Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak semua pihak untuk semakin menghargai kontribusi para petani dalam menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo secara khusus memberi apresiasi pada semua petani karena selama ini menjadi bagian penting dalam penyediaan pangan nasional. Petani juga menurut mentan harus dipandang sebagai pejuang pangan.

“Hari pahlawan ini berarti juga hari para petani. Sebab mereka menjadi bagian-bagian yang harus kita apresiasi sebagai pejuang dan pahlawan saat ini,” ujar Mentan saat menghadiri peringatan hari pahlawan di ruang Agro War Room, Salasa, (10/11/2020).

Mentan mengatakan, merebaknya pandemi Covid 19 yang berkepanjangan telah menyadarkan masyarakat dunia bahwa sebuah negera bisa menjadi kuat dan besar karena tersedianya pangan dengan sangat baik. Terlebih peran petani terbukti mampu meningkatkan produktivitas.

“Pertanyaannya adalah apakah negara bisa maju tanpa makanan yang tersedia dengan baik. Berarti disitulah kontribusi petani sebagai pejuang dan pahlawan  Tanpa makanan kesehatan pun terganggu, tanpa makanan pandemi jauh lebih berbahaya,” katanya.

Oleh karena itu, Mentan menyebutkan kekuatan dan semangat kebersamaan serta kegotong royongan para petani dengan semua stakeholder termasuk jajaran Kementerian adalah bagian penting sebagai strategi paling utama dalam memajukan kesejahteraan petani.

Apalagi, lanjut Mentan, Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam dan manusia yang begitu subur dan unggul. Untuk itu, Mentan menegaskan keberadaan negara harus bisa melakukan sosial engineering dalam menyemangati para petani supaya terus berprestasi bekerja dan semangat melakukan tugasnya.

“Tantangan pasti ada kedepannya dan kita harus menjadikan tantangan ini menjadi bagian yang harus di solusikan bersama,” tegasnya.(hum/red)

Categories
Megapolitan Opini

Penggiat PMI Dukung Pernyataan Benny Rhamdani Soal Sponsor Meski Tak Semua Seperti Itu

Koran Jurnal, Jakarta – Viral video pernyataan Kepala BP2MI Benny Rhamdani yang menyebut ‘Sponsor itu Bajingan’ mendapatkan respon dan reaksi dari sejumlah pihak, baik yang pro dan kontra, juga para sponsor Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Seperti diberitakan terkait pernyataan Benny Rhamdani itu, di beberapa daerah mengatasnamakan persatuan sponsor melakukan aksinya dari Jawa Barat dan Jawa Timur mereka menolak dan menyesalkan atas pernyataan Benny Rhamdani dan meminta agar mantan anggota DPD RI itu meralat serta meminta maaf dengan batas waktu 3×24 jam.

Sementara Ali Abdurahman salah satu pegiat Pekerja Migran Indonesia mendukung pernyataan tersebut. Menurutnya walaupun tidak semua sponsor bajingan namun kenyataannya aktifitas mereka lebih pada ekonomi, hanya sedikit sekali sponsor memperhatikan bentuk kemanusiaan maupun kepeduliannya pada perbaikan tata kelola baik penempatan maupun perlindungannya.

“Baru kali ini ada Kepala Badan seberani Benny Rhamdani dan gebrakan tersebut sebagai bukti bahwa beliau lebih pada pembelaan PMI dan tentu tugasnya untuk benar-benar melindungi PMI sesuai instruksi Presiden dalam melakukan perbaikan yang selama ini PMI masih dianggap komoditas,” lugas Ali kepada wartawan saat dimintai tanggapannya, di Jakarta, Senin (29/06/2020).

Ali juga menghimbau kepada para sponsor agar tidak dijadikan polemik, justru harus dijadikan cambuk untuk memperbaiki image negatif dan menunjukkan diri bahwa kalian adalah mitra yang baik.

“Terakhir saya atas nama pribadi mendukung gebrakan yang dilakukan Kepala Badan dan berharap Kemenaker juga melakukan hal yang sama karena PMI adalah menyumbang devisa terbesar sudah sepantasnya dilayani, dilindungi dan dihargai,” tandas Ali.(red)

Categories
Opini Polisi

Jelang HUT Bhayangkara 74, Kabaharkam Polri: Teruslah Berbuat Baik

Koran Jurnal, Jakarta – Persepsi kepercayaan masyarakat kepada Polri memang kerap naik turun. Namun naiknya susah, turunnya mudah. Sedikit saja anggota Polri berbuat salah, persepsinya di mata masyarakat langsung terjun bebas.

“Kita berbuat baik saja belum tentu masyarakat menerima kita, apalagi kita tidak berbuat baik. Namun percayalah, kebaikan itu datangnya dari Yang Maha Kuasa. Jadi, lakukan kebaikan saja untuk masyarakat,” kata Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, Jum’at (19/06/2020).

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1989 itu mengalamatkan pernyataan tersebut kepada jajaran Baharkam Polri untuk senantiasa berbuat baik, melakukan tugas dengan baik dan benar, tanpa harus ambil pusing atas penilaian masyarakat.

Polisi dibenci masyarakat itu biasa. Karena sering kali polisi hanya diidentifikasi sebagai penegak hukum. Kerjanya menangkap orang yang diduga melakukan pelanggaran. Namun ternyata, menurut Komjen Pol Agus Andrianto, tugas Polri bukan semata penegakan hukum. Ia memberi contoh badan yang dipimpinnya, yang memiliki tugas utama pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Secara struktur, Baharkam Polri menaungi tiga korps di bawahnya, yakni Korps Pembinaan Masyarakat (Korbinmas), Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara), dan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud).

Korbinmas bertugas menangani faktor-faktor penyebab gangguan kamtibmas (preemtif). Korsabhara bertanggung jawab atas pencegahan gangguan kamtibmas (preventif), seperti melakukan pengamanan, pengawalan, dan patroli. Sementara Korpolairud mempunyai tugas membantu operasional Polri, Harkamtibmas di wilayah pesisir, hingga penegakan hukum atas pelanggaran yang terjadi sepanjang 12 mil wilayah laut Indonesia diukur dari garis pantai.

“Baharkam Polri memiliki tugas yang sangat kompleks: preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Baharkam Polri dapat dikatakan sebagai miniatur Polri. Yang tidak tertangani oleh tugas Baharkam akhirnya berpotensi menjadi gangguan Kamtibmas,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Contoh lain bahwa tugas Polri tak sebatas penegakan hukum, lanjut Kabaharkam Polri, adalah Operasi Kepolisian Terpusat Kontinjensi Aman Nusa II-Penanganan COVID-19 Tahun 2020 (Opspus Aman Nusa II 2020). Yakni operasi kepolisian yang bertujuan membantu kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Di Polri ada beberapa operasi kontinjensi, yaitu Aman Nusa I tentang keamanan nasional (teroris), Aman Nusa II tentang bencana alam dan nonalam (COVID-19), dan Aman Nusa III terkait kegiatan dinamis dari pemerintah. COVID-19 ini adalah pelajaran baru dalam kegiatan di semua kementrian dan lembaga. Semua Instansi secara masif bergandengan tangan untuk memutus mata rantai persebaran COVID-19,” ungkap jenderal polisi bintang tiga yang juga mendapat amanat sebagai Kaopspus Aman Nusa II 2020 tersebut.

“Jadi reserse adalah bagian kecil dari tugas Polri. Fokus lain, bagaimana kita bisa memberikan kontribusi untuk mendorong kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Komjen Pol Agus Andrianto berpesan kepada jajaran Baharkam Polri di seluruh Indonesia untuk terus menebar kebaikan bagi masyarakat. Jika sudah demikian, ia yakin, nama Polri dengan sendirinya akan harum di hadapan masyarakat. “Cintailah profesi dan jangan suka mempersulit orang lain,” katanya.(hum/red)

Categories
Opini TNI

Kapushidrosal: Jabatan adalah Amanah Sekaligus Penghargaan dari Pimpinan TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Serah terima jabatan adalah suatu hal yang biasa dalam sebuah organisasi, agar terjadinya regenerasi kepemimpinan. Di harapkan akan muncul ide-ide baru serta kreasi baru dari pemimpin yang baru sehingga organisasi jadi lebih hidup.

Pada hakekatnya jabatan yang diemban merupakan amanah sekaligus penghargaan dari pimpinan TNI AL, atas dedikasi dan loyalitas serta kemampuan yang dimiliki pada bidangnya, dengan harapan untuk lebih berkontribusi kepada organisasi, untuk memantapkan manajemen organisasi dihadapkan pada dinamika lingkungan dan tantangan tugas dimasa mendatang yang semakin kompleks.

Demikian antara lain amanat Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. saat memimpin acara serah terima jabatan (sertijab) Direktur Logistik (Dirlog) Pushidrosal dari Kolonel Laut (T) Armand Renaldy R., S.E., M.M kepada penggantinya Kolonel Laut (T) Andi Djaswadi, S.T bertempat di Ruang Serbaguna Pushidrosal Jl. Pantai Kuta V No.1 Ancol Timur Jakarta Utara. Jum’at (14/02/2020).

Kapushidrosal juga mengharapkan Pushidrosal sebagai lembaga Hidrografi Nasional akan lebih profesional dan senantiasa memiliki kualitas penampilan yang semakin baik, serta dapat menghasilkan produk dan informasi yang makin berkualitas dari waktu ke waktu pada dinamika Hidrografi yang terus berkembang saat ini, sehingga diperlukan loyalitas disertai semangat kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas.

Hal ini agar visi menjadikan Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional terbaik di dunia dapat tercapai.

Dalam kaitan dengan sifat tugas yang sangat dinamis, Kapushidrosal berharap agar profesionalitas, soliditas dan loyalitas harus berjalan seiring dan sejalan. Profesional tanpa soliditas tidaklah memiliki arti. Soliditas dan profesionalitas yang tinggi tanpa adanya loyalitas tentunya juga akan membahayakan organisasi.

Loyalitas merupakan prinsip yang harus dipegang teguh agar semangat pengabdian tidak mudah tergoyahkan oleh faktor eksternal yang akan merongrong soliditas.

Hal ini agar visi menjadikan Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional terbaik di dunia dapat tercapai. Tidak lupa, pemimpin Pushidrosal selalu mengingatkan kepada seluruh personel Pushidrosal bahwa “Hidrografi bukan hanya sekedar peta laut. Hidrografi adalah kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak pertahanan laut suatu negara.”

Di akhir amanatnya, Kapushidrosal mengucapkan selamat bekerja dan bertugas kepada Kolonel Laut (T) Andi Djaswadi, S.T sebagai Dirlog Pushidrosal dan selanjutnya kepada Kolonel Laut (T) Armand Renaldy R., S.E., M.M Kapushidrosal menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasinya yang selama ini diberikan Pushidrosal serta selamat dan sukses dalam menempuh pendidikan Dikreg PPRA LX Lemhanas.

Hadir dalam acara tersebut para pejabat utama, perwira, bintara serta pegawai negeri sipil di jajaran Pushidrosal.(disp/red)

Categories
Olahraga Opini

Menpora Zainudin Amali: Pemuda Jatim Punya Daya Saing Berwirausaha

Koran Jurnal, Surabaya – Dalam menyosialisasikan pengembangan pemuda, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) melakukan Silahturahmi ke Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi). Acara yang diselenggarakan Sabtu (28/12/2019) di kantor Kahmi Surabaya Jawa Timur itu dihadiri oleh beberapa pejabat negara diantaranya, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni’am Sholeh, Anggota DPR RI Komisi XI Sarmuji, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Simanjuntak, dan Tenaga ahli Menpora Syamsul Qomar.

Pada acara tersebut Menpora Zainudin Amali menegaskan pentingnya menjalankan lima prioritas yang dicanangkan presiden di periode kedua. Yaitu pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, reformasi birokrasi, pemangkasan aturan, dan transformasi ekonomi. Namun Menpora akan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia sebagai tugas pokok kementeriannya.

“Pembangunan SDM menjadi prioritas kami. Kami akan mereview kembali program yang ada. Sehingga bisa terlihat output dan outcome kepada masyarakat jelas,” ujarnya saat mengisi orasi ilmiah di acara tersebut.

Oleh karena itu, Kementrian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) akan fokus menciptakan sumberdaya pemuda yang unggul. Yaitu mendorong pemuda agar kreatif, inovatif, berdayasaing. Hal ini diperlukan agar pemuda dapat bersaing dengan pemuda yang lain. Zainudin sendiri mengaku khawatir dengan pemuda lulusan perguruan tinggi dalam negeri yang tidak mampu bersaing dengan lulusan luar negeri.

“kita lihat, lulusan luar negeri dengan mudah mampu mengisi pos-pos pekerjaan. Adik-adik jangan merasa mudah akan mengisi pos itu. Tapi akan ada lulusan luar negeri yang mengisi pos tersebut,” terangnya.

Maka dari itu, lelaki kelahiran 1962 tersebut, menginginkan pemuda lulusan perguruan tinggi dalam negeri punya daya saing. Terutama dalam jiwa wirausaha. Sehingga lulusan perguruan tinggi mampu menciptakan lapangan kerja, tidak lagi mencari pekerjaan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni’am turut menegaskan, untuk mewujudkan sumber daya pemuda yang unggul, maka pemuda perlu punya jiwa entrepreneurship.

“Sesuai yang dijelaskan Menpora, SDM menjadi prioritas, salah satunya dengan melakukan pembinaan wirausaha muda. Sebenarnya wirausaha itu bukan hanya urusan dagang, tetapi ia adalah kemampuan melakukan inovasi, dan kreatifitas dalam mengoptimalkan potensi menjadi aktual, bermakna, berdimensi ekonomi, dan bermanfaat bagi sesama. Yang paling penting, kenali potensi, dan munculkan inovasi, kemudian berani memulai,” tegasnya.

Di sisi lain, ketua umum Badan Koordinasi HMI Jawa Timur Yogi Pratama mengungkapkan dukungannya terhadap program kemenpora. Sebab pemuda JawaTimur menempati peringkat nomer 2 tertinggi populasinya setelah Jawa Barat. Menurutnya bila pemuda tidak dikelola akan menjadi sumber masalah dikemudian hari.

“Dengan banyaknya usia produktif di Jawa Timur, penting rasanya untuk membangun jiwa pebisnis untuk pemuda. Agar tidak terlalu repot mencari kerja,” ujarnya.(hum/red)