Categories
Kriminalitas Polisi

Polda Metro Jaya Amankan Puluhan Senjata Api Ilegal dan Ribuan Butir Peluru dari 6 Tersangka

Koran Jurnal, Jakarta – Polda Metro Jaya berhasil mengamankan sebanyak 24 senjata api (senpi) berbagai jenis model dan 12 ribu butir peluru berbagai bentuk dan ukuran. Puluhan senpi dan ribuan butir peluru tanpa izin resmi atau disebut ilegal itu merupakan hasil pengungkapan dan penangkapan 6 tersangka kepemilikan senpi ilegal oleh Polres Metro Jakarta Barat.

“Senpi keseluruhan yang kita amankan sekitar 24 senpi. Dengan peluru 12 ribu. Tersangka yang kita amankan 6 orang. JR, AK, GTB, WK, MH dan AST,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dalam konferensi pers, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/03/2020).

Nana menjelaskan, kasus kepemilikan senjata api ilegal tersebut terungkap dari adanya perselisihan antara AK dengan DH dan berujung penganiayaan.

“Kepemilikan senpi ilegal bermula dari adanya kasus penganiayaan, perselisihan AK dengan DH terkait jual beli mobil. Perselisihan berlanjut dengan penganiayaan terhadap saudara DH menggunakan senjata api,” terang Nana.

“Akibat penganiayaan itu DH luka lebam pada bagian mata sebelah kanan dan kiri, luka berdarah pada kuping sebelah kanan, pada bagian leher juga luka, dan kepala akibat sundutan rokok, dan memar pada punggung belakang. Kemudian korban (DH) melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Jakarta Barat,” lanjut Nana.

Dari laporan kasus tersebut, kata Nana, pihak kepolisian kemudian membentuk tim khusus menyelidiki kepemilikan senpi pada akhir Januari lalu. Beberapa hari setelah itu, pihak kepolisian menangkap AK untuk mencari penjualan senpi ilegal.

“Saudara AK berhasil kita tangkap. Senjata yang digunakannya diakui punya berinisial JR. Hari berikutnya JR diamankan, dia mengakui bahwa 2 senpi miliknya dan dia beli dari yang bernama GTB,” ungkap Kapolda.

Beberapa minggu setelahnya, lanjut Nana, pihak kepolisian menangkap GTB di daerah Kosambi, Jakarta Barat. Dari tangan pelaku, mereka menemukan senjata api berbagai jenis.

“Kami melakukan penggeledahan di rumah GTB. Disinilah ditemukan 5 senpi dan 3 senpi angin. Beberapa merek senjata yang kita ambil, senpi merek NP 654, kaliber 4,5, senpi SZ, senpi rakitan yang laras panjang,” bebernya.

Dari keterangan GTB, pelaku juga pernah menjual senjatanya ke tiga orang lainnya yaitu WK, MH dan AST. Mereka semua kemudian ditangkap di tempat terpisah di daerah Jabodetabek.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mengembangkan terkait pelaku lain yang diduga memiliki senjata api. Ia juga mengimbau warga untuk tidak membeli senjata api ilegal.

“Saya harapkan masyarakat untuk tidak membeli senjata yang tanpa dokumen. Apabila memang masyarakat melakukan upaya arogansi apalagi sampai melakukan penganiayaan dan pengeroyokan saya minta segera laporkan kepolisian terdekat,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 1 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951, pasal 172 ayat 2 KUHP, pasal 368 KUHP, pasal 33 ayat 2 KUHP dan pasal 335 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.(red)

Categories
Pendidikan Polisi

659 Lulusan Bintara Polri SPN PMJ Lido T.A 2019/2020 Resmi Dilantik, 1 Siswa Gugur

Koran Jurnal, Bogor – Sebanyak 659 Bintara Polri lulusan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Ajaran 2019/2020 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya Lido, Bogor, Jawa Barat, secara resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (Kapolda) Irjen Pol Nana Sudjana.

Kapolda Metro Jaya mengatakan, dari 660 siswa didik yang mengikuti pendidikan Bintara Polri di SPN PMJ Lido, sebanyak 659 lulus dan 1 siswa gugur (tidak lulus) karena tidak lolos tes.
659 lulusan Bintara Polri SPN PMJ Lido 2019/2020 atau Angkatan 42 ini rencananya akan ditempatkan oleh Mabes Polri ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Tadinya saya berharap kalian akan semuanya bersama-sama saya di Polda Metro Jaya. Namun, tadi malam saya saya mendapat informasi bahwa penentuan kelulusan dan penempatan adalah wewenang Mabes Polri,” kata Nana dalam sambutannya saat memimpin upacara penutupan dan pelantikan serta sekaligus mengambil sumpah 659 peserta/siswa didik lulusan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri T.A. 2019/2020 di SPN PMJ Lido, Bogor, Jawa Barat, Senin (02/03/2020).

Hadir dalam acara tersebut antara lain orang tua dan keluarga para Bintara Polri, para Kapolres di lingkungan Polda Metro Jaya, Ibu-ibu Bhayangkari Polda Metro Jaya dan Yayasan Kemala Bhayangkari serta PNS di lingkungan Polri. Selain itu hadir pula sejumlah perwakilan dari Badan Narkotika Nasional, TNI, dan para undangan lainnya.

Nana menjelaskan, alumni SPN Lido ini resmi berpangkat Brigadir Dua (Bripda) setelah pelantikan dan pengambilan sumpah. Selanjutnya mereka akan ditempatkan, antara lain di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.

“Untuk penempatan Mabes Polri ada 143 personel, menyebar di Bareskrim, Binmas, Intelkam, juga Baharkam. Yang di NTT, Sulawesi Utara, dan Papua ada 43 personel,” lugasnya.

Dari seluruh SPN yang tersebar di Indonesia, pada tahun ajaran 2019-2020 ini Polri meluluskan 8.869 Bintara remaja terdiri atas 8470 laki-laki dan 399 bintara polisi wanita setelah menjalani pendidikan sekitar tujuh bulan.

“Atas nama pimpinan Polri saya mengucapkan selamat kepada semuanya. Jadilah polisi yang promoter: profesional, modern, dan terpercaya,” ujar  Nana.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Metro Jaya juga mengingatkan agar para bintara melaksanakan tugas sebaik-baiknya sejak pelantikan sebagai polisi.

“Pendidikan merupakan anugerah Allah Subhanahu ta’ala yang harus senantiasa saudara syukuri ingat pula bahwa keberhasilan saudara menyelesaikan pendidikan ini tidak terlepas dari doa dan dukungan keluarga terutama orang tua. Tunjukkan kepada mereka bahwa saudara yang berprestasi senantiasa menjaga kehormatan diri dan institusi serta menjadi teladan dan kebanggaan bagi masyarakat bangsa dan negara,” tandasnya.

Upacara Penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri T.A. 2019/2020 di SPN PMJ Lido, dilanjutkan dengan defile dan atraksi kemahiran para lulusan Bintara dalam bongkar senjata serta pertunjukan bela diri.(red)

Categories
Kriminalitas Megapolitan

Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Kasus Sindikat Mafia Perumahan Syariah

Koran Jurnal, Jakarta – Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus mafia tanah, dengan modus pembangunan perumahan syariah. Sindikat ini telah melakukan aksinya sejak tahun 2015.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, para tersangka menawarkan contoh rumah kepada calon korbannya. Hal tersebut dilakukan agar para korban percaya dengan kredibilitas pengembang tersebut.

“Mereka menunjukkan lokasi lokasinya, kemudian melakukan ground breaking, makan juga. Mereka membuat rumah-rumah contoh, untuk meyakinkan daripada korbannya,” ujar Gatot di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/11/2019).

Ia menjelaskan, para korban tertarik dengan sistem perumahan syariah yang ditawarkan para pelaku. Pelaku menawarkan kredit tanpa riba dan tidak ada checking bank kepada calon kreditur rumah.

“Inilah yang bikin menarik, sehingga masyarakat datang ke sana dan tertarik untuk mengambil perumahan-perumahan tersebut. Tapi faktanya sampai dengan sekarang rumah tersebut ada yang dibangun, bahkan mereka lari,” jelasnya.

Kata Gatot, hingga saat ini korban penipuan tercatat mencapai 270 orang. Sedangkan uang yang berhasil diraup para pelaku mencapai Rp 23 miliar.

“Laporan masyarakat dari 270 masyarakat ada sekitar 41 orang yang melaporkan kepada Polda Metro Jaya. Kita melakukan penyelidikan kemudian kita bisa menangkap para pelakunya,” kata Gatot

Para pelaku, lanjut Gatot, mengaku akan membangun perumahan di lima lokasi berbeda. Lokasi tersebut berada di kawasan Bogor, Bekasi dan Bandung.

“Ada lima perumahan yang dari mereka, pertama Perumahan de Alexandra di Kabupaten Bogor, Perumahan The New Alexandra di Bojong gede Bogor, kemudian Cordova di Cikarang, Perumahan Hagia Sophia di Bandung Timur, Perumahan Pesona Darussalam di Lampung,” paparnya.

Gatot menambahkan, sampai saat ini pihaknya telah mengamankan empat tersangka terkait kasus ini. Mereka berperan sebagai pendiri pengembang berinisial AD, dan tiga orang marketing.

“Mereka tahu itu belum dibebaskan dan lain sebagainya. Sehingga kita menerapkan kepada mereka terkait dengan tindak pidana penipuan, penggelapan, Undang-undang Perumahan dan juga TPPU,” katanya.(red)

Categories
Hukum Kriminalitas

Polisi Tangkap 91 Pelaku Penipuan Online, Mayoritas Warga Negara Tiongkok

Koran Jurnal, Jakarta – Ditreskrimsus bersama Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap total 91 orang terkait sindikat penipuan online. Sebanyak 85 dari 91 orang yang diamankan merupakan warga negara Tiongkok, 11 diantaranya wanita.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, 91 orang diamankan dari tujuh lokasi berbeda. Enam diantaranya berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya, dan satu lainnya ada di Malang, Jawa Timur.

“Di enam lokasi kita temukan sejumlah barang bukti, seperti komputer, ponsel dan laptop,” ujar Kapolda Gatot Eddy di Mapolda Metro Jaya, Selasa (26/11/2019).

Dalam menjalankan aksinya, papar Gatot, para tersangka memiliki tugas yang berbeda-beda. Mereka menyasar korban yang juga berasal dari Tiongkok.

“Kita masih dalami kasus ini, modus mereka seolah-olah ada jadi polisi jaksa, bankers. Korban juga ada di Cina,” jelasnya.

Kapolda Gatot Eddy menambahkan, mereka memiliki data calon korbannya dan menelepon, serta memberitahu bahwa ia punya masalah perpajakan. Setelah korban setuju dan membayar sejumlah uang, tersangka kemudian menghilang dan tidak bisa dihubungi.

“Semua dikendalikan di Cina, dari mulai korban sampai uang hasil kejahatan ditransfer dan diambil di Cina. Tapi hanya mereka melakukan aksinya di sini, total kerugian diperkirakan mencapai Rp 36 miliar,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, kelompok yang berhasil diamankan telah beroperasi di Indonesia sejak empat bulan lalu. Namun hal ini masih didalami Polda Metro Jaya dan Divhubinter Polri yang bekerjasama dengan polisi Tiongkok.

“Tapi keterangan dari pemilik rumah mereka telah mengontrak selama satu tahun, jadi sistemnya tiap tiga bulan ganti. Karena mereka ke sini menggunakan visa wisata, jadi tidak bisa menetap lama,” jelasnya.(red)

Categories
Megapolitan Polhukam Polisi

Kapolda Irjen Pol Idham Azis Lantik 10 Pamen Polda Metro Jaya

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis, melantik pejabat utama dan perwira menengah di jajaran Polda Metro Jaya. Upacara sertijab dilaksanakan di gedung utama Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (21/03/2018) pagi tadi.

Pelantikan pejabat tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/663/III/KEP./2018 tanggal 8 Maret 2018, ST/664/III/KEP./2018 tanggal 8 Maret 2018 dan ST/665/III/KEP./2018 tanggal 8 Maret 2018 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

Berikut Pejabat Utama dan Perwira Menengah yang diserahterimakan adalah:

1. Kepala Biro Operasi (Karo ops) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Drs. Verdianto Iskandar Bitticaca, M.Hum diserah terimakan kepada Kombes Pol Drs. Slamet Hadi Sipraptoyo, yang sebelumnya menjabat Dir Sabhara Polda Metro Jaya. Kombes Pol Drs. Verdianto Iskandar Bitticaca, M.Hum selanjutnya menduduki jabatan Danpaspelopor Korbrimob Polri.

2. Dir Sabhara Polda Metro Jaya, Kombes Pol Drs. Slamet Hadi Sipraptoyo diserah terimakan kepada Kombes Pol Drs. Marsudianto, SIK, yang semula menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Wabprof Divpropam Polri. Kombes Pol Drs. Slamet Hadi Sipraptoyo selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Kepala Biro Operasi (Karo ops) Polda Metro Jaya.

3. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, SIK, M.Hum diserah terimakan kepada Kombes Pol Indra Jafar, SIK, yang sebelumnya sebagai Kabid Propam Polda Jawa Timur. Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, SIK, M.Hum selanjutnya menduduki jabatan Koorspripim Polri.

4. Karo Sarpras Polda Metro Jaya, Kombes Pol Drs. Dedy Kusnadi diserahterimakan kepada Kombes Pol Drs. Hendro Sugiatno, M.Si, yang sebelumnya menjabat Kabagrenlog Rojianstra Slog Polri. Kombes Pol Drs. Dedy Kusnadi selanjutnya menduduki jabatan Kabagrenlog Rojianstra Slog Polri.

5. Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widiyanto, SIK, SH, MH diserah terimakan kepada AKBP Ferdy Irawan, SIK, M.Si yang semula menjabat Kasubdit 5 DitReskrimsus Polda Metro Jaya. AKBP Fadli Widiyanto, SIK, SH, MH. selanjutnya menduduki jabatan sebagai Kapolres Jombang Polda Jawa Timur.

6. Irbidops Itwasda Polda Metro Jaya, AKBP Yakub Dedy Karyawan, SIK, diserah terimakan kepada AKBP Rahmat Hakim, SIK, yang sebelumnya sebagai Kapolres Musi Banyuasin Polda Sumatera Selatan. AKBP Yakub Dedy Karyawan, SIK selanjutnya menduduki jabatan sebagai Auditor Itwil II Itwasum Polri.

7. Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Edfrie R Maith, SIK, diserah terimakan kepada AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, SIK, M. Hum yang sebelumnya sebagai Kapolres Cirebon Polda Jawa Barat. AKBP Edfrie R. Maith, SIK selanjutnya menduduki jabatan sebagai Pemeriksa Utama Roprovos Divpropam Polri.

8. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bismo Teguh Prakoso SH, SIK, MH menduduki jabatan baru sebagai Kapolres Ciamis Jawa Barat.

9. AKBP Arie Ardian Rishadi, SIK. menduduki jabatan baru sebagai Wakapolres Metro Jakarta Pusat. yang sebelumnya sebagai Kapolres Donggala Sulawesi Tengah.

10. AKBP Raden Romdhon Natakusuma, SH, SIK. menduduki jabatan baru sebagai Kabagstrajemen Rorena Polda Metro Jaya. yang sebelumnya sebagai Kapolres Cilegon Polda Banten. (red)

Categories
Keamanan Megapolitan Militer Polhukam Polisi TNI

Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya Tinjau Aksi Bela Palestina 1712 di Monas

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pangdam Jaya Mayjen TNI Jaswandi dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis meninjau langsung kegiatan Aksi Bela Palestina 1712 di Monas, Jakarta, Minggu (17/12/2017).

Pangdam Jaya saat meninjau unras (unjuk rasa) menggunakan pakaian muslim yang mana sesekali beliau menyapa para peserta aksi dengan penuh sahaja dan keakraban.

Aksi bela Palestina di Silang Monas berlangsung mulai pukul 09.53 WIB terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pimpinan Prof. Dr. KH. Ma’aruf Amin dengan jumlah lebih kurang 7.000 orang. Aksi didahului dengan sholat shubuh berjamaah, dzikir dan doa bersama, dalam rangka Aksi Bela Palestina 1712.

Adapun tuntutan aksi adalah menyikapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yg mengklaim Kota Yerusalem sbg Ibukota Israel dan akan memindahkan Kedubes AS dari Tel-Aviv ke Yerusalem.

Elemen yang tergabung dalam unras PBNU, PKS, Muhammadiyah, PP Syarikat Islam, PP Persatuan Tarbiyah Islamiyah, PB Zamiyatul Wasliyah, PB Mathlaul Anwar, GUPPI, PTDI, PP Dewan Masjid Indonesia, PP Al Ittihadiyah, PP DDII, PERSIS, PP AL Irsyad Al Islamiyah, ICMI, PP Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP Majelis Dakwa Islamiyah, PARMUSI, PP Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, PP Hidayatullah, PP Nahdlatul Wathan, PP BKPRMI, PP Rabitha Alawiyyin, Al Khaerat, IKADI, LDII, PP Wahdah Islamiyah, FPI, Satkar Utama, MIUMI, IKAPMI.

Tokoh yang hadir dalam aksi bela Palestina di Silang Monas antara lain Ustadz Slamet Ma’arif (Ketua Presidium 212), Habieb Muksin Alatas (Ketua FPI DKI Jakarta), Ustadz M. Zaitun Rasmin (MUI), KH. Jafar Shidik (Waketum FPI), Ustadz Irfan S. Awwas (Ketua Majelis Mujahidin) , M. Kholin Nafis (Komisi Dakwah MUI), Ustadz Rahmat (MUI sulsel), KH. Abdul Rasyid Abdullah Safeii, Ustadz Hasri Harahap (Sekjen Presidium 212), Lukman Hakim (Menteri Agama), Opick (Artis).

Sebelum sholat Zuhur giat aksi selesai dan massa saat ini berangsur-angsur mencair, sesuai dengan harapan Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya selama Aksi Bela Palestina 1712 berjalan tertib, situasi tetap kondusif dan aman.

Pewarta : Anton/ZS/Pen