Categories
Ekonomi

Menteri Pertanian Lakukan Panen dan Percepat Tanam Padi di Cilacap

Koran Jurnal, Jawa Barat – Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan produksi padi guna menjamin ketersediaan beras nasional dapat dipenuhi sendiri dan sekaligus sebagai upaya agar sektor pangan tidak terkena dampak pandemi covid 19 atau virus corona. Setelah melakukan percepatan tanam di Jawa Barat dan Kalimantan Tengah, selanjutnya Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan panen sekaligus percepatan tanam padi di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (13/06/2020).

Mentan Syahrul mengatakan dalam upaya memajukan pertanian atau meningkatkan produksi pangan sangat penting sebuah manajemen dan tidak adanya korupsi serta memanfaatkan lahan pertanian dan pekarangan yang kosong untuk menambahkan penghasilalan masyarakat terutama dalam mengurai kesulitan ekonomi akibat dampak covid 19. Oleh karena itu, dalam kunjungan ini Kementan menggulirkan bantuan stimulan untuk Cilacap sebesar Rp 26 miliar.

“Oleh karena itu, dengan dana yang ada kami hadir ingin mendukung agar pertanian Cilacap. Saya mohon izin kepada Pak Gubernur, Kapolda, TNI dan Pak Bupati, Cilacap ini kita bantu. Masih banyak lahan-lahan kosong. Cilacap memiliki lahan sawah 64 ribu hektar, kalau dikali 8 ton per hektar, berarti ada 512 ribu ton gabah kering panen,” demikian kata Syahrul pada acara panen dan tanam padi di Desa Sidaurip, Kecamatan, Gandrungmangu, Cilacap tersebut.

Syahrul menyebutkan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi beras dan percepatan tanam yakni melalui Gerakan Olah Tanah dan Tanam (GPOT), pemberitan bantuan benih, alat mesin pertanian, Kredit Usaha Rakyat (KUR), asuransi pertanian dan pendampingan yang masif. Pada tahun 2020, secara nasional pemerintah mentargetkan luas tanam padi 11,66 juta ha, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras, sementara sasaran luas tanam padi pada musim kemarau hingga september 2020 ini sebesar 5,6 juta hektar.

“Kami mengharapkan kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota melakukan gerakan di lapangan dan menggerakkan Kostratani (Komando Strategi Pertanian,- red) di Kecamatan sebagai ujung tombak nya. Komitmen yang kuat semua pihak yang terlibat di masing-masing tingkatan akan menjadi indikator keberhasilan pencapaian sasaran tanam padi,” ujarnya.

Syahrul menegaskan guna mewujudkan kemandirian pangan, oleh karenanya sasaran tanam padi 2020 ini cukup tinggi dibanding realisasi tahun sebelumnya. Langkah nyata yang diambil guna mewujudkan hal ini adalah pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dioptimalkan.

“Kami mengharapkan di masing-masing daerah yang mempunyai potensi luas lahan yang ada dapat dimaksimalkan, melalui peningkatan Indeks Pertanaman dengan cara percepatan pengolahan lahan sehingga dapat segera melakukan tanam padi, pemanfaatan jaringan irigasi yang telah dibangun, dan perluasan di areal baru pada lahan kering, lahan rawa-lebak, dan hasil cetak sawah,” bebernya.

Kemudian, lanjut pria yang akrab disapa Komandan ini, Kementan dalam mendorong pemanfaatan lahan pertanian juga melalui penyediaan dana KUR bagi para petani. Kementan juga fokus dalam mengoptimalkan bantuan alsintan prapanen dan pascapanen.

“Yang terpenting juga adalah bagaimana kita mempercepat pelaksanaan kegiatan APBN dan APBD tahun 2020 dan meningkatkan pendampingan dan pengawalan pelaksanaan kegiatan di lapangan oleh penyuluh, babinsa, POPT (petugas organisme pengganggu tanaman, red), Pengawas Benih Tanaman, dan Kepala Cabang Dinas di Kecamatan. Dengan demikian, jika ini berjalan maka pemanfaatan lahan pertanian bisa ditingkatkan untuk menghasilkan pangan,” jelas Syahrul.

Sementara itu, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengapresiasi perhatian Kementan dalam menggenjot produksi pangan khususnya padi di daerahnya. Ia menegaskan persediaan beras di tahun 2020 terjamin aman sebab selain dari produksi di tahun 2020, juga terdapat stok dari surplus 2029 sebanyak 265.000 ton beras.

“Oleh karena itu, kami prediksi panen padi di tahun 2020 akan mencapai 786.364 ton. Panen padi di Cilacap sudah berjalan sejak awal tahun 2020. Pada bulan Januari-Maret, produksi padi mencapai 183.319 ton dan pada bulan April mencapai 136.534 ton. Jadi produksi padi kami yakin surplus bahkan bisa disuplai ke daerah lain,” ucapnya.

Direktur Jenderal Tanama Pangan Suwandi mengaku optimis jika di tahun 2020 walaupun tengah dilanda pandemi corona dapat meningkatkan produksi pangan khususnya beras. Oleh karenanya, wabah dunia tersebut menjadi tantangan untuk menunjukkan hadirnya negara bagi rakyat.

“Kementan melakukan empat upaya strategis dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Pertama, percepatan tanam di musim tanam II, kejar tanam bulan ini supaya target roduksi bisa kita capai,” katanya.

Kedua, lanjut Suwandi, pengembangan lahan rawa yang masih memiliki potensi laahan sangat luas. Ketiga, diversifikasi pangan lokal dengan memanfaatkan pangan alternative dikembangkan di pekarangan. Dan keempat, penguatan cadangan pangan pemerintah dan pengembangan lumbung pangan masyarakat yang akan dikerjasamakan dengan Kostraling.

“Dalam upaya percepatan tanam, kami mengharapkan kepada para penyuluh melaporkan perkembangan mingguan luas tanam/panen padi dan jagung di wilayah kerjanya secara berjenjang di Kostratani dan disampaikan secara online sekaligus ke Kabupaten, Provinsi dan Pusat agar kinerja kita terlapor dengan baik,” jelasnya.

Perlu diketahui, dalam kunjungan ini Mentan Syahrul memberikan bantuan untuk Kabupaten Cilacap dengan total nilai Rp 26 Miliar. Bantuan berupa benih, alat mesin pertanian, asuransi pertanian dan KUR.(hum/red)

Categories
Daerah Ekonomi

Mentan SYL Panen Bawang Merah di Bima, Produksi Melimpah

Koran Jurnal, NTB – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya bawang merah di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna memastikan produksi atau ketersediaan dalam negeri cukup sehingga kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi sendiri.

“Saya memintan jajaran Kementerian Pertanian untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah guna mewujudkan NTB menjadi penyangga pangan nasional. Oleh karna itu, kinerja pertanian harus dimasifkan sehingga produksi komoditi andalan NTB seperti bawang, jagung dan padi meningkat,” demikian dikatakan Syahrul saat panen bawang merah bersama Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri di areal seluas 45 hektar di Desa Risa, Kecamatan Woha, Kamis (28/05/2020).

Menurut Syahrul, saat ekonomi dunia melambat, sektor pertanian harus dimasifkan karena perut rakyat harus terus dipikirkan. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk menggenjot produksi pangan khusus bawang merah sehingga Kabupaten Bima menjadi penyangga nasional.

“Insya Allah, Bima dan NTB akan menjadi contoh kita, lakukan langkah kita maksimal. Kita harapkan NTB akan menjadi penyangga pangan nasional kita dari seluruh komoditi terutama padi, jagung dan bawang merah,” ujarnya.

Luas tanam bawang merah di Kabupaten Bima mencapai 11 ribu hektar. Di saat pandemi covid 19 ini, Syahrul menyebutkan sektor pertanian salah satunya komoditas bawang merah merupakan sektor yang menjanjikan dari melemahnya perekomian saat ini.

“Saya bersyukur melihat apa yang ada di Bima dan saya kira tugas kita makin banyak dan tugas ini baru kita mulai. Pertanian menjanjikan masyarakatnya tidak miskin jadi salah orang mengatakan kalo ada yang bilang pertanian itu untuk orang kecil,” ucapnya.

Lebih lanjut, Syahrul meminta pemerintah daerah bersama para petani untuk menyusun langkah manajemen yang baik. Pengembangan pertanian NTB harus didukung dengan sistem pengairan yang bagus dan kerjasama dalam membantu petani salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas dari pemerintah berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Bawang sedang naik daun namun harga itu bisa naik turun sehingga kita harus punya manajemen yang bagus. Untuk jagung dryer harus diperkuat sehingga pergudangan akan makin kuat jadi kita harus atur penyimpanan yang bagus. Kalo perlu ambil modal dari KUR untuk setiap kabupaten,” tegasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Canangkan Gerakan Tanam Padi Jagung Serentak se-Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam situasi pandemi covid 19 yang belum berakhir ini, tidak menyurutkan langkah Kementerian Pertanian sebagai salah satu garda terdepan dalam upaya penanganan dampak wabah Covid 19. Kementan sesuai arahan Presiden Jokowi dituntut melakukan langkah konkret untuk menjamin ketersediaan pangan terutama di masa pandemi ini.

Menindaklanjuti hal tersebut Mentan Syahrul Yasin Limpo menyapa seluruh petani di kabupaten dalam rangka Video Conference Gerakan Percepatan Tanam Padi dan Jagung serentak seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian menyampaikan terimakasih yang sebesar besar nya kepada para kepala daerah yang mau terjun langsung ke lapangan dapat dipastikan dengan optimis semua dapat di kendalikan dn amankan bersama. “Kalau para kepala daerah turun ke lapangan,keputusan itu pasti terjadi,“ ujar SYL, di ruang rapat Agriculture War Room (AWR) Kementan, Selasa (12/05/2020).

“Saya 25 tahun menjadi kepala daerah dan saya rasakan kalau mengambil keputusan di lapangan aroma tanah pasti tercium sehingga berefek baik bagi daerah masing masing,“ lanjutnya.

Lebih lanjut Mentan mengatakan Covid 19 ini adalah tantangan yang nyata yang berdampak sudah tersentuh langsung ke masyarakat. Oleh Karena itu solusi dari covid 19 ini adalah Medical Solution dan Food Security. Persipan pangan adalah solusi covid 19, oleh karena itu kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin.

“Yang harus kita waspadai adalah rekomendasi dari FAO yang menyatakan bahwa setelah Covid 19 ini berlalu akan hadir krisis pangan dunia dan akan datang nya kemarau panjang sesuai dengan rekomendasi BMKG,“ lanjut SYL.

“Ini tidak boleh terjadi di negeri kita, kita harus hadapi dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi krisis pangan dunia,“ tegasnya.

Oleh karena itu Mentan mengajak seluruh insan pertanian untuk menghadapi tantangan tantangan tersebut dengan 2 langkah yaitu dengan penanaman yang lebih cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat. Dan berharap kerjasama yang lebih intens dari berbagai pihak agar semua dapat berjalan dengan baik.

“Saya siap dihubungi kapan saja untuk hal hal yang urgent untuk selanjutnya saya akan berkoordinasi dengan para Dirjen,“ tegasnya.

Acara Video conference yang digelar kali ini diikuti oleh 77 titik yang menggambarkan kabupaten yang sedang tanam,panen padi dan jagung, bahkan ada Gubernur NTT serta 22 Bupati dari Jayapura, Merauke, Tapin, Sumbawa Barat, Humbang S, Aceh Barat Daya, Batang, Barru, Enrekang, Lingga, OKI, Banyuasin, Bungo, Landak, Kolaka, Belu, Batang, Bone, Bone Bolango, Pringsewu, Lingga, dan Tuban dan Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat yang bergabung sebagai wujud sikap komitmennya untuk mendukung langkah yang dilakukan Mentan SYL.

Turut hadir dalam acara Video Conference, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, yang berharap pandemi ini segera berlalu agar kegiatan di Pertanian dapat berjalan normal kembali. Terutama kaitannya dengan Recofusing anggaran diharapkan tidak mengurangi kinerja aparatur pertanian.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan Komitmen bersama “Kami siap menjaga pangan Indonesia“ yang digaungkan oleh seluruh peserta yang tersebar di 77 Kabupaten dan 21 Provinsi.

Selain itu dialognya dengan Gubernur dan para Bupati, Mentan menyampaikan
arahan spesifik yaitu agar menyiapkan lumbung pangan di tingkat Provinsi dan Kabupaten. Bahkan di harapkan para kepala Desa dan Lurah untuk membangun juga lumbung desa agar ketersedian pangan selalu tetap ada.

“Rakyat jangan buru-buru menjual padinya. Agar ada cadangan beras di tingkat rakyat selalu tersedia,“ tandasnya.

Tidak lupa SYL mengimbau untuk memperhatikan irigasi melalui program padat karya pengairan, “Kami akan bicara dengan Kementerian PUPR agar untuk bisa mendukung pertanian kami,” lanjutnya dengan penuh semangat.

Mentan SYL terus meyakinkan bahwa pasokan pangan aman dan meminta komitmen bersama dari seluruh daerah untuk tetap fokus pada upaya peningkatan produksi pangan.

Sebagai gambaran dijelaskan pula oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi bahwa Sasaran tanam padi dan jagung Tahun 2020 cukup tinggi dibanding realisasi tahun sebelumnya.

“Untuk mencapai keberhasilan sasaran tersebut, pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dioptimalkan,“ jelasnya.

Pada tahun 2020 secara nasional Pemerintah mentargetkan luas tanam padi 11,66 juta ha, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras. Untuk jagung, ditargetkan seluas 4,49 juta ha, berpotensi menghasilkan 24,17 juta ton pipilan kering.

“Angka sasaran tersebut diatas diharapkan bisa disampaikan kepada masing-masing Provinsi, Kabupaten/Kota untuk menjabarkan angka tersebut ke tingkat Kecamatan dan sampai tingkat Desa, dengan rincian perbulan. Rincian angka sasaran tersebut dapat dijadikan sebagai komitmen semua pihak yang terlibat di masing-masing tingkatan, dan sebagai acuan dalam mengukur keberhasilan pencapaian sasaran tanam padi,“ ujar Suwandi.

Disebutkan strategi yang akan dilakukan Pemerintah diantaranya dengan peningkatan indeks pertanaman dengan cara percepatan pengolahan lahan sehingga dapat segera melakukan tanam padi, serta perluasan di areal baru pada lahan kering, lahan rawa-lebak, dan hasil cetak sawah. Mengoptimalkan bantuan alsintan prapanen dan pascapanen dan mempercepat pelaksanaan kegiatan APBN dan APBD tahun 2020. Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan pendampingan dan pengawalan pelaksanaan kegiatan di lapangan oleh penyuluh, babinsa, POPT, Pengawas Benih Tanaman, dan Kepala Cabang Dinas di Kecamatan.

Lebih lanjut Suwandi menjelaskan bahwa Berdasarkan KSA BPS diketahui bahwa potensi panen padi bulan Mei 2020 mencapai 1,25 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebesar 3,43 juta ton. Sedangkan potensi panen padi bulan Juni 2020 mencapai 0,74 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebesar 1,94 juta ton. Stok beras akhir Juni 2020 diperkirakan masih mencapai 6,84 juta ton. Untuk komoditas jagung, disepakati potensi panen bulan Mei 2020 seluas 0,21 juta ha, yang dapat menghasilkan pipilan kering dengan kadar air 15% sebanyak 0,98 juta ton.

Suwandi berharap para penyuluh melaporkan perkembangan luas tambah tanam padi diwilayah kerjanya secara berjenjang melalui sms kepada koordinator penyuluh dan KCD/KUPT Dinas Kecamatan.

“Jangan sampai lupa untuk selalu mengirimkan laporan harian ke Dinas Pertanian Kabupaten/kota yang kemudian dilanjutkan ke Dinas Provinsi dan Pusat/pendamping UPSUS Pusat masing-masing Kabupaten/ Kota,“ tutupnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL: Produksi Pangan Indonesia Cukup Kuat dan Terkendali

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan produksi pangan Indonesia cukup kuat dan terkendali. Tahun ini, sebagian besar provinsi mengalami surplus produksi.

Untuk itu, Kementerian Pertanian mengembangkan strategi sistem logistik nasional dalam menyederhanakan rantai pasok dan intervensi distribusi.

Salah satunya dengan mengalihkan komoditas dari daerah yang surplus ke daerah yang defisit. Untuk saat ini, setidaknya ada 28 propinsi dalam kondisi terkendali.

“Tapi dua diantaranya, yaitu Kalimantan Utara dan Maluku perlu mendapat perhatian lebih,” ujar SYL, Senin (04/05/2020).

Data stok dan perkiraan bahan pokok yang diterbitkan oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP) menunjukkan bahwa beberapa bahan pokok pangan periode April sampai Juni 2020 masih cukup dan aman.

Untuk beras, neraca hingga Juni diperkirakan sebanyak 6,4 juta ton, jagung sebanyak 1,01 juta ton, gula pasir sebanyak 1,07 juta ton, dan minyak goreng sebanyak 5,7 juta ton.

“Yang terpenting adalah distribusi kita berjalan dengan lancar. Identifikasi wilayahnya, kita punya pemetaannya. Ini perintah Presiden supaya kita semua Kementerian bekerja sama menutup defisit. Artinya, tidak ada lockdown, tidak ada isolasi, tidak melakukan penguncian dan tidak membuat rintangan terhadap distribusi pangan,” kata SYL.

Jangan Timbun Makanan di Rumah

Badan Pangan dan Pertanian PBB atau Food and Agricukture Organization of The United Nation (FAO-UN) dalam keterangan persnya pada hari kamis (30/4) menyatakan tidak perlu bagi masyarakat untuk menimbun makanan di rumah, sebab pandemi COVID-19 tidak secara langsung mempengaruhi produksi.

Kepala perwakilan FAO Indonesia, Stephen Rudgard dalam pernyataan tertulisnya lebih lanjut mengajak masyarakat untuk menghargai para pahlawan pangan. Pahlawan itu menurutnya adalah petani, nelayan, peternak, pengemudi yang membawa hasil pertanian dan pedagang di pasar.

“Sudah saatnya bagi kita untuk memperhatikan satu sama lain dan menghargai mereka yang berada di garis depan dalam pandemi ini. Mereka yang memproduksi pangan untuk kita makan setiap hari di masa yang sulit ini,” kata Stephen Rudgard.

“Beli makanan dari usaha kecil setempat, hargai petani, nelayan dan peternak yang memproduksi pangan, berbelanja dengan bijaksana, dan makan makanan sehat,” ujar dia.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB, Muhammad Firdaus mengapresiasi upaya pemerintah dalam menata sistem distribusi pangan.

“Sistem distribusi pangan perlu ditata dengan baik untuk mengurangi disparitas harga antarwilayah,” ujar Firdaus.

Data stok terkini dan prediksi ketersediaan pangan menurut Muhammad Firdaus juga juga sudah dibuat sangat lengkap.

“Ini bagus dan perlu diketahui publik, supaya masyarakat lebih tenang,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Bisnis Ekonomi

Mentan Syahrul Resmikan Toko Mitra Tani di Jakarta Pusat dan Utara

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian terus berupaya menjaga ketersediaan bahan pangan pokok dan stabilisasi harga pangan di Indonesia. Salah satunya dengan memperbanyak jumlah Toko Mitra Tani yang menyediakan bahan pangan berkualitas dan harga terjangkau bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada saat meresmikan Toko Mitra Tani di Koja Jakarta Utara dan Rawasari Jakarta Pusat, Sabtu (02/05/2020).

“Kita berharap dengan bertambahnya Toko Mitra Tani di pemukiman-pemukiman wilayah Jabodetabek tentu saja dapat meredam fluktuasi harga yang biasanya tinggi di awal Ramadan, sehingga kita bisa langsung upayakan stabilisasi harga,” tegas Mentan.

Mentan Syahrul mengatakan, Toko Mitra Tani dapat menjual bahan pangan dengan harga terjangkau karena langsung mendapat suplai dari petani/ gapoktan. Diapun menargetkan tidak kurang dari 100 Toko Mitra Tani akan ditambah di Jakarta.

“Yang menjadi target kita adalah mendekatkan komoditas pertanian utamanya bahan pangan pokok dasar lebih dekat ke masyarakat dengan komitmen dari Toko Mitra Tani menjual sesuai standar harga yang telah ditentukan,” ujarnya.

Dengan hadirnya Toko Mitra Tani dekat dengan masyarakat, Mentan yang didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi berharap dapat membantu petani/gapoktan menyalurkan hasil pertaniannya melalui Pasar Mitra Tani dan membantu masyarakat mendapat bahan pangan dengan harga terjangkau.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Syahrul juga menegaskan bahwa saat ini neraca bahan pangan 11 komoditas pangan pokok dalam kondisi aman.

“Mudah-mudahan kita dapat kendalikan dan saya harap tidak ada panic buying, dimana ada daerah yang defisit disitu kita akan perkuat distribusinya,” tegasnya.

Dalam kesempatan sama Agung Hendriadi mengungkapkan, Toko Mitra Tani menyediakan pangan murah dan berkualitas. Untuk pembelian, tambah Agung, dibatasi oleh pihak Toko Mitra Tani.

“Kita punya 1.000 gapoktan yang menyuplai Pasar Mitra Tani kita dan Pasar Mitra Tani ini yang akan menyuplai Toko Mitra Tani yang ada. Pembelian dibatasi itu bertujuan agar tidak ada rush buying,” kata Agung.

Dilokasi peresmian toko mitra tani Rawasari, pemilik Pasar Mitra Tani yang juga selaku pengusaha distributor daging nasional Juard Effendi mengatakan pihaknya berkomitmen membantu pemerintah untuk menyediakan pangan murah berkualitas bagi masyarakat.(red)

Categories
Ekonomi

Pemerintah Jamin Stok Pangan Aman Selama Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian menjamin stok pangan selama Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 aman dengan cadangan yang cukup untuk beberapa bulan ke depan.

Dalam telekonferensi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan neraca kebutuhan pangan cukup bagus dan terkendali dengan baik.

“Dari neraca pangan nasional kita, sebenarnya kita punya neraca cukup bagus terkendali baik, cukup tersedia,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam telekonferensi yang dipantau melalui Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Minggu (26/04/2020).

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian menjamin solusi pangan rakyat agar stok pangan tersedia bagi 267 juta penduduk Indonesia.

Saat ini, dari neraca pangan nasional memiliki surplus cadangan kurang lebih 3,5 juta ton. Sementara pada kurun Februari hingga Mei lahan persawahan mampu memproduksi 12,4 juta ton beras.

Jika ditambah stok di Badan Urusan Logistik (Bulog) dan di penggilingan maka terdapat total stok sebanyak 15 juta ton beras.

Dalam hal ini, Kementerian Pertanian memiliki tiga pilihan pendekatan dalam skema pangan nasional yaitu optimistis, moderat dan pesimistis menilik keadaan lahan yang dapat menghasilkan beras dan aspek distribusi hingga sampai ke masyarakat.

Dari sisi optimistis, kata dia, terdapat stok 15 juta ton beras nasional dan kebutuhan beras nasional 7,6 juta ton lebih kurun Februari-Mei. Jika begitu akan ada sisa stok 7 juta ton lebih.

Sementara dengan pendekatan moderat, lanjut dia, dari 3,5 juta ton stok yang ada dan skema kemampuan produksi beras turun 4 persen dari stok 12,4 juta ton maka tinggal 11 juta ton lebih. Sedangkan kebutuhan beras naik menjadi 7,6 juta-7,9 juta ton maka akan tetap tersisa stok dalam kisaran 7 juta ton beras.

Kemudian melalui pendekatan pesimistis, kata Mentan Syahrul, dengan stok 3,5 juta ton, produksi 11,2 juta ton sementara kebutuhan beras nasional 8,3 juta maka akan tersedia sisa stok 6 juta ton hingga akhir Mei 2020.

“Kalau begitu bulan puasa dan Idul Fitri dalam kendali aman. Data sudah kami validasi sampai ke daerah. Semoga Allah memberi, ada inayah sehingga data ini menjadi data obyektif normatif,” pungkas Syahrul Yasin Limpo.(hum/red)

Categories
Ekonomi Megapolitan

Permudah Distribusi Pangan, Mentan Syahrul Launching Pasar Mitra Tani Bekasi

Koran Jurnal, Bekasi – Kementerian Pertanian terus mengupayakan kemudahan distribusi pangan melalui Pasar Mitra Tani/TTIC di saat merebaknya pandemi Covid-19 hingga jelang puasa dan Idul Fitri.

“Ini sesuai petunjuk dari bapak Presiden agar semaksimal mungkin menyediakan pangan untuk masyarakat. Oleh karena itu , melalui Badan Ketahanan Pangan, kita kembangkan pasar mitra tani ini,” ujar Mentan SYL saat me-launching Pasar Mitra Tani/TTIC di Toko Daging Nusantara, Bekasi, Sabtu (11/04/2020).

Selain memperluas pasar mitra tani, langkah strategis distribusi pangan yang dilakukan Kementan adalah mendekatkan produsen pangan ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan pasokan.

“Negara hadir membantu kebutuhan pangan, Mendekatkan komoditas pangan ke pasar, dengan bgitu ketersediaan cukup,” kata Mentan SYL.

Mentan SYL juga mengungkapkan bahwa ketersediaan pasokan membutuhkan kerjasama dengan semua pihak sehingga harga-harga berjalan normal dan masyarakat tenang menghadapi situasi covid ini.

“Kami dengan kementerian lain melakukan pengecekan di lapangan bersama teman-teman dari satgas pangan,” ungkap Mentan SYL.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengatakan, Pasar Mitra Tani akan terus diperluas agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan tenang.

“Salah satu tugas kita memperlancar distribusi pangan masyarakat, oleh karena itu, kita menjalin kerja sama dengan PT Suri Nusantara Jaya,”

Ditambahkan Agung, dalam kondisi pandemi sekarang ini masyarakat tetap bisa mendapat pangan yang murah.

“Dan yg lebih bagus lagi, karena masyarakat bisa memesan secara online sehingga tidak perlu keluar rumah untuk mendapat bahan pangan,” kata Agung.

Pemilik Toko Daging Nusantara, Diana Dewi mengungkapkan kesiapannya dalam bekerja sama dengan Kementan.

“Kami siap bermitra dengan Kementan, kami mengharapkan bisa membantu masyarakat mendapat harga yang terjangkau untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” ujara Diana.

Diana juga mengungkapkan, di Toko Daging Nusantara, antusiasme masyarakat, sudah tiga kali lipat dari hari biasa.

Salah seorang pengunjung, Ibu Yuni menyambut dengan antusias keberadaan Pasar Mitra Tani di Bekasi ini.

“Saya senang karena di sini harganya murah dan barangnya berkualitas,” katanya.

“Dalam kondisi sekarang, dengan kerja sama dengan Gojek atau aplikasi lain pasti sangat membantu memudahkan kami karena mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap di rumah,” tambah Yuni.

Pasar Mitra Tani Bekasi berada di Toko Daging Nusantara milik PT. Suri Nusantara Jaya, Kranggan Bekasi ini melayani penjualan komoditas pangan strategis antara lain beras, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, gula dan minyak goreng.(hum/red)

Categories
Uncategorized

Mentan Syahrul: 250 Ribu Ton Gula Pasir Siap Guyur Pasar

Koran Jurnal, Cilegon – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meninjau pabrik gula PT. Angels Products di Cilegon guna mengecek ketersedian stok tetap aman di masa pandemi corona dan menghadapi bulan puasa maupun hari raya Idul Fitri. Lebih khusus, Mentan mengatakan bahwa beberapa industri memang menerima penugasan untuk menyikapi sesegera mungkin terkait kelangkaan gula.

“Kami sudah memastikan ketersedian stok gula khususnya gula yang memang menjadi penugasan pemerintah kepada beberapa industri didalam mengambil sebuah sikap cepat agar kelangkaan gula yang ada dapat diatasi sesegera mungkin sesuai dengan perintah Bapak Presiden,” kata Syahrul saat meninjau stok gula di PT. Angels Products, Cilegon, Banten, Rabu (08/04/2020).

Mentan Syahrul menerangkan bahwa sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo agar seluruh Menteri harus turun ke lapangan dalam melakukan validasi data. Bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pemerintah mempersiapkan kebutuhan sebanyak 250 ribu ton sudah siap diguyur ke pasar agar harga gula stabil.

“Kendali terhadap bahan baku gula pasir maupun gula putih kita sudah siapkan dan kita tidak bergantung dengan impor kenegara lain yang kita harapkan segera masuk,”terangnya.

Berdasarkan Permendag no. 7/2020 tentang harga acuan, harga eceran tertinggi (HET) gula yakni Rp 12.500 per kg. Namun saat ini harga di pasar Rp.18.000 hingga Rp 20.000 per kg. Oleh karena itu, Syahrul menegaskan pihaknya bersinergi dengan kementerian terkait dan kepolisian secepatnya menstabilkan harga. Kesiapan dalam negeri terus diupayakan serta impor dari negara lain yang diharapkan dapat segera masuk termasuk upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menangani isu kelangkaan.

“Intinya bulan Puasa maupun Lebaran nanti, InsyahAllah tidak ada hal yang perlu menjadi kekhawatiran kita bahkan tidak hanya di Jabodetabek saja namun di seluruh Indonesia,” terangnya.

“Dalam menjaga kestabilan distribusi pangan, Kementan bersama satgas pangan dari POLRI terus berupaya untuk kelancaran dan kemudahan akses pangan,” sambung Syahrul.

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa terkait gula, Kabareskrim bersama dengan Kementan, Kementerian Perdagangan serta Kementerian Perindustrian setiap hari melakukan evaluasi terkait gula. Antara lain gula dari petani dan gula yang masuk ke Tanah Air baik yang bersumber gula kristal putih maupun penugasan untuk gula rafinasi yang kemudian akan diarahkan ke masyarakat.

“Dari evaluasi tersebut kita bisa menghitung berapa ketersedian gula yang ada di masyarakat seperti hari ini kita sudah cek bahwa ketersedian gula di Jabodetabek melebihi kebutuhan gula,” kata Sigit .

Lebih lanjut Sigit menegaskan, pihaknya tidak main-main dalam pengawasan ketersediaan dan distribusi pangan, apalagi di masa wabah corona dan bulan Ramadhan nanti. Terbukti, saat ini sudah ada 15 kasus yang sedang ditangani Bareskrim terkait penimbunan pangan.

“Satgas pangan juga selalu melakukan pemantauan harga pangan jika harga melebihi harga pasaran maka kita akan telusurin dan kita beri sanksi yang tegas jika ada terjadi penimbunan,” tegasnya.

“Kita tiap hari bergerak untuk melakukan kontrol serta kita langsung evaluasi jadi saya harapkan dalam waktu dekat harga dimasyarakat kembali normal karena ketersedian pangan dalam jumlah mencukupi,” pinta Sigit.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Ojol Minta Mentan Tambah Jam Layanan dan Lokasi Gerai TTIC

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan sidak ke toko tani indonesia center (TTIC) Pasar Minggu untuk memantau stok komoditas pangan serta menjamin proses distribusi ke masyarakat lancar terutama setelah Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Gojek. Saat sidak, salah satu driver ojol mengeluhkan jam operasional pasar yang terlalu singkat dan secara langsung meminta kebijakan agar Mentan mau menambahnya.

“Pemesanan untuk ke TTIC banyak Pak namun karna waktunya terlalu singkat kita jadi tidak bisa ambil banyak. Mohon Bapak menambah jam operasionalnya,” ucap driver ojol tersebut.

Menanggapi hal tersebut Mentan Syahrul mengatakan bahwa ia akan berkoordinasi dengan kepala badan ketahanan pangan (Kementan) sebagai penanggung jawab TTIC untuk penambahan jam operasional.

“Melihat kondisi antrian beberapa hari ini yang begitu padat. Saya berkoordinasi dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan yang mengendalikan TTIC agar mungkin waktunya bisa ditambah lagi 1 hingga 2 jam jadi operasional yang biasanya jam 10 pagi hingga pukul 2 siang maka akan ditambah lagi nanti,” kata Syahrul saat diwawancarai dalam sidak on the spot di TTIC Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Rabu (08/04/2020).

Syahrul mengatakan jika kepadatan pada antrian di TTIC terjadi untuk menetramkan para pembeli sesuai anjuran pemerintah yang meminta agar menerapkan jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain.

“Persoalan yang ada kenapa antrian panjang karna ‘physical distancing‘ kita harus lakukan walaupun sulit namun untuk menertibkannya mutlak harus dilakukan,” katanya.

Selain itu, Mentan Syahrul juga mengatakan bahwa sesuai perintah Presiden, Joko Widodo untuk membantu rakyat dengan segala cara sehingga salah satu pilihan terbaik dengan membuka pasar tani di 38 provinsi khususnya di jabodetabek. Ia juga meminta kepada Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan untuk memperluas pasar tani di Jabodetabek sehingga tidak pasar tani tidak hanya ada di Jakarta Selatan.

“Hari ini saya sudah meminta kepada Kabadan Ketahan Pangan untuk tidak hanya membuka pasar tani ditempat ini saja tapi ada 5 tempat di Jabodetabek yang bisa dijadikan induk dan agen agen pasar nya juga harus diperluas dan siapa saja yang mau untuk menjadi agen boleh,” sambungnya.

Dalam sidak, Mentan juga menjumpai para driver serta masyarakat yang sedang antri untuk masuk ke pasar TTIC dan ia juga meminta para pembeli untuk terus menggunakan masker sewaktu beraktivitas diluar rumah.

Ditempat yang sama, Muhammad Gufron, driver Gojek mengatakan bahwa pemesanan bahan pangan melalui aplikasi Gojek sangat membantunya. Terutama dalam mendapatkan pelanggan di tengah wabah COVID-19 ini.

“Kalau perlu tahu saya dari pagi dapat pelanggan susah, paling banyak satu atau dua. Tapi setelah jam buka TTIC saya bisa memaksimalkan mendapat pelanggan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ardi, driver Gojek lainnya yang ditemui seusai membeli kebutuhan pangan pokok untuk pelanggan di TTIC Pasar Minggu.

“Alhamdulillah tertolong dengan adanya Go Shop ini, karena pelanggan yang memesan Gojek memang sangat turun,” kata Ardi.

Selain driver Gojek, Pasar Mitra Tani/TTIC Kementan juga menerima langsung masyarakat yang ingin berbelanja bahan pangan. Namun dengan adanya pandemi Corona, interaksi dibatasi dan terus diupayakan menjaga jarak.

Salah satu pengunjung Suherman misalnya, ia mengungkapkan pelayanan TTIC di tengah merebaknya virus Corona ini sudah cukup bagus dengan berusaha menerapkan ‘physical distancing‘.

“Walau antri sebelum belanja namun kami akan lakukan sesuai anjuran pemerintah yang sudah berusaha dalam menangani Covid-19,” tukasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul: Stok Bawang Bombai Sudah Aman Saat Ini

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan mengecekan ketersediaan bawang bombai ke gudang salah satu importir demi memastikan stok cukup. Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19, seluruh distribusi pangan juga dipastikan lancar untuk mengisi kebutuhan pasar.

“Kita pastikan hari ini bahwa 11 komoditi pangan dasar siap dan terkendali sehingga kebutuhan terpenuhi. Tiga kebutuhan yang memiliki masalah dari ke 11 itu yaitu gula, bawang putih, serta bawang bombai sudah aman saat ini,” kata Syahrul saat diwawancarai di PT Tunas Maju Mandiri Jakarta, Jum’at (03/04/2020).

Mentan menambahkan bahwa selain mengamankan stok, bersama dengan pemerintah daerah, para distributor serta satgas pangan polri akan terus pantau jalur distribusi pangan sehingga ketersedian pangan lancar dan tidak ada yang kekurangan.

“Saya sudah minta kepada Gubernur, Bupati serta POLRI dalam masa karantina wilayah tetap mengedepankan jalur transportasi distribusi bahan pokok kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Syahrul mengungkapkan bahwa sebelumnya harga bahan pokok sempat mengalami kenaikan dikarenakan adanya panic buying dari masyarakat, panic trader dari pedagang dikarenakan terjadi lockdown di sejumlah negara dan daerah yang membuat terjadi perlambatan dalam penyetokan barang.

“Saya berharap bawang bombai ini segera akan kita distribusikan langsung ke retail-retail yang ada, dan ini tentu kerja yang ada terkait dengan pemerintah yang ada di provinsi untuk mengatur sampai tingkat kabupaten,” ungkap Syahrul.

Menurut Mentan dalam menghadapi situasi saat ini masyarakat harus tetap tenang dan jangan ada yang membuat isu yang mengkhawatirkan masyarakat sehingga pemerintah bisa berkerja dengan fokus dalam menyediakan kebutuhan bangsa.

Dikesempatan yang sama, Direktur PT Tunas Maju Mandiri mengatakan bahwa 10 kontainer yang berisi 26 Ton per kontainer tiba dari New Zealand dan akan segera didistribusikan ke 3 pulau yakni Jawa, Sumatera, Sulawesi hingga Papua.

“Pertanggal 1 April berjumlah 10 kontainer yang akan di lepas oleh Pak Menteri untuk segera di distribusikan. 3 diantaranya sudah didistribusikan ke luar jawa salah satunya Timika,” katanya.

Adi juga mengatakan jika setiap minggunya bawang bombai akan terus masuk mulai pekan ini ke Indonesia untuk kebutuhan masyarakat sesuai kebutuhan yang sudah di rekomendasikan pemerintah.

“Sebagian sudah bawang bombai sudah ada pada retail. Dan kami akan terus mendukung pendistribusian sehingga stok pasar untuk bawang bombai tidak ada yang langka,” tukasnya.(hum/red)