Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Sidak Pasar, Masyarakat Tidak Perlu ‘Panic Buying’

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pastikan stok pangan bahan pokok yang dimiliki hingga saat ini masih dalam jumlah aman hingga menjelang lebaran. Mentan juga lakukan sidak pasar untuk 10 pasar di kota Jakarta serta gelar pasar murah dalam upaya mengendalikan harga dan aksesibilitas dalam memperoleh bahan pangan sehingga masyarakat tidak perlu panic buying.

“Saya sampaikan sesuai dengan hitungan yang sudah kami lakukan Insya Allah 11 kebutuhan bahan pangan dasar cukup tersedia asal masyarakat jangan panic buying,” kata Syahrul saat menggelar pasar murah di TTIC Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (19/03/2020).

Syahrul menegaskan bahwa Kementan bersama dengan mitra akan saling bekerja sama dalam menyediakan stok bahan pangan dipasar. Ia juga mengajak semua pengusaha untuk turut tangan dalam menjaga stabilisasi harga di pasar.

“Jangan ada orang atau pengusaha yang mau untung sendiri dan kemudian memberikan kepanikan pada rakyat,” tegas SYL.

Mentan mengungkapkan bahwa gelar pasar murah ini dilakukan untuk memberikan kepastian ke masyarakat jika bahan pokok kebutuhan dasar masih aman dan pasar murah nanti akan digelar juga diberbagai daerah di luar Jakarta.

“Hari ini di DKI Jakarta kita gelar pasar murah namun jangan beli berlebihan karena jika kita makan gula berlebihan juga akan berdampak sakit gula,” kata Mentan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi mengungkapkan jika khusus di DKI Jakarta Kementan nanti akan beroperasi pasar di 49 pasar.

“Namun khusus hari ini kita batasi di 10 pasar terlebih dahulu,” ungkap Agung.

Dalam operasi pasar ini, 3 bahan pokok dasar dijual dengan harga murah yakni Gula sebanyak 2 Ton dengan harga Rp.12.500/kg , Beras sebanyak 2 Ton dengan harga Rp.8.500/Kg dan Telur sebanyak 2,5 Ton dengan harga Rp.23.000/kg.

Operasi Pasar Murah diselenggarakan di Pasar Kalideres, Pasar Baru Metro, Pasar Kalibaru, Pasar Tanah Abang, Pasar Gondangdia, Pasar Pluit, Pasar Glodok, Pasar Tebet Barat, Pasar Rawa Badak, Pasar Johar Baru dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Pasar Minggu.

“Insya Allah dengan operasi pasar ini kita akan bisa mengendalikan harga khusunya harga gula pasir, telur dan beras. Saya berterima kasih semua berkat kerja keras kita semua,” tukas Agung.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Bersama Mitra, Mentan Syahrul Jamin Pasokan Bahan Pangan Aman Sampai Lebaran 2020

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian kembali melakukan operasi pasar dengan melepas mobil operasional bahan pangan yang akan dikirim ke 10 pasar di DKI Jakarta dari Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (19/03/2020).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa operasi ini merupakan langkah stabilisasi harga ditengah fenomena panic buying yang mulai merebak di tengah masyarakat.

“Ini perintah Bapak Presiden untuk kita semua. Kita harus bahu membahu, Kementan bersama mitra kerja menghadapi Covid-19 dari berbagai hal kemungkinan yang berdampak dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Mentan Syahrul, hari ini, pasar akan dipenetrasi oleh Kementan bersama beberapa mitra untuk menggambarkan pada masyarakat bahwa Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan dengan harga lebih murah.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi melaporkan bahwa operasi pasar yang dilakukan bekerja sama dengan PD Pasar Jaya.

“Operasi pasar akan dilaksanakan di 10 pasar yang ada di Jakarta, yaitu, Pasar Glodok, Pluit, Johar Baru, Gondangdia, Metro Atom, Kalibaru, Tebet Barat, Jembatan Merah, Rawa Badak dan Kalideres. Untuk pasokan bahan pangan, gula pasir, telur dan beras. Kementan bekerja sama dengan pelaku usaha, Asosiasi dan Gapoktan binaan.

Salah satu asosiasi yang terlibat adalah Aslupama (Asosiasi Lembaga Usaha Pangan Masyarakat) Jawa Barat yang memasok 15 ton beras segar yang di jual seharga 8.500 / kg.

“Aslupama Jabar siap berpartisipasi, menjaga pasokan bahan pangan seperti beras, bawang, dan cabe ke Jakarta untuk kestabilan harga dan pasokan” kata Agus, ketua Aslupama Jabar.

Salah satu pengunjung TTIC, Zuhri, warga Kebagusan (54 tahun) merasakan kebermanfaatan operasi pasar dan TTIC, menurutnya, harga bahan pangan TTIC stabil, lebih murah dan berkualitas.

“Biasanya yang belanja istri. Tapi sekarang giliran saya. Belanja di TTI ada jaminan harga, jadi kita bawa uang dari rumah sudah ada gambaran berapa dan apa saja belanjaan yang bisa dibeli,” kata Zuhri.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Kementan Pastikan Ketersediaan Komoditas Jelang Puasa dan Lebaran Aman

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memerintahkan jajaran Kementerian Pertanian segera menentukan subyek persoalan pangan yang harus ditangani secara cepat. Langkah ini perlu dilakukan mengingat satu bulan ke depan masyarakat Indonesia akan menghadapi bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 2020.

“Saya minta kita kalian tentukan objek masalah di suatu daerah agar bisa memberi kontribusi lebih terhadap pangan rakyat. Karena itu, kita perlu menentukan metodelogi yang benar agar pasar berjalan dengan baik,” ujar Mentan saat menghadiri rapat Koordinasi Ketersediaan Komoditas Hortikultura Strategis 2020 di Ditjen Horti, Pasar Minggu, Jum’at (13/03/2020).

Menurut Mentan, metodelogi dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan pangan pada bulan puasa dan lebaran mendatang terus tersedia secara baik, dengan harga yang terkendali. Hal ini bisa dilakukan melalui pemetaan jumlah kebutuhan dan stok pangan yang ada.

“Untuk itu, kepada champion cabai, champion pedagang bawang merah dan pelaku pembangunan pertanian saya berharap selama dua bulan ke depan kita korbankan kepentingan kita untuk rakyat Indonesia. Kita harus penuhi dulu kebutuhan perut rakyat,” katanya.

Mentan mengatakan urusan pangan tidak hanya menjadi urusan pemerintah, namun pengusaha juga harus berperan,”Ayo kita berkorbanlah buat bangsa. Kita bersama dan jaga tidak terjadi lonjakan harga. Data kami stok masih cukup bahkan hingga Agustus,” tegas Mentan.

Mentan memaparkan data stok pangan yang dimiliki Kementan hingga Agustus 2020, dan langkah antisipasi telah dipersiapkan untuk menjaga stok.

“Jadi tidak perlu ragu berlebih dalam menghadapi hari raya. Bawang merah saya jamin, cabai saya jamin dan bawang putih insya Allah tidak bersoal. Hari ini saya mau melihat bahwa Indonesia tidak goyang dengan krisis apapun. Intinya bulan ramadhan ini, selain kita beramal, kita harus menjamin ketersediaan rakyat aman,” katanya.

Di tempat yang sama, Dirjen Hortikukultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto memastikan akan melaksanakan arahan Mentan dalam memonitoring semua kebutuhan rakyat menjelang dan sesudah hari raya besar Idul Fitri 2020 mendatang.

“Secara keseluruhan kebutuhan jelang bulan puasa dan hari raya besar lainya aman dan terkendali. Walau begitu, kami akan terus memonitoring dan mengimplementasikan arahan pak Menteri untuk menjamin kebutuhan masyarakat,” tutupnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Ajak Profesor Riset Terapkan Hasil Penelitian

Koran Jurnal, Bogor – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo kembali mengukuhkan dua professor atas keberhasilan menjadi Profesor Riset, masing-masing dalam bidang hama dan penyakit tanaman untuk inovasi teknologi pengendalian tikus dan teknologi proses pascapanen buah tropis untuk standart eksport. Mentan juga turut menantang para professor untuk menerapkan hasil riset sehingga berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani kita.

“Saya memberikan tantangan kepada Saudara Prof. Dr. Ir. Setyadjit, M.App.Sc, untuk dapat menyusun rancangan program dalam meningkatkan produksi dan kualitas buah tropis kita sesuai standar ekspor yang berlaku, dan pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani kita” kata Syahrul dalam sambutannya di Auditorium Utama Ir.Sadikin Sumintawikarta Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor,Selasa (25/02/2020).

Menurut SYL, research menjadi sangat penting karena pertanian dan pemuliaan bibit menjadi bagian-bagian terpenting untuk bisa mendapatkan hasil pertanian yang maksimal. Kita mempunyai penduduk 267 juta orang yang membutuhkan seluruh komoditi pertanian kalau kita tidak mau impor dan lain-lain sebagainya adalah kita harus bijak.

“Salah satunya adalah terus memperbaiki hasil research kita sehingga kita mendapatkan kualitas-kualitas dan penyisihan-penyisihan agroklimat dari masing-masing potensi lahan yang kita miliki. Itu membutuhkan research,”ucap Mentan.

Syahrul mengungkapkan bahwa acara orasi pengukuhan tersebut bertepatan dengan dua momentum yang sangat penting dalam kebijakan IPTEK Nasional, terutama terkait penataan kelembagaan strategis. Sebagai implementasi dari UU No.11/2019 tentang Sistem Nasional IPTEK, pemerintah telah membentuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Sesuai dengan Perpres No. 74 /2019 yang kemudian diubah dengan Perpres No.95/2019 BRIN mempunyai tugas menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi,”ucap SYL.

Syahrul juga mengharapkan Profesor Riset yang baru dikukuhkan dapat lebih berperan aktif menjadi pembina dan motivator bagi para peneliti yang lebih muda, baik dalam bidang kepakaran, maupun dalam pengembangan jati-diri, integritas serta profesionalisme mereka.

“Saya sampaikan penghargaan dan selamat kepada jajaran keluarga kedua Profesor Riset, yang telah memberikan kontribusi dan pengorbanan yang besar dalam mendukung karir dan pencapaian prestasi para Profesor Riset yang dikukuhkan,”ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si mengatakan jika inovasi yang dilakukan terkait pengendalian hama tikus dapat mengurangi losis dengan pasca panen. Sehingga hasil riset terkait inovasi teknologi pengendalian tikus sangat penting untuk diterapkan oleh masyarakat.

“Bertani itu sekarang kan dibeberapa daerah ada yang terserang tikus dan salah satu terobosan yang disampaikan Dr. Sudarmaji tadi jadi salah satu solusi memecahkan masalah pengendalian tikus secara bioekologi. Dan ini sudah lama kita lakukan tinggal menunggu dilakukan secara masif dilapangan,”ucap Fadjry.

Menurutnya paling penting melakukan antisipasi atau early warming system. Bagaimana bisa mendeteksi secara cepat sehingga sebelum serangan itu sudah dilakukan pengendalian dan hal tersebut juga sudah dimulai dengan Dirjen teknis Kementerian Pertanian.

“Sehingga paling tidak jangan cepat penyebaran serangan tikus ini, kita bisa lebih awal mengendalikan ini,” ucapnya.

Terkait inovasi teknologi proses pascapanen buah tropis ditujukan untuk memperpanjang daya simpan buah tropis. Menurutnya pertanian punya potensi buah tropis yang sangat melimpah di Indonesia, persoalannya daya simpannya tidak lama. Selain itu, semua produk pengiriman lewat kapal laut dan perlu waktu dua minggu sampai satu bulan supaya barang diterima.

“Sehingga memang perlu ada teknologi bagaimana memperlama daya simpan sehingga sampai negara tujuan itu kualitasnya masih terjaga, mutunya masih bagus sehingga nilai jualnya masih bagus. Ini yang tadi dibicarakan itu,”tukas Fadjry.

Sekedar informasi kedua professor yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Ir. Setyadjit, M.App.Sc untuk inovasi teknologi proses pascapanen buah tropis untuk pemenuhan standar ekspor dan Prof.Dr.Drs.Sudarmaji, MP untuk inovasi teknologi pengendalian hama tikus terpadu berbasis bioekologi untuk pengamanan produksi padi nasional.(hum/red)

Categories
Daerah Ekonomi

Mentan Syahrul Panen 1000 Ekor Pedet dan Luncurkan Program ‘Sikomandan’ di Serdang Berdagai

Koran Jurnal, Sumut – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan panen 1000 ekor pedet sekaligus meluncurkan program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) di Kabupaten Serdang Bedagai – Sumatera Utara, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian (Kementan) mengakselerasi pertumbuhan populasi dan peningkatan produksi ternak sapi dan kerbau dalam negeri.

Menurut SYL, Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, termasuk Sumatera Utara sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar pada sektor pertanian termasuk perkebunan dan dunia peternakannya.

“Negara kita negara kaya, negara kaya adalah pemberian Tuhan yang harus kita syukuri, dan Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi yang sangat hebat karna telah berhasil memanfaatkan kekayaan alamnya dengan tepat, membangun suatu daerah dengan kekuatan alam seperti Sumatera Utara itu yang luar biasa” ungkap SYL disela – sela acara Panen 1000 Ekor Pedet dan Launching Sikomandan di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Kamis (20/02/2020)

Lebih lanjut SYL mengatakan berbagai upaya peningkatan populasi sapi lokal yang dilakukan Kementerian Pertanian, merupakan rangkaian dari komitmen pemerintah untuk menekan angka dominasi impor sapi di Indonesia, sekaligus sebagai upaya memenuhi kebutuhan daging sapi nasional yang jumlahnya mencapai 700.000 ton pertahun.

“Kebutuhan konsumsi nasional untuk daging sapi di Indonesia adalah 700.000 ton, sementara kemampuan produksi kita diangka 400.000 ton, artinya kita masih defisit 300.000 ton, angka itu setara dengan 1.300.000 ekor sapi setiap tahun, untuk itu saya harapkan upaya ini bisa meningkatkan produksi sapi kita bahkan hingga dua atau tiga kali lipat” ungkap SYL.

Selain itu, masih dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas sapi serta kerbau di Indonesia, SYL menambahkan bahwa pihaknya tengah mengembangkan integrasi sapi sawit. Ia menilai potensi lahan sawit untuk pengembangan sapi berpotensi cukup besar untuk turut membantu memecahkan permasalahan pemenuhan daging sapi di tanah air.

*Program Sikomandan Targetkan 4.000.000 Sapi Lahir di 2020*

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita menyampaikan selama rentang waktu 3 (tiga) tahun tahun 2017 – 2019, Kementan telah berhasil melakukan kegiatan inseminasi buatan (IB) sebanyak 11.524.268 ekor akseptor dari target 10.000.000 ekor.

Hasilnya pun fantastis, Ketut menyebut kebuntingan sapi dan kerbau pada rentang waktu tersebut mencapai 6.249.303 ekor, serta menghasilkan anak dari hasil perkawinan IB sebanyak 4.741.764 ekor.

Dengan adanya program Sikomandan, lanjut Ketut, tahun 2020 ditargetkan setidaknya ada 5.862.500 ekor akseptor dengan target kelahiran 4.000.000 ekor hasil optimalisasi kawin IB dan kawin alam.

“Sesuai arahan Bapak Mentan, mari bersama gaungkan Sikomandan yang salah satu kegiatannya adalah gerakan IB secara masif dan hasilnya seperti yang bisa kita lihat pada kegiatan panen pedet ini,” pungkas Ketut.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul: Kebutuhan Pangan 2020 Aman dan Terkendali

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan kebutuhan pangan tahun 2020 aman dan terkendali. Hal ini disampaikan Syahrul saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (17/02/2020).

“Dua bulan ke depan kita akan menghadapi bulan puasa dan idul Fitri. Dalam hal ini kami telah melakukan beberapa hal. Termasuk menjaga kebutuhan pangan 2020. Insyaallah kebutuhan pangan aman,” ujar Mentan.

Menurutnya, Kementan juga telah melakukan antisipasi untuk beberapa harga komoditas yang rentan fluktuasi, seperti bawang putih, bawang merah dan cabai. “Misalnya kami menggelar pasar murah dan melaksanakan produksi dalam negeri,” katanya.

Sekedar diketahui, Kementerian Pertanian telah menargetkan produksi komoditas pangan strategis untuk kebutuhan tahun 2020.

Dalam target ini, produksi padi menepati urutan pertama dengan angka 59,15 juta ton. Disusul produksi jagung sebesar 24,17 juta ton, kedelai 0,42 juta ton, bawang merah, 1,66 juta ton, cabai besar 1,35 juta ton dan cabai rawit sebanyak 1,47 juta ton.

Di samping itu, Kementan juga menargetkan produksi kopi sebanyak 769, 72 ribu ton, kakao 771, 89 ribu ton dan karet 3,674,05 ribu ton.

“Kemudian kami menargetkan populasi sapi sebanyak 18,78 juta ekor yang menghasilkan daging sekitar 4,81 juta ton, serta produksi daging sapi kerbau sebanyak 432, 91 ribu ton,” katanya.

Dengan angka produksi ini, pemerintah memastikan tidak akan melakukan impor beras karena ketersediaan periode Januari-Maret berkecukupan. Terlebih, stok beras di akhir bulan Desember mencapai 4.514.280. Dari angka tersebut, perkiraan produksi mencapai 14,211,295 dengan perkiraan kebutuhan 12,601,151.

“Kami juga melakukan sinergitas dengan penggilingan dan Bulog untuk penyerapan paska panen. Jadi mengurus pertanian itu tidak mudah, pak. Kami harus berhadapan dengan cuaca, iklim yang berubah, hama dan orang orang yang mau mengambil kepentingan. Karena itu, di tangan kita harus bisa memenuhi isi perut 267 juta jiwa,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Bersama Pemuka dan Masyarakat Pasuruan Panen dan Tanam Padi

Koran Jurnal, Pasuruan – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Wakil Komisi IV DPR RI, KH. Hasan Aminuddin dan Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf melakukan panen dan tanam perdana padi di Desa Nguling, Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (12/01/2020).

“Hari ini adalah bagian dari konsolidasi, tekad dan kemauan kita agar besok kita siap kerja lebih baik dan terarah,” kata Syahrul.

Membicarakan pertanian, Menurut Syahrul, adalah berbicara soal lapangan, bagaimana mempersiapkan bibit dan benih yang baik, budidaya yang tepat, manajemen air yang efektif dan efisien, karena dengan itu semua produktivitas akan meningkat.

Bupati Pasuruan, M. Irsyad Yusuf dalam sambutannya menjelaskan bahwa Kabupaten Pasuruan surplus beras sebesar 2,65 persen.

“Pasuruan mempunyai luas lahan sawah seluas 39.804 hektar dengan indeks pertanaman 2,6 dan produksi beras sampai dengan akhir tahun 2018 mencapai 4.403,700 ton, sementara kebutuhan sebesar 4.301,936 ton per tahun,” ungkap Irsyad.

Beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemkab Pasuruan dalam meningkatkan produksi menurut Bupati M. Irsyad Yusuf adalah meningkatkan indeks pertanian yang semula 200 menjadi 300 dengan membangun sumur pompa oleh petani secara swadaya sebanyak 1.338 unit dan pencetakan sawah baru kurang lebih seluas 266 hektar. Atas upaya yang telah dilakukan Pemkab Pasuruan tersebut, Mentan Syahrul memberikan apresiasi tinggi dengan secara simbolis menyerahkan bantuan pertanian.

Pada kesempatan itu juga, di hadapan petani yang hadir, Mentan Syahrul meluruskan perihal informasi kelangkaan pupuk subsidi yang dalam beberapa hari terakhir merebak.

“Pupuk baru dibagi kok dibilang langka?, apa betul pupuk tidak ada?. Padahal tahap pertama baru diturunkan. Jangan sampai ada yang mau mendapat jatah lebih atau mengalihkan ke tempat lain. Dan jika itu terjadi, maka akan saya lawan, tentu dengan dukungan Bapak-bapak semua, Pak Bupati dan juga Pak Kiayi Hasan, setuju?,” tegas Syahrul.

Langkah untuk meminimalisir penyimpangan dan penyalahgunaan distribusi pupuk bersubsidi sesungguhnya sudah dilakukan dengan menerapkan metode verifikasi data melalui e-RDKK oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

“Setelah dicek, ternyata alokasi pupuk itu ada. Cuma belum dibagi secara merata karena ada e-RDKK yang belum berjalan dengan baik. Ada kendala teknis, KTP yang tertukar dan lain sebagainya. Selama ada di e-RDKK dan CPCL pasti pupuk itu akan diterima. Jangan, tidak ada di e-RDKK dan CPCL dia minta,” kata Syahrul.(hum/red)

Categories
Ekonomi Polisi

Mentan Syahrul Minta Polisi Turut Menjadi Pelopor Kemajuan Pertanian

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) yang terdiri dari polisi perwira pertama dan perwira dua, Selasa (04/02/2020). Dalam kesempatan itu, Mentan minta para perwira polisi turut ikut serta menjadi pelopor kemajuan pertanian dan turut bersinergi untuk ketahanan pangan.

“Kalo kau mau jadi Kapolsek sukses urusin pertanian, kalo mau jadi Kapolres sukses urusin pertanian. Pertanian itu menjanjikan untuk lapangan kerja. Kalau masyarakat sejahtera, kriminal menurun. Kalau perlu tangkapi dulu para preman, perampok, penjahat setelah itu kasih kerja di bidang pertanian,” kata Syahrul saat memberikan kuliah Umum di Ruang Kelas SESPIMTI POLRI PTKI.

Syahrul menjabarkan betapa pentingnya pertanian sebagai salah satu upaya dalam mengurangi tingkat kejahatan di masyarakat. Oleh karena itu, kriminalitas yang sedang ditangani bisa berkurang banyak dengan membangun pertanian yang maju, mandiri dan modern.

“Anjurkan rakyat untuk dapat bertahan hidup. Tuntutannya kita harus bertani dengan baik dan modern. Cara kalian kerja di Kapolsek, eranya tidak ada lagi traktor dikemudi orang, tapi er kalian sudah ada di era traktor di kelola robot kontrol,” tambahnya.

Dalam kuliahnya, Mentan Syahrul, yang sering disapa SYL, mengungkapkan jika menjadi pemimpin dan anak buah yang baik harus memiliki intelektual sesuai fungsi peran dan tanggung jawabnya serta mampu mengembangkan managemen agenda kehidupan yang lebih baik.

“Kalian adalah harapan bangsa besok yang luar biasa. Besok itu ada energi baru dari bangsa ini dan kamu sudah dalam track yang benar jadi jangan sia siakan. Belajar dari sini baik baik,” ucapnya.

Selain itu, Mentan menyampaikan setelah mengenyam pendidikan di PTIK setiap polisi memiliki perilaku yang baru minimal punya impian untuk tanggung jawab apa yang akan dipegang di masa depan. Ia mengatakan jika keberhasilan dapat dilihat dari kegigihan dalam bekerja.

“Biasakan lari dengan pijakan yang benar jangan biasakan kamu keluar dari aturan aturan.Tidak ada yg instan kalo kau mau berprestasi maka hadirkan itu,” ucapnya.

Selain itu, Mentan turut memaparkan perkembangan nilai ekspor berbagai komoditas pertanian Indonesia yang lebih dari Rp100 triliun selama November-Desember 2019 atau dalam triwulan terakhir.

“Alhamdulillah dibantu dengan temen- teman eselon 1 yang ada. Saya saat ini ekspor sudah capai lebih 100 Trilliun,” kata Syahrul.

Di akhir kuliahnya, Syahrul berpesan supaya para perwira fokus pada amanah yang sudah diembannya, harus mempunyai target, jujur dan mau belajar dari kesalahan.

“Biasakan dispilin. Disiplin itu ditentukan kebenaran yakni kebenaran sosiologis, kebenaran dengan aturan, kebenaran culturan kalian punya suku punya bangsa,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Ajak Mendag, Mendes dan Mendagri Wujudkan Pertanian Maju, Mandiri Juga Modern

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2020 yang digelar di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (27/01/2020).

Dalam kesempatan itu, Mentan Syahrul menyampaikan pentingnya membangun hubungan baik dengan kementerian dan lembaga lain untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern.

“Kalau semua yang hadir disini pikirannya maju, maka yang diam di tempat otomatis akan tertinggal. Maju adalah bagian dari langkah kita hari ini. Mandiri adalah kekuatan dan modern adalah bagian dari hidup kita ke depan,” ujarnya.

Syahrul mengatakan, pertanian maju, mandiri dan modern adalah pertanian berbasis teknologi dengan kekuatan utama artificial intelligence. Pertanian maju, kata Syahrul, selalu didukung dengan sistem mekanisasi yang kuat dan terstruktur dengan baik.

“Ke depan kita tidak boleh lagi melakukan pertanian dengan alat tradisional. Ke depan kita harus mengelola pertanian yang berbasiskan pada artificial intelligence, yang dikelola dengan sistem yang terstruktur,” tukas Syahrul.

Dia juga mengatakan, mengelola pertanian tidak boleh lalai dan abai karena langsung berhadapan dengan 267 juta penduduk Indonesia. Mengelola pertanian harus memiliki keyakinan dan tujuan pasti untuk meningkatkan produksi dan memenuhi kebutuhan pasar global.

“Di Indonesia ini semua kabupaten memiliki potensi ekspor karena negara kita adalah negara tropis. Terlebih semua negara di dunia ini selalu membutuhkan sayur dan buah dari kita. Jadi semua daerah memiliki potensi yang sama,” katanya.

Menurut Syahrul, terdapat 4 aspek yang perlu diperhatian dalam mengelola pertanian maju, mandiri dan moderb. Aspek pertama, kata dia, melakukan upaya untuk peningkatan produksi dan produktivitas melalui Gerakan nasional. Aspek kedua adalah, menurunkan biaya pertanian menuju hingga berada di posisi rendah melalui peningkatan efisiensi dan pengembangan kawasan berbasis korporasi.

“Aspek ketiga adalah pengembangan dan penerapan mekanisasi serta akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi. Dan aspek keempat adalah ekspansi pertanian melalui perluasan pemanfaatan lahan termasuk lahan rawa dan sub optimal lainnya serta penyediaan air (irigasi, embung, dan bangunan air lainnya),” katanya.

Adapun dalam mendukung keempat aspek tersebut, pemerintah melalui Kementan telah membentuk lembaga Komando Startegi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang ada di tiap Kecamatan. Komando ini merupakan komando perang yang sudah dilengkapi dengan agriculture war room (AWR) sebagai ruang monitoring dari semua kegiatan pembangunan pertanian.

“Jadi di setiap daerah akan ketemu saya setiap jumat melalui AWR. Alat ini juga secara tidak langsung mampu memonitoring kegiatan penyuluh setiap hari. Dan saya pastikan saya akan mengetahui apakah mereka kerja atau tidak,” kata Mentan Syahrul.

Untuk diketahui, Rakernas Pembangunan Pertanian ini juga dihadiri Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Kementerian Dalam Negeri serta kementerian dan lembaga negara lainya.

Kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengatakan bahwa kenaikan nilai ekspor pertanian terus mengalami lonjakan hingga mencapai Rp 2,3 miliar. Namun demikian, lonjakan tersebut musti didukung oleh berbagai pihak, terutama perusahaan kargo.

“Dalam hal ini saya sangat selektif karena harus dimaksimalkan dulu dalam hal impor. Tujuan impor ini bukan untuk mengisi kekosongan saja tetapi juga harus dapat merubah pasar dan menjaga neraca perdagangan kita untuk mengoptimalisasi kelembagaan,” tandasnya.

Agus berharap, Kementerian Pertanian dibawah pimpinan Syahrul Yasin Limpo terus meningkatkan daya saing produk pertanian untuk meningkatkan kapasitas sumber daya pertanian ke depan. “Kalau sudah ditingkatkan, kita bisa bersaing dengan negara besar lainnya,” pungkas Agus.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Ingin Tingkatkan Usaha Tani Menjadi Skala Bisnis

Koran Jurnal, Jakarta – Pengalaman selama ini menunjukkan sektor pertanian mampu bertahan dalam kondisi pelambatan perekonomian Indonesia maupun dunia. bahkan sektor pertanian mampu menciptakan pertumbuhan positif dalam pembangunan nasional, dengan menciptakan kesempatan kerja.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) diharapkan akan lebih cepat menggerakkan pembangunan pertanian pedesaan menuju pertanian maju, mandiri dan modern. Hal itu disampaikan Mentan Syahrul pada Sosialisasi Pemanfaatan Dana KUR dan Implementasi Kostratani di Wisma Negara CPI Kota Makassar, Sabtu (25/01/2020).

“Peran itu nanti digerakkan oleh BPP sebagai pusat pelaksanaan Kostratani dengan mengefektifkan penyuluhan dan meningkatkan keahlian para penyuluh pertanian,” kata Syahrul.

Oleh karena itu, Kostratani menurut Mentan Syahrul di desain agar bisa mengidentifikasi potensi komoditas unggulan lokal yang bisa mengungkit pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Merica yang sering kita temukan di meja restoran-restoran, dengan intervensi teknologi dan pendampingan penyuluh, ke depan hal seperti ini sudah bisa diproduksi di level Kostratani. Cita-cita bersama kita, satu Kostratani memiliki satu pabrik,” ungkap Syahrul.

Pada kesemptan itu juga, Mentan Syahrul menyerahkan bantuan pertanian untuk propinsi Sulsel dengan total 150 miliar rupiah dalam bentuk 50 unit Traktor Roda 4, 100 unit Traktor Roda 2, 100 unit Pompa Air, 30 unit Combine Harvester, 3,3 ribu ton benih padi, 2,7 ribu ton benih jagung hibrida, 180 ton benih kacang tanah, 338 benih kedelai, 25 ton benih kacang hijau serta pembagian KUR kepada 5 perwakilan Kelompok Tani.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy memgatakan bahwa serapan KUR pertanian nasional sampai dengan tanggal 24 Januari 2020 sudah mencapai 600 miliar rupiah.

“Total nilai KUR pertanian adalah 50 triliun. Pembiayaan ini diperuntukkan untuk membantu budidya perkebunan, tanaman pangan, hortikuktura dan pertenakan dengan bunga yang rendah yaitu 6 persen,” kata Sarwo.

Selain skema KUR, Sarwo Edhy juga menghimbau kepada petani yang hadir untuk bisa mengakses asuransi pertanian.

“Ada asuransi padi dan asuransi ternak. Pemerintah memberikan subsidi sehingga petani dibantu dalam pembayaran preminya. Petani cukup membayar 36 ribu, 144 ribu dibayarkan oleh pemerintah. Sehingga jika padi yang ditanam mengalami puso karen kekeringan atau banjir maka akan diganti 6 juta per hektar untuk satu kali masa tanam,” ungkap Sarwo.

Sedangkan, bagi peternak yang telah mengikuti asuransi, pemerintah akan mengganti ternaknya yang mati atau hilang, misalnya sapi, kita akan ganti 10 juta per ekor dengan membayar premi sebesar 40 ribu, sementara sisanya, 160 ribu, akan dibayarkan oleh pemerintah.

Namun, semua bantuan yang diberikan itu, menurut mantan Gubernur Sulsel ini hanya sebagai stimulan, yang perlu segera dilakukan adalah terus melkukan konsolidasi dan merubah paradigma pengelolaan usaha tani menjadi skala bisnis.

Dan segala bentuk upaya itu akan dikontrol dan dikendalikan oleh Kostratani dan Agricultural War Room (AWR), dengan daya dukung berupa akurasi data.

“Kita monitoring setiap permasalahan termasuk distribusi pupuk bersubsidi yang aku terima beritanya sewaktu memaparkan Kostratani di kantor pusat FAO di Roma. Tidak butuh lama, hal itu bisa diselesaikan,” ungkap Syahrul.(hum/red)