Categories
Hukum Kriminalitas Nasional Polisi TNI

Pangarmabar Bersama Kepala BNN Merilis Perkembangan Pengungkapan 1,037 Ton Shabu Tangkapan TNI AL

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sejalan dengan arahan dan perintah Presiden RI agar aparat penegak hukum dapat meningkatkan komitmen untuk menidak tegas para pengedar Narkoba di wilayah Indonesia khususnya melalui jalur laut, maka TNI Angkatan Laut bersama Badan Narkotika Nasional, Bea Cukai dan Polri bersinergi dalam keberhasilannya menggagalkan penyelundupan 1,037 Ton Narkoba jenis sabu yang dibawa kapal MV Sunrise Glory di perairan Selat Phillip.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNN RI Komjen Pol Drs. Budi Waseso dalam kesempatan konferensi persnya di Kantor BNN RI Jakarta Pusat, Selasa (20/02/2018).

Pada kesempatan tersebut, Aspam KSAL Laksda TNI Suprianto Irawan menyampaikan, keberhasilan ini merupakan kerjasama yang baik antara TNI AL, BNN, Bea Cukai dan Polri. Selanjutnya Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., dalam konferensi persnya di depan puluhan awak media menyampaikan kronologis penangkapan MV Sunrise Glory dengan muatan 1,037 Ton Narkoba oleh salah satu unsur Koarmabar KRI Sigurot-864 yang sedang melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Singapore 18 BKO Guskamlabar di perairan Selat Phillip pada hari Rabu 7 Februari 2018.

Pangarmabar mengatakan bahwa keberadaan MV Sunrise Glory sebenarnya sudah terpantau sejak Desember 2017. Selanjutnya Pangarmabar segera memerintahkan unsur-unsur KRI jajaran Koarmabar untuk melaksanakan patroli penyekatan dan penangkapan terhadap kapal tersebut melalui operasi yang di gelar di seluruh perairan Indonesia bagian barat dengan bekerjasama melalui informasi yang di dapat dari BNN.

Tepatnya Rabu 7 Februari 2018, KRI Sigurot-864 yang sedang melaksanakan patroli, mendeteksi adanya kapal ikan berbendera Singapore melakukan manuver mencurigakan, dikarenakan pergerakan kapal tersebut keluar dari jalur Traffic Separation Scheme (TSS) dan memasuki perairan Indonesia. Selain itu, atas dasar deteksi awal oleh KRI bahwa siluet kapal merupakan jenis kapal ikan Taiwan namun berbendera Singapore. Atas dasar kecurigaan tersebut, Komandan KRI Sigurot-864 melaksanakan pemeriksaan dan penggeladahan.

Pemeriksaan awal diketahui bahwa seluruh dokumen yang ada dikapal diindikasikan palsu karena hanya terdapat foto copy dokumen atau bukan dokumen asli. Selain itu, diduga kapal tersebut adalah “Phantom Ship” dikarenakan memiliki 2 bendera yaitu Singapore dan Indonesia. Dari hasil informasi yang didapat sebelumnya, bahwa diduga MV Sunrise Glory memiliki nama lain yaitu Sun De Man 66 yang pernah menjadi target operasi (TO) dikarenakan dugaan pernah membawa Narkoba. Atas dasar dugaan pelanggaran tersebut, maka kapal beserta ABK dikawal menuju Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Tepatnya Jumat 9 Februari, TNI AL melalui WFQR Lantamal IV/Lanal Batam dan Guskamlabar bekerjasama dengan BNN Pusat dan Bea Cukai melaksanakan pengecekan terhadap muatan kapal. Saat proses pemeriksaan, tim behasil menemukan barang bukti Narkoba jenis Sabu-sabu sebanyak 41 karung dengan perkiraan berat lebih dari 1 Ton. Barang-barang tersebut disembunyikan diantara tumpukan karung beras dalam palka bahan makanan. Selanjutnya tim melaksanakan pengembangan lebih lanjut dan mendapatkan barang bukti sabu-sabu total sebanyak 1,037 Ton.

Pangarmabar menyampaikan bahwa pencapaian dalam menggagalkan penyelundupan Narkoba sebanyak 1,037 Ton ini dapat menyelamatkan kurang lebih 5 Juta generasi muda Indonesia dari gerbang kehancuran. Selain itu, kesuksesan tersebut merupakan bukti nyata sinergitas TNI AL, BNN, Bea Cukai dan Polri dalam memerangi Narkoba sebagai musuh bersama, sehingga kedepannya TNI AL bersama instansi terkait akan tetap berkomitmen menjalin sinergitas dalam memerangi Narkoba.

Dalam konferensi pers tersebut juga turut hadir Aspam Kasal Laksda TNI Suprianto Irawan, Kadispamal Laksma TNI Angkasa Dipua, Kadispenal Laksma TNI Gig ZM Sipasulta, Dir Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bapak Wijayanta serta Dirjen Prekusor dan Psikotropika BNN Brigjen Pol Anjan Pramuka.(tonmp/Disp)

Categories
Megapolitan Polhukam TNI

Pangarmabar Terima Kunjungan Duta Besar RI Untuk India

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., menerima kunjungan Duta Besar Indonesia untuk India Sidharto Suryodipuro di Ruang VVIP Gedung Yos Sudarso, Mako Koarmabar Jakarta Pusat, Rabu (14/02/2018). Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka menjalin silaturahmi Duta Besar Indonesia untuk negara India.

Dalam kesempatan tersebut Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., menyampaikan beberapa hal terkait dengan pencapaian kegiatan-kegiatan operasi yang telah dilakukan Koarmabar.

Selain itu Pangarmabar juga menyampaikan keberhasilan baru-baru ini, dimana Koarmabar berhasil menggagalkan jaringan penyelundupan Narkoba Internasional seberat 1 ton 37 kg 581,8 gram di Selat Philips, Batam. Narkoba berjenis sabu tersebut dibawa kapal MV Sunrise Glory berbendera Indonesia dan ditangkap oleh KRI Sigurot-864.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk India Sidharto Suryodipuro menyampaikan tentang kerjasama bilateral antara TNI AL dalam hal ini Koarmabar dengan Angkatan Laut India (Indian Navy). Diharapkan hubungan kerjasama yang sudah terjalin dengan baik selama ini dapat lebih ditingkatkan lagi.

Diakhir acara, Pangarmabar juga memberikan sebuah buku kepada Duta Besar Republik Indonesia dengan judul “Facing Global Maritime Fulcrum Between Threats And Opportunies”, yang merupakan karya Pangarmabar. Dalam kegiatan tersebut, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., didampingi Kasarmabar Laksamana Pertama TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M. (tonmp/Disp)

Categories
Nasional Polhukam TNI

Pangarmabar Paparkan Operasi Pengamanan Perairan Indonesia Wilbar di Rakor Kemenko Bidang Kemaritiman

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., memaparkan Operasi Pengamanan Perairan Indonesia Wilayah Barat pada acara rapat koordinasi bidang kemaritiman yang dipimpin oleh Deputi I Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim Bapak Arif Havas Oegroseno bertempat di Kantor Kemenko Maritim Jakarta Pusat, Selasa (06/02/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Pangarmabar memaparkan beberapa hal yaitu situasi keamanan maritim wilayah barat diantaranya keberhasilan yang telah dicapai oleh Koarmabar pada tahun 2017, aktivitas kapal militer asing di wilayah perairan barat dan kekuatan yang dimiliki oleh Koarmabar.

Selanjutnya Pangarmabar menyampaikan dua ide/gagasan untuk mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia yaitu dibentuknya Indonesia Maritime Informasi Center (IMIC) dimana hal tersebut merupakan wujud tanggung jawab Indonesia sebagai negara pantai serta gagasan dalam membuat Alur Pelayaran Tol Laut (APTL) dengan tujuan menjamin keamanan dan keselamatan bagi para pengguna laut di kawasan Indonesia. Pada akhir paparannya, Pangarmabar menyampaikan bahwa kunci keberhasilan dari gagasan tersebut adalah terjalinnya sinergitas antar Kementerian dan lembaga.

Acara Rakor Bidang kemaritiman tersebut dihadiri oleh beberapa kementerian dan lembaga diantaranya  Kementerian PAN RB, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perhubungan, Polairud, Bakamla, Bea Cukai, KPLP, PSDKP dan BPPT. Sementara dari Angkatan Laut hadir Pangarmatim, Kapushidrosal, Kadisopslatal serta perwakilan dari Mabes TNI yaitu Waasops Panglima TNI.(red/Disp)

Categories
Megapolitan TNI

Pangarmabar Buka Rapat Staf dan Komando Koarmabar Tahun 2018

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., membuka Rapat Staf dan Komando (Rasko) Koarmabar Tahun 2018 di Gedung O.B. Syaaf, Markas Komando Koarmabar, Jalan Gunung Sahari, Jakarta, Senin (29/01/2018).

Pangarmabar mengatakan, penyelenggaraan Rapat Staf dan Komando Koarmabar tahun 2018 merupakan bagian dari fungsi pembinaan Pangarmabar dalam menindaklanjuti dan menjabarkan hasil Rapat Pimpinan TNI dan TNI AL yang telah dilaksanakan beberapa hari yang lalu, dengan kegiatan evaluasi Proker dan anggaran Koarmabar tahun 2017 dan permasalahan yang terjadi dengan solusi yang dilaksanakan serta rencana kegiatan tahun 2018 guna menindaklanjuti pokok-pokok kebijakan pemimpin TNI dan TNI AL tahun 2018.

Selanjutnya Pangarmabar menyampaikan pokok-pokok kebijakan Panglima TNI pada Rapat Pimpinan (Rapim) TNI tahun 2018 yang meliputi bidang kebijakan strategis dan perencanaan umum, bidang intelijen, bidang operasi dan latihan, kebijakan di bidang personel, kebijakan di bidang logistik, bidang teritorial, bidang komunikasi dan elektronika dan bidang pengawasan. Serta penekanan Panglima TNI yang menjadikan perhatian yaitu menyukseskan program 100 hari kerja, mewaspadai ancaman global kekinian dan mendukung pemerintah dalam pelaksanaan pengamanan Pilkada.

Dalam kesempatan tersebut, Pangarmabar juga menyampaikan pokok-pokok kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut tahun 2018 yang disampaikan pada Rapim TNI Angkatan Laut, meliputi kebijakan bidang perencanaan dan anggaran, kebijakan bidang intelijen, kebijakan bidang operasi dan latihan, kebijakan bidang personel, kebijakan bidang logistik, kebijakan bidang teritorial serta kebijakan bidang pengawasan.

Selanjutnya Pangarmabar memberikan kesempatan kepada Komando Pelaksana Operasi (Kolakops), Asisten dan Komandan Pangkalan Utama maupun Komandan Pangkalan untuk menyampaikan capaian tugas dan hal-hal menonjol pada tahun 2017. Selain itu, peserta Rasko juga diberikan kesempatan untuk memberikan masukan konstruktif bagi pencapaian tugas pokok Koarmabar. Pada akhir pengarahannya, Pangarmabar menyampaikan pokok-pokok kebijakan Pangarmabar Tahun 2018 untuk dipedomani dan dilaksanakan oleh jajarannya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangarmabar juga memberikan penghargaan kepada Prajurit Koarmabar yang telah berhasil mengukir prestasi pada tahun 2017 diantaranya Lanal Bangka Belitung yang meraih Peringkat I sebagai Lanal Teladan dan Lanal Tanjung Balai Asahan yang meraih Peringkat III sebagai Lanal Teladan. Serta KRI KRI Wiratno-379 sebagai KRI dengan jumlah tangkapan terbanyak dan KRI Cucut-866 sebagai KRI dengan jumlah pemeriksaan terbanyak. Selanjutnya Tim WFQR I dan IV yang telah berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba serta Tim Koarmabar sebagai pemenang Juara I Cerdas Cermat Bintal Kotama Tingkat TNI AL wilayah barat.

Turut hadir mengikuti Rasko tersebut, Kasarmabar Laksamana Pertama TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M., para Danlantamal jajaran Koarmabar, Danguspurlabar dan Danguskamlabar, para pejabat Utama mako Koarmabar serta seluruh Danlanal jajaran Koarmabar dari Sabang sampai Cirebon.(red/Disp)

Categories
Megapolitan Militer Polhukam TNI

Pangarmabar Kukuhkan Dansatrol Lantamal Jajaran Koarmabar

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., memimpn upacara pengukuhan Komandan Satuan Kapal Patroli (Dansatrol) Lantamal jajaran Koarmabar, di Komplek Satuan Koarmabar I, Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (22/01/2018).

Adapaun jabatan yang dikukuhkan yakni, Kolonel Laut (P) Sumantri Kuswandono, S.E., M.M., sebagai Dansatrol Lantamal I Belawan, Kolonel Laut (P) Joko Triwanto sebagai Dansatrol Lantamal II Padang, Kolonel Laut (P) Salim, S.E., sebagai Dansatrol Lantamal III Jakarta, Kolonel Laut (P) Horas Wijaya Sinaga, S.E., sebagai Dansatrol Lantamal IV Tanjungpinag dan Kolonel Laut (P) Jales Jamca Jayamahe sebagai Dansatrol Lantamal XII Pontianak.

Pangarmabar menyampaikan, pengukuhan jabatan yang telah dilaksanakan merupakan prosesi penting dalam organisasi, Satrol Lantamal jajaran Koarmabar memiliki tugas melaksanakan pembinaan kemampuan tempur unsur-unsurnya dan melaksanakan operasi keamanan laut dalam rangka penegakan hukum serta mengantisipasi setiap bentuk gangguan keamanan laut dan SAR di wilayah kerjanya.

Lantamal yang sebelumnya hanya memiliki KAL dan Patkamla nantinya akan diperkuat kapal-kapal patroli dengan kemampuan manuver tinggi, hal ini sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi serta untuk menjaga kesiapan operasi unsur-unsur dalam penanganan reaksi cepat di wilayah yurisdiksi nasional Indonesia. Dengan kehadiran Satrol di Lantamal, diharapkan Lantamal jajaran Koarmabar mampu memproyeksikan unsur-unsur kekuatannya dalam rangka mengamankan wilayah perairan sekaligus merespon berbagai kerawanan yang terjadi, antara lain illegal fishing, illegal mining, illegal logging, drugs trafficking dan people smuggling.

Dalam kesempatan tersebut, Pangarmabar memberikan beberapa penekanan kepada para pejabat baru diantaranya agar kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan TNI AL dilaksanakan dengan baik, melaksanakan pembinaan unsur-unsur Satrol dibawah jajarannya, melaksanakan pembinaan dan pelatihan secara teratur terhadap prajurit dalam meningkatkan kemampuan dan profesionalisme sebagai prajurit matra laut yang handal dan melaksanakan pembinaan moral prajurit agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik TNI Angkatan Laut khususnya Koarmabar.(red/Disp)

Categories
International Polhukam

Pangarmabar Hadiri IONS IMMSAREX di Bangladesh

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., mewakili KSAL menghadiri kegiatan Indian Ocean Naval Symposium’s (IONS) Multilateral Maritime Search & Rescue Exercise (IMMSAREX) Tahun 2017 yang dibuka oleh Presiden Bangladesh di Cox’s Bazar Bangladesh, baru-baru ini.

Kegiatan IONS IMMSAREX Tahun 2017 yang diselenggarakan mulai tanggal 26 – 29 November 2017 diawali dengan acara Ice Breaking (26/11), dimana pada acara tersebut Presiden Bangladesh Mr. MD Abdul Hamid & Chief of Naval Staff Bangladesh Admiral Nizamudin Ahmed turut hadir beserta seluruh delegasi. Adapun Head of Delegation yang hadirantara lain Australia, China, Prancis, Jerman, India, Iran, Italia, Jepang, Malaysia, Maldives, Myanmar, Oman, Pakistan, Russia, Saudi Arabia, Singapura, Spanyol, Thailand, United Arab Emirate (UAE) dan United Kingdom (UK). Beberapa negara turut berpartisipasi dalam kegiatan ini yaitu dengan mengirimkan Kapal dan pesawat atau heli. Adapun kapal yang berpartisipasi yaitu 13 Kapal dari Bangladesh, 1 kapal dari China, 4 kapal India, 2 kapal dari Iran serta 1 kapla dari Indonesia yaitu KRI Yos Soedarso-353. Sementara pesawat/heli yang berpartispasi yaitu 1 pesawat dan 1 heli Bangladesh, 1 pesawat China, 1 pesawat dan 4 heli serta 1 heli dari Indonesia.

Selanjutnya pada hari kedua (27/11), Pangarmabar melaksanakan Bilateral Meeting dengan Republik of Singapore Navy (RSN) Maritime Security Task Force(MSTF) Commander Colonel Seah Poh Yeen membahas tentang kerjasama antar kedua Angkatan Laut yang sudah terjalin dengan baik, latihan bersama yang pernah dilaksanakan, Information Fusion Center(IFC), kegiatan International Maritime Defence Expo (IMDEX) serta membahas rangkaian RSN 50 dan tugas-tugas MSTF yang lebih bersifat inward/home security. Selanjutnya Opening ceremony dihadiri oleh Presiden Mr. MD. Abdul Hamid, sambutan oleh Kasal Bangladesh selaku chairman IONS menyampaikan tentang sinergi for cooperative reginme at sea,pencapaian dan kerjasama yang telah dilakukan, arti penting posisi strategis Indian Ocean serta latar belakang IMMSAREX.

Pada kesempatan tersebut, BN Fleet Commander Radm Ashraf menyampaikan bahwa konsep IMMSAREX merupakan konsep tindakan dalam mengatasi berbagai kecelakaan di laut maupun akibat bencana alam seperti tsunami atau cyclone. Sementara dalam kesempatan lainnya, Indian Navy Chief of Staff Admiral Sunil Lanba menyampaikan CUES sebagai panduan, charter of bussiness, dimana India tetap pada komitmennya untuk bekerja sama, bertukar informasi serta efektif response dalam SAR di Indian Ocean dan sekitarnya. Sementara itu, dalam pidatonya Presiden Bangladesh menyampaikan upaya meningkatkan sektor maritim, menjaga keamanan maritim yang kompleks, modernisasi dan peningkatan kemampuan Angkatan Laut menjadi 3 dimensi serta mampu menghadapi ancaman internal maupun dari luar secara manunggal ataupun gabungan.

Kegiatan dilanjutkan dengan acara pembukaan IMMSAREX oleh Presiden Bangladesh serta sesi foto bersama Presiden beserta seluruh delegasi di amphitheatre serta kegiatan Fleet Review oleh Presiden dengan menggunakan Heli. Acara dilanjutkan dengan pembukaan Beach Carnival. Sementara itu Observer dan Komandan KRI Yos Sudarso-353mengikuti final exercise brief dan membahas secara rinci serial latihan dan pembagian latihan menjadi 3 skenario SAR dan Comm Plan. Kegiatan ditutup dengan acara Evening Gala.

Pada hari terakhir (28/11) diadakan CoC (Conclave of Chiefs) dengan materi resume kegiatan IONS dan IPW (IONS preparatory workshop 2017), laporan perkembangan IONS working grup, Future Activites Discusion  Preparation for IONS 2018 (Iran)  dan Agenda brief of CoC 2018.

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Militer Ragam TNI

Pangarmabar Luncurkan Buku Facing Global Maritime Fulcrum “Between Threats And Opportunities”

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., resmi meluncurkan buku berjudul “Facing Global Maritime FulcrumBetween Threats And Opportunities” di Gedung Yos Sudarso, Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No.67, Jakarta Pusat, Selasa (31/10/2017).
 
Buku dengan tebal 334 halaman ini merupakan gagasan dan pemikiran Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos.,  yang tertantang dengan melihat begitu kompleksnya permasalahan di wilayah Barat. Begitu banyak ancaman dan tantangan, serta peluang yang seharusnya dapat dimanfaatkan dari aspek maritim. Selanjutnya dengan hadirnya buku ini, diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber referensi sekaligus inspirasi bagi seluruh komponen bangsa, stakeholder kemaritiman maupun masyarakat luas guna mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
 
Pada kesempatan ini, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., menjelaskan alasan dalam menulis buku ini adalah memberikan gambaran terkait poros maritim yang merupakan program Presiden Joko Widodo.  Ada beberapa kutipan yang dimuat dalam buku tersebut terkait kemaritiman, mulai dari kutipan Presiden pertama Soekarno sampai dengan Presiden Joko Widodo. Ada satu kalimat dari Presiden Joko Widodo yang senantiasa memotivasi Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos dalam mendukung terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia yaitu ‘Di laut tersimpan harapan, di Laut tersimpan kejayaan, Jalesveva Jayamahe‘.
 
Selanjutnya dalam buku “Facing Global Maritime Fulcrum Between Threats And Opportunies” , Pangarmabar menyampaikan gagasan Core Ideas dengan 4 poin penting dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia yaitu pentingnya pembentukan Pusat Informasi Maritim Indonesia (Indonesia Maritime Information Center/IMIC), pembangunan sistem sensor dasar laut dengan teknologi Coastal Acoustic Tomography (CAT) dengan konsep operasi Seabed Sonar, pembangunan Alur Pelayaran Tol Laut (APTL) dengan tujuan meningkatkan Maritime Domain Awareness (MDA), serta pemanfaatan Strategi AS (Rebalancing Strategy) dan Strategi China (Strategic Silk Road, One Belt – One Road) untuk meningkatkan pembangunan dibidang ekonomi dan pertahanan.
 
‎Selain peluncuran juga dilaksanakan bedah buku bersama Prof Melda Kamil Ariadono, S.H., LL.M., Ph.D., (Guru Besar Universitas Indonesia), Dra. Jaleswari Pramodhawardani, .Hum., dari (Deputi V Kantor Staf Presiden RI) dan DR. Connie Rahakundini Bakri (Pengamat Militer) serta dipandu langsung oleh Moderator Presenter TV One Balques Manisang.
 
Peluncuran dan bedah buku tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat TNI/Polri, dan para mantan  Kepala Staf Angkatan Laut, Kalangan Akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri ternama antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pajajaran Bandung (Unpad) serta mengundang beberapa perwakilan Siswa Sesko TNI, Seskoal dan Mahasiswa Unhan.

Pewarta : Anton

Categories
Daerah Hukum Kriminalitas TNI

WFQR IV Koarmabar Berhasil Tangkap Speed Boat Bawa Narkoba Senilai 4 Miliar di Perairan Tanjung Balai Karimun

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Tim Satgas Gabungan Anti Narkoba Western Fleet Quick Response (WFQR) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Lantamal IV Tanjungpinang dan Lanal Tanjung Balai Karimun berhasil menangkap dan memeriksa sebuah speed boat dengan tiga orang awak yang diduga sebagai kurir yang akan menyelundupkan narkoba  diperairan Timur Pulau Takong Hiu pada Posisi 1°12.157 U 103° 21.969 T,  Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Jumat (20/10). Ketiga awak tersebut masing-masing masing A.J (38), warga negara Indonesia,  Z ( 21) dan N (42),  keduanya berkewarganegaraan Malaysia dengan membawa narkoba jenis Sabu-sabu 3.148 gram dan Pil Ekstasi 4.322 butir senilai kurang lebih empat milyar rupiah.
 
Demikian dikatakan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., dalam keterangan persnya di Pusat Komando Dan Pengendalian (Puskodal) Koarmabar, Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No.67, Jakarta Pusat, Jumat ( 20/10/2017).
 ‎
Peristiwa berawal pada Selasa (17/10), Tim WFQR IV memperoleh informasi dari nelayan di sekitar perairan Takong Hiu, bahwa sering melintas speed boat asing yang bukan milik masyarakat setempat, melaju dengan kecepatan tinggi sehingga mengganggu aktivitas kegiatan nelayan setempat. Selanjutnya Tim melaksanakan briefing dan pendalaman terkait informasi tersebut.  Kemudian diperoleh kesamaan informasi dari penangkapan narkoba sebelumnya bahwa wilayah perairan tersebut merupakan pelintasan speedboat pengangkut narkoba. Kemudian tim gabungan melaksanakan pembagian sektor penyekatan dan pengintaian di wilayah tersebut.
 
Kemudian pada Kamis (19/10)  Tim WFQR IV dengan menggunakan tiga speedboat nelayan sewaan melaksanakan infiltrasi di sekitar perairan Timur Takong Hiu dengan menyamar sebagai nelayan dan berbaur dengan nelayan setempat. Sementara itu Patkamla Combat Boat, Patkamla Pegassus dan Patkamla V8 menempati sektor penyekatan. Selanjutnya Tim Pengintai menginformasikan kepada tim penyekat bahwa ada sebuah speed boat melintas dari arah Perairan Malaysia menuju perairan Timur Takong Hiu.  Berdasarkan informasi tersebut maka Patkamla Combat boat melaksanakan prosedur Jarkaplid (Pengejaran, Penangkapan, dan Penyelidikan) terhadap speedboat tersebut dengan hasil terdapat tiga orang kurir narkoba dengan membawa narkoba jenis Sabu, Pil Happy Five dan Pil Ekstasi.

Menurut Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos.,  informasi yang diberikan oleh nelayan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap keamanan di wilayah laut dan keberhasilan penangkapan kurir narkoba ini merupakan wujud kerja sama serta sinergitas masyarakat dengan TNI Angkatan Laut. Hal ini sejalan dengan motto TNI bahwa  Bersama Rakyat TNI Kuat.
 
Pada kesempatan tersebut, Pangarmabar mengapresiasi kinerja prajuritnya di lapangan yang berhasil menangkap tiga orang kurir narkoba dan barang bukti berupa Sabu sabu 3.148 (Tiga kilogam lebih), Pil Happy Five 2.250 butir dan pil ekstasi 2.132 butir yang diperkirakan senilai kurang lebih empat milyar serta mengucapkan terima kasih kepada masyarakat nelayan yang telah bekerjasama dengan memberikan informasi kepada TNI Angkatan Laut.
 
Guna pengembangan lebih lanjut, saat ini ketiga kurir narkoba beserta barang bukti diamankan di Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang.‎

Pewarta : Anton