Categories
Ekonomi

Kementan dan RRT Sepakat Perbaharui Protokol Kerjasama terkait Ekspor Komoditas Pertanian

Koran Jurnal, Jakarta – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melakukan penandatangan perbaharuan protokol kerjasama untuk ekspor berbagai komoditas Pertanian ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT), di Ruang Pola, Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Berdasarkan data pada sistem automasi perkarantinan, IQFAST secara nasional di tahun 2019 tercatat peningkatan tren ekspor berbagai komoditas meningkat seperti Salak sebesar 57,4%. Yakni di tahun 2019 hingga bulan November sebanyak 1.385 ton lebih tinggi dibanding tahun 2018 yang hanya 880 ton.

“Saat ini, Salak menjadi salah satu buah-buahan yang saat ini popular di pasar ekspor, dan Tiongkok merupakan pasar terbesar setelah Kamboja, “kata Kepala Barantan, Ali Jamil saat di temui di sela-sela pertemuan dengan Wakil Menteri General Administration of Customs o the People’s Republic of China (GACC), Zhang Jiwen.

Menurut Jamil, protokol buah salak yang telah ditandatangani pada tahun 2013 dan akan berakhir di tahun 2019, untuk itu penandatangan kerjasama guna menfasilitasi ekspor salak ke Tiongkok menjadi sangat strategis. Tren ekspornya juga meningkat, dari 69,7 ton pada tahun 2018 menjadi 77,6 ton hingga November tahun 2019.

Sama dengan protokol ekspor sebelumnya, salak yang akan diekspor ke pasar Tiongkok harus berasal dari kebun yang sudah teregistrasi dan dikemas pada packing house yang juga teregistrasi. Dengan penandatangan perbaharuan masa protokol ekspor untuk buah salak Indonesia ke Tiongkok maka dipastikan untuk masa 5 tahun kedepan, buah salak yang telah memenuhi persyaratan dapat terus melapak di pasar Tiongkok.

Selain Salak, Protokol Ekspor Buah Lain Juga Dikebut

Selain fasilitasi pasar ekspor salak, kerangka kerjasama Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) juga membahas fasilitasi ekspor produk pertanian lainnya, yakni buah naga, buah nanas, sarang burung walet (SBW) serta ekspor produk peternakan.

“Ini sesuai dengan arahan Presiden RI melalui Menteri Pertanian. Untuk mengawal ketat akselerasi ekspor, salah satunya perluasan pasar. Kita akan kebut pembahasan harmonisasi aturannya. Insya Allah dapat segera terealisir, Tiongkok adalah salah satu pasar strategis produk pertanian kita,” terang Kepala Barantan.

Masih menurut Jamil, bahwa berdasarkan data dari neraca perdagangan sektor pertanian RI-RRT tahun 2018, secara umum Indonesia berada pada posisi surplus sebesar 1,5 juta US Dollar.

Adapun komoditas dengan jumlah terbesar baik secara tonase maupun nilai ekonomi masing-masing kelapa sawit, karet, kelapa, kakao, kulit dan jangat, manggis, lemak, kacang hijau, pisang dan kopi.
K

Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Barantan AM Adnan yang turut mendampingi pada acara penandatangan kali ini menyampaikan bahwa untuk protokol ekspor buah naga dari Indonesia ke RRT telah ditandatangani pada bulan April 2019 di Beijing, RRT.

Untuk mendorong percepatan realisasi ekspor buah naga, pihak RRT berkomitmen mengirimkan tim ahli GACC untuk melakukan kunjungan audit di kebun packing house buah naga di Banyuwangi pada saat musim panen buah naga di bulan Desember 2019. Hasil dari kunjungan audit ini akan mendukung proses ekspor buah naga ke RRT.

Sementara, untuk akses pasar untuk buah nanas, surat permohonan akses pasar buah nanas dari Indonesia ke RRT telah disampaikan sejak 2016. “Barantan mengharapkan proses analisa resiko penyakit atau Pest Risk Analysis ekspor buah nenas dapat segera diselesaikan sehingga protokol ekspornya dapat segera ditandatangani antar negara,” jelas Adnan.

Untuk akses pasar SBW dan status pendaftaran 15 perusahaan SBW Indonesia yang tertunda selama ini akan ditindaklanjuti oleh pihak GACC.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Lepas Ekspor ‘Pallet’ Senilai 132 Miliar ke Filipina

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor pakan ternak (pallet) berupa produk olahan gandum ke Filipina sebanyak 7.700 ton dengan nilai Rp132 miliar.

“Hari ini kita buktikan Indonesia sebagai negara besar memiliki potensi pangan yang menjanjikan sehingga besok kehidupan kita harus lebih baik dari apa yang dicapai sampai hari ini. Oleh karena itu, Kementan dengan pihak Bogasari memiliki tekad yang sama bisa melakukan sesuatu yang langsung berkontribusi terhadap kesejahteraan rakyat dan kejayaan bangsa ke depan,” kata Mentan Syahrul di lokasi pelepasan ekspor produk pertanian di Dermaga 1 PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Divisi Bogasari, Jakarta Utara, Rabu (27/11/2019).

Mentan Syahrul mengatakan, ekspor yang dilakukan merupakan salah satu bukti bahwa tidak semua gandum itu menjadi sesuatu yang kebutuhannya hanya untuk impor.

“Faktanya, hari ini melakukan ekspor dan ini sudah dibuktikan dengan 50 kapal nilainya Rp 1 triliun lebih dan yang diekspor hari ini merupakan kapal yang ke 50 sebanyak 7.700 ton, nilainya Rp 132 miliar yang diberangkatkan ke Filipina,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Syahrul, kegiatan ekspor seperti ini harus di-engineering terus sehingga lonjakan ekspor harus tiga kali lipat dari kondisi ekspor saat ini.

“Tentu saja Kementan bersama pelaku usaha terus melakukan upaya-upaya baik diplomasi bisnis dengan pihak luar negeri maupun kesiapan-kesiapan internal,” paparnya.

Lebih lanjut, Mentan Syahrul menuturkan, Kementan bersama seluruh jajaran termasuk pemerintah daerah siap mendukung untuk mengambil bagian. Sebab, ada hal lain bahwa gandum itu tidak hanya dari impor saja dan ternyata dipakai menjadi terigu tapi terigu itu diolah menjadi biskuit dan olahan pangan lainya yang diekspor.

“Seperti itulah cara berpikir kita, kita boleh impor dan impor tidak haram apabila dengan segala daya dan upaya kalau memang tidak ada lagi kemampuan kita dalam negeri. Tetapi impor tidak hanya impor, tapi harus bisa meng-engineering kehidupan agar lebih baik,” tambahnya.

Syahrul menekankan ke depan pihaknya harus menyiapkan kemampuan untuk memproduksi pangan sendiri atau mandiri secara bertahap.

“Dengan demikian, Indonesia semakin memperkuat ekspor sehingga tidak banyak membicarakan impor saja, tetapi justru ekspor,” tukasnya.

Sementara, Direktur Indofood, Fransiscus Welirang, selaku eksportir mengungkapkan, ekspor Wheat Bran Pellet oleh Bogasari ke Filipina sampai November 2019 sudah mencapai 58 ribu ton atau senilai hampir Rp 158 miliar. Belum lagi ekspor ke negara lain seperti Jepang, Vietnam, Korea, Thailand, Cina, Timur Tengah.

“Jadi sampai bulan November 2019, diperkirakan total ekspor produk pakan ternak oleh Bogasari akan mencapai 273 ribu ton atau senilai hampir Rp 726 miliar,” ujar pria yang akrab disapa Franky Welirang.

“Sampai dengan September 2019, nilai ekspor industri terigu nasional dari aneka produk turunan sudah mencapai Rp 9 triliun. Produk yang diekspor antara lain berupa tepung terigu, by product atau dedak gandum, dan aneka produk turunan seperti pasta, mie instan, biscuit, cake, pastry dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Pelepasan ekspor turut dihadiri, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, Anggota DPR RI, dan sejumlah pejabat dari lingkungan Kementerian Pertanian, serta instansi pemerintah terkait.(red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Yasin Limpo Motivasi Mahasiswa Pertanian Unhas Agar Mandiri dan Maju

Koran Jurnal, Ujung Pandang – Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin mengadakan Kuliah Umum yang dibawakan oleh Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH., MH. Menteri Pertanian RI yang baru saja dilantik pada bulan Oktober ini hadir di Unhas pada Selasa (26/11). Kuliah Umum dengan tema “Pertanian Harus Maju, Mandiri dan Modern dengan Kebersamaan” dimulai pada pukul 11.00 WITA bertempat di Aula Fakultas Pertanian Unhas.

Menteri Syahrul tidak sendiri hadir dalam kesempatan ini. Beliau juga membawa rombongannya yang terdiri dari para pejabat eselon 1 dan eselon 2 Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Dalam kegiatan ini, hadir Pula Rektor Unhas, Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A beserta Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Baharuddin, para Wakil Rektor dan para Dekan lingkup Unhas.

Dekan Fakultas Pertanian dalam sambutannya menyatakan rasa bangga dari Fakultas Pertanian karena mendapat kesempatan dikunjungi oleh Menteri Pertanian RI yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan selama 2 periode (2008-2018).

“Fakultas Pertanian Unhas memiliki kurang lebih 2.300 mahasiswa, ditambah dengan dosen-dosen kami yang sudah mumpuni dalam bidangnya, yang tanggap cepat dan nantinya akan menjadi ujung tombak pembangunan pertanian,” ungkap kata Prof. Baharuddin.

Ungkapan beliau menunjukkan bahwa Fakultas Pertanian Unhas sendiri sudah siap untuk mendukung program-program pembangunan Kementan RI yang sudah dicanangkan.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, menyambut Menteri Syahrul beserta rombongannya di Universitas Hasanuddin dengan hangat. Beliau mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Menteri Pertanian RI yang sudah menyempatkan hadir untuk memberikan banyak informasi kepada dosen dan mahasiswa Unhas.

Rektor Dwia berharap bahwa dengan hadirnya Menteri Syahrul di Unhas dapat memberi dorongan kepada para mahasiswa dan sivitas akademika lingkup agrokompleks agar senantiasa antusias dalam memajukan kualitas dan kuantitas pertanian Indonesia.

“Pak Menteri kalau punya tugas untuk kami, silahkan disampaikan, karena kami menyatakan siap dalam mendukung program-program kerja dalam proses pembangunan pertanian Indondesia,” tutur Prof. Dwia dengan antusias. Beliau lalu menutup sambutannya dengan memberikan ucapan selamat bertugas kepada Menteri Syahrul.

Sesaat setelah acara pembukaan berakhir, Mentan Syahrul lalu mulai membawakan kuliah umum. Beliau mengawali kuliahnya dengan memaparkan rencana-rencana strategis dan program kerja jangka pendek dan utama dari Kementerian Pertanian RI, terutama langkah yang dilakukan oleh kementerian untuk mendukung perekonomian nasional dalam konteks global.

“Diplomasi pertanian kalau tidak bagus maka akan merusak jalur distribusinya juga,” jelas beliau.

Dalam materinya, Menteri Syahrul juga memotivasi mahasiswa untuk terjun ke sektor pertanian. Mentan juga mengemukakan tentang pentingnya peningkatan produksi dan pentingnya pengentasan daerah rentan rawan pangan. Dicanangkan dalam waktu 6 tahun daerah rentan rawan pangan yang pada tahun 2018 menyentuh angka 18% akan berusaha diturunkan menjadi 10% pada tahun 2024.

Kuliah umum ini dihadiri oleh lebih dari 200 mahasiswa dan dosen yang berasal dari berbagai fakultas yang ada di Unhas.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Produk Peternakan Charoen Pokphand Senilai 2.5 Miliar

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi Presiden Komisaris PT Charoen Pokphand Indonesia tbk (CPI) T Hadi Gunawan melepas ekspor produk peternakan Charoen Pokphand berupa produk olahan ayam, griller ayam dan pakan ternak ayam dengan tujuan Jepang dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), di Kantor PT Charoen Pokphand Indonesia, Jalan Ancol Barat, Jakarta Utara, Minggu (24/11/2019).

“Sesudah beternak, di ujung sana memang harus ada yang order. Ada yang harus masuk pusat produksi karena di sana ada industri seperti naget. Saya merasa inilah tugas saya yang harus melibatkan semua pihak dalam membangun peternakan Indonesia,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di lokasi pelepasan.

Syahrul mengatakan, pengembangan peternakan harus dikerjakan serius demi memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar dunia. Keseriusan tersebut harus dibangun melalui kerja sama pemerintah dan semua pihak yang terlibat di sektor peternakan.

“Kalau kita tidak serius bagaimana dengan kebutuhan makan 267 juta orang. Bagaimana dengan kehidupan mereka. Kalau kita tidak serius pertumbuhan penduduk yang 3 juta satu tahun itu mampu tidak kita kejar. Inilah yang harus memicu adrenalin kita, memicu pejabat kita untuk bersama-sama membangun pertanian dan peternakan kita,” ujarnya.

Ia menekankan perkembangan peternakan dan pertanian Indonesia tidak boleh kalah dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Sebab hal itu merupakan langkah kemunduran.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri, pemerintah butuh saudara untuk membangun pertanian ini. Masa kita kalah sama Malaysia atau Thailand. Kita harus lebih maju dari mereka,” lugas Mentan Syahrul.

Dalam kesempatan sama, Presiden Komisaris PT CPI, Hadi Gunawan menjelaskan bahwa pelepasan ini melengkapi total ekspor yang dilakukan PT CPI sejak 2017 yang mencapai 200 kontainer.

“Hari ini kita menggenapkan 200 kontainer dari total ekspor kita selama tahun 2017. Sedangkan untuk ekspor 16 kontainer hari ini (November 2019), nilai yang dihasilkan mencapai Rp2.512.565.720,” katanya.

Saat ini, tambah Hadi Gunawan, Indonesia sudah swasembada daging ayam dan dengan dukungan pemerintah yang sangat kuat maka Charoen Pokphand tertantang untuk menembus pasar ekspor.

“Ekspor ini terjadi berkat berbagai upaya yang telah dilakukan CPI dengan peran dan dukungan dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan Indonesia,” katanya.

Adapun ekspor kali ini, CPI mengekspor sebanyak 58,7 kilogram (kg) griller senilai Rp 1,06 miliar dan 200 ribu kg pakan dengan nilai Rp 1,2 miliar ke RDTL. Sementara itu, ke Jepang, CPI mengekspor sebanyak 6.000 kg produk olahan ayam senilai Rp 239 juta. Secara total, nilai ekspor ke dua negara tersebut sebanyak Rp 2,5 miliar.(red)

Categories
Ekonomi Pendidikan

Ditjen PKH Kementan Ajak Masyarakat Kampanyekan #BijakCerdasAntibiotik

Koran Jurnal, Bandar Lampung – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) ECTAD dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) bekerja sama dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung, Universitas Lampung dan Pinsar Petelur Nasional (PPN) Lampung menggelar kampanye bijak dan cerdas menggunakan antibiotik di Lapangan KORPRI, Bandar Lampung, Jum’at (22/11/2019). Kampanye ini merupakan puncak perayaan Pekan Kesadaran Antibiotik Sedunia 2019 di Indonesia.

Dalam sambutan tertulisnya I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) yang dibacakan oleh Syamsul Ma’arif, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, menekankan untuk memerangi laju resistensi antimikroba diperlukan tindakan dari semua pihak.

“Tantangan dalam memerangi laju resistensi antimikroba dan mengendalikan penyakit infeksi baru harus dipandang sebagai kewajiban dan tanggung jawab semua pihak, untuk itu semuanya harus senantiasa berupaya meningkatkan kompetensi profesional dan selalu menjaga agar antimikroba tetap efektif,” ujarnya.

Menyambung ucapan Syamsul, Direktur Kantor Keuangan USAID, Ravindral Suaris, mengakui peran Pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Pertanian, atas langkah-langkah penting dalam mencegah dan mengendalikan resistensi antimikroba.

Sertifikasi NKV

Di sektor peternakan, AMR tidak hanya mengancam keberlangsungan kemampuan dalam mengendalikan penyakit infeksi pada ternak, akan tetapi juga mengancam keberlangsungan ketahanan pangan terutama keberlangsungan produktivitas sektor peternakan dalam menyediakan sumber pangan hewani bagi masyarakat.
Menurut Gubernur Lampung Arinal Djuanidi, Provinsi Lampung sangat berkomitmen menangani masalah ini, salah satu upaya adalah pembinaan, pengawasan peredaran dan penggunaan obat hewan pada ternak melalui Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) pada unit Usaha Peternakan. NKV adalah sertifikat sah terpenuhinya persyaratan hygiene sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan.

“Sertifikat NKV ini adalah bukti komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan keamanan pangan untuk masyarakat, sampai saat ini di Indonesia ada 45 unit usaha Budidaya peternakan yang sudah bersertifikat NKV dan 14 (30 %) diantaranya adalah Budidaya Unggas Petelur di Provinsi Lampung, atau yang terbanyak di Indonesia” jelasnya saat menerima sertifikat perhargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Gubernur Lampung bersama Ditjen PKH, serta Pinsar Petelur Nasional atas rekor sertifikasi NKV peternakan unggas petelur terbanyak di tahun 2019.

Atas keberhasilan ini, Arinal menyampaikan bahwa Provinsi Lampung sepenuh hati berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor peternakan mulai dari penyediaan fasilitas kredit bagi peternak, sampai dengan mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing produk telur. Hal ini sangat sejalan dengan cita-cita pemerintah daerah provinsi Lampung untuk menjadikan Lampung sebagai lumbung ternak Indonesia.

Team Leader FAO ECTAD James McGrane menambahkan bahwa pelaku usaha peternakan dan industri peternakan sangat berperan dalam solusi pengendalian laju resistensi antimikroba. Menurutnya, peternak perlu menerapkan praktik-praktik peternakan yang baik (good farming practices) dan pencegahan dan pengendalian infeksi (infection prevention and control), dimana didalamnya terdapat implementasi biosekuriti 3 zona, vaksinasi secara tepat, dan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Hal ini menjadi solusi pengurangan penggunaan antimikroba di peternakan. Harapannya, dengan peternakan yang bersih dan terjaga, tercipta ternak yang sehat dan tidak mudah terkena penyakit,” ujar James.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Ditjen PKH Kementan Raih Dua Penghargaan SNI Award 2019

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian, melalui Dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), mendapatkan penghargaan SNI Award dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) dalam ajang Standar Nasional Indonesia (SNI) Award 2019, 20 November 2019 di Balai Kartini, Jakarta. Kedua UPT tersebut yakni Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang dan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari masing-masing memperoleh peringkat perak untuk kategori Perusahaan/Organisasi Kecil Barang dan Perusahaan/Organisasi Menengah Barang sektor pangan, pertanian dan kesehatan.

Penghargaan ini diraih karena Kementan berkomitmen melakukan pelayanan cepat dan prima. Hal ini berkat dorongan dan arahan yg terus menerus dari Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang menegaskan bahwa pelayanan prima harus diutamakan kepada publik.

Menurut Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, Penghargaan SNI Award 2019 yang diterima UPT BET Cipelang dan BBIB Singosari ini membuktikan bahwa produk dan pelayanan yang diberikan oleh kedua UPT tersebut sudah memenuhi standar dan kaidah yang ditetapkan.

Ketut menyampaikan kebanggaannya karena Kementerian Pertanian terus menunjukan kinerja dan pelayanan terbaik sehingga meraih SNI Award Perak tahun 2019.

“Ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, bahwa pertanian Indonesia harus maju, mandiri, dan modern,” ungkap Ketut bersemangat. Menurutnya kedua UPT ini merupakan unit yang berperan penting dalam meningkatkan populasi sapi melalui program inseminasi buatan massal dan transfer embrio dalam rangka swasembada daging yang ditargetkan oleh Mentan Syahrul Yasin Limpo

Lanjut Ketut menjelaskan bahwa kedua UPT Ditjen PKH tersebut telah diakui juga oleh dunia internasional, hal ini dibuktikan dengan rutinnya delegasi-delegasi dari luar negeri seperti Bangladesh, Suriname, Palestina, dan beberapa negara yang berkunjung, mengikuti pelatihan, dan bahkan mengundang tim ahli Indonesia ke negaranya.

SNI Award telah digelar oleh BSN sejak tahun 2005, dan merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah Republik Indonesia kepada organisasi yang dinilai telah menjalankan sistem manajemen operasional yang baik dan telah menerapkan SNI secara konsisten. Pada kesempatan ke-15 kalinya kegiatan award bergengsi ini memiliki tag line “The National Quality Award of Indonesia.

Pada SNI Award 2019 ini, Kementerian Pertanian menerima penghargaan bersama dengan 69 organisasi dan perusahaan lain. Proses penilaian SNI Award dilakukan secara ketat oleh tim juri yang diketuai pakar ekonomi dengan beranggotakan 20 orang yang ahli di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian. Para juri berasal dari industri, pemerintah, perguruan tinggi, maupun asosiasi.

Penganugerahan SNI Award 2019

Kepala BET Cipelang, Oloan Parlindungan menyampaikan, BET Cipelang berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja UPTnya untuk memproduksi sumber bibit dan benih ternak unggul nasional sebagaimana visi BET Cipelang yang berperan dalam penyediaan sapi unggul sesuai dengan SNI.

“Ini sesuai Motto Kami, Kualitas adalah Prioritas” ujar Oloan dengan bangga saat menerima penghargaan, karena ini kali kedua BET Cipelang meraih SNI Award. Sebelumnya, BET Cipelang menerima SNI Award pada tahun 2017.

Hal Senada juga disampaikan oleh Kepala BBIB Singosari, Enniek Herwijanti yang menyampaikan bahwa BBIB Singosari memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan dunia peternakan di Indonesia. Sebagai Badan Layanan umum (BLU), BBIB terus mengoptimalkan kinerjanya dengan memproduksi semen beku berkualitas sesuai dengan SNI yang didukung oleh Laboratorium Uji Mutu Semen milik BBIB Singosari yang telah terakreditasi Sistem Mutu ISO, bahan yang berkualitas dan mesin- mesin modern. Hal ini terbukti dengan raihan SNI Award kelima yang diterima BBIB Singosari tahun ini. Sebelumnya SNI Award diterima BBIB pada tahun 2012, 2015, 2016, dan 2017.

“Hal ini sebagai jaminan terhadap kualitas produksi semen beku Kementan,” terang Enniek.

Penganugerahan SNI Award 2019 ini dihadiri oleh Kepala Badan Standarisasi Nasional Bambang Prasetyo, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Gubernur Riau Edy Nasution, Rhenald Khasali, 20 tim juri, dan perwakilan perusahaan/organisasi peserta SNI Award.

Bambang Brodjonegoro menekankan SNI harus menjadi persyaratan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Menurutnya, Kebijakan ini akan mendorong tumbuhnya industri yang memproduksi barang yang berkualitas dan memberikan pelayanan jasa sesuai harapan pelanggan yang pada akhirnya menjadikan Indonesia berdaya saing tinggi.

“Penerima SNI Award menjadi perusahaan/organisasi yang unggul baik di level nasional maupun internasional,” pujinya. Bambang Brodjonegoro juga menegaskan bahwa SNI Award merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menstimulasi peningkatan penerapan SNI oleh pelaku usaha maupun organisasi lainnya.

“SNI Award harus memberikan dampak yang luas bagi pelaku industri lainnya untuk menerapkan SNI, baik itu dari penyedia bahan baku, manufaktur, distributor maupun pihak terkait lainnya’’ terangnya.

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya menegaskan BSN tidak hanya menetapkan SNI yang terkait dengan produk dan jasa saja, tetapi juga di bidang sistem manajemen, proses, dan personel, di antaranya SNI ISO 9001 sistem manajemen mutu dan SNI ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Sementara itu, Rhenald Khasali, selaku ketua tim dewan juri mengatakan menyampaikan dari tahun ke tahun peserta pelaksanaan SNI Award mengalami peningkatan dan ini sangat baik untuk mendorong daya saing.(hum/red)

Categories
Ekonomi Kesehatan

Kementan Investigasi Laporan Telur Ayam Mengandung Dioksin

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) langsung melakukan investigasi khusus terkait kemungkinan adanya telur ayam di Jawa Timur yang diduga tercemar residu partikel plastik.

“Kami menerima laporan dari para peneliti jaringan global advokasi kebijakan dan kesehatan lingkungan IPEN, bersama Arnika Association dan LSM Indonesia Nexus3 yang menyebut bahwa 3 telur yang dijadikan sampel tercemar racun dioksin,” ujar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, Selasa (19/11/2019).

Menurut laporan tersebut, kata Ketut, para peneliti menguji sampel tersebut di Laboratory of the State Veterinary Institute in Prague, Czech Republic. Selanjutnya mereka menyebut bahwa ada kandungan dioksin pada telur ayam di Jawa Timur.

“Kami langsung menurunkan Tim yang terdiri dari petugas Ditjen PKH dan unit pelaksana teknis Balai Pengujian Mutu Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH). Mereka diberi tugas untuk memastikan keamanan pangan produk hewan khususnya telur,” katanya.

Di samping itu, tim penguji juga akan melakukan pendalaman terhadap temuan tersebut dengan mengkaji laporan Limbah Plastik Meracuni Rantai Makanan Indonesia.

“Redaksional yang disampaikan di berbagai media dengan mengekstrapolasikan temuan dioksin pada telur di desa Tropodo-Sidoarjo seolah-olah berlaku terhadap kondisi umum telur ayam di Jawa Timur, dan itu sangat tidak tepat,” ujarnya.

Untuk itu, Ketut menegaskan bahwa produk telur di berbagai daerah, saat ini dalam kondisi aman dan tidak mengandung partikel berbahaya. Dia berharap, masyarakat tetap mengkonsumsi telur karena kandungan gizi yang besar sangat sangat bagus untuk pertumbuhan.

Apalagi, kata dia, pemeliharaan Ayam petelur ras konsumsi sudah melalui proses yang baik karena diberikan pakan dari bahan pabrikan yang aman. Kondisi ini secara tidak langsung akan menjamin telur ayam Indonesia terhindar dari residu partikel plastik.

“Jadi sekali lagi, kami sampaikan bahwa ada ketidakberimbangan dalam menyampaikan informasi tersebut. Hal ini dapat menjadi kontra-produktif dengan program pemerintah yang kini sedang berupaya mencegah stunting, terlebih upaya meningkatkan konsumsi perkapita protein hewani Nasional,” katanya.

Ketut menambahkan, saat ini pemerintah juga sudah menerbitkan sertifikat NKV bagi farm petelur yang sistem pemeliharaannya sudah memenuhi syarat dan menjamin tidak adanya residu bahan-bahan kimia berbahaya dalam produk telur yang dihasilkan.

Lebih dari itu, Ketut mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Timur yang menghimbau warganya tidak mengkonsumsi telur ayam kampung yang berasal dari ternak yang secara alamiah berkeliaran dan mencari pakan di tempat-tempat pembuangan sampah, karena sangat berisiko terhadap paparan polutan yang bisa menjadi ancaman bagi kesehatan konsumen.

“Untuk itu, peran Pemerintah Daerah dalam mengatur pengelolaan ijin usaha pertanian dan peternakan serta pembinaan terhadap masyarakat menjadi sangat krusial, khususnya untuk menjamin produk hewan yang aman dan sehat,” tukasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

DPR RI Terima Usulan Subsidi Sektor Pertanian

Koran Jurnal, Jakarta – Komisi IV DPR RI menerima usulan perubahan komposisi pagu anggaran tahun 2020 pada lingkup Kementerian Pertanian (Kementan). Selain itu, DPR juga menerima penjelasan usulan alokasi anggaran subsidi pupuk sebesar 7,94 juta ton.

“Menerima usulan subsidi pupuk dengan rincian pupuk urea sebanyak 3, 27 juta ton atau setara dengan Rp11, 34 triliun. kemudian SP-36 sebanyak 500 ribu ton atau setara dengan Rp1, 65 triliun, ZA sebanyak 750 ribu ton atau setara dengan Rp1,34 triliun,” ujar Ketua Komisi IV, Sudin dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pertanian, kemarin Senin malam (18/11/2019).

Sudin menjelaskan, subsidi itu juga meliputi pupuk buatan NPK sebanyak 2,70 juta ton atau setara dengan Rp 11,12 triliun, serta pupuk organik atau kompos dengan kualitas tertentu yang jumlahnya setara dengan Rp1,14 triliun.

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku akan melakukan kajian yang mendalam terkait semua usulan dan masukan dari DPR.

“Secara teknis tentu saya coba mengkaji apa yang menjadi berbagai masukan dari forum rapat kerja in, termasuk masalah pupuk” katanya.

Menurut Syahrul, Kementan juga akan memperkuat produksi pangan melalui konsolidasi dengan berbagai lembaga dan kementerian lain, serta melakukan kajiannya secara komprehensif.

“Semuanya akan saya siapkan dengan baik dengan melibatkan berbagai pihak, tidak hanya kami di Kementan namun juga barangkali dari pakar perguruan tinggi secara bersama mementingkan kepentingan rakyat,” katanya.

Untuk diketahu, Kementan sendiri sudah menetapkan target produksi Padi sebanyak 59,15 juta ton. Kemudian produksi jagung sebanyak 30,35 juta ton, kedelai 1,12 juta ton, bawang merah 1,52 juta ton dan cabai 2,57 juta ton.

Di samping itu, ada juga target meningkatkan bawang putih 0,08 juta ton, daging sapi atau kerbau 0,45 juta ton, tebu 2,46 juta ton, kelapa 2,91 juta ton, kakao 0,65 juta ton, kopi 0,76 juta ton dan target karet sebanyak 3,59 juta ton.

“Kami juga sudah menyiapkan benih, saprodi, alsintan dan peralatan lain untuk mengantisipasi El-Nino tahun 2020. Kemudian meningkatkan bio diesel dari B20 ke B30, selanjutnya melakukan sosialisasi dan bantuan benih, juga membentuk kelompok petani peduli api,” tukasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Dirjen PKH Kementan Ajak Mahasiswa Jadi Enterpreneur dan Kembangkan Industri Peternakan 4.0

Koran Jurnal, Bali – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengajak mahasiswa untuk menjadi enterpreneur dan mengembangkan industri peternakan 4.0 menuju swasembada protein hewani. Hal itu disampaikan oleh Dirjen PKH, I Ketut Diarmita dihadapan para Mahasiswa BEM KM Fakultas Peternakan Universitas Udayana pada acara Seminar Nasional dengan tema “Strategi Millenial Untuk Menjadi Enterpreneur Muda Yang Inovatif” di Denpasar, Sabtu (16/11/2019).

Dijelaskannya bahwa Industri 4.0 merupakan tren di dunia Industri yang menggabungkan  teknologi otomasi dengan teknologi cyber. Menurut Ketut, Industri 4.0 adalah wajah baru pada sektor peternakan Indonesia. Era digital ini mengharuskan peternak rakyat untuk terus mengikuti perkembangan zaman dalam rangka mengejar ketertinggalan dari perusahaan besar yang terus berinovasi dengan teknologi.

“Peternakan saat ini sudah menjadi bagian dari industri yang erat kaitannya dengan mekanisasi dan produksi massal, serta bukan lagi sampingan dengan pemeliharaan satu-dua ekor ternak di rumah. Peternakan telah menjadi komoditas dengan persaingan global berpotensi tinggi,” jelasnya.

Lanjut Ketut menerangkan bahwa ada hal penting yang harus dilakukan oleh peternak rakyat agar dapat bertahan di era bisnis digital, yakni infrastruktur informasi dan teknologi dalam bentuk jaringan internet; klasterisasi wilayah sesuai spesialisasi dalam peternakan sapi seperti pembagian pembibitan, penggemukan, pemotongan, atau penghasil susu; penggunaan teknologi finansial sebagai inovasi dalam akses permodalan; dan jejaring bisnis lewat sistem aplikasi.

“Pemerintah akan terus mendukung masyarakat supaya memiliki daya saing dengan penyediaan infrastruktur dan kebutuhan untuk menuju digitalisasi,” ungkapnya dihadapan peserta seminar yang juga dihadiri oleh Ketua BEM KM Fakultas Peternakan, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, Guru Besar dan Staf Pengajar Universitas Udayana.

Ketut menambahkan bahwa Pemerintah akan terus melindungi semua peternak dan produknya, mengatur regulasi terkait sistem peternakan pada  peternakan rakyat dan industri, serta memberikan arah peternakan di Indonesia untuk rakyat dan Industri berupa perbibitan, usaha produksi, pengembangan hasil, pengendalian pasar, serta peningkatan kemudahan investasi, meningkatkan nilai tambah dan daya saing untuk mendorong ekspor dan substitusi impor.

Dalam kesempatan seminar nasional tersebut, Ketut juga berpesan agar para mahasiswa terus mengembangkan skill personal drive mereka, learning & innovation yang baik, meningkatkan jiwa kepemimpinan, fleksibel dan adaptif, inisiatif, kritis, kolaboratif, dan terus mengasah jiwa enterpreneur mereka serta menguasai teknologi 4.0.

“Kedepan persaingan akan semakin ketat, sehingga dibutuh generasi millenial yang inovatif. Jadi kalian harus mempunyai jiwa enterpreneur dan berjiwa sociopreneurship yang bisa menguasai ilmu dan teknologi yang berguna di masyarakat, khususnya enterpreneur sektor peternakan,” harapnya.

Ketut menegaskan bahwa peran enterpreneur millenial diperlukan dukungannya di sektor peternakan, khususnya dalam upaya peningkatan populasi dan produksi, pengembangan inovasi diversifikasi olahan produk hasil peternakan sebagai bentuk peningkatan nilai tambah, dan peningkatan daya saing serta ekspor menuju kedaulatan pangan, serta menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Harapkan Perbankan Dukung Sektor Peternakan

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengharapkan kucuran anggaran perbankan berbentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pengembangan inseminasi buatan (IB). Kata dia, anggaran tersebut nantinya akan dijadikan target utama dalam memperkuat swasembada daging sapi.

“Saya berharap bisa bicara dengan sektor lain seperti perbankan untuk menggulirkan KUR yang ada. Harapan saya, anggaran itu kita uji coba untuk langsung bersentuhan dengan rakyat, kalau misal sekarang 100 peternak melakulan inseminasi buatan, tahun depan harus jadi 200, saya sudah bicara dengan Danrem, Polres, Bupati, dan anggota DPR untuk Jawa Timur, khususnya Pasuruan menjadi contoh membangun kemampuan daging sapi yang ada di Indonesia,” kata Syahrul, Sabtu (16/11/2019).

Syahrul mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini sudah menetapkan Lolitsapi Pasuruan sebagai percontohan swasembada daging nasional untuk daerah lain.

“Sementara kita bicara Pasuruan dulu, tetapi nantinya untuk daerah lain juga harus mengikuti. Seharusnya semua kabupaten mampu memproduksinya, karena sama-sama memiliki potensi,” katanya.

Syahrul menjelaskan, Lolitsapi Pasuruan berhasil mengembangbiakan 1000 ekor sapi indukan yang terdiri dari 550 sapi peranakan ongole (PO), 250 ekor sapi madura, dan 200 ekor sapi bali. Padahal total sapi indukan awal hanya sekitat 700 ekor sapi.

Menurut Syahrul, keberhasilan ini merupakan hasil program inseminasi buatan (IB) yang diuji coba di Kecamatan Grati. “Prospeknya cukup bagus, makanya ke depan wilayah Pasuruan akan dijadikan percontohan,” tukasnya.

Lolitsapi Pasuruan merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Lolitsapi memiliki tugas mengembangkan inovasi produksi bibit unggul sapi potong lokal untuk nasional.

Untuk saat ini, Lolitsapi Pasuruan juga sedang melakukan riset untuk pengembangan sapi belgian blue (BB) dan sapi beranak kembar. Sapi BB dilakukan melalui teknologi transfer embrio (TE) dan inseminasi buatan (IB) dengan induk sapi PO sejak 2018.

Lolitsapi juga berperan dan berkontribusi terhadap Program Upsus Siwab melalui inovasi teknologi kit diagnosis kebuntingan dini dan suplementasi pakan berupa NUT-MB plus. Kit diagnosis kebuntingan dini mudah diaplikasikan di lapangan dan dapat dilakukan sendiri oleh peternak, mampu mendeteksi kebuntingan sapi mulai umur 15 hari dengan akurasi 90 persen.(hum/red)