Categories
Daerah Kesehatan Polisi

Kapolda Sumut: Peran 3 Pilar Sangat Besar dalam Penanganan Covid-19

Koran Jurnal, Sumut – Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan bahwa peran dari unsur 3 pilar yaitu Kepala Desa/Lurah, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa sangatlah besar dan menjadi ujung tombak penanganan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Kapolda dalam Rakor Bhabinkamtibmas dengan tema “Peran Kamtibmas Dalam Penerapan Protokol Kesehatan, Ketahanan Pangan dan Menghadapi Pemilukada Tahun 2020” yang digelar di Hotel Garuda Plaza Medan, Selasa (15/09/2020).

Ia menuturkan, saat ini kasus positif Covid-19 sudah mencapai 8.526 orang. Covid-19 tidak mengenal pangkat, jabatan dan status, siapa saja dapat terpapar virus tersebut. Wilayah Sumut menduduki peringkat ke-7 Nasional terkonfirmasi Covid-19.

Unsur 3 pilar harus berperan aktif dalam mengawasi dan mendisiplinkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Beri sanksi sosial berupa tindakan fisik bagi masyarakat yang melanggar namun tetap secara sopan dan humanis.

Lanjut Martuani mengungkapkan, dihari pertama pelaksanaan Operasi Yustisi Tahun 2020, sudah ada sekitar 1.300 teguran kepada masyarakat yang tidak mematuhi anjuran protokol kesehatan dimana mayoritas adalah para pelaku usaha.

“Minggu ini masih kita berikan teguran dan penahanan KTP selama 3 hari bagi para pelanggar. Namun, minggu depan akan kita beri sanksi denda berupa 100 ribu untuk perorangan dan 300 ribu bagi para pelaku usaha,” ungkapnya.

Jika para pelaku usaha masih tidak patuh maka tempat usaha akan ditutup sementara. Hal ini dimaksudkan untuk menimbulkan kesadaran diri masyarakat akan pentingnya mematuhi anjuran protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19.

Martuani juga meminta Kepala Desa/Lurah, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa untuk tegas dan tidak ragu memberikan sanksi jika masih ada masyarakat yang melakukan pelanggaran.

Dampak dari pandemi Covid-19 juga menganggu perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, Irjen Martuani meminta Kepala Desa dan Lurah bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa menciptakan satgas di seluruh kampung agar menjadi Kampung Tangguh untuk terlibat secara aktif dalam penanganan Covid-19 dengan melibatkan komunitas maupun organisasi di daerah masing- masing.

Dia juga mengingatkan agar seluruh personil TNI-Polri dan ASN bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada yang akan datang. Tugas sebagai aparatur negara hanya menjamin penyelenggaraan Pilkada berjalan aman dan kondusif.

“Siapapun yang terpilih nantinya dia adalah putra-putri terbaik daerah. Mari kita jaga netralitas sebagai aparatur negara dan bekerja sama agar pelaksanaan Pilkada dapat berjalan aman, lancar dan tertib,” ujarnya, seperti dilansir kliksumut.(red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Gubernur Anies: Ada 3 Pergub Jadi Landasan Pemberlakuan PSBB Ketat di DKI Jakarta

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk seluruh DKI Jakarta. PSBB ronde dua ini berlaku mulai 14 September 2020 hingga 14 hari ke depan.

“PSBB Jakarta tetap berlaku pada 14 September berdasarkan pada 3 Pergub,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konfrensi pers virtual di Balai Kota Jakarta, Minggu (13/09/2020).

Tiga Pergub itu ialah Pergub No.30 tahun 2020, Pergub no 79 Tahun 2020 tentang Penindakan dan Pemberian Sanksi PSBB, dan Pergub no 88 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Pergub No.30 tahun 2020 tentang PSBB.

Anies mengungkapkan, 3 pergub itu menjadi landasan untuk diterapkan PSBB ketat.

“Kebijakan PSBB ketat ini diberlakukan demi hal yang penting,” jelas Anies.

Kebijakan ini, terang Anies, dilakukan demi menghindari memburuknya situasi Covid-19 yang ada di Jakarta. Serta demi mengantisipasi kapasitas ruang isolasi dan ICU rumah sakit yang menangani para pasien pandemi Covid-19.

“Semua langkah yang kita lakukan adalah untuk menyelamatkan warga Jakarta, warga Indonesia dan semua warga yang ada di sini,” lugasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta menarik rem darurat terhadap pemberlakuan masa PSBB Transisi. Hal itu dilakukan setelah pemprov menemukan ada peningkatan kasus penularan Covid-19 selama 12 hari sejak 1 sampai 12 September 2020 sebanyak 3.840 kasus.(red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Polsek Tarumajaya Kampanyekan Penggunaan Masker kepada Pedagang dan Pengunjung Pasar Tradisional

Koran Jurnal, Kabupaten Bekasi – Untuk memutus mata rantai Covid-19 Polsek tarumajaya bersama jajarannya mengampanyekan penggunaan masker di Pasar Tradisional Tarumajaya yang berada di kampung Bojong Baru Desa Pantai Makmur Kecamatan Tarumajaya kabupaten Bekasi, Sabtu (12/09/2020).

Kegiatan kampanye penggunaan masker dengan menggunakan protokol Covid 19 yang dilakukan serentak oleh Polsek tarumajaya di lakukan dengan memberi himbauan terhadap para pedagang dan pengunjung pasar serta masyarakat, tujuannya agar selalu mentaati protokol kesehatan seperti memakai masker menjaga jarak dan selalu mencuci tangan,selain itu dalam kegiatan tersebut petugas juga memberikan masker ke pengujung pasar jika kedapatan tidak menggunakan dan memiliki masker.

“Dalam kegiatan kampanye penggunaan masker kami lakukan di pasar tradisional yang berada di Tarumajaya , selain kampanye juga melakukan peneguran kepada pengunjung pasar yang tidak menggunakan masker untuk kemudian oleh Petugas akan diberikan masker” ujar Kapolsek Tarumajaya AKP Yudho Anto Hutri di sela giat di termpat tersebut.

“Kami juga mengajak para pembeli serta masyarakat yang berada di pasar agar selalu dan mengingatkan untuk tetap selalu patuhi protokol kesehatan agar bisa mengurangi penularan penyebaran Covid-19,” ujar Yudho Anto Hutri.

Dalam pelaksanaan kegiatan kampanye penggunakan masker ini nampak masih terlihat beberapa pengunjung pasar serta pedagang pasar yang tidak mentaati protokol kesehatan covid 19,untuk kemudian di berikan edukasi agar tidak kendor mengingat wabah covid 19 masih tinggi di wilayah kabupaten Bekasi.

“Kita petugas Polsek tarumajaya dengan menggandeng unsur muspika kecamatan tarumajaya termasuk para tokoh dan organisasi masyarakat untuk terus mengkampanyekan penggunakan masker dengan harapan agar dapat memutus mata rantai covid 19,” pungkas Kaposlek Tarumajaya.(rls/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Polda Banten Bagikan Ratusan Masker dan Sembako kepada Warga Kota Serang

Koran Jurnal, Serang – Dalam rangka menggelorakan gerakan pakai masker, Tim Jumat Barokah Polda Banten bagikan ratusan masker dan Handsanitizer kepada masyarakat di Kota Serang, Jum’at (11/09/2020).

Saat ditemui, Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar melalui Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol Riki Yanuarfi mengatakan kegiatan pembagian masker tersebut dalam rangka untuk mencegah penularan Covid-19.

“Hari ini kita dari Tim Jumat Barokah Polda Banten membagikan masker kepada masyarakat, dimana pembagian masker ini dalam rangka menggelorakan gerakan Ayo Pakai Masker,” kata Riki Yanuarfi.

“Dan pembagian masker dan Handsanitizer tersebut kita bagikan kepada masyarakat yang berprofesi sebagai tukang becak, tukang ojek, dan pedagang asongan. Karena kita tahu bersama bahwa mereka ini yang aktivitasnya selalu bertemu dengan orang-orang banyak,” lanjut Riki Yanuarfi.

Riki Yanuarfi berharap dengan gerakan pakai masker ini dapat mencegah penularan Covid-19 di wilayah hukum Polda Banten.

“Saya berharap dengan kegiatan pembagian masker dan Handsanitizer ini dapat mencegah penularan Covid-19, dan juga buat masyarakat agar masker yang kita bagikan ini dipakai supaya kita terhindar dari penularan Covid-19 ini” harap Riki Yanuarfi.

Sementara itu ditempat yang sama, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengajak masyarakat untuk bersama-sama mematuhi protokol kesehatan.

“Dan di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini, mari kita sama-sama mematuhi protokol kesehatan, dan ingat 3M. Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak. Jika kita mengikuti itu insyaallah kita bisa terhindar dari penularan virus Covid-19 tersebut,” ujar Edy Sumardi.

Turut hadir dalam kegiatan pembagian masker dan Handsanitizer tersebut Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol Riki Yanuarfi, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi dan Ketua Pajero Indonesia Club Mukti Ali.(hum/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Pemerintah dan KPU Bersama TNI-Polri Sebar 34,3 Juta Masker secara Serentak ke Seluruh Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – TNI-Polri bersama KPU, Bawaslu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 serta Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional akan membagikan 34.355.900 masker kepada masyarakat secara serentak diseluruh Indonesia hari ini, Kamis (10/09/2020).

Pembagian masker ini dalam rangka kampanye jaga jarak untuk menghindari kerumunan dalam rangka Operasi Yustisi penggunaan masker untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

Di samping itu untuk menyerukan terciptanya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di 270 kabupaten/kota secara damai, aman dan sehat.

“Secara simbolik kegiatan ini akan digelar di Lapangan Promoter, Polda Metro Jaya. Total masker yang akan dibagikan sebanyak 34.355.900 diseluruh Indonesia,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangannya.

Jenderal bintang dua itu berharap dengan pembagian masker tersebut masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan terkait penanganan Covid-19. “Kita berharap dengan menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan, penyebaran Covid-19 bisa terputus,” ungkap Argo.

Berikut rincian pembagian masker di masing-masing provinsi;

1. Jawa Barat 3,5 juta
2. Banten 260.000
3. Metro Jaya 4,5 juta-Mabes Polri 2,2 juta
4. Jawa Tengah 5,7 juta
5. Jawa Timur 4,3 juta
6. Yogyakarta 200.000
7. Bali 650.000
8. Nusa Tenggara Barat 200.000
9. Nusa Tenggara Timur 272.000
10. Maluku 270.000
11. Maluku Utara 190.000
12. Papua 286.000
13. Papua Barat 200.000
14. Sulawesi Selatan 1,65 juta
15. Sulawesi Barat 1,38 juta
16. Sulawesi Tenggara 1,054,9 juta
17. Sulawesi Tengah 400.000
18. Sulawesi Utara 250.000
19. Gorontalo 213.000
20. Aceh 200.0000
21. Sumatera Utara 2,051 juta
22. Bengkulu 200.000
23. Sumatera Barat 213.000
24. Riau 630.000
25. Kepulauan Riau 311.000
26. Jambi 230.000
27. Sumatera Selatan 885.000
28. Bangka Belitung 250.000
29. Lampung 250.000
30. Kalimantan Timur 470.000
31. Kalimantan Barat 600.000
32. Kalimantan Selatan 347.000
33. Kalimatan Tengah 440.000
34. Kalimantan Utara 200.000.(hum/red)

Categories
Kesehatan

Satgas Covid-19 Sebut Ada 74 Kabupaten/Kota Tanpa Kasus Aktif

Koran Jurnal, Jakarta – Meski kasus Covid-19 masih terus bertambah, namun kasus aktif di Indonesia masih berada di bawah rata-rata dunia. Di Indonesia rata-ratanya di angka 24,4% atau 48.847 kasus. Di tingkat dunia rata-rata berada di angka 25,47%.

Untuk persebaran kasus aktif di 514 kabupaten/kota per 6 September 2020, ada 310 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota yang memiliki kasus dibawah 50 kasus. Ada 60,31%. ”

“Jadi ini adalah prestasi secara keseluruhan bahwa ada 310 kabupaten/kota yang memiliki kasus dibawah 50 kasus, dan ini harus ditekan terus agar menjadi lebih rendah lagi,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito di Kantor Presiden, Selasa (08/09/2020).

Ada 74 kabupaten kota yang tidak ada kasus aktif sama sekali, dan 11 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1000. Dan itu berada di Kota Bekasi (1.025 kasus), Jakarta Utara (1.043 kasus), Kota Depok (1.043 kasus), kota Surabaya (1.116 kasus), Jakarta Selatan (1.149 kasus), Jakarta Pusat (1.312 kasus), Kota Makassar (1.363 kasus), Jakarta Barat (1.372 kasus), Jakarta Timur (1.429 kasus), Kota Medan (1.454 kasus) dan Kota Semarang (2.591 kasus).

Pada peta zonasi risiko, kondisinya tejadi perubahan zona risiko. Pada risiko tinggi (merah) naik menjadi 70 daerah dari sebelumnya 65 di daerah. Risiko sedang (oranye) naik jadi 267 daerah dari 230 daerah. Sedangkan risiko rendah (kuning) turun jadi 114 daerah dari 151 daerah.

Dan pada zona hijau yakni tidak ada kasus baru turun jadi 38 daerah dari 42 daerah, dan tidak terdampak turun jadi 25 daerah dari 26 daerah.

Rinciannya ada 55 kabupaten/kota yang berubah zona risiko dari kuning menjadi oranye tersebar pada 22 provinsi. Lalu ada 29 kabupaten/kota dengan perubahan zona risiko dari oranye menjadi merah yang tersebar pada 15 provinsi.

Sementara persentase kesembuhan di Indonesia yakni 71,5% dibandingkan rata-rata dunia 71,26%. Untuk kasus meninggal di angka 4,1% atau 8.230 kasus. Pada rata-rata dunia di angka 3,26%. Untuk penambahan kasus baru per 8 September 2020, sebanyak 3.046 kasus.

“Target kita bersama memastikan jumlah kasus sembuhnya makin hari, makin tinggi. Dan jumlah kasus aktifnya, makin hari harus makin turun, sedangkan jumlah kasus meninggalnya, makin hari makin turun. Dengan demikian kita tetap mendapatkan 100%, dengan persentase utama ialah kasus sembuh,” jelasnya.

Ia melanjutkan, dalam seminggu terakhir ini, pada kasus positif ada kenaikan 18,6%. Dari sebelumnya 18.625 kasus menjadi 22.097 kasus. Kenaikan kasus ini tertinggi berada di Bali naik 100%, Sulawesi Selatan naik 84,4%, Riau naik 68,5%, DKI Jakarta naik 31% dan Jawa Tengah naik 19,6%.

Untuk kasus meninggal secara mingguan, terjadi penambahan 3%. Dari 663 kasus menjadi 683 kasus. Ada 5 provinsi dengan persentase kematian tertinggi adalah Jawa Timur (7,14%), Jawa Tengah (7,06%), Bengkulu (6,65%), Sumatera Selatan (5,95%) dan Nusa Tenggara Barat (5,9%).

Sementara angka kesembuhan per provinsi cenderung fluktuatif mingguannya. Secara nasional penambahan kasus sembuh mengalami penurunan 13,64%. Dari 16.691 kasus menjadi 14.414 kasus.

Ada 5 provinsi dengan kasus sembuh tertinggi yaitu DKI Jakarta (33.519 kasus), Jawa Timur (28.033 kasus), Jawa Tengah (10.018 kasus), Sulawesi Selatan (9.663 kasus) dan Kalimantan Selatan (6.802 kasus).

Untuk persentase kesembuhan tertinggi berada di Kepulauan Bangka Belitung (95,06%), Sulawesi Tengah (88,89%), Kalimantan Barat (87,22%), Gorontalo (85,96%) dan Maluku Utara (83,68%).

“Ini adalah target kesembuhan yang harusnya diikuti daerah-daerah lain di Indonesia, agar secara kolektif, gambaran Indonesia secara keseluruhan jadi tinggi,” lanjut Wiku.

Selain itu untuk upaya mitigasi terkini pada 3 provinsi tertinggi kasus Covid-19 telah melakukan sejumlah upaya. Yakni DKI Jakarta telah membuat fasilitas isoloasi mandiri di dua tower Wisma Atlet dan Sekda DKI Jakarta telah membuat surat edaran No. 02/SE/2020 tentang pengaturan mekanisme kerja ASN.

Lalu Jawa Barat melakukan pelaksanaan testing PCR lebih dari 50 ribu per Minggu, arahan kedisiplinan protokol kepada pengelola kawasan industri dan peresmian Smart Digital Village Pesantren.

Sementara Jawa Timur, gubernur telah mengeluarkan arahan kepada bakal calon, KPU dan Bawaslu menjelang pilkada serentak. Lalu Gubernur Jatim dan para penyintas Covid-19 sosialisasi protokol kesehatan bersama.(KPCPEN/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Satgas Covid-19: Kepatuhan Masyarakat Gunakan Masker Dapat Tekan Penyebaran Virus Corona 

Koran Jurnal, Jakarta – Guna terus menekan persebaran virus Covid-19, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito meminta semua pihak mengampanyekan masker sebagai upaya melindungi diri dan orang lain.

“Agar kita melindungi, jangan sampai droplet yang keluar dari diri kita sendiri atau dari orang lain mengenai pihak lainnya. Jika lebih dari 75% penduduk patuh menggunakan masker, maka Covid-19 dapat turun secara drastis,” ungkap Wiku, saat jumpa pers di Kantor Presiden, Selasa (08/09/2020).

Ia pun menambahkan hasil penelitian lainnya di Amerika, penggunaan masker kain oleh 80% populasi akan mengurangi 34 – 58% penambahan kasus kematian (Eikenberry et al, 2020). Hasil penelitian itu menyatakan bahwa permodelan penggunaan masker oleh minimal populasi tersebut sudah terbukti menekan peningkatan kasus baru dan kematian.

Karenanya itu menjadi target Satgas Covid-19, paling tidak penggunaan masker berkisar 70 – 75% dari populasi di Indonesia secara tertib dan akan menekan kasus Covid-19 di Indonesia.

“Mari kita buktikan ini menjadi target kita bersama, karena kita ingin melindungi diri dan kita ingin melindungi negeri,” harapnya.(KPCPEN/red)

Categories
Kesehatan

Kemenkes: Terapi Plasma Konvalesen, Harapan Baru Tangani Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan secara resmi memulai penelitian Uji Klinik Terapi Plasma Konvalesen pada pasien Covid-19 pada Selasa, 8 September 2020. Uji klinik ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/346/2020 tentang Tim Penelitian Uji Klinik Pemberian Plasma Konvalesen Sebagai Terapi Tambahan Covid-19.

Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Slamet mengatakan empat rumah sakit, yaitu RSUP Fatmawati Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Dr. Ramelan Surabaya, dan RSUD Sidoarjo Jawa Timur, siap memulai uji klinis hari ini dan akan segera diikuti oleh 20 rumah sakit lainnya.

“Kami membuka kesempatan kepada RS yang berminat segera saja menghubungi Litbangkes untuk kita libatkan bersama-sama,” kata Slamet dalam acara “Kick Off Meeting Uji Klinik Pemberian Plasma Konvalesen sebagai Terapi Tambahan Covid-19” yang digelar secara daring, Selasa (08/09/2020).

Lebih lanjut, Slamet menyebutkan uji klinik pemberian plasma konvalesen ini akan merekrut sebanyak 364 pasien sebagai partisipan. Ditargetkan dalam tiga bulan kedepan penelitian ini akan selesai dan mendapatkan hasil atau bukti terhadap keamanan dan efektivitas terapi plasma konvalesen ini.

Penggunaan plasma darah dalam pengobatan bukanlah hal baru. Penggunaan plasma dari penderita yang sembuh sebagai terapi telah dilakukan untuk pengobatan pada wabah penyakit flu babi pada tahun 2009, Ebola, SARS, dan MERS.

Terapi plasma konvalesen pada Covid-19 hingga kini hanya boleh digunakan untuk kodisi kedaruratan dan dalam penelitian. Manfaat terapi ini masih kontroversial karena masih belum cukup bukti yang menunjukkan efektifitasnya. Uji klinis acak dengan grup pembanding (randomized controlled trial) ini adalah bagian penting untuk menjawab kontroversi ini.

“Perhatian utama para peneliti adalah keamanan dan efikasi dari terapi itu sendiri. Untuk itu, Balitbangkes mendukung upaya para klinisi untuk menggunakan terapi plasma konvalesen pada pasien-pasien Covid-19 sebagai terapi yang baru diperkenalkan pada pasien Covid-19,” tutur Slamet

Sesuai namanya, terapi ini dilakukan dengan memberikan plasma, yaitu bagian dari darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah sembuh dari Covid-19. Para penyintas Covid-19 ini bisa menjadi donor plasma konvalesen dengan menjalani sejumlah pemeriksaan dan memenuhi persyaratan.

Peneliti Senior Lembaga Biologi Molekuler Eijkman David H Muldjono yang turut hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut menuturkan, pemberian plasma konvalesen sebagai terapi tambahan Covid-19 hanya diberikan untuk pasien derajat sedang yang mengarah kegawatan (pneumonia dengan hipoksia) di samping pasien derajat berat. Terapi ini juga bukan bagian dari pencegahan melainkan pengobatan pasien.

“Kita tidak memberikan ini untuk pencegahan, karena ini adalah terapi dan belum diuji coba di seluruh dunia dan belum ada protokolnya, sehingga kami tidak memberikan dalam konteks prevention” kata David.

Penderita Covid-19 yang bersedia berpartisipasi atau menjadi subjek uji klinis ini juga harus memenuhi syarat diantaranya, berusia minimal 18 tahun, dalam perawatan dengan derajat sedang mengarah ke berat atau derajat berat, bersedia dirawat minimal selama 14 hari, dan mengikuti prosedur penelitian.

Sebelum memulai uji klinis subjek harus menandatangani formulir persetujuan atas penjelasan ‘informed consent form’.
Pada uji klinik sejumlah 200 ml plasma diberikan sebanyak dua kali dengan selang waktu tiga hari.

Selama uji klinis akan dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pemeriksaan laboratorium dan radiologi, yaitu rontgen paru atau CT Scan. Selain itu juga dilakukan pemantauan terhadap perubahan kadar virus, perubahan kadar antibody netralisasi, dan perubahan skala perawatan.

Pelaksanaan uji klinik pemberian plasma konvalesen ini akan dilakukan selama 28 hari dengan menempatkan keselamatan pasien yang menjadi subyek sebagai prioritas. Selain itu juga mematuhi protokol penelitian serta prinsip-prinsip Cara Uji Klinik yang Baik ‘Good Clinical Practice’.

Penelitian Uji Klinik Pemberian Plasma Konvalesen sebagai Terapi Tambahan Covid-19 ini dilakukan oleh Pusat Litbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Badan Litbangkes bekerjasama dengan Lembaga Eijkman, Kemenristek/BRIN, Palang Merah Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta seluruh rumah sakit yang terlibat.(hum/red)

Categories
Kesehatan

Ketua Satgas Covid-19 Buka Tower 4 dan 5 Wisma Atlet untuk Flat Isolasi Mandiri Warga Terinfeksi Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo berencana akan menggunakan Tower 4 dan 5 Wisma Atlet Kemayoran untuk digunakan sebagai flat isolasi mandiri bagi warga yang terinfeksi virus SARS-CoV-2, dan tak memiliki tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat protokol kesehatan. Menurut Doni, dua flat Wisma Atlet tersebut akan mulai digunakan pada Selasa (08/09) pekan depan.

“Pemerintah akan menyiapkan Flat Isolasi Mandiri bagi warga yang positif Covid-19 tapi tak memiliki tempat. Rencana kami akan menggunakan Tower 4 dan Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran sebagai Flat Isolasi Mandiri mulai Selasa (8/9) pekan depan,” kata Doni usai melakukan inspeksi Wisma Atlet, Jakarta, Jum’at (04/09/2020).

Dalam inspeksi yang dilakukan bersama perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR, dan BUMN serta didampingi oleh Koordinator Satgas RS Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI (CKM) Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S., M.H tersebut, Doni berharap kebutuhan fasilitas air dan listrik dapat disiapkan dengan baik, sehingga Tower 4 dan 5 dapat segera dioptimalkan.

“Kami harapkan fasilitas air dan listrik sudah siap sehingga Tower 4 sudah dapat digunakan dan segera menyusul Tower 5,” jelas Doni.

Dalam sepekan terakhir, penambahan warga yang terpapar virus corona jenis baru ini semakin naik. Data terbaru per hari Jum’at (04/09/2020) ini sampai pukul 12.00 WIB tercatat ada penambahan 3.269 orang dan total warga yang positif terinfeksi wabah coronavirus menjadi 187.537 orang.

Pada kesempatan yang sama, Doni Monardo yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan keprihatinan atas gugurnya 100 dokter selama wabah coronavirus ini.

Doni kembali mengingatkan bahwa seharusnya dokter dan tenaga medis menjadi benteng terakhir dalam melawan Covid-19. Dalam hal ini, masyarakat diharapkan dapat menjadi garda terdepan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona penyebab Covid-19.

“Saya turut berduka cita atas meninggalnya dokter-dokter selama pandemic Covid-19. Dokter-dokter mestinya menjadi benteng terakhir. Yang berada di garis terdepan adalah kita semua, bukan para dokter atau tenaga kerja. Kalau kita sayang dengan dokter-dokter yang merupakan aset bangsa kita harusnya patuh pada protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah coronavirus,” ungkap Doni Monardo.

Selanjutnya, Satgas Covid-19 juga akan menggalakkan kampanye yang mengusung tema “Pesan Ibu” untuk mensosialisasikan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19.

Menurut Doni, sosok Ibu adalah figur yang sangat dihormati anak-anaknya. Sehingga dalam hal ini, Ibu dapat memberikan contoh bagaimana menjalankan protokol kesehatan dengan baik dari dalam rumah.

“Kalau kita sayang dengan ibu kita tentu kita akan menjaga jangan sampai ibu kita tertular apalagi yang punya penyakit bawaan seperti jantung dan diabetes mudah tertular dan dapat menyebabkan kematian karena COVID-19,” pungkas Doni Monardo.(pus/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan TNI

Cegah Covid-19, Lantamal III Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan di Wilayah Cilincing dan Koja

Koran Jurnal, Jakarta – Satuan Tugas Covid-19 Lantamal III dipimpin Kadispotmar Lantamal III Letkol Laut (P) Agus Djatmiko, S.M., bekerjasama dengan Relawan Sahabat Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Gugus Tugas Covid-19 Jakarta Utara melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan Komplek TNI AL Dewa Ruci, Dewa Kembar, Cakrawala I dan II Jakarta Utara, Kamis (03/09/2020).

Berdasarkan data yang ada, eskalasi pandemi covid-19 terus meningkat terutama pada kloster industri dan perkantoran. Untuk itu, Pemprov DKI sebagai pemangku kebijakan menerapkan 3T, yakni Testing (Pemeriksaan), Tracking (Pelacakan), Isolasi dan Treatment (Perawatan), dan masyarakat dihimbau melakukan 3M yakni (Mengunakan masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak), sehingga harapannya kita dapat memutus penyebaran Virus Corona Disease 2019 (Covid-19).

Danlantamal III Brigjen TNI (Mar) Hermanto, S.E., M.M., menyampaikan bahwa penyemprotan disinfektan di Kecamatan Cilincing dan Koja, diharapkan membawa dampak positif secara psikologis kepada masyarakat, dan kita jangan pernah menyerah, tidak usah kenal lelah untuk terus melawan Covid-19, saya yakin kita bisa menghadapi pertempuran ini dengan kebersamaan, karena kebersamaan itu indah.

Kegiatan dihadiri oleh Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) Kolonel Laut (KH) Muhadi, S.Pd., M.M., Kadiskes Kolonel Laut (K) Drg. Agung Maysetiana, Kadispotmar Letkol Laut (P) Agus Djatmiko, S.M., Kadisyahal Letkol Laut (P) Arief Sebastian, S.E., Lurah Semper Timur Cahyo Hudoyo dan Ketua RW 01 Kelurahan Semper Timur.(disp/red)