Categories
Kesehatan Polhukam

HIMPIM Ajak Masyarakat Dukung Langkah Pemerintah Memutus Mata Rantai Penularan Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Himpunan Pemuda Indonesia Maju (HIMPIM) menyampaikan keprihatinan mendalam atas makin meningkatnya jumlah kasus virus corona atau dikenal covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu, HIMPIM mendukung langkah pemerintah dalam menerapkan sistem penanggulangan covid-19 dengan menerapkan social distancing atau jaga jarak, isolasi terbatas dan karantina wilayah sesuai UU No 6 tahun 2018 tentang Karantina, seperti meliburkan sekolah dan menggantinya dengan sistem belajar online.

“Wabah Virus Covid-19 ini sangat cepat menyebarnya. Kita harus menjaga kesehatan dan berdiam diri di rumah,” ucap Ketua Umum HIMPIM Mutiara Nur Adinda dalam siaran pers yang diterima BeritaHUKUM di Jakarta, Selasa (24/03/2020).

Mutiara meminta masyarakat untuk mematuhi dan mengikuti anjuran pemerintah dalam melakukan social distancing tersebut. Hal itu bertujuan untuk memperlambat dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Berdasarkan perkembangan informasi yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di Indonesia bertambah 65 kasus baru sehingga total hingga hari Senin (23/3) ada sebanyak 579 kasus. Sementara yang meninggal bertambah satu menjadi 49 orang dan sembuh juga bertambah satu menjadi 30 orang.

Sekertaris Jenderal HIMPIM Dienis Haning Safitri menghimbau masyarakat tidak perlu panik, namun tetap proaktif jika merasa memiliki gejala-gejala Covid-19.

Ia meminta, masyarakat sebaiknya segera menghubungi layanan kesehatan yang disediakan pemerintah dan melakukan Rapid Test Corona untuk pemeriksaan imuniglobulin sebagai screening awal.

“Rapid Test penting ya bagi yang memiliki gejala batuk, flu, sesak nafas dan demam selama tiga hari. Ini harus segera diperiksa. Kalau hasil test dinyatakan positif. Maka si pasien ini harus mau diisolasi di rumah sakit,” terangnya.

Selain itu, Dienis meminta pemerintah segera meningkatkan dukungan yang diperlukan bagi fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan untuk penanganan Corona. Termasuk menggratiskan biaya pengobatan dan biaya tes spesimen bagi mereka yang terpapar covid-19.

Tidak saja memberikan rekomendasi-rekomendasi kepada pemerintah maupun masyarakat. Namun HIMPIM sebagai organisasi kepemudaan, mengambil langkah kongkrit untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahan meluasnya penyebaran Covid-19.

HIMPIM juga mengajak organisasi kepemudaan lainnya untuk bersama-sama mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melakukan pencegahan dan penanggulanan covid-19.

Dienis mengatakan dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan langkah pencegahan dengan penyemprotan disinfektan dan membagikan masker kepada yang membutuhkan.

“Kita ada rencana untuk melakukan penyemprotan dibeberapa wilayah terjangkit dibeberapa daerah. Misalnya Cibinong, Tangerang, dan lain-lain,” kata Dienis

Lebih lanjut Dienis menuturkan, pencegahan penularan penyakit virus corona adalah hal yang harus diperhatikan serius oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mengingat adanya bahaya penyebaran virus ini sudah menyebar di Indonesia.

“Kita yang tinggal di negeri ini perlu memahami bagaimana mengantisipasinya agar tidak sampai terkena infeksi yang berbahaya ini,” tegas Dienis.

Dienis pun meminta kepada para pemuda untuk mengedukasi masyarakat terkait dengan bagaimana cara penyebaran Covid-19 dan langkah-langkah pencegahan penularan virus corona yang disarankan menurut WHO dan Kemenkes. Salah satunya adalah pentingnya untuk mencuci tangan selama 20 detik.

“Sangat penting ya kita untu mencuci tangan. Setiap habis bersentuhan dengan orang lain atau memegang benda-benda yang umumnya dipegang oleh orang banyak. Sebab kuman yang menempel ditangan itu memicu infeksi, apalagi kebiasaan kita kan sering bangat menyentuh permukaan wajah,” tutup Dienis.(red)

Categories
Kesehatan Polhukam

DPR Minta Sektor Pertanian Jadi Kebutuhan Prioritas Selama Masa Pandemi Covid-19

*Rilis Kementan, 23 Maeret 2020*
Nomor : 182/R-KEMENTAN/03/2020

Koran Jurnal, Jakarta – Sektor pertanian harus menjadi kebutuhan prioritas dalam menghadapi penyebaran Covid 19 di Indonesia. Sektor ini tidak bisa dianggap remeh karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar umat manusia. Demikian kata Anggota Komisi IV DPR RI, Hamid Noor dalam siaran pers, Senin 23 Maret 2020.

“Yang paling penting dalam situasi seperti ini adalah adanya jaminan akses pangan yang mudah didapat dengan harga yang wajar atau normal bagi seluruh masyarakat,” ujar Hamid yang juga merupakan politisi PKS ini, Senin pagi.

Menurut Hamid, penyebaran Covid 19 sangat berbahaya dan berdampak luas ke berbagai sektor. Salah satu imbasnya adalah terganggunya produksi petani di seluruh daerah.

“Untuk itu saya meminta kepada pemerintah, agar ada pernyataan dan regulasi yang ditetapkan untuk memastikan pendapatan petani yang memadai dengan kepastian harga yang baik dan tidak diganggu aktivitas impor,” katanya.

Berkaitan dengan hal ini, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menjamin terpenuhinya sebelas kebutuhan bahan pokok untuk mendukung pemberlakuan Work From Home (WFH) yang menjadi kebijakan pemerintah pusat dalam memutus rantai penyebaran Covid 19.

Upaya tersebut salah satunya dengan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama supplier dan produsen pangan tentang ketersediaan, stabilisasi pasokan dan harga pangan. Penandatanganan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga menghadapi wabah Korona serta menjelang puasa dan lebaran.

Dalam pertemuan dengan para pengusaha pangan di Kantor Kementerian Pertanian, Dirjen Perkebunan Kementan, Kasdi Subagyono meminta semua pihak untuk terlibat dalam penyediaan pangan di Indonesia Utamanya bagi produsen dan supplier pangan.

“Ini tugas bersama untuk negara dan bangsa dalam menyediakan pangan yang cukup bagi 267 juta orang,” tutupnya.

Adapun kesebelas bahan pokok itu diantaranya komoditas beras, jagung, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.(hum/red)

Categories
Kesehatan TNI

Antisipasi Covid-19, Pushidros TNI AL Lakukan Penyemprotan Disinfektan Seluruh Ruang Gedung

Koran Jurnal, Jakarta – Upaya mencegah meluasnya penyebaran virus corona (covid-19) terus dilakukan oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

Selain mengambil langkah preventif pengawasan bagi personel dengan memeriksa suhu badan setiap personel yang masuk ke Mako Pushidrosal setiap hari dan untuk sementara tidak menerima tamu yang berkunjung ke Pushidrosal, Minggu (22/03/2020), Satuan Kesehatan (Satkes) Pushidrosal melakukan penyemprotan cairan desinfektan di seluruh area kantor Mako Pushidrosal.

Penyemprotan desinfektan ini dilakukan di seluruh ruangan-ruangan kerja, terutama yang sering tersentuh oleh tangan manusia, seperti di tempat duduk, lobby, pintu, jendela serta pegangan pintu hal ini dilakukan untuk antisipasi penyebaran virus di lingkungan kantor.

Langkah tersebut merupakan perintah Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., untuk memeriksa seluruh suhu badan personel setiap hari, yang kemudian dilanjutkan dengan mengadakan penyemprotan cairan desinfektan ke seluruh bagian mako Pushidrosal.

Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar segenap personel Pushidrosal tidak terpapar Covid-19, serta mengantisipasi agar Virus Corona tidak merebak di lingkungan Pushidrosal.(disp/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Jubir Gugus Tugas: Waspada, Orang Terinfeksi Virus COVID-19 Bisa Tidak Kelihatan Sakit

Koran Jurnal, Jakarta – Masyarakat diminta waspada terhadap kasus penyebaran virus covid-19 dari orang yang telah terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala sakit. Hal itu dikatakan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat memberikan pemahaman bahwa ada orang-orang yang terinfeksi Virus Corona penyebab COVID-19 tapi tidak memperlihatkan kondisi sakit secara kasat mata.

“Karena kita sadari bahwa tidak seluruh orang yang di dalam tubuhnya ada virus COVID-19 memberikan gambaran sakit,” kata Yurianto dalam jumpa pers yang diadakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (22/03/2020).

Yurianto menuturkan dari kasus positif COVID-19 yang ditemukan di Indonesia saat ini, sering didapati pasien dengan keadaan sakit ringan sehingga merasa tidak sakit atau bahkan tanpa gejala sama sekali.

Dengan tidak menunjukkan gejala sakit, seseorang bisa berpikir kalau dia tidak terinfeksi virus COVID-19, alhasil akan menularkan kepada orang lain jika tidak menjaga jarak aman.

Untuk itu, harus dilakukan upaya antisipasi bersama dengan mengikuti upaya mengendalikan penularan COVID-19 melalui cara menjaga jarak aman antarorang.

Yurianto mengajak seluruh masyarakat untuk menyadari bagaimana seharusnya bersikap di dalam menghadapi pandemi global COVID-19 termasuk diantaranya menjaga jarak antarorang, menjaga kesehatan dan kebersihan, mengisolasi diri jika merasa sakit dan segera memeriksakan diri ke dokter sehingga secara bersama-sama bisa mengurangi aspek kemungkinan penularan antar orang.

Jika tidak menjaga jarak, maka penularan COVID-19 sangat rentan terjadi antar orang karena percikan cairan pernapasan bisa sampai kepada orang lain saat melakukan kontak dekat dan berkumpul.

Hingga kini jumlah total kasus positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 514 atau bertambah 64 dibandingkan hari kemarin. Jumlah pasien COVID-19 yang meninggal bertambah 10 orang sehingga totalnya menjadi 48 jiwa.

Sementara, jumlah pasien yang berhasil sembuh dari penyakit COVID-19 mencapai 29 orang atau bertambah sembilan dibandingkan hari Sabtu (21/3).(hum/red)

Categories
Kesehatan Polhukam TNI

TNI: Peralatan Kesehatan untuk Penanggulangan Covid-19 dari Tiongkok Tiba di Tanah Air

Koran Jurnal, Jakarta – Pesawat C-130 Hercules A-1333 milik TNI membawa 12 ton peralatan kesehatan penanggulangan Covid-19 dari Shanghai, Tiongkok mendarat pagi tadi di Lanud Sadjad Natuna, Kepulauan Riau,  Minggu (22/03/2020).

Usai mendarat, seluruh Crew pesawat berjumlah 21 orang yang menggunakan baju Alat Pelindung Diri (APD) itu disemprot dengan cairan desinfektan.  Sesuai rencana, Senin pagi (23/03) pesawat Hercules C-130 akan melaksanakan penerbangan dari Natuna menuju Jakarta, dan akan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Sebelumnya, Pesawat Hercules C-130 yang berangkat Sabtu (21/03) pagi dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Shaleh mendarat dengan aman di Bandara Pudong, Shanghai, Tiongkok pada Sabtu malam waktu setempat.

Peralatan kesehatan dari Tiongkok yang dibawa menggunakan pesawat C-130 Hercules milik TNI AU tersebut, merupakan hasil kerja sama G to G antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok.

Keberangkatan pesawat C-130 tersebut, sesuai dengan permintaan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto kepada Panglima TNI untuk memberikan dukungan pesawat TNI dalam rangka mengambil alat-alat kesehatan untuk penanggulangan Virus Corona di Indonesia. Adapun Alat kesehatan tersebut terdiri dari disposable masks, n95 masks, protective clothing, goggles, gloves, shoe covers, infrared thermometer, dan surgical caps.(Pusp/red)

Categories
Kesehatan

Hadapi Covid-19, Balitkabi Kementan Ajak Masyarakat Konsumsi Ubi Ungu untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Kementerian Pertanian (Kementan), Yuliantoro Baliadi mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi ubi ungu sebagai asupan meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh dalam menghadapi wabah covid-19.

Menurut Yuliantoro, ubi ungu sangat bagus dikonsumsi karena mengandung antosianin pemecahan senyawa beracun yang dapat menambah kekebalan dan kebugaran tubuh.

“Kunci utama dalam memberikan perlindungan daya tahan tubuh terhadap virus adalah mengkonsumsi makanan yang mengandung antosianin. Salah satunya lewat ubi ungu,” ujar Yuliantoro, Sabtu (21/03/2020).

Sejak 2014, kata Yuliantoro, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balitkabi telah melepas ubi ungu unggulan dengan nama varietas Antin 3. Varietas tersebut memiliki kadar antosianin tinggi yaitu 150,7 mg atau 100 g (bb).

“Ubi ungu varietas Antin 3 adalah varietas unggulan yang mengandung kadar antosianinnya tinggi, bahkan lebih tinggi dari varietas yang berasal dari Jepang yaitu varietas Ayamurasaki,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Kementan, Haris Syahbuddin menjelaskan bahwa ubi ungu adalah panganan fungsional yang kelebihannya sangat bermanfaat untuk kesehatan.

“Berdasarkan deskripsinya, selain ubi ini memiliki kadar antosianinya tinggi, juga memiliki potensi hasil yang tinggi yaitu 30,6 t/ha dan umur panennya 4 – 4,5 bulan. Varietas ini jiga agak tahan penyakit kudis, tahan hama boleng, toleran kekeringan dan cocok ditanam pada lahan tegalan atau sawah sesudah tanaman padi,” katanya.

Sebagai informasi, virus corona adalah jenis virus mematikan karena mampu menular secara cepat dari manusia ke manusia lainya. Virus ini menular melalui batuk atau bersin orang yang terpapar. Sampai saat ini belum ada vaksin maupun obat yang biasa mengobati penyakit ini. Namun demikian, banyak juga yang telah pulih karena sistem kekebalan tubuhnya dapat melawan virus corona.

“Virus corona adalah virus yang menguji daya tahan tubuh, jadi untuk meningkatkan daya tahan tubuh di saat merebaknya virus corona harus mengkonsumsi makanan yang mengandung antosianin,” tutupnya.(hum/red)

Categories
Kesehatan

Pemerintah: 2.000 Perangkat Pemeriksaan Cepat Covid-19 Sudah Siap Digunakan

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah sudah menyiapkan 2.000 perangkat pemeriksaan cepat COVID-19 untuk melakukan pemeriksaan massal guna mengendalikan penularan penyakit yang disebabkan oleh virus corona tipe baru yang disebut SAR-Cov-2 tersebut.

“Hari ini (20/3) kita sudah menerima 2.000 kit untuk pemeriksaan cepat, kemudian hari ini juga sudah kita accept (terima), tinggal dikirim 2.000, harapannya besok sudah bisa masuk,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam jumpa pers bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Jum’at (20/03/2020).

Yurianto mengatakan bahwa ada 100.000 perangkat pemeriksaan COVID-19 yang akan masuk ke Indonesia pada hari berikutnya.

Di samping itu, menurut dia, pemerintah Indonesia juga sudah menyediakan lebih dari 10.000 alat pelindung diri dan lebih dari 150.000 masker untuk mendukung kegiatan pelayanan kesehatan terkait dengan penanganan kasus COVID-19.

Alat-alat kesehatan itu akan didistribusikan ke dinas-dinas kesehatan di provinsi, yang akan menyalurkannya ke rumah sakit-rumah sakit.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan instansi terkait lainnya untuk segera melakukan pemeriksaan cepat untuk mendeteksi penularan COVID-19.

“Segera lakukan rapid test (pemeriksaan cepat) dengan cakupan lebih besar agar deteksi dini indikasi awal seseorang terpapar COVID-19 bisa dilakukan,” katanya saat memulai rapat terbatas mengenai Laporan Tim Gugus Tugas COVID-19 melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/03/2020).

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 dan Kementerian Kesehatan diminta menggandeng rumah sakit milik pemerintah, badan usaha milik negara, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, rumah sakit swasta hingga lembaga riset yang direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan COVID-19 secara massal.(pen/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Cegah Penyebaran Covid-19, Kementerian dan Lembaga Ajak Masyarakat Sadar Kebersihan

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan “untuk mencegah penyebaran Covid-19, perlu adanya kesadaran bersama. Oleh karena itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI dan POLRI melakukan pengurangan risiko penyebaran Covid-19 di tempat publik, salah satunya dengan gerakan bersih-bersih di Stasiun Gambir”, hal itu diucapkan Erick saat meninjau pembersihan Stasiun Gambir bersama Kepala BNPB, Dandim Jakarta Pusat dan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kamis (12/03/2020).

Kegiatan bersih-bersih dilakukan oleh pasukan TNI/POLRI, PT KAI dan PPSU melakukan pembersihan menggunakan biosanitizer dengan cara menyemprotkan ke kursi, pagar dan ruangan yang ada di Stasiun Gambir.

Erick mengatakan kegiatan ini telah rutin dilakukan agar masyarakat merasa aman, “kegiatan ini telah rutin dilakukan, setiap hari sekali dilakukan pembersihan agar masyarakat merasa aman saat berada di tempat publik,” ucap Erick

Kepala BNPB Doni Monardo pada kesempatan yang sama menambahkan, “membersihkan tempat-tempat publik secara rutin harus dilakukan, baik itu sekolah, kantor, tempat ibadah dan fasilitas publik lainnya,” ujar Doni.

Selain itu Doni mengajak seluruh pihak menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyebaran Covid-19, “kami menghimbau kepada pemerintah pusat dan daerah, swasta hingga keluarga untuk rutin membersihkan lingkungan masing-masing untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tutup Doni.

Perlu diketahui PT KAI selaku pengelola stasiun telah melakukan sosialisasi pencegahan kepada para penumpang di beberapa stasiun dan juga rutin membersihan gerbong kereta dan stasiun menggunakan bahan kimia, serta menyediakan cairan pembersih tangan dibeberapa titik strategis untuk mempermudah masyarakat untuk membersihkan diri.(hum/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

BNPB dan Dewan Masjid Indonesia Ajak Umat Muslim Cegah Virus Corona 

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menghimbau kepada umat muslim agar membawa sajadah atau alas untuk sujud lainnya secara mandiri ketika hendak melakukan salat sebagaimana yang juga dianjurkan oleh Dewan Masjid Indonesia. Hal itu bertujuan untuk menghindari adanya potensi penularan virus Corona (Covid-19), kuman atau bakteri jahat lain yang dapat merugikan tubuh saat melakukan salat, terutama pada saat sujud.

Menurut Doni, ada potensi terjadi penularan dari tempat sujud umat muslim ketika melakukan ibadah, khususnya apabila hal itu di masjid di tempat-tempat umum. Oleh karena itu, Doni meminta agar umat muslim selalu membawa perlengkapan salat secara mandiri dan tidak perlu khawatir.

“Kita semua tahu, saat sujud mulut dan hidung kita bersentuhan dengan tempat sujud. Kalau ada orang kena penyakit, virusnya nempel. Satu jam kemudian ada yang salat di tempat yang sama bisa menular,” kata Doni, di Jakarta, Sabtu (07/03/2020).

Selain itu, untuk lebih meningkatkan kenyamanan dan keamanan saat beribadah di masjid atau musala yang berada di tempat umum, petugas dewan masjid bersama takmir masjid juga diimbau untuk selalu melakukan sanitasi siaga dengan upaya sebagai berikut;

1. Menjaga kebersihan lantai masjid/musala dengan cairan disinfektan.
2. Menjaga kebersihan karpet dan alas salat secara rutin/konstan menggunakan vacum cleaner/alat pembersih lain sangat dianjurkan.
3. Meminta jamaah yang sedang batuk, demam dan mengalami gejala seperti flu agar beribadah di rumah hingga sembuh.
4. Menjaga kebersihan tempat wudhu dan toilet dengan cairan disinfektan.
5. Ikut mengawasi penyebaran/penularan virus Covid-19 dan tanggap dengan melaporkan apabila ada masyarakat yang dicurigai terdampak di lingkungan masjid/musala.

Selain lima poin tentang menjaga kebersihan ditambah menggunakan peralatan salat secara mandiri, hal terpenting lain yang juga harus diketahui agar terhindar dari penularan virus covid-19 adalah dengan menjaga imunitas tubuh dan menerapkan pola hidup sehat.

“Imun tubuh yang dijaga dengan baik melalui kegiatan olahraga, makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, menghindari stres dan pikiran tenang menjadi modal kuat untuk memerangi virus Corona dan penyakit lain,” tutup Doni.(hum/red)

Categories
Kesehatan

Cegah Perluasan Wabah ASF, Kementan Minta Pengawasan Lalu Lintas Babi Diperketat

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian meminta daerah sentra produksi babi agar terus meningkatkan kewaspadaannya terhadap kemungkinan masuk dan menyebarnya penyakit African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika dengan memperketat dan memperkuat pengawasan lalu lintas babi antar wilayah.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita, mengatakan pemerintah memberikan perhatian khusus untuk pengendalian dan penanggulangan ASF, mengingat berdampak besar bagi masyarakat peternak kecil yang penghidupannya tergantung dari beternak babi.

“Kami sangat serius menangani ini. Namun masyarakat juga harus terus mendukung pemerintah, misalnya melaporkan bila ada babi sakit. Jangan menjual apalagi membuang bangkai babi ke lingkungan,” tegas Ketut, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (27/02/2020).

Ketut kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi daerah sentra produksi babi, mengingat ASF belum ada vaksin dan obatnya. Jadi satu-satunya cara adalah dengan pengawasan lalu lintas yang ketat dan disiplin dalam menegakkan aturan biosekuriti, sehingga kasus tidak masuk dan menyebar.

“Peran petugas dinas dan karantina sangat penting dalam mengidentifikasi faktor risiko dan melakukan tindakan teknis guna mencegah masuk atau menyebarnya ASF ke daerah bebas,” ucapnya.

Menurut Ketut, semua pihak harus saling membantu, mengingat penyebaran penyakit ini hanya bisa dikendalikan melalui biosekuriti yang ketat. Otoritas veteriner di masing-masing wilayah diminta memberi perhatian khusus.

“Tidak mudah memang mengendalikan lalu lintas manusia, hewan dan barang dari daerah tertular ke bebas. Kami himbau masyarakat bersama pemerintah pusat dan daerah mencegah ASF menyebar,” ujar Diarmita.

Sebagai informasi, hingga 24 Februari 2020, jumlah daerah tertular di Sumut mencapai 21 kabupaten/kota, dengan angka kematian sebanyak 47.330 ekor. Begitu juga di Bali,  kasus kematian akibat suspek ASF di Bali mencapai 1735 ekor yang tersebar di 7 kabupaten/kota.

“Bersama kementerian dan lembaga lintas sektor, Kementan menyiapkan rencana aksi pencegahan, penanggulangan wabah ASF dan pemulihan/recovery ekonomi peternak. Program ini didukung APBN, APBD, Swasta dan Sumber pendanaan lain sesuai peraturan perundangan,” jelasnya.(hum/red)