Categories
Kesehatan Nasional

Menteri PPPA: Terapkan Protokol Kesehatan di Lingkungan Keluarga

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah mengambil langkah tegas untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan sosial terkecil, yakni keluarga. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 untuk membuat protokol kesehatan keluarga.

“Harapan kami protokol kesehatan keluarga ini juga dapat diterapkan. Bila ada anggota keluarga yang terinfeksi, dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan,” jelasnya saat jumpa pers di Kantor Presiden, Kamis (24/09/2020).

Untuk saat ini agar terhindar dari infeksi Covid-19 di dalam dan di luar rumah, ia meminta keluarga-keluarga di Indonesia untuk menerapkan ketat 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Hal ini katanya untuk menekan peningkatan jumlah klaster keluarga. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari sementara kegiatan yang melibatkan kehadiran seluruh anggota keluarga besar. Baik silaturahmi maupun acara hajatan dan sebaiknya dilakukan secara daring saja.

“September ini kasus Covid-19 menunjukkan tren yang meningkat dalam klaster keluarga. Arahan Bapak Presiden lakukan sosialisasi masif kepada para keluarga terutama perempuan dan anak yang ada di seluruh tanah air ini,” ungkapnya.

Lalu dalam upaya sosialisasi dan kampanye masif, akan melibatkan lembaga atau pemerhati perempuan salah satunya Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kementerian PPPA memiliki wadah yaitu Forum Anak yang tersebar di 34 provinsi dan 451 kabupaten/kota.

“Dimana mereka sebagai pelopor dan pelapor, dan bisa kita ajak untuk mengkampanyekan dan mensosialisasikan secara masif berkaitan dengan 3M ini,” lanjut I Gusti Ayu Bintang Puspayoga.

Berkaitan dengan klaster keluarga, disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ketat itu adalah kunci untuk menekan persebarannya. Disiplin itu kata Bintang, tidak hanya pada saat keluar rumah saja. Tetapi saat berinteraksi juga di dalam rumah tangga.

“Perempuan sebagai manajer rumah tangga yang selalu harus mengingatkan keluarganya walaupun di dalam rumah tetap memakai masker. Apalagi di dalam rumah tersebut ada kelompok rentan, balita (bawah lima tahun) dan lansia (lanjut usia),” imbaunya.

Tentang adanya peningkatan klaster keluarga ini, karena tidak menutup kemungkinan jika ada salah satu anggota keluarga yang bekerja di luar rumah, maka hal terpenting yang harus diperhatikan ialah saat masuk ke dalam rumah. “Harus bersih-bersih badan dulu baru berinteraksi dengan keluarga,” ujarnya.

Ia yakin dengan melibatkan perempuan dalam keluarga, jelas akan menekan peningkatan klaster secara signifikan. “Semuanya mari kita bersatu bergandengan tangan, bekerja bersama-sama, saya yakin kekuatan perempuan akan bisa keluar dari situasi sulit ini. Perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia Maju,” tutupnya.(hum/red)

Categories
Nasional Polhukam

Presiden Jokowi Lantik 20 Dubes ‘Luar Biasa dan Berkuasa Penuh’

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik 20 (dua puluh orang) Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia (RI) di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/09/2020).

Pelantikan Dubes LBBP RI tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 91/P Tahun 2020 tanggal 11 September 2020, Nomor 92/P dan 93/P Tahun 2020 tanggal 14 September 2020 tentang Pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 14 September 2020.

Keppres tersebut dibacakan oleh Sekretaris Menteri Sekretaris Negara (Sesmensesneg), Setya Utama.

Para dubes yang dilantik seragam memakai masker merah, face shield, dan menjaga jarak satu dengan yang lainnya.

Berikut nama-nama Dubes LBBP yang dilantik;
1. Laurentius Amrih Jinangkung. Dubes LBBP RI untuk Tahta Suci Vatican, berkedudukan di Vatican;

2. Hildi Hamid. Dubes LBBP RI untuk Republik Azerbaijan, berkedudukan di Baku;

3. Mayjen TNI (Purn) Imam Edy Mulyono. Dubes LBBP RI untuk Republik Bolavarian Venezuela, merangkap Republik Trinidad & Tobago, Grenada, St. Lucia, Dominica (Commonwealth) dan St. Vincent & The Grenadies, berkedudukan di Caracas;

4. Mayerfas. Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Belanda merangkap OPCW, berkedudukan di Den Haag;

5. Ridwan Hassan. Dubes LBBP RI untuk Qatar, berkedudukan di Doha;

6. Ratu Silvy Gayatri. Dubes LBBP RI untuk Republik Finlandia merangkap Estonia, berkedudukan di Helsinki;

7. Sukmo Harsono. Dubes LBBP RI untuk Republik Panama merangkap Republik Honduras, Republik Costa Rika, dan Republik Nikaragua, berkedudukan di Panama City;

8. Agung Kurniadi. Dubes LBBP RI untuk Ekuador, berkedudukan di Quito;

9. Suryopratomo. Dubes LBBP RI untuk Republik Singapura, berkedudukan di Singapura;

10. Kamapradipta Isnomo. Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Swedia merangkap Republik Latvia, berkedudukan di Stockholm;

11. Ronny Prasetyo Yuliantoro. Dubes LBBP RI untuk Republik Islam Iran merangkap Turkmenistan, berkedudukan di Tehran;

12. Andri Hadi. Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Belgia merangkap Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, berkedudukan di Brussel;

13. Wisnu Edi Pratignyo. Dubes LBBP RI untuk Republik Namibia merangkap Republik Angola, berkedudukan di Windhoek;

14. Muhammad Lutfi. Dubes LBBP RI untuk Amerika Serikat, berkedudukan di Washington DC.

15. Hermono. Dubes LBBP RI untuk Malaysia, berkedudukan di Kuala Lumpur;

16. Adam Mulawarman Tugio. Dubes LBBP RI untuk Republik Islam Pakistan berkedudukan di Islamabad;

17. Mohamad Hery Saripudin. Dubes LBBP RI untuk Republik Kenya merangkap Republik Demokratik Kongo Republik Mauritius, Republik Seychelles, Republik Federal Somalia, Republik Uganda dan Perwakilan Tetap untuk UNEP, berkedudukan di Nairobi;

18. Herry Sudrajat. Dubes LBBP RI untuk Republik Mozambique merangkap Republik Malawi, berkedudukan di Maputo;

19. Denny Abdi. Dubes LBBP RI untuk Republik Sosialis Vietnam, berkedudukan di Hanoi;
20. Mohamad Irzan Djohan. Dubes LBBP RI untuk Kesultanan Oman, berkedudukan di Muscat;

Usai pembacaan Keppres, Presiden melakukan pengambilan sumpah jabatan keanggotaan Dubes LBPP dan diakhiri dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pada bagian akhir acara, Presiden dan Wakil Presiden memberikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru saja dilantik.

Turut hadir dalam agenda tersebut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.(Ist/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Pemerintah dan KPU Bersama TNI-Polri Sebar 34,3 Juta Masker secara Serentak ke Seluruh Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – TNI-Polri bersama KPU, Bawaslu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 serta Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional akan membagikan 34.355.900 masker kepada masyarakat secara serentak diseluruh Indonesia hari ini, Kamis (10/09/2020).

Pembagian masker ini dalam rangka kampanye jaga jarak untuk menghindari kerumunan dalam rangka Operasi Yustisi penggunaan masker untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

Di samping itu untuk menyerukan terciptanya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di 270 kabupaten/kota secara damai, aman dan sehat.

“Secara simbolik kegiatan ini akan digelar di Lapangan Promoter, Polda Metro Jaya. Total masker yang akan dibagikan sebanyak 34.355.900 diseluruh Indonesia,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangannya.

Jenderal bintang dua itu berharap dengan pembagian masker tersebut masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan terkait penanganan Covid-19. “Kita berharap dengan menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan, penyebaran Covid-19 bisa terputus,” ungkap Argo.

Berikut rincian pembagian masker di masing-masing provinsi;

1. Jawa Barat 3,5 juta
2. Banten 260.000
3. Metro Jaya 4,5 juta-Mabes Polri 2,2 juta
4. Jawa Tengah 5,7 juta
5. Jawa Timur 4,3 juta
6. Yogyakarta 200.000
7. Bali 650.000
8. Nusa Tenggara Barat 200.000
9. Nusa Tenggara Timur 272.000
10. Maluku 270.000
11. Maluku Utara 190.000
12. Papua 286.000
13. Papua Barat 200.000
14. Sulawesi Selatan 1,65 juta
15. Sulawesi Barat 1,38 juta
16. Sulawesi Tenggara 1,054,9 juta
17. Sulawesi Tengah 400.000
18. Sulawesi Utara 250.000
19. Gorontalo 213.000
20. Aceh 200.0000
21. Sumatera Utara 2,051 juta
22. Bengkulu 200.000
23. Sumatera Barat 213.000
24. Riau 630.000
25. Kepulauan Riau 311.000
26. Jambi 230.000
27. Sumatera Selatan 885.000
28. Bangka Belitung 250.000
29. Lampung 250.000
30. Kalimantan Timur 470.000
31. Kalimantan Barat 600.000
32. Kalimantan Selatan 347.000
33. Kalimatan Tengah 440.000
34. Kalimantan Utara 200.000.(hum/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Satgas Covid-19: Kepatuhan Masyarakat Gunakan Masker Dapat Tekan Penyebaran Virus Corona 

Koran Jurnal, Jakarta – Guna terus menekan persebaran virus Covid-19, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito meminta semua pihak mengampanyekan masker sebagai upaya melindungi diri dan orang lain.

“Agar kita melindungi, jangan sampai droplet yang keluar dari diri kita sendiri atau dari orang lain mengenai pihak lainnya. Jika lebih dari 75% penduduk patuh menggunakan masker, maka Covid-19 dapat turun secara drastis,” ungkap Wiku, saat jumpa pers di Kantor Presiden, Selasa (08/09/2020).

Ia pun menambahkan hasil penelitian lainnya di Amerika, penggunaan masker kain oleh 80% populasi akan mengurangi 34 – 58% penambahan kasus kematian (Eikenberry et al, 2020). Hasil penelitian itu menyatakan bahwa permodelan penggunaan masker oleh minimal populasi tersebut sudah terbukti menekan peningkatan kasus baru dan kematian.

Karenanya itu menjadi target Satgas Covid-19, paling tidak penggunaan masker berkisar 70 – 75% dari populasi di Indonesia secara tertib dan akan menekan kasus Covid-19 di Indonesia.

“Mari kita buktikan ini menjadi target kita bersama, karena kita ingin melindungi diri dan kita ingin melindungi negeri,” harapnya.(KPCPEN/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Media Massa Dinilai Punya Andil Besar Melawan dan Mengakhiri Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Media massa berperan penting dalam melakukan penyebaran informasi mengenai Covid-19. Tak hanya menyebarkan, media massa dapat menjangkau masyarakat secara luas. Informasi maupun pesan yang sampai diharapkan dapat dipahami untuk menumbuhkan kesadaran diri dan kolektif dalam mengakhiri penularan Covid-19.

TVRI sebagai televisi pertama di Indonesia sudah melakukan pemberitaan mengenai Covid-19 sejak awal pandemi ini masuk ke Indonesia. Komitmen ini juga ditunjukkan dengan pemberitaan yang konsisten hingga hari ini.

“Rata-rata kita kirim 20-25 orang sekali kirim tim. Kemudian ada yang stand by juga di studio 4 pemerintahan, dan ketika menggunakan daring kita menggunakan auditorium dan kita akan selalu mendukung kebijakan pemerintah,” jelas Usrin Usman selaku Direktur Program dan Berita LPP TVRI di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta, Senin (31/08/2020).

Tidak hanya TVRI, RRI juga melakukan hal yang sama. Sejak 26 Maret 2020, kebijakan siaran RRI diarahkan sebagai Radio Tanggap Bencana Covid-19.

“Karena kebijakan siaran ini, hampir 100 persen acara-acara siaran itu dikemas dengan konten bagaimana memberikan informasi yang benar, yang tepat, dan tidak meresahkan, terkait dengan penyebaran Covid-19 ini,” ujar Johanes Eko Priyanto sebagai Kepala Bidang Kerjasama dan Multimedia Direktorat Progarm dan Produksi LPP RRI.

Sementara itu, Ninuk Mardiana Pambudy selaku Redaktur Senior Harian Kompas menyatakan bahwa membangun kesadaran atas Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama dan media massa tidak lepas dari tanggung jawab tersebut.

Sebagai media yang berperan dari lapangan, Ninuk menjelaskan penerapan protokol kesehatan serta 3M adalah kewajiban bagi rekan-rekan wartawan yang melakukan liputan.

“Kalau di kantor ketat sekali, jadi hanya 30 persen yang boleh masuk, selalu menggunakan masker, jarak kerja juga dibatasi, harus dimulai dari kita sendiri sebelum mengajak masyarakat,” jelas Ninuk.

Berbeda dengan apa yang diterapkan oleh Kompas di kantor, TVRI sempat melakukan kebijakan kerja 80/20. Kebijakan ini mewajibkan 80 persen orang untuk melakukan kerja dari rumah (WFH) dan 20 persen lainnya dari kantor (WFO). Enam pegawai dari TVRI pernah terdeteksi positif Covid-19, dan TVRI segera melakukan langkah tepat dalam menanggapinya.

“Enam-enamnya langsung dibawa ke Wisma Atlet dan kita lockdown. Program kita re-run selama satu minggu. Namun tidak semua bisa re-run, terutama berita dan kita menerapkan kebijakan 80/20,” tambah Usrin.

Tidak jauh berbeda dengan TVRI dan Kompas, RRI melihat reporter sebagai kelompok yang sangat rentan terhadap penularan Covid-19 ini. Mobilitas yang tinggi, pergi ke rumah sakit, serta melakukan wawancara dengan narasumber dari berbagai latar belakang adalah hal-hal yang menjadikan alasan reporter sangat rentan.

“Jadi kita fasilitasi masker, termasuk hand sanitizer, kemudian suplemen kesehatan,” jelas Johanes.

Ninuk memberikan masukkan terhadap penanganan Covid-19 dengan mengurangi hal-hal yang berbau seremonial. Seremonial biasanya akan menimbulkan kerumunan yang seharusnya tidak terjadi selama masa pandemi ini.

Lebih lanjut, Usrin menambahkan bahwa penyebaran informasi yang dapat dilakukan tidak melulu harus berbentuk hard news. ILM (iklan layanan masyarakat), dokumenter singkat, atau film-film singkat yang berisikan informasi pencerahan mengai Covid-19 juga dapat dijadikan opsi utama.

Johanes kemudian menambahkan bahwa selama masa pandemi ini, informasi yang bertebaran sangatlah banyak dan cepat, sehingga sebagai aktor yang bertanggung jawab atas penyebaran informasi, media tidak boleh lupa untuk tetap memberitakan informasi yang baik.

“Dan karena itu kita mengajak seluruh media. Mari kita tampilkan berita-berita yang betul-betul baik, jangan sampai berita itu meresahkan, membohongi, datanya harus akurat,” jelas Johanes.

Menutup talkshow ini, Ninuk mengingatkan agar penyampaian berita tetap dilakukan dengan akruat, tidak mengecilkan hati, namun harus tetap objektif dan jujur. Sementara itu Usrin menekankan agar masyarakat tetap disiplin diri, terutama rekan-rekan jurnalis yang bekerja di lapangan. Johanes mengingatkan masyarakat untuk patuh dengan anjuran pemerintah, karena pemerintah ingin melindungi masyarakatnya.(pus/red)

Categories
Ekonomi Nasional

Presiden Jokowi Luncurkan Program BLT Rp 2,4 Juta untuk 15,7 Juta Pekerja

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Bantuan Pemerintah Subsidi Gaji/Upah untuk Pekerja/Buruh bagi 15,7 juta orang masing-masing sebesar Rp 2,4 juta.

“Ini memang diberikan kepada para pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Presiden saat meluncurkan program tersebut di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Kamis (27/08/2020).

Lanjut Presiden menyampaikan, bahwa program tersebut diberikan kepada para pekerja dan perusahaan yang rajin membayar iuran Jamsostek.

Artinya, Presiden menyampaikan bahwa program ini diberikan sebagai sebuah penghargaan/reward kepada para pekerja dan perusahaan yang patuh selalu membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini yang kita luncurkan hari ini 2,4 juta dan kita harapkan nanti di bulan September selesai 15,7 juta pekerja, semuanya diberikan,” imbuh Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa Pemerintah telah meluncurkan banyak sekali stimulus ekonomi.

“Ada Bantuan Sosial Tunai/Bansos Tunai diberikan pada masyarakat Rp 600.000 per bulan. Ada yang namanya BLT Desa, juga sama Rp 600.000 per bulan. Ada juga yang namanya subsidi listrik, gratis listrik untuk yang 450 Va, diberikan,” tuturnya.

Selain itu, Presiden menyebutkan ada bantuan Sembako, bagi yang terkena PHK; Kartu Pra Kerja, diberikan, serta baru dua hari yang lalu Banpres Produktif untuk usaha mikro dan usaha kecil, diberikan bantuan Rp 2.400.000 langsung, tunai diberikan.

“Jumlahnya ini memang sebuah jumlah yang tidak kecil,” jelas Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menaker Ida Fauziah.(Ist/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Presiden Jokowi: Kedisiplinan Protokol Kesehatan Jadi Kunci Sebelum Vaksinasi Dilakukan

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa kedisiplinan protokol jadi kunci sebelum vaksinasi nanti dilakukan pada bulan Januari tahun 2021.

”Insyaallah ini kita sudah mendapatkan komitmen dari Uni Emirat Arab, dari China totalnya 290 juta vaksin yang kita harapkan nanti insyaallah sebagian besar diproduksi di Indonesia, sebagian diproduksi di luar. Saya harapkan nanti, insyaallah nanti Januari sudah mulai vaksinasi,” tutur Presiden saat melakukan peninjauan Posko Penanganan Covid-19 Provinsi Aceh, Selasa (25/08/2020).

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubernur, Wali Nanggroe, Ketua DPRA dan seluruh Bupati, Wali Kota serta seluruh Gugus Tugas, dokter, perawat, tokoh masyarakat, relawan, dan tentu saja TNI dan Polri, Pangdam dan Kapolda yang telah bekerja keras.

”Semuanya bekerja keras tak kenal waktu dalam rangka mengendalikan Covid-19 di Provinsi Aceh,” kata Presiden. Menurut Presiden, sampai hari ini di dunia ada 23,8 juta kasus di 215 negara, hampir semua negara terinfeksi virus Corona.

Kematian di seluruh dunia, menurut Presiden, sampai hari ini ada 816 ribu yang meninggal.

”Kita semuanya patut bersyukur alhamdulillah bahwa di Aceh kasus sampai hari ini saya tadi mendapat laporan dari Pak Gubernur 1.241 kasus, ini masih dalam angka yang kecil, tetapi jangan dibiarkan untuk membesar lagi. Kasus baru 30 dan yang sembuh 191,” ujarnya.

Mumpung masih dalam jumlah yang kecil, Presiden minta Pangdam dan Kapolda, agar Gubernur di-back up yang berkaitan dengan hal-hal pemakaian masker, jaga jarak, cuci tangan, tidak berkerumunan, berdesakan.

”Ini harus diulang-ulang terus ke masyarakat. Kita tahu betapa sangat bahayanya kalau kita enggak pakai masker, kalau kita berkerumun dalam jumlah yang banyak,” jelas Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut, KSP Moeldoko, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BNPB Doni Monardo, dan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah.(Ist/red)

 

Categories
Nasional

Kado HUT ke-75 Kemlu RI, Gedung Baru KBRI Phnom Penh Diresmikan Secara Daring

Koran Jurnal, Jakarta – Setelah 60 tahun lebih memiliki hubungan diplomatik dengan Kamboja, KBRI Phnom Penh telah menempati gedung baru yang permanen. Peresmian gedung baru ini dilakukan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi, secara daring bersamaan juga dengan HUT ke-75 Kementerian Luar Negeri RI. Selain home staff, pegawai setempat dan guru BIPA, serta para Ibu DWP, peresmian tersebut juga disaksikan langsung oleh Perwakilan RI yang berada di luar negeri. Pada kesempatan yang sama, Menlu RI juga meresmikan gedung baru KRI Tawau di Malaysia.

“Dari waktu ke waktu, kita mencoba membeli gedung baru untuk mendukung diplomasi. Pembelian ini untuk jangka panjang akan membantu menghemat biaya sewa gedung. Selamat untuk KBRI Phnom Penh dan KRI Tawau,” ujar Menlu RI pada saat peresmian, dalam keterangannya yang diterima wartawan, Rabu (19/08/2020).

Kantor baru KBRI yang terdiri dari 2 gedung berlantai 2 dan 3 ini terletak di lokasi yang strategis, yaitu di seberang Norodom Sihanouk Memorial atau Patung Raja Sihanouk yang merupakan salah satu ikon kota Phnom Penh. Pada masanya, King Father Norodom Sihanouk adalah teman seperjuangan Presiden Soekarno.

Dengan mengusung konsep Smart Embassy yang ramah layanan, memiliki open office dengan wifi, penerapan less plastic and paper, serta penggunaan beberapa panel sinar surya untuk menghemat energi, diharapkan dapat menunjang kerja KBRI Phnom Penh secara optimal baik dalam menjalankan misi diplomasi maupun dalam melayani masyarakat.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih untuk semuanya, dari tukang sapu dan bersih-bersih, hingga kepala kanselerai yang telah membantu dalam proses kepindahan ke gedung baru ini,” kata Duta Besar RI, Sudirman Haseng.

“Kita dapat menyaksikan kekompakan gotong royong sehingga hari ini dapat melihat KBRI yang maksimum untuk kita bekerja secara serius, namun juga rileks,” imbuhnya.

Selain peresmian via daring oleh Menlu RI, Deputi Perdana Menteri/Menlu dan Kerja Sama Internasional, Y.M. Prak Sokhonn, anggota keluarga Kerajaan sekaligus tetangga KBRI Phnom Penh, Princess Norodom Arunrasmy, serta Gubernur Phnom Penh, Y.M. Khoung Sreng, secara terpisah turut mengirimkan ucapan selamat kepada Pemerintah Indonesia.

Sebagai informasi, selama lebih dari 60 tahun memiliki hubungan diplomatik, Indonesia dan Kamboja telah menikmati kerja sama di bidang politik dan keamanan, ekonomi dan perdagangan, sosial budaya, serta pertukaran people-to-people. Secara khusus, perdagangan bilateral Indonesia-Kamboja mengalami peningkatan lebih dari 10% selama sepuluh tahun terakhir dengan surplus bagi Indonesia lebih dari 80%.

Pada tahun 2019, nilai perdagangan kedua negara sebesar USD 661 juta, meningkat 18% dari tahun 2018. Pada periode Januari-Juni 2020, nilai perdagangan sejumlah USD 312.25 juta (meningkat 7.19% dari periode yang sama di tahun 2019). Adapun komoditas unggulan Indonesia ke Kamboja antara lain kendaraan bermotor dan komponennya, elektronik, batu bara dan produk farmasi. Sedangkan komoditas ekspor Kamboja ke Indonesia antara lain pakaian jadi, alas kaki dan produk pertanian.(kbri/red)

Categories
Ekonomi Nasional

Uang Kertas Pecahan 75 Ribu Resmi Beredar Secara Khusus Memperingati HUT RI ke 75 dan Dicetak 75 Juta Lembar

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan uang kertas pecahan Rp 75 ribu secara khusus dalam peringatan HUT RI ke-75, Senin (17/08/2020).

“Sebagai wujud syukur dalam perayaan RI, pemerintah, dalam hal ini Menteri Keuangan dan BI mengeluarkan uang kemerdekaan 75 tahun kemerdekaan RI,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam video conference bertajuk ‘Peluncuran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI.

Perry mengatakan bahwa peluncuran uang kertas pecahan Rp 75 ribu ini menandai pembangunan RI selama 75 tahun sejak kemerdekaan dan akan dicetak sebanyak 75 juta lembar.

Tampak tampilan beberapa ikon uang kertas 75 ribu antara lain, wajah proklamator kemerdekaan Soekarno dan Mohammad Hatta dengan latar momen bersejarah pengibaran bendera merah putih pada 1945 dan dilengkapi juga dengan ikon pencapaian pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan Indonesia  seperti jembatan, MRT, dan tol trans jawa. Tampilan lain juga ada gambar sembilan anak Indonesia yang berpakaian adat mewakili daerah-daerah di Indonesia.

Adapun uang kertas Rp 75.000 itu didominasi oleh warna merah, putih, dan hijau. Tema dan makna filosofisnya adalah mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kebhinekaan, dan menyongsong masa depan gemilang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa peresmian uang pecahan Rp 75 ribu ini bukan untuk menambah likuiditas pemerintah,  melainkan murni memperingati HUT RI ke-75.

“Peluncuran uang rupiah (75 ribu) khusus untuk memperingati peristiwa atau tujuan khusus, dalam hal ini adalah peringatan kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia,” ujarnya.

“Mata uang ini berbentuk uang kertas pecahan nominal Rp 75 ribu dengan jumlah lembar yang dicetak 75 juta lembar. Ditandangani oleh menkeu selaku wakil pemerintah dan Gubernur BI,” tambah Sri Mulyani.

Sebelumnya, Bank Indonesia juga telah mengeluarkan beberapa seri uang rupiah khusus. Misalnya pada seri 50 tahun  Kemerdekaan Indonesia, BI juga pernah merilis uang rupiah logam khusus dengan gambar belakang Presiden Soeharto.(red)

Categories
Kesehatan Nasional

KSAD Andika Perkasa dan Wakapolri Gatot Eddy Sosialisasikan Hasil Uji Klinis Penyembuhan Pasien Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Wakil Ketua Pelaksana I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Jenderal Andika Perkasa melakukan pertemuan dengan stakeholder terkait guna melakukan sosialisasi Hasil Uji Klinis Fase 3 membandingkan efikasi dan keamanan kombinasi baru obat dengan obat standar pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tanpa ventilator.

Dalam kegiatan itu, Jenderal Andika yang didampingi Wakil Ketua Pelaksana II Komite PCPEN Komjen Gatot Eddy Pramono ini turut mengundang Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, CMA, Sestama BIN Komjen Bambang Sunar Wibowo, Direktur Kimia Farma, Perwakilan BPOM dan unsur TNI-Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Andika menjelaskan, obat untuk pasien Covid-19 ini adalah kombinasi obat yang dikembangkan berdasarkan kinerja gabungan Universitas Airlangga, TNI AD dan BIN.

“Pencapaian hingga pada titik ditemukannya kombinasi obat yang baru ini telah berproses panjang sejak Bulan Maret 2020, serta sudah melalui tahapan uji klinis sebagaimana dipersyaratkan,” jelas Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) di Mabes TNI AD, Sabtu (15/08/2020).

Ia mengatakan, harapan terhadap penemuan ini adalah mempercepat penyembuhan pasien Covid-19, memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menambahkan, kombinasi obat ini juga diharapkan mampu menghemat biaya perawatan, mendorong ekonomi bergulir kembali, serta yang utama menurunkan kepanikan dan kecemasan masyarakat.

“Sehingga muncul optimiste dan kepercayaan masyarakat bahwa bangsa Indonesia bangkit dan berproses pulih dari Covid-19,” pungkas Gatot.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo meneken Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pembentukan Komite untuk Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19 (PCPEN).

Berdasarkan perpres tersebut, Komite PCPEN memiliki tugas menyusun rekomendasi kebijakan strategis kepada Presiden demi mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia serta pemulihan ekonomi.

Dalam susunan Komite PCPEN, diketuai Erick Thohir, Wakil Ketua Pelaksana Jenderal TNI Andika Prakasa ,Wakil Ketua Pelaksana II Komjen Pol Gatot Eddy Pramono dan sebagai anggota ditunjuk Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Feri Wibisono, Deputi BPKP Salamat Simanullang, dan Dirjen Kominfo Ismail M.T., dan Deputi LKPP Sarah Sadiqa.(rls/red)