Categories
Daerah Militer Ragam TNI

Pangdam III/Siliwangi Sambut Kedatangan Presiden Jokowi Meninjau Korban Banjir Bandang Lebak Banten

Koran Jurnal, Lebak – Pangdam III/Slw Mayjen TNI Nugraha Budi Wiryanto, S.I.P., M.M., Q.I.A., menyambut kehadiran Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo beserta rombongan di Ponpes Latansa

Kampung Parakan Santri, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak Banten, Selasa (0701/2020).

Selain Pangdam III/Slw, Gurbenur Banten, Kabinda Banten, Danrem 064/MY, Bupati Lebak, dan Pimpinan Ponpes Latansa Lebak Banten turut menyambut Kehadiran Presiden RI Ir.Joko Widodo.

Kedatangan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo beserta rombongan dalam rangka kunjungan kerjanya untuk meninjau secara langsung warga korban pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor. Juga untuk memastikan penanganan bagi para warga yang terdampak banjir dan longsor berjalan dengan baik.

Sebelumnya Persiden Jokowi sempat meninjau warga terdampak longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
“Tadi pagi saya hadir di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor dan sekarang kita melihat (penanganan) banjir bandang di Kabupaten Lebak,” kata Presiden di Pondok Pesantren La Tansa yang juga terdampak banjir bandang.

Bangunan-bangunan hancur masih terlihat di Pondok Pesantren La Tansa saat Presiden tiba sekitar pukul 11.48 WIB. Presiden melihat beberapa fasilitas yang rusak dengan didampingi rombongan. Dari La Tansa, Presiden kemudian meninjau para pengungsi di Gelanggang Olah Raga (GOR) Lebak Gedong. Presiden hendak memastikan kebutuhan warga terdampak bencana terpenuhi.

Presiden mengatakan, beberapa penyebab bencana banjir bandang di Lebak adalah akibat perambahan hutan dan penambangan emas secara ilegal. Untuk itu, ia meminta Gubernur Banten dan Bupati Lebak untuk menghentikan kedua aktivitas tersebut.

“Enggak bisa lagi karena keuntungan satu, dua, tiga orang, kemudian ribuan yang lainnya dirugikan dengan adanya banjir bandang ini,” tegasnya.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Jokowi menyebut ada 30 jembatan penting yang menghubungkan antardesa yang perlu segera diselesaikan.

“Tadi saya sudah perintahkan kepada Menteri PU agar dalam 3-4 bulan itu semuanya sudah bisa diselesaikan,” ungkapnya.

“Rumah yang rusak dilaporkan oleh Bu Bupati tadi ada 1.410. Nanti akan kita data di lapangan secara lengkap, apakah memungkinkan untuk direlokasi, karena memang kalau melihat banjirnya besar seperti ini harus direlokasi,” jelasnya.

“Beberapa hal tadi sudah disampaikan untuk masyarakat yang terkena longsor untuk mau direlokasi, dipindahkan ke tempat yang tidak terlalu jauh kurang lebih 2 kilometer dari situ.

“Kemarin kita lihat dari helikopter sangat kelihatan sekali, yang longsor itu bukan hanya puluhan, tapi ratusan. Ini baru pada tahap diselesaikan, dibersihkan, terutama yang terisolir,” ucapnya.

Oleh karena itu, Presiden mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari tingkat desa agar terus waspada terhadap kemungkinan bencana. Terutama mengingat puncak musim hujan masih akan berlangsung sampai bulan depan.

Turut mendampingi Presiden saat meninjau lokasi banjir bandang di Lebak antara lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. (Pen/red)

Categories
Daerah Ragam

Mentan SYL Serukan Persaudaraan Saat Serahkan Bantuan Kemanusiaan Korban Banjir Lebak Banten

Koran Jurnal, Lebak – Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Kampung Nunggul, Desa Sukasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (07/01/2020). Bantuan ini diberikan, terutama kepada masyarakat yang bermukim di 3 desa terparah yakni Sajira, Sukasari dan Lebakgedong.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan upaya negara dalam mengajak semua pihak agar merasa empati terhadap kepentingan bangsa dan negara. Musibah dan bencana, kata Syahrul, harus menjadi introspeksi dalam memperbaiki diri.

“Bencana adalah peringatan dari Tuhan agar kita terus memperbaiki diri. Tentu setiap saat ada hal hal yang harus kita tingkatkan, minimal menghadirkan rasa persaudaraan dan persatuan,” ujar Syahrul yang didampingi Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya saat meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Sukasari, Selasa sore.

Syahrul berharap, masyarakat Lebak kembali pulih dan memulai aktivitas dengan penuh semangat. Ke depan, dia berjanji akan membantu merevitalisasi lahan pertanian yang ada dengan mengirim bantuan bibit dan benih.

“Tentu saja revitalisasi adalah bagian dari proses yang akan kita lakukan ke depan. Tapi yang terpenting saat ini adalah memulihkan semangat warga Lebak, terutama para petani agar memulai bercocok tanam. Yang pasti, lahan pertanian harus dipulihkan,” katanya.

Syahrul menambahkan, sektor pertanian harus menjadi konsep pendidikan dan edukasi yang baik untuk menghidupkan perekonomian masyarakat luas. Pertanian, lanjut Syahrul, harus menjadi pilihan pasti dalam mendorong hadirnya kesejahteraan.

“Saya katakan bahwa pertanian itu punya backup yang cukup untuk kehidupan masyarakat. Tentu kita berharap pertanian di Kabupaten Lebak lebih kuat dan lebih baik. Yang paling penting pertanian harus mengenergi masyarakat sebagai suatu konsep dalam menghadirkan kesejahteraan,” katanya.

Bupati Lebak menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan pemberian bantuan jajaran Kementerian Pertanian kepada warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Lebak. Bantuan ini, kata Iti akan disalurkan secara bertahap melalui gotong royong warga sekitar.

“Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah kita dikunjungi bapak Menteri. Hari ini kita merasa bahagia karena mendapat bantuan. Kita harus bangkit dan kembali bertani untuk mendukung program pemerintah pusat dalam mencapai swasembada,” katanya.

Ke depan, tambah Iti, pihaknya akan mendorong petani di Kabupaten Lebak untuk menggunakan layanan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disiapkan Kementerian Pertanian dalam mendorong kemajuan usahatani dan kesejahteraan petani.

“Kredit Usaha Rakyat yang disampaikan pak Menteri akan kita dorong agar petani Lebak memiliki kemampuan menghitung pasar dan melihat potensi pasar, terutama kemajuan petani dan usahatani,” tukasnya.

Masih dari Kabupaten Lebak, sebelumnya Kementan juga melakukan nota kesepahaman MoU peningkatan produksi dan akselerasi ekspor komoditas perkebunan di Kantor Bupati Lebak. MoU ini diharapkan dapat menekan angka rentan rawa pangan. Adapun penandatangan ini dilakukan oleh jajaran Dirjen Kementan dan Kepala Dinas Pertanian setempat.(hum/red)

Categories
Daerah Ragam TNI

Pangdam III/Siliwangi Tinjau Lokasi Banjir Desa Karangligar

Koran Jurnal, Karawang – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, S.I.P., M.M., Q.I.A., didampingi Dandim 0604/Krw Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo, M.MSc., meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat Kabupaten Karawang, Minggu (05/01/2020).

Dalam peninjauanya, Pangdam III/Siliwangi menyapa dan menyalami warga serta memberikan bantuan berupa paket sembako kepada para pengungsi korban banjir dihalaman Kantor Desa Karangliga, dilanjutkan menuju ke lokasi banjir di Desa Kampak RT/RW. 005/002 Desa Karangligar.

Sebelum memberikan bantuan bingkisan paket sembako dan meninjau lokasi banjir, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto terlebih dahulu meninjau Posko Terpadu Tanggap Darurat Banjir dan untuk memastikan personil jajaran Kodam III/Siliwangi sigap dan cepat dalam menanggulangi bencana yang sewaktu-waktu terjadi di wilayah Kodam III/Siliwangi.

Usai meninjau lokasi banjir di Kabupaten Karawang, Pangdam III/Siliwangi dan rombongan melanjutkan perjalanan untuk meninjau lokasi banjir lainnya yang berada di wilayah Kodam III/Siliwangi. (Pen/red).

Categories
Daerah Ragam

Kepala BNPB Tinjau Lokasi Banjir Bandang dan Longsor Lebak Gedong Banten

Koran Jurnal, Banten – Kepala BNPB Doni Monardo bersama Menko PMK Muhajir Effendi meninjau lokasi yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Lebak Gedong, Lebak, Banten pada Sabtu (04/01/2020).

Pada kunjungan tersebut Doni Monardo menyerahkan bantuan dana siap pakai [DSP] sebesar Rp 350 juta kepada Korem 064/Maulana Yusuf yang digunakan untuk penanganan darurat. Penyerahan DSP disaksikan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Danrem setempat. Selain itu, pemda setempat mendapat bantuan dana dari kemenko PMK sejumlah Rp 500 juta dan Kemensos Rp 611 juta.

Setelah melihat lokasi terdampak, Doni menyapa para penyintas yang masih bertahan di pos kesehatan yang terletak di Desa Banjar Irigasi, Lebak Gedong. Di sela-sela kunjungan, Doni menyampaikan apresiasi kepada petugas, TNI, Polri, Basarnas dan unsur Pemerintah Kabupaten Lebak yang telah melakukan upaya penanganan darurat.

“Sejak hari pertama mereka telah turun ke lapangan, memberikan bantuan pertama, pertolongan pertama kepada masyarakat terdampak,” ujar Doni di lokasi.

Banjir bandang dan longsor yang tepatnya melanda Kampung Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong ini mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Bencana tersebut terjadi pada Jumat (3/2), pukul 16.30 WIB. Selain hujan intensitas tinggi, salah satu penyebab longsor adanya galian tambang milik Aneka Tambang yang tidak dikembalikan fungsinya.(hum/red)

Categories
Ekonomi Megapolitan Ragam

Mentan Syahrul Serahkan Bantuan Kemanusiaan ke 5 Titik Banjir di DKI Jakarta dan Tangerang

Koran Jurnal, Jakarta,- Kementerian Pertanian (Kementan) menyerahkan bantuan kemanusiaan ke 5 titik banjir yang berada di wilayah Jakarta dan Tangerang. Bantuan pangan tersebut berjumlah 10 truk dan langsung diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo kepada masyarakat korban bencana banjir.

Syahrul mengungkapkan jika bantuan yang dibagikan tersebut merupakan arahan dari Bapak Presiden dimana pemerintah harus bisa menopang masyarakat terutama yang sedang mengalami bencana. Dengan demikian, di era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, betul-betul membangun sinergitas antar lembaga dan pihak lainnya untuk cepat tanggap membantu masyarakat yang terdampak musibah.

“Saya sebagai Menteri Pertanian menindaklanjuti perintah Bapak Presiden agar negara hadir ditengah-tengah masyarakat dalam suasana seperti banjir atau bencana seperti saat ini sehingga masyarakat mengetahui jika negara siap membantu mereka,” ungkap Syahrul dalam acara Penyerahan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Bencana Banjir DKI Jakarta dan Sekitarnya di Kantor Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (04/01/2020) pagi.

Mantan Gubermur Sulawesi Selatan ini mengatakan sudah berkoordinasi langsung dengan Gubernur DKI Jakarta untuk mendapatkan titik titik yang akan mendapat bantuan. Titik yang mendapat bantuan antara lain, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat serta Tangerang Selatan.

“Saya berharap ini menjadi keprihatinan nasional, ini panggilan kenegaraan , ini panggilan bangsa dan kita semua turun tangan minimal memberikan support positive moral kepada masyarakat kita yang terkena banjir saat ini,” ungkapnya.

Selain itu, Syahrul juga menyampaikan kepada korban bencana banjir supaya mereka kiranya kedepannya lebih waspada dan lebih mampu mengantisipasi segala tantangan ke depannya. Dengan begitu masyarakat bisa lebih siap dengan segala kemungkinan yang ada.

“Allah Maha mendengar, yang pasti ada maknanya dan makna itu. Insya Allah akan menjadi sumber kebaikan ke depan. Tidak ada yang bisa hindari kalau memang harus menjadi bagian, tapi jadikan ini sebagai sebuah kewaspadaan sebagai sesuatu yang menguatkan kita semua dalam setiap hari,” tuturnya.

Bantuan yang diberikan Kementan secara simbolis di serahkan Mentan kepada korban bencana banjir pada acara tersebut antara lain kepada kelurahan Sukapura, Semper Barat, Semper Barat, Cilincing dan dolokan.

Bantuan yang akan diberikan yakni 4 truk untuk Jakarta Utara, 3 truk untuk Tangerang Selatan,1 truk Jakarta Timur,1 truk Jakarta Selatan, 1 truk Jakarta Barat berisikan. Bantuan berisikan sembako, selimut, sarung, pampers, handuk, biskuit, air mineral, mie instan dan 1 truck dari Pertani (mitra kerja) berupa beras sejumlah 2,5 ton.

Diacara tersebut, Sekretaris Kota (Seskot) Jakarta Utara, Desi Putra mengapresiasi bantuan yang disalurkan Kementan. Pasalnya, tidak hanya membantu kebutuhan pangan tapi juga membangun kolaborasi semua pihak untuk turut berpartisipasi membantu warga yang terdampak banjir.

“Berkat kerja sama dan kolaborasi ini tidak hanya masyarakat yang terlibat di dalamnya. Namun pemerintah bersama-sama saling membantu untuk musibah ini dan kami berharap bantuan ini menjadi berkah buat Bapak Ibu dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia,” tegasnya.

Desi menyebutkan sebanyak 17 dari 31 kelurahan di Jakarta Utara yang diterjang banjir. Untuk Kecamatan Cilincing sendiri, 5 dari 7 kelurahan yang terkena dampak banjir.

“Dari 5 kelurahan tersebut, saat ini tinggal 1 kelurahan yang masih tergenang banjir dan menunggu surut, yaitu di Kelurahan Rorotan,” sebutnya.

“Akibat kejadian ini, sebanyak 2.699 masyarakat Cilincing pun terpaksa mengungsi. Namun besok dihari Minggu sudah akan dilakukan pembersihan sisa – sisa banjir,” pinta Desi.(hum/red)

Categories
Ragam

Spekta Merah ‘Pawai Hias 1000 Komunitas 1000 Kreativitas’ Ini Sukses Meraih Rekor MURI

Koran Jurnal, Karawang – Kegiatan Spekta Merah ‘1000 Komunitas 1000 Kreativitas’ berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas penyelenggaraan Pawai Hias dengan Komunitas Terbanyak se-Indonesia. Penghargaan ini diterima langsung oleh Brand Manager Spekta Merah Fabio Junot Ardelto dari pihak MURI dalam acara puncak kegiatan Spekta Merah ‘1000 Komunitas 1000 Kreativitas’, di Lapangan Galuh Mas, Karawang, Minggu (08/12/2019).

Rekor MURI itu diterima setelah Spekta Merah melakukan rangkaian kegiatan dengan melibatkan komunitas dari berbagai daerah sejak Juni 2019. Kegiatan yang mendapatkan respon  kalangan masyarakat luas tersebut dilaksanakan serentak di 7 titik kota di Indonesia, yaitu: Banda Aceh, Lhouksemawe, Kabupaten Lebak – Serang, Kabupaten Karawang – Karawang, Kota Binjai – Medan, Kisaran – Pematang Siantar serta Kota Sibolga – Padang Sidempuan.

“Ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi kami dapat mengumpulkan 1000 komunitas di titik-titik Indonesia, dengan berbagai kreativitas mereka yang mereka tampilkan melalui kegiatan “Pawai Hias 1000 Komunitas 1000 Kreativitas. Memang prosesnya tidak mudah untuk mengumpulkan para komunitas ini, namun semangat dan solidaritas mereka yang menjadikan akhirnya acara ini dapat berjalan,” beber Fabio.

Kegiatan Spekta Merah tahun 2019 mengangkat slogan semangat kebersamaan dan solidaritas para komunitas di Indonesia. Semangat kebersamaan bagi masyarakat Indonesia, sambung Fabio, merupakan budaya yang telah melekat sejak dulu, dimana hal menariknya adalah semangat yang justru muncul dari masyarakat yang mempunyai karakter berbeda.

“Rasa solidaritas dan gotong royong masih kental ditemukan terlebih bagi masyarakat Indonesia yang tetap ‘guyub’ dan menjaga kekompakan dalam menjalankan keseharian aktivitas mereka,” ujar Fabio.

Sementara pihak MURI menyebutkan, beberapa penilaian dan katagori atas keberhasilan kegiatan Spekta Merah yang telah memecahkan rekor MURI dalam acara “Pawai Hias 1000 Komunitas 1000 Kreativitas”, sebagai Pawai Hias dengan Komunitas Terbanyak se-Indonesia.

“Adapun (penilaian) rekor MURI ini diraih oleh Spekta Merah, berdasarkan, satu, kegiatan yang belum pernah serta dilakukan secara masif. Dan kedua, segala sesuatu yang bersifat interaktif seperti kegiatan ini karnaval atau pawai dengan jumlah terbanyak dan yang ketiga yaitu kegiatan unik seperti kebudayaan, kuliner dan lainnya,” ujar pria yang mengaku dari pihak MURI tersebut.(red)

Categories
Ekonomi Ragam

Tema “Pawai Hias 1000 Komunitas 1000 Kreativitas” Angkat Nyawa Spekta Merah Semangat Gotong Royong

Koran Jurnal, Karawang – Ratusan pawai kendaraan hias dari berbagai komunitas mengikuti acara puncak kegiatan kreativitas yang diselenggarakan Spekta Merah, di Lapangan Galuh Mas, Karawang, Minggu (08/12/2019).

Dari pantauan pewarta di lokasi acara, tampak kendaraan hias dari berbagai macam bentuk memadati area lapangan.

Brand Manager Spekta Merah, Fabio Junot Ardelto mengatakan, acara puncak kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang melibatkan komunitas dari berbagai daerah sejak Juni 2019.

“Kegiatan Spekta Merah dengan mengusung tema “Pawai Hias 1000 Komunitas 1000 Kreativitas” ini dilaksanakan secara serentak di 7 titik kota di Indonesia, yaitu: Banda Aceh, Lhokseumawe, Kabupaten Karawang, Kabupaten Lebak – Serang, Kota Binjai – Medan, Kisaran – Pematang Siantar serta Kota Sibolga – Padang Sidempuan,” kata Fabio.

Adapun alasan mengapa Spekta Merah memilih tema untuk kegiatan pawai hias itu, ungkap Fabio, karena tema tersebut mengangkat nyawanya Spekta Merah dengan nyawanya Indonesia yakni sifat gotong royong dan solidaritas.

“Nah mengapa kita bikin pawai hias, karena dalam pembuatan kendaraan hias itu membutuhkan kerja sama, gotong royong dan loyalitas dengan sesama komunitasnya sehingga bisa kita ambil intisarinya untuk kita sinkronkan dengan versinya dari Spekta Merah,” jelasnya.

“Dari tema yang diambil, selain gotong royong dari cara membuatnya, temanya harus sesuai dengan komunitas dan daerah masing-masing,” terang Fabio.

Ia juga mengungkapkan berbagai upaya dan cara untuk mengumpulkan para komunitas ini, agar bisa memecahkan rekor MURI sebagai Pawai Hias dengan Komunitas Terbanyak se-Indonesia.

“Dari tiap area ada PIC (perwakilan atau koordinator cabang) masing-masing buat komunitas, kemudian PIC mencari komunitas yang sudah lama berkecimpung bersama Spekta Merah, disamping itu mereka juga membantu mencari komunitas dibawah mereka,” bebernya.

“Jadi kita seperti bola salju, dari beberapa komunitas akhirnya menjadi banyak (komunitas),” pungkasnya.(red)

Categories
Pendidikan Ragam

Kepala BNPB Ajak Praja IPDN Jaga Lingkungan, Tak Hanya Beri Contoh Tetapi Juga Menjadi Contoh

Koran Jurnal, Sumedang – Kepala BNPB Doni Monardo mengajak seluruh Praja IPDN yang berjumlah 2000 Praja, untuk menjaga lingkungan. Ajakan ini dilontarkan Doni saat memberikan materi di Seminar Fakultas Hukum Tata Pemerintahan Tahun 2019, di Balairung Rudini Kampus IPDN, Sumedang Prov. Jawa Barat, Kamis (05/12/2019).

Seminar mengusung tema “Leadership in the age of insecurity” dibuka Rektor IPDN yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Deti Mulyati.

Dalam paparannya, Doni Monardo mengatakan bahwa, “Pencemaran lingkungan saat ini sudah sangat memperihatinkan, contohnya Sungai Citarum, dulu kondisinya sangat kritis hingga mendapat predikat sungai terkotor didunia, sekarang sudah membaik dan airnya dapat diminum. kerusakan lingkungan ini diakibatkan oleh perilaku manusia sehingga menimbulkan bencana.”

Doni menambahkan, “Bencana bukan hanya diakibatkan oleh pencemaran lingkungan, ada juga lainnya seperti contoh gempabumi yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng atau sesar, apalagi di Bandung ini terdapat sesar aktif yaitu sesar lembang yang jika bergerak dapat mengakibatkan gempabumi. Praja IPDN adalah calon pejabat negara sehingga wajib mengetahui ancaman bencana di lingkungannya,” tambah Doni.

Diakhir paparan, Doni mengajak Praja IPDN untuk tidak hanya memberikan contoh tetapi menjadi contoh kepada masyarakat agar menjaga lingkungan.

Seminar ini dihadiri oleh Plt. Deputi Bidang Penanganan Darurat, Tenaga Ahli BNPB Asisten 1 Bidang hukum Gubernur Jatim, Peneliti Dosen Universitas Pajajaran, Praja IPDN.(hum/red)

Categories
Ekonomi Ragam

Kunjungi Balithi Litbang Kementan Saat Libur, Mentan SYL: Tiada Hari Tanpa Kerja Keras

Koran Jurnal, Cianjur – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang akrab disapa SYL menyempatkan diri mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian (Litbang Kementan) di Cianjur, Minggu (01/12/2019). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat dari dekat kinerja Balai tersebut yang terhampar pada lahan seluas area 10 hektar yang ditumbuhi tanaman hias.

Dalam kunjunganya selama empat jam, SYL mengatakan pembangunan pertanian menuju era industri diperlukan kerja keras dan fokus terhadap permasalahan yang cukup kompleks. Lebih khusus komoditas tanaman hias diperlulan terobosan baru untuk menjaga kualitas dan daya saing produk di pasar global.

“Saya juga berharap kepada jajaran Kementan agar tiada hari tanpa kerja karena Litbang suatu kebanggan kita yang ditunjang dengan kondisi negara tropis dan bermuara pada sub tropis memudahkan untuk berkreasi dan berkarya lebih baik. Kita harus menjadi Legazi, sesuatu yang bermakna untuk orang banyak,” demikian ditegaskan SYL dihadapan para peneliti dan staf Balithi di Aula Balithi di Cianjur Jawa barat

SYL merasa terkagum dengan kehadiran para senior peneliti para staf yang merasa memiliki tanggung jawab.

“Tanaman Hias sangat berpotensi dikembangkan salah satunya untuk agro wisata saat ini,” ujarnya.

Agro Wisata yang dikunjungingi merupakan area konservasi berbagai jenia tanaman dan sarana edulasi untuk pengembangan tanaman hias. Terdapat rumah kaca hexagonal anggrek dan berbagai tanaman hias lainnya hasil silangan dan tanaman hasil kerjasama dgn jepang.

“Ciptakan hebridasi yang unggul artinya sesuatu yang lebih dari biasa, harus ada terobosan-terobosan yang dihasilkan dari balai penelitian ini,” tandasnya.

Kepala Badan Litbang Kementan, Fadjry Djufry yang hadir mendampingi Mentan SYL menambahkan Balithi pun memiliki lahan 3 ha parsial bangunan menunjang kegiatan 30 para peneliti.

“Peneliti didampingi 27 orang teknisi dan 35 orang tenaga administrasi, serta 14 orang Staf penunjang,” sebutnya.

Kunjungan ini pun, SYL diampingi Sekjen Kementan, Momon Rusmono, Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi, Dirjen Perkebunan, Kasdi Subagiyono dan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PHK), I Ketut Diarmita. Lepas dari Balithi, SYL dan rombongan melakukan kunjungan di Taman Bunga Nusantara, Kecamatan Sukareski Kabupaten Cianjur.(hum/red)

Categories
Megapolitan Ragam

Jelang Kongres Kowani ke-XXV, Ony Jafar Hafsah Maju sebagai Caketum

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Ony Jafar Hafsah menyatakan diri untuk maju menjadi calon ketua umum Kowani periode 2019-2024 pada Kongres Kowani ke-XXV yang akan digelar 3-4 Desember 2019 mendatang. Pernyataan ini disampaikan Ony Jafar Hafsah dalam acara deklarasi dirinya dengan slogan ‘Ony For Kowani One’, di kawasan Sudirman, Jakarta, Minggu (01/12/2019).

“Saya maju menjadi calon Ketua Umum Kowani, dicalonkan oleh DPP Wanita Tani Indonesia,” ujarnya.

Ony mengatakan, dirinya saat ini sebagai pengurus Kowani selama 2 periode mulai 2009-2014 dan 2014-2019. Ia juga merupakan Ketua Umum DPP Wanita Tani Indonesia 2015-2020.

Calon ketum inipun menjabarkan visinya untuk menjadikan Kowani sebagai rumah besar peradaban perempuan di Indonesia.

“Visi saya, menjadikan Kowani sebagai rumah besar peradaban perempuan, wadah perjuangan, tempat berkiprah, pemberdayaan, pemberian martabat kaum perempuan, mewujudkan Ibu Bangsa dan melahirkan generasi penerus yang bertaqwa dan berkarya untuk Indonesia maju,” bebernya.

Sehingga, lanjut Ony, dengan majunya ia menjadi calon Ketua Umum Kowani maka akan dapat mewujudkan perempuan yang berprestasi dan berilmu pengetahuan di Indonesia.

“Sehingga dengan majunya saya menjadi calon ketua umum akan dapat mewujudkan perempuan yang berprestasi, berilmu pengetahuan, berpenghasilan menuju perempuan mandiri yang berkarakter dan sejahtera,” pungkasnya.(red)